Senin, 26 Desember 2005

‘Ngebet’ Realisasikan Program Meski Belum Dilantik

Probolinggo, Santri An Nur Slawi - Konferensi Anak Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Wonoasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur baru saja usai, 21 Januari kemarin. Namun, ketua terpilih IPNU setempat Wahyu Aminullah dan ketua terpilih IPPNU Evi Kumalasari bersemangat untuk mengintensifkan koordinasi program kerja yang rencananya dibentuk pada Jumat (27/1) mendatang.

Lazimnya, rapat program kerja dilaksanakan setelah pengurus dilantik. Tapi kedua ketua terpilih tersebut merasa perlu “ngebet” dengan alasan menyelamatkan organisasi.

‘Ngebet’ Realisasikan Program Meski Belum Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
‘Ngebet’ Realisasikan Program Meski Belum Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

‘Ngebet’ Realisasikan Program Meski Belum Dilantik

“Kita secepatnya melakukan penyusunan program kerja untuk IPNU dan IPPNU masa bakti 2017-2019 ini. Karena jika tidak, dikhawatirkan kaderasasi sedikit tersendat disebabkan sepinya kegiatan,” kata Evi Kumalasari, ketua tim formatur PAC IPPNU Kecamatan Wonoasih ini.

Santri An Nur Slawi

Senada, Wahyu Aminullah mengatakan, tindakan tersebut dirasa sangat perlu melihat situasi dan kondisi pengaderan sejauh ini terasa enggan untuk hidup yang bisa saja mengancam keberlangsungan regenerasi.

Mantan ketua demisioner PC IPNU Kecamatan Wonoasih Hijjul Manis Tatok Ilaihi menyetujui usulan tersebut. “Masa kepemimpinan saya (dan Mamlu’ul, ketua demisioner PC IPPNU Kecamatan Wonoasih) hampir satu tahun setengah PAC Wonoasih laa yahya walaa yamuut (tidak hidup matipun segan, red). Maka dari itu saya sangat berharap kepengurusan selanjutnya apa pun yang disemangati untuk kemajuan PAC laksanakan saja walaupun kadangkala tidak sesuai dengan PD PRT,” tuturnya.

Santri An Nur Slawi

Kedua ketua terpilih ini tampak mengebu-gebu, meski keduanya mengaku khawatir jika kesibukan pribadi suatu saat mengganggu semangatnya berorganisasi. Tapi Wahyu Aminullah dan Evi Kumalasari berkomitmen untuk tetap proaktif mengurus organisasi. (Abdul Hamid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Santri, AlaSantri Santri An Nur Slawi

Kamis, 25 Agustus 2005

Anak Muda NU Bekasi Serahkan Dana untuk Anak palestina

Jakarta, Santri An Nur Slawi

Anak Muda Nahdlatul Ulama (NU) Bekasi Timur yang tergabung dalam kelompok Muhazamatul Fata Lailatul Ijtima (MFLI) menyerahkan sumbangan dana yang dikumpulkan dari warga setempat untuk anak-anak palestina melalui program Save Palestine’s Childern yang dikoordinir oleh Lembaga Amin Zakat Infaq dan Shadaqoh (LAZIZ) NU.

Dana yang dikumpulkan sebesar Rp 11.000.000 diserahkan langsung oleh Ketua MFLI Riki Fudali kepada Ketua PP LAZIZ NU KH Fathurrahman Rauf di ruang pertemuan lantai 5 gedung kantor PBNU, Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Senin (23/2).

Anak Muda NU Bekasi Serahkan Dana untuk Anak palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Muda NU Bekasi Serahkan Dana untuk Anak palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Muda NU Bekasi Serahkan Dana untuk Anak palestina

”Dana ini kami kumpulkan dari jalan-jalan atau mendatangi komplek-komplek perumahan dan para donatur lainnya,” kata Riki kepada Santri An Nur Slawi.

Santri An Nur Slawi

Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Bekasi Timur Dedi Juniawan yang mengantarkan rombongan MFLI menyampaikan, dana itu merupakan sumbangsih dari warga masyarakat Bekasih Timur yang dikumpulkan oleh generasi muda.

Santri An Nur Slawi

”Kita tidak melihat peristiwa di Palestina ini persoalan politik atau bukan, Tapi membantu anak-anak Palestina ini tetap harus dilakukan. Kita sudah melakukan berbagai cara,” katanya.

Ketua PCNU Kota Bekasi Muraqib Mansyur menambahkan, aksi pengumpulan dana yang dilakukan oleh anak-anak muda NU itu merupakan pembelajaran bagi generasi NU untuk terus aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial.

”Uang 11 itu memang tidak banyak, namun bagi anak-anak muda, jumlah yang dikumpulkan itu luar biasa,” katanya.

Turut dalam rombongan beberapa anggota MFLI putra dan putri, beberapa pengurus MWCNU dan pengurus Muslimat NU Bekasi Timur.

Ketua LAZIZ NU KH Fathurrahman Rauf menyatakan, dana tambahan dari MFLI itu akan digambungkan dengan dana lainnya dalam program Save Palestine’s Childern yang diluncurkan sejak sebulan lalu. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi PonPes, Doa, Ulama Santri An Nur Slawi

Kamis, 10 Maret 2005

Pesan Kebangsaan Presiden Jokowi di Buntet Pesantren Cirebon

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Dalam kunjungan kerjanya di Jawa Barat, Presiden Joko Widodo berkesempatan hadir di peringatan Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren 2017 di Cirebon, Kamis (13/4).

Pesan Kebangsaan Presiden Jokowi di Buntet Pesantren Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Kebangsaan Presiden Jokowi di Buntet Pesantren Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Kebangsaan Presiden Jokowi di Buntet Pesantren Cirebon

Di hadapan ribuan santri dan warga, Jokowi yang mengenakan peci dan kemeja putih khasnya menyampaikan pesan kebangsaan terkait kebersamaan dan kemajemukan bangsa Indonesia yang harus terus dipupuk dan dijaga dengan baik.

“Indonesia ini punya beragam suku, tenis, budaya, dan agama tetapi tetap saling menghormati,” ujar Jokowi disambut tepuk tangan ribuan hadirin yang memadati tempat acara.

Bapak 3 anak ini mengakui, kebersamaan di tengah kemajemukan inilah yang terus dirinya sampaikan ketika berinteraksi dengan para pemimpin dunia.

“Terkahir saya sampaikan mengenai hal ini kepada Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Afghanistan. Mereka sangat kagum dengan persatuan kita di tengah ratusan suku dan etnis,” ucap Jokowi yang menerangkan bahwa Indonesia mempunyai 714 suku.

Santri An Nur Slawi

Jokowi memberikan pidatonya setelah KH Adib Rofiuddin (Ketua Umum Yayasan Pendidikan Islam Pondok Buntet Pesantren Cirebon) menyampaikan sambutannya.

Dalam kunjungannya ini, Jokowi juga memberikan apresiasi setingi-tingginya terhadap peran kiai pesantren yang selama ini mampu menyajikan pemahaman Islam ramah selain penguatan kebangsaan dengan peneguhan akhlak mulia lewat pendidikan pesantren.

Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini seperti biasa memberikan reward sepeda kepada para santri yang mampu menjawab pertanyaannya.

Santri An Nur Slawi

Namun kali ini, Jokowi juga memberikan hadiah tersebut kepada ibu-ibu tersepuh yang hadir dalam acara itu. Total sepeda yang disediakan Jokowi sebanyak 10 buah.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Indoor Sport Hall dan Auditorium Mbah Muqoyyim Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Buntet Pesantren. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Nahdlatul Ulama Santri An Nur Slawi