Sabtu, 17 Desember 2011

Hari Kartini, Guru Aliyah An-Nawawi Berlomba Lipat Stagen

Purworejo, Santri An Nur Slawi. Momentum Hari Kartini yang jatuh pada 21 April selalu diperingati banyak kalangan dengan pelbagai macam cara. Pihak Madrasah Aliyah An-Nawawi Berjan kabupaten Purworejo sendiri memilih untuk mengadakan perlombaan melipat kain stagen selain upacara penghormatan.

Sekolah yang terintegrasi dengan pesantren ini memiliki cara cukup unik dalam memperingati peringatan Hari Kartini; dengan upacara dan aneka perlombaan. Tak seperti upacara biasanya, pada upacara Kartini yang digelar di halaman sekolah tersebut, seluruh petugas termasuk pembina upacaranya adalah perempuan.

Hari Kartini, Guru Aliyah An-Nawawi Berlomba Lipat Stagen (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Kartini, Guru Aliyah An-Nawawi Berlomba Lipat Stagen (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Kartini, Guru Aliyah An-Nawawi Berlomba Lipat Stagen

"Para petugas upacara mengenakan pakaian adat Jawa kecuali petugas paskibra. Petugas tersebut bukan hanya pelajar, namun juga dewan guru perempuan juga terlibat menjadi petugas," terang Kepala MA An-Nawawi H Muslihin Madiani di sela-sela kegiatan, Selasa (21/4).

Santri An Nur Slawi

Usai upacara, sebanyak 40 dewan guru perempuan mengikuti perlombaan menggulung stagen sepanjang kurang lebih delapan meter. Perlombaan yang dilaksanakan menggunakan sistem setengah kompetisi ini juga dilangsungkan di halaman sekolah dengan disaksikan dan dimeriahkan oleh seluruh siswa.

Santri An Nur Slawi

"Tradisi menggunakan stagen itu kini mulai punah. Perempuan-perempuan masa kini sudah jarang yang telaten menggunakannya. Mereka cenderung memilih stagen instan yang banyak dijual di pasaran," kata Muslihin.

Melalui perlombaan tersebut, sambung Muslihin, pihaknya berupaya mengampanyekan dan mengajarkan para siswanya untuk mengenal stagen sebagai khazanah budaya lokal.

"Semangat mengenali kebudayaan lokal itulah yang ingin kami sampaikan dan ajarkan kepada masyarakat khususnya para siswa kami," tandasnya. (Lukman Hakim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Hikmah, Habib Santri An Nur Slawi

Minggu, 20 November 2011

Belajar Tanpa Guru dan Ulama adalah Ilusi

Pringsewu, NU Oline

Diera sekarang ini, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Bandarjaya Lampung tengah KH Abdul Aziz mengimbau kepada umat Islam untuk senantiasa dekat dengan para Ulama. Ia melihat sekarang ini banyak orang yang sudah tidak lagi mengkaji ilmu melalui guru dan ulama.

Mereka banyak menggunakan pemikiran dan penafsiran sendiri sehingga apa yang disimpulkan jauh dari kaidah-kaidah yang dituntunkan oleh agama. Padahal menurut jika seseorang belajar tanpa guru dan mencoba memahami sendiri maka yang akan keluar adalah hanya sebuah ilusi.

Belajar Tanpa Guru dan Ulama adalah Ilusi (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Tanpa Guru dan Ulama adalah Ilusi (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Tanpa Guru dan Ulama adalah Ilusi

"Dan ilusi inilah yang diharapkan oleh setan untuk menjerumuskan orang yang belajar tanpa melalui para Ulama tersebut," jelasnya dihadapan Jamaah Ngaji Ahad Pagi atau Jihad Pagi di Gedung NU Pringsewu, Ahad (23/10).

Mengutip salah satu hadits Rasulullah, Kiai Aziz, begitu Ia biasa dipanggil menjelaskan bahwa siapa saja orang yang belajar ilmu dengan tidak melalui silsilah yang jelas maka sesungguhnya apa yang dipikirkan, ditafsirkan dan difahami adalah salah.

Dengan belajar melalui silsilah yang jelas lanjutnya, keberkahan juga bisa didapatkan oleh orang yang menuntut ilmu. "Sekarang ini banyak ilmu yang tidak barokah lagi karena sudah tidak lagi memuliakan para guru dan para alim ulama. Jangan tinggalkan mereka" tegasnya.

Santri An Nur Slawi

Jika fenomena berupa tidak lagi senang dan dekat dengan para ulama ini terus terjadi maka menurutnya Allah SWT akan mengangkat keberkahan dari apa yang didapatkannya.

"Jika Ulama tidak lagi dijadikan tempat untuk bertanya maka akan diangkat keberkahan hidupnya kemudian akan diberi pemimpin yang dzalim dan satu-persatu para ulama akan diambil oleh Allah SWT," jelasnya.

Oleh karenanya Kiai Aziz menghimbau khususnya kepada warga NU untuk memposisikan Ulama sebagai tempat bertanya terkait hal-hal agama. "Jangan tanya kepada dukun. Tanyalah kepada Ulama sebagai penerus keilmua para Nabi," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kajian, IMNU Santri An Nur Slawi

Sabtu, 17 September 2011

Rahasia Kealiman Kiai Misbah Bangilan Tuban

Mbah Misbah, begitu beliau akrab disapa adalah ulama kenamaan yang masyhur pada masanya. ? Berbagai kitab-kitab kuning klasik, telah berhasil ia terjemahkan. Bahkan, sekelas Kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Ghozali pun sanggup ia alih bahasakan ke dalam literatur Bahasa Jawa.

Saking alimnya, banyak orang yang penasaran atas resep kehebatannya. Bagaimana ia sebegitu alimnya? Hingga banyak kitab klasik yang telah ia terjemahkan dengan baik, sehingga banyak digemari orang, untuk dijdikan rujukan.

Rahasia Kealiman Kiai Misbah Bangilan Tuban (Sumber Gambar : Nu Online)
Rahasia Kealiman Kiai Misbah Bangilan Tuban (Sumber Gambar : Nu Online)

Rahasia Kealiman Kiai Misbah Bangilan Tuban

Hingga akhirnya ada salah seorang kiai yang memberanikan diri untuk bertanya,

"Amit nuwun sewu nggih mbah. Ngaputene, kulo ajeng tangklet," (Permisi mbah, maaf sebelumnya, saya mau bertanya,) kiai itu mengawali maksudnya.

"Oh, Iya. Arep takon apa?” (Oh, iya. Mau tanya apa kamu?)

Santri An Nur Slawi

"Jenengan kok saget ngalim ngoten niku, resepipun nopo nggih? Kulo estu kepingin?" (Anda kok bisaalim (Pandai) seperti itu, resepnya apa ya? Sungguh, saya juga ingin (pandai seperti anda)

Sejenak, Mbah Misbah Terdiam. Sepertinya ia sedang menerawang,?

Santri An Nur Slawi

"La kepriye olehmu pinter, nak koe wae ngingu whaung?" (Bagaiman engkau bisa pandai, jika dirimu saj memelihara anjing?), ujar Mbah Misbah bernada tinggi.

Kiai tersebut, kaget bukan kepalang. Bagaimana bisa Mbah Misbah menuding ia memelihara anjing di rumah? Sungguh, untuk mendekatpun ia enggan, apalagi sampai memelihara.?

Setelah termenung beberapa saat, dangan mantap ia berkata,

"Estu mbah, kulo mboten ngingu whaung." (Sungguh mbah, Saya tidak memelihara anjing)

"Kae lho, TV mu. Kae lak yo iso ngetoake gambar macem-macem tho? Termasuk whaung." (Itu lho, Televisi mu. Bukankah hal itu bisa menampilkan berbagai macam gambar? Pun dengan (gambar) anjing)

Akhirnya, Kiai tersebut pun tertunduk malu. Malu karena ia tidak begitu jeli, dalam memaknai pernyataan Mbah Misbah.?

Ia pun tersadar, betapa tidak diragukan lagi kealiman Mbah Misbah. Selain itu, kehati-hatian beliau dalam menjauhi perkara haram pun juga teruji. Teringat ia akan hadits rasul:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : " ? ? ? ? ? ? ? ?

(termaktub) dalam kitab Shahih Bukhari Muslim dan lainnya ? diriwayatkan dari abi tholhah Radiyallahu Anhu dari Nabi Muhammad Salallahu alahi Wasalam: "Malaikat tidak akan masuk kepada rumah yang didalamnya terdapat anjing ? dan juga gambar."

Ya, bagaiman ia bisa sealim K Misbah Bangilan? Jika Malaikat pembawa segala rizki dan rahmat saja enggan singgah dirumahnya.?

Sedang, Mbah Misbah, jangankan televisi. Hanya sekedar gambar pun tak didapati dikediaman beliau. Demi menjaga dari perkara yang tidak disukai oleh Allah, sekalipun itu diperbolehkan.

***

Hikmahnya yaitu, betapa ke-Wirai-an (kehati-hatian menjauhi perkara yang ? syubhat, apalagi perkara haram) sangat berpengaruh terhadap tingkat kealiman dan kesalehan seseorang. Untuk itu, penting kiranya dalam menjaga putra-putri yang masih dalam proses belajar , terhadap perkara yang haram, bahkan syubhat ? sekalipun.? (Ulin Nuha Karim)

Dikisahkan oleh Pengasuh Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo, KH Muhammad Shofi Al Mubarok di sela-sela ? pengajian kilatan Bulan Rajab bersumber dari KH Abdullah Diana, Pengasuh Pesantren Al Iklil Mundri, Bangilan, Tuban, Jawa Timur.

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi RMI NU Santri An Nur Slawi

Selasa, 16 Agustus 2011

Kota Bengawan Peringati Sumpah Pemuda dengan Shalawat

Solo, Santri An Nur Slawi. Ribuan jemaah berpakaian putih-putih berkumpul di lapangan Kota Solo pada Senin (28/10). Mereka menghadiri shalawatan yang dipimpin Habib Syech bin Abulqodir Assegaf. Kegiatan itu digelar untuk memperingati Sumpah Pemuda

Kendati diguyur hujan ditambah dengan kondisi lapangan yang becek, para Syecher Mania, julukan jemaah Habib Syech bin Abdulqodir Assegaf, tetap bersemangat menyenandungkan shalawat dan berdzikir seakan tak menghiraukan hujan yang semakin deras.

Kota Bengawan Peringati Sumpah Pemuda dengan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kota Bengawan Peringati Sumpah Pemuda dengan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kota Bengawan Peringati Sumpah Pemuda dengan Shalawat

Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Solo bersama Ahbaabul Musthofa menggelar Solo Bershalawat untuk membuktikan usaha tulus dalam mewujudkan pemuda bersatu demi kemajuan bangsa.

Santri An Nur Slawi

“Kami sengaja menggelar selawat dalam bingkai kerukunan, tak hanya umat Muslim saja, namun nonmuslim pun turut ambil bagian. Seperti komunitas Tionghoa yang menyumbangkan 30.000 konsumsi untuk jemaah,” ujar Ketua DPD KNPI Solo, Her Suprabu.

Dalam kegiatan bertema “Menuju Indonesia Jaya” tersebut panitia mengundang Pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo Magelang, KH Yusuf Chudhari. Dalam tausyiahnya, ia mengkritik budaya simbolistik yang kini lekat kepada Muslim. Ia mencontohkan, seringkali mengucapkan kalimat takbir, tapi diucapkan tanpa makna.

Santri An Nur Slawi

“Sekarang sedikit-sedikit takbir, apalagi kalau sudah bawa pentungan. Jangan dipikir kalau teriak takbir paling kencang bisa langsung masuk surga. Padahal yang dinilai itu perilaku keseharian kita,” paparnya. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Quote, Cerita, Jadwal Kajian Santri An Nur Slawi

Sabtu, 13 Agustus 2011

Ini Ceramah Jokowi Pada Haul Ke-124 Syekh Nawawi Banten

Serang, Santri An Nur Slawi - Presiden RI Joko Widodo dalam sambutannya mengungkapkan kebahagiaannya berkesempatan menghadiri Haul Ke-124 Al-Maghfurlah Syekh Nawawi Al-Bantani di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara (Penata), Serang, Jumat (21/7) malam. Menurutnya, Syekh Nawawi adalah santri yang membawa nama harum Indonesia di masyarakat dunia.

"Syekh Nawawi adalah ulama Indonesia yang dihormati oleh dunia. Bahkan, beliau satu-satunya ulama yang dimakamkan di samping makam istri Rasulullah," ujar Jokowi di tengah ribuan jamaah haul.

Ini Ceramah Jokowi Pada Haul Ke-124 Syekh Nawawi Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Ceramah Jokowi Pada Haul Ke-124 Syekh Nawawi Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Ceramah Jokowi Pada Haul Ke-124 Syekh Nawawi Banten

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

Santri An Nur Slawi

"Dalam berbagai pertemuan dengan kepala-kepala negara di dunia, selalu saya sampaikan, negara kita punya 714 suku, 17 ribu pulau, dengan ratusan bahasa tapi bisa dipersatukan dengan bahasa, bangsa dan negara Indonesia. Inilah kekayaan Indonesia yang tak dimiliki negara lain. Ini harus kita rawat bersama. Keberagaman ini merupakan fitrah dan anugerah Allah yang harus dijaga, jangan dipertentangkan, jangan dibuat bergesekan," paparnya.

Menurutnya, dalam berbagai konferensi di dunia ia kerap menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia.

Santri An Nur Slawi

"Kita memiliki hampir 220 juta penduduk Indonesia beragama Islam. Ini akan saya sampaikan terus agar dunia tahu, bahwa Indonesia adalah negara besar dengan penduduk Muslim terbesar," tambah Jokowi dengan bangga.

Presiden RI ini juga berharap, umat Islam Indonesia bisa meneladani perjuangan dan keulamaan Syekh Nawawi Banten yang mampu membangkitkan Indonesia melalui jalur pendidikan. (Abdul Malik Mughni/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pesantren Santri An Nur Slawi

Kamis, 30 Juni 2011

Gubernur DKI Jakarta Sebut Santri Benteng Penjaga Indonesia

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, Hari Santri Nasional merupakan penanda perjuangan santri dalam menjaga dan mempertahankan Indonesia ini. Saat itu, setelah KH Hasyim Asy’ari mengeluarkan Reseolusi Jihad, ada puluhan bahkah ratusan ribu yang menghibahkan tenaga bahkan nyawanya untuk melawan kolonial di Surabaya.

Gubernur DKI Jakarta Sebut Santri Benteng Penjaga Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur DKI Jakarta Sebut Santri Benteng Penjaga Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur DKI Jakarta Sebut Santri Benteng Penjaga Indonesia

“Itu kita kenal dengan heroisme di Surabaya, tapi dibalik itu ada gerakan yang masal,” kata Anies di sela-sela acara Peringatan Hari Santri Nasional di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari Jakarta, Selasa (21/10) malam.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia merdeka bukanlah suatu hal yang gratis. Indonesia didirikan dengan cucuran keringat, air mata, dan darah. Santri memiliki perang yang luar biasa besar dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan ini.

“Para santri menjadi benteng penjaga Indonesia,” ucapnya.

Santri An Nur Slawi

Ke depan, Anies menyebutkan akan melakukan pembenahan dan perbaikan madrasah dan pesantren di Jakarta. Pesantren telah menyelenggarakan pendidikan bagi masyarakat Nusantara jauh sebelum Indonesia ini merdeka.

Maka dari, kualitas pendidikan madrasah dan pesantren harus ditingkatkan agar bisa setara atau bahkan lebih baik dengan lembaga pendidikan yang lainnya yang muncul belakangan. Ia mengajak santri untuk ikut serta dalam membangun Jakarta.

“Begitu juga dengan kegiatan-kegiatan lainnya. Banyak yang bisa dikerjasamakan (antara Pemrov DKI Jakarta dengan madrasah dan pesantren),” jelasnya.

Dalam acara ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima bendera pataka NU yang diserahkan oleh Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta, Munahar Muchtar. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Habib, IMNU Santri An Nur Slawi

Senin, 13 Juni 2011

Kasus Keset Berlapiskan Kertas Bertuliskan Ayat Al-Qur’an

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Akhir tahun 2016 lalu, Muslim Indonesia, khususnya di Yogyakarta dikejutkan dengan beredarnya keset kaki berlapiskan kertas bertuliskan ayat suci Al-Qur’an surat Ali Imran dan Annisa.

Adalah Rizky Nurfauzi yang pertama kali menemukan keset yang di dalamnya ada kertas bertuliskan Al-Qur’an. Kejadian bermula saat ia hendak mencuci keset yang ia beli di Pasar Desa Palem Sari. Ia kaget setelah mengetahui ‘daleman’ keset. Lalu kemudian ia memotret keset tersebut dan mengirimkannya ke salah satu grup Whatsapnya. Dari sini, kasus keset menyebar dan menjadi buah bibir di masyarakat.

Kasus Keset Berlapiskan Kertas Bertuliskan Ayat Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasus Keset Berlapiskan Kertas Bertuliskan Ayat Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasus Keset Berlapiskan Kertas Bertuliskan Ayat Al-Qur’an

Untuk menyelidiki kasus itu, aparat negara mengecek pedagang keset tersebut. Dari sekian keset yang diperiksa, ada empat buah keset yang bertuliskan ayat Al-Qur’an. Tentu ini tambah membuat gusar masyarakat Muslim, karena bagi mereka, persoalan agama adalah persoalan yang sangat sensitif. Pun persoalan agama adalah persoalan nomor satu jika dibandingkan dengan persoalan-persoalan lainnya. 

Lalu yang menjadi soal adalah siapa yang seharusnya paling bertanggung jawab atas kasus ini? Apakah pedagangnya? Pabrik pembuat keset? Pihak yang menjual Al-Qur’an ke pabrik keset? Atau Kementerian Agama yang kurang ketat mengawasi hal ini?

Untuk mengurai dan melihat lebih jauh soal keset bertuliskan Al-Qur’an tersebut, Kementerian Agama melakukan penelitian. Dari hasil analisa mulai dari kekhasan khot tulisan, iluminasi, dan kertas, diduga penerbit Al-Qur’an yang dibuat untuk ‘daleman’ keset adalah Penerbit Qomari yang terletak di Solo. Sedangkan pencetaknya kemungkinannya adalah Sahabat, SGU, atau Tiga Serangkai.

Baik pihak penerbit maupun percetakan mengaku sudah melakukan kontrol yang ketat dan sudah menjalankan prosedur operasi sesuai dengan standar yang ada. Mulai produksi, pencetakan, pemotongan, penjilidan, dan pemusnahan sisa limbah.  

Santri An Nur Slawi

Namun, berdasarkan perhitungan dan kronologi dari berbagai versi, disimpulkan bahwa kemungkinan besar keset berasal dari residu PT. Nusa Solo, pihak ketiga atau pengepul yang mengambil limbah percetakan. Tetapi, penerbit tersebut telah bangkrut dan tutup pada tahun 2015.

Santri An Nur Slawi

Pihak penerbit dapat menerima kasus tersebut sebagai pembelajaran dan akan memperbaiki ke depan. Pengrajin sebagai pihak yang paling bertanggungjawab belum diketahui karena banyaknya kemungkinan antara pengrajin di Klaten atau di daerah Sleman itu sendiri.

Kelalaian penghancuran limbah percetakan–terutama kertas yang bertuliskan ayat Al-Qur’an-adalah sesuatu yang sangat disayangkan. Jika tidak dihancurkan, sisa-sisa percetakan tersebut bisa disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Dan ini terjadi pada kasus keset yang berlapiskan kertas bertuliskan ayat Al-Qur’an di Yogyakarta. 

Agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi, ada tiga hal yang seharusnya dilakukan.





Pertama, meningkatkan pengawasan penyebaran Al-Qur’an. Dalam hal ini, pihak yang paling bertanggungjawab adalah Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur’an (LPMA) dan jajaran Kementerian Agama sampai tingkat Kantor Urusan Agama (KUA). Mereka perlu meningkatkan pengawasan penyebaran mushaf Al-Quran, mulai pencetakan, penerbitan, sampai dengan distribusi.

Kedua, penegakkan hukum. Jika ditemukan ada unsur kesengajaan atau kelalaian maka pihak pengrajin bisa diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada. Penegakkan hukum tetap terus dilanjutkan untuk memutus keresahan dan kerusuhan masyarakat. 

Ketiga, menyusun draf standarisasi penerbitan Al-Qur’an. Sebagai pihak yang paling bertanggungjawab, LPMA seharusnya menyusun standarisasi penerbitan Al-Qur’an dan mencermati prosedur operasi penerbit dan percetakan, sehingga alur produksi sampai dengan penanganan residu dapat dikontrol dengan baik. (A Muchlishon Rochmat)





Baca Kajian Keagamaan lainnya DI SINI

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Fragmen Santri An Nur Slawi

Sabtu, 14 Mei 2011

Hasyim Muzadi: Keluarga PKI Jangan Membuka Luka Lama

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama  (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta keluarga dan keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) tak lagi membuka luka lama sejarah tahun 1965 dan 1968, demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Peryataan kiai yang juga pengasuh pondok pesantren Al-Hikam Malang dan Depok itu merespon adanya bentrokan antara massa Front Anti Komunis Indonesia (FAKI) dan Forum Komunikasi Putra-Putri  TNI–Polri (FKPPI) dengan keluarga PKI di Yogyakarta,  akhir pekan lalu.  

Hasyim Muzadi: Keluarga PKI Jangan Membuka Luka Lama (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Keluarga PKI Jangan Membuka Luka Lama (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Keluarga PKI Jangan Membuka Luka Lama

“Bentrok antara massa Front Anti Komunis Indonesia (FAKI) dan keluarga PKI merupakan lampu kuning untuk keselamatan NKRI ke depan. Karena masalah ini menyangkut luka sejarah tahun 1965 dan 1948. Seharusnya kedua kelompok menahan diri,” kata Hasyim Muzadi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (31/10).

Santri An Nur Slawi

Menurut Hasyim, era reformasi telah membebaskan mereka dari kungkungan politik Orde Baru. Kebebasan itu sebenarnya sudah cukup bagi mereka. “Kini, Keluarga atau keturunan PKI telah mempunyai hak-hak yang sama dengan warganegara yang lain,” jelasnya.

Santri An Nur Slawi

Ia menambahkan, kini keluarga dan keturunan PKI telah banyak yang mengisi pos-pos penting di negara ini. Sehingga mereka seharusnya tidak perlu lagi membuka luka lama. “Mereka bebas menjadi anggota parlemen, ketua komisi DPR RI, masuk departemen-departemen, jadi pegawai negeri, gubernur, dan masuk istana dan sebagaianya,” katanya.

Namun, tambah Hasyim, jika hal tersebut masih kurang diterima dan mereka akan menghidupkan kembali luka lama, maka NKRI akan terkoyak lagi. “Tuntutan agar negara maminta maaf kepada PKI, minta ganti rugi, pengadilan jendral dan ulama tertentu mencari gara-gara,” tandasnya.

Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS) ini mengungkapkan, Indonesia tak seperti Vietnam dan bukan pula seperti Kamboja. “Mereka telah menggunakan HAM sebagai kendaraan strategis, sering melapor ke internasional, serta mampu menggiring publik opini. Itu bukan berarti mereka bebas berbuat semau mereka,” kata Hasyim.

Lebih lanjut, mantan Ketua Umum PBNU ini mengatakan, jika keluarga dan keturunan  PKI terus membuka luka lama, tak menutup kemungkinan organisasi anti-Komunis akan semakin kuat berdiri di Indonesia. “Organisasi seperti FAKI dan FKPPI dapat serentak berdiri dan bergerak di seluruh Indonesia . Dan hal itu pasti menyulitkan mereka,” jelasnya.

Hasyim juga berpesan kepada pihak FAKI dan FKPPI agar tidak mudah melakukan kekerasan, kecuali dalam kondisi bahaya. “Karena kekerasn itu sendiri yang mereka harapkan. Polisi pun pasti tidak melihat hal tersebut semata sebagai masalah lokal Yogayakarta, atau hanya hukum legal formal, namun berakar dalam,” katanya.

Karena itu, Hasyim juga mengimbau agar semua pihak, terutama keluarga PKI agar melukapakan masa lalu. “Hilangkan angan-angan mendirikan PKI baru, bersatulah dengan bagsa untuk Ber-NKRI . “Karena kalau diteruskan, dalam jangka pendek, hal ini justeru akan memggugah kesadaran masyarakat untuk tidak memilih wakil-wakil rakyat dan pejabat publik dari keturunan PKI, dan jangka panjangnya akan menciptakan konflik ketiga kali di republik ini,” pungkasnya. (Ahmad Millah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kajian, Tegal Santri An Nur Slawi

Senin, 25 April 2011

Website di Lingkungan NU Bakal Disenergikan

Jakarta, Santri An Nur Slawi

Luar biasa. Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-82 Nahdlatul Ulama (NU) tahun ini, rupanya sungguh menjadi momentum penting bagi upaya mempersatukan kembali kekuatan NU di segala bidang. Tak hanya di dunia nyata, melainkan juga di dunia maya.



Website di Lingkungan NU Bakal Disenergikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Website di Lingkungan NU Bakal Disenergikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Website di Lingkungan NU Bakal Disenergikan

Seluruh website yang ada di lingkungan NU bakal disinergikan pengelolaannya, antara lain, Santri An Nur Slawi (Situs Resmi PBNU), Ansor Online (Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor), Cyber PMII (Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) IPSantri An Nur Slawi (Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar NU) dan lain-lain.

Hal tersebut merupakan kesepakatan hasil pertemuan sejumlah pemimpin redaksi dan pengelola website di lingkungan NU yang diprakarsai Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI, di Senayan, Jakarta, (29/1) kemarin.

Santri An Nur Slawi

Ketua FKB DPR RI, Effendi Choirie, mengatakan, upaya mensinergikan pengelolaan website di lingkungan NU tersebut dilakukan untuk menjadikan media dunia maya itu sebagai sebuah kekuatan yang solid. “FKB memprakarsai pertemuan ini untuk membangun kekuatan umat ke depan sebagai ormas terbesar,” ujarnya.

Dengan demikian, diharapkan, di masa mendatang, terjalin hubungan saling mendukung perjuangan NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia. Selain itu, untuk mengembangkan paham Islam rahmatan lil alamin dan prinsip-prinsip keadilan, kemanusiaan dan demokrasi melalui media massa.

Santri An Nur Slawi

Pemimpin Redaksi Santri An Nur Slawi, Mun’im DZ, mengungkapkan perkembangan media yang dipimpinnya. ”Dalam beberapa tahun terakhir, Santri An Nur Slawi dikunjungi ratusan ribu orang di seluruh dunia. Bahkan, sudah mencapai 15 negara. Warga NU sendiri, sudah ada yang mengakses hingga tingkat ranting NU (kecamatan),” terangnya.

Hernoe, pengelola Ansor Online, mendukung gagasan dan usulan Effendi Choirie yang ingin mensinergikan kekuatan website di lingkungan NU sehingga menjadi ujung tombak pubikasi warga NU. “Ini penting juga untuk kemajuan Ansor ke depan,” ujar Idham. (gpa/rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kiai, Bahtsul Masail Santri An Nur Slawi

Senin, 11 April 2011

Sinta Nuriyah Ceritakan Persahabatan Gus Dur dengan Gus Mus

Semarang, Santri An Nur Slawi. Istri Alm. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Hj Sinta Nuriyah berharap Rais Am PBNU KH Mustofa Bisri (Gus Mus) selalu istiqomah menjaga, merawat dan mendampingi umat.

Hal itu disampaikannya pada saat memberikan testimoni pada acara Selametan 70 tahun Gus Mus di Balairung Universitas PGRI Semarang, Sabtu malam (6/9).

Sinta Nuriyah Ceritakan Persahabatan Gus Dur dengan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)
Sinta Nuriyah Ceritakan Persahabatan Gus Dur dengan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)

Sinta Nuriyah Ceritakan Persahabatan Gus Dur dengan Gus Mus

"Saya berharap Gus Mus selalu Istiqomah menjaga ummat sebagaimana yang diharapkan Gus Dur. Jangan sia-siakan. Apalagi sebelum wafat,  Gus Dur menitipkan NU kepada Gus Mus," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Sinta Nuriyah menceritakan persahabatan Gus Mus dengan suaminya. Dituturkan, persahabatan kedua sahabat ini sangat akrab sejak sama-sama kuliah di universitas Al  Azhar Kairo.

Santri An Nur Slawi

"Persahabatannya sangat erat sekali,hingga segala kebutuhan Gus Dur itu ditanggung Gus Mus. Karena Gus Dur itu memang tidak punya dompet (uang)," ujarnya yang disambut senyum hadirin.

Santri An Nur Slawi

Sangking eratnya, persahabatan kedua tokoh umat inipun masih terjalin dengan keluarga dan anak-anaknya. Bahkan, setiap ada hal  yang harus dicarikan solusi selalu mengkonsultasikan kepada pengasuh pesantren Raudhatut thalibin Leteh Rembang ini.

"Termasuk anak-anak saya memanggil beliau  dengan panggilan Om Mus sampai  sekarang. Ini saking akrabnya diantara kita,"kata istri cucu KH.Hasyim Asyari yang hadir didamping putrinya Yenny Wahid. (Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Ubudiyah, Nahdlatul, Hikmah Santri An Nur Slawi

Kamis, 27 Januari 2011

Menteri Agraria Berharap Santri Mengisi Tanah di Luar Jawa

Jakarta, Santri An Nur Slawi 

Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan A. Jalil berharap kepada kiai yang mempunyai pesantren agar mau menanamkan kepada santrinya untuk pergi ke luar Jawa karena masa depan Indonesia adalah di Indonesia bagian timur. 

"Tanamkan kepada anak. Bahwa anak muda pergi di luar Jawa, di sana adalah masa depan yang baik," kata Sofyan pada pembukaan acara pra Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 di Pesantren Al-Hikmah, Bandar Lampung, Sabtu (4/11). 

Selain itu, katanya, di luar Jawa itu banyak tanah tapi penduduknya sedikit. Sementara di Jawa, penduduknya tinggi tapi kekurangan lahan. 

Menteri Agraria Berharap Santri Mengisi Tanah di Luar Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Agraria Berharap Santri Mengisi Tanah di Luar Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Agraria Berharap Santri Mengisi Tanah di Luar Jawa

"Pemerintah memfasilitasi itu (tanah kepada orang yang mau ke luar Jawa)," katanya. 

Selain itu, ia juga menyampaikan tentang Presiden Jokowi mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 88 tahun 2017 tentang pelepasan kawasan hutan untuk masyarakat. 

Santri An Nur Slawi

"Ini tentu bagian dari reforma agraria sehingga masyarakat kita bisa mendapatkan tanah," katanya. 

Hadir pada pembukaan ini, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono, sejumlah pengurus PBNU, PWNU Lampung, PWNU se-Sumatera, PWNU DKI Jakarta, PWNU Banten, PWNU Jawa Barat, dan lain-lain. (Husni Sahal/Fathoni)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kiai, Lomba, Bahtsul Masail Santri An Nur Slawi