Senin, 26 Maret 2012

Lakpesdam NU Semedang Didik Santri Kemampuan Jurnalistik

Sumedang, Santri An Nur Slawi

Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) mengadakan Pelatihan Jurnaistik bagi para santri di Aula Baznas, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Acara ini diadakan dalam rangka memeperingati hari lahir (harlah) ke-90 NU.

Pelatihan yang berlangsung Selasa (1/3) ini dihadiri Ketua Penguru Cabang NU (PCNU) Sumedang KH Sa’dulloh, Sekretaris PCNU Sumedang Jujun Juhanda, Ketua PC GP Ansor Sumedang Ayi Subhan Hafs, Ketua PC IPNU Sumedang Saepul Hamdan, dan pengurus lembaga dan badan otonom NU lainnya.

Lakpesdam NU Semedang Didik Santri Kemampuan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Semedang Didik Santri Kemampuan Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Semedang Didik Santri Kemampuan Jurnalistik

Dalam sambutannya, Sa’dulloh mengingatkan tentang pentingnya memperdalam ilmu jurnalistik agar setiap gagasan para kiai dan kegiatan NU dapat diterima manfaatnya oleh warga Nahdliyin yang jauh dari kota lewat media.

Santri An Nur Slawi

Materi yang disajikan yaitu tentang reportase dan jati diri media, disampaikan oleh Pemimpin Redaksi Radar Sumedang Erik A. Kurnia, dan materi tentang teknik penulisan berita oleh Pemimpin Redaksi Sumedang Ekspres Handri.

Erik menjelaskan bahwa reportase merupakan proses pengumpulan data dan fakta suatu peristiwa yang digunakan untuk penulisan karya jurnalistik atau berita. Seorang jurnalis itu harus memperhatikan beberapa etika reportase, antara lain cover both side (meliput semua pihak yang terkait, tanpa membedakan), fairness (tidak memanipulasi fakta),? balance (keseimbangan dalam pencarian data dan pemberitaan),? mematuhi kode etik jurnalistik, dan tidak mempublikasikan identitas atau pernyataan narasumber jika nara sumber meminta off the record.

Santri An Nur Slawi

Sedangkan materi kedua disajikan dalam bentuk praktik langsung membuat berita. Peserta diminta untuk membuat berita tentang kegiatan pelatihan tersebut dalam waktu 15 menit.

Alhamdulillah, semua peserta bisa membuat beritanya sesuai dengan kaidah 5W + 1H. hanya saja ada beberapa kalimat dan paragraph yang harus diperbaiki, terutama dalam hal tanda baca,” kata Handri.

Ketua Panitia Muhammad Ramdani mengatakan, Pelatihan Jurnalistik ini harus ditindaklanjuti. PC Lakpesdam mengaku siap memfasilitasi peserta untuk mengirimkan beritanya ke tiap media, atau menyelenggarakan pelatihan jurnalistik lanjutan. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Santri, Doa Santri An Nur Slawi

Kamis, 15 Maret 2012

LTNNU Jawa Barat Perkuat Jaringan Media Islam

Bandung, Santri An Nur Slawi. Lembaga Talif Wan Nasyr (LTN) PWNU Jawa Barat melaksanakan Rapat Koordinasi LTNNU se-Jawa Barat dan Pesantren Kilat Digital Marketing untuk memperkuat jaringan media Islam.?

LTNNU Jawa Barat Perkuat Jaringan Media Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
LTNNU Jawa Barat Perkuat Jaringan Media Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

LTNNU Jawa Barat Perkuat Jaringan Media Islam

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung PWNU Jawa Barat di Bandung dihadiri oleh 52 pengurus LTN dari 21 PCNU Kab/Kota se-Jawa Barat serta 8 utusan dari PW Ansor Jabar, PW Fatayat Jabar, PW IPNU-IPPNU Jabar.?

Acara dibuka oleh Wakil Ketua PWNU Jabar sekaligus pembina LTNNU PWNU Jabar Prof Dr KH Ali Ramdhani. Kegiatan ini digelar selama dua hari, Jumat-Sabtu (2-3/6).?

Ketua LTNNU Jawa Barat Husnul Qodim dalam sambutan pembukaan mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat jaringan media Islam rahmatan lil alamin.?

Santri An Nur Slawi

Hal ini dipertegas dalam tema kegiatannya yaitu optimalisasi konten dan literasi Nahdlatul Ulama untuk memperkuat jaringan media Islam rahmatan lil alamin.?

Selain itu Husnul juga mengatakan, LTNNU merupakah sebuah lembaga di NU yang mempunyai tugas menyampaikan informasi, komunikasi, dan publikasi. Oleh karena itu mengoptimalkan dakwah NU di media itu merupakan salah satu bagian tugas LTNNU.?

Disamping, memperkuat publikasi dan informasi khazanah NU dan pesantren terkait khazanah diniyah, wathaniyah dan ijtimaiyah, LTNNU juga bertugas sebagai cyber army untuk mengkonter konten-konten negatif, radikalisme dan ujaran kebencian yang memecah belah NKRI.?

“Semoga para peserta kegiatan ini bisa mengikuti kegiatan sesuai dengan agenda acara dan bisa menghasilkan sesuatu yang direncanakan sesuai dengan tema kegiatan ini,” tutup Husnul. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi RMI NU, Kyai Santri An Nur Slawi

Selasa, 06 Maret 2012

PCNU Wonosobo: Pilih Pemimpin untuk Jaga Agama

Wonosobo, Santri An Nur Slawi. Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, KH Abdul Halim mengatakan, memilih pemimpin adalah siasat dunia untuk menjaga agama Islam. Bila seorang warga tidak menggunakan hak pilih, berarti tidak peduli terhadap penjagaan agama dan persoalan kesejahteraan masyarakat.

PCNU Wonosobo: Pilih Pemimpin untuk Jaga Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Wonosobo: Pilih Pemimpin untuk Jaga Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Wonosobo: Pilih Pemimpin untuk Jaga Agama

Kiai Abdul Halim mengatakan hal  itu pada pertemuan Kader NU se-Kabupaten Wonosobo di Gedung Pertemuan Sirajul Munir, Wonosobo, pada Kamis (23/5).  Kegiatan itu dihadiri para pengurus PCNU serta lajnah, lembaga dan Banom.

Karena itu, Kiai Abdul Halim mengimbau kepada Nahdliyin untuk menggunakan hak pilih dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah pada Ahad, (26/5) nanti.

Santri An Nur Slawi

Sedangkan tentang kriteria pemimpin yang akan dipilih, ia mengatakan, pilih pemimpin yang paling bertaqwa kepada Allah, “Karena pemimpin yang bertaqwa pasti amanah dan memiliki kepekaan sosial,” katanya.

Sementara itu, dalam kesempatan lain Sekretaris PCNU Wonosobo, Nurcholis, mengatakan bahwa warga NU harus menjadi contoh bagi warga Wonosobo pada umumnya untuk menggunakan hak pilihnya dalam setiap Pemilu.

Santri An Nur Slawi

Menurutnya, semakin tinggi pemilih yang menggunakan hak pilihnya semakin legitimed pemimpin yang terpilih, “Sebaliknya jika lebih banyak warga yang tidak menggunakan hak pilihnya maka  telah mengikhlaskan kepemimpinan kepada pihak lain yang belum tentu sesuai dengan aspirasinya,” jelasnya.

Ditanya soal ketidakpercayaan masyarakat terhadap para calon yang ada, Nurhcholis mengaku masyarakat Wonosobo itu harus menghargai dan menghormati proses demokrasi. Salah satunya dengan memberikan hak pilihnya kepada salah satu calon.

Ia mengimbau, warga Nahdliyin menunjukkan bahwa kita warga negara yang baik, kita cinta negeri ini dengan cara menghormati proses demokrasi, “Dengan cara mendatangi TPS-TPS yang telah disediakan, tentang pilihan terserah kepada hati nurani masing-masing,” terangnya.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : Fathul Jamil

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Sholawat, Tegal, Quote Santri An Nur Slawi