Rabu, 28 Desember 2016

Wapres: Tumbuhkan Minat Baca, ke Pesantren Saja

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Diakui atau tidak, pondok pesantren telah sejak lama mengajarkan serta membudayakan minat baca dan belajar. Tak hanya itu. Tradisi menulis pun seakan telah menjadi tradisi di lembaga pendidikan tradisional khas Indonesia itu.

Tak berlebihan jika Wakil Presiden Jusuf Kalla menyarankan agar sistem pendidikan dan tradisi membaca serta menulis di pesantren patut dijadikan contoh. Karena, menurutnya, seminar-seminar bertema pengembangan minat membaca kerap diadakan, namun belum banyak menghasilkan minat belajar bagi para siswa.

"Kalau mau belajar soal bagaimana mengharuskan membaca, nggak perlu ke luar negeri, pergi saja ke pesantren," ujar Wapres Kalla saat membuka Seminar Nasional bertajuk “Sosialisasi Pengembangan Budaya Minat Baca dan Pembinaan Perpustakaan Nasional” di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (12/7).

Wapres: Tumbuhkan Minat Baca, ke Pesantren Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres: Tumbuhkan Minat Baca, ke Pesantren Saja (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres: Tumbuhkan Minat Baca, ke Pesantren Saja

Di pesantren, tutur Wapres Kalla, para santri, tiap hari wajib membaca kitab-kitab kuning dengan penuh khusyuk, tentang materi-materi keagamaan ataupun sastra. Hal itulah yang merupakan dasar bagi pengembangan minat baca di pesantren.

"Bahkan sambil terkantuk-kantuk, santri tetap baca. Mereka nurut (patuh) pada ustad, ustad nurut pada kiai, kiai nurut pada kiai khos-nya. Pak Mendiknas (Menteri Pendidikan Nasional, red) harus jadi kiai khos-nya," ujar Wapres Kalla disambut tawa peserta seminar, termasuk Mendiknas Bambang Sudibyo.

Santri An Nur Slawi

Ia mengungkapkan, sebaiknya Mendiknas membuat aturan mengenai keharusan untuk membaca. Para siswa diwajibkan untuk membaca dan mengetahui pelajaran-pelajaran yang harus dia ketahui dari buku, bukan sekadar menumbuhkan minat membaca.

"Kalau minat saja, kalau anaknya tidak mau, bagaimana. Yang penting itu harus membaca, karena dari keharusan akan menjadi kebiasaan," tandasnya.

Karena itu, Wapres berharap, seminar yang diadakan Departemen Pendidikan Nasional itu tidak hanya membicarakan pentingnya membaca, tapi bagaimana membuat aturan soal keharusan membaca. (rif/dtc)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Amalan, Nahdlatul Ulama, Jadwal Kajian Santri An Nur Slawi

Minggu, 25 Desember 2016

Sebagai Alumni, Wabup Pinrang Hadiri Ramah-Tamah UIM

Makassar, Santri An Nur Slawi. Wakil Bupati Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan Ir H Darwis Bastama menghadiri ramah-tamah calon wisudawan dan wisudawati tahun 2014 Universitas Islam Makassar (UIM) di Gedung Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, Makassar, pada Selasa (21/10).

Pada kesempatan tersebut, Darwis yang merupakan lulusan salah satu kampus milik NU Sulawesi Selatan tersebut, bercerita pengalamannya. Ia memulai dengan syukur sebagai alumni 22 tahun yang lalu, karena diundang dan diberikan kesempatan berbicara.

Sebagai Alumni, Wabup Pinrang Hadiri Ramah-Tamah UIM (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebagai Alumni, Wabup Pinrang Hadiri Ramah-Tamah UIM (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebagai Alumni, Wabup Pinrang Hadiri Ramah-Tamah UIM

Setelah menyelesaikan studi di STIP Al Gazali, katanya, ia langsung aktif dalam dunia politik. Selama 4 periode ia dipercaya menjadi anggota DPRD Kabupaten Pinrang dan sempat mengetuainya.

Santri An Nur Slawi

Menurut dia, STIP Al Gazali, telah membantu dalam pemikirannya, terutama dalam dunia pertanian. “Kebetulan dalam 4 periode di DPRD, saya masuk dalam komisi yang membidangi pertanian,” ungkapnya pada pertemuan bertema "Tingkatkan Daya Saing Menyongsong Kompetisi Global dan AFTA 2015".

Santri An Nur Slawi

Ia juga menyampaikan, masyarakat Pinrang sekarang mempercayainya mejnjadi wakil bupati. Ini tentunya berkah doa para gurutta (sebutan tokoh agama di Sulawesi Selatan) serta alumni UIM.

Saat ini berkat dukungan dan persetujuan para ulama, sambung dia, di Pemkab Kabupaten? Pirang mengeluarkan kebijakan Zakat Hasil Pertanian.

Ketua IKA UIM, Dr Darmawan mengatakan, UIM sudah melalui proses panjang. Kampus tersebut sebelumnya bernama bernama Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Al Gazali dan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Al Gazali. Lalu pada tahun 2000 keduanya dilebur jadi satu? dengan nama Universitas Islam Makassar.

Ia menyebut, saat ini alumni UIM berjumlah 5.582 orang. Mereka sudah berkiprah di tengah masyarakat. “Dan besok, Alhamdulillah 710 orang akan resmi bergabung sebagai alumni UIM,” ungkapnya bersyukur.

Sementara Rektor UIM, pada sambutan yang diwakili PR III Dr H Abd Rahim Mas P Sanjata, bersyukur atas eksistensi IKA UIM.

Ia juga bertekad akan mengawal visi misi UIM, khususnya dalam dunia akademik, yang? diwarnai dengan nilai-nilai religius Islam Ahlusunnah Wal Jamaah.

Hadir pada kesempatan itu, Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Al Gazali Prof Dr Abd Rahman Idrus, H Abdurrahman, Pembantu Rektor I Musdalifah Mahmud, Pembantu Rektor II Saripuddun Muddin, Pembantu Rektor III Abd Rahim Mas P Sanjata, Pembantur Rektor IV Nur Taufiq Sanusi, Direktur Pascasarjana Nurul Fuadi, para dekan dan para wisudawan dan wisudawati. (Andi M Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kyai, Makam Santri An Nur Slawi

Selasa, 13 Desember 2016

PCNU Probolinggo Gelar Pelatihan Perawatan Jenazah

Probolinggo, Santri An Nur Slawi. Sebanyak 60 orang mengikuti pelatihan perawatan jenazah di aula KPRI Prastiwi Kabupaten Probolinggo, Senin (17/3). Mereka terdiri dari tokoh masyarakat, unsur 24 MWCNU sekabupaten Probolinggo, tokoh agama, dan sejumlah pengasuh pesantren.

Pelatihan ini difasilitasi Pemkab Probolinggo, PCNU Probolinggo, dan PCNU Kota Kraksaan. Kegiatan ini digelar untuk membina dan meningkatkan kemampuan tenaga perawatan jenazah.

PCNU Probolinggo Gelar Pelatihan Perawatan Jenazah (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Probolinggo Gelar Pelatihan Perawatan Jenazah (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Probolinggo Gelar Pelatihan Perawatan Jenazah

“Sejauh ini banyak masyarakat yang belum mengetahui tata cara perawatan jenazah. Apalagi banyak perbedaan persepsi bagaimana cara menangani jenazah sesuai syariat agama. Bahkan, jika tidak diluruskan cenderung menjadi fitnah,” ungkap Kepala Bagian Kesra Pemkab Probolinggo Moh Syarifuddin.

Santri An Nur Slawi

Forum pelatihan ini menghadirkan Wakil Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan H M Zahri Shiddiq untuk mengisi materi istihdlar dan sakratul maut. Sementara materi dan praktik memandikan dan mengafani jenazah dipandu Kepala KUA Kecamatan Kotaanyar H Mahalli Hasan Makiki.

Materi tata cara menyembahyangkan jenazah oleh Ketua PC LBMNU Kota Kraksaan H Mudaffir Irwani. Sedangkan etika mengantar jenazah diisi Sekretaris PCNU Probolinggo H Sulaiman Sholeh.

Santri An Nur Slawi

H M Zahri Shiddiq mengungkapkan, pelatihan perawatan jenazah ini dimaksudkan untuk memenuhi ketersediaan tenaga rukun kifayah yang terampil dan mumpuni. Dalam arti, mereka bisa menangani jenazah secara baik dan benar sesuai dengan tuntunan syari’at Islam.

Untuk tata cara ziarah kubur dan takziah, peserta menerima penyampaian materi dari Katib Syuriyah PCNU Probolinggo KH Syuhada’ Nasrullah.

KH Syuhada’ mengharapkan peserta pelatihan mengamalkan materi pelatihan di masyarakat. “Sekaligus menularkan pengetahuannya kepada kelompok-kelompok masyarakat yang ada di lingkungannya masing-masing,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Nahdlatul Ulama, Tegal, Amalan Santri An Nur Slawi

Sabtu, 10 Desember 2016

IPNU Grobogan Adakan Istighosah Akbar

Grobogan, Santri An Nur Slawi. Upaya mensukseskan Ujian Nasional, Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Grobogan mengadakan Istighosah Akbar di Masjid Agung Baiturrohim Kecamatan Wirosari. Sabtu (14/4). Kegiatan yang bertajuk Pelajar Berdzikir itu yang dimulai pukul 09.00 pagi itu diikuti oleh ratusan pelajar SMA/SMK/MA se-Kecamatan Wirosari. 

Ketua PC.IPNU Kabupaten Grobogan Fathoni memberikan motivasi kepada para peserta istighosah yang sebagian besar pelajar kelas XII. "Mari kita bersama-sama untuk menata hati dan fikiran melalui berdoa maupun berdzikir untuk meraih kelulusan dalam ujian mendatang," ujarnya saat sambutan.



IPNU Grobogan Adakan Istighosah Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Grobogan Adakan Istighosah Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Grobogan Adakan Istighosah Akbar

Ia menambahkan kelulusan merupakan awal dari perjalanan untuk menghadapi tantangan yang sesungguhnya, yaitu bersosialisasi dengan masyarakat.

"Termasuk mengimplementasikan ilmu yang kita peroleh dari proses belajar di sekolah,"imbuh pria yang yang akrab disapa Toni.

Santri An Nur Slawi

Istighosah yang dipimpin oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darul Mustofa Wirosari KH. Yahya Rosyad berlangsung khusuk dan khidmat. Usai berdoa, KH. Yahya menyampaikan sirahan rohani kepada ratusan pelajar yang hadir.

Santri An Nur Slawi

KH. Yahya mengajak para pelajar untuk selalu pandai menjaga hati dari godaan syaitan dan jin. Sebab godaan tersebut sangat mudah merusak akhlaq manusia melalui hati dan roh kita.

"Apabila roh dan hati kita sudah dirasuki oleh jin dan syaitan maka akhlaq kita akan terancam rusak," pesannya.

Sementara, Ketua PAC.IPNU Wirosari Abdurrahman Wahid yang juga pelaksana kegiatan menjelaskan kegiatan ini menjadi agenda rutinan yang diselenggarakan setiap tahun menjelang Ujian Nasional. dengan PAC. IPNU Kecamatan Wirosari.

"Alhamdulillah, acara ini mampu membuat para Pelajar tampak semakin optimis dalam menghadapi Ujian Nasional yang akan digelar 16 April mendatang." tuturnya.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kajian Islam, Nasional, PonPes Santri An Nur Slawi

Rabu, 07 Desember 2016

Shalat yang Dapat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar

Assalamualaikkum ustadz. Saya mau bertanya, shalat yang bagaimana yang dapat mencegah perbuatan keji dan mukar, dan bagaimana memahami shalat untuk implementasi dalam kehidupan ini serta kitab atau buku apa yang dapat saya baca untuk mendapatkan penjelasan ini, terima kasih. Wassalamu’alaikum wr wb. (Cepi Subarnas)

Jawaban

Shalat yang Dapat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat yang Dapat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat yang Dapat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Shalat merupakan ibadah dan komunikasi langsung seorang hamba dengan Allah. Dan setidaknya ada lima shalat yang diwajibkan bagi setiap muslim yang sudah mukallaf atau sudah dibebani kewajiban agama. Hal ini bermakna ada lima kali keharusan bagi hamba untuk berkomunikasi dengan-Nya. Dan komunikasi aktif antara hamba dengan Allah melalui shalat inilah mengandung hikmah yang sangat luar biasa yaitu ketakwaan. Karenanya Allah swt berfirman: 

 ? ? ? ? ? ? --?: 45.

Santri An Nur Slawi

“Sesungguhnya shalat itu dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar” (Q.S. Al-Ankabut: 45)

Santri An Nur Slawi

Dengan kata lain, kewajiban seorang mukallaf untuk menjalankan shalat lima waktu pada dasarnya mengandung pengertian sebagai peringatan dari Allah agar ia selalu mengingat-Nya. Ingatan kepada Allah berujung pada ingatan kepada perintah dan larangan-Nya. Inilah yang disebut dengan takwa sebagaimana dikemukakan di atas.

 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ? ? ?-? ? ? ? ? 1420?/2000? ? 16? ?. 106)

“Nampak jelas bahwa takwa merupakan hikmah dibalik disyariatkannya shalat, karena ketika seorang mukallaf mengingat perintah dan larangan Allah swt maka ia akan menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya” (Muhammad Thahir bin ‘Asyur, at-Tahrir wat-Tanwir, Bairut-Mu`assah at-Tarikh al-‘Arabi, cet ke-1, 1420 H/2000 M, juz, 16, h. 106)

Berangkat dari penjelasan di atas maka ibadah shalat yang merupakan komunikasi atau hubungan antara seorang hamba dengan Allah swt sejatinya harus memiliki pengaruh positif terhadap komunikasi kita dengan yang ada di sekitar kita. 

Ironisnya sering kali kita menyaksikan orang yang rajin shalat tetapi masih saja melakukan kemungkaran dan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama padahal setidaknya ia lima kali menyapa Allah melalui shalat. Pertanyaannya, mengapa bisa demikian? Hal ini terjadi karena shalat masih dipahami hanya sebatas formalitas yang tidak memiliki konsekwensi apa-apa terhadap kehidupannya. Sepanjang kita masih berkutat pada pemahaman seperti ini maka shalat kita jelas tidak memiliki makna apa-apa, tidak bisa mencegah perbuatan yang keji dan mungkar. 

Sedangkan untuk menambah wawasan kita mengenai shalat, maka kami sarankan untuk membaca buku yang terkait dengan rahasia dan hikmah shalat. Misalnya buku yang ditulis oleh Ali Ahmad al-Jurjawi yang berjudul Hikmah at-Tasyri` wa Falsafathu (Hikmah dan Falsafat Dibalik Penetapan Syariat). Di dalam buku tersebut terdapat bab yang menjelaskan hikmah yang terdapat dalam shalat. Banyak sekali buku tentang hikmah shalat yang ditinjau dari berbagai perspektif.

Demikian penjelasan singkat ini, semoga bisa menjadi penjelasan yang dapat membantu menyelesaikan persoalan yang Anda hadapi. (Mahbub Ma’afi Ramdlan

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi PonPes, Quote, Pesantren Santri An Nur Slawi

Selasa, 06 Desember 2016

Ramadhan, LAZISNU Pringsewu Salurkan Santunan 27 Juta untuk Yatim-Piatu

Pringsewu, Santri An Nur Slawi - Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah NU (LAZISNU)? Kabupaten Pringsewu menyalurkan bantuan berupa santunan khusus anak yatim piatu di Kabupaten Pringsewu sebesar Rp. 27 juta. Santunan ini diharapkan dapat meringankan biaya hidup para yatim piatu pada Ramadhan kali ini.

Menurut Ketua LAZISNU Pringsewu Khairudin (Heru), bantuan santunan ini berasal dari masyarakat mampu di Kabupaten Pringsewu yang memercayakan kepada LAZISNU untuk penyalurannya.

Ramadhan, LAZISNU Pringsewu Salurkan Santunan 27 Juta untuk Yatim-Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, LAZISNU Pringsewu Salurkan Santunan 27 Juta untuk Yatim-Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, LAZISNU Pringsewu Salurkan Santunan 27 Juta untuk Yatim-Piatu

"Bantuan ini kita sebar ke sembilan kecamatan dengan jumlah yatim piatu sekitar 400 anak," jelasnya saat menyalurkan santunan ini di Kecamatan Sukoharjo, Senin (30/5).

Heru menambahkan, jadwal penyaluran santunan ini dibarengkan dengan Kegiatan Safari Ramadhan yang diadakan PCNU Pringsewu. "Ada sembian kecamatan yang akan dikunjungi secara berurut, yaitu Sukoharjo, Pardasuka, Banyuwangi, Pringsewu, Pagelaran, Ambarawa, Adiluwih, Gadingrejo dan Pagelaran Utara," rincinya.

Santri An Nur Slawi

Penyaluran santunan di setiap kecamatan ini juga akan dilaksanakan sosialisasi Koin Pondasi Akhirat yang merupakan program baru LAZISNU Pringsewu dalam rangka memaksimalkan infaq dan sedekah warga.

Santri An Nur Slawi

"Untuk tahap awal sudah kita siapkan sebanyak 450 tabungan yang akan diberikan kepada para aghniya dan nantinya akan dikelola oleh LAZISNU di masing-masing kecamatan untuk bantuan sosial dan sejenisnya," katanya.

Ia optimis jika potensi infaq dan sedekah yang ada pada warga dikelola dan dimanfaatkan secara tepat guna memberikan manfaat bagi masyarakat kurang mampu. "Ke depan LAZISNU akan mengelola potensi ini dengan model bantuan yang bersifat produktif sehingga mampu mengentaskan permasalahan kemiskinan," tambahnya.

Selain memaksimalisasi sedekah dan infaq khususnya di Bulan Ramadhan ini, LAZISNU Pringsewu juga akan lebih memaksimalkan pengelolaan zakat mal dan fitrah. Program ini sudah menjadi program tahunan dengan melakukan pendataan dan pembentukan amil dan atau UPZ di setiap desa di Kabupaten Pringsewu.

"Karena dari sisi kajian fiqih amil itu harus memiliki legalitas dari pemerintah, dan dalam hal ini LAZISNU sudah mengantungi izin untuk melegalkan amil maka kita bantuaAmil yang ada di masjid dan mushalla untuk legalitas tersebut," terangnya.

Dengan manajemen pengelolaan dan pelaporan amil zakat fitrah dan zakat mal melalui LAZISNU maka ke depan akan dapat terlihat potensi zakat yang ada dan juga akan terkelola dengan baik peruntukannya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi RMI NU, Nasional Santri An Nur Slawi

Minggu, 04 Desember 2016

Ini Komentar Para Tokoh Terkait Pendirian UNU Yogyakarta

Yogyakarta, Santri An Nur Slawi - Harapan pengurus harian PWNU Yogyakarta untuk memiliki sebuah lembaga perguruan tinggi tahun ini akan segera terwujud. Berbekal surat izin dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta siap untuk menerima peserta didik baru tahun ini.

Berkaitan dengan berdirinya UNU Yogyakarta banyak para tokoh yang memberikan respon positif. Salah satu di antaranya adalah Mustasyar PWNU DIY KH Asyhari Abta.

Ini Komentar Para Tokoh Terkait Pendirian UNU Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Komentar Para Tokoh Terkait Pendirian UNU Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Komentar Para Tokoh Terkait Pendirian UNU Yogyakarta

“UNU Yogya adalah kampus yang sangat dibutuhkan warga DIY saat ini. Keberadaannya diharapkan mampu menjadi wahana penguatan aswaja secara benar. Melalui UNU nantinya tercipta generasi Aswaja yang kuat dan siap menjawab tantangan zaman,” kata Kiai Asyhari Abta.

Santri An Nur Slawi

Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Bantul KH Kholiq Syifa dengan tegas mengatakan, UNU Yogyakarta adalah tempat bagi apara cendekiawan dan ilmuan yang dipersiapkan untuk membesarkan UNU.

“Nahdiyin tidak perlu khawatir dengan kualitas dan mutu UNU. Meskipun sebagai kampus pendatang baru insya Allah secara kualitas tidak kalah dengan kampus yang lain,” tegas KH Abdul Kholiq Syifa.

Santri An Nur Slawi

Respon positif juga disampaikan oleh sesepuh PWNU DIY sekaligus Pengasuh Pesantren As-Salimiyah Mlangi Sleman KH Salimi.

“Kalau NU Yogya mendirikan UNU, sangat bagus, sangat positif. Ini yang selama ini ditunggu-tunggu warga. Mari kita dukung bersama,” tegas Kiai Salimi.

UNU Yogyakarta untuk sementara akan menempati gedung kampus di Jalan Lowanu 47, Sorosutan Umbulharjo sambil menunggu pembangunan kampus induk di daerah Pajangan, Bantul. (Nur Rokhim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Amalan Santri An Nur Slawi

Jumat, 02 Desember 2016

Perjuangan Pendiri NU, Spirit Bagi Generasi Masa Kini

Kudus, Santri An Nur Slawi. Wakil Ketua PCNU Kudus H Fajar Nugroho mengatakan, semangat perjungan yang dilakukan para pendiri maupun tokoh Nahdlatu Ulama (NU) pendahulu masih relevan menjadi spirit bagi generasi penerus masa kini di tengah kondisi zaman yang serba materi.

Perjuangan Pendiri  NU, Spirit Bagi Generasi  Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)
Perjuangan Pendiri NU, Spirit Bagi Generasi Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)

Perjuangan Pendiri NU, Spirit Bagi Generasi Masa Kini

“Meskipun zaman sudah berbeda, namun semangat atau sprit Perjuangan pendiri NU termasuk KHR Asnawi ini mampu menjadi inspirasi pengurus maupun kader NU menggerakkan roda organisasi pada masa sekarang,” katanya kepada Santri An Nur Slawi saat dimintai pandangannya terkait sosok KHR Asnawi yang diperingati haulnya ke 56, Jum’at (25/4) kemarin

Fajar menyatakan Nahdlatul ulama lahir melalui proses pergulataan pemikiran dan perjuangan para Kiai-kiai NU pada masa lalu. Mereka berjuang secara kukuh mendirikan Nahdlatul Wathan terlebih dahulu  untuk menggelorakan cinta tanah Air dan Nahdlatut Tujjar guna menggerakkn ekonomi ummat.

Santri An Nur Slawi

“Kiai-kiai mendirikan NU untuk memback up paham Aswaja dengan penuh kegigihan dan semangat berjuang secara  total.  Kita harus meneladani  dan melanjutkan perjuangan pendiri NU termasuk  KHR Asnawi,”tegasnya lagi.

Santri An Nur Slawi

Dikatakan, KHR Asnawi adalah figur ulama mempunyai kepiawian dalam membaca zaman.  Disamping pengasuh pesantren tetapi mash sempat memberi ceramah berdakwah di daerah dan masih menulis buku.

“Karya tulis berupa kitab sudah banyak yang dijadikan pedoman para santri berup  Kitab pendek  tapi mendasar yang mudah dipahami. Umur beliau betul-betul sangat barokah memberikan sesuatu sepanjang,”tandasnya Fajar.

Fajar mengakui belakangan ini kaum Nahdliyyin semangat berjuangnya mengalami kemunduran. Hal ini akibat dari pengaruh  kondisi zaman yang diukur berdasarkan materi atau uang. “NU akan tetap menjaga akhlakul karimah, tidak boleh terjerumus dan larut hal yang kurang baik terus,”ujarnya

Bagi PCNU Kudus, peringatan haul  KHR Asnawi memiliki arti menjaga hubungan emosional dan rohaniah. “Mbah Asnawi secara fisik sudah tidak ada di tengah kita, namun ruh dan spiritnya masih menyertai kita,”tandas Fajar lagi. (Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Aswaja, IMNU Santri An Nur Slawi

Sabtu, 26 November 2016

Perwimanas Upaya Merekatkan Keindonesiaan Generasi Muda Aswaja

Magelang, Santri An Nur Slawi. Perkemahan Wirakarya Ma’arif Nasional (Perwimanas) II yang diselenggarakan di Lapangan Tembak Akmil Magelang, Jawa Tengah telah memasuki hari keempat, Kamis (21/9).

Perkemahan yang dibuka Presiden Joko Widodo tersebut diikuti oleh 6000 peserta dari sekolah dan madrasah Ma’arif NU dari 34 provinsi ini merupakan upaya merekatkan keindonesiaan generasi muda Aswaja An-Nahdliyah.?

Ditemui Santri An Nur Slawi di arena Perwimanas II, para peserta mengaku senang bisa mengikuti ajang kemah yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Ma’arif NU.

Perwimanas Upaya Merekatkan Keindonesiaan Generasi Muda Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Perwimanas Upaya Merekatkan Keindonesiaan Generasi Muda Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Perwimanas Upaya Merekatkan Keindonesiaan Generasi Muda Aswaja

“Ya senang. Bisa mendapatkan ilmu banyak dan teman. Saya kan dapat tugas di bagian konsumsi. Jadi senang bisa belajar masa untuk teman-teman,” ujar Dina peserta dari Kontingen Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Hal senada juga disampaikan oleh Muhammad peserta kemah dari Kontingen Magelang. “Asik tambah teman banyak. Tambah pengalaman dunia organisasi kepramukaan. Semoga Pramuka di Indonesia tambah berjaya. Jangan pantang menyerah untuk teman-teman Pramuka Ma’arif,” ungkap Muhammad dari SMK Ma’arif Salaman.

Santri An Nur Slawi

“Senang. Seru-seruan bareng teman-teman. Enak tempatnya di sini,” ungkap Ahmad Dahlan dari MA Ma’arif Kota Batu Malang.

Peserta asal Kalimantan Selatan Banjarmasin, juga mengungkapkan kegemberiaannya bisa mengikuti acara Perwimanas II ini.?

“Senang sekali. Nggak merasa capek karena bareng teman-teman. Senangnya dapat berkumpul bareng teman-teman dari seluruh Indonesia. Yang awalnya tidak kenal menjadi kenal,” ujar Muhammad Arifin ? dari Sekolah NU Banjarmasin.?

Santri An Nur Slawi

Arifin berpesan kepada seluruh teman-teman Pramuka Ma’arif di seluruh Indonesia supaya lebih mandiri lagi setelah mengikuti acara ini.?

“Ditingkatkan lagi belajarnya supaya Sekolah Ma’arif NU terus berkembang maju dan jaya selalu,” tandas Arifin. (Nur Rokhim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Hadits Santri An Nur Slawi

Jumat, 25 November 2016

Bangun Kemandirian Ekonomi, KOPRI PB PMII Bentuk Kopri Shop

Jakarta, Santri An Nur Slawi



Adanya kemandirian ekonomi akan berdampak juga pada kemajuan organisasi. Untuk itu, Koprs Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (KOPRI) PB PMII akan mendirikan Kopri Shop. 

Hal tersebut diungkap oleh Ketua Bidang Pengembangan Ekonomi dan Kelompok Profesional KOPRI PB PMII, Novia Nengsih.

Bangun Kemandirian Ekonomi, KOPRI PB PMII Bentuk Kopri Shop (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun Kemandirian Ekonomi, KOPRI PB PMII Bentuk Kopri Shop (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangun Kemandirian Ekonomi, KOPRI PB PMII Bentuk Kopri Shop

"Indonesia merupakan negara emerging market di mana diprediksi akan masuk dalam jajaran 10 besar ekonomi dunia pada 2030," kata Nengsih di Jakarta, Jumat (6/10). 

Di saat yang bersamaan, lanjutnya, usia anak muda anak meningkat sekitar 5-6 persen dari penduduk muda dunia. Jumlah tersebut melebihi jumlah anak muda di negara-negara maju. Tercatat, saat ini penduduk muda Indonesia hanya menjadi 4 persen dari penduduk dunia. 

Santri An Nur Slawi

Menyikapi hal tersebut, KOPRI akan mengambil peran dalam perang besar tersebut. Kader-kader KOPRI yang fokus dalam bidang ekonomi akan dikumpulkan melalui wirausaha muda KOPRI. Sejumlah produk kader-kader akan dikumpulkan dalam satu wadah. 

"Kopri Shop ini menampung usaha-usaha dari para kader. Biasanya usaha kader ini hanya terbatas pada ruang lingkung kampus atau kota/kabupaten saja. Saat ini, dengan adanya Kopri Shop jangkauan untuk mengakses produk akan lebih luas," jelasnya. 

Saat ini tercatat, kader KOPRI yang sudah tergabung dalam Kopri Shop berjumlah 10 titik daerah di Indonesia.Selain itu, adanya Kopri Shop diharapkan bisa membuka peluang kepada wirausaha baru KOPRI. Sehingga, jumlah wirausaha KOPRI akan bertambah.

"Harapannya pada 2030 jaringan Kopri Shop ini sudah tersebar diseluruh Indonesia," pungkasnya. (Nita Nurdiani Putri/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Nahdlatul Ulama Santri An Nur Slawi

Kamis, 24 November 2016

LPBI NU Malang Gelar Simulasi Renkon Erupsi Gunung Bromo

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) kabupaten Malang mengadakan simulasi rencana kontijensi letusan (erupsi) Gunung Bromo di desa Ngadas kecamatan Poncokusumo, Malang, Rabu (17/6). Simulasi ini diadakan untuk menguji implementasi perencanaan dalam penanganan letusan Gunung Bromo.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat di wilayah risiko tinggi untuk menghadapi kemungkinan meletusnya Gunung Bromo sehingga risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan.

LPBI NU Malang Gelar Simulasi Renkon Erupsi Gunung Bromo (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU Malang Gelar Simulasi Renkon Erupsi Gunung Bromo (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU Malang Gelar Simulasi Renkon Erupsi Gunung Bromo

Secara geografis, desa Ngadas terletak di lereng Bromo yang merupakan wilayah risiko tinggi jika terjadi letusan Bromo. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 300 orang dari semua unsur terkait seperti BPBD, Dinas Sosial, TAGANA, BAGANA, Dinas PU Cipta Karya, Dinas Kesehatan, PDAM, Polres, TNI/KODIM, LPBI NU, PMI, Relawan NU, SAR Awangga, RAPI, Komunitas JIP, Senkom, PUSKESDES, aparat kecamatan Poncokusumo, aparat dan masyarakat dari tiga desa yaitu Wringin Anom, Jarak Ijo dan Ngadas.

Santri An Nur Slawi

Menurut Ketua LPBI NU Malang Rurid Rudianto, simulasi renkon Gunung Bromo ini sengaja melibatkan seluruh komponen yang terlibat dalam penanganan bencana letusan Gunung Bromo dan masyarakat seluruh area yang terdampak letusan Gunung Bromo.

“Keterlibatan semua pihak ini diharapkan agar benar-benar menggambarkan kejadian sebenarnya. Sehingga jika letusan terjadi, maka masyarakat dan pihak terkait sudah siap dan sudah tahu apa yang harus dilakukan sehingga risiko bencana betul-betul dapat diminimalkan,” kata Rurid.

Santri An Nur Slawi

Ketua PP LPBI NU Avianto Muhtadi mengatakan, Malang merupakan salah satu kabupaten yang rawan terjadi bencana di antaranya letusan Gunung Bromo.

Karenanya, diperlukan upaya secara bersama-sama dari berbagai pihak di Malang untuk menyusun perencanaan dalam penanganan bencana misalnya dalam bentuk dokumen Renkon agar ancaman ini dapat ditangani dan dikelola dengan baik dan memastikan berkurangnya risiko bencana di Malang.

LPBI NU melalui Program Penguatan Kelembagaan Penanggulangan Bencana telah bermitra dengan BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD di empat kabupaten yang mencakup Malang, Trenggalek, Situbondo, dan Sampang dalam mengurangi risiko bencana (PRB).?

Program ini terlaksana melalui dukungan dari Australia Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR). Bentuknya berupa pendampingan pemerintah di empat kabupaten itu dalam penyusunan dokumen Rencana Kontijensi. Dokumen Rencana Kontijensi (Renkon) disusun berdasarkan hasil analisa risiko bencana dan identifikasi seluruh sumber daya yang tersedia di suatu daerah atau kawasan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Meme Islam, Nahdlatul, Sunnah Santri An Nur Slawi

NU dan Banom Gorontalo Bantu Korban Banjir

Gorontalo, Santri An Nur Slawi. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Gorontalo bersama Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Gorontalo dan Banser menyambangi korban banjir di Kabupaten Gorontalo, Senin (31/10). Aksi Sosial itu dipimpin Sekretaris Wilayah PWNU Gorontalo Arianto Mopangga.

Pada kesempatan itu keluarga besar NU Gorontalo menyerahakan beras sejumlah 2 ton, pakaian layak pakai, serta makanan cepat saji (mie instant). Sumbangan diterima beberapa Kepala Desa yaitu desa Motoduto, Boliyohuto, Totopo, Juria, dan Bilato di Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo.

NU dan Banom Gorontalo Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Banom Gorontalo Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Banom Gorontalo Bantu Korban Banjir

Arianto mengatakan, banjir yang melanda Kabupaten Gorontalo menenggelamkan ratusan rumah dari ribuan warga mengungsi. Hal ini tentu menjadi perhatian semua elemen masyarakat, termasuk Nahdlatul Ulama Gorontalo.

Santri An Nur Slawi

Selain ikut perihatin dengan musibah yang melanda, dan? memberikan bantuan NU dan Banom turut melihat langsung area terjadinya bencana tersebut dan berbincang dengan warga yang menjadi korban,

“Kami turut merasakan dan memberikan semangat agar tetap tegar dalam menghadapi musibah. Serta terus sabar dan istiqomah menerima segala bentuk musibah yang terjadi,” ungkap Ariyanto kepada puluhan korban banjir.

Santri An Nur Slawi

Sementara itu para korban berterima kasih sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah terlibat dalam memberikan bantuan baik moril maupun materil.

Hal senada juga diungkapkan Satkorwil Banser gorontalo Risan Pakaya. “Musibah ini tentu tidak diminta oleh kita manusia, namun apalah daya telah terjadi. Yang dapat kita lakukan adalah membantu sebisa mungkin kepada korban dan ikut terlibat dalam membenahi lokasi kediaman masyarakat,” pungkasnya. (Djemy Radji/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kyai, Santri Santri An Nur Slawi

Selasa, 22 November 2016

Butuh Lima Senjata untuk Berjuang di IPNU-IPPNU

Sleman, Santri An Nur Slawi. Ahad (31/3), Balai Utari kompleks Gedung Mandala Bhakti Wanitatama Sleman menjadi saksi bisu dilantiknya jajaran pengurus Pimpinan Wilayah IPNU-IPPNU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2012-2013.

Dalam acara tersebut, KH Asyari Abta, Rais Syuriyah PWNU DIY mendoakan para pengurus yang baru dilantik. 

Butuh Lima Senjata untuk Berjuang di IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Butuh Lima Senjata untuk Berjuang di IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Butuh Lima Senjata untuk Berjuang di IPNU-IPPNU

“Beberapa saat yang lalu, kita telah menyaksikan pelantikan pengurus baru IPNU-IPPNU DIY. Semoga mereka mendapatkan kekuatan lahir batin dan ridha Allah SWT. Sehingga, nantinya  bisa memperjuangkan apa yang menjadi cita-cita IPNU-IPPNU ke depan,” ujar KH. Asyari.

Selain mendoakan para pengurus wilayah  IPNU-IPPNU DIY yang baru, KH Asyari juga memberikan wejangan berupa lima senjata dalam berjuang di IPNU-IPPNU. 

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi

“Sewaktu Allah SWT melantik Nabi Muhammad menjadi rasul-Nya, Allah membekali nabi dengan lima senjata. Lima senjata tersebutlah yang menjadikan Nabi Muhammad sukses membawa risalah kenabian, meskipun hanya 23 tahun lamanya,” ungkap KH. Asyari. 

“Senjata yang pertama adalah agungkanlah asma Tuhanmu. Artinya, jika berjuang untuk IPNU-IPPNU, niatkan untuk  beribadah. Jangan berharap mendapatkan sesuatu dari IPNU-IPPNU, tapi berikanlah sesuatu untuk kemajuan IPNU-IPPNU.”

“Kedua, sucikanlah pakaianmu. Orang-orang yang berjuang itu hatinya harus suci. Suci hatinya maupun suci perilakunya. Ketiga, jauhilah perbuatan kotor. Kebanyakan organisasi itu bubrah karena tidak adanya keterbukaan dan tidak adanya kejujuran.” 

“Keempat, Jangan mengharapkan sesuatu. Jangan berharap akan menjadi DPR setelah menjadi pengurus IPNU-IPPNU. Dan senjata yang terakhir adalah Terhadap Tuhanmu sabarlah. Artinya, sabar dalam menerima musibah apa pun,” ujar KH. Asyari panjang lebar. 

“Kalau kelima senjata itu dijalankan, Insyaallah sukses. Itulah pesan kami, lima senjata dalam berjuang di IPNU-IPPNU dan di NU,” tambah KH. Asyari yang disambut tepuk tangan oleh para hadirin.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rokhim Bangkit 

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Quote, RMI NU Santri An Nur Slawi

Senin, 21 November 2016

Perkuat Kader, PMII Ingin Jadi Andalan Masyarakat

Pangandaran, Santri An Nur Slawi

Puluhan Mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mengikuti Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang diselenggarakan PMII Kabupaten Ciamis di SMP Plus Ma’arif NU Pangandaran pada (25/03).

Ketua PC PMII Kabupaten Ciamis Aep Saepudin, mendorong semua anggota PMII yang ada di Kabupaten Pangandaran untuk senantiasa menjadi kader yang bisa diandalkan oleh siapa pun, terutama oleh masyarakat sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian.

Perkuat Kader, PMII Ingin Jadi Andalan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Kader, PMII Ingin Jadi Andalan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Kader, PMII Ingin Jadi Andalan Masyarakat

“Saya tidak menginginkan anggota PMII hanya menjadi jago kandang. Akan tetapi perlu bentuk nyata yang diperbuat oleh semua anggota terhadap masyarakat maupun pemerintah, khususnya Kabupaten Pangandaran,” tegas Aep dalam sambutan pembukaan PKD.

Santri An Nur Slawi

Penguatan jati diri kader, lanjut Aep, merupakan upaya memperkokoh PMII serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasalnya, di era yang serba modern ini pemuda khususnya, dihadapkan pada berbagai persoalan sumber daya manusia (SDM) yang dibenturkan iklim Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Santri An Nur Slawi

“Jadi, anggota PMII wajib mempunyai kemampuan yang bisa menjawab persoalan yang dirindukan oleh masyarakat Indonesia, khususnya Kabupaten Pangandaran. Selain itu, tantangan MEA jangan dijadikan oleh pemuda untuk bersembunyi di balik ketidakmampuan dalam bersaing dalam berbagai bidang,”, pungkasnya.

Sejumlah 26 mahasiswa yang telah menjadi anggota PMII Kabupaten Pangandaran akan mengikuti kegiatan PKD tersebut hingga Ahad, (27/3). Mereka akan mendapat materi yang diprioritaskan yaitu pendalaman ideologi Ahlussunnah wal -Jama’ah serta ke-PMII an.

Di tempat yang sama, Asisten Daerah 2 Kabupaten Pangandaran Undang Sohbarudin, berharap PMII Kabupaten Pangandaran segera mandiri dari Kabupaten Ciamis. Pasalnya, untuk lebih mempermudah hubungan antara PMII dan pemerintah Kabupaten Pangandaran.

“Saya yakin PMII dapat bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Pangandaran karena kami sangat membutuhkan para intelektual muda yang dapat berkontribusi aktif terhadap pemerintah. Apalagi sekarang zamannya semakin maju dengan berbagai persoalan yang sangat kompleks,” ujarnya kepada Santri An Nur Slawi.

Undang berharap Kabupaten Pangandaran yang baru saja memiliki pemimpin baru dengan visi dan misinya harus didukung oleh semua elemen masyarakat, khususnya PMII.

“Apapun yang menjadi visi dan misi Bupati Pangandaran perlu didukung oleh kita semua. Permasalahan pahit atau manisnya kita akan melihat hasil setelah kita bersama-sama membangun Pangandaran bersama-sama,” pungkasnya. (Muhafid/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kajian Santri An Nur Slawi

Senin, 14 November 2016

Pelajar NU Cirebon Galang Koin Peduli Masjid Teja Suar

Cirebon, Santri An Nur Slawi. Mencuatnya desas-desus rencana penjualan Masjid Teja Suar di beberapa media lokal Cirebon maupun nasional, menjadikan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Cirebon, Jawa Barat berinisiatif melakukan aksi “Koin Peduli Masjid Teja Suar”.

Aksi pengumpulan koin rencananya digelar mulai Senin (25/11) ini. Aktifis IPNU dan IPPNU telah menyiapkan secara teknis untuk meraih simpati publik di Cirebon.

Pelajar NU Cirebon Galang Koin Peduli Masjid Teja Suar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Cirebon Galang Koin Peduli Masjid Teja Suar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Cirebon Galang Koin Peduli Masjid Teja Suar

"Saya sangat tidak setuju dengan rencana itu. Dalam ilmu Fiqih, menjual tempat ibadah itu hukumnya jelas haram,” terang Ketua PC IPNU Wahyono.

Santri An Nur Slawi

Masjid yang berdiri di tanah seluas 3000 M2 di jalan Tuparev kota Cirebon itu kabarnya telah ditaksir seharga 11 sampai 13 milyar rupiah untuk segera dialihfungsikan menjadi sebuah ruang pameran.

Santri An Nur Slawi

Menanggapi hal itu, Wahyono menegaskan pihaknya siap menempuh berbagai upaya untuk menghentikan rencana penjualan masjid. Melalui organisasinya ia bertekad kuat membebaskan Masjid Teja Suar dari rencana penjualan.

“Ibaratnya dari pada dijual kepada orang lain untuk kemudian dijadikan ruang pameran, lebih baik dijual kepada kami agar tetap menjadi masjid," tambahnya.

Mungkin, lanjut Wahyono, kami tidak bisa mengumpulkan dana sesuai dengan nominal yang muncul di media. Namun setidaknya aksi ini bisa mengetuk hati masyarakat Cirebon untuk bersama-sama menolak rencana itu.

Sebelumnya, informasi terkait Masjid Teja Suar juga telah mengundang reaksi dari berbagai pihak termasuk Ketua PWNU Jawa Barat H Eman Suryaman dan Ketua MUI kabupaten Cirebon KH Ja’far Aqil Siroj. Keduanya menentang keras rencana penjualan masjid yang didirikan di atas tanah wakaf itu.

“Haram hukumnya dan tidak dibenarkan. Apalagi sudah dibangun masjid, tentu secara otomatis dijadikan sebagai wakaf. Kalau sudah wakaf ya tidak boleh dijual,” tegas Kiai Ja’far.

Sementara itu, pengurus Masjid Teja Suar masih enggan berkomentar saat dikonfirmasi Santri An Nur Slawi. Sedangkan sejumlah jamaah yang tampak berkegiatan di masjid itu mengaku mendengar rencana penjualan masjid yang didirikan tahun 1976 itu. ? (Sobih Adnan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Tokoh, Halaqoh Santri An Nur Slawi

Sabtu, 12 November 2016

Alumni Lintas Generasi IPNU-IPPNU Temanggung Gagas Kemandirian Ekonomi

Wonosobo, Santri An Nur Slawi

Sedikitnya 250 alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Temanggung menggelar halal bihalal di Gedung Aula MWC NU Kedu, Sabtu (23/7).?

Alumni Lintas Generasi IPNU-IPPNU Temanggung Gagas Kemandirian Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Lintas Generasi IPNU-IPPNU Temanggung Gagas Kemandirian Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Lintas Generasi IPNU-IPPNU Temanggung Gagas Kemandirian Ekonomi

Halal bihalal tersebut tak hanya sekedar pertemuan belaka, karena akan menggagas kemandirian ekonomi kader NU. Gagasan tersebut juga akan langsung direalisasikan dalam sebuah kegiatan nyata dalam bentuk pemberdayaan ekonomi.?

"Selama ini, kader IPNU-IPPNU masih kurang dalam mempedulikan ekonomi, sebab lebih fokus pada dakwahnya saja. Padahal, ketika sudah menjadi alumni, dalam berdakwah juga diperlukan bekal ekonomi, supaya dakwahnya bisa berjalan dengan baik," tutur Al-Amin mantan Ketua PC IPNU Kabupaten Temanggung 2001 di sela-sela persiapan halal bihalal.?

Menurut Al-Amin, gerakan nyata para alumni IPNU-IPPNU Temanggung sudah banyak. Di antaranya, setelah melakukan berbagai diskusi, juga sudah direalisasikan media informasi, yakni radio Santika 96,4 FM.?

"Setelah adanya diskusi rutin lintas generasi, yang pernah digelar di rumah Gus Furqon, Pengasuh PP Al Hidayah, kami sudah bisa mendirikan radio Santika 96,4 FM. Itu adalah radio yang dibentuk atas gagasan para alumni IPNU-IPPNU. Kami ingin, agar usai mengabdi di IPNU-IPPNU ada yang bisa diwariskan kepada generasi selanjutnya," jelasnya.?

Santri An Nur Slawi

Halal bihalal juga menjadi media pemersatu para alumni yang tak bisa berkiprah aktif di struktural NU. Sebab, tidak mungkin semuanya, bisa berkiprah secara aktif dalam struktural.?

"Dulu ada Komunitas Muda (KM) Bintang 9. Diskusi-diskusi itu membuahkan hadirnya radio. Gagasan-gagasan dalam halal bihalal muncul dengan pertimbangan banyak yang dulunya aktif di IPNU-IPPNU tak mungkin semuanya masuk dalam struktural. Dan melalui komunitas alumni ini, mereka bisa memberikan gagasan baik pemikiran maupun sumbangsih materi," katanya.?

Santri An Nur Slawi

Halal bihalal ini digagas untuk mempertemukan alumni lintas generasi. Secara tidak langsung halal bihalal menggali gagasan dan pemikiran untuk memajukan NU di Temanggung.?

"Setidaknya ingin memajukan NU Temanggung karena sumbangsih para alumni sangat diperlukan," jelasnya. (Fathul Jamil/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pemurnian Aqidah Santri An Nur Slawi

Jumat, 11 November 2016

Liputan Terorisme, Media Didorong Tidak Kedepankan Glorifikasi Pelaku

Jakarta, Santri An Nur Slawi

Para pelaku terorisme tidak jarang memanfaatkan media justru sebagai alat menyebarkan rasa takut di tengah-tengah masyarakat. Oleh sebab itu, media tidak mengeksplorasi potensi-potensi yang bisa membuat para teroris menjadi menang. Artinya, kejayaan (glorifikasi) pada diri mereka tidak diangkat menjadi konsumsi publik.

Liputan Terorisme, Media Didorong Tidak Kedepankan Glorifikasi Pelaku (Sumber Gambar : Nu Online)
Liputan Terorisme, Media Didorong Tidak Kedepankan Glorifikasi Pelaku (Sumber Gambar : Nu Online)

Liputan Terorisme, Media Didorong Tidak Kedepankan Glorifikasi Pelaku

Hal ini disampaikan oleh Direktur Deradikalisasi BNPT Brigjen Polisi Hamidin dalam diskusi bertajuk Diseminasi Pedoman Peliputan dan Peningkatan Profesionalisme Media Masa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme yang diselenggarakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta, Kamis (7/4) di Gedung Hall of Blessing ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat.

"Contoh kasus terkini, kasus Siyono. Ada sebuah media nasional yang menulis berita dengan judul Jenazah Harum Siyono. Menurut saya Dewan Pers harus menegur hal itu," ujar Jenderal Polisi bintang satu ini.

Lebih jauh, Hamidin mengungkapkan bahwa kaderisasi teroris saat ini tidak lagi face to face (bertemu langsung), tetapi mereka menggali sendiri lewat media di internet, baik paham radikal sampai merakit bom.

"Sebab itu, saya sendiri cukup tertarik saat bom Thamrin. Media memberitakan hal-hal yang justru menguatkan masyarakat, seperti mengekspose tukang sate dan penjual kacang rebus yang sedang asyik berjualan di tengah serangan bom," terang Hamidin.

Santri An Nur Slawi

Senada dengan Hamidin, Ketua Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo mengatakan, media jangan menjadikan media sosial sebagai sumber utama, karena media sosial hanya sebatas informasi yang perlu diverifikasi lebih lanjut.

"Media juga jangan terlalu over dalam liputan, seperti menyorot bentrokan antara Polisi dan teroris sambil menunduk-nunduk misalnya. Selain membahayakan dirinya sendiri, liputan tersebut juga tidak baik untuk konsumsi publik," ujar Yoseph.

Media, lanjut Yoseph, juga jangan sembarangan dalam mencari narasumber. Jangan mentang-mentang orang tersebut mantan Kepala BIN, lalu dimintai keterangan tentang kasus terorisme yang sedang terjadi. "Padahal si orang tersebut sudah tidak update lagi sehingga akan memunculkan persoalan baru bagi negara dan masyarakat," ? tuturnya.

Selanjutnya, Yoseph memberikan petunjuk kepada 180 wartawan yang hadir untuk mengakses pedoman peliputan untuk isu-isu terorisme di www.dewanpers.or.id.

Santri An Nur Slawi

Selain kedua narasumber tersebut, hadir juga sebagai narasumber jurnalis Tempo Sunu dan mantan teroris Nasir Abbas serta 180 wartawan media online, cetak, dan televisi yang hadir sebagai peserta. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi AlaSantri, Jadwal Kajian, Pesantren Santri An Nur Slawi

Selasa, 01 November 2016

Momentum Harlah, GP Ansor Mranggen Pilih Evaluasi Pengurus

Demak, Santri An Nur Slawi - Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Mranggen menggelar pertemuan ramah tamah dalam memperingati hari lahirnya yang Ke-82. Dengan pertemuan yang berlangsung di Aula Balai Desa Kembangarum Mranggen Kabupaten Demak, Sabtu (24/4), mereka berupaya terus meningkatkan soliditas kader di setiap tingkat kepengurusan baik di anak cabang maupun ranting se-Kecamatan Mranggen.

Ketua GP Ansor Mranggen Abdul Qodir meminta seluruh kader yang ada senantiasa berkomunikasi secara intensif sebagai wahana koordinasi organisasi. Menurutnya, hal itu merupakan upaya dalam meningkatkan kualitas jalannya roda organisasi.

Momentum Harlah, GP Ansor Mranggen Pilih Evaluasi Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)
Momentum Harlah, GP Ansor Mranggen Pilih Evaluasi Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)

Momentum Harlah, GP Ansor Mranggen Pilih Evaluasi Pengurus

“Yang lalu biarlah berlalu. Kita rajut kembali Ansor Mranggen. Kita tingkatkan komunikasi ke depannya supaya lebih baik,” kata Qodir.

Selain ajang evaluasi perjalanan kepengurusan, para hadirin memanfaatkan momentum harlah kali ini sebagai upaya menghidupkan kembali semangat Ansor yang tak lepas dari nilai sejarah kebangsaan.

Santri An Nur Slawi

“GP Ansor Mranggen komitmen dengan pergerakannya. Di usianya yang Ke-82, mari bersama-sama mengawal perjalanan bangsa dari yang terendah, ranting dan anak cabang,” kata Qodir.

Ia berpesan agar keberadaan nilai-nilai Aswaja jangan sampai luntur. Dalam mengawal nilai-nilai Aswaja, program yang sarat dengan nilai aswaja akan terus dipertahankan. Ia juga menegaskan, sudah saatnya GP Ansor bermetamorfosis menjadi organisasi yang lebih modern, yakni dengan mempertimbangkan aspek-aspek kekinian.

Santri An Nur Slawi

“Seluruh pengurus dilarang gaptek. Itu contoh kecil. Sedangkan untuk program, mari bersama-sama kita bahas dan kita musyawarahkan,” tegasnya.

GP Ansor mranggen, lanjut Qodir, akan melakukan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Hal itu dirasa mampu memberikan dampak yang membekas, dan menunjukkan eksistensi bahwa Ansor Mranggen hadir di tengah-tengah masyarakat. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Nasional, Pahlawan Santri An Nur Slawi

Senin, 31 Oktober 2016

Kenapa Gus Dur Membela Minoritas?

Jakarta, Santri An Nur Slawi?

Menteri Sekretaris Negara pada Kabinet Persatuan Nasional Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Bondan Gunawan bercerita, dirinya pernah memotong gembok gereja Yasmin di Bogor yang disegel kalangan tertentu.?

Kenapa Gus Dur Membela Minoritas? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Gus Dur Membela Minoritas? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Gus Dur Membela Minoritas?

Menurut dia, sebagai seorang muslim, apa yang dilakukakannya bukan membela Kristen, tapi menunjukkan bahwa hal itu adalah kewajiban seorang muslim. Seorang muslim yang ingin mewujudkan rahmatan lil alamin, hak umat lain harus dibela. “Itu dilakukan Abdurrahman Wahid,” katanya sembari mengatakan bahwa Gus Dur karena tindakannya tersebut sering disangka membela Kristen (minoritas).?

Menurut dia, pada Rambug Budaya yang diselenggarakan Lesbumi PBNU (29/12) di gedung PBNU, Jakarta tersebut, hal itu perwujudan dari keislaman Gus Dur yang rahmatan lil alamin sehingga ia mau membela kalangan minoritas.?

Apa yang dilakukan Gus Dur, lanjut Bondan, juga tidak berpikir kekuasaan. “Banyak orang ngomong Gus Dur itu punya cita-cita jadi presiden. Salah besar! Gus Dur tidak punya cita-cita jadi presiden. Saya ini temannya yang selalu bersama-sama dia, mengapa kita harus ? membuat Forum Demokrasi, kenapa melawan Soeharto,” jelasnya. ?

Jika seseorang memahami Gus Dur dengan salah (mengejar kekuasaan), maka orang tersebut sesungguhnya akan mencontoh Gus Dur dengan salah.?

Santri An Nur Slawi

“Saya mohon kepada generasi muda NU, Anda itu sudah punya panutan paripurna (Gus Dur). Saya tidak ingin apa yang digagas oleh Gus Dur ini ditanggapi keliru oleh pengikut Gus Dur,” lanjutnya.?

Ada sebagian pengikutnya mengatakan, Gus Dur itu seorang plurasis. Bukan! Gus Dur adalah seorang pejuang kebudayaan dunia. “Kalau kita bicara merajut kebudayaan enggak usah jauh-jauh, pelajari karakter Abdurrahman Wahid. Senda guraunya pun bermuatan dengan nilai-nilai kebudayaan yang sangat dalam,” katanya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Nahdlatul Ulama Santri An Nur Slawi

Sembilan Pakar Ekonomi Dilibatkan dalam Bidang Usaha Ansor Kaliori

Rembang, Santri An Nur Slawi. Pengurus GP Ansor Kaliori kabupaten Rembang menggandeng 9 pakar ekonomi di kalangan GP Ansor untuk mengawal unit usaha yang tengah dikembangkan. Pihak pengurus berharap sembilan kader potensial ini dapat menggerakkan unit usaha yang tengah dirintis.

Demikian disampaikan Ketua GP Ansor Kaliori Jasmani kepada Santri An Nur Slawi, Senin (5/10) pagi.

Sembilan Pakar Ekonomi Dilibatkan dalam Bidang Usaha Ansor Kaliori (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembilan Pakar Ekonomi Dilibatkan dalam Bidang Usaha Ansor Kaliori (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembilan Pakar Ekonomi Dilibatkan dalam Bidang Usaha Ansor Kaliori

Jalan ini ditempuh untuk menindaklanjuti gagasan Ansor Kaliori yang sedang menggagas ekonomi bagi anggota dan organisasi melalui program usaha.

Santri An Nur Slawi

Jasmani menyampaikan, sembilan pakar ekonomi merupakan kader Ansor Kaliori. Mereka sengaja dilibatkan untuk memberikan gagasan dalam rangka perintisan usaha yang sudah mulai berjalan di internal Ansor Kaliori.

Santri An Nur Slawi

"Kami sengaja melibatkan semua kader kami yang memiliki latar belakang keahlian di bidang ekonomi. Karena itu, peran sembilan ahli itu mampu mengembangan dan menggerakkan ekonomi kader dan organisasi GP Ansor Kaliori.”

Sementara itu Abdul Rosyid, salah satu dari sembilan pakar ekonomi menilai langkah yang diambil Jasmani momentumnya sangat pas dan tepat. Hal itu dikarenakan belum adanya bidang usaha yang didirikan di kalangan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kaliori.

"Momentum yang diambil Ketua baru PAC Ansor saya rasa sangat tepat dan cermat dalam mengambil keputusan dan membaca peluang. Di kalangan MWCNU Kaliori baik lembaga, ataupun banom belum ada yang mendirikan sebuah usaha,” tambah Rosyid.

Ia berharap usaha yang dirintis didukung oleh segenap keluarga besar NU di Kecamatan Kaliori, terutama kader dan anggota GP Ansor di semua tingkatan. Sembilan nama yang dilibatkan antara lain Abdul Rosyid, Karjani, Suyono, M Majiin, Abdul Khamid, Bitting, Ahmad Romli, Jasmani, dan salah satu pengusaha senior Ramsani. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Anti Hoax Santri An Nur Slawi

Sabtu, 15 Oktober 2016

Permata Kalung Barzanji Masih Dipentaskan Malam Ini

Jakarta, Santri An Nur Slawi  . Kalung Permata Barzanji, naskah karya WS Rendra yang dibawakan sekitar 50 santri dari 9 pesantren daerah Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, masih akan dipentaskan di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (8/2) pukul 20.00.

Malam sebelumnya, Jumat (7/2) dipentaskan di tempat yang sama. Beberapa minggu sebelumnya, sudah dipentaskan pula di Cirebon, Brebes, dan Tegal dengan penonton ribuan.

Permata Kalung Barzanji Masih Dipentaskan Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Permata Kalung Barzanji Masih Dipentaskan Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Permata Kalung Barzanji Masih Dipentaskan Malam Ini

“Keren banget, memukau, menggetarkan penonton sampai layar diturunkan,” komentar KH Husein Muhammad melalui akun pribadinya yang memang menonton tadi malam.

Santri An Nur Slawi

Kiai asal Cirebon ini menilai, pementasan para santri dengan sangat fasih, mendendangkan madah-madah kenabian Muhammad, kritik-kritik sosial-politik yang menggugah.

Santri An Nur Slawi

Seharusnya, dia menambahkan, karya kreatif seni budaya semacam ini, menjadi model dakwah ke depan, menggantikan dakwah orasi yang agitatif, kering makna dan provokatif. “Publik yang belum nonton, dianjurkan menontonnya nanti malam di tempat yang sama,” imbaunya.

Sementara sang sutradara, Ken Zuraida, mengemukakan kaget dengan capaian para santri yang tak biasa dengan pementasan seperti ini, “Bayangkan mereka hanya berlatih 10 jam dalam seminggu. Saya biasanya melatih untuk pementasan, 6 jam sehari,” ungkapanya, selepas pementasa, di TIM, Jakarta, Jumat (7/2).

HTM pementasan: Balkon 50rbu Kursi bawah 100 rbu, VIP 250rbu, CP: Alice 0852 2377 3456. Informasi pemesanan tiket juga bisa melalui: TIM (021) 3193 7325 / 3193 7357 Untung: 9735 9735, Hemma 0857 1935 1935. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kajian, Fragmen, AlaNu Santri An Nur Slawi

Jumat, 07 Oktober 2016

Menyambut Generasi Baru NU

89 memang tidak terlalu istimewa bagi kita yang sering memperhatikan angka-angka. Namun peringatan hari lahir (Harlah) ke-89 kali ini bisa menjadi sangat istimewa karena di tahun 2015 ini NU akan menyelenggarakan muktamar di Jombang. Setelah 32 kali berlangsung, baru kali ini muktamar diselenggarakan ‘ibukota’ NU.

Setelah 89 tahun, NU sudah tersebar di mana-mana. Generasi NU lama yang merantau di kota-kota sudah beranak-pinak menghasilkan generasi NU baru. Kalangan sosiolog khawatir bahwa setelah orang NU pindah ke kota, maka cara beragama dan ghiroh ke-NU-annya akan luntur seperti orang kota kebanyakan. Ternyata kekhawatiran itu tidak sepenuhnya benar. Orang-orang NU yang tinggal di kota tetap bisa berkumpul satu sama lain, melaksanakan ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah ala NU, dan bahkan berhasil menarik tetangga dan teman-teman sekerjanya untuk ikut bergabung.

Ada hasil survey yang cukup menarik dilaporkan tahun lalu menjelang Pilpres 2014. Dari 1.400 responden muslim berusia 20-54 tahun di 10 kota besar di Indonesia: Jakarta, Bandung,Surabaya, Semarang, Medan, Palembang, Pekanbaru, Balikpapan, Banjarmasin dan Makassar menunjukkan bahwa sebanyak 58,8 warga muslim di perkotaan mengaku Nahdliyin. Jadi NU juga telah tersebar di kota-kota dengan caranya sendiri.

Menyambut Generasi Baru NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyambut Generasi Baru NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyambut Generasi Baru NU

Sebagian warga NU juga berpetualang ke luar negeri, baik untuk bekerja atau belajar. Hasilnya terbentuk komunitas-komunitas NU di luar negeri. Saat ini telah ada puluhan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCINU) yang tersebar di Timur Tengah, sampai Eropa dan Amerika.

Perkembangan teknologi informasi juga sebenarnya telah membuka sekat desa dan kota, atau dalam dan luar negeri. Yang tidak terpikirkan beberapa tahun yang lalu, generasi NU di kota dan desa, di luar negeri, bahkan di dalam bilik pesantren dapat memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dengan sangat baik. Mereka saling bertukar informasi mengenai banyak hal mengenai agama. Pengajian-pengajian kitab kuning dari pesantren-pesantren juga secara cepat bisa disiarkan dan disebarkan lewat media-media informasi baru. Para “santri virtual” ini juga aktif melayani orang-orang yang haus ilmu dan sedang mencari guru agama di internet. Mereka menanggapi berbagai isu dan menjawab berbagai pertanyaan tentang agama secara cepat dari layar computer atau hanphone.

Santri An Nur Slawi

Setelah 89 tahun, pendidikan para santri pondok pesantren juga sangat beragam. Keputusan Menteri Agama KH Wahid Hasyim waktu itu untuk mengambil sebagian model pendidikan barat sebenarnya juga merupakan kelanjutan dari dinamika yang ada di Pesantren Tebuireng. KH Hasyim Asy’ari mengizinkan para santri belajar bahasa Belanda, huruf latin, ilmu bumi dan sejenisnya yang dikategorikan sebagai pelajaran umum. Beberapa tahun kemudian sebagian besar pesantren telah bermetamorfosa mengikuti berbagai kebijakan Kementerian Agama. Didirikan madrasah ibtidaiyah (SD), tsanawiyah (SMP) dan Aliyah (SMA) dan perguruan-perguruan tinggi Islam. Hasilnya, para alumni pesantren saat ini telah menduduki sektor-sektor formal.

Keputusan NU pada 1952 untuk berubah menjadi partai politik juga ada benarnya. Sejak itu banyak kader NU yang terjuh di gelanggang politik, bahkan sampai sekarang, setelah NU berusia 89 tahun. Pada 1984, bersama KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) NU mendeklarasikan diri Kembali ke Khittah 1926, kembali menjadi jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah. Era Gus Dur ini juga menjadi penanda munculnya generasi NU baru yang aktif dalam berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), sampai sekarang.

Sementara itu, sebagian generasi tua NU bahkan tokoh-tokoh utama NU sejak awal memilih menyekolahkan anak mereka di lembaga-lembaga pendidikan umum sampai perguruan-perguruan tinggi nasional terkemuka. Dan hasilnya adalah generasi-generasi baru NU lintas sektoral yang menduduki pos-pos penting di birokrasi, berbagai profesi dan bidang keahlian.

Santri An Nur Slawi

Muktamar ke-33 NU di Jombang tahun ini akan menjadi momen ‘pulang kampung’ bagi generasi baru NU yang telah lama merantau entah kemana: ke kota-kota, ke luar negeri, berwiraswasta, ke dunia politik dan pemerintahan, serta berbagai profesi dan bidang keahlian. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Sejarah, Kiai, Tegal Santri An Nur Slawi

Senin, 05 September 2016

Jaminan Produk Halal Lindungi Konsumen dan Bantu Perekonomian Indonesia

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Jakarta, Kementerian Agama Republik Indonesia dan PT Sucofindo (Persero) menyelenggarakan Seminar Nasional tentang “Sistem Jaminan Produk Halal untuk Membangun Ekonomi Indonesia & Melindungi Konsumen”. Pada kesempatan tersebut turut hadir Mastuki HS, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama, serta beberapa pembicara lainya diantaranya Bambang Prasetya, Kepala BSN (Badan Standarisasi Nasional), Didin Hafiduddin, Direktur Pasca Sarjana Universitas Ibnu Khaldun, Sufrin Hannan, Direktur Komersial 2 PT Sucofindo (Persero) serta Siti Aminah, Kasubdit Produk Halal Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Jaminan Produk Halal Lindungi Konsumen dan Bantu Perekonomian Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaminan Produk Halal Lindungi Konsumen dan Bantu Perekonomian Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaminan Produk Halal Lindungi Konsumen dan Bantu Perekonomian Indonesia

Topik utama pembahasan seminar adalah pelaksanaan UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Seminar dihadiri oleh berbagai Instansi Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat, Pemerhati Halal, Akademisi dan pelaku industri bidang farmasi, pangan, minuman, ? UKM dan lainnya. ?

?

Bachder Djohan Buddin, Direktur Utama Sucofindo dalam sambutan pembukaan seminar, di Menara Bidakara, Senin (13/3) mengatakan “Implementasi UU no. 33/2014 mengenai jaminan produk halal akan memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi konsumen. Untuk mendapat informasi lebih lanjut serta mendukung program pemerintah tersebut, Kementerian Agama, BSN dan Sucofindo menyelenggarakan seminar ini.”

?

Santri An Nur Slawi

Bambang Prasetya, Kepala BSN, dalam presentasinya menyampaikan pentingnya peran sistem standardisasi dan penilaian kesesuaian berdasarkan UU No. 20 tahun 2014 untuk mendukung implementasi UU no. 33 tahun ? 2014. Dalam hal ini Bambang menjelaskan mengenai skema manajemen JPH (Jaminan Produk Halal) yang diperlukan, yaitu dimulai dari penyusunan, penetapan standar halal, pengujian produk halal berdasarkan standar yg berlaku, sertifikasi halal (untuk memberikan pemastian konsumen), akreditasi lembaga pemeriksaan halal, dan sertifikasi auditor halal.

Siti Aminah, dalam presentasinya mengatakan bahwa UU no 33 tahun 2014 tersebut juga mengamatkan pembentukan BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) dan implementasinya. ? Siti juga membahas mengenai fungsi BPJPH dalam menjaminkan produk halal, seperti dalam penyusunan kebijakan teknis, rencana, dan program di bidang penyelenggara JPH, sarana pendukung pengujian, dan riset produk halal.?

Santri An Nur Slawi

BPJPH juga akan bekerjasama dengan lembaga MUI dalam hal sertifikasi auditor halal, penetapan fatwa halal, akreditasi LPH (lembaga pemeriksa halal) dan LPH pemeriksaan dan pengujian produk

Didin Hafidhuddin dalam paparannya menyampaikan, “Salah satu bagian penting dari ajaran Islam yang harus menjadi perhatian setiap Muslim untuk diamalkan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari adalah berupaya mencari dan mengkonsumsi rezeki yang halal (baik bendanya maupun cara mendapatkannya). ? Sebaliknya mencari dan mengkonsumsi barang yang haram (benda maupun caranya/ekonomi yang khobits dan haram) akan menyebabkan perilaku yang buruk, do’a dan ibadah tidak akan diterima Allah SWT.

Lebih lanjut Didin menyampaikan dalam melakukan kegiatan ekonomi halal dan thayyib, seperti bagaimana cara mendapatkan penghasilannya, bagaimana cara memanfaatkan serta mengeluarkannya,.?

Sufrin Hanan memaparkan mengenai Penyiapan Infrastruktur dalam mendukung implementasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal. Menurut Sufrin dalam implementasi UU no. 33 tahun 2014 perlu disiapkan prasarana yang mendukung. Dalam hal ini infrastruktur dalam proses JPH adalah BPJPH, MUI, LPH (Lembaga Pemeriksa Halal), Auditor halal, PP mengenai pelaksanaan UU JPH, PP mengenai tarif sertifikasi Halal, dan Komite Akreditasi Nasional (KAN). Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dan saling support dalan menjamin produk halal dari berbagai pihak.

Sementara pada sesi kedua, Slamet Ibrahim Surantaatmadja Guru Besar Farmasi ITB memaparkan mengenai peluang sertifikasi halal untuk farmasi di Indonesia. ? Abdul Rohman, Guru besar UGM menjelaskan mengenai perkembangan metode uji halal. ? Sementara Tun Tedja Irawadi Guru besar IPB (Institut Pertanian Bogor ) menjelaskan mengenai pangan dan sistem jaminan halal. (Red: Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Lomba, Internasional, Ulama Santri An Nur Slawi

Selasa, 23 Agustus 2016

PCNU Solo Kupas Paham Aswaja bersama Idrus Ramli

Solo, Santri An Nur Slawi. Ribuan jamaah memadati ruangan Masjid Al-Wustho Mangkunegaran Surakarta, Sabtu (28/11) malam. Mereka menghadiri acara bertajuk “Kupas Tuntas Aswaja” yang diselenggarakan PCNU Solo bekerja sama dengan Ta’mir Masjid Assegaf Solo.

PCNU Solo Kupas Paham Aswaja bersama Idrus Ramli (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Solo Kupas Paham Aswaja bersama Idrus Ramli (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Solo Kupas Paham Aswaja bersama Idrus Ramli

Ketua pelaksana kegiatan Sofwan Faisal Sifyan menjelaskan, acara ini bertujuan untuk mengupas tuntas tentang ajaran Aswaja. “Kami akan saling berdialog mengenai bagaimana sesungguhnya paham yang dikenal dengan sebutan Sunni,” terang pengurus PCNU Sukoharjo itu.

Dalam kesempatan tersebut, sebelum diadakan sesi dialog, para jamaah yang hadir mendengarkan penjelasan dua narasumber Ustadz H M Idrus Ramli dari pesantren Sidogiri dan Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi.

Santri An Nur Slawi

Keduanya sama-sama menjelaskan pentingnya sanad dalam mata rantai ilmu agama. “Kalau bukan karena sanad, orang akan berkata seenaknya. Sanad ini harus bersambung dari seorang guru kepada gurunya terus hingga kepada Nabi Muhammad saw,” papar Habib Alwi.

Santri An Nur Slawi

Sedangkan Ustadz Idrus menegaskan pentingnya keberadaan seorang guru dalam mempelajari ilmu agama. “Dalam soal ilmu agama, harus mempunyai guru serta wajib bermazhab. Sanad guru inilah yang menjadi salah satu ciri dari ajaran Aswaja,” terangnya.

Di akhir acara, dalam sesi dialog para jamaah dipersilakan untuk bertanya mengenai persoalan Aswaja. Ketua PCNU Solo A Helmy Sakdillah berharap penyelenggaran acara ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat untuk lebih mengenal ajaran Aswaja. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pahlawan, Aswaja, Hikmah Santri An Nur Slawi

Senin, 15 Agustus 2016

Masjid Agung Brebes Raih Juara 1 Masjid Percontohan Nasional 2015

Brebes, Santri An Nur Slawi. Masjid Agung Brebes yang terletak di sebelah barat alun-alun Kota Brebes mewakili Provinsi Jawa Tengah sebagai Masjid Agung Percontohan Nasional 2015. Keunggulan masjid agung ini antara lain masih mempertahankan bangunan kuno dan pelayanan umat 24 jam non stop.

“Alhamdulillah, keberadaan Masjid Agung Brebes mendapat apresiasi dari Tim Penilaian Provinsi menjadi juara 1 dan berhak maju ke tingkat Nasional,” ujar Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama Brebes H Imam Gozali di kantornya, Kamis (17/9).

Masjid Agung Brebes Raih Juara 1 Masjid Percontohan Nasional 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Agung Brebes Raih Juara 1 Masjid Percontohan Nasional 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Agung Brebes Raih Juara 1 Masjid Percontohan Nasional 2015

Masjid Agung Brebes, kata Imam, mendapat nilai 295 sehingga menjadi juara 1 dari 35 Masjid Agung se-Jawa Tengah. Juara 2 diraih Masjid Agung Purbalingga dengan nilai 245, dan juara 3 Masjid Agung Semarang dengan angka 197.

Santri An Nur Slawi

Menurut Imam, penilaian dilakukan tim provinsi Jateng yang bertujuan menilai model tipologi yang menjadi rujukan dalam pengelolaan masjid. “Penilaian dilakukan melalui beberapa tahap meliputi visitasi dokumen, visitasi dan wawancara lapangan,” ungkapnya.

Santri An Nur Slawi

Lomba ini digelar Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI. Saat ini, pengurus takmir masjid tengah mempersiapkan segala sesuatunya, dengan harapan bisa menjadi yang terbaik di tingkat nasional. “Dengan penilaian ini, pelayanan umat diharapkan makin meningkat pula,” tegasnya.

Menurut Imam Besar Masjid Agung Brebes Drs KH Rosyidi, Masjid Agung Brebes dibangun tahun 1836 pada zaman Bupati Raden Adipati Ariya Singasari Panatayuda I (Kiai Sura). Masjid ini mengalami beberapa kali renovasi. Antara lain pada 1932, 1979 dan 2007.

“Bangunan asli masjid yang berarsitektur Jawa kuno, dengan kubah berbentuk limas, tetap dipertahankan hingga sekarang,” ujarnya.

Awalnya, masjid itu dibangun di atas tanah seluas 666 m2 dengan ditopang kayu jati pilihan dan fondasinya ditinggikan 1 meter. Tapi kini luasnya menjadi 2000 M2. Keaslian Masjid Agung terus dipertahankan terutama bangunan utama di bagian depan. Bangunan ini sudah menjadi cagar budaya dan tidak boleh diutak-utik,” terangnya.

Dia mengungkapkan, mempertahankan bangunan lama diharapkan karomah dan kharismatik masjid itu masih tetap utuh. Terbukti, sampai sekarang masih banyak dikunjungi peziarah.

Masjid yang letaknya tidak jauh dari pendopo Kabupaten Brebes tepatnya di jalan Ustad Abbas Brebes terbuka penuh 24 jam. Hal tersebut dengan pertimbangan untuk memberi ruang ibadah seluas-luasnya pada masyarakat yang habis melaksanakan ziarah di sejumlah daerah di Jateng atau Jatim. “Sepulangnya dari sana, dan sebelum melanjutkan perjalanan kembali lebih dulu singgah di Masjid Agung, begitu pun sebaliknya,” paparnya.

Masjid berlantai dua ini dilengkapi dengan menara setinggi 33 meter. Kamar mandi dan wudlu lengkap untuk putra dan putri. Juga di sediakan kantor sekretariat. Masjid sengaja tidak berpintu gerbang, untuk memberikan keleluasaan para jamaah dan area parkir. Tersedia juga ruang perpustakaan untuk menambah khasanah keislaman masyarakat pembaca. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Tokoh Santri An Nur Slawi

Selasa, 02 Agustus 2016

Pelajar NU Cianjur: Kaderisasi adalah Kunci

Cianjur, Santri An Nur Slawi. Pengurus Ikatan pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan pelajar putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Cianjur mengadakan kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di Pondok Pespesantren Al-Khodijiyyah Kampung Kadudampit, Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Ahad (19/2).

Ketua IPPNU Cianjur Siti Latifah mengatakan, kegiatan tersebut memang diagendakan setiap tahun untuk merekrut kader yang banyak utamanya di tatanan pelajar NU. Bagi pelajar NU, kaderisasi adalah kunci organisasi.

Pelajar NU Cianjur: Kaderisasi adalah Kunci (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Cianjur: Kaderisasi adalah Kunci (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Cianjur: Kaderisasi adalah Kunci

"Selama dua tahun terakhir ini kami sudah melakukan makesta di 21 sekolah dan pesantren di Kabupaten Cianjur, salah satunya seperti yang kita lakukan hari ini di Ponpes Al-Khadijiyah," katanya.

Santri An Nur Slawi

Dikatakannya, IPNU dan IPPNU yang juga salah satu organisasi kepemudaan terbaik dalam bidang administrasi se-Indonesia. Di Cianjur sendiri, kata Siti, sudah mempunyai sebanyak 2368 anggota.

Santri An Nur Slawi

"Memang kami melakukan kaderisasi sudah sejak lama, bahkan sudah banyak alumni yang sudah dicetak dalam organisasi kami dan Insyaallah semua bisa dikatakan sukses di berbagai segmen, ada yang jadi guru, dosen, kiai, juga profesi lain dengan tetap memegang teguh nilai-nilai Ahlisunnah Wal Jamaah," pungkasnya.

Di pihak lain ketua IPNU Cianjur, M. Fahri, mengatakan bahwa kaum santri memang dalam semanggat juang jihad cenderung mudah di sentuh, atau peka. Akan tetapi pihaknya dengan mengadakan kegiatan tersebut melakukan pemahaman arti dari pada jihad yang sebenarnya.

"Upaya ini, adalah salah satu upaya yang kami lakukan untuk meminimalisir pihak-pihak yang tak bertanggungjawab melakukan penyelewengan ajaran, tidak sedikit santri hari ini direkrut untuk di selewengkan kepada ajaran-ajaran yang tidak benar," tegasnya.

Sementara, Ketua PCNU Kabupaten Cianjur KH Khairul Annam mengatakan, kegiatan tersebut merupakan peroses kaderisasi NU yang dalam hal ini dilaksanakan oleh organisasi badan otonom NU yaitu IPNU dan IPPNU, yang bergerak di pelajar dan santri, dalam rangka mengamalkan paham Ahlusunnah wal-Jamaah An-nahdliyah.

"Itu bisa ditularkan menjadi aqidah yang melekat bahkan tidak diragukan lagi dalam hati para pelajar dan santri. Kaserisasi ini juga termasuk sebagai salah satu penyikapan upaya pencegahan radikalisasi kanan dan liberalisasi kiri," kata Kiai Anam.

Lebih lanjut Kiai Anam mengatakan, untuk menangkal isu radikalisme dan liberalisme tersebut harus dilakukan pengamalan sebagai salahsatu usaha untuk menggambarkan Islam yang Rahmatan Lil Alamin.

"Islam dan mengamalkan semangat NU yang sebenarnya itu bagaimana kita mengemban semangat Islam dan nasionalisme dengan metode dakwah yang santun sesuai yang dicontohkan rosul, dakwah yang mengajak bukan mengejek, dakwah yang merangkul bukan memukul," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kiai, Hadits, Quote Santri An Nur Slawi

Senin, 01 Agustus 2016

Panti Sosial Harapan Remaja Peringati 30 Tahun Berdirinya

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Panti Sosial Asuhan Anak “Harapan Remaja” yang dikelola oleh Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU telah berhasil menapaki sejarah dan eksis selama lebih dari 30 tahun. Syukuran atas keberhasilannya ini diabadikan dengan menerbitkan sebuah buku berjudul “Mengantar ke Pintu Gerbang”

Peluncuran buku ini dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pada hari Senin, 21/7) di asrama panti yang berlokasi di Jl. Tenggiri 37 Jakarta Timur dan dihadiri oleh para donator dan alumni.

Panti Sosial Harapan Remaja Peringati 30 Tahun Berdirinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Panti Sosial Harapan Remaja Peringati 30 Tahun Berdirinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Panti Sosial Harapan Remaja Peringati 30 Tahun Berdirinya

Buku ini menceritakan proses berdirinya panti dan segala dinamika perjuangannya sampai perkembangannya saat ini dan visi pengembangannya di masa yang akan datang. Sejumlah data anak asuh dan alumni, program serta biografi para pendirinya juga tercantum dalam buku ini. Tak ketinggalan, foto-foto kegiatan turut menghiasi buku setebal 136 halaman ini.

Santri An Nur Slawi

Panti ini didirikan pada tanggal 4 Desember 1976 diatas tanah seluas 1.680 meter persegi oleh para pengurus Muslimat waktu itu seperti Ny Solichah Wahid Hasyim, Ny Solichah Syaifuddin Zuhri, Hj Soetarjih Rachmat Muylomiseno, Hj Madillah Himpuni Suparman dan Hj. Aisyah Hamid Baidlowi yang kini menjadi satu-satunya pendiri yang masih hidup.

Dimulai dengan tujuh anak binaan, kini sudah meluluskan ratusan alumni. Batas maksimal ditetapkan usia 21 tahun dengan pendidikan SLTA. Selain memperoleh pendidikan formal, tak lupa pendidikan agama wajib dijalani oleh semua anak asuh. Mereka juga mandapatkan pendidikan ketrampilan yang semuanya ditanggung oleh panti.

Santri An Nur Slawi

Untuk pendidikan agama, mereka mendapatkan pelajaran Al Qur’an, Hadist, Bahasa Arab, akidah, akhlaq, fiqh, tafsir dan sejarah Islam. Mereka secara temporer juga diwajibkan untuk embaca tahlil, yasin, rawi dan latihan pidato.

Mereka yang diterima harus berusia sekolah dan berstatus yatim-piatu, anak terlantar atau tidak mampu. Apabila selesai menjalani proses pembelajaran, panti mengusahakan adanya pekerjaan, mengusahakan beasiswa atau mengembalikan kepada wali atau orang tua.

Terdapat 16 orang karyawan dan 11 orang guru yang mengelola panti ini. Sementara itu anak asuh yang tinggal di asrama sebanyak 50 orang dan yang tinggal di luar asrama sebanyak 50 orang. Kini, sedang diusahakan proses pembangunan gedung Madrasah untuk tingkat ke dua.

Ketua Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU Ny Farida Salahuddin Wahid menjelaskan saat ini lembaganya sudah mengelola 102 panti asuhan, 57 rumah sakit dan klinik bersalin, 1 klinik hemodialisis, 5 panti lansia dan 16 asrama putri. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Khutbah Santri An Nur Slawi

Minggu, 17 Juli 2016

Kata Ibnu Athaillah tentang Budak dan Merdeka





? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Kata Ibnu Athaillah tentang Budak dan Merdeka (Sumber Gambar : Nu Online)
Kata Ibnu Athaillah tentang Budak dan Merdeka (Sumber Gambar : Nu Online)

Kata Ibnu Athaillah tentang Budak dan Merdeka

"Engkau adalah orang yang merdeka dari apa yang tak kauinginkan. Dan engkau adalah budak dari apa yang kauserakahi."

Santri An Nur Slawi

[Syekh Ahmad ibn Athaillah, dalam al-Hikam]

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Fragmen, Olahraga, Berita Santri An Nur Slawi

Jumat, 01 Juli 2016

Ratusan Santri CSSMoRA Deklarasi Antinarkoba

Bandung, Santri An Nur Slawi?

Dengan iringan Shalawat Nariyah, Shalawat Badar, Burdah, dan Syi’ir Tanpa Waton, seratusan mahasiswa yang tergabung dalam Community of Santri Scholars of Minisitry of Religious Affairs (CSSMoRA) UIN Sunan Gunung Djati Bandung merayakan Hari Santri Nasional dengan cara menggelar Kirab Dan Deklarasi Santri Anti Narkoba di kampus setempat, Senin (24/09) sore.

Ratusan Santri CSSMoRA Deklarasi Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Santri CSSMoRA Deklarasi Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Santri CSSMoRA Deklarasi Antinarkoba

Para mahasiswa jebolan berbagai pesantren seluruh Indonesia itu mengenakan sarung, peci, krudung dan pakaian batik mengelili area kampus bersama perwakilan beberapa pesantren di Bandung. Usai itu, dilanjutkan deklarasi di depan gedung Rektorat yang dipimpin oleh Dodo Widarda ketua LESBUMI Jawa Barat, lalu disusul dengan pembacaan puisi tentang perjuangan santri.

Ketua panitia Ahmad Salis mengatakan santri merupakan satu komunitas di mana selalu di sorot budi pekertinya, cerminan orang yang mengerti dan mengamalkan ilmu agama, sehingga perlu menjadi otoritas terdepan untuk memberantas narkoba yang sedang menggerogoti tunas bangsa Indonesia.

“Dengan dalil ibda binafsik-lah kita mencoba untuk untuk mengamalkan atbiilhasanata tamhuha, wa kholiqinnasa bikhuluqin hasan, yang termasuk implementasi ajaran agama soleh ritual, soleh sosial,” terang Salis yang juga Koordinator Departemen Pengembangan serta Pemberdayaan Pesantren dan Masyarakat (P3M).

Santri An Nur Slawi

Sementara itu, Ketua CSSMoRA Nasional M Zidni Nafi’ menilai komitmen anti narkoba melalui deklarasi itu cukup penting. Tidak sebatas mempertegas bahwa santri menolak narkoba, tetapi juga mensyiarkan kepada orang lain tentang bahaya narkoba, terutama kalangan generasi muda yang rentan godaannya.

“Sekarang itu masih tren, orang tahu hukum malah melanggarnya. Mengetahui bahayanya narkoba, namun tidak sedikit yang terjerumus menkonsumsi barang haram tersebut. Makanya, dengan ini kami tegaskan bahwa santri berupaya membantu pemerintah dalam memberantas narkoba,” tegas Zidni pada deklarasi yang bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) itu.

Dipenghujung acara, seluruh peserta kirab dan deklarasi tersebut membubuhkan tanda tangan di atas lembaran putih sepanjang 2x6 meter sebagai saksi bahwa para mahasiswa dan santri berkomitmen. (M. Nasruddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Halaqoh Santri An Nur Slawi