Selasa, 31 Oktober 2017

Haul Mursyid Tarekat Syatariyah Digelar di Subang

Subang, Santri An Nur Slawi. Haul Mursyid Tarekat Syatariyah Almarhum KH Sayuti Maksudi yang wafat satu tahun yang lalu digelar di Pondok Pesantren Nurul Hidaah, Desa Siluman, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Sabtu (22/2).

Haul Mursyid Tarekat Syatariyah Digelar di Subang (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Mursyid Tarekat Syatariyah Digelar di Subang (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Mursyid Tarekat Syatariyah Digelar di Subang

KH. Adeng Masudi, selaku panitia dan dzurriyat mengatakan, kegiatan haul ini selain untuk mendoakan Almarhum, juga sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama-ulama nusantara.

"Abah (KH. Sayuti Maksudi) rajin berziarah ke makam-makam para ulama, diantaranya ke Buntet dan mendorong agar anak-anaknya juga rajin berziarah dan mengikuti haul," terangnya di hadapan sekitar 500 hadirin

Santri An Nur Slawi

Nabi Muhammad bersabda, lanjut Adeng, kelak yang akan memberi syafaat di yaumil akhirat adalah Nabi, ulama dan para syuhada. Untuk itu ia berharap kegiatan haul ini dapat memberi syafaat kepada kita semua selaku murid-muridnya.

Santri An Nur Slawi

Rangkaian Kegiatan haul dimulai dengan ziarah, pengajian Al-Qur’an, istighotsah, pembacaan dibaa dan ditutup dengan tausiyah agama dari KH Nawawi. Ia adalah mantan Ketua dan Rais PCNU Subang yang juga adik dari KH Sayuti Maksudi. (Aiz Luthfi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Sejarah Santri An Nur Slawi

Senin, 30 Oktober 2017

Radio Pesantren Tak Mesti Siarkan Pengajian Melulu

Cirebon,Santri An Nur Slawi. Sebagian pesantren di Indonesia telah dilengkapi dengan teknologi komunikasi perangkat siar radio. Fungsinya adalah agar gerakan dakwah yang dilakukan mampu mencapai titik terluar? pesantren dan masyarakat di sekitarnya.

Radio Pesantren Tak Mesti Siarkan Pengajian Melulu (Sumber Gambar : Nu Online)
Radio Pesantren Tak Mesti Siarkan Pengajian Melulu (Sumber Gambar : Nu Online)

Radio Pesantren Tak Mesti Siarkan Pengajian Melulu

Ketua Radio Komunitas (Rakom) Buntet Pesantren (Best FM) Ahmad Rovahan menilai? radio pesantren merupakan media yang cukup strategis. Ia berpendapat, meski dari pesantren, siaran radio tidak mesti harus memutar pengajian dan ceramah keagamaan.

“Pemutaran pengajian berupa ceramah dan pembacaan Al-Quran tentu baik, tapi hal ini jangan sampai dianggap sebagai cara tunggal untuk menyiarkan prinsip kepesantrenan secara lebih mengena kepada masyarakat luar,” katanya saat dihubungi Santri An Nur Slawi melalui telepon.

Santri An Nur Slawi

Menurut Rovahan, banyak cara dilakukan untuk mengenalkan pesantren tidak dengan cara yang monoton. Di antaranya adalah membongkar kesan ketertutupan pesantren melalui pembacaan selera pendengar.

Santri An Nur Slawi

“Kita tidak perlu antipati dengan karya seni yang lebih umum. Contoh pemutaran musik yang sedang marak di tengah masyarakat. Yang terpenting adalah sebisa mungkin para penggiat radio di dalamnya mampu mengemasnya seusai dengan prinsip-prinsip kepesantrenan,” katanya.

Selain membuka diri dengan kegemaran masyarakat dengan tujuan membentengi mereka dengan prinsip-prinsip kepesantrenan, lanjut Rovahan, radio pesantren juga sebenarnya memiliki peluang untuk menggawangi pesan-pesan yang dibutuhkan bagi masyarakat. Misalnya, pembuatan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) bertema kebhinekaan, anti korupsi, kenakalan remaja dan lain-lain.

“Syaratnya hanya satu, prinsip kepesantrenan dan syiar Islam tersebut tidak dikemas dengan cara yang kaku. Bahkan, boleh juga diimbuhi nuansa guyon sesuai dengan adat pesantren dan masyarakat nahdliyin,” pungkasnya.

Best FM meraih penghargaan membanggakan dengan mengalahkan ratusan radio lainnya. Radio tersebut juara 1 lomba pembuatan feature audio bertema “Anti Korupsi” yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) bekerja sama dengan Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI). Hadiah dianugerahkan di Museum Fatahilla, Kota Tua, Jakarta, Ahad (17/8).

Sebagai juara 2 diraih Taraktak FM Sumatera Barat, Wijaya FM Yogyakarta dan K-FM Magelang. Pemenang lomba mendapatkan hadiah berupa peralatan siar radio yang diserahkan langsung oleh para Pimpinan KPK diantaranya Ketua KPK Abraham Samad, Bambang Widjayanto, Adnan Pandu Praja, dan Juru Bicara KPK Johan Budi. (Sobih Adnan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Tegal, Anti Hoax Santri An Nur Slawi

Anre Gurutta Sanusi Baco: Pengurus NU Emban Amanah Berat tapi Mulia

Makassar, Santri An Nur Slawi. Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlataul Ulama Provinsi Sulawesi Selatan Anre Gurutta KH M Sanusi Baco melantik pengurus Lembaga Pertanian Nahdlatul Ulama Provinsi Sulawesi Selatan pada Kamis 28 November 2013.

Anre Gurutta Sanusi menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada para pengurus NU adalah suatu amanah yang sangat berat, tetapi mulia.

Anre Gurutta Sanusi Baco: Pengurus NU Emban Amanah Berat tapi Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)
Anre Gurutta Sanusi Baco: Pengurus NU Emban Amanah Berat tapi Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)

Anre Gurutta Sanusi Baco: Pengurus NU Emban Amanah Berat tapi Mulia

Menurut dia, berat karena tanggung jawabnya besar, tapi tidak punya penghasilan duniawi, dan tidak mempunyai honor. Sedangkan mulia karena mengurus umat dengan keikhlasan, imbalannya adalah surga dari Allah SWT.

Santri An Nur Slawi

Oleh karena itu, kata dia, kami berharap agar para pengurus yang baru saja dilantik kiranya lebih mengutamakan kepentingan ummat dari pada kepentingan diri sendiri atau golongan.

“Umat Islam Sulawesi Selatan sangat merindukan terobosan baru dari bapak-bapak bagaimana meningkatkan kualitas umat di tengah-tengah masyarakat yang sementara membangun bangsa dan tanah airnya,” ungkapnya. (Andi Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Hikmah, Santri Santri An Nur Slawi

Rais Aam PBNU Ingatkan 4 Paradigma NU yang Harus Dikembangkan

Bandarlampung, Santri An Nur Slawi. Rais Aam PBNU KH Maruf Amin menyebut 4 paradigma yang dijadikan patokan dalam menggerakkan Nahdlatul Ulama di semua tingkatan. Menurut Kiai Maruf, empat hal ini tidak boleh terlewat dalam mengembangkan potensi warga NU.

Demikian disampaikan KH Maruf saat memberikan mauidzoh hasanah pada “Taushiyah Keumatan dan Kebangsaan” yang diselenggarakan oleh PWNU Lampung, Selasa (6/10).

Rais Aam PBNU Ingatkan 4 Paradigma NU yang Harus Dikembangkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Ingatkan 4 Paradigma NU yang Harus Dikembangkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Ingatkan 4 Paradigma NU yang Harus Dikembangkan

Paradigma "Al-Muhafadzah alal qadimissholih", kata Kiai Maruf, bermakna bahwa NU harus memelihara nilai-nilai luhur yang sudah dicontohkan oleh ulama. Kedua "Wal akhdu biljadidil ashlah", mengambil nilai-nilai yang bersifat baru atau kekinian yang memiliki kemaslahatan bagi umat.

“Paradigma yang ketiga adalah ‘Wa Ishlah ila ma huwal ashlah tsummal ashlah’ yaitu melakukan upaya perbaikan menuju apa yang lebih baik kemudian kepada yang lebih baik lagi. Dan yang terakhir adalah ‘Taqdimul ashlah ala ashlah’ yaitu memprioritaskan apa yang lebih baik atas apa yang baik.”

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi

Mauidzoh hasanah ini disampaikan di Kantor PWNU jalan Cut Mutia nomor 28, Telukbetung Utara, Bandar Lampung dan dihadiri oleh seluruh PCNU, badan otonom dan lembaga NU seprovinsi Lampung. Selain itu tokoh-tokoh NU Lampung juga hadir pada kesempatan ini seperti Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, Rektor IAIN Lampung Prof Mukri dan beberapa tokoh lainnya.

Kunjungan Rais Aam ke Lampung ini merupakan kunjungan keluar daerah untuk pertama kalinya setelah terpilih dan dikukuhkan menjadi Rais Aam PBNU hasil Muktamar Ke-33 di Jombang pada Agustus lalu. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Makam, Pondok Pesantren Santri An Nur Slawi

Ini Tiga Badan Khusus NU yang Diusulkan di Komisi Program

Jombang, Santri An Nur Slawi. Sidang Komisi Program Muktamar Ke-33 NU yang berlangsung di Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang mengusulkan perangkat organisasi yang diberi nama Badan Khusus.

Ini Tiga Badan Khusus NU yang Diusulkan di Komisi Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tiga Badan Khusus NU yang Diusulkan di Komisi Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tiga Badan Khusus NU yang Diusulkan di Komisi Program

Tiga badan khusus yang dimaksud yaitu Badan Pelaksana Bidang Kesehatan NU (BPKB-NU), Badan Penyelenggara Pendidikan Ma’arif NU (BP2M-NU), dan Badan Perekonomian NU (BPNU).

Adapun kelembagaan Badan khusus terdiri dari Dewan Pengurus dan dan Pelaksana (eksekutif). Dewan Pengurus ditunjuk (berdasarkan keahlian dibidangnya), disahkan PBNU, Tingkat Provinsi ditunjuk oleh PWNU, di Kabupaten/Kota oleh PCNU dan disahkan oleh Dewan Pengurus.

Santri An Nur Slawi

“Satu periode kepengurusan selama lima tahun, masa jabatannya bersamaan dengan PBNU,” ujar Ketua Sidang Komisi Program, H Yahya Ma’shum, Selasa (4/8) di Aula Pesantren Darul Ulum Rejoso, tempat sidang berlangsung.

Santri An Nur Slawi

Kemudian, lanjut Yahya, struktur bdan terdiri dari tingkat pusat, provinsi, dan Kabupaten/Kota. Ditingkat Provinsi/Wilayah ditunjuk oleh PWNU, disahkan oleh Dewan Pengurus Pusat. Sedangkan di tingkat Kabupaten/Kota ditunjuk oleh PCNU disahkan Dewan Pengurus Pusat.

Lalu, tambahnya, tugas dan tanggung jawan badan khusus yaitu, pertama, bertanggung jawab langsung kepada PBNU, hubungan koordinatif dan konsultatif dalam menjalankan mandat yang diberikan oleh PBNU. 

Pimpinan sidang dipimpin oleh H Yahya Ma’shum, H Arifin Djunaidi, dan H Iqbal Sulam. Sampai berita ini ditulis, sidang masih berlangsung dan masuk ke dalam pandangan-pandangan dari setiap PCNU dan PWNU seluruh Indonesia. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Khutbah, Nahdlatul, Habib Santri An Nur Slawi

Minggu, 29 Oktober 2017

Pererat Hubungan, Ikatan Santri Pasundan Gelar Silaturahmi Pertama

Garut, Santri An Nur Slawi - Ikatan Santri Pasundan (Ispas) menggelar silaturahmi perdana di Pondok Pesantren Fauzan 1 Sukaresmi Kabupaten Garut, Ahad (14/5/). Ispas merupakan wadah organisasi santri dan alumni Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri yang berasal dari berbagai wilayah di tanah Sunda.

Ketua Ispas Musa Zainudin mengatakan, Ispas ini merupakan organisasi daerah (Orda) yang ada di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri.

Pererat Hubungan, Ikatan Santri Pasundan Gelar Silaturahmi Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
Pererat Hubungan, Ikatan Santri Pasundan Gelar Silaturahmi Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

Pererat Hubungan, Ikatan Santri Pasundan Gelar Silaturahmi Pertama

"Masing-masing daerah ada perkumpulannya sendiri-sendiri. Khusus untuk yang dari Sunda ini Ispas organisasinya," kata Musa.

Tujuan utamanya, kata Musa, adalah agar ikatan silaturahmi dan hubungan antarsesama santri dan alumni Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri ini bisa tetap terjaga dengan baik.

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi

"Termasuk menyambung hubungan dengan guru dan para kiai yang ada di pesantren," ujarnya. (Nurjani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Halaqoh, Pesantren, Khutbah Santri An Nur Slawi

Ansor Jabar Siapkan Para Kader Penulis

Bandung, Santri An Nur Slawi

Puluhan kader Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat digembleng tentang wawasan jurnalisme yang dikemas dalam Training Jurnalistik. Kegiatan yang dipusatkan di Aula Dakwah PWNU Jawa Barat, Jalan Galunggung Kota Bandung tersebut digelar selama dua hari, 9-10 September 2016. Hadir beberapa narasumber yang berkompeten di bidang jurnalistik, peneliti, dan dosen dari beberapa kampus ternama di Jawa Barat.

Ansor Jabar Siapkan Para Kader Penulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Jabar Siapkan Para Kader Penulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Jabar Siapkan Para Kader Penulis

Ketua Pelaksana, Edi Rusyandi mengatakan, kegiatan tersebut diikuti oleh sedikitnya peserta tiga orang perwakilan dari 27 cabang GP Ansor di Jawa Barat. “Mereka akan digembleng terkait pemahaman-pemahaman seputar jurnalistik dan manajemen isu agar kader-kader Ansor di Jawa Barat peka terhadap kondisi riil di daerah masing-masing yang kemudian dijewantahkan dalam bentuk tulisan,” kata Edi usai penutupan kegiatan, Ahad (10/9).

Tulisan-tulisan tersebut, kata Edi, akan di tuangkan dalam website resmi Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Barat dengan domain www.pwansorjabar.org yang sudah berjalan selama kurang lebih satu bulan.

Santri An Nur Slawi

“Nanti kader-kader Ansor di Jawa Barat akan melihat kreativitasnya dalam bentuk tulisan ini di website resmi PW Ansor Jabar sehingga akan menjadikan motivasi untuk semakin giat lagi dalam menulis,” katanya.

Selain itu, lanjut Wakil Ketua Bidang Media dan IT PW Ansor Jawa Barat ini bahwa sudah saatnya kader-kader Ansor di Jawa Barat mengasah nalar intelektualnya dengan merefleksikannya dalam bentuk tulisan.

Santri An Nur Slawi

“Karena, diakui atau tidak, tulisan-tulisan yang dibuat oleh kader-kader Ansor nantinya akan memberikan dampak yang sangat luar biasa terkait menjawab dinamika sosial di masyarakat. Terlebih, mereka akan menjadikan tulisan itu sebagai medan dakwah untuk mensyi’arkan faham Islam Ahlussunnah Waljama’ah,” pungkasnya. (Ade Mahmudin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Daerah, Pendidikan, Fragmen Santri An Nur Slawi

Sabtu, 28 Oktober 2017

Mengenang Munas Lombok 1997 dan Sedan yang Membawa Gus Dur

Lombok, Santri An Nur Slawi. Kurang lebih 20 tahun silam Munas Alim Ulama dan Konbes NU 1997 dihelat di Lombok. Tepatnya di Pondok Pesantren Qomarul Huda Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, NTB asuhan Mustasyar PBNU TGH Turmudzi Badaruddin.

Banyak kesan yang di kenang oleh warga Nahdliyin di Lombok saat itu. Seperti yang dialami H Mahdan, salah satu tokoh NU di Lombok yang juga saat Munas 1997 ikut menjadi saksi sejarah. 

Mengenang Munas Lombok 1997 dan Sedan yang Membawa Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenang Munas Lombok 1997 dan Sedan yang Membawa Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenang Munas Lombok 1997 dan Sedan yang Membawa Gus Dur

Dia pun menceritakan ketika almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menunjukkan kesederahaan sebagai Ketum Umum PBNU dimana saat itu Gus Dur memilih mobil sedan milik H Mahdan untuk dibawanya ke lokasi.

"Saat itu berjejeran mobil yang siap menjemput Gus Dur di Bandara Rembiga Mataram, tapi beliau menujuk mobil sedan yang disopirin oleh H Sarki untuk membawanya ke lokasi acara pas turun dari pesawat," kata pria berusia sekitar 70 tahun ini, Selasa (4/10) di kediamannya Desa Gerung Selatan Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat yang menjadi tempat rapat panitia daerah.

Hingga kini mobil tersebut masih tampak bagus dan terawat, karena baginya ada keberkahan sehingga dipelihara dengan baik, hanya keberkahan yang kita harapkan di NU ini, jangan harap yang lain.

Santri An Nur Slawi

Mahdan yang pensiunan Bulog NTB ini menceritakan ketika Munas dan Konbes NU hendak dibuka. Gus Dur memnggilnya dan menyuruhnya duduk disampingnya. Lalu ia pun duduk disampingnya sembari di tepuk punggugnya oleh Gus Dur. 

Dia hanya bisa menangkap pesan dan isyarat tersebut agar NU dipelihara, diurus, dan dijaga olehnya. Oleh karena itu, dia mengajak kepada semua panitia agar tidak setengah-setengah menyukseskan acara Munas.

“Mari kita dukung Munas dan Konbes NU 2017 ini semampu kita," serunya. (Hadi/Fathoni)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Daerah, News Santri An Nur Slawi

Kamis, 26 Oktober 2017

Ulama Lebanon Pun Ngaji Kitab Ulama Nusantara

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Pemandangan agak berbeda tampak pada acara Istighotsah dan Pengajian Bulanan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama, Rabu (27/2) malam. Jika biasanya kiai NU yang mengaji kitab, kini ulama asal Lebanon yang tampil fasih menerangkan isi kitab.

Ulama Lebanon Pun Ngaji Kitab Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Lebanon Pun Ngaji Kitab Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Lebanon Pun Ngaji Kitab Ulama Nusantara

Syaikh Khalil ad-Dabbagh, ulama asal lebanon itu, membawa sedikitnya tiga kitab karangan ulama Nusantara, antara lain, at-Tanbihat al-Wajibat karya pendiri NU, Hadaratus Syaikh Hasyim Asy’ari, Sirajuth Thalibin (Syaikh Muhammad Ihsan Jampes dari Kediri), dan Qathrul Ghaits (Syaikh Imam Nawawi dari Banten).

Dosen Universitas Global Lebanon ini menjelaskan konsep tauhid menurut paham ahlus sunnah wal jamaah (Aswaja). Allah, katanya, bersifat suci dari seluruh kriteria kemakhlukan, seperti bentuk dan arah sebagaimana pandangan mutajassim (antropomorfis).

Santri An Nur Slawi

”Allah tidak dapat dikonseptualisasikan atau dibayangkan. Lantas, kenapa kita menengadah ke atas saat berdoa? Itu bukan karena Allah bertempat di atas, melainkan langit merupakan kiblat untuk doa. Kita dapat temukan keterangan tersebut dari kitab ini,” kata Syaikh Khalil dalam bahasa Arab sambil memperlihatkan kitab Sirajuth Thalibin.

Santri An Nur Slawi

Menurut dia, pandangan ini ditemukan dasarnya pada ayat suci al-Qur’an yang mengatakan bahwa tak ada satupun yang menyerupai Allah. Dia mahasempurna dalam segala hal, tidak membutuhkan apapun atau siapapun.

Syaikh Khalil menambahkan, sebagaimana manusia, arah dan bentuk juga termasuk makhluk Allah. Tuhan terlalu luas untuk digambarkan oleh indra dan pikiran manusia yang terbatas. ”Dan kita tidak akan dapat mengetahui hakikat Allah,” ujarnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Khutbah, Pahlawan, Ubudiyah Santri An Nur Slawi

Konjen Tiongkok Ajak Kerja Sama Pesantren Tebuireng

Tebuireng, Santri An Nur Slawi . Pesantren Tebuireng mendapat kunjungan dari Konsulat Jendral Tiongkok, Yu Hong, Senin (6/14). Rombongan tamu diterima pengasuh Pesantren Tebuireng, Dr. (HC). Ir. KH. Salahuddin Wahid di kediamannya di kompleks pesantren setempat, Jombang, Jawa Timur.

Kunjungan perdana Yu Hong sebagai Konjen Tiongkok ini diisi dengan diskusi dan perkenalan. Selain beramah-tamah, pertemuan tersebut juga dimaksudkan untuk menjalin kerja sama antara Tebuireng dan China di sektor ekonomi.

Konjen Tiongkok Ajak Kerja Sama Pesantren Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)
Konjen Tiongkok Ajak Kerja Sama Pesantren Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)

Konjen Tiongkok Ajak Kerja Sama Pesantren Tebuireng

Hari Yulianto, Humas DPRD Jatim yang turut menemani Konjen Tiongkok saat itu mengatakan, “Kunjungan ini untuk menjalin kerja sama ekonomi 2015 dihubungkan dengan situasi religi di kabupaten Jombang.”

Santri An Nur Slawi

Beserta staf lain, Gus Sholah, sapaan H Salahuddin Wahid, menyambut positif pertemuan ini. Ia berharap kunjungan itu mampu meningkatkan kerja sama Pesantren Tebuireng dengan berbagai lembaga di China. Selain itu agar terjalin juga kerjasama dalam bidang pendidikan. Sehingga? para santri bisa dikirim belajar ke China.

“Ini merupakan pertemuan awal dan perkenalan. Harapannya akan ada tindak lanjut setelah pertemuan ini. Kerja sama dengan China akan membuka kesempatan para santri untuk menimba ilmu di negeri Bambu tersebut,” ujar Gus Sholah beberapa hari lalu juga kedatangan Dubes Australia dan Jepang di kediamannya.

Santri An Nur Slawi

Di akhir kunjungan ini, masing-masing memberikan cendera mata. Setelah itu Yu Hong menyempatkan diri mendatanggi makam di Pesantren Tebuireng dan beberapa unit sekolah untuk semakin mengenal tentang iklim pendidikan di Tebuireng. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Internasional, Nasional Santri An Nur Slawi

Selasa, 24 Oktober 2017

Juara Liga Santri Nusantara Menang di Final Malindo Cup 2016

Johor Bahru, Santri An Nur Slawi

Nuris United FC Jember, juara Liga Santri Nusantara 2015 akhirnya memenuhi target juara di kejuaraan sepakbola U-18 Malindo Cup 2016, dalam partai final setelah membungkam tuan rumah Sekolah Sukan Tunku Mahkota Malaysia 2-1 di Stadion Sekolah Sukan Tunku Mahkota Ismail (Sabtu 21 Mei 2016 petang)

Juara Liga Santri Nusantara Menang di Final Malindo Cup 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Juara Liga Santri Nusantara Menang di Final Malindo Cup 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Juara Liga Santri Nusantara Menang di Final Malindo Cup 2016

Setelah peluit panjang dimulai, tim Nuris langsung memimpin permainan dan membuahkan gol yang dilakukan oleh Muhammad Kevy yang memanfaatkan dengan baik umpan silang dari Richard Rahmad.

Ditinggal 1-0 tim tuan rumah mulai memperbaiki performa permainan dan tampil menekan. Serangan demi serangan dilakukan dari lapangan tengah dan pemain sayap. Pada menit ke-40, tim tuan rumah membalas ketertinggalan dengan tendangan bebas M Ramlan (9) ke gawang Nuris FC. Kedudukan akhirnya imbang 1-1 sampai babak turun minum selesai.

Santri An Nur Slawi

Pada babak kedua pertarungan makin ketat kedua tim saling membuka serangan. Namun Nuris United kemudian memimpin lagi permainan. Pada pertengahan babak kedua, tepatnya pada menit ke-50, terjadi handball di kotak terlarang.

Kesempatan melesatkan tendangan penalti tak disia-siakan tim Nuris. Richard Rachmad, pemain nomor punggung 10 dipercaya mengeksekusi tendangan dan akhirnya menghasilkan gol dengan kedudukan 2-1.

Santri An Nur Slawi

Di menit-menit akhir tim tuan rumah terus mengancam gawang Nuris tetapi penjaga gawang Nuris FC selalu berhasil menghadang serangan tuan rumah. Sampai babak kedua selesai, kedudukan masih sama 2-1. Tanda kemengan bagi Nuris FC

Begitu peluit panjang berbunyi, pelatih Nuris United, Sutikno bersama official berhamburan masuk ke lapangan memeluk pasukannya merayakan kemenangan. Begitu pula pengamat sepakbola Mohamad Kusnaeni yang ikut mendampingi tim Nuris sebagai konsultan bersama Husni Mubarok dan Mukafi Makki.

"Ini kemenangan yang sangat membanggakan bagi Nuris," kata Sutikno. "Anda lihat sendiri beberapa pemain kami mulai kram pada babak kedua. Tapi mereka tetap fight terus sampai akhirnya menang," ungkap Pelatih asal Jember Jawa Timur itu

Berita keberhasilan Nuris itu disambut hangat M. Arifin Majid, Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga Pendidikan Kemenpora yang membidangi kegiatan Liga Santri Nusantara.

"Ini membuktikan bahwa potensi sepakbola di kalangan santri memang menjanjikan," ujarnya. "Jadi, dukungan yang diberikan Pemerintah selama ini melalui Liga Santri Nusantara sudah tepat," ia menegaskan.? (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Ahlussunnah, Quote Santri An Nur Slawi

Senin, 23 Oktober 2017

Ketua NU Solo: Hormati Hak Beragama

Solo, Santri An Nur Slawi. Kerukuan antar umat beragama tampak kental mewarnai perayaan Cap Go Meh di Pendhapi Gede Balaikota Solo, Ahad (24/2) malam lalu. Perayaan yang menjadi puncak diakhirinya rangkaian acara pergantian Tahun Baru Imlek 2564 ditutup dengan memanjatkan doa oleh pemuka agama dari enam keyakinan di Indonesia.

Perwakilan umat beragama tersebut di antaranya Doni Hadi Santoso (Budha), Pinandita Bagyo Hadi (Hindu), A Helmi Sakdillah (Islam), Romo (Katholik), Pdt Anthon Karundeng, STh (Kristen) dan Js Tjhie Sian Gie SPd (Konghuchu).

Ketua NU Solo: Hormati Hak Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua NU Solo: Hormati Hak Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua NU Solo: Hormati Hak Beragama

Keenam perwakilan kepercayaan agama memanjatkan doa sesuai agama dan kepercayaan mereka masing-masing. Ditemui seusai pembacaan doa, tokoh umat Konghuchu, Js Tjhie Sian Gie berharap, agar pada tahun baru ini persatuan dan kesatuan antar umat beragama maupun etnik dan suku makin erat.

Santri An Nur Slawi

“Kami berharap di tahun baru ini persatuan dan kesatuan antar etnik, suku, budaya dan agama makin erat terjaga dan tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang mengakibatkan perpecahan,” ungkapnya.

Santri An Nur Slawi

Sementara itu Ketua PCNU Solo A Helmi Sakdillah, saat dikonfirmasi Santri An Nur Slawi mengenai keikutsertaannya pada acara tersebut, Selasa (26/2) sore menjelaskan,  kehadirannya merupakan sebuah bentuk toleransi dalam beragama.

“Yang penting kita saling menghormati keyakinan masing-masing. Soal ubudiyyah kita tetap pegang prinsip. Sedangkan persoalan muamalah kita sah-sah saja berhubungan dengan umat Agama lain,” papar Helmi.

“Seperti halnya, ketika kita tinggal di sebuah perumahan yang majemuk warganya. Ada yang Islam, Kristen, Hindu. Maka kita semestinya tetap menjalin hubungan baik dengan mereka semua. Persoalan agama mereka lain, itu hak mereka,” pungkasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Nasional, Hikmah Santri An Nur Slawi

Kiai Said: Hukuman Kebiri Tidak Melanggar HAM

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Menanggapi sebagian kelompok masyarakat yang menolak hukuman kebiri, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa mereka kerap kali beralasan karena hukuman tersebut melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Kiai Said: Hukuman Kebiri Tidak Melanggar HAM (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Hukuman Kebiri Tidak Melanggar HAM (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Hukuman Kebiri Tidak Melanggar HAM

“Sekarang begini, apakah para pemerkosa keji itu tidak melanggar HAM, apalagi memerkosa hingga mati, apa itu tidak melanggar HAM. Masa mereka hanya ingin memelihara kehidupan orang yang telah memulai duluan dalam melanggar HAM. Jadi, hukuman kebiri untuk para pelaku kejahatan seksual tidak melanggar HAM, apalagi sampai menyebabkan korbannya meninggal,” jelas Kiai Said, Kamis (26/5) di Jakarta.

Kiai Said menilai bahwa pelaku kejahatan atau kekerasan seksual bukan hanya layak dihukum kebiri melainkan juga patut dihukum mati. Menurutnya, karena kejahatan tersebut bukan hanya merusak tatanan moral, tetapi tatanan kehidupan manusia.

Ditanya soal hukuman kebiri untuk pelaku kejahatan seksual, Kiai Said secara tegas mendukung dan menyetujui. “Setuju banget, itu masih ringan, bahkan layak dihukum mati,” tegasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini menyitir salah satu ayat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa “Barang Siapa yang merusak kehidupan, maka harus dibunuh (dihukum mati), disalib, dipotong kedua tangan dan kakinya, atau dibuang ke laut”.?

Santri An Nur Slawi

Dalam Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak tersebut menyatakan bahwa pelaku kejahatan seksual terhadap anak-anak dihukum kurungan maksimal seumur hidup hingga hukuman mati dan denda 5 miliar. Selain itu, kebiri kimia disertai rehabilitasi dan pemasangan alat pendeteksi elektronik (chip), serta pengumuman identitas pelaku. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Anti Hoax, IMNU, Pahlawan Santri An Nur Slawi

Minggu, 22 Oktober 2017

Dilantik, IPNU Jakbar Langsung Gerak

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Pengurus IPNU Jakarta Barat mengadakan sejumlah kegiatan berkaitan dengan kebutuhan pelajar mulai dari seleksi 192 calon peserta Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) dan dialog pelajar di ruang Ali Sadikin Kantor Walikota Jakbar, Sabtu (18/4). Kegiatan ini dirangkai dengan Pelantikan IPNU Jakbar masa khidmat 2015-1017.

BPUN ini adalah program kerja dari Lembaga Learning Center (LLC) IPNU Jakarta Barat bekerja sama dengan Yayasan Mata Air yang bertujuan membantu para pelajar kelas 3 SMA atau sederajat masuk perguruan tinggi negeri (PTN) se-Indonesia.

Dilantik, IPNU Jakbar Langsung Gerak (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, IPNU Jakbar Langsung Gerak (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, IPNU Jakbar Langsung Gerak

Menurut Ketua IPNU Jakarta Barat Nasrul Ma’arif, melalui BPUN ini kita sebagai IPNU Jakarta Barat berupaya mendampingi pelajar Jakarta Barat masuk ke perguruan tinggi negeri.

Santri An Nur Slawi

“Mengembalikan citra diri pelajar khususnya di Jakarta Barat dan umumnya di Indonesia sebagai generasi berprestasi dan cinta damai,” kata Nasrul.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan pelantikan pengurus baru IPNU Jakbar. Ketua IPNU Jakarta Muhamad Said memimpin pelantikan sebanyak 50 pengurus baru IPNU Jakarta Barat.

Santri An Nur Slawi

“Semoga dengan pelantikan ini semua pengurus IPNU Jakarta Barat mampu memberikan harapan yang baik, serta mampu memberikan tenaga, waktu, serta pikirannya untuk IPNU Jakarta Barat dua tahun ke depan,” kata ketua pelaksana pelantikan Imam Rifa’i.

Acara diakhiri dengan dialog pelajar dengan narasumber Syamsu Arifin dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan Ketua GP Ansor Jakbar Abdul Syakir.

Hadir dalam acara ini PCNU Jakarta Barat, Kepala Kemenag Jakarta Barat, Asisten Kesejahteraan Masyarakat (Askesmas), Suku Dinas Bazis Jakarta Barat, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Ketua GP Ansor Jakarta Barat, Ketua IPNU DKI Jakarta, IPNU se-DKI Jakarta, PAC IPNU se-Jakarta Barat, dan pelajar-pelajar se-Jakarta Barat. (Hasbi Ashidiqi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pondok Pesantren, Anti Hoax, Hikmah Santri An Nur Slawi

Suronan

Secara harfiah berasal dari kata Suro, salah satu nama bulan dalam penanggalan Jawa yang bertepatan dengan Muharram pada penanggalan Hijriyah. Istilah Suro sendiri diambil dari bahasa Arab, ‘asyaro atau ‘asyroh yang berarti “hari kesepuluh”. 

Suronan merupakan tradisi pesantren yang dilakukan saat tibanya hari kesepuluh di bulan Muharram.

Suronan (Sumber Gambar : Nu Online)
Suronan (Sumber Gambar : Nu Online)

Suronan

Tradisi menghormati hari kesepuluh di bulan Muharram mempunyai sejarah yang panjang. Pada hari tersebut Allah Swt. mengampuni dosa Nabi Adam a.s.; menyelamatkan dan mendaratkan Nabi Nuh a.s. dengan kapalnya; menyelamatkan Nabi Musa a.s. dan kaumnya serta menenggelamkan Fir’aun bersama tentaranya, dan; menyelamatkan Nabi Yunus a.s. dari ikan chuut (paus).

Masih banyak lagi peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ‘Asyuro. Pada hari itu, Allah Swt. memberikan ampunan (maghfirah) kepada hamba-hamba-Nya yang berdoa memohon ampunan. Oleh karena itulah seorang mukmin harus memperbanyak ibadah, mencari maghfirah-Nya, serta berpuasa dan memperbanyak sedekah kepada anak yatim.

Santri An Nur Slawi

Pada hari Suronan, para santri berpuasa mengikuti Rasulullah saw. seperti dalam hadits: “Ketika Nabi saw. tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi puasa pada hari ‘Asyuro, beliau bertanya, ‘Hari apa ini?’ Jawab mereka, ‘Hari ini hari yang baik. Pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh-musuh mereka, karena itu Musa mempuasainya.’ Sabda Nabi Saw., ‘Aku lebih berhak daripadamu dengan Musa.’ Karena itu Nabi saw. mempuasainya dan menyuruh mempuasainya.” (HR. al-Bukhari).

Santri An Nur Slawi

Dalam pelaksanaan tradisi Suronan, kalangan pesantren juga biasanya membuat bubur nasi, yaitu bubur abang (bubur merah) yang rasanya manis karena dibubuhi gula merah, dan bubur putih yang rasanya gurih. Warna-warna ini merupakan simbol dua hal yang selalu berlawanan di dunia, misalnya laki-laki dan perempuan, siang dan malam, ataupun baik dan buruk. Bulan Suro adalah bulan terjadinya peperangan antara yang baik dan yang buruk, sebagaimana tampak dalam tragedi pembunuhan Sayyidina Husain bin Ali bin Abi Thalib di Karbala. 

Sebagian masyarakat Jawa menekankan momentum Suro pada malam tanggal satu Suro, yaitu malam tahun baru bagi penanggalan Jawa Kuno. Mereka percaya pada malam ini berbagai kekuatan spiritual turun ke bumi untuk mendatangi orang-orang yang berhati bersih dan suci. 

Biasanya mereka kemudian melakukan patigeni, yaitu tirakatan selama 24 jam tanpa tidur dan tidak makan untuk mengharap datangnya pesan dari langit. Ada juga yang melakukannya dengan merendam diri di sungai dan mandi di tempat-tempat tertentu. Sedangkan orang-orang yang memiliki pusaka (keris, jimat, dan lain-lain) akan memandikan dan membersihkannya pada hari keramat ini. (Sumber: Ensiklopedi NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pendidikan, Sholawat, Aswaja Santri An Nur Slawi

Sabtu, 21 Oktober 2017

Menag Upayakan Penyamaan Awal Ramadhan dan Syawal

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pihaknya terus berupaya untuk menyamakan awal Ramadhan dan Syawal (Idul Fitri) dengan sejumlah ormas Islam.

Menag Upayakan Penyamaan Awal Ramadhan dan Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Upayakan Penyamaan Awal Ramadhan dan Syawal (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Upayakan Penyamaan Awal Ramadhan dan Syawal

"Kami kemarin diskusi muzakarah dengan PP Muhammadiyah. Alhamdulillah semua pimpinan PP Muhammadiyah hadir. Ada kesamaan tujuan cara pandang dan keinginan agar setidaknya kita bisa menyatukan kapan awal Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah," kata Lukman di Jakarta, Senin.

Menag mengatakan penyatuan kalender Hijriah-Menteri Agama RI dan PP Muhamadiyah merupakan hal yang penting karena erat kaitannya dengan persoalan keumatan dan ibadah yang cukup krusial, yaitu terkait penetapan awal puasa, hari Idul Fitri dan Idul Adha. 

Santri An Nur Slawi

"(Penyatuan) kalender hijriah ini dapat membuat umat Islam secara keseluruhan mempunyai pegangan yang sama dalam menjalankan ibadahnya, khususnya mengawali Ramadhan, menentukan 1 Syawal dan Idul Adha," kata Lukman.

Lebih jauh, Menag berharap terjadi keberhasilan penyamaan kalender Hijriah di Indonesia. Dengan begitu, Indonesia dapat menjadi pelopor di dunia dalam menyatukan kalender yang merujuk pada penanggalan qomariyah atau berdasarkan peredaran bulan itu.

Santri An Nur Slawi

Dalam upaya penyatuan kalender Hijriah, Lukman mengatakan pihaknya telah menemui Muhammadiyah untuk mencapai titik temu dalam penetapan kalender. Hal yang sama juga akan dilakukan ke ormas Islam lain seperti Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

"Lebih jauh lagi Indonesia diharapkan bisa jadi pionir pelopor menyatukan kalender Hijriah secara nasional dan global. Oleh karena itu, ke depan dalam waktu dekat Kemenag akan melakukan hal sama dengan PBNU. Sehingga kalau kemarin dari Muhammadiyah kami dengar dari pakar Majelis Tarjih Muhammadiyah, ke depan bisa mendengar dari ulama Syuriah PBNU," katanya.

Menurut Lukman, perbedaan kalender Hijriah di antara pemerintah dan ormas Islam merupakan persoalan lama di Indonesia. Kemudian sejak reformasi persoalan ini semakin muncul ke permukaan. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Fragmen, Daerah, Kyai Santri An Nur Slawi

Roh Pesantren Adalah Solidaritas Sosial dan Kasih Sayang

Semarang, Santri An Nur Slawi. Utusan Rabithah Maahid Islamiyyah (RMI) Jateng KH Fadlullah Turmudzi menyebutkan dua kunci rahasia kelestarian pesantren di Indonesia. Menurut pengasuh pesantren APIK Kaliwungu Kendal ini, pesantren tetap diminati masyarakat karena solidaritas sosial dan kasih sayangnya terhadap masyarakat.

Roh Pesantren Adalah Solidaritas Sosial dan Kasih Sayang (Sumber Gambar : Nu Online)
Roh Pesantren Adalah Solidaritas Sosial dan Kasih Sayang (Sumber Gambar : Nu Online)

Roh Pesantren Adalah Solidaritas Sosial dan Kasih Sayang

Demikian dinyatakan Kiai Fad pada rapat koordinasi antara RMI Pekalongan dan pengurus pesantren sekabupaten Pekalongan di Pekalongan, Ahad (12/10).

"Keberadaan pesantren sekarang banyak diperhatikan. Kenapa masih tetap berjalan hingga sekarang khususnya pesantren yang sesuai dengan ketentuan para pendahulunya, metode salafiyyah murni," kata Kiai Fad.

Santri An Nur Slawi

Memang dalam kurun waktu 10 tahun ini, banyak pesantren mulai membuka pendidikan formal. Hal ini merupakan salah satu bentuk kepeduliaan pesantren terhadap masyarakat sekitar.

Santri An Nur Slawi

Pesantren masih menjaga hubungan baik antara pesantren sendiri, santri, alumni, dan masyarakat. Selain itu seorang pengasuh pesantren akan dan selalu mendoakan santrinya.

"Allahumma ijal azwajana wa auladana wa talamidzana min ahlil ilmi wal khoir," begitulah doanya tutur Gus Fad. (M Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Santri, Lomba, Nahdlatul Santri An Nur Slawi

Ini Siasat Iuran Kurban Pelajar Sekolah Bernilai Ibadah

Pringsewu, Santri An Nur Slawi - Pendidikan berkurban di berbagai lembaga pendidikan saat ini sudah semakin banyak dilakukan. Selain sebagai sarana pendidikan bagi para siswa, kegiatan ini juga dapat memupuk rasa persaudaraan untuk saling berbagi. Sayangnya, masih banyak lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pemotongan hewan di kampus masing-masing tanpa mengkaji lebih dalam ibadah kurban.

"Masih banyak lembaga yang mengumpulkan dana dari para siswa untuk menyembelih hewan tapi bukan merupakan kurban melainkan hanya sedekah atau belajar berkurban," kata Ketua MUI Kecamatan Pringsewu KH Fuad Abdillah setelah kegiatan pelaksanaan Shalat Idul Adha di Pendopo Pringsewu, Senin (12/9).

Ini Siasat Iuran Kurban Pelajar Sekolah Bernilai Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Siasat Iuran Kurban Pelajar Sekolah Bernilai Ibadah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Siasat Iuran Kurban Pelajar Sekolah Bernilai Ibadah

Menurut Awan PCNU Pringsewu ini, ada mekanisme yang dapat ditempuh agar sedekah dari siswa itu dapat menjadi hewan kurban. Seperti disyariatkan dalam Islam, hewan kurban sapi atau kerbau bisa menjadi hewan kurban untuk tujuh orang.

Santri An Nur Slawi

"Hasil sedekah dari para siswa dikumpulkan untuk membeli sapi atau kerbau. Kemudian dilakukan pengundian untuk memilih tujuh orang yang akan memiliki hewan tersebut sehingga hewan tersebut akan disembelih atas nama mereka," jelas salah satu Pengurus Pesantren Nurul Huda Pringsewu ini.

Santri An Nur Slawi

Yang perlu menjadi catatan pada cara ini, menurutnya, adalah seluruh orang yang memberikan sedekah harus sama-sama memiliki keikhlasan apabila nantinya hewan kurban itu menjadi milik tujuh orang yang mendapatkan keberuntungan.

Menurutnya, hal ini sudah dipraktikkan di lembaga pendidikan yang ia kelola. Hal ini dapat dicontoh oleh lembag lain agar hewan yang disembelih tidak hanya menjadi sedekah saja, namun benar-benar menjadi hewan kurban ditinjau dari kacamata Fikih. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kyai, Sejarah Santri An Nur Slawi

Jumat, 20 Oktober 2017

Sambut Hari Santri, JQHNU Sumedang Gelar Semaan Al-Quran 30 Juz

Sumedang, Santri An Nur Slawi. Beberapa hari menjelang Hari Santri Nasional (HSN), Pimpinan Cabang (PC) Jamiyyatul Qurra wal Hufaz (JQH) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mengadakan semaan Al-Quran 30 Juz yang bertempat di Masjid Agung Sumedang, Kamis (19/10) malam. Semaan Al-Quran ini dimulai bakda isya dan direncanakan khatam jumat sore bakda asar. 

Kegiatan semaan tersebut dipimpin langsung oleh para pengurus PC JQHNU Sumedang dan dihadiri oleh masyarakat dan santri-santriwati dari berbagai pesantren yang ada di Sumedang. 

Sambut Hari Santri, JQHNU Sumedang Gelar Semaan Al-Quran 30 Juz (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Hari Santri, JQHNU Sumedang Gelar Semaan Al-Quran 30 Juz (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Hari Santri, JQHNU Sumedang Gelar Semaan Al-Quran 30 Juz

Ketua PC JQH NU Sumedang, Ahmad Jauharudin, mengatakan bahwa simaan Al-Quran ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional yang dilaksanakan oleh PCNU Sumedang. Selain itu dengan digelarnya simaan Al-Quran 30 juz ini, kami turut memasyarakatkan Al-Quran sekaligus mengajak masyarakat untuk mencintai Al-Quran dan mempelajarinya.

Ahmad Jauharudin juga mengharapkan semoga semua rangkaian kegiatan HSN tahun ini dapat menjadi daya tarik masyarakat untuk terus bersemangat dalam menjaga keutuhan NKRI, bersemangat untuk menjadi santri yang mempelajari Islam yang Kaffah, Islam yang berlandasan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. 

Sementara itu, ketua panitia peringatan Hari Santri Nasional Kabupaten Sumedang, Acep Komarudin Hidayat, mengatakan bahwa semaan Al-Quran merupakan kegiatan pertama dalam rangkaian kegiatan yang direncanakan oleh panitia HSN.

Santri An Nur Slawi

Semuanya ada tujuh kegiatan. Di antaranya ada halaqah, ziarah, dzikir, upacara HSN, kirab, dan penampilan panggung kreasi seni santri. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Pahlawan, Syariah Santri An Nur Slawi

Libatkan MWCNU dan Banom, PCNU Bandung Barat Siap Luncurkan e-Kartanu

Bandung, Santri An Nur Slawi - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung Barat berencana menggelar sosialisasi aplikasi dan pelatihan muharrik NU pada Sabtu 13 Agustus 2016. Mereka tengah menyiapkan segala kelengkapan teknis untuk kelancaran dua agenda tersebut.

Rapat koordinasi ini bertempat di MTs Azzahra, Selacau, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (6/8).

Libatkan MWCNU dan Banom, PCNU Bandung Barat Siap Luncurkan e-Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Libatkan MWCNU dan Banom, PCNU Bandung Barat Siap Luncurkan e-Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Libatkan MWCNU dan Banom, PCNU Bandung Barat Siap Luncurkan e-Kartanu

Menurut Ketua PCNU Bandung Barat H Agus Mulyadi, sebenarnya warga Bandung Barat dari jumlah 1,4 juta adalah kebanyakan jamaah nahdliyin. Namun pihak PCNU tidak bisa menyebut angka persisnya.

Santri An Nur Slawi

“Karena itu PCNU Bandung Barat bersikeras membuktikan dengan menggerakan warga NU untuk memunyai Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu),” kata H Agus.

Santri An Nur Slawi

Rapat koordinasi pengurus harian PCNU Bandung Barat bersama MWCNU dan banomnya juga membahas rencana pelatihan muharrik NU. Pelatihan ini rencananya akan dilaksanakan di Pesantren Riyadlul Huda, Ngamprah, Bandung Barat, Sabtu, 13 Agustus 2016.

Menurut H Agus, pengurus dan warga NU sebelumnya memang telah memunyai Kartanu, namun datanya tidak bisa inklud ke database PBNU, tidak bisa dilihata atau dibaca oleh daerah lain.

“Jadi manfaatnya tidak bisa dipergunakan untuk hal lain, sehingga perlu kesamaan pangkalan data daerah dan pusat, daerah mengikuti program PBNU,” kata H Agus.

Ia menganggap pentingnya kebersamaan antara pengurus cabang NU, wakil cabang NU, dan badan otonom NU untuk bergerak bersama. Intinya Kartanu adalah bentuk lain dari silaturahmi, silaturahmi bentuk teknologi.

Dengan pangkalan data PBNU, angka warga NU dapat diketahui secara pasti, bahkan anggota badan otonomnya. “Jumlah Muslimat, Ansor, Fatayat, IPNU dan IPPNU,” demikian jelasnya. (Udin’S/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Sholawat, Sejarah, Nahdlatul Santri An Nur Slawi

Kamis, 19 Oktober 2017

STAINU Jakarta Kumpulkan Tim Pakar PPM Islam Nusantara

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Sekolah Tinggi Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta mengumpulkan para tim pakar, menyusul diterbitkannya izin operasional Pascasarjana Program Magister (PPM) Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI). PPM SKI ini akan terkonsentrasi pada kajian “Islam Nusantara”.

STAINU Jakarta Kumpulkan Tim Pakar PPM Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Kumpulkan Tim Pakar PPM Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Kumpulkan Tim Pakar PPM Islam Nusantara

Kegiatan diformat dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan di ruang rapat tanfidziyah lantai 3 gedung PBNU, Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat, Sabtu (23/2) yang dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali, dan Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud.

FGD kali ini yang merumuskan naskah akademik, kurikulum dan strategi kebijakan dan pengembangan PPM Islam Nusantara dihadiri oleh para pimpinan lengkap STAINU Jakarta, antara lain Ketua STAINU Jakarta KH Mujib Quyubi, Direktur PPM Islam Nusantara Prof. Dr. HM. Ishom Yusqi.

Santri An Nur Slawi

Para dewan pakar yang hadir dalam FGD kali antara lain, sejarawan NU dan penyusun Atlas Wali Songo Agus Sunyoto dari Malang, Rektor Uninus Bandung Didin Wahidin, penulis Pesantren Studies Ahmad Baso, dan beberapa anggota dewan pakar lain yang juga pejabat Kemenag RI seperti Mastuki HS dan Mamat Salamat.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam kesempatan itu memberikan apreriasi kepada para perintis PPM Islam Nusantara. “Pascasarjana Islam Nusantara ini merupakan langkah maju,” katanya.

Santri An Nur Slawi

Direktur PPM Islam Nusantara Prof. Dr. HM. Ishom Yusqi mengatakan, program pascasarjana STAINU Jakarta yang dipimpinnya ini akan dikembangkan berbasis riset. Melalui PPM Islam Nusantara para peserta akan didukung dan difasilitasi untuk meneliti berbagai manuskrip Islam di Nusantara baik yang sudah diterbitkan maupun yang tersimpan dan belum sempat dikaji.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi RMI NU Santri An Nur Slawi

Kempek Mendadak Jadi Pasar

Cirebon, Santri An Nur Slawi. Perhelatan akbar Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012 berpengaruh banyak terhadap kondisi Kota Cirebon. Salah satu dampak yang menonjol adalah keramaian massa di sekeliling lokasi acara, Kompleks Pondok Pesantren Kempek, Palimanan, Cirebon. Kampung halaman Ketua Umum PBNU ini mendadak seperti pasar.

 

Kempek Mendadak Jadi Pasar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kempek Mendadak Jadi Pasar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kempek Mendadak Jadi Pasar

Dari pantauan Santri An Nur Slawi, ratusan lapak dibuka di hampir sepanjang jalanan menuju pesantren. Selain di area bazar yang disediakan panitia, para pedagang tampak pula berjajar mendekati panggung kesenian. Jumlah terus bertambah hingga hari ini sejak Kamis (13/9).

 

Para pedagang yang datang dari dalam dan luar Cirebon ini menjajakan aneka barang dagangan, seperti alat elektronik, buku, mainan, buah-buahan, pakaian, makanan, dan pernak-pernik lain bernuansa NU dan Cirebon. Penawaran jasa, seperti perjalanan Umrah dan Haji juga tampak di pinggir jalan.

Santri An Nur Slawi

 

Sebuah pasar rakyat juga digelar tak jauh dari lokasi pembukaan Munas, 15-16 September, di Alun-alun Palimanan, Cirebon. Pasar yang diisi dengan bazar, musik, permainan, dan tausyiyah ini di antaranya menawarkan sembako murah.

 

Salah satu penjual Husni, Jumat (14/9), mengaku agak telat membuka lapak dibanding rekan-rekan lain. Ia datang dari sebuah perguruan tinggi di Babakan, Cirebon. “Saya datang baru hari ini. Yang lain udah kemarin-kemarin,” katanya.

Santri An Nur Slawi

 

Di samping dari sejumlah lembaga pendidikan dan pesantren, pedagang juga berasal dari Pasar Binaan Lembaga Ekonomi Thoriqoh (Lekthor) dan masyarakat umum.

 

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Mahbib Khoiron

 

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi IMNU, Khutbah Santri An Nur Slawi

Selasa, 17 Oktober 2017

LAZISNU Gadingrejo Santuni Yatim dan Dhuafa dari Program Kotak Pondasi Akhirat

Pringsewu, Santri An Nur Slawi. Mengambil tempat di Masjid Nurul Hasanah Desa Klaten Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu, Lampung, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah NU (LAZISNU) memberikan santunan kepada Anak Yatim Piatu, Duafa, Marbot Masjid, dan Guru Ngaji di daerah tersebut, Senin (2/10) malam.

Kegiatan tersebut dirangkai dengan Dzikir Akbar dan Manakib untuk memperingati datangnya Bulan Muharram 1439 H.

LAZISNU Gadingrejo Santuni Yatim dan Dhuafa dari Program Kotak Pondasi Akhirat (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Gadingrejo Santuni Yatim dan Dhuafa dari Program Kotak Pondasi Akhirat (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Gadingrejo Santuni Yatim dan Dhuafa dari Program Kotak Pondasi Akhirat

Menurut Ketua LAZISNU Kabupaten Pringsewu Khairuddin, santunan yang diberikan kepada 64 orang tersebut adalah santunan berupa uang tunai dan sembako berupa beras.

"Kegiatan ini bekerjasama dengan Unit Pengelola Zakat Infaq dan Shadaqah (UPZIS) LAZISNU Kecamatan Gadingrejo dan MWCNU setempat yang berasal dari Program Kotak Pondasi Akhirat," jelas pria yang akrab dipanggil Heru ini.

Santri An Nur Slawi

Pada kesempatan tersebut Heru juga mengungkapkan apresiasinya kepada UPZIS LAZISNU Gadingrejo yang telah mampu mengelola Program Kotak Pondasi Akhirat yang merupakan sumber dana dari kegiatan santunan tersebut dengan maksimal.

"Alhamdulillah dibulan ketiga Program Kotak ini berjalan sudah mampu mewujudkan santunan untuk yang berhak. Semoga program ini terus dikelola dengan baik dan kedepan akan dapat terus lebih bermanfaat," harap Heru.

Heru berharap juga kesuksesan UPZIS Gadingrejo dalam mengelola Program Kotak Pondasi Akhirat akan diikuti oleh UPZIS lainnya di Kecamatan yang ada di Bumi Secancanan Bersenyum Manis Kabupaten Pringsewu.

Kesuksesan Program ini juga mendapat Apresiasi ketua MWCNU Kecamatan Gadingrejo Ustadz Mukhlis daat memberikan sambutan pada Acara yang dihadiri Para Tokoh Agama dan Masyarakat Kecamatan Gadingrejo.

Santri An Nur Slawi

"Terimakasih kepada seluruh masyarakat yang trlah berpartisipasi mengisi kotak Pondasi Akhirat sebagai sarana untukberbagi kepada sesama yang membutuhkan.Saya optimis kedepan program ini akan sangat membantu jalinan silaturahmi dan meringankan bagi yang membutuhkan," harapnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi IMNU, RMI NU Santri An Nur Slawi

Senin, 16 Oktober 2017

Ketika Rasulullah Dikhianati Sekelompok Mualaf

Anas bin Malik pernah bercerita kepada Abu Qilabah bahwa suatu hari ada beberapa orang dari Urainah menghadap Rasulullah untuk mengutarakan niat sucinya masuk Islam. Mereka ingin belajar lebih banyak tentang Islam kepada Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Nabi pun dengan sukarela menerimanya, bahkan memberi mereka fasilitas ketika tinggal di Madinah.

Sebagai seorang rasul, kasih sayangnya kepada orang-orang yang baru beriman (mualaf) adalah sebuah keniscayaan. Hal itu menjadi bagian dari dakwah nabi yang santun dan ramah.

Ketika Rasulullah Dikhianati Sekelompok Mualaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Rasulullah Dikhianati Sekelompok Mualaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Rasulullah Dikhianati Sekelompok Mualaf

Suatu ketika beberapa orang dari Urainah ini tidak mampu beradaptasi dengan suhu dan udara yang ada di Madinah. Ternyata kondisi kampung halaman mereka dengan Madinah sangat berbeda jauh. Kesehatan mereka pun terganggu.

Ketidakmampuan mereka untuk beradaptasi dengan suhu di Madinah menjadikan mereka terkena penyakit cacar. Rasulullah yang iba melihat kondisi mereka memerintahkan kepada penggembala untanya untuk membawa mereka keluar kota Madinah.

Santri An Nur Slawi

Nabi pun tidak serta merta membiarkan mereka keluar kota Madinah dengan tangan kosong. Nabi memberikan bekal yang lebih dari cukup bagi mereka. Nabi membawakan mereka unta yang banyak perahan susunya. Nabi berharap agar unta itu bermanfaat. Mereka bisa meminum susunya dan memakan daginya.

Ternyata benar, ketika mereka keluar dari Madinah, seketika penyakit mereka sembuh. Merasa nyaman dengan keadaan mereka di luar kota Madinah, mereka enggan untuk kembali ke Madinah.

Santri An Nur Slawi

Hal yang tak terduga terjadi. Mereka malah membunuh penggembala unta yang diberi amanah oleh Nabi untuk menjaga mereka. Tak hanya itu, mereka membawa kabur unta-unta Nabi yang telah berjasa besar menyelamatkan mereka.

Kabar tidak enak tentang kejahatan mereka pun sampai ke telinga Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam. Beliau marah besar setelah mendengar kejahatan mereka. Rasulullah kemudian mengutus seorang sahabat untuk menangkap mereka yang ternyata masih belum jauh dari tempat terbunuhnya sang penggembala unta.

Mereka dijatuhi hukuman yang setimpal oleh Nabi atas kejahatan berlapis: membunuh, mengambil sesuatu yang bukan hak milik mereka, bahkan mereka telah murtad. Namun hukuman itu dirasa sangat kejam bagi mereka, karena pada waktu itu ayat-ayat hudud (hukuman) belum turun kepada Nabi. Setidaknya, hal itu adalah hukuman untuk orang-orang yang menghianati Rasulullah setelah ditolong dan diselamatkan nyawanya namun malah mengkhianati.

Kisah tersebut setidaknya mengungkapkan dua pesan. Pertama belas kasih dan kepedulian Rasulullah kepada umatnya begitu besar. Hingga hal-hal teknis yang menyangkut kemudahan bagi para mualaf itu pun sangat beliau perhatikan.

Kedua, pengkhianatan bisa menimpa siapa saja, bahkan seorang rasul dengan perangai tanpa cacat sekalipun. Kenyamanan dan fasilitas kadang tak membuat seseorang kian baik, bisa malah sebaliknya ketika hatinya dikuasai keserakahan dan ketidakjujuran. Wallahu a’lam. (M. Alvin Nur Choironi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Hikmah, Habib Santri An Nur Slawi

Minggu, 15 Oktober 2017

Pemudik di Banyuwangi Dijamu Kuliner Lokal Gratis

Banyuwangi, Santri An Nur Slawi. Para pemudik yang menuju Banyuwangi, Jawa Timur, bakal dijamu oleh pemerintah daerah setempat dengan kuliner khas lokal secara gratis. Tidak hanya bagi warga yang sedang mudik ke Banyuwangi, jamuan ini juga bisa dinikmati mereka yang hanya melintas di Banyuwangi untuk menuju Pulau Bali atau daerah lain sekitar Banyuwangi.

Pemudik di Banyuwangi Dijamu Kuliner Lokal Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemudik di Banyuwangi Dijamu Kuliner Lokal Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemudik di Banyuwangi Dijamu Kuliner Lokal Gratis

Acara jamuan diadakan di Pendopo kabupaten tanggal 30 Juli 2014 mulai pukul 09.00 WIB. Beragam kuliner lokal dengan cita rasa menggoda disajikan, mulai dari rujak soto, pecel rawon, hingga nasi tempong. Selain itu, ada penganan ringan khas lokal seperti bagiak dan sale pisang.

"Jamuan untuk pemudik dan perantauan ini sudah jadi tradisi. Pemerintah daerah memborong kuliner lokal untuk disuguhkan kepada mereka," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Santri An Nur Slawi

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nadhlatul Ulama (IPNU) ini mengatakan, jamuan tersebut adalah bagian dari upaya mengonsolidasikan kekuatan dan potensi warga Banyuwangi yang tinggal di luar kota dan kini sedang mudik ke kampung halamannya. Berbagai latar belakang profesi warga Banyuwangi dioptimalkan untuk membantu perkembangan daerah berjuluk "The Sunrise of Java" tersebut.

Santri An Nur Slawi

"Kami terinspirasi oleh gerakan Diaspora Indonesia yang berhasil mengonsolidasikan ribuan WNI di luar negeri dengan beragam profesi.? Katakanlah ini disebut "Banyuwangi Minded", di mana pun para warga berada, di berbagai kota atau di luar negeri, tetap bisa berpikir dan berkontribusi untuk Banyuwangi," kata Anas.

Para warga Banyuwangi di berbagai daerah tetap bisa berkontribusi untuk pengembangan daerah. Misalnya, yang berprofesi sebagai dosen bisa membantu riset untuk pengembangan berbagai sektor, mulai dari pertanian sampai ekonomi kreatif. "Mereka juga diharapkan menjadi duta untuk memasarkan dan mempromosikan produk UKM serta destinasi wisata Banyuwangi," tutur Anas.

Adapun bagi mereka yang hanya melintas di Banyuwangi, jamuan tersebut adalah bagian dari upaya mempromosikan kuliner lokal. "Harapannya, para pemudik bisa mencicipi dan tertarik lalu membeli oleh-oleh makanan di berbagai toko di Banyuwangi," jelas Anas.

Anas berharap, jamuan ini akan membangun cerita positif tentang Banyuwangi. Daerahnya kini memang sedang giat berbenah untuk menjadi destinasi wisata dan investasi. "Membangun conversation positif di kalangan publik luas sangat penting untuk menarik minat wisatawan dan investor. Conversation ini kami bangun bersamaan baik di dunia maya maupun secara nyata melalui kegiatan jamuan kuliner gratis semacam ini," pungkas Anas yang pernah menempuh studi singkat ilmu kepemerintahan di Harvard Kennedy School of Government, Amerika Serikat, tersebut. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Nahdlatul Ulama, Budaya Santri An Nur Slawi

GP Ansor Lampung Utara Kemah Santri Nusantara 2017

Lampung Utara,Santri An Nur Slawi. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Lampung Utara menggelar Kemah Santri Nusantara 2017 di Bumi Perkemahan Negara Batin Kecamatan Sungkai Utara , Lampung Utara. Kegiatan dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) Gerakan Pemuda Ansor? tersebut berlangsung Ahad-Selasa (26-28/3)

GP Ansor Lampung Utara Kemah Santri Nusantara 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Lampung Utara Kemah Santri Nusantara 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Lampung Utara Kemah Santri Nusantara 2017

Ketua GP Ansor Lampung Utara Masir Ibrahim mengatakan, tujuan kegiatan tersebut selain untuk memperingati hari lahir Gerakan Pemuda Ansor Ke-83, juga sekaligus menjalin silaturahim dan kebersamaan antarsantri se-Lampung Utara.

"Kemah Santri Nusantara? ini dihadiri seluruh peserta yang terdiri dari berbagai pondok pesantren dan pemuda yang ada di Lampung Utara, dan seluruh perkumpulan kepemudaan se-Lampung Utara. Mereka akan mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia," ujarnya.

Santri An Nur Slawi

Ia menambahkan, selain kemah bersama, akan dilaksanakan beberapa kegiatan seperti Bhakti Sosial, Lomba Olahraga, Lomba Baca Kitab Kuning, Hadrah, Kaligrafi dan lainya

"Nanti akan ada banyak item kegiatan yang diselenggarakan. Target kami, seluruh pondok pesantren se-Lampung Utara akan mengikutinya. Jadi akan terdiri kurang lebih 600 peserta," tutur Masir.

Santri An Nur Slawi

Dirinya berharap, acara tersebut dijadikan momentum untuk selalu membangkitkan semangat santri dan pemuda Lampung Utara dalam pembangunan, serta dapat mempererat persatuan dan kesatuan antar santri dan pemuda .

"Jangan cuma kita lihat seremonialnya, namun akan banyak manfaat yang bisa didapatkan dari Kemah Santri Nusantara ini," tutup Masir. (Cikael/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Ahlussunnah, Nasional Santri An Nur Slawi

Sabtu, 14 Oktober 2017

Kisah Nyai Wahid Hasyim Mendidik Gus Dur dan Kelima Adiknya

Tidak ada yang berat di pundak Nyai Hj Sholehah, ibu Abdurrahman Addakhil yang saat ini dikenal sebagai Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan kelima adik Gus Dur saat ditinggal untuk selama-lamanya oleh suami tercinta KH Abdul Wahid Hasyim. Wahid Hasyim wafat pada 19 April 1953 dengan meninggalkan 6 orang anak yang masih duduk di sekolah dasar.

Keenam anak tersebut yaitu Abdurrahaman Addakhil berusia 14 tahun dan baru lulus sekolah dasar saat itu. Konon nama ini berasal dari nama tokoh Bani Umayyah yang mendirikan Daulah Umayyah di Andalusia. Kedua, Aisyah berusia 12 tahun dan baru kelas 5 sekolah dasar, ketiga Salahuddin Al-Ayyubi yang kini dikenal Salahuddin Wahid berusia 10 tahun dan baru kelas 3 sekolah dasar.

Kisah Nyai Wahid Hasyim Mendidik Gus Dur dan Kelima Adiknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Nyai Wahid Hasyim Mendidik Gus Dur dan Kelima Adiknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Nyai Wahid Hasyim Mendidik Gus Dur dan Kelima Adiknya

Keempat, Umar Al-Faruq berusia 9 tahun dan baru duduk di kelas 2 sekolah dasar, kelima Lilik Khadijah yang baru berusia 5 tahun dan masih belajar di taman kanak-kanak, terakhir Muhammad Hasyim yang saat itu masih di dalam kandungan Nyai Sholehah yang baru berusia 3 bulan.

Ketika itu mereka menempati rumah di Jalan Matraman Barat atau di Taman Amir Hamzah. Perasaan sedih kala itu memang menggelayut dalam diri Nyai Sholehah ketika 6 orang putra-putrinya ditinggal KH Wahid Hasyim padahal mereka masih memerlukan kasih sayang seorang ayah. Wahid Hasyim meninggal dunia akibat kecelakaan mobil yang menimpanya saat perjalanan antara Jakarta dan Bandung.

Beban untuk mendidik hingga menyekolahkan keenam anaknya itu betul-betul sangat dirasakan oleh Nyai Sholehah karena tidak banyak peninggalan suaminya selain ilmu dan perjuangan yang tiada tara. Nyai Sholehah menuturkan, suaminya adalah seorang pejuang yang tentunya tidak banyak perhatiannya pada harta benda selain keikhlasan. Pada saat itu, kisahnya, kondisi dan keadaan negara tidak semaju sekarang ini.

“Jadi, walaupun jadi Menteri juga tidak banyak uang. Wal hasil tidak ada persiapan ekonomi apa-apa dan tidak meninggalkan warisan harta yang cukup untuk keperluan hidup dan pendidikan anak-anak,” tutur Nyai Sholehah (Risalah Islamyah, 1977: 28).

Santri An Nur Slawi

Namun demikian, bagi Nyai Sholehah yang terpenting suaminya telah meninggalkan ilmu pengetahuan dan pelajaran hidup yang sangat berharga untuk bekal anak-anaknya di masa yang akan datang. Hal ini menjadi keyakinan dirinya dalam setiap usaha yang dilakukannya agar keenam anaknya dapat mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, termasuk ketika Nyai Sholehah membuka usaha jualan beras.?

Santri An Nur Slawi

“Dalam usaha dagang beras itu, seingat saya bisa mendapat keuntungan Rp2,50 alias seringgit tiap kuintalnya,” ujar Nyai Sholehah (1977: 29).

Uang satu ringgit kala itu memang bukan uang yang sedikit sehingga usaha dagangnya itu mampu mencukupi bagi kehidupan dan pendidikan anak-anaknya. Usaha dagang beras terbilang sukses, Nyai Sholehah juga berusaha membuka usaha-usaha lainnya, seperti usaha leveransir (semacam jasa penyedia barang, red) bagi pembangunan Tanjung Priok kala itu.

Bagi Nyai Sholehah, meskipun suaminya seorang menteri, pejuang bangsa dan salah satu perumus dasar negara Indonesia, tidak lantas membuatnya bergantung pada sederet kiprah dan prestasi tersebut. Biarlah bangsa Indonesia yang menilai, mengingat, atau bahkan memberikan penghargaan setinggi-tingginya bagi KH Wahid Hasyim. Dalam hal inilah Nyai Sholehah berprinsip bahwa tidak ada usaha yang tidak pantas dalam mencari rezeki halal, tentu asal usahanya halal pula.?

Atas kerja kerasnya tersebut, Nyai Sholehah berhasil mencukupi kebutuhan bagi pendidikan keenam anaknya. Apalagi 6 anaknya tersebut terbilang anak-anak yang cerdas dan sholeh. Semua anaknya itu dididik dan disekolahkan di Jakarta untuk pertama kali, kemudian ada yang melanjutkan ke Jawa Tengah (Pesantren Tegal Rejo), ITB, dan Mesir.

Dalam hal pendidikan agama, ketika suaminya masih hidup, anak-anak Nyai Sholehah sering mengaji kepada ayahnya ? sendiri di tengah kesibukannya menjabat sebagai Menteri Agama. Tradisi shalat jamaah pun diterapkan betul oleh Nyai Sholehah untuk mewujudkan kedisiplinan anak-anaknya. Setiap maghrib harus berjamaah, lalu dilanjut dengan mengaji Al-Qur’an bersama-sama. Khusus malam Jumat, mereka juga diharuskan membaca tahlil secara berjamaah.

Dalam pandangan Nyai Sholehah, pendidikan agama sangat penting dalam membina moral anak-anak sehingga peran apapun yang dijalani anak-anaknya kelak, mereka tetap terjaga untuk taat kepada Tuhannya. Selain itu, pendidikan rohani juga mampu menjadikan anak tidak mudah minder (kecil hati) karena Islam mendidik manusia berhati besar tetapi tidak sombong.

Pendidikan berharga yang selalu ditekankan oleh Nyai Sholehah juga terkait dengan berusaha menjadi diri sendiri, beramal dengan karya sendiri, tidak menggantungkan dan membonceng orang lain, terutama membonceng kebesaran orang tua. Karena menurutnya, lebih baik menjadi orang besar karena karyanya sendiri daripada menjadi besar karena orang tuanya. Oleh sebab itu dalam pandangan Nyai Sholehah, bekal akhlak dan ilmu pengetahuan mempunyai peran yang sangat penting.

(Fathoni)

Disarikan dari Majalah Risalah Islamyah Jakarta, Edisi Nomor 7-IX, tahun 1977.?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Santri, Kyai, Ubudiyah Santri An Nur Slawi

Jumat, 13 Oktober 2017

PCNU Jember Minta Gerakan LP Maarif Diperluas

Jember, Santri An Nur Slawi. Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin menilai positif Festival Seni Anak Shaleh yang digelar LP Maarif Jember. Festival tersebut dapat merangsang anak-anak TK peserta fesitaval untuk berkreativitas sekaligus ajang penggalian bakat yang terpendam.?

“Namun yang lebih penting adalah pengenalan mereka terhadap ajaran Ahlussunnah wal jama’ah, karena materi yang difestivalkan adalah seputar Aswaja,” ucap Gus A’ab –sapaan akrabnya-- pada Santri An Nur Slawi di sela-sela pembukaan festival di GOR Pemuda, Kaliwates, Sabtu (26/1).

PCNU Jember Minta Gerakan LP Maarif Diperluas (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Jember Minta Gerakan LP Maarif Diperluas (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Jember Minta Gerakan LP Maarif Diperluas

Kendati demikian, menurut ? Gus A’ab, tidak bisa dipastikan bahwa anak-anak yang meraih juara di festival tersebut menjadi anak shaleh. Sebab, perjalanan masih panjang.?

Santri An Nur Slawi

Karena itu, ke depan mereka dan semua anak masih perlu bimbingan dan arahan agar tumbuh menjadi dewasa sebagai anak shaleh. “Kriteria anak shaleh itu ‘kan bertaqwa kepada Allah, tapi paling tidak ini sudah merangsang ke arah sana,” ungkapnya.

Dosen STAIN Jember itu juba meminta agar LP Maarif Jember bisa memperluas wilayah binaanya. Tidak hanya terfokus di Jember bagian selatan dan sebagian Jember utara. Sebab, masih banyak peluang pembinaan atau bahkan mendirikan TK di wilayah Jember timur dan barat.?

Santri An Nur Slawi

“Kalau melihat jumlah warga NU di Jember yang sekitar 95 persen, tentu jumlah TK Maarif dan Muslimat yang ada, jauh dari berimbang,” urai Gus A’ab.

Menanggapi itu, Ketua PC. LP. Maarif Jember, Suroto Bawani menandaskan, pihaknya sejak beberapa tahun lalu sudah berkoordinasi dengan pesantren dan MWCNU Jember timur. “Namun masih belum maksimal hasilnya. Masih butuh dorongan terus menerus,” katanya?

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Aryudi A. Razaq

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Ahlussunnah Santri An Nur Slawi

Ketegasan Kiai Zainal

Saat mengaji di Krapyak (1983-86), saya masih bocah berusia belasan. Gus Hilmi yang saat ini sudah menjadi salah satu pemangku pesantren, adalah adik kelas saya. Level saya adalah menamatkan bacaan Al-Quran bin nazhor kepada Kiai Zaini.

Saya belum masuk kelas Kiai Zainal yang terbilang tinggi. Namun, beruntung saya masih mendapatkan kesempatan sorogan setiap pagi (wajib bagi semua santri) kepada Kiai Ali Maksum yang saat itu masih menjadi Rais Aam PBNU.

Ketegasan Kiai Zainal (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketegasan Kiai Zainal (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketegasan Kiai Zainal

Saat kelas 3 Mts, semua siswa dikumpulkan di asrama B bersebelahan dengan siswa kelas 3 MA. Nah, letak asarama B ini (waktu itu) persis di sebelah kediaman Kiai Zainal. Dengan demikian, sekalipun saya tidak sempat mengaji langsung, interaksi fisik dengan beliau hampir setiap hari. Tutur katanya yang santun, hidupnya yang bersahaja kemana-mana naik sepeda, dan membujang, tak luput dari amatan saya. Waktu itu ibundanya masih ada dan tinggal bersama beliau.

Santri An Nur Slawi

Konon, beliau baru akan menikah jika Sang Ibu sudah wafat karena tidak ingin istrinya kelak "bentrok", yang akan mengakibatkan ibunya sakit hati. Ingat kisah Uwais Al-Qarny, kan? Dan memang benar, setelah Sang Ibunda wafat, beliau menikah setelah "dijodohkan" oleh Kiai Ali. Hajatan besar saat itu dan kami semua ikut menyaksikannya.

Ada dua peristiwa yang masih kuat dalam ingatan saya tentang Kiai Zainal. Suatu hari, beliau meminta saya membelikan obat nyamuk ke warung. Satu hal yang paling membahagiakan santri adalah menjalankan dawuh kiai. Saya menerima uang 100 rupiah yang beliau berikan. Saya bergegas pergi ke warung terdekat dan segera mengantarkan pesanan bersama uang kembaliannya.

"Dzulkifli, kok kembaliannya lebih 25 rupiah? Tempo hari seingat saya harganya 100," Kiai Zainal "protes" dan meminta saya mengembalikan kelebihan uang itu.

Santri An Nur Slawi

Saya agak bingung. "Harganya memang 75 rupiah kok, Kiai."

"Ooh ya sudah, ini ambil buat kamu," ujar beliau sambil memberikan uang kembalian itu.

"Kelebihan" 25 perak saja ternyata beliau nggak mau.

Lain waktu, di mata saya yang masih bocah, terjadi peristiwa yang luar biasa di masjid Krapyak, pada suatu hari Jumat yang bertepatan dengan giliran Kiai Ali memberikan khutbah. Awalnya khutbah berjalan lancar dan Kiai Ali sudah sampai pada doa penutup khutbah kedua.

Sebelum beliau turun, Kiai Zainal berdiri dan menyampaikan sesuatu. Lalu Kiai Ali kembali pada posisi khatib dan mengulangi dua khutbah Jumat secara cepat. Rupanya, pada khutbah kedua yang awal tadi beliau kelewat membaca "ittaqullah" yang merupakan rukun khutbah.

Tentu saja "keberanian" Kiai Zainal mengingatkan Kiai Ali dengan cara yang santun itu sangat mengesankan bagi saya. Beliau benar-benar ahli fiqh yang menerapkan fiqh dalam kesehariannya yang dibarengi jalan hidup zuhud yang sangat langka dipraktikkan lagi.

Alhamdulillah ... saya berkesempatan berinteraksi dengan Kiai Zainal. Sekalipun dalam segala keterbatasa usia saya waktu itu, saya masih bisa mendapatkan hikmah dari kehidupan beliau. Lahul fatihah ...

IIP DZULKIFLI YAHYA, warga NU tinggal di Australia, pernah nyantri di Krapyak

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Cerita, Amalan Santri An Nur Slawi

PCNU Cirebon Minta Pemerintah Stabilkan Harga Sembako

Cirebon, Santri An Nur Slawi - Ketua PCNU Kabupaten Cirebon H Aziz Hakim Syaerozi mengatakan, pelaksanaan Operasi Pasar Ramadhan (OPR) 2017 selalu memantau perkembangan harga. Jika ada komoditi yang turun harganya, pihak PCNU Cirebon ikut turunkan harganya. Tetapi bila ada yang naik, pihaknya tidak menaikkan harga.

Demikian disampaikan H Aziz Hakim pada OPR 2017 kelima hasil kerja sama PCNU Kabupaten Cirebon, Polres Cirebon, dan Bulog Sub Divre Cirebon di Aswaja Sharing Centre Kecamatan Gebang, Selasa (13/6).

PCNU Cirebon Minta Pemerintah Stabilkan Harga Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Cirebon Minta Pemerintah Stabilkan Harga Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Cirebon Minta Pemerintah Stabilkan Harga Sembako

"Pokoknya kami PCNU menjual sesuai harga beli di Bulog. Kami tidak mengambil untung sedikitpun. Sebaliknya kami patungan untuk operasional. Karena harga lumayan murah, Alhamdulillah setiap OPR warga antusias," kata Pembina Pondok Pesantren (Pontren) Assalafie Babakan, Ciwaringin itu.

OPR 2017 akan terus berjalan di kecamatan lain hingga Lebaran. Ikhtiar NU ini diharapkan bisa membantu masyarakat dan ia berharap pemerintah daerah juga bisa ikut melakukan stabilitas harga, di antaranya melalui pasar murah yang bersubsidi sehingga harganya bisa jauh lebih murah dari OPR NU-Polres.

Santri An Nur Slawi

Salah seorang pengunjung, Ratna (35), menyampaikan ketertarikannya dengan harga sembako di OPR yang berselisih dari harga warung atau pasar. Karena itu, ia membeli banyak, terutama untuk beras untuk keperluan zakat fitrah.

Santri An Nur Slawi

Di OPR, beras kualitas premium dijual Rp9.000/kg. Menurutnya, harga beras di warung-warung sudah di atas Rp10.000 dan diyakini bakal naik jelang lebaran.

"Harga telur juga lumayan murah. Meskipun selisihnya beberapa ribu, tapi kalau dikali sekian lumayan. Jelang Idul Fitri uang sangat berharga," kata dia tersenyum. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pondok Pesantren Santri An Nur Slawi

Kemenag-BI Kembangkan Layanan Keuangan Digital di Pesantren

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Kementerian Agama dan Bank Indonesia mengambil langkah strategis untuk memperkuat kesepahaman dalam pengembangan ekonomi pesantren dan penggunaan layanan keuangan digital (LKD). Penguatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (NK) tentang Koordinasi Pelaksanaan Elektronifikasi Pembayaran Bantuan Sosial antara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dengan Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo di Jakarta, Kamis (26/05) seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Kemenag-BI Kembangkan Layanan Keuangan Digital di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag-BI Kembangkan Layanan Keuangan Digital di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag-BI Kembangkan Layanan Keuangan Digital di Pesantren

Selain Menag, penandatangan NK dengan Gubernur BI juga dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar, serta Raden Harry Hikmat Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial yang mewakili Menteri Sosial.

Menag menyambut gembira Penandatangan NK ini, terlebih sebelumnya telah terjalin nota kesepahaman antara Kemenag dengan Bank Indonesia tentang Pengembangan Kemandirian Ekonomi Lembaga Pondok Pesantren dan Peningkatan Layanan Non Tunai untuk Transaksi Keuangan di Lingkungan Kementerian Agama yang ditandangani pada 5 November 2014 di Gedung Perwakilan Bank Indonesia wilayah IV Surabaya.?

Menurut Menag, NK yang kemudian dikenal dengan nama “Deklarasi Surabaya” itu ? memiliki dua substansi. Pertama, mendorong pondok pesantren sebagai penggerak sekaligus berperan sebagai instrumen sektor riil penguatan ekonomi berbasis masyarakat. Kedua, peningkatan transaksi keuangan non tunai baik yang menyangkut penyerapan anggaran berbasis APBN maupun transaksi keuangan di sejumlah mitra layanan di bawah binaan Kementerian Agama.?

Deklarasi Surabaya akan berakhir pada penghujung 2016 ini. Karenanya, Menag menyambut baik penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Koordinasi Pelaksanaan Elektronifikasi Pembayaran Bantuan Sosial yang merupakan perluasan dari Deklarasi Surabaya dengan menggandeng kementerian-kementerian terkait di dalamnya.

Santri An Nur Slawi

Menag mengaku, setelah penandatanganan Deklarasi Surabaya, terdapat capaian-capaian yang cukup menggembirakan, di antaranya: peningkatan kapabilitas santri sebagai penggerak ekonomi berbasis masyarakat dan digitalisasi layanan keuangan. Selain itu, pondok pesantren kini secara bertahap juga telah melebarkan kiprahnya, tidak hanya melahirkan ahli agama Islam, tapi juga penggerak ekonomi berbasis masyarakat.

“Penggunaan Layanan Keuangan Digital (LKD) pada beberapa pondok pesantren telah memberikan ruang transaksi yang semakin mudah, dekat, dan tidak berbelit-belit,” papar Menag. ? Putera mantan Menag alm. KH Saifuddin Zuhri ini menyatakan bahwa penggunaan LKD merupakan solusi keuangan non tunai yang praktis terutama pada koperasi-koperasi yang ada di dalam pondok pesantren.?

Santri An Nur Slawi

Ke depan, Menag berharap pondok pesantren sebagai pusat kajian keilmuan fiqih muamalah dan ekonomi syariah mendapatkan ruang aplikatif yang lebih luas sehingga ? dapat menyelesaikan problem-problem transaksi ekonomi yang berkembang dewasa ini. Pesantren juga dapat menjadi model pengembangan keuangan syariah di tingkat mikro.?

Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman ini, Menag optimis bahwa tata kelola Kementerian Agama berbasis APBN terutama pada akun bantuan sosial dapat meningkat akuntabilitasnya, karena penyalurannya menggunakan transaksi secara non tunai. Red Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Hikmah Santri An Nur Slawi

Kamis, 12 Oktober 2017

Foto-Foto Resolusi Jihad Dipamerkan

Surabaya, Santri An Nur Slawi. Foto-foto perjuangan Arek-arek Surabaya dalam "Resolusi Jihad" dipamerkan di Atrium Royal Plaza Kota Surabaya pada 5-11 November 2012.

Ketua Panitia Peringatan Resolusi Jihad GP Ansor Surabaya M. Hasyim Asyari mengatakan foto-foto yang dipamerkan berasal dari museum "Resolusi Jihad" Nahdatul Ulama (NU) di Jl. Bubutan, koleksi keluarga Gus Sholah (KH Sholahudin Wahid) Tebu Ireng Jombang, dan koleksi keluarga alm Hasyim Latif, yang dulu pernah menjadi komandan jihad fisabillah nasional.

Foto-Foto Resolusi Jihad Dipamerkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Foto-Foto Resolusi Jihad Dipamerkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Foto-Foto Resolusi Jihad Dipamerkan

"Tujuan dari pameran ini, adalah untuk meramaikan perayaan Hari Pahlawan di Surabaya dan membuat masyarakat tahu akan adanya keterlibatan warga NU," kata Hasyim saat pembukaan pameran, Senin.

Santri An Nur Slawi

Ketua PC Ansor Surabaya Muhammad Asrori Muslich mengungkapkan, Ansor sebagai badan otonom Nahdatul Ulama (NU) memiliki kewajiban untuk menginformasikan ke masyarakat mengenai "Resolusi Jihad" sebagai spirit perjuangan melawan kolonialisme saat itu.

Santri An Nur Slawi

"Resolusi Jihad NU itu wajib atau fardu ain untuk masuk dalam sejarah kemerdekaan Indonesia," katanya.

Menurut dia, "Resolusi Jihad" NU yang dilahirkan para kiai Jawa-Madura itu wajib diakui sebagai pencetus semangat perlawanan pada masa kemerdekaan.

Pembukaan pameran itu dihadiri putra kandung Pahlawan Nasional dari Surabaya Bung Tomo, Bambang Sulistomo dan keluarga almarhum K.H. Hasyim Latief selaku Komandan Laskar Hizbullah Jombang.

Sekretaris Rais Syuriah PWNU Jatim dr. Mohammad dalam sambutannya meminta agar generasi muda NU wajib menyerukan pencatatan sejarah tentang Resolusi Jihad NU. Selain itu, generasi muda saat ini juga harus berjiwa patriotisme dan nasionalisme.

"Ketika ada tersangka korupsi, hanya sesaat dilupakan, selanjutnya malah bisa mendapat jabatan lagi. Sementara, pahlawan yang melahirkan bangsa ini, justru dilupakan seterusnya. Kita harus selalu mengingat perjuangan itu sehingga kita selalu memiliki semangat kebangsaan yang jelas," ujar Mohammad.

Sementara Bambang Sulistomo mengingatkan bahwa perjuangan bangsa Indonesia harus terus dilestarikan. Menurutnya semangat perjuangan pahlawan itulah yang sudah mulai hilang pada generasi muda. 

"Semoga dengan acara itu, penghargaan kepada para pahlawan mulai tumbuh," kata Bambang.

Redaktur : Mukafi Niam

Sumber   : Antara 

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kyai, Berita, Olahraga Santri An Nur Slawi