Selasa, 27 Februari 2018

PBNU Siap Bantu Bebaskan Warga Korsel yang Disandera Taliban

Jakarta, Santri An Nur Slawi

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan siap membantu upaya pembebasan 21 warga sipil Korea Selatan (Korsel) yang disandera kelompok militan dan gerilyawan Taliban di Afganistan. Namun, upaya pembebasan itu tetap terbatas pada wilayah-wilayah tertentu yang menjadi kewenangan PBNU.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi kepada wartawan usai menerima dua Duta Besar (Dubes) negara sahabat untuk Indonesia; Dubes Korsel Mr Lee Sun Jin, Dubes Afganistan Zherazamin Kunary dan Kuasa Usaha Dubes Pakistan Ali Baz Khan, di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (1/8)

PBNU Siap Bantu Bebaskan Warga Korsel yang Disandera Taliban (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Siap Bantu Bebaskan Warga Korsel yang Disandera Taliban (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Siap Bantu Bebaskan Warga Korsel yang Disandera Taliban

Hasyim berjanji siap berpartisipasi secara moral dalam upaya pembebasan sandera yang diculik sejak 19 Juli lalu itu. Hanya saja, katanya, partisipasi itu tidak akan sampai memasuki wilayah diplomatik negara-negara yang bersangkutan. “Itu urusannya lebih ke pemerintah masing-masing. Yang kita lakukan adalah intensifikasi negosiasi,” ujarnya.

Santri An Nur Slawi

Presiden World Conference on Religions for Peace juga mengatakan akan mengusahakan berkomunikasi dan mendesak sejumlah ulama berpengaruh di beberapa negara, terutama negara-negara yang berdekatan dengan Afganistan. Pun ia berharap, organisasi-organisasi Islam di dunia turut melakukan hal yang sama.

“Saya minta juga kepada ulama-ulama dan komunitas Muslim di dunia untuk menyuarakan upaya-upaya pembebasan, demi kemanusiaan. Saya berharap juga pihak Korsel mampu mengikutsertakan komunitas Muslim di negaranya,” terang Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur, itu.

Santri An Nur Slawi

Meski tak memiliki akses dengan pihak Taliban, namun Hasyim mengatakan akan mencoba menghubungkan dengan para ulama di negara tersebut. Utamanya para ulama yang telah berkomunikasi dengan NU saat hadir pada Konferensi Ulama/Cendikiawan Muslim se-Dunia (International Conference of Islamic Scholars/ICIS) yang digelar PBNU beberapa waktu lalu. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pesantren Santri An Nur Slawi

Ratusan Pendekar Se-Jawa-Bali Bertanding di UNU Sidoarjo

Sidoarjo, Santri An Nur Slawi

Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat NU Pagar Nusa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) pada Senin (23/5) telah resmi dilantik. Pengukuhan tersebut bertepatan dengan pembukaan kejuaraan pencak silat Pagar Nusa Unusida Open 2016 se-Jawa-Bali yang diikuti sekitar 500 peserta dan tim pendamping.

Acara yang digelar di Hall Rahmatul Ummah Annahdliyah itu berlangsung selama 4 hari, 23-26 Mei 2016, dengan mempertandingkan lima kelas putra-putri dan dua kategori, yakni tarung dan seni.

Ratusan Pendekar Se-Jawa-Bali Bertanding di UNU Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Pendekar Se-Jawa-Bali Bertanding di UNU Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Pendekar Se-Jawa-Bali Bertanding di UNU Sidoarjo

Ilham Athoillah, ketua UKM yang juga ketua panitia kejuaraan tersebut mengatakan, Unusida Open 2016 merupakan program kerja pertama UKM yang dipimpinnya yang sengaja dilaksanakan bersamaan dengan acara pengukuhan.

Santri An Nur Slawi

Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifudin yang merupakan mantan ketua Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa Sidoarjo membuka secara resmi Unusida Open 2016, yang ditandai dengan pemukulan gong pertandingan dan diiringi Shalawat Nabi.

Santri An Nur Slawi

Cak Nur, sapaan Wakil Bupati Sidoarjo, saat memberi sambutannya di depan para peserta menyampaikan, pendekar Pagar Nusa merupakan benteng NU dan NKRI, karena itu masa depan NU dan Indonesia salah satunya berada di pundak mereka. "Kalian-kalianlah yang menjaga masa depan NU dan keutuhan NKRI dari berbagai hal yang mengancam," tegasnya.

Menurut Cak Nur, Pagar Nusa merupakan organisasi yang punya andil besar dalam membentuk karakter, terutama membentuk mental para pemimpin. Diharapkan para peserta yang sebagian besar masih berstatus pelajar dan mahasiswa kelak menjadi manusia yang memiliki jiwa besar.? ? ? ?

?

Dukungan pun datang dari Rektor Universitas NU Sidoarjo Dr. Fatkul Anam. Ia berharap, ajang kejuaraan tersebut menjadi agenda tahunan UKM Pagar Nusa UNU Sidoarjo. "Ini salah satu agenda yang mudah-mudahan bisa jadi agenda tahunan," ungkapnya. (Aprilia Zahrani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Nasional, Ulama Santri An Nur Slawi

Nahdliyin di BPN Lippo Cikarang Peringati Maulid

Bekasi, Santri An Nur Slawi. Masyarakat di lingkungan kompleks BPN Lippo Cikarang, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah ke-89 NU, Ahad (1/2) malam. Grup hadroh Ahbaburrosul Karawang, menambah khidmat peringatan tersebut yang bertempat di masjid Attaqwa kompleks BPN Lippo Cikarang.

Nahdliyin di BPN Lippo Cikarang Peringati Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin di BPN Lippo Cikarang Peringati Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin di BPN Lippo Cikarang Peringati Maulid

Penyampai taushiyah pada malam itu ialah KH Hasanuri Hidayatullah dan pengasuh Majelis Ahbaburrasul Karawang Habib Alwi Ba’alawi.

Ketua Panitia Arief Widhiharto dalam sambutannya mengingatkan warga NU untuk tetap menjaga keutuhan NKRI. “Penting sekali untuk ikut kepada para guru dan ulama.”

Santri An Nur Slawi

Sementara Habib Alwi mengatakan, peringatan maulid Nabi SAW merupakan bukti cinta umat kapada Nabi Muhammad SAW. peringatan ini menurutnya, layak menjadi media untuk memperbaiki akhlak keseharian umat dengan mencontoh akhlak mulia kanjeng Nabi.

Ia menegaskan pentingnya beristiqomah mengamalkan Aqidah Aswaja. “Jangan pedulikan sekelompak orang yang mengharamkan maulid. Mereka yang mengharamkan maulid, bukti bahwa mereka tidak cinta kepada Nabi Muhammad SAW.”

Santri An Nur Slawi

Sementara KH Hasanuri menjelaskan dengan detil makna dan fadillah istighfar. “Walaupun Nabi SAW terbilang ma’shum, Beliau tetap beristighfar kepada Allah. Beristigfar dan bersholawat akan membawa Indonesia lebih baik.” (Bahrudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Daerah, Nasional Santri An Nur Slawi

Senin, 26 Februari 2018

PBNU Gelar Tahlil 7 Hari dan Sembahyang Ghaib

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar upacara tahlilan selama 7 hari dan sembahyang ghaib untuk? KH Achmad Warsun Munawwir yang akrab disapa Mbah Warson. Keduanya diadakan di Masjid An-Nahdlah, Gedung PBNU, Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat.

Sembahyang jenazah ghaib dimulai besok setelah menunaikan sembahyang Jumat. Setelah itu, ucapara tahlilan dan doa bersama digelar selama 7 hari berturut-turut untuk mendiang alm KH Achmad Warson Munawwir, pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta.

PBNU Gelar Tahlil 7 Hari dan Sembahyang Ghaib (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gelar Tahlil 7 Hari dan Sembahyang Ghaib (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gelar Tahlil 7 Hari dan Sembahyang Ghaib

Selain itu, PBNU mengimbau kepada seluruh lembaga, lajnah, dan badan otonom NU untuk menggelar tahlilan dan doa bagi alm Mbah Warson, seorang putra pengasuh pondok pesantren salafiyah tertua di Yogyakarta, KH Munawwir.

Santri An Nur Slawi

Upacara tahlil 7 hari dan doa bersama merupakan satu bentuk belasungkawa segenap warga NU atas wafatnya Mbah Warson.

Mbah Warson, penulis Kamus Bahasa Arab-Indonesia terkenal yang berjumlah sedikitnya 1600 halaman, menutup usia di kota Yogyakarta pada pukul 6.00, Kamis (18/4) pagi. Mbah Warson wafat pada usia kurang lebih 79 tahun (1934-2013).?

Santri An Nur Slawi

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Aswaja Santri An Nur Slawi

Minggu, 25 Februari 2018

Beduk Ditabuh, Munas NU Dibuka

Cirebon, Santri An Nur Slawi. Perhelatan akbar Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012 yang digelar di Pondok Pesantren Kempek Cirebon dibuka secara resmi oleh Rais Aam KH MA Sahal Mahfudh, Sabtu (15/9).



Beduk Ditabuh, Munas NU Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Beduk Ditabuh, Munas NU Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Beduk Ditabuh, Munas NU Dibuka

Pembukaan ditandai dengan pemukulan beduk pada pukul 10.09 WIB. Turut hadir dalam kesempatan ini Wakil Rais Aam KH A Mustofa Bisri, Katib Aam KH Malik Madani, Ketua Umum PBNU KH Said AAqil Siroj, Wakil Ketua Umum KH As’ad Said Ali, serta segenap jajaran pengurus syuriyah dan tanfidziyah PBNU, PWNU, dan ratusan ulama non-struktural NU. Ribuan massa nahdliyin lainnya juga hadir menyemarakkan upacara pembukaan.

Dalam khutbah iftitah, Kiai Sahal mengajak semua warga Nahdliyin untuk mengoptimalkan perannya di berbagai bidang, baik untuk kepentingan internal umat maupun bangsa secara umum.

“Peran NU di bidang sosial harus terus menerus dipertahankan. Di bidang ekonomi, pendidikan harus selalu ditingkatkan,” pintanya.

Santri An Nur Slawi

Menurutnya, Munas dan Konbes NU ini merupakan bentuk evaluasi diri sekaligus tanggung jawab ormas terbesar ini kepada masyarakat. “NU merasa berkewajiban menyumbangkan pikiran-pikiran dan proaktif untuk kelangsungan tujuan NKRI,” tuturnya.

Santri An Nur Slawi

“Kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kesuksesan Munas, atas nama PBNU mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya. Jazakumullah khairan katsiran,” katanya sebelum akhirnya ditutup doa oleh Tuan Guru Turmuzi.

Redaktur : Hamzah Sahal

Redaktur : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kiai, Humor Islam Santri An Nur Slawi

Kedatangan Ketua Umum PBNU ke Istana Dianggap Wajar

Jakarta, Santri An Nur Slawi. kedatangan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj ke Istana Negara untuk bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), baik dalam kapasitas sebagai Ketua Umum PBNU atau Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dinilai sebagai sesuatu yang wajar.

“Kami tidak merasa keberatan dengan kedatangan Kiai Said ke Istana Negara," kata seorang aktivis NU Ahmad Joyo Bintoro di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (20/3). Kunjungan itu, menurutnya, merupakan bagian dari cara komunikasi pimpinan Ormas dan Kepala Negara.

Kedatangan Ketua Umum PBNU ke Istana Dianggap Wajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kedatangan Ketua Umum PBNU ke Istana Dianggap Wajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kedatangan Ketua Umum PBNU ke Istana Dianggap Wajar

Pernyataan ini disampaikannya terkait kritik Ketua Lembaga Kajian dan Survey Nusantara (LAKSNU) Gugus Joko Waskito atas kedatangan KH Said Aqil Siroj dan pimpinan 13 Ormas Islam ke Istana Negara.

Santri An Nur Slawi

"Jika saudara Gugus Joko mengatakan dirinya kader muda NU, saya juga kader muda NU. Menurut saya kunjungan itu adalah bentuk komunikasi pimpinan Ormas dengan pemimpin pemerintahan. Komunikasi antara Ormas yang mewakili masyarakat sebagai anggotanya dengan Presiden atas kedudukannya sebagai Kepala Negara. Itu hal wajar yang tidak perlu diperdebatkan," urai Bintoro. 

Santri An Nur Slawi

Dalam keterangannya Bintoro juga meminta sesama aktivis NU untuk menyampaikan kritik dengan sopan santun. Ada adab yang harus diindahkan oleh setiap Nahdliyin, katanya.

Mengenai tudingan Kiai Said sudah mempolitisir NU melalui kedatangannya ke Istana Negara, dengan tegas Bintoro menyampaikan bantahannya.

"Saya menolak anggapan Kiai Said sudah mempolitisir NU. Sebaliknya, saya menganggap kritik atas kedatangan Kiai Said ke Istana penuh muatan politik," pungkas Bintoro.

Lebih lanjut Bintoro juga mengatakan, Ormas Islam itu tidak boleh tidak peduli dengan kondisi dan perkembangan pengelolaan Negara, karena terselenggaranya pemerintahan yang baik merupakan prasyarat terwujudknya penegakan hukum, terbinanya tertib sipil dan terjaminnya masyarakat dalam menjalankan syari’at agama. 

Seperti diwartakan, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Kamis (14/3) kemarin memimpin pimpinan 13 Ormas Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) memenuhi undangan Presiden SBY ke Istana Negara.

Dalam pertemuan tersebut selain dilaporkan keberadaan LPOI yang sudah mendapatkan pengakuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), juga disampaikan pernyataan sikap perihal penuntasan sejumlah kasus hukum, pemberantasan narkoba dan terorisme.

Foto: KH Said Aqil Siroj dan Presiden SBY saat menghadiri Munas-Konbes NU di Cirebon, September 2012 lalu.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis    : Samsul Hadi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Jadwal Kajian, Hadits, Anti Hoax Santri An Nur Slawi

Sabtu, 24 Februari 2018

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten

Jakarta, Santri An Nur Slawi

Kementerian Agama akan kembali menggelar  Pekan Olahraga Seni Pesantren Nasional (Pospenas). Kali ini, gelaran Pospenas yang ke-7 ini akan diselenggarakan di Provinsi Banten. Proses persiapan terus dilakukan dan sampai saat ini telah mencapai 60–70%.

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Olah Raga Santri Ke-7 Akan Digelar di Banten

Hal ini diketahui saat Rapat Koordinasi Pospenas, di Ruang Sidang Setjen Kementerian Agama, Gedung Kemenag Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (07/03) sore. Hadir dalam rapat tersebut, perwakilan dari Kemenag Pusat yang dipimpin Direktur PD Pontren yang juga Ketua I Panjatapnas Pospenas, Mohsen, Kakanwil Kemenag Banten, Agus Salim, Perwakilan dari Kemenko PMK, Kemenpora, Kemendikbud, Kemenpar, Kemendagri, Pemrov Banten dan lain sebagainya. Demikian dikutip dari laman kemenag.go.id.

Popenas sendiri disepakai digelar pada 22–28 Oktober 2016 mendatang. Masih didiskusikan, tentang Maskot Pospenas. Sementara, ada usulan Maskot diberi nama Si Udin, yang merupakan kependekan dari Santi Indoensia Ulet Dedikatif Integritas dan Nasionalis.

Sebelumnya, Sekjen Nur Syam menyatakan, Pospenas diadakan bertujuan untuk membina para santri terutama yang ada di pondok pesantren untuk menggali potensi di bidang olahraga dan seni. “Yang terpenting adalah meningkatkan ukhuwah islamiyah di kalangan santri, serta meningkatkan budaya berolahraga dan seni yang bernuansa islami,” terang Sekjen.

Selain itu, Pospenas juga digelar untuk memberikan  apresiasi dan mengembangkan khazanah budaya bangsa. “Pospenas ini adalah salah atu bagian dari membangun manusia yang beriman dan bertakwa, sehat jasmani dan rohani, berkualitas unggul, sportif, dan berdaya saing tinggi,” terangnya.

Santri An Nur Slawi

Sementara itu, Gubernur Banten Rano Karno beberapa waktu lalu juga berjanji, Banten siap menjadi tuan rumah yang sukses. Baik sukses pelaksanaan, sukses prestasi, sukses ekonomi maupun administrasi. 

Santri An Nur Slawi

Dalam Pospenas VII ini kali, akan mempertandingkan 11 cabang olahraga, yakni atletik, bola basket, bola voli, bulu tangkis, futsal, sepak takraw, tenis meja, pencak silat, senam santri, dan panahan. Sementara 12 cabang seni yakni kasidah, hadrah, stand up comedy, pidato tiga bahasa, seni lukis islami, cipta puisi, kaligrafi hiasan mushaf Alquran, kriya, fragmen, pakeraf, dan fotografi Islam. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Santri, Sholawat, Pondok Pesantren Santri An Nur Slawi

Jumat, 23 Februari 2018

NU Tegaskan Kembali Haramnya Kuis SMS

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Nahdlatul Ulama kembali menegaskan keharaman mengikuti dan menyelenggarakan kuis layanan pesan singkat (SMS) dan telfon. Kuis yang sedang marak ini mengandung unsur maisir atau gambling alias taruhan yang dilarang secara tegas dalam kitab suci Al-Quran.

Penegasan itu disampaikan dalam Bahtsul Masail Diniyah Waqiiyyah (pembahasan masalah-masalah aktual keagamaan) di kantor PBNU, Jakarta, Selasa (15/8) malam. Bahtsul masail dilakukan oleh para kiai dari jajaran syuriah PBNU dan utusan dari Lajnah Bahtsul Masail NU (LBM) dari beberapa daerah yang telah diamatkan oleh Munas dan Konbes lalu untuk merampungkan beberapa persoalan keagamaan yang belum selesai dibahas waktu itu.

Ditegaskan bahwa hadiah yang diterima oleh satu dari ribuan peserta kuis yang membayar harga pulsa melebihi tarif biasa itu tidak bisa disebut sebagai hadiah dalam pengertian hukum Islam. Hadiah dalam kuis itu lebih tepat disebut sebagai judi yang secara tegas dan jelas haram hukumnya.

NU Tegaskan Kembali Haramnya Kuis SMS (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tegaskan Kembali Haramnya Kuis SMS (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tegaskan Kembali Haramnya Kuis SMS

"Bayangkan jika satu SMS sang bandar memperoleh Rp. 2000 dikalikan ribuan peserta kuis, semantara yang menang hanya mendapatkan 1 sampai lima juta. Kuis ini hanya menjadi sarana untuk mencari keuntungan bagai para pemberi hadiah atau bandarnya," kata M. Kholil Nafis, salah seorang peserta sekaligus sekretaris Bahtsul Masail.

Warga Nahdliyyin dan masyarakat secara umum dihimbau untuk tidak terpengaruh dengan iming-iming para penyelenggara kuis. Dikatakan, kuis semacam itu hanya menyebabkan masyarakat malas dan mengharap sesuatu keuntungan tanpa melalui kerja.

Selain kuis berhadiah, bahtsul masail juga membahas dan mengesahkan 4 masalah yang belum sepenuhnya tuntas dibahas pada Munas Surabaya yakni tentang kalimat sumpah jabatan, merubah bentuk wajah (face of), infotainment, dan perdagangan orang.

Santri An Nur Slawi

Hingga Rabu (16/8) pagi, bahtsul masail yang dipimpin oleh Rais Syuriah PBNU KH. Masyhuri Naim dan KH. Maruf Amin itu masih berlangsung. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Kajian Sunnah, Aswaja Santri An Nur Slawi

Mengenang KH Abdul Hamid Baidlowi

KH Abdul Hamid Baidlowi Pengasuh Pondok Pesantren Al-Wahdah Lasem lahir di Lasem 30 Desember 1945 wafat 15 Juni 2014 atau 17 Sya’ban 1435 H. Beliau putra KH Baidlowi Lasem salah seorang pendiri NU, Raisul Akbar Thariqah NU se Indonesia, pencetus gagasan status Presiden RI Ir H Soekarno sebagai "Waliyyul Amri ad-Dhoruri bis Syaukah" pada saat Indonesia dalam keadaan ? genting krisis kepemimpinan nasional terancam berbagai pemberontakan di beebagai daerah.

Silsilah keturunan selengkapnya beliau? menyambung sampai Ki Joyotirto selanjutnya sampai Mbah Sambu keturunan Pangeran Benawa putra Jaka Tingkir atau Sultan Pajang.? Pendidikannya di masa muda di Pondok Pesantren Al-Wahdah Lasem, Tebuireng Jombang, Pesantren Sarang Kab. Rembang dan Makkah.

KH Musthofa Bisri Rais Am PBNU setelah menjadi imam shalat jenazah beliau di Masjid Jami’ Lasem menyatakan almarhum sebagai ulama yang sangat teguh memegang prinsip dan juga hatinya sangat lembut. Demikian menurut Gus Mus yang pernah menjadi kakak iparnya.

Kiai Hamid kemudian menikah dengan Ning Jamilah alumni Pesantren Al-Hidayat Lasem di bawah pengasuh Nyai Nuriyyah Ma’shoem. Putri dari Kiai Kholil Pengasuh PP Darul Ulum Burneo Bojonegoro yang di masa mudanya secara heroik dengan jadug membawa bom berupa kerikil dan ikut naik merobek bendera Belanda di Hotel Yamato dalam pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya.

Mengenang KH Abdul Hamid Baidlowi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenang KH Abdul Hamid Baidlowi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenang KH Abdul Hamid Baidlowi

Nyai Hj Jamilah kini dikenal sebagai muballighah yang istiqamah? mengisi pengajian di berbagai daerah. Pernikahannya dengan KH A. Hamid dikaruniai beberapa putra-putri antara lain Gus Ahfas, alumni Makkah. KH A. Hamid besanan dengan Pengasuh Pesantren Ploso Kediri, Pesantren Mranggen Demak, dan almarhum? Kiai Chudori Magelang

Beliau seorang orator, kharismatik, unik dan politisi ulung. Ketokohannya sampai tingkat nasional diakui seperti yang disampaikan oleh KH Maemun Zubair Sarang menilai adik iparnya itu. Kepiawaiannya berbagi peran dan zig zag di banyak kaki sering membuat bingung lawan bahkan kadang kawannya sendiri.

Santri An Nur Slawi

Di masa mudanya sampai beberapa tahun lamanya memimpin PCNU Lasem. Setahun sebelum wafatnya beliau sempat tercatat sebagai Ketua Dewan Syuro atau penasehat nasional FPI (Front Pembela Islam). Di kalangan NU, ormas Islam lainnya serta kalangan luas beliau sangat disegani karena kewibawaannya, keberaniannya, keteguhannya, kealimannya sebagai ahli hadits dan keturunannya.

Keihlasannya berjuang amar ma’ruf nahi munkar membuat dirinya rela berkorban, bersikap tegas menerima resiko meski tidak populer atau tidak disukai orang.

Di masa adanya NU tandingan pimpinan Abu Hasan, beliau Mbah Mik biasa dipanggil duduk di dalamnya sebagai pengurus penting. Kedudukannya sebagai ulama sesuai sifat ulama menurut penulis berperan besar dalam rangka hidmah menjaga keseimbangan, check and balance, mengontrol dari dalam agar tandingan NU tersebut terkendali tidak bertindak melampaui batas, sehingga NU tetap selamat, kuat dan aman melewati gelombang bahtera pemerintahan refresif masa itu.

Ketika ada beberapa tokoh NU rame-rame membela Syiah mengamankan stempel status sosial dirinya ? sebagai tokoh toleran, Kiai Hamid secara tegas berpidato dimana-mana menolak ajaran Syiah sambil menulis makalah bahkan mengarang Kitab kelemahan Syiah secara syar’i. Menurut penulis adanya tokoh besar yang keras menolak untuk menjaga keseimbangan, memberi petunjuk kepada ummat, membuat garis bahwa antara NU dan Syiah ajarannya berbeda, Agar keaslian/ kemurnian ajaran Islam yang diamalkan NU tetap terjaga, tidak disusupi/diinfiltrasi ajaran lain.Artinya kalau membela Syiah bukan berarti kebablasan atau salah kaprah mengakui atau menyatakan ajarannya benar. Yang benar adalah ajaran NU, sesuai i’tiqad nahdliyyin.

Santri An Nur Slawi

Keponakannya, KH Najih Maimoen Zubair kerap diajak Mbah Mik mengikuti forum lintas ormas menghadapi tantangan dakwah terkini. Beliau sesungguhnya menerima toleransi perbedaan, namun tidak setuju istilah pluralisme karena ideologi asing dan liberal itu dinilai tidak sejalan dengan Islam dan Pancasila. Kata beliau, sambil mengoreksi, yang ? benar adalah pluralitas tanpa isme, seperti dituturkan kepada penulis semasa hidup.

Ketika Pesantren Azzaitun Indramayu membeli lahan cukup luas untuk membuka cabang di Kec.Sluke tidak jauh dari Lasem, Kiai Hamid dengan enteng dan lantang menentang keras kehadiran Az-Zaitun. Siapa pun segan dan tidak berani berhadapan dengan ulama besar tanpa kompromi itu dengan pergaulan cukup luas lintas ormas bahkan dunia Islam.

Di masa kepemimpinannya di PCNU Lasem, PP Al-Wahdah Lesem yang diasuhnya menjadi tuan rumah Kongres PP IPNU-IPPNU. Juga konsolidasi lahan dan pembangunan lembaga pendidikan di bawah LP Ma’arif terdiri dari dari MA NU, SMP NU dan SMK NU yang berdiri cukup megah, kemudian dilanjutkan pada periode PCNU di bawah KH.Rogib Mabrur dan KH M. Zaim Ahmad Ma’shoem semakin maju.

Jasanya terhadap umat Islam termasuk di dalamnya terhadap NU seperti disebutkan di atas. Atas jasanya juga telah berdiri megah Masjid Al-Khitthah, Tulis Lasem.

Secara tidak langsung di bawah pengaruh beliau selama bertahun-tahun stabilitas Kota Lasem dan sekitarnya kondusif, contohnya terbukti atas dasar ? penolakan warga setempat dan berbagai elemen ummat Islam akhirnya Bupati? Rembang secara resmi menutup selamanya rencana pendirian megaproyek Stakong yang beralasan dibangun di tengah-tengah mayoritas mutlak komunitas muslim. Apalagi kondisi pembangunan lembaga Islam di sekitarnya masih berbenah.

KH Abdul Hamid Baidlowi tercatat sebagai Anggota DPA RI tahun 1998-2004. Kedudukan beliau sebagai penasehat presiden dalam kapasitas dirinya sebagai ulama sejak masa Kepresidenan Prof.Ir.B.J.Habibie, KH.Abdurrahman Wahid, Megawati sampai DR.H.Susilo Bambang Yudhoyono tentu masukan/ pertimbangan beliau tersebut bagi pembangunan Indonesia menorehkan tinta emas yang dicatat dalam berita acara lembaran negara.

Dan di masa Pilpres sekarang ini yang menegangkan bagi masing-masing kubu mungkin bertanya-tanya termasuk yang dulu berseberangan dengannya baru menyadari dan membutuhkan figur beliau andaikan beliau masih hidup begitu berarti dan pentingnya beliau, memiliki pengaruh dan relasi? yang? sangat kuat sebagai perekat persatuan.

Sebagai pribadi beliau dikenal mencintai keluarga. Bahkan terhadap ? keluarganya yang relatif agak jauh yang mendapat cobaan fitnah yang cukup besar dan agak lama belum silaturahmi beliau menanyakan kepada saya bagaimana kabarnya sambil bergumam bagaimana pun masih keluarga saya.

Kalau kita lebih dekat padanya akan mendapatkan beliau pribadi yang santai meski sikapnya tegas, mungkin orang lain melihatnya keras. Seperti panutannya, pribadi mulia Sayyidina Umar bin Khatthab RA, dakwahnya efektif.

KH A.Thoyfur,MC Lasem yang di masa karirnya di politik sempat berseberangan dengannya menyampaikan pada kadernya: Justru sikapnya itu sebenarnya beliau ingin mengangkat level saya. Ketika KH.A.Thoyfur wafat ada yang melihat beliau menitikkan air mata, bahkan beliau juga yang menikahkan putranya.

Demikian riwayat singkat beliau. Kutulis selaku santri sebagai tanda cintaku pada ulama. Sebagai penghormatan masa 7-40 hari wafatnya. Lahul Faatihah…!

Lasem, 30 Juni 2014

Abdullah Hamid, Pengelola Pustaka Sambua Lasem

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Nahdlatul, Sejarah, Pemurnian Aqidah Santri An Nur Slawi

Kamis, 22 Februari 2018

Konfercab Fatayat Kudus Amanahkan Miftahrrohmah sebagai Ketua

Kudus, Santri An Nur Slawi

Konferensi Pimpinan Cabang IX Fatayat NU Kabupaten Kudus IX memberikan amanah kepada Miftahurrohmah untuk memimpin PC Fatayat NU Kudus lima tahun ke depan. Konfercab yang berlangsung di SMU Islam Almaruf, Senin (24/4), itu bertepatan dengan hari lahir ke-64 Fatayat NU.

Ditemui terpisah setelah terpilih? Miftahurrohmah yang juga Dosen STAIN Kudus tersebut menyatakan, tantangan ke depan adalah bagaimana PC Fatayat NU Kabupaten Kudus mampu menyiapkan, mendidik, menata dan mendistribusikan kader perempuan NU. Menurutnya, usia yang ke-67 tahun adalah usia yang dewasa untuk sebuah organisasi kader perempuan NU.

Konfercab Fatayat Kudus Amanahkan Miftahrrohmah sebagai Ketua (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab Fatayat Kudus Amanahkan Miftahrrohmah sebagai Ketua (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab Fatayat Kudus Amanahkan Miftahrrohmah sebagai Ketua

"PC Fatayat NU Kudus sebagai salah satu basis terbesar kader NU Jawa Tengah punya peranan yang sangat strategis dalam rangka menyiapkan, mendidik, menata, dan mendistribusikan kader kader perempuan NU di tengah masyarakat," katanya.

Santri An Nur Slawi

Miftahurrohmah menambahkan, ke depan Fatayat NU Kudus harus mampu melakukan konsolidasi sampai tingkat basis dalam rangka proses kaderisasi sehingga tercipta kader-kader perempuan yang militan, profesional, berwawasan luas, dan berakhlakul karimah. Fatayat NU Kudus juga mesti mampu mendistribusikan kader kadernya pada semua level tingkatan dalam rangka mengembangkan paham Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah yang toleran di tengah berkembangnya paradigma masyarakat yang semakin ekslusif dan diskriminatif.

Santri An Nur Slawi

Menyinggung soal isu nasionalisme, mantan pengurus PW IPPNU Jateng tersebut berkomentar bahwa Fatayat NU Kudus mesti mampu bersinergi dengan organisasi kepemudaan lainnya dalam rangka menjaga stabilitas, persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI.

Forum tertinggi tingkat cabang Fatayat ini dibuka secara resmi oleh Agus Hari Ageng, Sekretaris PCNU Kudus. Turut hadir Hj. Tazkiyyatul Mutmainnah dari Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah, serta utusan sejumlah badan otonom NU dan organisasi kepemudaan di Kabupaten Kudus. Dalam amanahnya, PCNU menitikberatkan pada pentingnya kaderisasi dan pembinaan kader perempuan NU.

Pemilihan ketua Fatayat NU yang berlangsung dua kali putaran tersebut memilih Miftahurrohmah sebagai ketua PC Fatayat NU Kabupaten Kudus masa khidmah 2017-2022. Suara Miftahurrohmah unggul dari calon laonnya mengalahkan,? Siti Nafisatun, dengan selisih 20 suara. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Tegal Santri An Nur Slawi

Rabu, 21 Februari 2018

Percaya pada Pantangan

Masih umum kita temukan di lingkungan masyarakat awam adanya kepercayaan yang tidak sejalan dengan syariah. Terutama kepercayaan memantang (meninggalkan) sesuatu perkara dengan alasan kalau-kalau apa yang dilakukan itu mendatangkan mudharat pada dirinya ataupun keluarganya.

Misalkan saja kepercayaan yang masih mengakar adalah pantangan menyembelih bagi seorang suami yang istrinya dalam keadaan hamil. Takut jikalau si jabang bayi yang ada dalam kandungan ibunya akan menuruti sifat hewan yang disembelih bapaknya. Demikian juga dengan kepercayaan terhadap pantangan yang lain.

Hal ini perlu diluruskan, bahwasanya Allah swt telah menentukan nasib seseorang di zaman azali yang dikenal dalam bahasa ilmu tauhid dengan istilah taqdir. Yang mana taqdir ini tidak dapat dirubah oleh siapapun dan apapun. Dalam sebuah hadits disebutkan:

Percaya pada Pantangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Percaya pada Pantangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Percaya pada Pantangan

فرغ اÙ„له من أربع من اÙ„خلق واÙ„أجÙ„ واÙ„رزÙ‚ واÙ„خلق

Allah telah usai menetapkan empat perkara, kejadian, ajal, rizqi dan perangai.

Demikianlah jikalau ingin menyembelih hewan ketika istri hamil, sembelihlah secara syariah dengan membaca bismillah. Insyaallah si jabang bayi akan menurui karakter bapak ibunya bukan karakter hewan sembelihan. (ulil H)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi AlaNu, Olahraga, AlaSantri Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi

Gus Mus: Ulama Jangan Pamerkan Kemewahan

Semarang, Santri An Nur Slawi. Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Musthofa Bisri (Gus Mus) berpesan agar para ulama mengikuti jejak Rasulullah SAW dalam berdakwah kepada masyarakat. Ulama hendaknya meresapi dan mengawali sendiri setiap petunjuk atau ajaran yang didakwahkan, termasuk ajaran hidup sederhana.

Gus Mus: Ulama Jangan Pamerkan Kemewahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Ulama Jangan Pamerkan Kemewahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Ulama Jangan Pamerkan Kemewahan

"Jangan sampai para ulama justru pamer kemewahan dan kekayaan, padahal agama mengajarkan untuk hidup sederhana. Ajaran-ajaran agama adalah ajaran yang Universal yang bukan hanya harus dilaksanakan oleh rakyat saja, tetapi juga oleh para ulama," tutur Gus Mus di hadapan ribuan hadirin di halaman Masjid Baitur Rahman Simpang Lima Semarang, Sabtu (30/6).

Menurut Gus Mus, para ulama hendaknya memiliki empati yang sangat tinggi terhadap keadaan masyarakat di sekitarnya. Para ulama harus meneladankan kehidupan yang sederhana, ramah dan santun.

Santri An Nur Slawi

"Jangan sampai ada ulama mengajarkan kesantunan tetapi dia sangat garang. Jangan sampai ada ulama mengajarkan kesabaran tetapi dia sendiri amat rakus pada dunia," tandas Kyai asal Rembang ini.

?

Lebih lanjut Gus Mus juga berpesan, hendaknya selalu bersikap rendah hati dan tidak sombong. para ulama harus mengayomi dan mendamaikan rakyatnya.

Santri An Nur Slawi

"Jangan sampai ada ulama bermanis-manis menyerukan perdamaian saat di hadapan publik, tetapi padahal sebenarnya ia adalah profokator," paparnya.

Redaktur : Syaifullah Amin

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Cerita Santri An Nur Slawi

Selasa, 20 Februari 2018

Gus Mus Jelaskan Sikap Muslim kepada Kesesatan

Solo, Santri An Nur Slawi. Sesama muslim seharusnya saling membantu, bukan saling menghancurkan. Sesama muslim juga harus saling mengingatkan. Ketika mengingatkan pun ada adabnya, mesti dengan cara yang baik pula. Juga jangan mudah memberi stempel syirik dan sesat kepada sesama.

Gus Mus Jelaskan Sikap Muslim kepada Kesesatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Jelaskan Sikap Muslim kepada Kesesatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Jelaskan Sikap Muslim kepada Kesesatan

Demikian disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatuth Thalibin Leteh Rembang KH Ahmad Mustofa Bisri pada acara Khotmil Qur’an dan Pengajian Akbar Pondok Pesantren Tahfidz wa Ta’limil Quran dan Jamuro Solo di Masjid Agung, belum lama ini (29/11).

“Orang Islam yang mengetahui terjadi kesesatan seharusnya memberitahu kepada pengikut aliran sesat itu dengan cara yang baik. Tidak boleh langsung memusuhi orang yang dianggap sesat,” tutur kiai yang disapa Gus Mus yang pernah mengemban Rais ‘Aam PBNU.

Santri An Nur Slawi

Lebih lanjut dijelaskan Gus Mus, mengatakan persoalan sesat dan tidak sesat itu, sejatinya urusan Allah SWT yang menentukan.

“Itu ada di Al-Quran. Kita harus tahu mana yang haknya Gusti Allah dan kewajiban kita. Kewajiban kita memberi tahu dia. Tahu enggak tahu, itu Gusti Allah. Menunjukkan jalan kepada orang yang sesat itu kewajiban kita,” kata dia.

Santri An Nur Slawi

Dalam kesempatan tersebut, Gus Mus juga menyinggung penting bagi para tokoh, utamanya tokoh agama untuk ikut memberikan arahan agar terjadi perdamaian antar umat beragama. “Masing-masing harus menyadari kewajiban tersebut. Isu S ARA itu salah satu yang harus kita lakukan kalau ingin damai. Seruan menghindari isu itu juga tidak hanya saat Pemilukada, tetapi dilakukan setiap saat,” terangnya.

Umat Islam, lanjutnya, harus paham agama Islam dengan belajar mengaji dan mengkaji Al-Quran agar tidak mudah terpengaruh isu SARA atau isu lain yang membahayakan agamanya. Pemahaman Al-Quran ini sangat penting untuk menangkal perilaku menyimpang yang akhirnya bisa merugikan bangsa dan negara.

Ia menilai sekarang ini banyak orang yang mengklaim beragama Islam tapi justru menjadi sumber perpecahan dan tindak pelanggaran seperti korupsi.?

“Mereka itu yang tidak mau memahami Al-Quran. Jangan sampai orang Islam malah jadi lawan Islam, Indonesia jadi lawan Indonesia. Islam nggak paham Islam, Indonesia nggak paham Indonesia,” ujar dia. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Ubudiyah, Tokoh, Quote Santri An Nur Slawi

56 Tahun PMII Harus Dijadikan Momentum Kebangkitan Kader

Bantul, Santri An Nur Slawi

Kader pergerakan adalah mereka yang selalu mempunyai jiwa dan semangat muda dalam berjuang. Nasib bangsa ini salah satunya ada dipundak pemuda pergerakan seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). 

56 Tahun PMII Harus Dijadikan Momentum Kebangkitan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
56 Tahun PMII Harus Dijadikan Momentum Kebangkitan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

56 Tahun PMII Harus Dijadikan Momentum Kebangkitan Kader

Demikian yang disampaikan oleh anggota DPD RI, H Hafidz Asrom saat mengisi stadium general, Ahad (17/4) di Gedung KNPI Bantul, Yogyakarta. Stadium general digelar oleh Pengurus Komisariat PMII STIQ Annur Bantul, Yogyakarta dalam rangka memperingati Harlah ke-56 PMII.

Lebih lanjut, Hafidz Asrom mengatakan bahwa Harlah PMII kali ini harus dijadikan sebagai momentum bangkitnya kaum muda Nahdliyin, khususnya kalangan mahasiswa. "Terlebih para kader PMII," katanya.

Pria kelahiran Jepara ini juga berpesan kepada kader-kader PMII STIQ Annur untuk tetap tidak meninggalkan tradisi spiritual seperti Ziarah, Manaqiban, dan tardisi-tradisi lainnya. Karena hal seperti itu merupakan warisan para pejuang bangsa ini, khususnya tokoh Nahdlatul Ulama.

Santri An Nur Slawi

"Kader PMII terus melanjutkan perjuangan para sesepuh, dan terus menjaga tradisi yang baik, juga mendoakan semoga PMII bisa terus berbuat banyak untuk bangsa dan negara," sambungnya.

Lebih kurang 110 kader PMII STIQ Annur mengikuti kegiatan ini. Usai stadium general, kegiatan ditutup dengan ziarah ke makam pendiri pesantren al-Mahad Annur, KH Nawawi Abdul Aziz dimana sebelumnya dilakukan syukuran potong tumpeng. (Ade Chariri/Fathoni)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Tokoh, Budaya, Kiai Santri An Nur Slawi

Saya Kira Pesantren Cuma Agama

Bekasi, Santri An Nur Slawi. "Saya kaget, ternyata di pesantren santai sekali, ada orang baca puisi, baca cerpen. Saya kira pesantren cuma agama."

Demikian diungkapkan Yoko Sariputra, murid kelas 11 SMAN 2 Cikarang Utara, tadi sore (10/3) seusai mengikuti pelatihan jurnalistik di Pesntren Riyadul Jannah, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Saya Kira Pesantren Cuma Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Saya Kira Pesantren Cuma Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Saya Kira Pesantren Cuma Agama

Yoko yang datang ke pesantren mengenakann kaos kesebelasan MU itu mengaku baru ke pesantren pertama kali. Dia mengaku juga bahwa ke mushola saja kalau tidak ada temannya tidak begitu bersemangat, apalagi ke peseantren. "Saya tidak merasakan bahwa sekarang ini seharian saya di pesantren."

Santri An Nur Slawi

"Anggapan serem, ketat, ngaji terus, pakaian diatur, hilang seketika setelah seharian tadi di pesantren. Saya juga merasa nyaman. Mungkin karena di luar panas dan berdebu kali ya?" tuturnya.

Senada dengan Yoko, Putri Karlina yang juga dari SMAN 1 Cikarang mengatakan kesannya bahwa pesantren tidak bisa diajak kompromi, sangat ketat misalnya tidak boleh seruangan dengan lain jenis. 

Santri An Nur Slawi

"Dan saya kira tinggal di pesantren banyak kelebihan, bareng teman terus, mandiri, dan bisa mendalami agama," Karlina berpendapat.

"Emmm.. Tapi kayaknya saya belum ingin jadi santri ya," jawab Karlina saat ditanya apakah ingin belajar di pesantren.

Pesantren Riyadul Jannah mengadakan pelatihan jurnalistik seharian tadi tidak hanya untuk santri, tapi juga untuk SMA Al-Amin, SMA Al-Ikhwan, SMAN 2 Cikarang Utara.

Sementara itu, Iwan Rs, guru di pesantren Riyadul Jannah mengatakan bahwa program pelatihan jurnalistik tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan santri di bidang tulis-menulis, tapi juga untuk mengenalkan pesantren pada anak-anak remaja.

"Bekasi ini bagian dari kota besar Jakarta, tapi di sini banyak kena imbas negatifnya, mereka hanya lihat mobil besar-besar keluar masuk pabrik, asapnya mengganggung. Maka kami ingin mengenalkan anak-anak remaja pada dunia yang lebih ekspresif dan kejiwaan. Makanya kami undang murid dari sekolah lain juga," terang Iwan yang alumni Pesantren Krapyak.

Kami juga, lanjutnya, punya kesempatan untuk mengenalkan pesantren kepada orang luar. "Jangan lihat dari jauh saja, tidak sehat," ujarnya.

Saat ditanya tetang persepsi di pesantren hanya belajar agama, Iwan dengan bersemangat mengatakan, "Lho.. Kami undang anak SMA umum agar mereka tahu bahwa kayaknya yang tiap hari ada baca puisi, syiir, hikayat, dongeng-dongen, itu ya hanya di pesantren." 

Siang itu, Iwan yang alumni ISI Yogyakarta dan seorang cerpenis, membacakan cerita pendek, di langgar di mana pelatihan jurnalistik dilaksanakan. Setelahnya, 33 peserta, putra dan putri, menghadiahinya tepuk tangan.

Penulis: Hamzah Sahal 

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Sejarah Santri An Nur Slawi

Senin, 19 Februari 2018

Tim Sepakbola Pesantren Darul Quran Bengkel Taklukkan Pesantren Al-Mansuriah

Mataram, Santri An Nur Slawi - Tim keseblasan Pesantren Al-Mansuriah Bonder asuhan Ketua PWNU NTB TGH Achmad Taqiuddin Mansur ditaklukkan Pesantren Darul Quran Bengkel Labuapi Lombok Barat dengan skor 0-1. Pertandingan yang digelar? di lapangan TNI AU Rembige Kota Mataram,? Jumat (19/8) pagi berlangsung seru.

Pesantren Al-Mansuriah yang dijaga Ipan Dirgantara kebobolan lewat tendangan ringan? Kaspul.? Pemain dengan nomor punggung 9 ini membawa tim? Pesantren Darul Quran? Bengkel unggul hingga peluit panjang dibunyikan.

Tim Sepakbola Pesantren Darul Quran Bengkel Taklukkan Pesantren Al-Mansuriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Sepakbola Pesantren Darul Quran Bengkel Taklukkan Pesantren Al-Mansuriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Sepakbola Pesantren Darul Quran Bengkel Taklukkan Pesantren Al-Mansuriah

Tim ini sudah diprediksi oleh Satkorwil Banser Ansor NU NTB Murakib KH yang juga alumi Al-Mansuriah dari satu hari sebelum pertandingan. Karena Ketua PWNU NTB merupakan alumnus Pesantren Darul Quran Bengkel.

"Tidak akan menang Al-Mansuriah karena ibarat ibu sama anak," kata Abah Roket Sapaan akrabnya Murakib.

Santri An Nur Slawi

Menurut Abah Roket dengan nada canda, kalau pun menang, kita akan malu sama orang tua karena ibarat ibu dan anak menjadi berkah kalau pun kalah. (Hadi/Alhafiz K)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Humor Islam Santri An Nur Slawi

Minggu, 18 Februari 2018

Kurikulum Itu Bernama Buya Ja’far

Riuh tepuk tangan menggema di gedung olah raga yang baru dua kali menjadi tempat perhelatan tahunan ini. Kiai Musthofa Aqil, seperti –entah sengaja atau tidak- menekan saklar bunyi tersebut, menggetarkan ribuan hati yang hadir, dan bagi para alumni,? menenggelamkan pada ingatan masing-masing.

“Jika saja tidak berkat Buya Ja’far, maka pesantren ini tidak akan seperti sekarang,” begitu, Kiai Musthofa, memberi penghargaan kepada kakaknya, Buya KH Ja’far Aqil Siroj.

Kurikulum Itu Bernama Buya Ja’far (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurikulum Itu Bernama Buya Ja’far (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurikulum Itu Bernama Buya Ja’far

Buya KH Ja’far Aqil Siroj -selanjutnya, Buya Ja’far-, merupakan nama paling sulung dari kelima putra KH Aqil Siroj, tokoh pendiri Majlis Tarbiyatul Mubtadi-ien (MTM) Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat. Secara berurutan, kelima putra tersebut disusul KH Said Aqil Siroj, KH Musthofa Aqil Siroj, KH Ahsin Syifa Aqil Siroj, serta paling akhir, KH Niamillah Aqil Siroj.

Kembali soal tepuk riuh penghargaan pada malam puncak peringatan Haul Almaghfurlah KH Aqil Siroj Ke-24 yang berlangsung hari Sabtu, 14 Desember 2013 yang lalu di Gedung Olah Raga (GOR) KHAS Kempek Cirebon itu, tentu tidak tanpa sebab. Selama 23 tahun, semenjak didaulat menggantikan ayahnya di tahun 1990, Buya Ja’far dikenal sebagai sosok yang gigih, istiqamah, penuh dedikasi dan semangat pengabdian yang tinggi.

Santri An Nur Slawi

Banyak kenangan bersama Buya Ja’far, konon, komentar antar? alumni saat berkesempatan saling sapa di acara haul. Hampir sama, katanya, hari-hari bersama Buya Ja’far adalah hari-hari melatih jantung untuk berdetak keras sejak pagi? buta.

Bangun pagi, tak boleh telat, sudah siap setoran nazam? Atau, akankah namanya disebut untuk giliran membaca keterangan kitab Alfiyah Ibnu Malik yang njlimet itu? Seperti itulah rasanya menghabiskan dua tahun bersama Buya Ja’far, dari kelas Alfiyah Ula dan Alfiyah Tsani di pesantren yang terletak di wilayah Cirebon bagian barat ini.

Santri An Nur Slawi

Buya Ja’far tidak akrab dengan waktu senggang, selain sebagai seorang pengasuh pesantren, dua periode dipercaya sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cirebon membuat langkah dan nafasnya seolah sama-sama menjadi derap semangat, tak kenal lelah, apalagi putus asa. Pukul 3 pagi, kata seorang putranya, Buya Ja’far sudah bangun untuk sembahyang barang dua rakaat. Subuh pun tiba, memimpin jamaah, mengajari santri kelas sorogan Al-Quran, disambung dengan pengajian Alfiyah Ibnu Malik mulai pukul enam.

Jika matahari sudah sedikit terangkat, usai sarapan, Buya Ja’far langsung berangkat memenuhi undangan masyarakat, atau siapa pun yang membutuhkan kehadirannya. Bukan sekadar urusan-urusan besar, Buya Ja’far tak sungkan menjadi wali nikah bagi siapa pun yang pernah mengaji kepadanya, atau saat? diminta menghadiri acara selametan, tahlil, begitu pun kendurian, di kampung-kampung sekitarnya.

Jelang sore hari, Buya Ja’far kembali ke kediaman, selalu begitu, tepat waktu, terkecuali saat terpaksa berada di luar kota untuk mengikuti agenda-agenda tertentu.

Boleh di bilang, pesantren Kempek Cirebon merupakan pesantren dengan basis pengajaran Al-Quran serta sepasang fan yang dikenal dengan istilah ilmu alat, Nahwu dan Sharaf. Maka di setiap jenjang kelasnya, para santri selalu disajikan pelajaran? dengan bingkai yang serupa. Puncaknya, dua tahun sebelum usai, santri harus bersama Buya Ja’far untuk mengkhatamkan Al-Quran, juga melunasi sebanyak 1002 bait nazam Alfiyah dalam bentuk hafalan.

Boleh dibilang juga, -di mata santri- Buya Ja’far adalah sosok yang galak, terlebih bagi kelas pengajian Alfiyah. Dalam mengaji, pertama-tama, paling tidak Buya Ja’far membacakan 2 sampai 5 nazam perhari, berikut keterangannya, besoknya, 2 sampai 3 nama akan disebut untuk membacakan nazam dan keterangan sesuai dengan apa yang Buya Ja’far berikan sebelumnya.

Yang menarik adalah, Buya Ja’far masih menggunakan kitab yang ia afsahi semasa menempuh pendidikan di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur puluhan tahun lalu, juga, santrinya, tidak diperkenankan untuk menganggap remeh dalam hal mengafsahi makna kitab, harus lengkap, tak boleh asal rujukan, jika hal-hal itu diabaikan, maka bersiaplah untuk menerima hukuman mencabuti rumput di lapangan asrama putri, berdiri 3 jam lebih, atau jika terlampau salah, tangkai kipas bambu mendarat di punggung telapak tangan, setidaknya, dua kali pukulan.

Tak sebatas itu, di mata Buya Ja’far, ilmu, berikut kemanfaatannya tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan ingatan dan daya nalar. Kebersihan adalah utama, hati, badan dan pakaian. Tak jarang, santri yang diketahuinya tak sempat mandi saat mengaji, akan dipaksa keluar dan pulang ke kamar. Maka wajar, jika hari-hari bersama Buya Ja’far dianggap sebagai hari-hari menegangkan, hari-hari melatih jantung untuk berdetak keras sejak pagi? buta.

Lalu apa yang menjadikan alumni Kempek terasa begitu tersekap rindu untuk selalu bertemu Buya Ja’far? Entahlah. Selain banyak hal yang tak bisa diungkapkan, paling tidak, ada beberapa poin yang karenanya bisa dianggap sebagai manfaat;

1.? ? ? Buya Ja’far pernah berkata; “Jangan berharap jadi orang sukses jika tidak mau capek dan lelah,”

2.? ? ? Mengaji kepada Buya Ja’far berarti menelusuri jalan panjang tentang pengabdian, kedisiplinan, keistiqamahan, dan kebersihan. Sesuatu yang kerap dibutuhkan santri sebagai modal dan tanggung jawab di tengah masyarakat.

3.? ? ? Kecintaan terhadap shalawat digambarkan dalam perkataan Buya Ja’far; “Dengan rajin bershalawat kepada Nabi, apapun yang dicita-citakan oleh kita, Insyaallah tercapai. Itulah sebabnya mengapa saya menekankan kepada para santri untuk rajin-rajin bershalawat,” [Santri An Nur Slawi, 19/1/2013]

Dan masih banyak lagi yang oleh penulis sendiri layak dianggap sebagai kurikulum Buya Ja’far dalam mendidik dan mencita-citakan santrinya sebagai sosok yang tangguh, tahan banting, pekerja keras, tidak malas, namun tetap santun. []

?

SOBIH ADNAN, pernah nyantri di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Hikmah Santri An Nur Slawi

Gus Dur Tabayun

Judul        : Tabayun Gus Dur

Penulis     : Abdurrahman Wahid

Penerbit   : LKiS Yogyakarta

Gus Dur Tabayun (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Tabayun (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Tabayun

Cetakan 1 : 1998

KH ABDURRAHMAN WAHID sudah “pulang” dua tahun lalu. Secara jasadi, ia tak tampak. Namun, pemikirannya masih terus (bias) dibaca banyak orang. Itulah fungsi menulis kata Pramoedya Ananta Toer. “Menulis adalah kerja untuk keabadian,” katanya. Gus Dur sadar betul pentingnya menulis. Sehingga ia tak pernah berhenti mengemukakan gagasan-gagasannya, lewat tulisan.

Membaca buku “Tabayun Gus Dur, Pribumisasi Islam, Hak Minoritas, Reformasi Kultural” saya dipertemukan dengan sebuah padang luas pikiran-pikiran mantan Pengurus Besar PBNU ini. Ragam tema yang diangkatnya membuktikan bahwa ia memang seorang ulama yang jenius. Dari tema politik hingga sepakbola, dan tak lupa: humor.

Buku ini adalah kumpulan wawancara sejumlah media dengan Gus Dur pada kisaran waktu tahun 80-an sampai 90-an. Karena sifatnya wawancara, maka ada sejumlah hal yang ia jelaskan tidak terlalu mendetail. Pun, hal ini berkaitan dengan konteks yang terjadi pada saat itu, sehingga pembaca yang awam seperti saya harus mendapat bantuan dari membaca berita-berita lain untuk memperoleh gambaran umum akan kondisi Indonesia pada waktu wawancara ini dilangsungkan.

Santri An Nur Slawi

Salah satu yang dibahas dalam buku ini adalah kasus Tabloid Monitor pada 1990.

Santri An Nur Slawi

Pada tema “Monitor”, tampak sekali keberpihakan Gus Dur membela hak-hak (minoritas) warga negara. Ia membela bukan pada pendapat Arswendo Atmowiloto, yang melakukan jajak pendapat dengan hasil Nabi berada di peringkat nomer 11, lebih rendah ketimbang Arswendo yang berada di nomer 10. Gus Dur kritik juga dengan perbuatan Arswendo. “Itu hanya bentuk kekenesan orang yang cepat sukses,” kata beliau.

Tapi, pembelaan Gus Dur adalah hak-hak Arswendo sebagai warga negara Indonesia. Ia menentang desakan pencabutan SIUPP Tabloid Monitor.

Selain Monitor, buku ini juga membahas tentang sepakbola. Pada tahun 1994, Indonesia dihinggapi demam Piala Dunia. Gus Dur pun sangat lihai dalam membahas dinamika persepakbolaan dunia. Dalam wawancara tersebut, ia meramalkan ada lima kesebelasan yang akan menjadi bintang pada Piala Dunia kali ini, yaitu Brazil, Argentina, Jerman, Belanda dan Italia. Mereka akan masuk di perempat final. Pada akhinrya, Brazil menjadi juara dan Italia runner up.

Di luar dua hal di atas, tentu saja orang berkacamata tebal sejak kecil itu juga sangat paham tentang dunia politik. Beberapa lontarannya soal isu suksesi 1998 seringkali mendapat reaksi dari masyarakat dan ulama NU.

Ia katakan, orang Kristen boleh saja menjadi Presiden. Pendapat itu mendapat kritik tajam karena ada nama Benny Moerdani, orang Kristen diisukan ingin menjadi presiden.

Membincang sosok Gus Dur memang tak akan ada habisnya. Menurut Mahfud MD, ia adalah sosok yang nyeleneh dan menghargai masyarakat dari semua kalangan, lebih-lebih rakyat kecil. Pada kiai-kiai, ia selalu mencium tangan ketika bersalaman, dan buru-buru menarik tangannya sendiri ketika dicium.

Meski pikiran-pikiran Gus Dur sarat rasionalitas, namun ia tetap percaya kepada hal-hal yang di luar kuasa akal. Berziarah ke makam-makam para wali adalah kebiasaan yang tidak bisa beliau tinggalkan. Bahkan, ziarah itu tidak hanya dilakukannya di dalam negeri. Di luar negeri pun Gus Dur sering berziarah, antara lain ke makam Ali al-Humaidy dan Imam Al-Ghazali.

Buku itu, meski tidak tebal-tebal amat, tapi sangat berguna untuk mengikuti jalan pikir mantan presiden kita ini, Gus Dur menjelaskan, atau Gus Dur tabayun. (Fahrur Rozi, santri PP. Annuqayah Lubangsa Selatan, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pendidikan Santri An Nur Slawi

Sabtu, 17 Februari 2018

Kunjungi Parlemen, STKQ Al-Hikam Pelajari Kerja DPD RI

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Mengunjungi gedung parlemen Senayan, Jakarta Selatan, mahasantri Sekolah Tinggi Kulliyatul Quran (STKQ) Al-Hikam Depok mempelajari lebih dekat mekanisme kerja Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Rabu (20/3).



Kunjungi Parlemen, STKQ Al-Hikam Pelajari Kerja DPD RI (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi Parlemen, STKQ Al-Hikam Pelajari Kerja DPD RI (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi Parlemen, STKQ Al-Hikam Pelajari Kerja DPD RI

Demikian dikatakan oleh salah seorang mahasantri STKQ Al-Hikam Zaki Muttaqin kepada Santri An Nur Slawi, Ahad (24/3) siang.

Rombongan mahasantri STKQ Al-Hikam yang berkunjung terdiri dari 30 mahasantri angkatan kedua STKQ Al-Hikam. Dalam kungjungan studi itu, 30 mahasantri didampingi oleh beberapa ustaz mereka, tambah Zaki Muttaqin.

“Survei kami merupakan bagian dari penambahan wawasan kewarganegaraan mahasantri STKQ Al-Hikam. Dengan wawasan itu, mahasantri STKQ Al-Hikam dapat berpartisipasi mengawal putusan dan kebijakan publik yang dirapatkan di DPD RI,” ungkap Zaki Muttaqin.

Kunjungan mahasantri STKQ Al-Hikam mengarah kepada ruang rapat Kelompok DPD RI lantai satu Kompleks Senayan, Jakarta Selatan. Rombongan itu dipandu langsung oleh seorang anggota DPD RI Kim Faisal, kata Zaki.

Santri An Nur Slawi

DPD RI, terang Kim Faisal kepada rombongan, merupakan wadah penyalur aspirasi daerah kepada pusat. Aspirasi daerah yang disampaikan itu menyangkut aspek pendidikan, otonomi, keuangan, kesejahteraan, dan aspek lainnya. Setiap daerah diwakili oleh empat utusan.

Usai memasuki ruang rapat, rombongan mahasantri bergerak menuju ruang sistem informasi dan data DPD RI. Mereka diterima oleh staf informasi dan data Kiswanti. Kiswanti menjelaskan bahwa situs DPD RI merupakan sarana sosialisasi bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya.

Santri An Nur Slawi

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi AlaNu Santri An Nur Slawi

Khofifah Disambut Ribuan Ibu-ibu Muslimat di Blitar

Blitar, Santri An Nur Slawi. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa disambut ribuan ibu-ibu Muslimat saat menghadiri acara Harlah ke-67 Muslimat NU di lapangan Brubuh, Kelurahan Kalipang, Blitar, Rabu (29/5).

Khofifah Disambut Ribuan Ibu-ibu Muslimat di Blitar (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Disambut Ribuan Ibu-ibu Muslimat di Blitar (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Disambut Ribuan Ibu-ibu Muslimat di Blitar

Ada sekitar 26  ribuan  ibu-ibu muslimat. Tak pelak, lapangan sepak bola itu penuh lautan manusia yang berpakaian serba hijau dengan berjilbab putih. Meski sudah disiapkan tenda dan kursi undangan, namun para peserta rela duduk lesehan dengan membawa tikar sendiri karena tak mampu menampungnya.

Dalam sambutannya, Khofifah menyindir para penguasa yang hanya bisa mengobral  janji dan tanpa ada bukti. Ia pun mengajukan pertanyaan, apakah Muslimat mau dibohongi? Para undangan langsung menjawabnya dengan serentak "tidak!".

Santri An Nur Slawi

"Saya yakin Anda sebagai warga muslimat yang sudah terdidik dan pandai serta melek politik, tak akan mengulangi kejadian yang kemarin,” katanya. “Mari kita galang persatuan dan kesatuan melalui pengajian seperti ini," ajaknya yang langsung disambut tepuk tangan. 

Santri An Nur Slawi

Khofifah yang datang ke acara itu dengan didampingi Ketua PW Muslimat Jatim, Hj Masruroh Wahid,  menyerukan para kader Muslimat di daerah untuk mendukung calon NU sendiri dalam Pilgub Jatim Agustus mendatang, yang tidak lain adalah dirinya sendiri. 

"Mari kita dukung jago kita sendiri agar bisa memenangkan di Jatim nanti," ungkapnya yang lagi-lagi disambut tepuk membahana.

Ketua Muslimat Kab Blitar, Hj Maslukhi Saifullah juga menyerukan hal serupa. Menurutnya, selain acara rutin harlah, kegiatan ini sekaligus juga sebagai pemanasan mesin politik buat mendukung Khofifah.

"Kami yakin, suara kader muslimat tak akan terpecah dan bakal mendukungnya. Ini baru muslimat di Blitar belum daerah lainnya. Dengan dukungan muslimat yang solid, kami optimis, bu Khofifah akan menang," ungkapnya dalam acara harlah yang dihadiri Ketua PCNU Kabupaten Blitar, KH Masdain Rifai.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kajian, AlaNu Santri An Nur Slawi

Jumat, 16 Februari 2018

Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadiri Kongres XIX PMII

Palu, Santri An Nur Slawi

Panitia Kongres XIX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menjadwalkan Presiden Joko Widodo bersama sejumlah Menteri Kabinet Kerja hadir dalam perhelatan Kongres yang berlangsung 2-6 Mei 2016.

Pemerintah Kota Palu juga mengaku siap menyambut Presiden Jokowi, Menteri Kabinet Kerja, serta ribuan kader PMII se-Indonesia. Hal itu terungkap pada pertemuan dan kordinasi ketiga antara panitia pelaksana dengan Wali Kota Palu yang dilaksanakan Selasa (25/4).

Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadiri Kongres XIX PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadiri Kongres XIX PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadiri Kongres XIX PMII

Asisten I Pemerintah Kota Palu, Muh. Ridwan Karim, menjelaskan bahwa Pemerintah melalui Walikota Palu telah memberikan arahan agar pelaksanaan dan bantuan terhadap Panitia Kongres dapat dilakukan dengan secepatnya untuk menyambut kehadiran Presiden RI dan seluruh kader PMII se-Indonesia sebagai peserta kongres yang berjumlah 7000 orang.

Santri An Nur Slawi

"Kemarin telah dilakukan pertemuan sebelumnya dengan panitia pelaksana, maka saya berharap bahwa segala bantuan yang telah dijanjikan oleh Walikota kepada panitia demi kelancaran acara PMII nanti dapat dipenuhi, sehingga panitia dapat bekerja dan melaksanakan Kongres dengan baik dan tertib di Kota ini," jelas Muh, Ridwan.

Santri An Nur Slawi

Muh. Ridwan juga mendesak kepada panitia untuk menuntaskan secara detail bantuan yang akan diberikan oleh Pemerintah Kota Palu kepada Panitia Kongres PMII, agar Pemerintah dapat melakukan eksekusi bantuan secepatnya.

"Kira-kira panitia sebaiknya merinci bantuan secara detail hasil pertemuan kemarin, baik dari konsumsi peserta, transportasi, hingga pelaksanaan pembukaan acara yang akan dihadiri oleh Presiden dan beberapa Menteri nantinya", tambahnya.

Pertemuan koordinasi tersebut dihadiri Ketua Panitia Lokal Kongres Palu Fauzi Habibu, Ketua Pengurus Cabang PMII Kota Palu Ryan Hidayat, Ketua PKC PMII Sulawesi Tengah Sukri, dan Ketua Ikatan Alumni PMII (IKAPMII) Provinsi Sulawesi Tengah Abd. Ghani Jumat.

Pasca pertemuan dan koordinasi dengan Pemerintah Wali Kota Palu tersebut, ketua PKC PMII Sulawesi Tengah berharap bahwa semoga kehadiran Presiden RI dan beberapa Menteri serta kader PMII dari seluruh Indonesia dapat berjalan lancar, tertib dan merasakan kehangatan dan kemeriahan masyarakat Kota Palu dalam menyambut tamu dari berbagai daerah di Indonesia melalui Kongres XIX PMII ini.

"Kita berharap bahwa Koordinasi dengan Pemerintah Kota Palu, termasuk dengan Gubernur Provinsi selama ini dapat berjalan dengan sebaik-baiknya,” tutur Ketua PKC PMII Sulawesi Tengah, Sukri.

?

Dalam pertemuan dan koordinasi antara panitia dan pemerintah Kota Palu tersebut turut hadi Panitia Nasional yaitu Herman Saputra, Munawir Arifin, dan Novriana Dewi. Mereka datang dalam rangka membantu pekerjaan teknis dan kelancaraan pelaksanaan Kongres XIX PMII. (Fandi/Isna/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pesantren, Cerita Santri An Nur Slawi

Menaker Gandeng Pagar Nusa untuk Program Magang di Jepang

Jakarta, Santri An Nur Slawi - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengajak Pimpinan Pusat Pagar Nusa untuk mengintensifkan program magang pekerja muda di Jepang. Program ini merupakan diplomasi kebudayaan dalam seni pencak silat.

Pertemuan antara Pimpinan Pusat Pagar Nusa NU dan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) berlangsung di Jakarta, Selasa (10/6). Tampak hadir Menaker Hanif Dhakiri, Ketua Umum Pagar Nusa M Nabil Haroen, Sekretaris Umum Hasanuddin Wahid, dan pengurus harian PP Pagar Nusa.

Menaker Gandeng Pagar Nusa untuk Program Magang di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Gandeng Pagar Nusa untuk Program Magang di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Gandeng Pagar Nusa untuk Program Magang di Jepang

Hanif menyampaikan, Pagar Nusa menjadi mitra strategis pemerintah, khususnya Kementrian Tenaga Kerja untuk program peningkatan kapasitas dan keterampilan pemuda. "Kami ingin agar pemuda-pemuda kita punya skill operasional dan kapasitas untuk dunia industri serta wirausaha. Pagar Nusa menjadi mitra kami untuk program magang di Jepang, juga beberapa negara Eropa, yang sedang kami coba," terang Hanif.

Santri An Nur Slawi

Menurut Hanif, santri-santri memiliki integritas moral dan kesungguhan untuk belajar keterampilan praktis di bidang industri. "Di Jepang, para pemuda dilatih kedisiplinan, etos kerja dan wirausaha. Program magang ini berlangsung dua tahun, yang ditambah dengan program intensif tiga tahun. Sebenarnya program ini sudah berlangsung sejak 1999, sudah lebih 60 ribu pemuda yang dibekali kemampuan teknis di bidang industri dan wirausaha," katanya.

Ketua Umum Pagar Nusa Nabil Haroen menyambut hangat ajakan Menteri Tenaga Kerja. "Kami akan mempersiapkan kerja sama ini dengan detil. Jepang dikenal sebagai negara dengan kultur disiplin. Sangat baik untuk membentuk mental dan skill praktis untuk wirausaha sekaligus industri," jelas Nabil.

Santri An Nur Slawi

Lebih lanjut, para santri dan kader Pagar Nusa juga akan mengampanyekan pencak silat di Negeri Samurai. "Kami ingin kader Pagar Nusa juga bisa mengajar silat di Jepang. Ini akan menarik sebagai diplomasi kebudayaan, tidak hanya sebatas magang. Tetapi, kami juga mengenalkan seni bela diri pencak silat khas Nusantara. Lebih dari tiga juta kader kami akan ada proses seleksi khusus untuk kerja sama ini," kata Nabil Haroen.

Peserta magang yang akan diberangkatkan ke Jepang juga mendapat pembekalan dasar pencak silat. Sekretaris Umum Pagar Nusa Hasanuddin Wahid menegaskan pentingnya pelatihan ini. "Dengan mendapat pembekalan pencak silat, para peserta magang akan lebih percaya diri, disiplin dan siap berkompetisi untuk mempelajari skill khusus selama proses di Jepang," terang Hasan.

Saat ini, Pimpinan Pagar Nusa bergerak cepat dengan mendata kader-kader yang siap belajar dan magang di Jepang. Rencananya, ada tiga pesantren di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang menjadi lokasi pelatihan sebelum pemberangkatan magang di Jepang. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pemurnian Aqidah Santri An Nur Slawi

Kamis, 15 Februari 2018

PMII Pontianak Gelar Dialog Kebangsaan

Pontianak, Santri An Nur Slawi. Pengurus Cabang PMII Kota Pontianak bekerjasama dengan  Forum Peduli Ibu Pertiwi (FPIP ) mengadakan dialog kebangsaan dengan  mengangkat tema Memperkokoh Peran Pesantren dalam Menjaga Keutuhan NKRI. 

Acara ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Jihad yang terletak di Sungai Jawi Pontianak, Selasa (17/12).  Dialog dimulai tepat pada pukul 13:30 dan berakhir pada pukul 14:00 berjalan sangat alot. Antusias peserta yang membeludak bertempat di aula kawasan Pesantren. 

PMII Pontianak Gelar Dialog Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Pontianak Gelar Dialog Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Pontianak Gelar Dialog Kebangsaan

Peserta terdiri dari para siswa madrasah aliyah pesantren al-Jihad  beserta dewan guru serta kader PMII yang kesemuanya berjumlah kurang lebih 160 orang memadati acara tersebut.

Santri An Nur Slawi

Tema diangkat karena dianggap perlu diadakan dialog yang mampu menjelaskan atau memberi pemahaman tentang persatuan dan rasa cinta tanah air. Paling penting dari tema tersebut adalah timbulnya ukhuwah  islamiah, ukhuwah wathaniah dan ukhuwah basyariah di dalam benak remaja, khuususnya para santri yang ada di pesantren ini.

Santri An Nur Slawi

“Tujuan akhir dari acara ini ialah untuk mewujudkan rasa toleransi terhadap berbagai perbedaan yang terjadi dilingkungan masyarakat. Dan harapan besarnya mereka bisa menjadi agen perdamaian saat terjun kembali ke masyarakatnya,” tukas Abdul Ghani, ketua PC PMII Kota Pontianak.

“Pemuda yang maju dalam hal berfikir maka akan membawa kemajuan terhadap bangsa dan negara,” ungkap KH Abdul Muthalib, pimpinan Pesantren Al-Jihad). Ia juga menyambut baik acara yang dilaksanakan oleh PMII dan FPIP, untuk menjalin silaturahmi antar semua elemen dan memberikan pandangan terhadap pentingnya menjaga keutuhan NKRI yang sedang digoyah oleh berbagai issu kurang menguntungkan ummat Islam terutama dalam di lingkungan pesantren.

“Peran pesantren sangat terasa tidak hanya sekarag tetapi sebelum negara ini berdiri, pesantren sudah memainkan pran penting dalam menggapai kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan,” ungkap Dr H Haitami Salim, direktur pasca sarjana STAIN Pontianak.

Kemerdekaan yang di capai oleh bangsa ini tidak bisa lepas dari peran pesantren, namun pada kenyataanya pada akhir-akhir ini pesantren dicurigai sebagai sarang terorisme. 

Untuk menanggulangi anggapan miris tersebut, maka pola pikir santri harus dirubah yaitu cara berfikir, cara bertindak dan cara berkata. Jika tiga komponen ini dilaksanakan dalam bermasyarakat maka anggapan miris terhadap pesanteren akan hilang dan akan menjadi kebanggaan bangsa.

Selain acara dialaog kebangsaan, PMII dan FPIP juga memberikan sumbangan material berupa semen sebanyak 100 sak, yang akan dipergunakan untuk membangun pesantren yang sedang dalam proses pengerjaan.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Berita, Makam, Jadwal Kajian Santri An Nur Slawi

Rabu, 14 Februari 2018

Ke Korea, Tak Perlu Khawatir Makanan Halal

Jeju, Santri An Nur Slawi. Budaya Korea Selatan mengguncang dunia dengan Gelombang Korea (Korea Wave) melalui K-Drama dan K-Pop yang menjadi idola para remaja di seluruh dunia. Salah satu yang cukup menghebohkan adalah Gangnam style yang ditonton oleh 800 juta di Youtube. Dalam sektor teknologi, siapa yang tak kenal Samsung, Hyundai, Daewo, LG dan sejumlah merek terkenal lain yang mampu menantang kemapanan merek-merek asal Amerika, Eropa dan Jepang.

Meluasnya pengaruh budaya Korea ini turut berimbas pada sektor wisatanya. Biro perjalanan wisata di Indonesia turut menikmati booming besarnya minat perjalanan wisata ke sejumlah destinasi di Korea, yang sebagian keindahannya dipertontonkan dalam drama-dramanya. 

Ke Korea, Tak Perlu Khawatir Makanan Halal (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Korea, Tak Perlu Khawatir Makanan Halal (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Korea, Tak Perlu Khawatir Makanan Halal

Sayangnya, terdapat perbedaan budaya yang lebar yang harus dijembatani. Wisatawan Muslim menginginkan makanan halal dan ketersediaan tempat untuk menunaikan sholat, sementara komunitas Muslim belum begitu dikenal di Korea, karena jumlahnya hanya 40 ribuan penduduk lokal Korea yang beragama Islam dan jika ditambah dengan imigran, secara total, hanya 120 ribuan Muslim di Korea, hanya sekitar 0.2% dari total penduduknya yang berjumlah 50 jutaan. 

Santri An Nur Slawi

Tubagus Irfan Farhan, manajer market analis dan produk development PT Garuda Indonesia menjelaskan banyak calon wisatawan Muslim yang ingin berkunjung ke Korea, tetapi mereka menginginkan ketersediaan makanan halal. 

Melihat besarnya minat wisata ke Korea ini, bersama dengan sejumlah biro perjalanan wisata yang biasa menangani haji dan umroh, mereka membentuk Muslim Korsorsium Trip to Korea, yang mendapat dukungan penuh dari Korean Tourism Organization (KOT).

“Kami ingin memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan Muslim. Makanan yang kami sajikan bukan sekedar ‘tidak mengandung babi’, tapi benar-benar diolah secara halal,” katanya, Selasa (20/11).

Santri An Nur Slawi

Bersama dengan 20 anggota biro perjalanan wisata, pada 21-26 November ini, mereka bersama-sama menuju Korea Selatan untuk merasakan langsung perjalanan wisata Muslim ini. Turut dalam rombongan ini Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi, Prof Dr HM Bambang Pranowo, rektor universitas Mathlatul Anwar Banten dan salah satu perwakilan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Irfan menyatakan, “untuk menyediakan daging halal, kami sudah memesan seminggu sebelumnya, agar hewan yang dipotong disembelih secara Islami,” tegasnya.

Demikian pula, akan disediakan waktu sholat, khususnya untuk dhuhur dan ashar secara jamak, sedangkan untuk sholat maghrib dan isya, dilakukan di hotel, sementara untuk sholat subuh, pihak hotel bersedia untuk mengingatkan melalui morning call. 

Jinki Hwang, overseas promotion assistant manager Jeju Tourism Organization dalam pertemuan dengan rombongan di Jeju menyatakan, wisata berbasis Muslim kini sedang dikembangkan, tetapi ia menyadari masih banyak hal yang perlu dilakukan, katanya dalam pertemuan dengan rombongan di kantor Jeju Tourism Organization, Kamis. 

Salah seorang guide tour dari Seoul yang menemani rombongan mengakui, pemahamannya tentang Islam sangat minim dan bahkan, ia baru belajar beberapa minggu ini menjelang kedatangan Konsorsium Muslim ini.

“Saya baru tahu alasan kenapa Muslim hanya makan makanan halal dan saya baru tahu, Indonesia itu sebagian besar penduduknya beragama Islam,” katanya.

Ia juga mencoba mengunjungi masjid, dan terkejut, akan keindahan tempat ibadah umat Islam ini. 

Irfan menyatakan, terdapat tiga paket wisata Muslim Korea yang ditawarkan dengan harga yang sangat menarik, yang paling murah sekitar USD 700 sampai dengan USD 1.200. Sebagai perbandingan, untuk perjalanan sendiri, tiket pesawat PP pada harga normal berkisar antara 6 jutaan. Diperkirakan pada pertengahan Desember, sudah program ini sudah mulai berjalan. (mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Santri Santri An Nur Slawi

Dalang Wayang Suket Slamet Gundono Berpulang

Solo, Santri An Nur Slawi. Innalillahi wa innailaihi raji’un. Telah berpulang ke rahmatullah seniman Tanah Air, Slamet Gundono, di Rumah Sakit Islam (RSI) Yarsis Solo, Ahad pagi (5/1). Slamet Gundono merupakan seorang dalang asal Tegal, Jawa Tengah, yang bermukim di Solo.

Seniman kelahiran 19 Juni 1966 ini dikenal sebagai seorang dalang wayang suket, sebuah kesenian yang menggunakan dengan media suket (rumput). Ketertarikannya pada wayang tumbuh sejak belajar di sebuah pesantren di Lebaksiu, Tegal.

Dalang Wayang Suket Slamet Gundono Berpulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalang Wayang Suket Slamet Gundono Berpulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalang Wayang Suket Slamet Gundono Berpulang

Slamet meninggal setelah lebih dari seminggu dirawat di Rumah Sakit Yarsis Solo dan mengalami kondisi kritis.

Santri An Nur Slawi

Pengasuh Pesantren Al-Muayyad Windan KH Dian Nafi’ mengatakan, Ki Slamet Gundono ini merupakan seorang warga NU yang taat.

Santri An Nur Slawi

”Dia karib Gus Mus, dosen ISI (Institut Seni Indonesia) dan dalang wayang suket. Semoga diampuni, dilipatgandakan pahala kebaikannya, dianugerahi khusnul khatimah dan semua keluarga yang ditinggalkan? dapat melanjutkan cita-cita almarhum. amin,”? tuturnya. Lahu al-fatihah. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Bahtsul Masail, Sejarah, Budaya Santri An Nur Slawi

Pernyataan Politisi PKS Fahri Hamzah Dinilai Lukai Santri

Jember, Santri An Nur Slawi. Pernyataan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah di Twitter berbuntut panjang. Ia yang menyebut sinting gagasan 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional menuai unjuk rasa santri di beberapa daerah.

Pernyataan Politisi PKS Fahri Hamzah Dinilai Lukai Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Politisi PKS Fahri Hamzah Dinilai Lukai Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernyataan Politisi PKS Fahri Hamzah Dinilai Lukai Santri

Ratusan santri yang tergabung dalam aliansi santri Rembang, Jawa Tengah, Jumat sore (4/7) menggelar aksi sebagai bentuk protes . Mereka berorasi sambil berjalan dari alun-alun kota Rembang menuju depan kantor DPRD Kabupaten Rembang. Dalam orasinya, mereka menuntut agar Fahri Hamzah meminta maaf di hadapan publik secara jantan.

Salah seorang santri, Agus Prihatmojo, saat di temui Santri An Nur Slawi menjelaskan, tidak seharusnya wakil rakyat menngeluarkan celetukan seperti itu, meski hanya dalam kicauan jejaring sosial. Hal itu menurut Agus, sangat menyakiti hati para santri di Rembang kususnya dan umumnya di Indonesia. "Kami sangat tidak menerima apa yang dikatakan oleh politisi Partai Keadilan Sejahtera itu,” tegasnya.

Santri An Nur Slawi

Winardi, santri asal Desa Trembes Gunem Rembang berpendapat, santri merupakan garda terdepan dalam mendidik dan membentuk karakter bangsa. Tidak semestinya seorang politisi dari partai mengaku Islam seperti PKS berkata seperti itu.

Santri An Nur Slawi

Tak hanya di Rembang, sebelumnya, Kamis sore, (3/7) Ratusan santri dan tokoh masyarakat Jember yang tergabung dalam Laskar Santri Nusantara berunjuk rasa di depan kantor Dewan Pengurus Daerah PKS Jember,? Jl. Danau Toba, Tegalgede, Jember, Jawa Timur.

Mereka menuntut DPD PKS Jember, meminta maaf secara terbuka kepada santri dan kiai pondok pesantren di seluruh Indonesia terkait kicauan Twitter Fahri Hamzah,yang dinilai telah menghina santri dan? kiai.

“Apa yang dikatakan Fahri Hamzah telah melukai hati kami para santri. Untuk itu kami minta Fahri dan pengurus DPD PKS Jember? meminta maaf sekarang juga,” ujar koordinator aksi, Farhan.

Menurut Farhan, Fahri Hamzah tidak pernah belajar dari sejarah bahwa peran santri sangat besar terhadap perjuangan merebut kemerdekaan negeri ini.

Pernyataan pribadi

Para pengunjuk rasa ditemui sekretaris umum DPD PKS Jember, Ahmad Rusdan. Menurutnya, apa yang disampaikan Fahri Hamzah merupakan pernyataan pribadi, bukan mewakili lembaga. Ia pun menolak jika secara kelembagaan PKS Jember harus meminta maaf. “Kalau secara pribadi saya minta maaf, tetapi saya tidak mewakili lembaga,” katanya.

Aksi para laskar santri nusantara tersebut, mendapat pengawalan ketat dari jajaran Polres Jember. Sampai-sampai polisi harus menutup total arus lalu lintas ke arah kantor DPD PKS Jember. (Ahmad Asmui/Aryudi A Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Internasional Santri An Nur Slawi

Selasa, 13 Februari 2018

Awak Redaksi NU Online Rutin Kaji Ushul Fiqih

Jakarta, Santri An Nur Slawi ?

Para redaktur Santri An Nur Slawi melakukan kajian rutin kitab Al-ijtihad an-Nash al-Waqi al-Mashlahah karangan Prof DR Ahmad Raisuni dari Maroko. Pengajian tersebut merupakan agenda rutin mingguan.

Pengajian kitab kuning tersebut diselenggarakan di kantor Redaksi Santri An Nur Slawi lantai 5 gedung PBNU, Jakarta Pusat setiap Selasa pukul 16.00 WIB.

Awak Redaksi NU Online Rutin Kaji Ushul Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)
Awak Redaksi NU Online Rutin Kaji Ushul Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)

Awak Redaksi NU Online Rutin Kaji Ushul Fiqih

Menurut salah seorang redaktur Santri An Nur Slawi Alhafiz Kurniawan, kajian mingguan ini digelar untuk menyegarkan kembali pelajaran-pelajaran yang dulu pernah diajarkan sewaktu di pesantren.

“Teman-teman di sini (redaktur Santri An Nur Slawi) masih membutuhkan kajian terhadap tema-tema tertentu,” katanya, Rabu (27/1).

Santri An Nur Slawi

Kitab yang tebalnya 90-an halaman ini berisi tentang metode pengambilan keputusan di dalam hukum Islam (Ushul Fiqih). Misalkan tentang hukum berijtihad, ijma, qiyas, dan bagaimana penerapan teori tersebut pada kasus-kasus riil demi mencari mashlahat tanpa mengabaikan nash atau realitas.

Metode kajian yang dilakukan oleh para redaktur ini bukan sekadar mendengarkan pengkaji, namun ada sesi tanya-jawab dan diskusi. Hal itu menambah suasana menjadi hidup.

Forum kajian ini terlihat santai dan para peserta bisa sambil ngopi. Moderator dengan bebas memfasilitasi para peserta yang berlatarbelakang dari berbagai pesantren dan perguruan tinggi.

Santri An Nur Slawi

“Sebenarnya kegiatan ini merupakan hal yang sudah biasa dilakukan oleh warga NU, sebagaimana biasa disebut bahtsul masail. Dalam bahtsul masail terkandung unsur musyawarah. Dan apabila ada pembahasan yang kurang dipahami dari isi kitab tersebut, maka akan diajukan kepada Rais Syuriyah PBNU,” ? tambah Hafiz.

Kajian kitab selama satu jam ini diikuti oleh sekitar 10 awak redaktur Santri An Nur Slawi. (Izzi Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Lomba Santri An Nur Slawi

Senin, 12 Februari 2018

Cinta Tanah Air, Amanat Kiai yang Wajib Dijaga.

Polewali, Santri An Nur Slawi. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Polewali Mandar mengadakan buka puasa bersama dan dialog kebangsaan, yang mengangkat tema Cinta Tanah Air sebagian dari Iman. Kegiatan tersebut dilaksanakan di sekretariat GP Ansor Polewali Mandar di Jalan Pemuda Pekkabata, Sabtu (16/07).?

Cinta Tanah Air, Amanat Kiai yang Wajib Dijaga. (Sumber Gambar : Nu Online)
Cinta Tanah Air, Amanat Kiai yang Wajib Dijaga. (Sumber Gambar : Nu Online)

Cinta Tanah Air, Amanat Kiai yang Wajib Dijaga.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Mas’ud Shaleh sekaligus didaulat menjadi pembicara kunci. Dilanjutkan arahan singkat dan testimoni dari Ketua Dewan pembina GP Ansor Kabupaten Polewali Mandar Azikin Noer.?

Mas’ud Shaleh dalam paparannya mengemukakan bahwa Piagam Madinah hasil perjanjian formal antara Rasulullah Muhammad SAW dengan penduduk Madinah, tidaklah membentuk ikatan kewarga-agamaan atau kewarga-sukuan, melainkan semangat kewarganegaraan yang islami yang memayungi semua agama dan suku di negeri Madinah kala itu.

“Baginda Nabi SAW mendirikan negara Madinah atau civilized state, negara beradab yang memayungi semuanya," urai Masud Shaleh dalam pengantarnya.?

Di sisi lain, dalam sejarah berdirinya NKRI, pendiri NU Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari memberikan rumusan yang sangat dahsyat terkait relasi negara dan agama sekaligus sebagai amanat bahwa hubbul wathan minal iman, cinta tanah air sebagian dari iman.

Santri An Nur Slawi

Konsepsi NKRI harga mati yang digelorakan setiap warga negara merupakan pengamalan nilai nilai cinta kepada tanah air yang mengandung semangat keagamaan, khususnya Islam itu sendiri. Dari sini lahirlah sikap islam nasionalis atau nasionalis religius.

KeIslaman dan Kemandaran

Santri An Nur Slawi

Selain mengurai tentang filosofi dan metode (manhaj) hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air adalah sebagian dari iman, Masud Shaleh juga mengurai tentang relasi antara keislaman dan kemandaran. Bagaimana Islam bersenyawa dengan nilai-nilai di Mandar, yang maujud dalam akhlak orang Mandar yang islami.?

“wake ayu lagi dinyawai tenna maladzi, occong pai rupa tau (akar kayu saja perlu diperlakukan secara manusiawi, apatah lagi sesama manusia),” kata Masud Shaleh mengutip pesan leluhur Mandar bagaimana menghargai manusia dan alam semesta.?

Diurai Masud, sebelum Islam masuk di tanah Mandar, para leluhur sudah memiliki tradisi yang dinamakan tabeq. Sebuah kearifan lokal orang Mandar yang mengajarkan tentang sopan santun kepada sesama. Islam yang disyiarkan oleh para wali yang juga mengajarkan adab sopan santun sangat senafas dengan tradisi tabeq tersebut sehingga, tradisi tetap dipertahankan.?

“Oleh karena itu, saat Islam dianut oleh orang-orang Mandar, dan melakukan tradisi tabeq, kita sudah tidak bisa membedakan mana tabeq sebagai kearifan lokal, mana tabeq yang islami. Ibarat gula dan kopi menjadi satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan,” urai pria yang karib disapa Anchu itu.?

Pererat Silaturrahim Kader

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ketua GP Ansor Polewali Mandar Busra Baharuddin, mengemukakan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan ini ? selain berbuka puasa bersama adalah untuk mempererat silaturrahim kader dan para dewan senior GP Ansor Polewali Mandar. Selain itu, dialog kebangsaan tersebut dalam rangka menyikapi fenomena sosial kemasyarakatan yang saat ini marak terjadi yang berpotensi mengancam keutuhan Pancasila dan NKRI. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Kegiatan ini sebagai momen silaturrahim sekaligus menyikapi fenomena sosial yang akhir ini marak terjadi yang berpotensi mengancam keutuhan NKRI dan Pancasila," ujar Busra Baharuddin.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dialog yang berlangsung satu jam setengah tersebut dimoderatori Muhammad Arif ketua GP Ansor Polewali Mandar Bidang Pendidikan dan Pelatihan. Sedangkan yang menjadi panitia pelaksana adalah dua wakil sekretaris GP Ansor Polewali Mandar Muhammad Assaibin dan Sudianto. Keduanya dibantu sejumlah kader Ansor dan Banser serta sejumlah kader PMII Polewali Mandar. (Muhammad Arif/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Jadwal Kajian, Khutbah Santri An Nur Slawi