Senin, 20 Juni 2016

32 Tim Pesantren Siap Kompetisi di Liga Santri Jawa Timur 1

Trenggalek, Santri An Nur Slawi - Sebanyak 32 tim pesantren bakal bersaing dalam perhelatan Liga Santri Nusantara Jawa Timur 1 di Kabupaten Trenggalek 17 September mendatang. Seperti dikutip dari laman eyesoccer.id kuota 32 pesantren dari Karesidenan Kediri dan Madiun itu sudah terpenuhi dan sudah mendaftar secara online.

"Alhamdulillah dari ke -32 pesantren sudah mendaftar semua, pendaftaran ini dilakukan secara online oleh masing-masing offisial tim kesebelasan pesantren dan sebagai syarat sahnya mengikuti liga santri tahun ini," kata Hensu, Divisi Pertandingan Region Jatim 1, Selasa (5/9).

32 Tim Pesantren Siap Kompetisi di Liga Santri Jawa Timur 1 (Sumber Gambar : Nu Online)
32 Tim Pesantren Siap Kompetisi di Liga Santri Jawa Timur 1 (Sumber Gambar : Nu Online)

32 Tim Pesantren Siap Kompetisi di Liga Santri Jawa Timur 1

Hal senada disampaikan oleh Koordinator Regional Habib Mustofa. "Alhamdulillah antusias pesantren-pesantren se-Karesidenan Kediri dan Madiun sangat tinggi untuk mengikuti gelaran LSN kali ini, seperti halnya Kabupaten Madiun yang harus melakukan seleksi lokal dengan mengadakan liga santri Piala PCNU Madiun guna untuk mencari tiga tim terbaik untuk dikirimkan ke seri regional," kata Gus Toev.

Dari berbagai seleksi dari 13 Kota/Kabupaten akhirnya terpilih 32 tim yang mewakili daerahnya masing-masing. Mereka telah menjalani serangkaian prosedur LSN 2017 dengan tertib administrasi dengan sudah mendaftar secara online melalui laman eyesoccer.id.

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi

"Keseluruhan peserta menunjukkan jiwa profesional yang tinggi karena siap untuk diverifikasi terkait kesiapan serta screaning masing-masing peserta dari tim yang ada," imbuhnya.

Sementara agenda terdekat panitia Liga Santri Nusantara Region Jawa Timur 1 akan mengumpulkan 32 tim pesantren dalam acara technical meeting yang akan digelar 8 September mendatang di kantor NU Trenggalek. Acara akan dipimpin oleh Koordinator AWAPI, Gembong, dan Khotamil Anam selaku Panpel Region. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pesantren, Berita Santri An Nur Slawi

Minggu, 19 Juni 2016

PCNU Cirebon Perkuat Fikrah, Harakah, dan Amaliah NU

Cirebon, Santri An Nur Slawi



Pada tanggal 7-8 Mei 2017 dilangsungkan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) ke-11 di Pondok Pesantren Roudlotul Hidayah, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. MKNU ini dihadiri Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang se-Kabupaten Cirebon.

PCNU Cirebon Perkuat Fikrah, Harakah, dan Amaliah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Cirebon Perkuat Fikrah, Harakah, dan Amaliah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Cirebon Perkuat Fikrah, Harakah, dan Amaliah NU

Endin AJ Soefihara, tim Instruktur MKNU menyatakan kealiman individu, perlu menjadi kealiman jamaah, selanjutnya dapat menjadi kebijakan organisasi. Tugas MKNU adalah menyelaraskan kebijakan di level pengurus NU.?

Wasekjen PBNU, Masduki menyampaikan konsep negara bangsa diterima dengan baik oleh ulama, semantara di negara lain berdarah-darah.?

“Kita sudah bisa menyelesaikan hubungan antara negara dan agama, di negara lain masih belum ketemu,” kata Masduki Baidlowi,?

Selanjutnya KH Abdul Manan Ghani menyampaikan pentingnya warga NU kembali ke masjid, sesuai harapan warganya. Warga NU perlu menunjukkan identitas dengan jelas, plangisasi masjid NU menjadi sangat penting. Ini menjadi bagian dari arah, cita-cita dan perjuangan NU 2015-2026.?

Santri An Nur Slawi

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon H Aziz Hakim Syaerozi dalam paparannya menjelaskan MKNU memunculkan ghirah baru bagi pengurus untuk menggerakkan NU. Kedua diharapkan para pengurus memiliki kesamaan persepsi, sehingga dapat menggerakkan NU lebih selaras. (Ahmad Munir/Mukafi Niam)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Hadits, Warta Santri An Nur Slawi

Rabu, 15 Juni 2016

Pengurus NU Subang Terima Wakaf Masjid Assaadah Ciater

Subang, Santri An Nur Slawi - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang yang diwakili oleh beberapa pengurusnya menerima wakaf dari pendiri dan pemilik Masjid As-Saadah di Lembah Sarimas Hotel, lingkungan kompleks masjid As-Sa’adah, Kabupaten Subang, Rabu (2/2). Proses serah terima wakaf ini berlanjut dengan pembahasan teknis pengelolaan masjid.

Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah mengatakan, pendiri dan pemilik Masjid As-Saadah H Ibrahim diketahui sudah lama ingin mewakafkan masjidnya ke PCNU Subang karena memang leluhur H Ibrahim adalah orang NU.

Pengurus NU Subang Terima Wakaf Masjid Assaadah Ciater (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Subang Terima Wakaf Masjid Assaadah Ciater (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Subang Terima Wakaf Masjid Assaadah Ciater

"Tadinya pihak keluarga setuju masjid As-Sadah? diwakafkan. Walaupun ada sedikit keberatan dari salah satu ahli waris, tapi kemudian pada akhirnya mereka semua setuju," kata Kiai Musyfiq usai rapat.

Santri An Nur Slawi

Ia menambahkan, dalam pertemuan ini disepakati bahwa Nadhir Masjid Assaadah ini adalah Yayasan As-Saadah yang akan segera diurus pembuatan Akta Yayasannya di Notaris dan Akta Wakaf Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

"Susunan pengurusnya kebanyakan dari PCNU Subang," katanya.

Sebagaimana diketahui Masdij As-Sa’adah adalah salah satu masjid yang cukup megah di Kabupaten Subang. Masjid ini didirikan oleh pengusaha bernama H Ibrahim. Masjid ini terletak di daerah pegunungan sehingga membuat masjid yang berdekatan dengan tempat wisata air hangat itu memiliki keindahan tersendiri. Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan masjid yang memiliki kubah berwarna biru ini menelan biaya hingga miliaran rupiah. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Nahdlatul Ulama Santri An Nur Slawi