Selasa, 18 September 2012

454 Mahasiswa KKN Uninsu Jepara Resmi Ditarik

Jepara, Santri An Nur Slawi

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam NU (Unisnu) tahun akademik 2015/2016 telah usai. Secara resmi pada Selasa (23/2) semua peserta ditarik oleh Rektor di pendopo kabupaten Jepara.?

Meski diguyur hujan deras, tak membuat surut niat mahasiswa peserta KKN angkatan III ini untuk hadir. Sebanyak 454 mahasiswa dari 4 fakultas yaitu Fakultas Dakwah dan Komunikasi; Fakultas Syariah dan Hukum; Fakultas Tarbiyah dan Keguruan; dan Fakultas Sains dan Teknologi, didampingi ? 49 orang dosen pembimbing lapangan (DPL) akan kembali melaksanakan aktivitas seperti biasa di kampus.

454 Mahasiswa KKN Uninsu Jepara Resmi Ditarik (Sumber Gambar : Nu Online)
454 Mahasiswa KKN Uninsu Jepara Resmi Ditarik (Sumber Gambar : Nu Online)

454 Mahasiswa KKN Uninsu Jepara Resmi Ditarik

Enam kecamatan menjadi objek kegiatan KKN Unisnu selama ? 40 hari. Untuk daerah Jepara, lokasi KKN meliputi Kecamatan Batealit, Pakisaji dan Kedung. Sedangkan di Demak berlokasi di kecamatan Mijen, Kabupaten Kudus berlokasi di kecamatan Dawe dan Kabupaten Pati di kecamatan Juwana. Mereka disebar ke 49 desa. Mulai tahun ini Unisnu berencana akan terus menerjunkan peserta KKN ke luar daerah di Jepara.

Hadir dalam kesempatan Sekda Jepara Sholih, Wakil Rektor II Drs H Hendro Martojo, MM, ketua Yaptinu KH Ali Irfan Muhtar serta segenap jajaran Dekanat, Muspika terkait dan tamu undangan. Turut hadir juga beberapa anggota masyarakat yang berhak menerima piagam pelatihan yang telah digelar oleh mahasiswa KKN.

Santri An Nur Slawi

Wakil Rektor II Drs H Martojo dalam sambutannya mengaku bangga dengan hasil yang telah diwujudkan para mahasiswa KKN. Unisnu berkomitmen memberi bekal kepada mahasiswa bukan sekadar ilmu akademik, kecerdasan, dan keterampilan guna membentuk mahasiswa menjadi insan yang berpendidikan, melainkan juga program pengabdian masyarakat agar lebih peduli kepada masyarakat sekitarnya.?

“Ini adalah salah satu bentuk implementasi MoU dengan para kepala daerah, bahkan beberapa kabupaten lainnya sudah meminta untuk di tempati KKN Unisnu,” ungkapnya.

Santri An Nur Slawi

Ide inovatif

Sementara itu Sekda Jepara Sholih dalam sambutannya mengharapkan mahasiswa mempunyai kesempatan untuk menerapkan ilmu yang telah didapat secara langsung, sehingga berbagai potensi diri mahasiswa bisa terus digali dan dikelola secara optimal.?

“Pak Bupati juga mengapresiasi serta titip pesan tadi, semoga tahun depan bisa bersinergi lagi dengan program pemerintah dalam program KKN berbasis pemberdayaan masyarakat,” terangnya.

Beberapa waktu yang lalu Bupati Jepara bersama Unisnu dan Yayasan Damandiri juga telah melakukan penandatanganan MoU berkaitan dengan program Posdaya yang dihadiri langsung oleh Subiyakto Tjakrawerdaya dari Yayasan Damandiri dan banyak menerangkan secara rinci tentang program-program Posdaya yang bisa dijalankan diwilayah Jepara dan sekitarnya.

“Program Pos Pemberdayaan Masyarakat sendiri telah dilaksanakan di beberapa daerah yang ditempati KKN. Kami mengawali di tahun 2016 ini,” terang ketua KKN Adi Sucipto dalam sambutannya.?

Lebih rinci, bahwa selama 40 hari mahasiswa mengabdikan diri di masyarakat, banyak respon positif yang didapat, contohnya di Kecamatan Juwana Pati warga masih membutuhkan peran mahasiswa untuk promosi secara online dan menggali potensi batik khas bakaran, atau di wilayah Mijen juga membantu warga melakukan penanaman pohon dalam menanggulangi tanggul sungai yang kritis. Bahkan mahasiswa selalu membimbing adik-adik PAUD/TK dalam belajar dan bermain.

Semua itu mahasiswa lakukan semata-mata sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam bersosialisasi bersama tentang pentingnya pemberdayaan masyarakat sesuai tema tahun ini ? yakni “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Potensi Daerah Berbasis Penguatan Keagamaan”. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Sholawat, Kajian Islam Santri An Nur Slawi

Senin, 10 September 2012

Ansor Beri Bimbel Pelajar Kurang Mampu

Jombang, Santri An Nur Slawi. GP Ansor Jombang kembali memberikan bimbingan belajar (Bimbel) bagi pelajar miskin yang telah lulus SMA/SMA maupun MA untuk menghadapi Seleksi Bersama masuk Perguruan Tinggi Negeri.?

Ansor Beri Bimbel Pelajar Kurang Mampu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Beri Bimbel Pelajar Kurang Mampu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Beri Bimbel Pelajar Kurang Mampu

Sebanyak 99 peserta, mendapatkan bimbel diberikan secara gratis selama 1 bulan dengan model pesantren kilat.

“Ini adalah pesantren kilat untuk yang ke-3 diselenggarakan Ansor Jombang, ada 99 peserta yang lolos seleksi dari 330 peserta yang ikut tes,”ujar Zulfikar D Ikhwanto Manager Sanlat GP Ansor saat pembukaan pesantren kilat yang digelar di Aula Pesantren bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Ahad (19/5) kemarin.

Santri An Nur Slawi

Hadir dalam pembukaan Sanlat kemarin, Keta PCNU Jombang, Dr KH Isrofila Amar, salah satu pengasuh PP Bahrul Ulum, Wafiul Ahdi, Lc, serta alumni Sanlat 2012 yang telah diterima masuk PTN baik di UM, Unibraw, Unesa, Unair.?

Santri An Nur Slawi

”Ini para alumni pesantren kilat yang telah diterima di PTN, nanti peserta sanlat bisa berbagi pengalaman dengan senior-senior,” ujar Zulfikar seraya meminta ? meminta alumni sanlat memperkenalkan diri.

Ketua GP Ansor Jombang Sholahul Am Notobuwono mengharapkan peserta sanlat serius mengikuti ? bimbel selama 1 bulan. Karena Ansor lanjutnya telah menyiapkan tentor pengajar yang sangat mumpuni dalam membimbing ? untuk bisa masuk PTN. Ansor tidak memungut biaya sepeser pun dari peserta.?

“Karenanya kita minta sahabat sahabat yang telah diterima serius, mengikuti,” pintanya.

Gus Aam menambahakan, dalam pesantren kilat ini, peserta tidak hanya mendapatkan bimbel materi untuk masuk PTN saja. Akan tetapi juga dibekali materi keaswajaan dan bimbingan doa para pengasuh pesantren Bahrul Ulum.?

”Isnyaallah para pengauh gus gus ikut mendampingi proses belajar kalian semua,” ujarnya seraya mengatakan jika nanti diterima masuk PTN peserta sanlat diminta masuk organisasi PMII, saja.

Sementara itu Ketua PCNU Jombang KH Isrofila Amar berpesan, disamping materi pelajaran persiapan masuk PTN para tentor diharapkan juga memberikan materi keaswajaan.?

“Tidak hanya sejarah akan tetapi dalil dalil yang menerangkan ubudiyah ala NU juga disampaikan, ini penting diberikan,” tuturnya.

PCNU, lanjut Dosen Unipdu ini menambahkan, sangat berterimakasih atas kiprah Ansor yang terus bergerak melakukan pengkaderan.?

”Kemarin saya hadir di PKD Ansor Ploso sekarang Ansor menggelar pesantren kilat, semoga aktifitas ini bermanfaat bagi kita semua,” pungkasnya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Muslim Abdurrahman?

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pesantren, Tegal Santri An Nur Slawi

Konsep "Charter School" Solusi Pendidikan di Indonesia, Apa Itu?

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Pemerhati pendidikan Indra Charismiadji mengatakan konsep charter school? atau sekolah swasta yang didanai pemerintah dapat menjadi solusi pendidikan di Indonesia yang memiliki wilayah yang luas.

Konsep Charter School Solusi Pendidikan di Indonesia, Apa Itu? (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsep Charter School Solusi Pendidikan di Indonesia, Apa Itu? (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsep "Charter School" Solusi Pendidikan di Indonesia, Apa Itu?

"Dengan konsep ini, pemerintah mengalokasikan anggaran, dan swasta yang menjalankan sistemnya," ujar Indra di Jakarta, Senin (19/9).

Dia menjelaskan pemerintah mendanai sekolah-sekolah swasta yang kekurangan dana dalam pengoperasiannya. Selama ini, banyak sekolah swasta yang akhirnya tutup karena kekurangan murid akibat kalah bersaing dengan sekolah gratis, bisa juga karena kualitas yang lebih rendah dibandingkan sekolah negeri.

"Sekolah dengan konsep seperti itu dapat menjadi solusi bagi Indonesia yang memiliki wilayah luas dan terpencil, serta dukungan anggaran pendidikan yang relatif besar," kata Direktur Utama PT Eduspec Indonesia itu.

Santri An Nur Slawi

Selama ini, sekolah negeri juga belum mampu menampung keberadaan jumlah murid. Dibandingkan harus membuat sekolah baru, lanjut dia, lebih baik mengembangkan konsep seperti itu.

Sejarah mencatat bahwa pendidikan swasta sudah ada sejak Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk. Namun kini terjadi kesenjangan antara sekolah swasta yang selama ini memegang peranan penting dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Kondisi sekolah swasta akhir-akhir ini semakin menurun baik dari segi kualitas, maupun kuantitas.

Meskipun permasalahan tersebut telah diakomodir dalam peraturan UU Sistem Pendidikan Nasional 20/2003 namun masih belum terlaksana dan tersosialisasikan dengan baik.

Santri An Nur Slawi

"Pendidikan memegang bidang strategis dalam membangun dan mencerdaskan suatu bangsa, maka dari itu kelalaian dalam mengembangkan dan membangun suatu pendididkan yang berkualitas akan berakibat fatal dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang diharapkan bagi kemajuan bangsa" kata Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Ki Suparwanto. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pemurnian Aqidah, Internasional, Hikmah Santri An Nur Slawi

Sabtu, 08 September 2012

Informasi yang Berkembang di Media Perlu Disikapi dengan Teliti

Pringsewu, Santri An Nur Slawi. Mustasyar PCNU Kota Metro Lampung KH Fachrudin Hudan mengingatkan pada saat ini seluruh ummat Islam agar senantiasa dapat menyikapi perubahan zaman dengan hati-hati. Ia mengharapkan agar dapat menyikapi permasalahan yang berkembang dengan kewaspadaan.

Informasi yang Berkembang di Media Perlu Disikapi dengan Teliti (Sumber Gambar : Nu Online)
Informasi yang Berkembang di Media Perlu Disikapi dengan Teliti (Sumber Gambar : Nu Online)

Informasi yang Berkembang di Media Perlu Disikapi dengan Teliti

"Jangan asal-asalan dalam mengikuti pemberitaan yang beredar. Jangan mudah mengikuti sesuatu yang sedang ramai dikabarkan oleh media pemberitaan. Ambillah pemahaman dengan menelaah terlebih dahulu keabsahannya. Jangan asal ikut orang lain," jelasnya saat mengisi pengajian di Desa Kresnomulyo Pringsewu, Ahad (26/2/17).

Kondisi ketidakjelasan sebuah informasi ini juga  diperkeruh oleh tokoh yang terkadang mengeluarkan pernyataan yang cenderung kontroversial sehingga permasalahan tidak menemukan solusi malah melebar.

Semua tokoh yang muncul di pemberitaan khususnya di layar televisi tidaklah memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap suatu masalah. Ada juga diantara tokoh seperti para ustadz dan dai di televisi banyak yang baru belajar agama. Namun karena keartisannya, mereka didaulat menjadi ustadz.

Santri An Nur Slawi

Apalagi terkait paham-paham Islam transnasional yang saat ini sedang gencar-gencarnya menyebarkan ajarannya, Kiai Pemilik Rumah Makan Sate Sidodadi ini mengajak para orang tua untuk waspada dan mengarahkan putera puterinya agar tidak terjerumus.

"Didik anak-anak kita dengan baik. Tanamkan pada diri mereka agar tidak mudah goyah dan tergiur dengan ajaran atau paham baru yang menyesatkan," katanya.

Salah satu hal yang perlu diingatkan kepada para generasi muda saat ini adalah untuk lebih selektif dalam memilih organisasi keagamaan sebagai wadah mereka berdakwah. "Ikuti organisasi keagamaan yang jelas membawa kemaslahatan bagi umat," tegasnya.

Santri An Nur Slawi

Salah satunya adalah Nahdlatul Ulama sebagai organisasi yang terus mengedepankan kemaslahatan ummat dengan tidak secara gegabah memberikan fatwa yang mengarahkan warganya untuk bertindak berlebih-lebihan. Salah satu contohnya adalah prinsip NU yang menyatakan bahwa Indonesia adalah Final dan Pancasila adalah dasar negara.

"Islam itu mudah dan tidak sulit. Yang mempersulit adalah diri kita sendiri," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Tegal Santri An Nur Slawi

Rabu, 05 September 2012

NUCARE-LAZISNU Jateng Serahkan Bantuan 50 Juta untuk Dai Bahtiar

Sukoharjo, Santri An Nur Slawi. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PWNU Jawa Tengah menyerahkan donasi sebesar 50 juta untuk membantu proses penyembuhan penyakit yang diderita Dai Bahtiar, putra almarhum Ketua PCNU Sukoharjo H. Nagib Sutarno di kediaman Dai, di Polokarto Sukoharjo, Kamis (5/1).

NUCARE-LAZISNU Jateng Serahkan Bantuan 50 Juta untuk Dai Bahtiar (Sumber Gambar : Nu Online)
NUCARE-LAZISNU Jateng Serahkan Bantuan 50 Juta untuk Dai Bahtiar (Sumber Gambar : Nu Online)

NUCARE-LAZISNU Jateng Serahkan Bantuan 50 Juta untuk Dai Bahtiar

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, Dai Bahtiar, menderita sakit setelah ia mengalami kecelakaan saat hendak berangkat ke pesantren. Kecelakaan tersebut membuat kakinya cidera dan akhirnya setelah beberapa kali dioperasi terpaksa dilakukan amputasi.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan dari Ketua PWNU Jateng KH Abu Hapsin dan Sekretaris KH M Arja Imroni, Ketua LAZISNU Jateng, Muh Mahsun. Turut hadir pula Rais Syuriah PCNU Sukoharjo KH Abdullah Faishol.

Santri An Nur Slawi

Ketua LAZISNU Jateng Muh Mahsun, berharap bantuan ini dapat meringankan biaya pengobatan yang menelan biaya cukup banyak. "Semoga kepedulian warga Nahdliyyin dan donatur lainnya dapat meringankan beban keluarga. Amin," ujar dia.

Santri An Nur Slawi

Sementara itu, Sekretaris LAZISNU Jateng, Zainuddin Zein menambahkan bantuan ini merupakan hasil penggalangan dana dari program NUCARE-LAZISNU Jateng. "Insyaallah kita teruskan sampai Pebruari, semoga dana yang terkumpul nanti juga bisa untuk membeli kaki palsu," ungkapnya.

Perwakilan dari pihak yang menerima bantuan tersebut, berterimakasih atas donasi yang diberikan dari para donatur. Kami sampaikan terima kasih, mohon ada pendampingan dan bimbingan dari keluarga besar NU, terang Istri Alm. H Nagib, Hj. Siti Zumrotun. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kiai, Khutbah, Pahlawan Santri An Nur Slawi