Jumat, 30 Juni 2017

Negara Bisa Hancur Jika Nasihat Ulama Tidak Didengar

Pringsewu, Santri An Nur Slawi. Eksistensi Negara Indonesia sampai sekarang ini merupakan salah satu bentuk perjuangan para ulama. Negara ini akan tetap aman jika masyarakat masih mau mendengar nasihat dan petunjuk dari kiai.

"Meninggalnya para ulama merupakan tanda kematian alam ini. Pingin Indonesia aman? Amalkan nasihat ulama," kata Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Manarul Hidayat pada Pengajian Akbar memperingati Haul KH Abdullah Sayuti dan Akhirus Sanah Pondok Pesantren Nurul Huda Pringsewu Lampung, Sabtu Malam (14/5).?

Negara Bisa Hancur Jika Nasihat Ulama Tidak Didengar (Sumber Gambar : Nu Online)
Negara Bisa Hancur Jika Nasihat Ulama Tidak Didengar (Sumber Gambar : Nu Online)

Negara Bisa Hancur Jika Nasihat Ulama Tidak Didengar

Pentingnya peran ulama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan menjaga keutuhan NKRI menurutnya sudah mendapat perhatian dari pemerintah dengan menjadikan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

"Kita harus mengingatkan masyarakat bahwa Bung Tomo menggelorakan semangat perjuangan setelah mendapat amanat dari KH Hasyim Asyari pendiri Nahdlatul Ulama. Jadi asal muasal Hari Pahlawan merupakan jasa dari para ulama," terangnya.

Oleh karenanya pada kesempatan tersebut ia mengingatkan kepada jamaah untuk dapat mencetak kader-kader ulama yang akan menjaga agama Islam dan keutuhan NKRI dengan memberikan pendidikan di pondok pesantren.

Pada kesempatan tersebut Kiai Manarul juga mengapresiasi Kabupaten Pringsewu yang memiliki Bupati seorang kiai. Ia mengatakan bahwa ini memang sudah merupakan sebuah keharusan jika kader NU harus memimpin. "Wajib bagi warga NU untuk siap bila diamanati umat untuk menjadi pemimpin baik menjadi Bupati Gubernur dan lain lain," tegasnya.

Santri An Nur Slawi

Hadir pada acara tersebut Bupati Pringsewu H Sujadi, Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufiqurrahman dan para tamu undangan dari unsur tokoh agama dan masyarakat. (Muhammad Faizin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Fragmen, Daerah, Kyai Santri An Nur Slawi

NU Kembali Tegaskan Pancasila

Cirebon, Santri An Nur Slawi  

Nahdlatul Ulama kembali menegaskan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang sudah final.

Hal itu mengemuka pada Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama di komisi Komisi Bahtsul Masail Diniyah -Maudlu’iyah, di Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat.

NU Kembali Tegaskan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kembali Tegaskan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kembali Tegaskan Pancasila

Katib Syuriyah PBNU KH Afifuddin Muhajir sebagai narasumber memaparkan makalah “Negara Pancasila dalam Perspektif Islam.”

Santri An Nur Slawi

Menurutnya, dalam pandangan Islam, sistem pemerintahan masuk dalam kategori wasilah (media), bukan ghayah (tujuan). Sedangkan apa yang masuk dalam kategori ghayah adalah ditegakkannya kesejahteraan dan kemakmuran yang berkeadilan dan berketuhanan.

Santri An Nur Slawi

”Karenanya menjadi masuk akal jika dalam teks wahyu, sistem pemerintahan itu tidak disebutkan secara tersurat dan terperinci. Sebaliknya, teks wahyu banyak berbicara dalam soal negara dan pemerintahan ini secara makro dan universal.”

Hal ini, sambung Kiai Afifi, seperti tercermin dalam prinsip-prinsip umum tentang syura (permusyawaratan), ’adalah (keadilan), musawat (persamaan), dan hurriyyah (kebebasan).

“Kalau begitu, maka negara yang menjadikan Pancasila sebagai dasar negaranya, tidak menjadi persoalan. Meski negara Indonesia bukanlah negara Islam, tetap sah menurut Islam.”

Dalam muktamar NU di Situbondo, sambung Kiai Afif, Pancasila bukanlah agama dan tidak bisa menjadi acuan dalam beragama. Dengan kata lain Pacasila bukanlah syariat. Atau sebaliknya.

Para alim ulama dari seluruh Indonesia menyepakati apa yang dipaparkan narasumber. Misalnya KH Cecep dari Jawa Barat. “Sepakat,” ujarnya “kita tidak perlu mendirikan negara Islam. Tapi cukup dengan negara Pancasila.

KH Imran dari Sumatera Selatan menyatakan hal serupa. “Pada intinya, kami dari Sumsel setuju dengan apa yang disampaikan beliau. Mohon keputusan yang diampil sesuai dengan syar’i.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Sejarah Santri An Nur Slawi

12 Pesantren Siap Tampung Anak Rohingya

Magelang, Santri An Nur Slawi. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan sedikitnya 12 pondok pesantren di Jawa Timur dan Jawa Barat siap menampung pengungsi Rohingya, terutama anak-anak yang hidup sebatang kara karena terpisah dari orang tua dan familinya.

12 Pesantren Siap Tampung Anak Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
12 Pesantren Siap Tampung Anak Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

12 Pesantren Siap Tampung Anak Rohingya

"Berdasarkan pendataan di lapangan, anak-anak pengungsi Rohingya banyak yang menjadi yatim piatu dan terpisah dari keluarga besarnya," katanya, usai menjadi pembicara pada khataman putri di Pondok Pesantren Raudhatut Thullab, Desa Wonosari, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jateng, Rabu.

Ia menuturkan mereka butuh pemulihan secara psikososial dan perlu mendapatkan hak asuh karena hidup sebatang kara. Oleh karena itu perlu tempat yang memadai untuk menampungnya.

Santri An Nur Slawi

Ia mengatakan sebanyak 12 pondok pesantren yang siap menampung tersebut, antara lain Pondok Pesantren di Malang, Pasuruan, Bojonegoro, Jatim, dan Sukabumi, Jabar.

"Pesantren merupakan tempat penampungan yang dirasa cukup kondusif dan efektif bagi anak-anak tersebut," ucapnya.

Santri An Nur Slawi

Menurut dia untuk kebutuhan penempatan kembali para pengungsi Rohingya memerlukan waktu selama satu tahun. Setelah satu tahun, pihaknya mendorong komunitas internasional untuk bertanggung jawab terhadap nasib para pengungsi itu, seperti PBB dan negara-negara lain.

"Hal ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Indonesia saja, melainkan juga tanggung jawab dunia," ujarnya.

Ia menuturkan dari 1.250-an pengungsi Rohingya banyak yang terpisah dari anggota keluarganya, misalnya, istri berada di Aceh dan suami mengungsi di Malaysia.

Ia mengatakan Kementerian Sosial berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk membicarakan reunifikasi atau penyatuan kembali para pengungsi ke keluarganya.

"Menlu Indonesia nantinya akan berkomunikasi dengan Menlu Malaysia mengenai hal ini," tambahnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Thullab Tempuran, Said Asrori mengatakan pihaknya siap untuk menampung anak-anak pengungsi Rohingya. Di Pondok pesantren yang dikelolanya mampu menampun 500 santri.

"Kami siap menampung dengan jumlah yang kami tampung sekitar 50 orang," katanya. (antara/mukafi niam) foto: demotix

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi AlaSantri, Ubudiyah Santri An Nur Slawi

Kamis, 29 Juni 2017

Kepengurusan Baru IPNU-IPPNU Jepara Bakal Terbitkan Buletin

Jepara, Santri An Nur Slawi. Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Jepara, Hidayatun Nikmah, menyampaikan bahwa dalam masa kepengurusannya, bersama Ikatan Pelajar NU (IPNU) pihaknya akan menerbitkan media berupa buletin. Hal ini disampaikannya usai pelantikan pada Ahad (14/9), di Pendopo Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Kepengurusan Baru IPNU-IPPNU Jepara Bakal Terbitkan Buletin (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepengurusan Baru IPNU-IPPNU Jepara Bakal Terbitkan Buletin (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepengurusan Baru IPNU-IPPNU Jepara Bakal Terbitkan Buletin

“Sebenarnya keinginan untuk hal ini sudah ada sejak kepengurusan periode kemarin. Hanya saja, kemarin terkendala karena banyak pengurusnya yang sibuk bekerja. Nah, semoga tahun ini rencana penerbitan buletin bisa terlaksana,” paparnya kepada Santri An Nur Slawi.

Menurut Nikmah yang pada kepengurusan periode kemarin juga masuk sebagai Wakil Sekretaris ini, Jepara telah memiliki kader-kader muda NU yang potensial dibidang dunia jurnalistik. Karena itu, ia semakin optimis programnya akan terwujud.

Santri An Nur Slawi

Sementara itu, Lisnatul Faundiyah, pengurus Divisi Jurnalistik, telah siap dengan agenda tersebut. Ia sendiri meski belum memahami betul dunia jurnalistik, namun mengaku tertarik dengan tulis-menulis. Ia pun mengatakan bahwa rencananya, untuk enam bulan ke depan akan diadakan pelatihan dan bimbingan sampai matang.

“Semester pertama, kami akan mengadakan pelatihan dan bimbingan mengenai dunia jurnalistik. Lalu setelah itu baru penerbitan buletin.Belum ada susunan tim redaksi memang, tapi rencana nanti satu bulan sekali kami bakal menerbitkan buletin,” papar Lisna yang dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPPNU Kecamatan Mlonggo.

Santri An Nur Slawi

Sebenarnya, PC. IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara pada periode sebelumnya sudah pernah memiliki produk buletin. Namun beberapa tahun terakhir, media tersebut vakum. Kini, Nikmah, Lisna, serta rekanan pengurus lainnya percaya, bahwa mereka mampu menghidupkannya kembali.

Pelantikan hari itu di susul dengan sarasehan bertajuk “Meneguhkan Ideologi Aswaja Demi Tetap Tegaknya NKRI”, dan dilanjutkan dengan Rapat Kerja. Acara pelantikan dan sarasehan diikuti oleh segenap Badan Otonom (Banom) NU, Pejabat Pemerintahan, serta pengurus IPNU-IPPNU di pelbagai tingkatan sekabupaten Jepara. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi RMI NU, Pertandingan Santri An Nur Slawi

Sabtu, 24 Juni 2017

Ketum PBNU dan Grand Syekh Al-Azhar Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Dakwah

Kairo, Santri An Nur Slawi. Indonesia adalah negara multi etnis, multi agama dan multi bahasa, dengan jumlah penduduk yang mencapai 250 juta jiwa, Indonesia tetap bersatu dalam sebuah negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasar Pancasila.

Ketum PBNU dan Grand Syekh Al-Azhar Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU dan Grand Syekh Al-Azhar Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU dan Grand Syekh Al-Azhar Bahas Kerja Sama Pendidikan dan Dakwah

Umat Islam sebagai pemeluk agama mayoritas mampu menaungi keragamaan yang ada dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Ini adalah kesyukuran yang sangat mendalam, karena keragaman yang ada tidak menjadi kendala untuk bernegara dalam sistem demokrasi yang disepakati oleh semua komponen bangsa.

Poin tersebut disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siroj kepada Grand Syekh Al-Azhar Syekh Ahmad Mohamed Al-Tayeb saat bertemu di sela-sela kegiatan Konferensi Internasional Kebebasan, Kewarganegaraan, Keragaman dan Persatuan di Hotel Fairmont Kairo, Rabu (1/3).

Kiai Said menambahkan, sebagai negara dengan penduduk muslim sunni terbesar, Indonesia saat ini mendapat tantangan yang cukup besar, khususnya dengan maraknya kelompok-kelompok Islam beraliran liberal dan radikal.?

Santri An Nur Slawi

Dua kelompok ini terus berupaya untuk menyudutkan penganut ahlussunnah wal jamaah yang mengutamakan tawasut, tawazun dan tasamuh, mereka berkeinginan untuk membawa mayoritas umat Islam kepada radikalisme dan liberalisme.?

Untuk itu, Nahdhatul Ulama (NU) sebagai salah satu benteng ahlussunah waljamaah terbesar di Indonesia selalu berupaya untuk merangkul semua kelompok agar kembali kepada Islam yang penuh rahmat, Islam yang penuh kasih sayang melalui risalah kemanusiaan Islam rahmatan lilálamin.

Pada saat yang sama, Grand Syekh Al-Azhar Mesir, Syekh Ahmad Mohamed Al-Tayeb selaku Ketua Muslim Cauncil of Elders (Majelis Hukama el-Muslimin) dan Pimpinan Tertinggi Al-Azhar menegaskan bahwa NU dan Al-Azhar memiliki misi yang sama. Saat ini Al-Azhar sebagaimana NU juga mendapat tantangan yang memerlukan kerja keras untuk menghadapinya.?

Menurut Ahmad Tayeb, Al-Azhar bisa bertahan hingga seribu tahun lebih antara lain adalah karena Al-Azhar senantiasa merangkul semua golongan, berusaha menjadi penengah setiap konflik antar golongan, dan menempatkan risalah Islam yang moderat dan toleran sebagai perisai perjuangan mempertahankan Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Santri An Nur Slawi

Grand Syekh Al-Azhar menambahkan, posisi di atas tidak jarang disalahpahami oleh kelompok-kelompok yang tidak punya itikad baik terhadap persatuan Islam. Tidak jarang kebijakan yang dikeluarkan oleh Al-Azhar ditentang oleh kelompok-kelompok yang ada, kelompok yang keras menuduh Al-Azhar liberal, sementara kelompok liberal menuduh Al-Azhar radikal. Tetapi itulah risiko posisi di tengah, moderat, banyak yang ingin menarik ke kiri atau ke kanan.

Sinergi pendidikan dan dakwah

Pada kesempatan pertemuan tersebut, Grand Syekh Al-Azhar dan Ketua Umum PBNU juga membahas upaya kerja sama pendidikan dan dakwah antara Al-Azhar dan NU.

Kiai Said menjelaskan kepada Ahmad Tayeb, pesantren yang ada dalam naungan NU saat ini mencapai 12 ribu lebih. Mereka mewarisi metode belajar Islam seperti yang pernah dilakukan oleh Al-Azhar.?

Selain itu, tidak sedikit dari pesantren-pesantren ini yang mengembangkan pendidikan modern dengan mengajarkan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi tetap dalam nuansa pesantren yang menekankan pentingnya akidah, akhlak, dan syariah.

Grand Syekh Al-Azhar yang cukup antusias mendengarkan penjelasan Ketua Umum PBNU tentang pendidikan dan dakwah di Indonesia menawarkan berbagai bentuk kerja sama untuk meningkatkan pendidikan dakwah Islam yang rahmatan lil alamin sesuai dengan risalah Nabi Muhammad SAW. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Quote, Aswaja, IMNU Santri An Nur Slawi

Kamis, 22 Juni 2017

Ma’arif NU Bantarbolang Gelar Pekan Madaris

Pemalang, Santri An Nur Slawi. Majelis Wakil Cabang (MWC) Lembaga Pendidikan (LP) Maarif Nahdlatul Ulama kecamatan Bantarbolang, menggelar kegiatan pekan madaris di lapangan Dukuh Blendung Desa karanganyar Bantarbolang Kab. Pemalang Jawa Tengah.?

Porsadin (pekan madaris) merupakan kegiatan tahunan, pertemuan besar antar santri-santriwati madrasah/TPQ, baik yang ada di tingkat diniyah awaliyah maupun wustho dan TPQ. ?

Ma’arif NU Bantarbolang Gelar Pekan Madaris (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif NU Bantarbolang Gelar Pekan Madaris (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif NU Bantarbolang Gelar Pekan Madaris

Kegiatan yang diselenggarakan selama 3 hari, mulai Sabtu (22/4) sampai dengan Senin (24/4) ini diikuti sebanyak 21 madrasah diniyah awaliyah (MDA) di Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang. Kegiatan yang sudah berlangung kedelapan ini mengusung tema Memperkokoh Eksistensi Madrasah dan TPQ dengan motto “Semangat Tafaqquh Fiddin”.?

Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk perkemahan. Berbagai jenis cabang yang dilombakan dalam kegiatan ini adalah MTQ, pidato, barzanji, kaligrafi, hafalan surat, baca kitab, dan masih banyak lomba lainnya.

Santri An Nur Slawi

Porsadin VIII dibuka langsung ketua FKDT Kabupaten Pemalang Taufiqul Ala pada Sabtu, (22/4). Turut hadir pula dalam pembukaan Kapolsek, Danramil Bantarbolang, pengurus MWC NU, LP. Ma’aruf NU, Ansor PAC Bantarbolang serta Pemerintah Desa Karanganyar.?

Dalam sambutannya ketua FKDT Kab. Pemalang Taufiqul A’la menyampaikan bahwa pekan madaris adalah wadah kreatifitas santri untuk generasi yang lebih baik. Kegiatan ini sekaligus sebagai sarana silaturrahim antar santri, meningkatkan kreatifitas dan prestasi santri. Porsadin juga sebagai wahana kompetisi madrasah untuk menggembleng peserta didiknya dalam mempersiapkan kader-kader bangsa yang berkualitas serta ber-akhlakul karimah.?

Acara berlangsung semarak. Saat pawai taaruf setelah upacara pembukaan, semua peserta sangat antusias mengikuti pawai. Dua marcing band dari SMP Islam Bantarbolang dan MI Karanganyar menambah pawai ta’aruf berjalan meriah.

Selain lomba, pihak panitia juga menyelenggarakan nonton film bersama.?

Santri An Nur Slawi

Kegiatan tahunan tersebut rencananya akan ditutup pada Senin 24 April dengan kegiatan pengajian umum dengan pembicara KH. Syarifudin, pengurus wilayah GP. Ansor Jawa Tengah. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Sholawat, Ubudiyah Santri An Nur Slawi

Rabu, 21 Juni 2017

Selamatkan Naskah Klasik, Kemenag Galakkan Program Digitalisasi

Jakarta, Santri An Nur Slawi



Konservasi atau pemeliharaan terhadap naskah klasik keagamaan merupakan pekerjaan sangat penting, karena naskah klasik merupakan warisan budaya bangsa yang mengandung berbagai informasi sejarah, pemikiran, pengetahuan dan berbagai bentuk kearifan lokal sesuai daerahnya. Sebagai heritage, naskah klasik termasuk salah satu unsur dari benda cagar budaya yang mesti dilindungi.?

Dalam rangka konservasi dan revitalisasi, maka Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan (LKK) Kementerian Agama telah melakukan konservasi naskah klasik keagamaan dengan cara mendigitalisasi dan mengkaji isi teksnya.?

Selamatkan Naskah Klasik, Kemenag Galakkan Program Digitalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Selamatkan Naskah Klasik, Kemenag Galakkan Program Digitalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Selamatkan Naskah Klasik, Kemenag Galakkan Program Digitalisasi

Sejak tahun 2008 hingga tahun 2015, Puslitbang LKK sudak melakukan program digitalisasi sejumlah 1776 naskah dari berbagai wilayah di Indonesia, dengan cara melakukan pemotoan dengan format foto digital naskah-naskah klasik dengan format file RAW, minimum ketajaman 350 DPI dan kedalaman warna 24 bit, dengan menggunakan kamera digital jenis SLR, dan format pengambilan gambar per halaman.?

Pada tahun 2015, Pulitbang LKK meneruskan program ”Ekplorasi dan Konservasi Naskah Klasik Keagamaan” dengan target 160. Dari target tersebut yang berhasil digitalisasi mencapai 175 naskah yang terdapat di lima lokasi, yaitu Aceh 46 naskah, Sumbar 22 naskah, Kerinci 7 naskah, Garut 17 naskah, Cirebon 62 naskah, dan Wonosobo 38 naskah.

Santri An Nur Slawi

Dari informasi yang diperoleh oleh Pulitbang LKK bahaya yang mengintai lenyapnya naskah adalah kerawanan naskah yang hilang akibat dijual ke luar negeri terutama Malaysia dan Brunei yang sangat antusias dalam mengumpulkan dan membelinya di wilayah Indonesia ini.?

Bencana lain yang menimpa naskah klasik keagamaan adalah kerusakannya yang disebabkan oleh alam seperti cuaca dan bencana alam, atau karena penanganan yang kurang tepat.?

Kajian isi naskah dilakukan oleh Puslitbang LKK sejak tahun 2012 dengan nama kegiatan Analisa Teks dan Konteks. Teks yang dipilih adalah yang digunakan masyarakat sehari-hari, sehingga dapat mempermudah masyarakat memahami dan membacanya apa yang telah ditulis oleh nenek moyangnya pada masa lampau.?

Litbang Lektur memberikan rekomendasi agar naskah yang sudah menjadi manuskrip dimuat di dalam kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah mulai dari tingkat dasar hingga tingkat menengah atas sebagai pengenalan terhadap warisan bangsa dan membuat mereka mencintai warisan budaya mereka. (Mukafi Niam)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Santri, Cerita Santri An Nur Slawi

Senin, 19 Juni 2017

Ketua NU Subang Terima Penghargaan dari Bupati

Subang, Santri An Nur Slawi. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang, Jawa Barat, KH Musyfiq Amrullah, mendapatkan penghargaan sebagai tokoh masyarakat terbaik dan berprestasi di Kabupaten Subang.

Ketua NU Subang Terima Penghargaan dari Bupati (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua NU Subang Terima Penghargaan dari Bupati (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua NU Subang Terima Penghargaan dari Bupati

Penghargaan tersebut disematkan langsung oleh Bupati Subang, Ojang Sohandi, usai penyelenggaraan upacara peringatan HUT RI ke 69 di alun-alun Kota Subang, Ahad (17/8).

“Beliau (KH. Musyfiq, red) sebagai tokoh yang mampu memberikan kontribusi positif untuk pembangunan di Kabupaten Subang. Selain sosoknya yang peduli terhadap pendidikan, beliau juga tokoh yang sama-sama mendorong perdamaian serta penguatan ideologi kebangsaan Republik Indonesia,” ujar Ojang Sohandi usai upacara.

Santri An Nur Slawi

Sementara, KH Musyfiq Amrullah mengaku kaget dengan penunjukkan dirinya sebagai salah satu tokoh di Kabupaten Subang yang mendapatkan pengharagaan dari orang nomor satu di Kabupaten Subang tersebut.

“Sebelumnya saya mendapatkan undangan sebagai pimpinan ormas. Tapi belakangan, saya dipanggil sebagai salah satu tokoh terbaik di Kabupaten Subang. Tapi, apapun itu, kami terima dengan tangan terbuka dan ucapkan terima kasih kepada pak Bupati,” kata Musyfiq.

Santri An Nur Slawi

Selain memberikan pengharagaan kepada salah satu tokoh masyarakat di Kabupaten Subang, pada kesempatan tersebut diserahkan juga berbagai penghargaan kepada pihak lain yang telah berprestasi baik di tingkat Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, hingga tingkat nasional.

Penyerahan dilakukan oleh Bupati Subang yang didampingi oleh Wakil Bupati Subang, Imas Aryumningsih bersama jajaran Pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Subang. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Foto: KH. Musyfiq Amrullah, (tengah) didampingi KH. Musa Mutaqin (kanan) dan pejabat di Kemenag Subang, Munawar Sulaeman berpose usai penerimaan pengharagaan

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Ulama Santri An Nur Slawi

Minggu, 18 Juni 2017

RMINU-GP Ansor Jombang Bentuk Kelompok Budidaya Lele NU Biomaxi

Jombang, Santri An Nur Slawi. Berbagai kegiatan untuk semarakkan konferensi cabang (Konfercab) PCNU Jombang terus dilakukan oleh panitia penyelenggara. Salah satunya adalah lokakarya peningkatan hasil pertanian dan peternakan yang berlangsung di pesantren kreatif Fathul Ulum Desa Gardu Laut Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang, Ahad (12/3/2017) lalu.

Habibul Amin Sekretaris RMI-NU mengungkapkan, kegiatan itu akan terus berlanjut hingga membentuk kelompok-kelompok dari 250 peserta yang ikut saat acara digelar. Kelompok ini untuk lebih menfokuskan potensi yang dimiliki oleh masing-masing peserta.

RMINU-GP Ansor Jombang Bentuk Kelompok Budidaya Lele NU Biomaxi (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU-GP Ansor Jombang Bentuk Kelompok Budidaya Lele NU Biomaxi (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU-GP Ansor Jombang Bentuk Kelompok Budidaya Lele NU Biomaxi

?

"Kita tindak lanjuti dengan pembentukan kelompok budidaya lele NU biomaxi dan pertanaian organik barbasis maxigraw," ujarnya kepada Santri An Nur Slawi, Kamis (16/3/2017).

Santri An Nur Slawi

Pengasuh pondok pesantren kreatif Fathul Ulum ini menjelaskan, budidaya ikan lele organik biomaxi yang saat itu menjadi salah satu pembahasan utama selama ini banyak diminati masyarakat, selain itu sejumlah warung makan khususnya di Jombang juga minat belinya terus meningkat.

Kondisi demikian menurut pria yang kerab disapa Gus Amin itu, membawa keberkahan tersendiri bagi para peternak. Apalagi budidaya ikan lele organik biomaxi ini sangat ekonomis. Misalnya irit tempat juga air.

"Air untuk budidaya ikan lele biomaxi tidak usah diganti sampai panen dan airnya bisa dibuat pupuk pertanian," ujarnya.

Santri An Nur Slawi

Disamping itu, lanjutnya, peternak tidak harus memberi pakan yang banyak. "Tiga ribu lele sampai panen cukup lima sak atau sekitar 150 kilogram dengan hasil panen rata-rata 2,5 kuintal dan gurih rasanya," tambah pria berkaca mata itu.

Sementara itu secara terpisah, Ketua PC GP Ansor Jombang, H Zulfikar Damam Ikhwanto menambahkan pelatihan budidaya lele biomaxi ini merupakan suatu upaya membuka peluang usaha yang bisa dilakukan oleh siapapun dan kalangan apapun, seperti santri, anak-anak muda bahkan orang tua juga bisa menjalankannya.

"Karena memang simpel atau praktis, biayanya juga irit, tidak butuh modal besar dan tempatnya juga tidak butuh besar," jelasnya.

Setidaknya, menurut pria yang biasa disapa Gus Antok ini, dalam jangka panjangnya dapat menjadi solusi untuk memberikan lahan pekerjaan yang praktis pula, mengingat segala kebutuhan ternak ikan lele organik biomaxi ini sangat mudah.

"Usaha ini juga akan memberikan solusi persoalan pengangguran pada anak-anak muda, syukur-syukur mereka menjadi pengusaha budidaya lele dan bisa berjejejaring," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Sunnah, Nahdlatul Santri An Nur Slawi

Pangdam Siliwangi: Banser Harus Mampu Redam Perpecahan

Bandung, Santri An Nur Slawi - Pangdam III Siliwangi Mayor Jenderal Muhammad Herindra mengatakan hari ini keutuhan bangsa Indonesia tengah dalam ancaman. Ada upaya membenturkan antara satu golongan dan golongan lain. Terlebih dengan maraknya berita di media sosial yang mengarah ke provokasi dan fitnah yang berujung pada upaya perpecahan bangsa.

"Ansor dan Banser harus mampu meredam perpecahan bangsa," kata Herindra.

Pangdam Siliwangi: Banser Harus Mampu Redam Perpecahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pangdam Siliwangi: Banser Harus Mampu Redam Perpecahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pangdam Siliwangi: Banser Harus Mampu Redam Perpecahan

Ia berharap Ansor dan Banser berperan aktif untuk mencegah gerakan-gerakan yang mengarah pada radikalisme yang mengancam keutuhan NKRI.

Santri An Nur Slawi

"Kalau menemukan yang seperti itu, jangan bertindak sendiri. Segera laporkan," kata Herindra di hadapan belasan ribu peserta apel kebangsaan yang terdiri atas elemen GP Ansor, Banser, IPNU, dan IPPNU di Monumen Perjuangan Bandung, Rabu (10/5).

Santri An Nur Slawi

Upacara yang diinisiasi oleh pengurus harian GP Ansor Jawa Barat ini dihadiri langsung oleh Pangdam III Siliwangi Mayor Jenderal Muhammad Herindra dan Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Anton Charliyan. (Nurjani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi AlaNu Santri An Nur Slawi

Sabtu, 17 Juni 2017

Habib Luthfi Hadiahkan Serban Hijau untuk SBY

Pekalongan, Santri An Nur Slawi. Sebelum menghadiri maulidan yang diselenggarakan Kanzus Sholawat di Pekalongan Rabu (5/2), Habib Luthfi bin Yahya di kediaman pribadinya memberikan hadiah serban kepada SBY saat singgah sementara. 

Habib Luthfi Hadiahkan Serban Hijau untuk SBY (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Hadiahkan Serban Hijau untuk SBY (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi Hadiahkan Serban Hijau untuk SBY

Hal ini dibenarkan seorang ajudan Habib Luthfi bahwa serban hijau yang dipakai SBY merupakan hadiah Habib Luthfi yang biasa dipakai pada acara keagamaan.

Saat menyambut kedatangan SBY, Habib Luthfi masih mengenakan serban. Tetapi ketika menuju panggung arena maulid bersama SBY, Habib Luthfi sudah tidak lagi mengenakan serban.

Santri An Nur Slawi

Kehadiran SBY di majelis Kanzus Sholawat Pekalongan merupakan kedua kalinya setelah sebelumnya pada April 2008. Kedatangan dan kepulangan SBY bersama rombongan menggunakan jalan khusus membuat kewalahan pasukan pengaman presiden (Paspampres).

Meski pengamanan cukup ketat, SBY menyapa dan berjabat tangan kepada warga yang berderet di pinggir jalan. Usai menghadiri majelis maulid, SBY kembali mampir di rumah kediaman Habib Luthfi di jalan dr Wahidin gang 7 Noyontaan Pekalongan. (Abdul Muiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Internasional, Makam, Meme Islam Santri An Nur Slawi

Jumat, 16 Juni 2017

Ridwal Kamil Paparkan Kiat Memimpin Bandung di Pesantren Tebuireng

Jombang, Santri An Nur Slawi



Banyak cara yang harus dilakukan para pemimpin agar bisa sukses membawa perubahan. Namun yang lebih utama adalah keteladanan, menjaga ucapan, serta memperbanyak silaturahim.

Sejumlah pesan ini disampaikan H Ridwan Kamil saat memberikan kuliah umum di Pesantren Tebuireng Jombang, Rabu (8/3). Menurut Wali Kota Bandung tersebut, tidak ada perbedaan antara pemimpin dan orang kebanyakan. "Masing-masing memiliki waktu 24 jam," jelas Kang Emil, sapaan akrabnya.

Ridwal Kamil Paparkan Kiat Memimpin Bandung di Pesantren Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)
Ridwal Kamil Paparkan Kiat Memimpin Bandung di Pesantren Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)

Ridwal Kamil Paparkan Kiat Memimpin Bandung di Pesantren Tebuireng

Akan tetapi, bagaimana mengatur waktu yang sudah dimiliki tersebut untuk kegiatan yang lebih terukur. "Ada waktu untuk diri sendiri, ibadah, keluarga serta masyarakat," ungkapnya. Dan semakin banyak waktu yang diberikan untuk khalayak, tentu akan lebih baik, lanjutnya sembari mengutip sebuah hadits.

Pada acara yang juga diikuti sejumlah ustadz, guru dan pimpinan pesantren tersebut, Kang Emil memaparkan sejumlah terobosan ketika memimpin Bandung. "Memang butuh waktu agar ide kita bisa diterima dengan baik oleh masyarakat," katanya. Termasuk memindahkan mereka yang menempati kawasan kumuh ke lokasi pemukiman yang lebih layak. "Untuk sosialisasi, saya butuh waktu selama setahun," kisahnya.

Karena itu, Kang Emil memanfaatkan betul silaturahim dengan warga, sekaligus menjaga ucapannya. "Saat itu saya harus duduk bersama mereka sembari memberikan pemahaman terkait ide relokasi tersebut," jelasnya. Dan lewat komunikasi yang kian intensif tersebut, akhirnya warga dapat menerima pemindahan dengan tanpa ada perlawanan berarti, lanjutnya.

Santri An Nur Slawi

Yang tidak kalah penting dari silaturahim tersebut adalah bagaimana menjaga ucapan agar jangan ada yang menyakiti masyarakat. "Apa senjata yang lebih tajam?" katanya sembari mengisahkan dialog Imam al-Ghazali dengan muridnya. "Bukan pedang, pisau dan sejenisnya, akan tetapi lisan atau ucapan," ungkapnya.

Santri An Nur Slawi

Terkait ide gerakan ngaji usai waktu Magrib dan shalat Shubuh berjamaah, Kang Emil menandaskan bahwa hal tersebut sebagai kewajiban pemimpin. "Kami tidak hanya mengejar kemajuan fisik, juga mental," katanya.

Dia beralasan bahwa banyak warga negara yang penduduknya ternyata merasa tidak nyaman kendati pembangunan infrastruktur dan kemajuan ekonomi berkembang pesat. "Minimal saya bisa mempertanggungjawabkan di akhirat bahwa yang saya bangun selama ini tidak semata kemajuan fisik," jelasnya.

Di akhir paparannya, Kang Emil berharap para santri kelak dapat menjadi kalangan yang mandiri serta peduli dengan keadaan. "Menjadi orang yang turun tangan, bukan lepas tangan," katanya. Juga bukan mereka yang tangannya di bawah, justru di atas, lanjutnya.

Usai memberikan kuliah umum, Kang Emil melanjutkan ziarah ke makam keluarga Tebuireng serta bertemu KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) di dalem kasepuhan. ? (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kajian Islam, Habib, Ahlussunnah Santri An Nur Slawi

Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Pembukaan "Saptawikrama Membumi" yang digelar di Lapangan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Paciran, Lamongan Jawa Timur, Jumat (18/3) berlangsung meriah dan disaksikan ribuan santri dari berbagai pesantren.

?

Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan

Acara yang dibuka Wakil Ketua Lesbumi PBNU, Candra Malik ini menampilkan ragam kesenian, mulai dari pentas teater, pertunjukan tari-tarian dan pembacaan puisi, yang semuanya mengacu pada nilai-nilai islami yang mengandung kekhasan budaya Nusantara.

“Saptawikrama Membumi diadakan untuk mengenalkan tujuh strategi kebudayaan Lesbumi sebagai bagian dari Islam Nusantara,” tutur Wakil Sekretaris Lesbumi PBNU, Sastro Adi saat dihubungi Santri An Nur Slawi pada Jumat malam (18/3).

Sastro menambahkan, Pondok Pesantren Sunan Drajat dipilih sebagai lokasi acara karena pesantren tersebut masih terkait dengan Walisongo sebagai penyebar agama Islam di Nusantara. Seperti diketahui para Walisongo dalam berdakwah tidak mengabaikan kearifan lokal dan seni budaya yang sebelumnya telah ada di Nusantara.

Santri An Nur Slawi

Selain pertunjukan ragam kesenian, acara Saptawikrama Membumi ini juga diisi dengan diskusi dan seminar sejarah, pameran lukisan, naskah kuno dan pusaka nusantara. Acara ini berlangsung dari 18-19 Maret dan dihadiri perwakilan dari PWNU seluruh Indonesia.? (Kendi Setiawan/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Humor Islam, Nusantara, AlaNu Santri An Nur Slawi

Kamis, 15 Juni 2017

Investigasi JATMAN: Tarekat Samaniyah di Medan Tak Menyimpang

Medan, Santri An Nur Slawi. Tim investigasi Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN) menyatakan Tarekat Samaniyah yang diajarkan oleh Syeikh Muda Ahmad Arifin Al Haj bukanlah ajaran yang menyesatkan seperti yang dituduhkan selama ini.

Investigasi JATMAN: Tarekat Samaniyah di Medan Tak Menyimpang (Sumber Gambar : Nu Online)
Investigasi JATMAN: Tarekat Samaniyah di Medan Tak Menyimpang (Sumber Gambar : Nu Online)

Investigasi JATMAN: Tarekat Samaniyah di Medan Tak Menyimpang

Ketua Tim Investigasi Idaroh Aliyah JATMAN Prof DR KH Abdul Hadi MA menyatakan, tuduhan-tuduhan yang selama ini disematkan pada tarekat tersebut, lemah dalam pembuktiannya.

Ia menyatakan itu dalam keterangannya kepada wartawan di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Medan, Rabu (10/12).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut dari jajaran PWNU Sumatera Utara, Ketua PCNU Medan Ahmad Firdausy Hutasuhut serta jamaah tarekat Syeikh Muda Arifin.

Santri An Nur Slawi

Dari investigasi yang mereka lakukan, ada sejumlah keputusan tim investigasi. Pertama, Tarekat Samaniyah yang dianut oleh Syeikh Muda Ahmad Arifin adalah Tarekat Mutabarah yang diakui oleh JATMAN di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU).

Santri An Nur Slawi

Kedua, Syeikh Arifin tidak pernah mengajarkan nikah mutah kepada muridnya. Ketiga, Arifin tidak pernah mewajibkan muridnya untuk menyerahkan zakat mal kepada guru. Keempat, soal asal-usul penciptaan Nabi Adam yang pernah dijelaskan Arifin dalam suatu pengajian adalah sesuai dengan keterangan Ats Tsalaby sebagaimana diuraikan dalam kitab Badaai Uz-Zuhur Fi Waqaai id-Duhuur karya Syeikh Muhammad Bin Ahmad Bin Iyaas al-Hanafiy.

"Atas keputusan tersebut, dengan senantiasa memohon bimbingan dan petunjuk Allah SWT, Idaroh JATMAN menyatakan bahwa tarekat dan ajaran Syeikh Muda Ahmad Arifin Al Haj tidak bertentangan dengan Alquran dan Hadist, tidak sesat dan tidak menyimpang," ujar KH Abdul Hadi.

Hasil investigasi ditandatangani seluruh anggota tim investigasi, Mudir Am dan Sekjen, Rais Am dan Katib Am JATMAN. Hasil investigasi ini juga ditandatangani Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj MA.

Ia menjelaskan, investigasi ini mereka lakukan dengan melakukan wawancara semua pihak terkait serta fakta-fakta yang diperoleh dari persidangan kasus dugaan penistaan agama yang didakwakan pada Syeikh Arifin. Semua pihak mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), murid Syeikh Arifin serta pihak pelapor kasus tersebut. Konfrontir juga dilakukan terhadap Sutini, seorang perempuan mantan murid Syeikh Arifin yang mengaku dihamili oleh Syeikh Arifin hingga memiliki seorang anak.

"Ketika itu dia ditantang untuk tes DNA untuk membuktikan pengakuan itu dan dia menolaknya," jelasnya.

Abdul Hadi mengaku sangat menyayangkan polemik ini menjadi melebar seperti saat ini. Persoalan ini menurutnya bisa diselesaikan dengan jalan kekeluargaan sejak awal hingga tak perlu sampai ke meja hijau.

"Jalan islah masih terbuka karena bagaimanapun kita adalah saudara sesama muslim, tidak baik mengkafir-kafirkan, karena Rasulullah tidak pernah begitu," jelasnya.

Mereka juga menyesalkan Fatwa MUI terhadap pengajian Syeikh Arifin yang dianggap prematur.

Saat ini, kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Syeikh Muda Arifin tengah disidangkan di PN Medan. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kajian, Amalan Santri An Nur Slawi

Senin, 12 Juni 2017

ISNU Beranggotakan Sarjana dan Kaum Profesional

Padang, Santri An Nur Slawi. Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) Ali Masykur Musa menegaskan, kehadiran ISNU di tengah kehidupan adalah untuk kepentingan bangsa dan negara Indonesia. Seiring dengan itu, ISNU juga menjadi laboratorium intelektual NU yang semua anggotanya adalah sarjana dan profesional di bidangnya masing-masing.

Ali Maskur mengungkap hal itu, Rabu (5/12) malam di Gubernuran Sumatera Barat, Padang, saat melantik Pengurus Wilayah ISNU Sumatera Barat. Sebelumnya Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Rais Syuriyah PWNU Sumbar Prof Asassriwarni, ? Ketua ISNU Sumbar Masrul, Ketua Panitia Pelantikan ISNU Muhaimin.

ISNU Beranggotakan Sarjana dan Kaum Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Beranggotakan Sarjana dan Kaum Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Beranggotakan Sarjana dan Kaum Profesional

Dikatakan, kehadiran ISNU sebagai badan otonom NU, tentulah untuk kepentingan NU itu sendiri. Karenanya, semua potensi yang dimiliki oleh ISNU haruslah dipersembahkan untuk membesarkan NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.?

Santri An Nur Slawi

“ISNU ingin melakukan pencerahan intelektual di kalangan NU dan umat. Semangat keilmuan yang dimiliki Jepang, harus pula menjadi contoh bagi ISNU,” kata Ali Maskur yang juga anggota BPK ini.

Ditambahkan, Indonesia ingin menjadi negara besar. Untuk itu harus bebas dari intervensi dan ketergantungan dengan pihak asing. ? Melahirkan Indonesia negara besar, haruslah dimulai dari dasar keilmuan.

Santri An Nur Slawi

“Alasan Indonesia bakal menjadi negara besar, setidaknya didukung oleh potensi alam yang melimpah, kohesifitas tinggi, memiliki laut luas, sumber daya manusia yang banyak. Potensi tersebut haruslah menjadi perhatian ISNU dalam mensejahterakan umat,” kata Alli Maskur mantan Ketua Umum PB PMII ini.

Ali Maskur minta ISNU Sumbar sebagai badan otonom NU, harus membantu program-program NU dan berkoordinasi dalam setiap program. ISNU harus memberikan masukan kepada pengambil kebijakan langkah-langkah yang perlu dilakukan, sehingga para pengambil kebijakan mendapat masukan dalam mengatasi kegalauan yang ada.

PW ISNU Sumbar juga diminta melakukan percepatan ekonomi ? warga nahdliyin dengan program pelatihan kewirausahaan, peningkatan sumber daya manusia dan sebagainya.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengharapkan ISNU Sumbar bisa bekerja sama semua pihak, khususnya Pemerintah Daerah Sumbar. Kehadiran ISNU hendaknya memberikan dampak positif terhadap kemajuan Sumatera Barat. Mari kita jadikan Sumatera Barat lebih baik dari hari ini. “Pemprov Sumbar berharap ISNU bisa berbuat untuk umat,” kata Irwan Prayitno.

Ketua PW ISNU Sumbar Masrul, menyebutkan, langkah awal yang dilakukan adalah konsolidasi organisasi. Kedua, menyusun kegiatan konkrit dan mampu dilaksanakan. “Kehadiran ISNU di Sumbar diharapkan berguna untuk ISNU, NU, dan rakyat Sumatera Barat,” kata Masrul.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Armaidi Tanjung

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Hadits, Tegal Santri An Nur Slawi

Kamis, 08 Juni 2017

PWNU Jawa Tengah Minta Ranting dan MWCNU Dihidupkan di Banjarnegara

Banjarnegara, Santri An Nur Slawi - Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah mendukung Pelatihan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Angkatan II yang diselenggarakan PCNU Banjarnegara di Majelis Ta’lim Aswaja Desa Susukan Kecamatan Wanayasa, Jum’at-Ahad (19-21/2). Ia berharap peserta pendidikan ini dapat berkiprah menggerakkan NU di tingkat ranting dan wakil cabang.

Kiai Ubaidillah menegaskan bahwa tantangan Indonesia adalah tantangan NU. Ini tidak lain karena penduduk muslim Indonesia 50% adalah orang NU.

PWNU Jawa Tengah Minta Ranting dan MWCNU Dihidupkan di Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jawa Tengah Minta Ranting dan MWCNU Dihidupkan di Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jawa Tengah Minta Ranting dan MWCNU Dihidupkan di Banjarnegara

Ia berpesan kepada semua peserta PKPNU untuk menghidupkan MWCNU dan Ranting NU. Menurutnya, MWCNU dan Ranting NU inilah yang menguatkan NU secara keseluruhan.

Santri An Nur Slawi

“Yang paling penting ada ranting dan MWCNU. Tetapi harus tertib sesuai dengan AD/ART. Karena sejatinya yang menguatkan NU adalah MWCNU dan ranting yang kiprahnya langsung bersinggungan dengan masyarakat,” pesan Kiai Ubaidillah kepada seluruh peserta PKPNU.

Pendidikan ini sengaja ditepatkan di lokasi terpencil. Pemilihan tempat sesuai dengan arahan PBNU, harus tempat yang tenang, jauh dari jalan raya dan utamanya di lingkungan pesantren. “Maka dipilihlah pegunungan yang jauh dari keramaian,” kata Khozin Amanullah selaku instruktur lokal.

Santri An Nur Slawi

Sementara Ketua PCNU Banjarnegara H Zahid Khasani menyampaikan bahwa PKPNU ini bersifat sistem gugur. “Siapa saja yang tidak mengikuti semua rangkaian acara PKPNU, kami anggap gugur dan tidak mendapat sertifikat,” kata H Zahid.

Rais Syuriyah PCNU Banjarnegara KH Mujtahdi Toblawi juga berpesan agar acara PKPNU ini betul-betul dihayati dan diresapi. “Sehingga nantinya kita betul-betul bisa membawa kemajuan NU di Banjarnegara.”

Pendidikan ini diadakan dalam rangka penguatan kaderisasi terstruktur dan terarah. Dalam pendidikan yang diikuti oleh perwakilan dari setiap MWCNU se-Kabupaten Banjarnegara ini tampak hadir Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah, Rais Syuriyah dan Ketua PCNU Banjarnegara, Danramil Wanayasa, Kades Wanayasa, dan Banom NU seperti Ansor dan IPNU. (Mad Sholihin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Amalan Santri An Nur Slawi

Minggu, 04 Juni 2017

Bangun Islam Moderat, Ulama Yordania Siap Gandeng Ulama Indonesia

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Model Islam wasathiyah (moderat) saat ini mampu menjadi solusi dari semakin pudarnya ukhuwah islamiyah umat Islam diseluruh penjuru dunia. Islam yang ramah dan toleran mulai mendapatkan tempat khusus bukan hanya di Indonesia dengan Islam Nusantaranya, namun juga di negara kawasan timur tengah yang sampai dengan saat ini terus bergejolak dilanda konflik.

Bangun Islam Moderat, Ulama Yordania Siap Gandeng Ulama Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun Islam Moderat, Ulama Yordania Siap Gandeng Ulama Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangun Islam Moderat, Ulama Yordania Siap Gandeng Ulama Indonesia

Respon positif diberikan Darul Ifta (Majelis Ulama) Kerajaan Yordania dengan siap membangun kerja sama dan saling tukar pikiran terkait bagaimana cara membangun pemahaman keislaman dan dakwah Islam moderat dan Islam rahmatan lil alamin. Ulama Jordan Siap Menerima Ulama Indonesia dari MUI dan Nahdlatul Ulama serta ulama yang berpaham wasatiyah lainnya.

"Kami semua sangat senang dengan upaya-upaya membangun kerjasama dan taawun alal birri wattaqwa dengan semua ulama kaum muslimin di dunia ini. Wabil khusus  dengan Indonesia, karena kami tahu Umat islam di Indonesia ini jumlahnya terbesar di dunia, tentu kami sangat terbuka dan marhaban, serta ahlan washlan jika akan ada kunjungan dari MUI ke Jordan," kata Grand Mufti Of Hashemate Kingdom Of Jordan atau Syekh Darul Iftanya Kerajaan Yordania Syekh Muhammad Ahmad  Khalayleh.

Hal itu disampaikan Syekh Khalaylah yang didampingi dengan para masyayikh Darul Ifta lainnya seperti Ketua Komisi Fatwa, dan para ketua dan pimpinan darul Ifta lainya saat saat menerima Pengurus LDNU yang juga Anggota Komisi Dakwah MUI, KH Muhammad Nur Hayid di Kantor Darul Ifta, Amman, Yordania beberapa waktu lalu. 

Muhammad Nur Hayid yang akrab disapa Gus Hayid datang didampingi oleh Perwakilan dari Kedubes RI di Amman, Yordania, Suseno yang merupakan Atase Ketenagakerjaan di KBRI Amman.

Santri An Nur Slawi

Dalam pertemuan tersebut dibahas isu-isu mengenai masalah kaum muslimin yang terjadi diberbagai belahan dunia. Mulai dari isu ekonomi kaum muslimin yang secara rata-rata dibawah kelompok non muslim. Selain itu juga dibahas soal lemahnya persatuan dan kebersamaan antara kaum muslimin yang mengakibatkan umat Islam mudah diadu domba dan dipecah belah. 

Santri An Nur Slawi

Pada pertemuan tersebut, Grand Mufti mengatakan perlunya menyikapi mulai massif dan banyaknya pemahaman keagamaan yang ekstrem dan berlebihan atau tasyaddud yang menjadi cikal bakal munculnya konflik berkepanjangan. Menurutnya, jika umat islam bersatu dan tidak membesarkan perbedaan khilafiyyah, niscaya Islam akan menjadi berwibawa dan disegani 

"Apa yang terjadi di kawasan Timur Tengah dan dunia arab pada umumnya saat ini merupakan wujud lemahnya persatuan kaum muslimin, termasuk banyak berkembangnya pemahaman keagamaan yang mudah mengkafirkan orang lain. Sehingga, umat mudah disulut permusuhan karena kondisi ekonomi yang juga mempengaruhi," jelas Sekjen Lembaga Fatwa Darul Ifta Syekh Ahmad Alhasanat yang mendampingi Grand Syekh.

Menanggapi Hal itu, Gus Hayid juga menceritakan fenomena yang sama yang juga terjadi di Indonesia. Belakangan ini tuturnya, banyak juga kelompok-kelompok tertentu sangat keras menentang cara berislam dan beragama yang sudah dianut oleh mayoritas kaum muslimin Indonesia. Padahal problem pokoknya bukan pada masalah ushuliyah, tetapi masalah furuiyah.

"Kami juga menghadapi hal yang sama soal ancaman ekstrimisme kanan dan kiri. Ekstrimisme kanan mengajak kepada orang-orang untuk mengkafirkan sesama kaum muslimin yang tidak sealiran dan sepemahaman dengan mereka, ekstrim kiri mengajak bersikap liberal dan bahkan anti-agama melalui gerakan masif di media maupun perusakan moral dengan narkoba dan semacamnya," terang Gus Hayid menanggapi sharing soal masalah keumatan.

Atas Dasar itulah, lanjut Grand Syekh, diperlukan upaya kongkrit untuk terus membangun dan menjalin sinergi dakwah yang tepat dan bisa dirasakan oleh umat. Dan langkah tersebut diperlukan kerjasama yang erat antara lembaga semacam darul Ifta untuk bersama-sama mengatasi masalah umat dengan mengunakan pemahaman dan pemikiran islam wasatiyyah.

"Kita tidak bisa sendiri-sendiri menghadapi tantangan dan ancaman terhadap pemahaman islam yang rahmatan lilalamin ini dan perusakan moral kaum muslimin yang akhirnya membuat umat Islam mudah dipecah belah. Kita harus bersama-sama mengatasinya," terangnya diamini oleh Gus Hayid dan rombongan.

Pertemuan ini digelar karena adanya rencana Komisi Dakwah MUI Pusat pimpinan KH Cholil Nafis akan melakukan Rihlah Ilmiah dalam rangka membangun kerjasama sekaligus saling belajar mengenai sistem berdakwah di era modern di berbagai dunia Islam dan sekaligus sistem lembaga semacam MUI merespon problematika umat. Rihlah Ilmiah yang direncanakan akan dilaksanakan pada Maret 2018 ini juga direncanakan ke berbagai negara lain seperti Mesir, Arab Saudi dan Turki selain ke Jordania. 

Menanggapi rencana penguatan kerja sama antara ulama Indonesia dengan Ulama Yordania, Dubes RI untuk Amman, Andi Rahmianto menyambut baik upaya tersebut. Pihak pemerintah melalui kedutaan besar di Yordania siap memfasilitasi dan membantu penguatan kerjasama antara para kedua negara dalam menguatkan pemahaman keilaman yang moderat atau wasathiyah.

"Kami sangat senang mendengar rencana itu. Sudah barang tentu kami pasti mendukung setiap upaya positif yang dibangun oleh para ulama kedua negara dalam rangka merekatkan hubungan antara kedua bangsa dan kedua negara sekaligus dalam rangka menangkal pemahaman islam ekstrem dan mengembangkan islam yang damai, islam rahmatan lil alamain," terang Suseno yang sudah bertugas di berbagai pos penting dan strategis, khususnya di Amerika ini. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Nahdlatul, Jadwal Kajian Santri An Nur Slawi

Kamis, 01 Juni 2017

Guru Way Kanan Apresiasi Kiprah GP Ansor

Way Kanan,Santri An Nur Slawi. Sejumlah pengajar dan kepala sekolah di Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung mengapresiasi positif beberapa kiprah Gerakan Pemuda Ansor. Winingsih, Kepala Sekolah SMAN 1 Baradatu? misalnya, menilai organisasi pemuda NU itu membuka cakrawala berpikir.

Guru Way Kanan Apresiasi Kiprah GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Way Kanan Apresiasi Kiprah GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Way Kanan Apresiasi Kiprah GP Ansor

Winingsih di Blambangan Umpu, Selasa (2/12) mengatakan, merasa berdosa terhadap anak didik setelah mengikuti pelatihan diselenggarakan Ansor,? De MOST (Motivator, Observer, Service, Totally), Dinas Pendidikan dan Kebudayan serta Himpaudi setempat.

"Ada perasaan berdosa kepada siswa. Ternyata untuk memahami keinginan anak tidak segampang yang kami inginkan. Kami ingin berubah setelah mengikuti kegiatan Ansor beberapa waktu lalu itu," ujarnya.

Santri An Nur Slawi

Sebelumnya, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda ANSOR Kabupaten Way Kanan pada Kamis (13/11) menggelar kegiatan bertajuk "Tribute Untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa" sebagai bentuk penghormatan dan upaya menghargai jasa-jasa para guru dari berbagai tingkatan di daerah tersebut.

Kegiatan diperuntukkan secara cuma-cuma bagi pengajar dari berbagai tingkatan di Way Kanan yang ingin memahami gaya belajar anak didik dengan narasumber utama Eko Chrismiyanto (Founder, CEO De MOST, Praktisi Dermatoglipics) yang bergerak dalam jasa motivasi sidik jari.

Santri An Nur Slawi

"Kegiatan tersebut bagus, sangat bagus malah karena membuka pikiran. Selama ini guru tidak menyadari bagaimana karakter anak didik," ujar Winingsih lagi.

Senada Winingsih, Poniman, pengajar SDN Sinar Gading Kecamatan Kasui dan I Ketut Kantia pengajar SMAN4 Banjit juga menilai acara tersebut sangat positif dan membantu pengajar. "Khususnya para guru kelas dan guru BK," kata Poniman. Adapun menurut Kantia, guru di sekolahnya mempunyai minat untuk mengikuti kegiatan Ansor jika diadakan lagi.

"Guru di sekolah kami mempunyai minat tinggi untuk mengikuti pelatihan tersebut setelah saya ceritakan. Jika ada kegiatan serupa lagi, tentu banyak guru berminat. Namun mohon durasi pelatihannya untuk bisa diperpanjang," ujar Kantia. (Hamengku Rayyan/Abdullah Alawi)

Keterangan foto:

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Way Kanan Gino Vanollie saat membuka acara "Tribute Untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa".

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pahlawan Santri An Nur Slawi

Rais Aam PBNU Sampaikan Dua Inti Ajaran Agama

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Rais Aam PBNU, KH Ma’ruf Amin menyampaikan dua hal yang menjadi inti ajaran agama. Menurutnya, ajaran agama adalah untuk membangun kemaslahatan dan menghindari kerusakan.

Rais Aam PBNU Sampaikan Dua Inti Ajaran Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Sampaikan Dua Inti Ajaran Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Sampaikan Dua Inti Ajaran Agama

Kiai Ma’ruf menyampaikan hal tersebut dalam Silaturrahim dan Peluncuran Nahdlatul Ulama Cultural & Business (NUCB) Expo 2015, Senin (31/8) di Aula lantai 8 Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta.

Kiai Ma’ruf menerangkan, dengan kegiatan Expo ini, NU terus berusaha membangun kemaslahatan di bidang ekonomi selain bidang agama, sosial, budaya, dan lain-lain. Dia juga menyampaikan, prinsip dan langkah yang diambil NU dalam merespon perubahan zaman tidaklah pasif, melainkan terus melakukan inovasi untuk mewujudkan kemaslahatan umat.

Santri An Nur Slawi

“Karena ekonomi dibangun lewat dua hal yang bersifat prinsip, yaitu ketuhanan dan prinsip-prinsip ekonomi, sedangkan prinsip ekonomi sendiri mencari maslahah dan menghindari kerusakan,” ujarnya.

Santri An Nur Slawi

Kiai asal Banten ini juga mengungkapkan, bahwa NU akan membangun ekonomi melalui tiga sektor. “Yaitu sektor volunteer, komersial, dan sektor investasi, membangun kemitraan dengan berbagai pihak secara simbiosis mutualisme,” tandasnya.

Dalam peluncuran Expo NU ini, hadir Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, Ketum PBNU, KH Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU, H A Helmy Faishal Zaini, Ketua PBNU, KH Abdul Manan Ghani, dan utusan dari negara-negara sahabat.

Kegiatan ini akan diadakan selama tiga hari, 14-16 Oktober 2015 di Smesco Exhibition Hall, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta bertajuk ‘Seminar Internasional Islam Rahmatan Lil ‘Alamin’.?

Akan hadir sebagai pembicara diantaranya Kepala Bappenas Dr Sofyan Jalil, Dr H As’ad Said Ali, Prof Dr Akhmad Muzakki (pakar studi terorisme), KH A Mustofa Bisri, Muliaman D Hadad (OJK), Dr Abdul Jalil, dan Komjen Pol Saud Usman SH MH.?

Dari luar negeri akan hadir Karen Amstrong (penulis buku A History of God), Prof Dr M Tahir Mansoori (Direktur Syaria Academy, UII Islamabad), Min Zhu (Wakil Direktur IMF), dan Laurent Booth (Muallaf, Wartawati BBC).

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Syariah, Kajian Sunnah Santri An Nur Slawi