Minggu, 30 April 2017

Bupati Sumedang Lepas Kontingen Sakoma NU untuk Perwimanas

Sumedang, Santri An Nur Slawi - Bupati Kabupaten Sumedang Eka Setiawan melepas kontingen Satuan Komunitas (sako) Pramuka Maarif Nahdlatul Ulama Sumedang yang akan mengikuti Perkemahan Wirakarya Maarif NU Nasional (perwimanas) ll di Gedung Negara Kabupaten Sumedang, Rabu (13/9). Pelepasan ini disaksikan oleh Ketua PCNU Sumedang, seluruh pengurus LP Maarif NU, pengurus sakoma NU Sumedang, dan seluruh peserta yang akan mengikuti perwimanas.

Dalam sambutan pelepasan, Bupati Eka Setiawan mengucapkan selamat dan titip jaga nama baik Sumedang.

Bupati Sumedang Lepas Kontingen Sakoma NU untuk Perwimanas (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Sumedang Lepas Kontingen Sakoma NU untuk Perwimanas (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Sumedang Lepas Kontingen Sakoma NU untuk Perwimanas

"Selamat kepada seluruh kontingen yang akan mengikuti perwimanas. Kalian mewakili Sumedang dalam perkemahan nasional, jadi tolong jaga akhlak dan nama baik Sumedang," kata Eka Setiawan.

Santri An Nur Slawi

Perwimanas II yang diprakarsai oleh Pengurus Lembaga Pendidikan (LP) Maarif PBNU ini dilaksanakan pada 17-23 September 2017 di Magelang.

Sementara Ketua LP Maarif NU Sumedang Cucu Suhayat mengatakan bahwa Insya Allah dalam perwimanas ini Sakoma Sumedang akan mengirimkan dua sangga yang terdiri atas sangga putra berjumlah 12 orang dan sangga putri 10 orang. Mereka semua diambil dari sembilan pangkalan gugus depan pramuka penegak yang berada di bawah naungan LP Maarif NU Sumedang.

Santri An Nur Slawi

Sangga dari sako pramuka Maarif NU Sumedang mengambil nama sangga Pengeran Santri dan sangga Ratu Pucuk Umun. Hal ini sebagai bentuk penghargaan terhadap raja dan ratu Sumedang dan supaya para peserta bisa mengikuti jejak beliau dalam membangun Sumedang, kata Cucu.

Kami berharap semua kontingen Sumedang yang akan berangkat ke Magelang dapat menjaga nama baik individu, lembaga, dan Sumedang sesuai amanat bupati. Mudah-mudahan dapat berprestasi dalam berbagai kegiatan dan perlombaan di perwimanas nanti.

“Semoga adik-adik peserta dapat memberi inspirasi buat pegiat pramuka di masing-masing gudepnya,” tutup Cucu. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pahlawan Santri An Nur Slawi

GP Ansor Pringsewu Buka Balai Kursus dan Latihan Kerja

Pringsewu, Santri An Nur Slawi. Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) adalah salah satu bentuk amal usaha yang dimiliki oleh GP Ansor Pringsewu di bidang pendidikan. Setelah sukses mendirikan LKP Bela Bangsa di kecamatan Sukoharjo yang bermitra dengan MA Maarif Keputran, kini di Kecamatan Ambarawa juga akan didirikan LKP yang serupa.

GP Ansor Pringsewu Buka Balai Kursus dan Latihan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pringsewu Buka Balai Kursus dan Latihan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pringsewu Buka Balai Kursus dan Latihan Kerja

Ketua GP Ansor Pringsewu M Sofyan membenarkan rencana pendirian tersebut. "Betul, kami memang sedang mengembangkan amal usaha di bidang pendidikan berupa pendirian LKP yang rencananya hadir di setiap kecamatan yang ada di kabupaten Pringsewu. Untuk saat ini baru di kecamatan Sukoharjo yang sudah berjalan dan di kecamatan Ambarawa saat ini sedang dikerjakan," jelasnya.

Selain membekali mereka dengan kursus dan pelatihan, mereka yang belajar di LKP Bela Bangsa akan dibekali dengan pendidikan Ahlusssunah Wal Jamaah ala Nahdliyah sesuai dengan visi-misi GP Ansor sendiri.

Santri An Nur Slawi

Hal senada juga disampaikan oleh ketua Tim LKP di kecamatan Ambarawa M Dariyanto yang sekaligus Sekretaris GP Ansor Pringsewu. Ia menjelaskan bahwa program pendirian LKP ini memang sudah lama direncanakan dan baru kali ini bisa terealisasi. Saat ini kami sedang menyiapkan lokasi, sarana, dan manajemen LKP serta memulai promosi ke beberapa sekolah karena memang target utamanya adalah anak-anak sekolah.

Santri An Nur Slawi

Untuk lokasi, sementara berada di kelurahan Ambarawa Barat, tepatnya di kediaman sahabat Henudin dan untuk sarana sudah tersedia seperti beberapa perangkat komputer, ruang belajar, fasilitas kantin dan lain-lain.

"Rencananya nama LKP di Kecamatan Ambarawa ini juga sama dengan LKP yang ada di Sukoharjo, yaitu LKP Bela Bangsa karena memang sama-sama milik GP Ansor Pringsewu. Sementara untuk program pelatihan yang diselenggarakan LKP Bela Bangsa cabang Ambarawa ada 5, yaitu kursus komputer, kursus bahasa inggris, kursus teknisi komputer & printer, Bimbel Semua Mata Pelajaran, serta Bimbingan Baca Al Quran (BBQ)," imbuh Dariyanto.

Sayangnya, saat ditanya soal biaya kursus bagi setiap peserta yang belajar di LKP ini, M. Dariyanto belum bisa memberitahu karena masih dalam tahap perhitungan. "Yang pasti lebih murah dari tempat kursus yang lain, karena kami tidak semata-mata mencari profit tetapi lebih kepada pengabdian terhadap masyarakat," tegasnya. (Henudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Budaya, Santri Santri An Nur Slawi

Sabtu, 29 April 2017

Ini Harapan GP Ansor Sidoarjo pada Kongres XV

Sidoarjo, Santri An Nur Slawi. Kongres Gerakan Pemuda Ansor XV yang akan digelar pada 25-27 November 2015 di Pondok Pesantren Pandanaran Yogyakarta mendatang, diharapkan mampu mencetak kader yang militan, sehingga mampu menjalankan serta mengamalkan ajaran Aswaja An-Nahdliyah.

Ini Harapan GP Ansor Sidoarjo pada Kongres XV (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Harapan GP Ansor Sidoarjo pada Kongres XV (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Harapan GP Ansor Sidoarjo pada Kongres XV

Demikian ungkapan Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, Slamet Budiono saat dihubungi Santri An Nur Slawi, Selasa (3/11). "Semoga dengan adanya kongres itu nanti mampu menjaga keutuhan NKRI melalui sistem pengaderan yang telah tertuang di PD/PRT dan PO," ungkap Slamet.

Slamet menyatakan bahwa ke depan para aktivis sekaligus warga Nahdliyin bisa memahami sistem pengaderan keorganisasian Ansor. Tanpa melalui pengaderan yang terstruktur, menurutnya, akan mengurangi militansi dalam berorganisasi.

Santri An Nur Slawi

Slamet berharap, semua kegiatan atau program unggulan GP Ansor di semua tingkatan terutama jamiyah shalawat dan dzikir Rijalul Ansor yang sudah diatur pelaksanaannya, supaya ditambah dengan halaqoh.

"PC GP Ansor Sidoarjo berharap dalam kongres nantinya, agar melibatkan keluarga pondok pesantren menjadi pengurus GP Ansor di semua tingkatan. Mari berjuang bersama dengan keluarga pondok pesantren untuk dakwah Islamiyah. Sehingga ponpes tidak terkesan eksklusif bagi masyarakat yang sulit berkomunikasi dengan pihak pesantren," harapnya.

Santri An Nur Slawi

Sekretaris GP Ansor Sidorjo, H Rizza Ali Faizin berharap pelaksanaan kongres tidak hanya menjadi ajang pemilihan ketua umum baru. Akan tetapi mampu memilih dan menjadikan pemimpin yang banyak menghasilkan perubahan.

"Semoga kongres nantinya berjalan lancar, kondusif dan sukses sehingga tidak sampai mengakibatkan kegaduhan. Saya juga berharap bagi Ketum yang terpilih nanti mampu memprioritaskan program kemandirian ekonomi, mampu mengawal paham Aswajah An-Nahdliyah serta eksistensi Ansor untuk bangsa dan negara," kata Rizza. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Halaqoh, Kajian Sunnah Santri An Nur Slawi

Jumat, 28 April 2017

GP Ansor Tanjungkerta Rekrut Puluhan Anggota Banser NU

Sumedang, Santri An Nur Slawi - Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang menggelar pendidikan dan latihan dasar (diklatsar) Banser NU di Pondok Pesantren Al-Mamun Tanjungkerta Sumedang. Diklatsar ini diikuti oleh 60 peserta dan akan dilaksanakan selama tiga hari, Jumat-Ahad (8-10/9).

Ketua GP Ansor Tanjungkerta Syarif Hidayatullah mengatakan, Diklatsar Banser merupakan salah satu jenjang pendidikan dan pelatihan yang harus diikuti setiap kader Ansor yang ingin menjadi anggota Banser. Tujuannya adalah merapatkan barisan dalam membentengi para ulama dan menjaga NKRI dari berbagai rongrongan yang ingin memecah belah Indonesia.

GP Ansor Tanjungkerta Rekrut Puluhan Anggota Banser NU (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Tanjungkerta Rekrut Puluhan Anggota Banser NU (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Tanjungkerta Rekrut Puluhan Anggota Banser NU

Para peserta Diklatsar akan dibekali berbagai ilmu dan pelatihan mulai dari berbagai bentuk pelatihan fisik, mental, kemampuan beladiri, ilmu tenaga dalam, pendalaman ke-NUan, ke-Indonesiaan, bela negara, peraturan baris berbaris, kelalulintasan, dan tanggap darurat bencana.

Sementara Sekretaris PCNU Sumedang Jujun Juhanda mengatakan, jangan pernah keder menjadi seorang Banser. Ada tugas mulia membentang di hadapan sahabat-sahabat karena posisi dan kedudukan Banser berada sebagai pengawal ulama. Tugas dan tanggung jawab Banser juga yaitu menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah dan juga mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi

Semoga setelah Diklatsar ini selesai, masing-masing peserta bisa memegang teguh ke-NUan dan ke-aswajaan. Bahkan, mereka harus siap menjadi garda terdepan menjaga ulama dan NKRI, tutup Jujun. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Fragmen Santri An Nur Slawi

Sabtu, 22 April 2017

Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Perkuat Santri Zaman Milenial

Berjuang dalam mendakwahkan Islam yang ramah bagi semua dan penguatan paham Ahlussunnah wal Jamaah ala Nahdlatul Ulama (NU) di tanah Pasundan menjadi visi KH Abun Bunyamin Purwakarta, Jawa Barat lewat pendidikan pesantren yang mengintegrasikan ilmu umum dan ilmu agama berdasarkan kitab kuning karya ulama-ulama klasik.

Kiai Abun yang juga murid KH Ilyas Ruhiyat Cipasung, Rais Aam PBNU 1994-1999 mewakafkan seluruh perjuangannya untuk menegakkan dakwah NU, salah satunya lewat Pondok Pesantren Al-Muhajirin yang pertama kali didirikannya pada 1993. Saat ini, pesantren dengan visi bilingual (bahas Arab dan Inggris) telah berdiri menjadi tiga kampus yang tersebar di Purwakarta.

Pada Jumat dan Sabtu (10-11 November 2017) lalu, pesantren Kiai Abun menjadi tuan rumah perhelatan Bahtsul Masail Pra-Musayawarah Nasional dan Konferensi Besar NU. Kegiatan bertajuk Mencari Jalan Keluar Kesenjangan Ekonomi dan Radikalisme Agama ini dinilai dengan visi pesantren Kiai Abun yang yang menekankan kemandirian ekonomi dan menangkal paham-paham radikal di Jawa Barat, khususnya di Purwakarta.

Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Perkuat Santri Zaman Milenial (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Perkuat Santri Zaman Milenial (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Perkuat Santri Zaman Milenial

“Sesuai perjuangan guru dan kiai-kiai saya, saya wakafkan diri saya dan pesantren untuk perjuangan NU. Setidaknya dengan kegiatan Pra-Munas dan Konbes digelar di sini, pesantren saya bermanfaat bagi perjuangan NU,” ungkap Rais PCNU Purwakarta ini saat menutup perhelatan Pra-Munas, Sabtu (11/11/2017).

Saat ini, pesantren yang dipimpinnya itu mempunyai sekitar 4500 santri. Bahkan salah satu dari tiga pesantrennya tersebut menjadi lembaga pendidikan Islam favorit di Purwakarta. Visi bilingual pesantren yang menekankan santri mahir bahasa Arab dan bahasa Inggris agar mereka mampu menyesuaikan kondisi dan tantangan zaman milenial.

Santri An Nur Slawi

Profil pesantren

Al-Muhajirin Islamic Boarding School adalah lembaga pendidikan Islam yang telah berdiri sejak tahun 1993. Pembelajaran dilakukan dengan mengintegrasikan kurikulum pesantren berbasis kitab kuning dan bahasa dengan kurikulum sekolah berbasis standar nasional.

Semua santri diwajibkan tinggal di asrama dengan program pembinaan berupa pembiasaan shalat berjamaah, shalat dhuha, puasa sunah, dzikir pagi dan sore, kajian kitab kuning, percakapan bahasa Arab dan Inggris, tahsin dan tahfidz Al-Qur’an.

Berbicara tentang Pondok Pesantren Al-Muhajirin yang memiliki motto Berpikir Dinamis, Berakhlak Salaf. Berakidah Ahli Sunah wal Jamaah, dan memiliki visi Terwujudnya komunitas umat yang sholeh, cerdas, terampil, dan mandiri serta misi untuk mencetak mukmin sholihin. imam al-muttaqin, dan ulama al-amilin tentu tidak lepas dari sejarah.

Nama Al-Muhajirin diberikan, karena pembangunan pondok pesantren ini merupakan kelanjutan dari pembangunan masjid jami yang bertempat di komplek Perumahan Oesman Singawinata yang diberi nama Al-Muhajirin. Dalam pembangunan masjid itu KH Abun Bunyamin sebagai ketua panitia merangkap Ketua RW 11 Kelurahan Nagrikaler pada waktu itu.

Santri An Nur Slawi

Sebagai Pengurus Yayasan Al-Wathon, KH Abun Bunyamin bersama sejumlah tokoh lainnya berencana membeli sebidang tanah seluas 3.100 meter persegi. kemudian dibentuk panitia penerimaan wakaf yang diketuai Bambang Sutaryono yang kemudian bertugas mencari dana dan bisa membangun gedung TKA/TPA berlantai dua.

Bulan Mei 1991. panitia membuat brosur penerimaan santri baru sekaligus anak yatim dan anak tidak mampu, dari hasil penyebaran brosur tersebut terdaftar santri sebanyak IS orang yang berasal dari Purwakarta. Sumedang, Karawang, dan Subang.

Karena yang mendaftar kebanyakan anak-anak dari keluarga tidak mampu, maka untuk kebutuhan biaya makan anak-anak tersebut sebagian ditanggung para donatur.

Pada bulan Juli 1992 kemudian mendirikan Madrasah Tsanawiyah serta pembangunan Pondok Pesantren Al-Muhajirin di Jalan Veteran Gang Kenanga 11 Kebon Kolot Purwakarta melalui panitia pembangunan yang dipimpin Afif Anwari berserta teman-temannya. Santri pada saat itu. bertambah menjadi 52 orang.

Sedangkan untuk pengajaran kitab yang dimulai sejak sore (Ashar). Maghrib, dan Subuh ditangani langsung oleh KH Abun Bunyamin. Pada tanggal 7 Februari 1993 bertepatan dengan 15 Syaban 1413 H diresmikan bangunan Pondok Pesantren Al-Muhajirin yang baru oleh Bupati Purwakarta H Soedarna TM dan seluruh santri dari Jalan Veteran 163 ke Gang Kenanga II.

Kiai Abun ditemani oleh Drs Sofyan Sulaeman dan Ustadz Ade Rosyidin guru kitab salaf alumni Pesantren Miftahul Huda Manonjaya waktu peresmian Pondok Pesantren Al-Muhajirin. Karena waktu itu KH Khoer Affandi (Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya) dan KH AF Gojali dari Bandung memberikan ceramah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Juli 1994 santri bertambah menjadi 82 orang. Namun demikian para pengajar Pesantren Al-Muhajirin itu sampai tahun 1995 belum menginap di pesantren, sehingga setiap malam setelah santri tidur pukul 22.00 WIB para pembimbingnya pulang ke rumah yang berlokasi di Jalan Veteran 155 dan kembali lagi pukul 04.00 WIB untuk membangunkan para santri yang pada saat itu lokasi pesantren masih berbentuk kebun yang penuh dengan ilalang, pohon bambu, dan pohon rambutan.

Dari tahun ke tahun Pesantren Al-Muhajirin dapat berkembang walaupun banyak tantangan dimana sampai saat ini telah memiliki 4500 orang santri dari mulai Play Group, TKA, TPA/MDA, SD Plus, MTs, SMP, MA. SMA, dan STAI dengan guru dan pegawai mencapai 450 orang dan santri yang mondok 1500 orang santri lebih termasuk anak yatim dan yang tidak mampu.

Selain sistem pendidikan berbasis salaf yang diterapkan oleh pesantren sebagai metode pembelajaran, pondok pesantren Al-Muhajirin juga berusaha mengembangkan pendidikan berbasis pengembangan kreativitas, intelektualitas, spiritualitas, dan bakat minat santri.

Pendidikan ini bertujuan untuk mengembangkan dan memperluas khazanah santri dalam menggali ilmu pengetahuan. Sampai saat ini, pondok pesantren Al-Muhajirin telah berhasil membudidayakan kemampuan tersebut untuk kepentingan banyak pihak.

Tentunya, pendidikan ini tidak serta merta menjadi tujuan utama dalam proses belajar mengajar di pondok pesantren Al-Muhajirin. Meskipun pendidikan ini termasuk bagian dari usaha pondok pesantren Al-Muhajirin dalam mengembangkan visi misinya, namun pendidikan salaf (pengajian kitab kuning) tetap menjadi prioritas utama bagi santri pondok pesantren Al-Muhajirin.

Sampai saat ini, pondok pesantren Al-Muhajirin terus berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkan khazanah keilmuan, baik keilmuan agama maupun keilmuan umum. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Santri Santri An Nur Slawi

Selasa, 18 April 2017

Mbah Muchit: Cintailah Kiai dan Rawatlah NU

Solo, Santri An Nur Slawi. Meskipun sudah memasuki usia senja, semangat tokoh satu ini untuk terus berjuang bersama NU memang patut kita tiru. Sebagai sesepuh dan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muchit Muzadi tak pernah lelah untuk memberikan semangat kepada generasi penerus.

Mbah Muchit: Cintailah Kiai dan Rawatlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Muchit: Cintailah Kiai dan Rawatlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Muchit: Cintailah Kiai dan Rawatlah NU

Seperti yang dikatakannya saat menerima kunjungan dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Ahad (10/8), di rumahnya, Malang. “Cintailah kiai dan rawatlah NU,” pesan Mbah Muchit singkat, sebagaimana ditirukan Sekretaris PCNU Sumenep A Dardiri Zubaidi dalam akun facebooknya.

Dardiri sendiri, mewakili generasi NU yang hidup di zaman sekarang, menjadikan Kiai Muchith sebagai sosok yang banyak menginspirasi.

Santri An Nur Slawi

“Sejak kecil saya sudah mengenal KH Muchit Muzadi, santri Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari dan orang dekat KH Ahmad Shidiq Perumus Khittah NU. Sebagian buku beliau saya punya, salah satu judulnya : Menjadi NU, Menjadi Indonesia,” ujarnya.

Santri An Nur Slawi

Menurutnya, meski telah berusia 90 tahun, Mbah Muchith masih memiliki semangat yang luar biasa. “Semangat beliau luar biasa membaja. Semoga beliau dipanjangkan umur oleh Allah swt. Beliau bagi saya salah satu jimat sakti yang masih dimiliki NU sekarang,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kajian, Meme Islam, Kajian Islam Santri An Nur Slawi

Sehari Saham Pabrik Roti MWCNU Dukun Ludes Terjual

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Berangkat dari semangat bahwa warga Nahdlatul Ulama (NU) tidak hanya sebagai user (pengguna), namun juga harus menjadi produsen, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Dukun, Gresik, Jawa Timur, membuka usaha pabrik pembuatan roti. 

“Untuk meningkatkan perekonomian warga NU, khususnya di Kecamatan Dukun,” ungkap M Fuad Syakur, Sekretaris MWCNU Dukun melalui pesan Wathsapp, Ahad (31/12) sore. 

Sehari Saham Pabrik Roti MWCNU Dukun Ludes Terjual (Sumber Gambar : Nu Online)
Sehari Saham Pabrik Roti MWCNU Dukun Ludes Terjual (Sumber Gambar : Nu Online)

Sehari Saham Pabrik Roti MWCNU Dukun Ludes Terjual

Jika program tersebut berhasil, lanjut Syakur, keuntungan juga dapat digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan MWCNU dan banom-banomnya agar tidak meminta kepada warga. 

Katib Syuriyah MWCNU Dukun, Mohammad Nadib mengungkapkan usaha pabrik roti merupakan bagian dari program kerja MWCNU untuk pengembangan ekonomi. 

“Kita pilih yang tidak terlalu besar biayanya. Peluangnya menjanjikan karena masyarakat desa yang kebetulan mayoritas Nahdhiyin sering punya acara seperti tasyakuran, yasinan , tahlilan, punya hajat khitanan, resepsi pernikahan dan rapat-rapat yang akhir-akhir ini menggunakan bakery sebagai sajian snack-nya,” papar Nadib.

Santri An Nur Slawi

Uniknya, pabrik roti tersebut dibentuk dengan sinergi patungan usaha, di mana keperluan permodalan ditopang melalui pembelian saham. Adapun setiap lembar saham dijual dengan harga Rp1.000.000, dan setiap orang hanya diperbolehkan membeli maksimal 5 lembar saham atau 5 juta rupiah.

Ketertarikan pengurus dan warga NU di Kecamatan Dukun menyebabkan jangka waktu penawaran saham yang dimulai 30 Desember 2017 pukul 17.00 WIB dan dijadwalkan hingga 28 Februari 2018, habis lebih cepat.

Pada Ahad 31 Desember pukul 12.00 semua saham ludes terjual, bahkan masih banyak yang antre.

Santri An Nur Slawi

Pria yang juga praktisi koperasi itu mengatakan selain untuk acara-acara NU, pemasaran nantinya juga dilakukan di area umum seperti di dekat Puskesmas, Polsek, SMPN, SMAN, UPT Dinas Pendidikan, dan pasar desa.

Dengan model tersebut, direncanakan omset 3 bulan pertama telah cukup untuk biaya operasional dan pada bulan keempat diproyeksikan sudah menghasilkan keuntungan.

“Pada rapat pertama yang diagendakan untuk seluruh pemegang saham dilakukan pemilihan personalia jajaran manajemen, rencana kerja, dan menyepakati besarnya kontribusi untuk MWCNU antara 10-20 persen dari keuntungan bersih,” pungkas pemilik usaha ritel itu. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Lomba Santri An Nur Slawi

Senin, 17 April 2017

Besaran Nafkah untuk Anak-Istri

Agama menaruh kewajiban nafkah istri dan anak di bahu seorang suami sebagai kepala keluarga. Meskipun pada praktiknya kadang yang menjadi “kepala keluarga” lain orang dari mereka yang selama ini berkewajiban memberi nafkah. Besaran nafkah itu sendiri berbeda-beda. Ada kelas “eksekutif”, kelas “bisnis”, dan ada juga kelas “ekonomi”.

Setidaknya begitu menurut pandangan Imam Syafi’i. berbeda lagi dengan pandangan mujtahid lainnya. Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Rusyddalam Bidayatul Mujtahid menyebutkan sebagai berikut.

Besaran Nafkah untuk Anak-Istri (Sumber Gambar : Nu Online)
Besaran Nafkah untuk Anak-Istri (Sumber Gambar : Nu Online)

Besaran Nafkah untuk Anak-Istri

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Santri An Nur Slawi

Adapun terkait ukuran nafkah, Imam Malik berpendapat bahwa kadar nafkah tidak ditentukan secara syar’i. Kadar nafkah harus merujuk pada keadaan suami dan keadaan istri yang bersangkutan. Itu pun berbeda-beda sejalan dengan perbedaan tempat, waktu, dan keadaan. Demikian pula pendapat Imam Abu Hanifah. Sedangkan Imam Syafi’i mengatakan bahwa kadar nafkah ditentukan oleh syara’.

Untuk suami dengan penghasilan tinggi, wajib menafkahi istrinya sebanyak dua mud. Untuk kelas menengah, satu setengah mud. Sementara mereka yang berpenghasilan rendah, hanya satu mud setiap harinya.

Santri An Nur Slawi

Satu mud seukuran 543 gram menurut Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah. Sementara menurut Hanafiyah, satu mud seukuran 815,39 gram.

Yang jelas dibutuhkan ialah kebijaksanaan antara suami dan istri dalam menentukan besaran nafkah sesuai kebutuhan-kebutuhan keluarganya. Begitu juga terkait kebutuhan harian lainnya seperti ongkos pendidikan dan lain sebagainya. Untuk itu, upaya mencari nafkah yang halal memiliki keutamaan yang tinggi.

Karena pada prinsipnya kesepahaman antara pihak suami maupun pihak istri ini yang perlu hadir. Terlebih dalam kondisi suami yang memiliki keterbatasan fisik? Saling menerima dalam batas yang wajar menjadi perhatian utama agar tidak ada yang dizalimi.? Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kyai, Doa, Tegal Santri An Nur Slawi

Sabtu, 15 April 2017

Masih Terbuka Upaya Diplomasi

London, Santri An Nur Slawi. Menteri Muda Luar Negeri AS, Nicholas Burns, Selasa (27/3), mengungkapkan bahwa masih terbuka kemungkinan upaya diplomasi untuk mengatasi ketegangan antara Iran dan komunitas internasional kaitannya dengan program pengayaan uraniumnya.



Masih Terbuka Upaya Diplomasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Masih Terbuka Upaya Diplomasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Masih Terbuka Upaya Diplomasi

Kepada harian Financial Times, Burns mengatakan bahwa AS “telah dengan sabar membantu menciptakan koalisi internasional yang besar ini,” mengacu pada keputusan Dewan Keamanan PBB pada Sabtu lalu untuk menjatuhkan sanksi kepada Iran atas ambisi nuklirnya.

“Saya kira, kita masih punya waktu untuk bekerja,” ungkap Burns kepada harian bisnis tersebut.

Santri An Nur Slawi

Menurutnya, diplomasi akan berhasil jika diimbangi dengan kesabaran dan ketekunan. Karena itu, tambahnya lagi, upaya diplomasi ini masih mungkin untuk dimainkan.

Burns juga mengatakan bahwa saat ini ”Iran secara internasional berada dalam posisi yang tidak menguntungkan,” mengingat lima anggota tetap DK (AS, Inggris, China, Rusia, Perancis) plus Jerman mendesak Iran untuk menghentikan aktivitas uraniumnya yang disinyalir sebagai langkah untuk pembuatan senjata nuklir.

Santri An Nur Slawi

Pihaknya mengatakan bahwa kepemimpinan Iran bukanlah “sebuah rezim yang monolitik,” namun suatu pemerintahan yang didalamnya banyak pihak menginginkan perundingan guna mencari solusi terbaik krisis nuklir Iran. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Internasional, Kajian Islam Santri An Nur Slawi

Selasa, 11 April 2017

Hipsi: Santri Jangan Takut Jadi Pengusaha

Jombang, Santri An Nur Slawi. Tigaratusan santri putra dan putri mengikuti Seminar Santripreneurship yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (Hipsi) di Gedung Olah Raga (GOR) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Kamis (21/2).

Hipsi: Santri Jangan Takut Jadi Pengusaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Hipsi: Santri Jangan Takut Jadi Pengusaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Hipsi: Santri Jangan Takut Jadi Pengusaha

Ketua Umum Hipsi Pusat HM Ghozali, megungkapkan fakta bahwa angka kemiskinan di negeri ini semakin memprihatinkan. “Ternyata 23 % penduduk Indonesia adalah miskin,” katanya prihatin. 

“Celakanya, sebanyak 6 juta ternyata adalah para sarjana,” lanjutnya. Belum lagi angka pengangguran yang menembus angka 20 juta penduduk. “Ini sangat potensial bagi meningkatnya angka kriminalitas,” terangnya.

Santri An Nur Slawi

Pengusaha banyak perusahaan ini tidak menampik kalau ada santri yang kelak akan berprofesi sebagai guru, dokter, dosen, dan sebagainya. “Namun akan sangat membanggakan bila ada embel-embel pengusaha di belakang profesinya,” harapnya. “Karena itu jangan hanya bangga menjadi guru, tapi jadilah guru yang juga pengusaha,” lanjutnya. Demikian juga profesi yang lain. 

Terhadap sebagian kalangan yang merasa takut dalam berbisnis, Ghozali menandaskan bahwa yang harus lebih ditekankan adalah impian dan semangat untuk meraih angan-angan. Namun dengan jaringan di sejumlah daerah, Hipsi akan terus melakukan komunikasi agar semangat berwiraswasta itu dapat terus tumbuh. “Jangan pernah takut menjadi pengusaha,” katanya.

Santri An Nur Slawi

HM Ghozali mengajak para santri untuk memiliki semangat berwirausaha. Apalagi para kiai telah memberikan contoh dengan mendirikan Nahdlatut Tujjar atau kebangkitan para pedagang pada tahun 1918, sebelum NU didirikan.

“KH Abdul Wahab Chasbullah yang nota bene dari Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas kala itu telah memberikan contoh kongkrit,” katanya disambut tepuk tangan para santri.

Road show Hipsi dalam rangka menggelorakan semangat kewirausahaan lumayan padat. Sejak tanggal 21-23 ada lima pesantren berpengaruh di Jombang yang dijadikan titik simpul bagi munculnya semangat wirausaha ini, mulai dari Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Pesantren Tebuireng, Pondok Pesantren Babussalam Kalibening Mojoagung, serta Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan.

Puncaknya pada hari Ahad (24) di Alun-alun Jombang akan diselenggarakan senam sepuluh ribu santri dengan menghadirkan para bintang iklan produk So Nice. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Warta Santri An Nur Slawi

Kid Zaman Now, Dikhitan Sambil Main Game

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Ada-ada saja kelakuan Ahmad. Anak Balongbendo, Sidoarjo, Jawa Timur itu bukannya bersikap tegang, takut apalagi menangis saat dikhitan, justru terus memegang gawainya.

Tidak sekadar memegang, Ahmad juga memainkan game dari gawai di tangannya. Walhasil  orang-orang dewasa di sekitarnya tersenyum-senyum melihat Ahmad.

Kejadian itu berlangsung saat Ahmad mengikuti khitanan massal di Rumah Sakit Siti Hajar, Sabtu (27/1). Bersama dia ada sedikitnya 154 anak lain yang mengikuti agenda Asosiasi Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (Arsinu) bekerjasama dengan RSI Siti Hajar.

Kid Zaman Now, Dikhitan Sambil Main Game (Sumber Gambar : Nu Online)
Kid Zaman Now, Dikhitan Sambil Main Game (Sumber Gambar : Nu Online)

Kid Zaman Now, Dikhitan Sambil Main Game

Ketua Arsinu HM Zulfikar As’ad atau akrab disapa Gus Ufik mengatakan khitanan massal serupa sebelumnya telah dilaksanakan di dua tempat yakni RS Unipdu Medika Jombang dan RS Darus Syifa Surabaya.

“Secara berkala Arisnu menggelar kegiatan khitanan massal ini setiap dua atau tiga bulan sekali di rumah sakit-rumah sakit anggota Arsinu,” papar Gus Ufik melalui pesan WhatsApp, Sabtu, (27/1) malam.

Kegiatan tersebut, sambung Gus Ufik, sebagai bentuk kepedulian Arsinu agar dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

Santri An Nur Slawi

“Kepada orang tua peserta juga diberikan penyuluhan kesehatan berupa perawatan pascakhitan, maupun kesehatan secara umum,” ujarnya.

Santri An Nur Slawi

Selain khitanan, peserta juga menerima seperagkat pakaian lengap dan santunan berupa uang tunai. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Internasional, Jadwal Kajian Santri An Nur Slawi

Minggu, 09 April 2017

Alumni Sanlat Mata Air Gelar Halal Bihalal

Yogyakarta, Santri An Nur Slawi. Pesantren kilat (sanlat) dan bimbingan belajar pascaujian nasional (BPUN) Mata Air regional Yogyakarta menggelar halal bihalal dan pertemuan alumni di di Ruang Abdullah Sigit, FIP Universitas Negeri Yogyakarta, Ahad (08/09).

Alumni Sanlat Mata Air Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Sanlat Mata Air Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Sanlat Mata Air Gelar Halal Bihalal

Pertemuan diawali dengan pembacaan puisi dan penampilan Alumni Sanlat yang berprestasi. Acara kemudian dilanjutkan dengan motivasi bagi para alumni sanlat yang tengah menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Pertemuan dihadiri sedikitnya seratus alumni Sanlat BPUN. Mereka terdiri dari pelbagai kampus yang ada di Yogyakarta. Sementara sesi motivasi dalam acara itu diisi Ketua Umum PP GP Ansor yang juga salah seorang pendiri Sanlat BPUN Mata Air Nusron Wahid.

Santri An Nur Slawi

"Yayasan Mata Air dalam bentuk format Sanlat dan BPUN dimaksudkan untuk mengatasi kemiskinan. Sedangkan kemiskinan tidak bisa diatasi sekadar pendekatan legal akses. Akses yang paling utama adalah tanah dan yang kedua adalah pendidikan," kata Nusron Wahid.

Santri An Nur Slawi

Kepada hadirin, Nusron mengingatkan tujuan pendidikan, pengabdian di tengah masyarakat. Para alumni ke depan harus kembali dan berkontribusi sesuai dengan bidang masing-masing di tengah masyarakat.

Kuliah merupakan bekal pendidikan untuk terjun di tengah masyarakat, tegas Nusron.

Penguatan rohani, lanjut Nusron, tidak boleh diabaikan dengan cara menghidupkan tradisi barzanjian dan tahlilan baik semasa di kampus atau setelah kembali kelak di tengah masyarakat.

(Nur Sholikhin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Habib Santri An Nur Slawi

Sabtu, 08 April 2017

Cerita Rasulullah tentang Tiga Pria Terjebak dalam Gua

Sebagaimana tercatat dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah pernah berkisah tentang tiga orang pria pada masa pra-Islam yang terjebak dalam sebuah gua. Cerita dimulai ketika hujan turun dan mereka berteduh dalam gua di suatu gunung.

“Bleg!” Tiba-tiba saja sebongkah batu besar jatuh menutup mulut gua dan mengurung ketiga laki-laki tersebut. Mereka tak cukup tenaga untuk menggeser batu raksasa itu. Yang paling bisa mereka lakukan hanyalah berdoa.

Cerita Rasulullah tentang Tiga Pria Terjebak dalam Gua (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Rasulullah tentang Tiga Pria Terjebak dalam Gua (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Rasulullah tentang Tiga Pria Terjebak dalam Gua

“Coba ingat-ingat amal baik kalian yang betul-betul tulus karena Allah, lalu berdoalah lewat perantara amal tersebut. Semoga Allah memberi jalan keluar,” kata salah seorang dari mereka.

Sesaat kemudian temannya mengadu kepada Allah dan mulai menyebutkan amal perbuatan baiknya.

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi

“Ya Allah ya Tuhanku, aku mempunyai dua orang tua yang sudah lanjut usia, juga seorang istri dan beberapa orang anak yang masih kecil. Aku menghidupi mereka dengan menggembalakan ternak. Apabila pulang dari menggembala, aku pun segera memerah susu dan aku dahulukan untuk kedua orang tuaku. Lalu aku berikan air susu tersebut kepada kedua orang tuaku sebelum aku berikan kepada anak-anakku. Pada suatu ketika, tempat penggembalaanku jauh, hingga aku pun baru pulang pada sore hari. Kemudian aku dapati kedua orang tuaku sedang tertidur pulas. Lalu, seperti biasa, aku segera memerah susu dan setelah itu aku membawanya ke kamar kedua orang tuaku. Aku berdiri di dekat keduanya serta tidak membangunkan mereka dari tidur. Akan tetapi, aku juga tidak ingin memberikan air susu tersebut kepada anak-anakku sebelum diminum oleh kedua orang tuaku, meskipun mereka, anak-anakku, telah berkerumun di telapak kakiku untuk meminta minum karena rasa lapar yang sangat. Keadaan tersebut aku dan anak-anakku jalankan dengan sepenuh hati hingga terbit fajar. Ya Allah, jika Engkau tahu bahwasanya aku melakukan perbuatan tersebut hanya untuk mengharap ridla-Mu, maka bukakanlah suatu celah untuk kami hingga kami dapat melihat langit!”

Doa tersebut terkabulkan. Allah subhanahu wa Taala membuka celah lubang gua tersebut. Namun, satu pun dari mereka bertiga belum ada yang bisa keluar dari celah tersebut.

Salah seorang dari mereka berdiri sambil berkata, “Ya Allah ya Tuhanku, kepada putri pamanku aku pernah jatuh cinta layaknya seorang pria yang begitu menggebu-gebu menyukai wanita. Suatu ketika aku pernah mengajaknya untuk berbuat mesum, tetapi ia menolak hingga aku dapat memberinya uang seratus dinar. Setelah bersusah payah mengumpulkan uang seratus dinar, akhirnya aku pun mampu memberikan uang tersebut kepadanya. Ketika aku berada di antara kedua pahanya (telah siap untuk menggaulinya), tiba-tiba ia berkata; Hai hamba Allah, takutlah kepada Allah dan janganlah kamu membuka cincin (menggauliku) kecuali setelah menjadi hakmu. Lalu aku bangkit dan meninggalkannya. Ya Allah ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau pun tahu bahwa aku melakukan hal itu hanya untuk mengharapkan ridhla-Mu. Oleh karena itu, bukakanlah suatu celah lubang untuk kami!”

Allah pun membukakan sedikit celah lagi untuk mereka bertiga. Tapi lagi-lagi mereka masih belum bisa keluar dari gua. Giliran seorang teman lagi yang berdiri lalu memanjatkan doa:

“Ya Allah ya Tuhanku, dulu aku pernah menyuruh seseorang untuk mengerjakan sawahku dengan cara bagi hasil. Ketika ia telah menyelesaikan pekerjaannya, ia pun berkata, Berikanlah hakku! Namun aku tidak dapat memberikan kepadanya haknya tersebut hingga ia merasa sangat jengkel. Setelah itu, aku pun menanami sawahku sendiri hingga hasilnya dapat aku kumpulkan untuk membeli beberapa ekor sapi dan menggaji beberapa penggembalanya. Selang berapa lama kemudian, orang yang haknya dahulu tidak aku berikan datang kepadaku dan berkata; Takutlah kamu kepada Allah dan janganlah berbuat zalim terhadap hak orang lain! Lalu aku berkata kepada orang tersebut, Pergilah ke sapi-sapi dan para penggembalanya itu dan ambillah semuanya untukmu! Orang tersebut menjawab, Takutlah kepada Allah dan jangan mengejekku! Kemudian aku katakan lagi kepadanya, Sungguh aku tidak bermaksud mengejekmu. Oleh karena itu, ambillah semua sapi itu beserta para pengggembalanya untukmu!’ Akhirnya orang tersebut memahaminya dan membawa pergi semua sapi itu. Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah mengetahui bahwa apa yang telah aku lakukan dahulu adalah hanya untuk mencari ridla-Mu. Oleh karena itu, bukalah bagian pintu gua yang belum terbuka!

Akhirnya Allah pun membukakan sisanya hingga mereka dapat keluar dari dalam gua yang terhalang batu besar tersebut.

Hadits tersebut mengungkap pesan bahwa doa yang disertai tawasul melalui amal saleh memiliki faedah yang nyata. Memprioritaskan berbakti kepada kedua orang tua dibanding yang lain, keberanian untuk keluar dari godaan berat berbuat zina, dan kewajiban memenuhi hak buruh, sebagaimana dipaparkan dalam kisah tersebut adalah contoh dari sekian banyak kebajikan lain yang mampu menjadi “solusi” tatkala kita dalam situasi terdesak. Hanya saja, amal-amal baik apa pun tentu tak berarti apa-apa kecuali tujuan pokoknya hanya untuk mencari ridha Allah. Wallâhu a‘lam. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi RMI NU, Berita Santri An Nur Slawi