Minggu, 15 Februari 2015

Perkuat Kearifan Lokal Jelang Pilkada Serentak 2018

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa mengatakan Konferensi Nasional Kearifan Lokal 2017 penting dalam situasi bangsa Indonesia menghadapi Pilkada serentak tahun 2018. Solusi atas radikalisme, konflik sosial, eksklusivitas kelompok dan golongan, terorisme dan yang baru-baru ini terjadi adalah penyanderaan warga Indonesia oleh oleh kelompok bersenjata di Timika.

"Alhamdulillah berkat perjuangan TNI, Polri, dan rakyat Papua yang setia mencintai NKRI, maka semuanya dapat diselesaikan tanpa korban jiwa," papar Khofifah, Rabu (29/11) di Jakarta.

Perkuat Kearifan Lokal Jelang Pilkada Serentak 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Kearifan Lokal Jelang Pilkada Serentak 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Kearifan Lokal Jelang Pilkada Serentak 2018

Ini semua, lanjutnya, terjadi berkat semangat kesetiaan seluruh bangsa menjaga  NKRI agar terus tegak dalam harmoni. Tentunya hal ini  tidak terlepas dari peran  kearifan lokal sebagai patron keberagaman yang saat ini masih hidup, berkembang dan berlaku hampir di semua daerah, misalnya setelah sandera dibebaskan dengan aman dan selamat maka ada upacara bakar batu sebagai tanda syukur.

Seperti diketahui, keberagaman Indonesia tampak pada 300 kelompok etnis, 1340 suku, 6 agama besar, puluhan aliran kepercayaan, yang semuanya menyebar pada 17.000 pulau di seluruh wilayah. 

"Keragaman ini jika dikelola dengan baik, maka identitas ke-Indonesiaan akan makin kental yaitu identitas kebangsaan yang bersumber dari kebhinekaan, diikat oleh Pancasila," tegas Khofifah.

Santri An Nur Slawi

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan dalam Konferensi Nasional Kearifan Lokal dihasilkan sejumlah rekomendasi penting untuk memperkuat fungsi kearifan lokal. 

"Pertama adalah memperkuat regulasi tingkat nasional tentang kearifan lokal. Kemudian memasukkan kurikulum kearifan lokal dalam materi Muatan Lokal dimulai PAUD, TK, SD sampai perguruan tinggi baik formal maupun non formal, tidak hanya materi pengenalan bahasa daerah, tetapi penguatan faham keberagaman dalam.bingkai Pancasila," paparnya. 

Rekomendasi berikutnya adalah segera bersinergi dengan kementerian terkait khususnya Kementerian Desa dalam memperkuat kearifan lokal/adat dalam pembangunan desa. 

Santri An Nur Slawi

"Kita juga akan optimalkan dan mobilisasi Tenaga Pelopor Perdamaian sampai tingkat desa atau kelurahan untuk memperkuat peran dan fungsi kearifan lokal," kata Harry. 

Konferensi Nasional Kearifan Lokal 2017 diikuti 400 orang dari 34 provinsi, 340 unsur masyarakat yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, lembaga keagamaan (NU, Muhammadiyah, PGI, KWI, Walubi, PKBI, Matakin), kepolisian, TNI, BIN Daerah, serta Dinas Sosial provinsi/kota/kabupaten. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pesantren, Pendidikan, Kajian Sunnah Santri An Nur Slawi

Jumat, 13 Februari 2015

Peringati Tahun Baru Hijriah, Madrasah Ini Santuni Anak Yatim

Brebes, Santri An Nur Slawi. Memperingati tahun baru 1438 Hijriyah, MTs Negeri Model Brebes, Jawa Tengah akan memberikan santuan kepada 99 anak yatim. Santunan diberikan sebagai ujud kepedulian kepada anak-anak yatim yang nasibnya kurang beruntung. Sehingga bisa mengurangi beban kepedihan yang diderita mereka. Demikian disampaikan Kepala MTsN Model Brebes H Moh Muntoyo, di ruang kerjanya, Sabtu (1/10).

Muntoyo menjelaskan, kegiatan santunan sudah menjadi agenda tahunan di sekolahnya. Dengan harapan, para siswa dan keluarga sekolah bisa memiliki sifat dan sikap kepedulian terhadap sesama. Apalagi, di bulan Muharram ini menurutnya adalah bulannya Anak Yatim. Jadi tidak keliru, kalau keluarga besar MTs N Brebes turut menggembirakan hati mereka.?

Peringati Tahun Baru Hijriah, Madrasah Ini Santuni Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Tahun Baru Hijriah, Madrasah Ini Santuni Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Tahun Baru Hijriah, Madrasah Ini Santuni Anak Yatim

“Kita harus menggembirakan hati mereka dihari raya anak yatim ini,” kata Muntoyo.

Tiap anak, kata Muntoyo, mendapatkan Rp 150 ribu dan bingkisan. Meskipun nilai rupiahnya tidak seberapa, tetapi nilai kepedulian dan kasih sayangnya jauh lebih tinggi. “Santunan, akan kami berikan pada Senin (3/10) lusa,” kata Muntoyo yang juga Bendahara PCNU Kabupaten Tegal itu.

Selain santunan anak yatim, juga diadakan donor darah bagi guru dan Karyawan madrasah. Donor darah terselenggara atas kerjasama dengan PMI Kabupaten Brebes dan sudah dilakukan pengambilan darahnya pada Kamis (29/9) lalu, namun hanya mendapatkan 15 kantong dari 35 guru dan karyawan yang mendaftar.?

Santri An Nur Slawi

Berbagai perlombaan pun digelar untuk memeriahkan Muharraman diantaranya Lomba Adzan, MTQ, Khitobah, Kaligrafi ? dan lain-lain.?

Santri An Nur Slawi

“Kami ingin mengubah image, kalau tahun baru Islam itu sepi. Tapi harus meriah, namun pada jalur tatanan syariat Islam dan membawa manfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat,” paparnya.

MTs Negeri Model Brebes juga turut aktif pada Pawai Ta’aruf Muharraman yang digelar Pemerintah Kabupaten Brebes dan Yayasan Islamic Center pada Sabtu (1/10) malam. “Kami mengerahkan seluruh siswa dengan berbagai atraksi yang akan diusungnya, seperti kelompok pawai obor, drum band, kosidah, rebana, dan berbagai replika Islamiyah lainnya,” pungkasnya. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Tokoh Santri An Nur Slawi

Jumat, 06 Februari 2015

Tiga Parameter Keberhasilan Organisasi

Tegal, Santri An Nur Slawi. Ketua Tanfidiyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tarub H Imam Turmudzi mengingtakan para pengurus ikatan pelajar putra dan putri NU (IPNU-IPPNU) mengenai tiga hal yang menjadi parameter sebuah organisasi atau kepengurusan dianggap berhasil.

Tiga Parameter Keberhasilan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Parameter Keberhasilan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Parameter Keberhasilan Organisasi

Pertama, kata H Imam Turmudzi saat memberikan sambutan dalam pelantikan Pengurus Ranting IPNU-IPPNU Desa Purbasana masa khidmat 2012 – 2014 di pendopo balai desa Purbasana, Ahad (30/12) lalu, yakni ketika pengurus berhasil melakukan kaderisasi. 

“Kaderisasi ini bisa dianggap berhasil apabila kepengurusan sebulnya bisa memberikan pengaruh besar terhadap kadernya sehingga mereka mempunyai andil dalam mengembangkan organisasi berikutnya dan bisa memberikan kader baru yang lebih baik,” ujarnya.

Santri An Nur Slawi

Kedua, program yang direncanakan dapat direalisaikan dengan baik. Ketiga adalah dapat memberikan kontribusi kepada masyarkat secara luas, bukan saja secara internal organisasi, sehingga kehadiran organisasi bisa benar-benar dirsakan manfaatnya.

Santri An Nur Slawi

“Nampaknya ini mudah diucapkan tetapi sulit dilakukan, tetapi dengan niat kita yang tulus mudah-mudahan bisa dilaksankan dengan baik,” imbuhnya

Hadir dalam kesempatan itu PC. IPNU-IPPNU Kabupaten Tegal, Kepala Desa Purbasan dan beberapa pengurus NU, PAC. IPNU-IPPNU Kecamatan Tarub. Sebelum prosesi pelantikan gema maulid Nabi dengan didiringi grup hadroh besutan tangan PR IPNU-IPPNU sebagai iringan pengisi acara. Hadir juga  kurang lebih 50 peserta.

Ketua PAC IPNU Kecamtan Tarub Aditio Prasetio mengucapkan selamat kepada pengurus periode yang baru. “Mudah – mudahan periode ini bisa lebih baik lagi,  saya yakin untuk kepengurusan periode ini bisa lebih baik dari periode sebelumnya, karena satu minggu sebelum acara ini, PAC IPNU – IPPNU telah mengadakan Latihan Kader Muda (Lakmud) yang di ikuti oleh seluruh PR/PK IPNU – IPPNU Kec. Tarub , termasuk PR IPNU – IPPNU Desa Purbasana yang begitu antusias mengikuti acara tersebut,” tukasnya.

Aditio Prasetio juga mengimbau pengurus dan anggota yang telah mengikuti Lakmud  untuk bisa mengaplikasakannya pengalaman yang telah di dapatkan kepada Ranting IPNU – IPPNU Desa Purbasana untuk kemajuan PR IPNU IPPNU Desa Purbasana.

Dalam kesempatan itu Kepala Desa Pubasana Drs. Bambang Dwi Kuntoro berpesan agar kepengurusan yang baru lebih ditingkatkan lagi kerjasam antara IPNU-PPNU dengan pemerintah. 

“Sebentar lagi desa kita akan mengadakan pemilihan kepala desa secara langsung untuk itu kami harap IPNU-IPPNU berperan dalam ajang itu mungkin sebagai panitia ataupun yang lain yang dapat memberikan rasa aman nyaman dan bersih, sehingga pemilihan kepala desa nanti tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” pintanya.

Bertindak melantik dalam kegitan itu Sekretaris PC. IPNU Kabupaten Tegal Wahidun Ma’mur yang didampingi pengurus PAC. IPNU dan pengambil sumpah janji pelantikan IPPNU adalah ketua PC. IPPNU Kabupaten Tegal Lutfatun Nikhlah.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz Tg.

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Cerita, Tegal, Doa Santri An Nur Slawi