Minggu, 18 Januari 2009

Ketum PBNU: KH Hasyim Muzadi Sosok Panutan

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj ikut berduka secara mendalam atas meninggalnya KH Ahmad Hasyim Muzadi, Kamis (16/3) di kediamannya Komplek Pesantren Al-Hikam Malang, Jawa Timur.

Ketum PBNU: KH Hasyim Muzadi Sosok Panutan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: KH Hasyim Muzadi Sosok Panutan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: KH Hasyim Muzadi Sosok Panutan

Menurutnya, Kiai Hasyim merupakan tokoh ulama dengan kiprah yang baik sehingga menjadi seorang tokoh panutan. Tak ada yang mengelak kiprah kiai kelahiran Bangilan, Tuban 72 tahun yang lalu itu, baik secara nasional dan internasional.

“Inna lillahi wa inna ilayhi raajiun. Nahdliyin sangat kehilangan salah satu tokoh terbaiknya, KH Ahmad Hasyim Muzadi, yang berpulang pada pagi ini. Beliau adalah sosok panutan yang telah banyak meninggalkan uswah hasanah,” ujar Kiai Said, Kamis (16/3) di Jakarta.

Menurutnya, dedikasi Kiai Hasyim untuk Nahdlatul Ulama sangat luar biasa dan tidak pernah surut. Kiai Hasyim merupakan tokoh NU, yang berkhidmah sejak dari tingkat ranting hingga Pengurus Besar.?

Santri An Nur Slawi

“Kematangan organisasi, pengabdian sekaligus kepemimpinan beliau tidak diragukan lagi,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini.

Kiai Said tidak memungkiri dan bahkan dia menyaksikan sendiri kiprah gemilang Kiai Hasyim ketika memimpin organisasi.?

Santri An Nur Slawi

“Saya menyaksikan sendiri bagaimana kiprah dan dedikasi beliau ketika mengayomi umat, mendampingi warga nahdliyin dan mengurus Nahdlatul Ulama,” tuturnya.

“Saya sepuluh tahun mendampingi beliau, ketika berkhidmat sebagai Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama,” imbuh Kiai Said.

Atas nama PBNU dan Nahdliyin, Kiai Said turut berduka cita dan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya Kiai Hasyim, juga menyampaikan penghargaann yang setinggi-tingginya atas jasa-jasa beliau selama ini.

"Semoga beliau mendapatkan maghfirah dan lempang jalan cahaya menuju Allah SWT," tandas Kiai Said mendoakan.? (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Santri, Sholawat Santri An Nur Slawi

PCNU Bojonegoro Pilih Rais Syuriyah Baru

Bojonegoro, Santri An Nur Slawi. Pasca Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur KH Misbah Syakur wafat, posisinya kosong sebelum diadakan pelantikan. Namun setelah diadakan rapat tertutup pengurus harian Syuriyah PCNU Bojonegoro di Kantor PCNU, jalan Ahmad Yani Bojonegoro, Sabtu (14/9), KH Maimun SyafiI terpilih sebagai Rais Syuriyah 2013-2018.

PCNU Bojonegoro Pilih Rais Syuriyah Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bojonegoro Pilih Rais Syuriyah Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bojonegoro Pilih Rais Syuriyah Baru

Usai rapat Katib PCNU BOjonegoro sekaligus pemimpin rapat dan notulensi KH Moh Shofiyullah menerangkan pertemuan di sore itu terkait dengan pengisian posisi kosong, yakni Rais Syuriyah PCNU Bojonegoro sepeninggal KH Misbah Syakur yang wafat beberapa waktu lalu. Rapat terbatas itu menghadirkan Wakil Rais Syuriyah KH Makmur Soelaiman, KH Munaamul Khoir, KH M Saifuddin Zuhri, KH Abdul Muhaimin Rifai, KH Masyhuri, KH Asfiror Ridlwan, KH M Ghufron Umar, dan Kiai Muhammad Harsono. 

Dari Katib Syuriyah, mereka yang hadir Wakil Katib Kiai Asyrofi, KH M Jauharul Maarif, Agus Sholahuddin, KH Muhammadun, KH Famudji, KH M Zuhri, H Syaroni, dan H Habrun Hasan. Rapat ini juga dihadiri Ketua Tanfidziyah terpilih 2013-2018 H Cholid Ubed.

Santri An Nur Slawi

Setelah ditawarkan proses pemilihan yang dilakukan secara demokrasi, berdasarkan AD/ART organisasi NU, disepakati voting tertutup. "Hasil kesepakatan rapat yang sesuai AD/ART ini terpilih KH Maimun Syafi sebagai Rais Syuriyah PCNU Bojonegoro 2013-2018, yang sebelumnya menduduki Mustasyar," ujar KH Shofiyullah kepada Santri An Nur Slawi.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Rosyid Dander Bojonegoro itu, langkah selanjutnya yang akan dilakukan, mengajukan permohonan Surat Keputusan (SK) dan sekaligus membahas persiapan pelantikan.

Santri An Nur Slawi

Pasalnya pembahasan terkait pelantikan akan dibahas bersama dan tentunya membentuk kepanitiaan. "Rencananya pelantikan akan dilaksanakan setelah musim haji," terangnya. Namun kegiatan akan berjalan sesuai bidangnya masing-masing seperti halnya Aswaja Center yang terus mengadakan kegiatan.

Sementara dalam kesempatan terpisah, Cholid Ubed mengatakan jika pertemuan itu merupakan wilayah syuriyah untuk memilih rais pengganti. "Siapapun yang terpilih sebagai Rais Syuriyah atau Owner PCNU Bojonegoro, kita mengikuti," jelasnya.

Terpilihnya KH. Maimun Syafii sudah sesuai AD/ART dan sesuai kesepakatan seluruh pengurus yang mengikuti rapat. "Langkah selanjutnya keputusan ini akan dikirim ke PWNU Jatim untuk dilantik," ungkapnya.

Setelah pelantikan nanti, seluruh pengurus PCNU akan segera melaksanakan agenda program kerja yang dibuat dan kegiatan-kegiatan lainnya. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Halaqoh, Sunnah, Tokoh Santri An Nur Slawi