Rabu, 28 Desember 2016

Wapres: Tumbuhkan Minat Baca, ke Pesantren Saja

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Diakui atau tidak, pondok pesantren telah sejak lama mengajarkan serta membudayakan minat baca dan belajar. Tak hanya itu. Tradisi menulis pun seakan telah menjadi tradisi di lembaga pendidikan tradisional khas Indonesia itu.

Tak berlebihan jika Wakil Presiden Jusuf Kalla menyarankan agar sistem pendidikan dan tradisi membaca serta menulis di pesantren patut dijadikan contoh. Karena, menurutnya, seminar-seminar bertema pengembangan minat membaca kerap diadakan, namun belum banyak menghasilkan minat belajar bagi para siswa.

"Kalau mau belajar soal bagaimana mengharuskan membaca, nggak perlu ke luar negeri, pergi saja ke pesantren," ujar Wapres Kalla saat membuka Seminar Nasional bertajuk “Sosialisasi Pengembangan Budaya Minat Baca dan Pembinaan Perpustakaan Nasional” di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (12/7).

Wapres: Tumbuhkan Minat Baca, ke Pesantren Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres: Tumbuhkan Minat Baca, ke Pesantren Saja (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres: Tumbuhkan Minat Baca, ke Pesantren Saja

Di pesantren, tutur Wapres Kalla, para santri, tiap hari wajib membaca kitab-kitab kuning dengan penuh khusyuk, tentang materi-materi keagamaan ataupun sastra. Hal itulah yang merupakan dasar bagi pengembangan minat baca di pesantren.

"Bahkan sambil terkantuk-kantuk, santri tetap baca. Mereka nurut (patuh) pada ustad, ustad nurut pada kiai, kiai nurut pada kiai khos-nya. Pak Mendiknas (Menteri Pendidikan Nasional, red) harus jadi kiai khos-nya," ujar Wapres Kalla disambut tawa peserta seminar, termasuk Mendiknas Bambang Sudibyo.

Santri An Nur Slawi

Ia mengungkapkan, sebaiknya Mendiknas membuat aturan mengenai keharusan untuk membaca. Para siswa diwajibkan untuk membaca dan mengetahui pelajaran-pelajaran yang harus dia ketahui dari buku, bukan sekadar menumbuhkan minat membaca.

"Kalau minat saja, kalau anaknya tidak mau, bagaimana. Yang penting itu harus membaca, karena dari keharusan akan menjadi kebiasaan," tandasnya.

Karena itu, Wapres berharap, seminar yang diadakan Departemen Pendidikan Nasional itu tidak hanya membicarakan pentingnya membaca, tapi bagaimana membuat aturan soal keharusan membaca. (rif/dtc)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Amalan, Nahdlatul Ulama, Jadwal Kajian Santri An Nur Slawi

Minggu, 25 Desember 2016

Sebagai Alumni, Wabup Pinrang Hadiri Ramah-Tamah UIM

Makassar, Santri An Nur Slawi. Wakil Bupati Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan Ir H Darwis Bastama menghadiri ramah-tamah calon wisudawan dan wisudawati tahun 2014 Universitas Islam Makassar (UIM) di Gedung Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, Makassar, pada Selasa (21/10).

Pada kesempatan tersebut, Darwis yang merupakan lulusan salah satu kampus milik NU Sulawesi Selatan tersebut, bercerita pengalamannya. Ia memulai dengan syukur sebagai alumni 22 tahun yang lalu, karena diundang dan diberikan kesempatan berbicara.

Sebagai Alumni, Wabup Pinrang Hadiri Ramah-Tamah UIM (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebagai Alumni, Wabup Pinrang Hadiri Ramah-Tamah UIM (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebagai Alumni, Wabup Pinrang Hadiri Ramah-Tamah UIM

Setelah menyelesaikan studi di STIP Al Gazali, katanya, ia langsung aktif dalam dunia politik. Selama 4 periode ia dipercaya menjadi anggota DPRD Kabupaten Pinrang dan sempat mengetuainya.

Santri An Nur Slawi

Menurut dia, STIP Al Gazali, telah membantu dalam pemikirannya, terutama dalam dunia pertanian. “Kebetulan dalam 4 periode di DPRD, saya masuk dalam komisi yang membidangi pertanian,” ungkapnya pada pertemuan bertema "Tingkatkan Daya Saing Menyongsong Kompetisi Global dan AFTA 2015".

Santri An Nur Slawi

Ia juga menyampaikan, masyarakat Pinrang sekarang mempercayainya mejnjadi wakil bupati. Ini tentunya berkah doa para gurutta (sebutan tokoh agama di Sulawesi Selatan) serta alumni UIM.

Saat ini berkat dukungan dan persetujuan para ulama, sambung dia, di Pemkab Kabupaten? Pirang mengeluarkan kebijakan Zakat Hasil Pertanian.

Ketua IKA UIM, Dr Darmawan mengatakan, UIM sudah melalui proses panjang. Kampus tersebut sebelumnya bernama bernama Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Al Gazali dan Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Al Gazali. Lalu pada tahun 2000 keduanya dilebur jadi satu? dengan nama Universitas Islam Makassar.

Ia menyebut, saat ini alumni UIM berjumlah 5.582 orang. Mereka sudah berkiprah di tengah masyarakat. “Dan besok, Alhamdulillah 710 orang akan resmi bergabung sebagai alumni UIM,” ungkapnya bersyukur.

Sementara Rektor UIM, pada sambutan yang diwakili PR III Dr H Abd Rahim Mas P Sanjata, bersyukur atas eksistensi IKA UIM.

Ia juga bertekad akan mengawal visi misi UIM, khususnya dalam dunia akademik, yang? diwarnai dengan nilai-nilai religius Islam Ahlusunnah Wal Jamaah.

Hadir pada kesempatan itu, Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Al Gazali Prof Dr Abd Rahman Idrus, H Abdurrahman, Pembantu Rektor I Musdalifah Mahmud, Pembantu Rektor II Saripuddun Muddin, Pembantu Rektor III Abd Rahim Mas P Sanjata, Pembantur Rektor IV Nur Taufiq Sanusi, Direktur Pascasarjana Nurul Fuadi, para dekan dan para wisudawan dan wisudawati. (Andi M Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kyai, Makam Santri An Nur Slawi

Selasa, 13 Desember 2016

PCNU Probolinggo Gelar Pelatihan Perawatan Jenazah

Probolinggo, Santri An Nur Slawi. Sebanyak 60 orang mengikuti pelatihan perawatan jenazah di aula KPRI Prastiwi Kabupaten Probolinggo, Senin (17/3). Mereka terdiri dari tokoh masyarakat, unsur 24 MWCNU sekabupaten Probolinggo, tokoh agama, dan sejumlah pengasuh pesantren.

Pelatihan ini difasilitasi Pemkab Probolinggo, PCNU Probolinggo, dan PCNU Kota Kraksaan. Kegiatan ini digelar untuk membina dan meningkatkan kemampuan tenaga perawatan jenazah.

PCNU Probolinggo Gelar Pelatihan Perawatan Jenazah (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Probolinggo Gelar Pelatihan Perawatan Jenazah (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Probolinggo Gelar Pelatihan Perawatan Jenazah

“Sejauh ini banyak masyarakat yang belum mengetahui tata cara perawatan jenazah. Apalagi banyak perbedaan persepsi bagaimana cara menangani jenazah sesuai syariat agama. Bahkan, jika tidak diluruskan cenderung menjadi fitnah,” ungkap Kepala Bagian Kesra Pemkab Probolinggo Moh Syarifuddin.

Santri An Nur Slawi

Forum pelatihan ini menghadirkan Wakil Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan H M Zahri Shiddiq untuk mengisi materi istihdlar dan sakratul maut. Sementara materi dan praktik memandikan dan mengafani jenazah dipandu Kepala KUA Kecamatan Kotaanyar H Mahalli Hasan Makiki.

Materi tata cara menyembahyangkan jenazah oleh Ketua PC LBMNU Kota Kraksaan H Mudaffir Irwani. Sedangkan etika mengantar jenazah diisi Sekretaris PCNU Probolinggo H Sulaiman Sholeh.

Santri An Nur Slawi

H M Zahri Shiddiq mengungkapkan, pelatihan perawatan jenazah ini dimaksudkan untuk memenuhi ketersediaan tenaga rukun kifayah yang terampil dan mumpuni. Dalam arti, mereka bisa menangani jenazah secara baik dan benar sesuai dengan tuntunan syari’at Islam.

Untuk tata cara ziarah kubur dan takziah, peserta menerima penyampaian materi dari Katib Syuriyah PCNU Probolinggo KH Syuhada’ Nasrullah.

KH Syuhada’ mengharapkan peserta pelatihan mengamalkan materi pelatihan di masyarakat. “Sekaligus menularkan pengetahuannya kepada kelompok-kelompok masyarakat yang ada di lingkungannya masing-masing,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Nahdlatul Ulama, Tegal, Amalan Santri An Nur Slawi

Sabtu, 10 Desember 2016

IPNU Grobogan Adakan Istighosah Akbar

Grobogan, Santri An Nur Slawi. Upaya mensukseskan Ujian Nasional, Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Grobogan mengadakan Istighosah Akbar di Masjid Agung Baiturrohim Kecamatan Wirosari. Sabtu (14/4). Kegiatan yang bertajuk Pelajar Berdzikir itu yang dimulai pukul 09.00 pagi itu diikuti oleh ratusan pelajar SMA/SMK/MA se-Kecamatan Wirosari. 

Ketua PC.IPNU Kabupaten Grobogan Fathoni memberikan motivasi kepada para peserta istighosah yang sebagian besar pelajar kelas XII. "Mari kita bersama-sama untuk menata hati dan fikiran melalui berdoa maupun berdzikir untuk meraih kelulusan dalam ujian mendatang," ujarnya saat sambutan.



IPNU Grobogan Adakan Istighosah Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Grobogan Adakan Istighosah Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Grobogan Adakan Istighosah Akbar

Ia menambahkan kelulusan merupakan awal dari perjalanan untuk menghadapi tantangan yang sesungguhnya, yaitu bersosialisasi dengan masyarakat.

"Termasuk mengimplementasikan ilmu yang kita peroleh dari proses belajar di sekolah,"imbuh pria yang yang akrab disapa Toni.

Santri An Nur Slawi

Istighosah yang dipimpin oleh Pengasuh Pondok Pesantren Darul Mustofa Wirosari KH. Yahya Rosyad berlangsung khusuk dan khidmat. Usai berdoa, KH. Yahya menyampaikan sirahan rohani kepada ratusan pelajar yang hadir.

Santri An Nur Slawi

KH. Yahya mengajak para pelajar untuk selalu pandai menjaga hati dari godaan syaitan dan jin. Sebab godaan tersebut sangat mudah merusak akhlaq manusia melalui hati dan roh kita.

"Apabila roh dan hati kita sudah dirasuki oleh jin dan syaitan maka akhlaq kita akan terancam rusak," pesannya.

Sementara, Ketua PAC.IPNU Wirosari Abdurrahman Wahid yang juga pelaksana kegiatan menjelaskan kegiatan ini menjadi agenda rutinan yang diselenggarakan setiap tahun menjelang Ujian Nasional. dengan PAC. IPNU Kecamatan Wirosari.

"Alhamdulillah, acara ini mampu membuat para Pelajar tampak semakin optimis dalam menghadapi Ujian Nasional yang akan digelar 16 April mendatang." tuturnya.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kajian Islam, Nasional, PonPes Santri An Nur Slawi

Rabu, 07 Desember 2016

Shalat yang Dapat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar

Assalamualaikkum ustadz. Saya mau bertanya, shalat yang bagaimana yang dapat mencegah perbuatan keji dan mukar, dan bagaimana memahami shalat untuk implementasi dalam kehidupan ini serta kitab atau buku apa yang dapat saya baca untuk mendapatkan penjelasan ini, terima kasih. Wassalamu’alaikum wr wb. (Cepi Subarnas)

Jawaban

Shalat yang Dapat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat yang Dapat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat yang Dapat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Shalat merupakan ibadah dan komunikasi langsung seorang hamba dengan Allah. Dan setidaknya ada lima shalat yang diwajibkan bagi setiap muslim yang sudah mukallaf atau sudah dibebani kewajiban agama. Hal ini bermakna ada lima kali keharusan bagi hamba untuk berkomunikasi dengan-Nya. Dan komunikasi aktif antara hamba dengan Allah melalui shalat inilah mengandung hikmah yang sangat luar biasa yaitu ketakwaan. Karenanya Allah swt berfirman: 

 ? ? ? ? ? ? --?: 45.

Santri An Nur Slawi

“Sesungguhnya shalat itu dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar” (Q.S. Al-Ankabut: 45)

Santri An Nur Slawi

Dengan kata lain, kewajiban seorang mukallaf untuk menjalankan shalat lima waktu pada dasarnya mengandung pengertian sebagai peringatan dari Allah agar ia selalu mengingat-Nya. Ingatan kepada Allah berujung pada ingatan kepada perintah dan larangan-Nya. Inilah yang disebut dengan takwa sebagaimana dikemukakan di atas.

 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ? ? ? ? ?-? ? ? ? ? 1420?/2000? ? 16? ?. 106)

“Nampak jelas bahwa takwa merupakan hikmah dibalik disyariatkannya shalat, karena ketika seorang mukallaf mengingat perintah dan larangan Allah swt maka ia akan menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya” (Muhammad Thahir bin ‘Asyur, at-Tahrir wat-Tanwir, Bairut-Mu`assah at-Tarikh al-‘Arabi, cet ke-1, 1420 H/2000 M, juz, 16, h. 106)

Berangkat dari penjelasan di atas maka ibadah shalat yang merupakan komunikasi atau hubungan antara seorang hamba dengan Allah swt sejatinya harus memiliki pengaruh positif terhadap komunikasi kita dengan yang ada di sekitar kita. 

Ironisnya sering kali kita menyaksikan orang yang rajin shalat tetapi masih saja melakukan kemungkaran dan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama padahal setidaknya ia lima kali menyapa Allah melalui shalat. Pertanyaannya, mengapa bisa demikian? Hal ini terjadi karena shalat masih dipahami hanya sebatas formalitas yang tidak memiliki konsekwensi apa-apa terhadap kehidupannya. Sepanjang kita masih berkutat pada pemahaman seperti ini maka shalat kita jelas tidak memiliki makna apa-apa, tidak bisa mencegah perbuatan yang keji dan mungkar. 

Sedangkan untuk menambah wawasan kita mengenai shalat, maka kami sarankan untuk membaca buku yang terkait dengan rahasia dan hikmah shalat. Misalnya buku yang ditulis oleh Ali Ahmad al-Jurjawi yang berjudul Hikmah at-Tasyri` wa Falsafathu (Hikmah dan Falsafat Dibalik Penetapan Syariat). Di dalam buku tersebut terdapat bab yang menjelaskan hikmah yang terdapat dalam shalat. Banyak sekali buku tentang hikmah shalat yang ditinjau dari berbagai perspektif.

Demikian penjelasan singkat ini, semoga bisa menjadi penjelasan yang dapat membantu menyelesaikan persoalan yang Anda hadapi. (Mahbub Ma’afi Ramdlan

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi PonPes, Quote, Pesantren Santri An Nur Slawi

Selasa, 06 Desember 2016

Ramadhan, LAZISNU Pringsewu Salurkan Santunan 27 Juta untuk Yatim-Piatu

Pringsewu, Santri An Nur Slawi - Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah NU (LAZISNU)? Kabupaten Pringsewu menyalurkan bantuan berupa santunan khusus anak yatim piatu di Kabupaten Pringsewu sebesar Rp. 27 juta. Santunan ini diharapkan dapat meringankan biaya hidup para yatim piatu pada Ramadhan kali ini.

Menurut Ketua LAZISNU Pringsewu Khairudin (Heru), bantuan santunan ini berasal dari masyarakat mampu di Kabupaten Pringsewu yang memercayakan kepada LAZISNU untuk penyalurannya.

Ramadhan, LAZISNU Pringsewu Salurkan Santunan 27 Juta untuk Yatim-Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, LAZISNU Pringsewu Salurkan Santunan 27 Juta untuk Yatim-Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, LAZISNU Pringsewu Salurkan Santunan 27 Juta untuk Yatim-Piatu

"Bantuan ini kita sebar ke sembilan kecamatan dengan jumlah yatim piatu sekitar 400 anak," jelasnya saat menyalurkan santunan ini di Kecamatan Sukoharjo, Senin (30/5).

Heru menambahkan, jadwal penyaluran santunan ini dibarengkan dengan Kegiatan Safari Ramadhan yang diadakan PCNU Pringsewu. "Ada sembian kecamatan yang akan dikunjungi secara berurut, yaitu Sukoharjo, Pardasuka, Banyuwangi, Pringsewu, Pagelaran, Ambarawa, Adiluwih, Gadingrejo dan Pagelaran Utara," rincinya.

Santri An Nur Slawi

Penyaluran santunan di setiap kecamatan ini juga akan dilaksanakan sosialisasi Koin Pondasi Akhirat yang merupakan program baru LAZISNU Pringsewu dalam rangka memaksimalkan infaq dan sedekah warga.

Santri An Nur Slawi

"Untuk tahap awal sudah kita siapkan sebanyak 450 tabungan yang akan diberikan kepada para aghniya dan nantinya akan dikelola oleh LAZISNU di masing-masing kecamatan untuk bantuan sosial dan sejenisnya," katanya.

Ia optimis jika potensi infaq dan sedekah yang ada pada warga dikelola dan dimanfaatkan secara tepat guna memberikan manfaat bagi masyarakat kurang mampu. "Ke depan LAZISNU akan mengelola potensi ini dengan model bantuan yang bersifat produktif sehingga mampu mengentaskan permasalahan kemiskinan," tambahnya.

Selain memaksimalisasi sedekah dan infaq khususnya di Bulan Ramadhan ini, LAZISNU Pringsewu juga akan lebih memaksimalkan pengelolaan zakat mal dan fitrah. Program ini sudah menjadi program tahunan dengan melakukan pendataan dan pembentukan amil dan atau UPZ di setiap desa di Kabupaten Pringsewu.

"Karena dari sisi kajian fiqih amil itu harus memiliki legalitas dari pemerintah, dan dalam hal ini LAZISNU sudah mengantungi izin untuk melegalkan amil maka kita bantuaAmil yang ada di masjid dan mushalla untuk legalitas tersebut," terangnya.

Dengan manajemen pengelolaan dan pelaporan amil zakat fitrah dan zakat mal melalui LAZISNU maka ke depan akan dapat terlihat potensi zakat yang ada dan juga akan terkelola dengan baik peruntukannya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi RMI NU, Nasional Santri An Nur Slawi

Minggu, 04 Desember 2016

Ini Komentar Para Tokoh Terkait Pendirian UNU Yogyakarta

Yogyakarta, Santri An Nur Slawi - Harapan pengurus harian PWNU Yogyakarta untuk memiliki sebuah lembaga perguruan tinggi tahun ini akan segera terwujud. Berbekal surat izin dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta siap untuk menerima peserta didik baru tahun ini.

Berkaitan dengan berdirinya UNU Yogyakarta banyak para tokoh yang memberikan respon positif. Salah satu di antaranya adalah Mustasyar PWNU DIY KH Asyhari Abta.

Ini Komentar Para Tokoh Terkait Pendirian UNU Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Komentar Para Tokoh Terkait Pendirian UNU Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Komentar Para Tokoh Terkait Pendirian UNU Yogyakarta

“UNU Yogya adalah kampus yang sangat dibutuhkan warga DIY saat ini. Keberadaannya diharapkan mampu menjadi wahana penguatan aswaja secara benar. Melalui UNU nantinya tercipta generasi Aswaja yang kuat dan siap menjawab tantangan zaman,” kata Kiai Asyhari Abta.

Santri An Nur Slawi

Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Bantul KH Kholiq Syifa dengan tegas mengatakan, UNU Yogyakarta adalah tempat bagi apara cendekiawan dan ilmuan yang dipersiapkan untuk membesarkan UNU.

“Nahdiyin tidak perlu khawatir dengan kualitas dan mutu UNU. Meskipun sebagai kampus pendatang baru insya Allah secara kualitas tidak kalah dengan kampus yang lain,” tegas KH Abdul Kholiq Syifa.

Santri An Nur Slawi

Respon positif juga disampaikan oleh sesepuh PWNU DIY sekaligus Pengasuh Pesantren As-Salimiyah Mlangi Sleman KH Salimi.

“Kalau NU Yogya mendirikan UNU, sangat bagus, sangat positif. Ini yang selama ini ditunggu-tunggu warga. Mari kita dukung bersama,” tegas Kiai Salimi.

UNU Yogyakarta untuk sementara akan menempati gedung kampus di Jalan Lowanu 47, Sorosutan Umbulharjo sambil menunggu pembangunan kampus induk di daerah Pajangan, Bantul. (Nur Rokhim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Amalan Santri An Nur Slawi

Jumat, 02 Desember 2016

Perjuangan Pendiri NU, Spirit Bagi Generasi Masa Kini

Kudus, Santri An Nur Slawi. Wakil Ketua PCNU Kudus H Fajar Nugroho mengatakan, semangat perjungan yang dilakukan para pendiri maupun tokoh Nahdlatu Ulama (NU) pendahulu masih relevan menjadi spirit bagi generasi penerus masa kini di tengah kondisi zaman yang serba materi.

Perjuangan Pendiri  NU, Spirit Bagi Generasi  Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)
Perjuangan Pendiri NU, Spirit Bagi Generasi Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)

Perjuangan Pendiri NU, Spirit Bagi Generasi Masa Kini

“Meskipun zaman sudah berbeda, namun semangat atau sprit Perjuangan pendiri NU termasuk KHR Asnawi ini mampu menjadi inspirasi pengurus maupun kader NU menggerakkan roda organisasi pada masa sekarang,” katanya kepada Santri An Nur Slawi saat dimintai pandangannya terkait sosok KHR Asnawi yang diperingati haulnya ke 56, Jum’at (25/4) kemarin

Fajar menyatakan Nahdlatul ulama lahir melalui proses pergulataan pemikiran dan perjuangan para Kiai-kiai NU pada masa lalu. Mereka berjuang secara kukuh mendirikan Nahdlatul Wathan terlebih dahulu  untuk menggelorakan cinta tanah Air dan Nahdlatut Tujjar guna menggerakkn ekonomi ummat.

Santri An Nur Slawi

“Kiai-kiai mendirikan NU untuk memback up paham Aswaja dengan penuh kegigihan dan semangat berjuang secara  total.  Kita harus meneladani  dan melanjutkan perjuangan pendiri NU termasuk  KHR Asnawi,”tegasnya lagi.

Santri An Nur Slawi

Dikatakan, KHR Asnawi adalah figur ulama mempunyai kepiawian dalam membaca zaman.  Disamping pengasuh pesantren tetapi mash sempat memberi ceramah berdakwah di daerah dan masih menulis buku.

“Karya tulis berupa kitab sudah banyak yang dijadikan pedoman para santri berup  Kitab pendek  tapi mendasar yang mudah dipahami. Umur beliau betul-betul sangat barokah memberikan sesuatu sepanjang,”tandasnya Fajar.

Fajar mengakui belakangan ini kaum Nahdliyyin semangat berjuangnya mengalami kemunduran. Hal ini akibat dari pengaruh  kondisi zaman yang diukur berdasarkan materi atau uang. “NU akan tetap menjaga akhlakul karimah, tidak boleh terjerumus dan larut hal yang kurang baik terus,”ujarnya

Bagi PCNU Kudus, peringatan haul  KHR Asnawi memiliki arti menjaga hubungan emosional dan rohaniah. “Mbah Asnawi secara fisik sudah tidak ada di tengah kita, namun ruh dan spiritnya masih menyertai kita,”tandas Fajar lagi. (Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Aswaja, IMNU Santri An Nur Slawi