Jumat, 02 Desember 2016

Perjuangan Pendiri NU, Spirit Bagi Generasi Masa Kini

Kudus, Santri An Nur Slawi. Wakil Ketua PCNU Kudus H Fajar Nugroho mengatakan, semangat perjungan yang dilakukan para pendiri maupun tokoh Nahdlatu Ulama (NU) pendahulu masih relevan menjadi spirit bagi generasi penerus masa kini di tengah kondisi zaman yang serba materi.

Perjuangan Pendiri  NU, Spirit Bagi Generasi  Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)
Perjuangan Pendiri NU, Spirit Bagi Generasi Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)

Perjuangan Pendiri NU, Spirit Bagi Generasi Masa Kini

“Meskipun zaman sudah berbeda, namun semangat atau sprit Perjuangan pendiri NU termasuk KHR Asnawi ini mampu menjadi inspirasi pengurus maupun kader NU menggerakkan roda organisasi pada masa sekarang,” katanya kepada Santri An Nur Slawi saat dimintai pandangannya terkait sosok KHR Asnawi yang diperingati haulnya ke 56, Jum’at (25/4) kemarin

Fajar menyatakan Nahdlatul ulama lahir melalui proses pergulataan pemikiran dan perjuangan para Kiai-kiai NU pada masa lalu. Mereka berjuang secara kukuh mendirikan Nahdlatul Wathan terlebih dahulu  untuk menggelorakan cinta tanah Air dan Nahdlatut Tujjar guna menggerakkn ekonomi ummat.

Santri An Nur Slawi

“Kiai-kiai mendirikan NU untuk memback up paham Aswaja dengan penuh kegigihan dan semangat berjuang secara  total.  Kita harus meneladani  dan melanjutkan perjuangan pendiri NU termasuk  KHR Asnawi,”tegasnya lagi.

Santri An Nur Slawi

Dikatakan, KHR Asnawi adalah figur ulama mempunyai kepiawian dalam membaca zaman.  Disamping pengasuh pesantren tetapi mash sempat memberi ceramah berdakwah di daerah dan masih menulis buku.

“Karya tulis berupa kitab sudah banyak yang dijadikan pedoman para santri berup  Kitab pendek  tapi mendasar yang mudah dipahami. Umur beliau betul-betul sangat barokah memberikan sesuatu sepanjang,”tandasnya Fajar.

Fajar mengakui belakangan ini kaum Nahdliyyin semangat berjuangnya mengalami kemunduran. Hal ini akibat dari pengaruh  kondisi zaman yang diukur berdasarkan materi atau uang. “NU akan tetap menjaga akhlakul karimah, tidak boleh terjerumus dan larut hal yang kurang baik terus,”ujarnya

Bagi PCNU Kudus, peringatan haul  KHR Asnawi memiliki arti menjaga hubungan emosional dan rohaniah. “Mbah Asnawi secara fisik sudah tidak ada di tengah kita, namun ruh dan spiritnya masih menyertai kita,”tandas Fajar lagi. (Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Aswaja, IMNU Santri An Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar