Minggu, 11 November 2007

Setelah Dibubarkan Pemerintah, Apakah Gerakan HTI Berhenti?

Jakarta, Santri An Nur Slawi



Sekitar lima bulan lalu, tepatnya Senin (8/5), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) resmi dibubarkan pemerintah melalui Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto.

HTI dibubarkan melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 yang mengubah UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Setelah Dibubarkan Pemerintah, Apakah Gerakan HTI Berhenti? (Sumber Gambar : Nu Online)
Setelah Dibubarkan Pemerintah, Apakah Gerakan HTI Berhenti? (Sumber Gambar : Nu Online)

Setelah Dibubarkan Pemerintah, Apakah Gerakan HTI Berhenti?

Lalu, setelah Perppu Ormas itu berlaku, apakah HTI dengan konsep khilafahnya benar-benar telah hilang dan tidak melakukan gerakan dakwah lagi?

Peneliti Universitas Indonesia Solahuddin berpendapat, selama ini HTI menikmati kebebasan bereskpresi di negara demokrasi. Mereka menikmati kebebasan untuk mengubahnya dengan ideologi khilafah.

(Baca: Aksi Tolak Perppu Ormas dan Paradoks HTI)

Santri An Nur Slawi

Setelah ada Perppu Ormas itu, lanjut dia, pembubaran yang dilakukan pemerintah pasti sangat berpengaruh terhadap gerakan dakwah HTI secara terbuka. Tetapi situasi ini bisa ditangani karena mereka punya pengalaman sebagai gerakan bawah tanah (tersembunyi). 

“Mereka punya kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi sekarang ini,” katanya seusai mengisi Pendidikan Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) Daurah II yang diselenggarakan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).

Santri An Nur Slawi

Menurutnya, keputusan pemerintah yang membubarkan HTI itu tidak serta merta menghilangkan gerakannya, dan ancaman terhadap ideologi negara. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Berita, Ubudiyah Santri An Nur Slawi

Rabu, 17 Oktober 2007

Harlah NU Juga Diadakan Menurut Kalender Hijriyah

Surabaya, Santri An Nur Slawi. Organisasi sosial keagamaan Nahdlatoel Olama (demikian menurut ejaan lama) didirikan di Surabaya pada 16 Rajab 1344 H bertepatan dengan 31 Januari 1926 M. Menurut kalender Hijriyah, NU kini telah berusia 84 tahun, sementara menurut Kalender Masehi NU baru berusia 82 tahun.

Dalam suasana peringatan Harlah ke-82 NU menurut kalender Masehi yang begitu semarak hari-hari ini, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur berharap warga Nahdliyyin juga tetap memperingati hari lahir (Harlah) NU menurut penanggalan Hijriyah yakni pada bulan Rajab, sekaligus dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang juga pada bulan Rajab.

Harlah NU Juga Diadakan Menurut Kalender Hijriyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah NU Juga Diadakan Menurut Kalender Hijriyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah NU Juga Diadakan Menurut Kalender Hijriyah

Wakil Ketua PWNU Jawa Timur H Soleh Hayat kepada Santri An Nur Slawi di Surabaya, Rabu (9/1) mengatakan, peringatan Harlah NU pada bulan Rajab berbarengan dengan hari besar Islam itu pasti mempunyai nilai tersendiri sudah menjadi tradisi salafus shalih di lingkungan NU.

Menurut wakil ketua PWNU yang membidangi falakiyah itu, untuk tahun ini peringatan harlah NU menurut Kalender Masehi sangat tepat karena kebetulan bersamaan dengan bulan Muharram atau tahun baru Hijriyah. Namun hal itu tidak bisa terjadi seterusnya.

“Bisa saja tahun depan Januari jatuh pada bulan Dzulhijjah. Kan tidak bisa dipastikan ada hari besar Islam seperti bulan Rajab,” katanya.

Bagi PWNU Jawa Timur sendiri, peringatan Harlah kw-82 NU yang saat ini dilakukan adalah rangkaian yang sudah dilakukan pada bulan Rajab kemarin.

Santri An Nur Slawi

Sementara itu pada acara apel akbar puncak peringatan Harlah ke-82 NU di Jakarta, 3 Februari nanti, beberapa pengurus PWNU akan hadir, termasuk H Sholeh Hayat sendiri. Namun karena beberapa kendala pihak PWNU Jatim tidak bisa mendatangkan Nahdliyyin dalam jumlah besar-besaran.

Namun H Sholeh hayat optimis acara di Gelora Bung Karno itu akan meriah, karena dari daerah Jakarta dan sekitarnya saja sudah ada sekitar 300.000 Nahdliyin yang menyatakan akan siap hadir. (sbh)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kajian Sunnah Santri An Nur Slawi

Kamis, 23 Agustus 2007

Ansor Kajen Gelar Bakti Sosial di Pesantren

Pekalongan, Santri An Nur Slawi - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN), Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menggelar bakti sosial di Pondok Pesantren Fathul Huda Desa Sinangohprendeng Kecamatan Kajen.

Menurut Ketua PAC GP Ansor Kajen Abdul Muid, bakti sosial ini merupakan realisasi dari program “Gerakan Peduli Pesantren” yang digalang oleh GP Ansor dan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Kajen.

Ansor Kajen Gelar Bakti Sosial di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Kajen Gelar Bakti Sosial di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Kajen Gelar Bakti Sosial di Pesantren

Jumat (21/10) kemarin, berlangsung serah terima sejumlah bantuan berupa buku, alat tulis, serta seperangkat alat dan bahan pengecatan. Pengecatan sendiri dikerjakan secara bersama-sama personel Banser dan santri pondok pesantren.

Ia menambahkan bahwa peringatan HSN diharapkan menjadi momentum untuk memberikan perhatian lebih kepada para santri dan pondok pesantren, juga mengingatkan Negara untuk peduli terhadap pengembangan pesantren dan para santri.

Santri An Nur Slawi

Sementara itu, KH Ahmad Minanul Aziz selaku pengasuh Pondok Pesantren Fathul Huda mengapresiasi program bakti sosial dari PAC GP Ansor Kajen sebagai wujud perhatian terhadap santri dan dunia pesantren. Atas nama Pesantren Fathul Huda, ia menyampaikan terima kasih. (Alim Mustofa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Daerah, Sholawat, AlaSantri Santri An Nur Slawi

Selasa, 21 Agustus 2007

Hadapi MEA, Jokowi: Siapkan SDM, Stop Ekspor Mentah

Surabaya, Santri An Nur Slawi. Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo mengatakan, saat ini antara satu negara dengan negara lain seperti tanpa batas. Hal itu sudah terjadi di Eropa. Kawasan ASEAN, akan diberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir Desember tahun ini.

Hadapi MEA, Jokowi: Siapkan SDM, Stop Ekspor Mentah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi MEA, Jokowi: Siapkan SDM, Stop Ekspor Mentah (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi MEA, Jokowi: Siapkan SDM, Stop Ekspor Mentah

Ia menyampaikan hal itu pada Puncak Harlah Ke-55 PMII di Masjid Nasional Al-Akbar, Surabaya,  Jawa Timur, Jumat malam (17/4) dengan tema “Pembela bangsa, Penegak Agama”.

Dengan keadaan batas-batas negara yang seperti itu, dia menyampaikan tantangan yang akan dihadapi Indonesia ke depan. Di antaranya akan menyebabkan lalu-lalang ekonomi yang tanpa batas juga.

Santri An Nur Slawi

Oleh karena itu, presiden yang biasa disapa Jokowi tersebut, memaparkan apa yang akan dilakukan pemerintah untuk menghadapi situasa semacam itu. Pertama ia menyebut perbaikan dalam dunia pendidikan.

Saat ini, menurut dia, fasilitas pendidikan dari dasar sampai Perguruan Tinggi masih sangat kurang. “Maka ke depan, jika dulu ada SD Inpres, maka saya akan bikin SMK Inpres, baik umum maupun agama,” katanya di hadapan belasan ribu kader PMII.

Santri An Nur Slawi

Kualitas dunia pendidikan, kata dia, penting untuk ditingkatkan karena ke depan yang akan terjadi adalah pertarungan kualitas sumber daya manusia (SDM), bukan sumber daya alam. “Kita lihat coba, Singapur punya apa? Korea punya apa? Jepang punya apa? Kita melimpah ruah. Tapi kita bisa apa denga itu?” tanyanya.

Karena SDM yang tidak mumpuni, Jokowi menyebut Indonesia pernah merasakan pahitnya. Pada tahun 1970an minyak Indonesia melimpah, tapi kesempatan itu hilang dan tidak bisa membuat kita itu lebih baik. Pada tahun 1980an, Indonesia terkenal kaya dengan beragam kayu. Kemudian ditebang tanpa memikirkan industri hilirnya.

Kekeliruan itu terus diulang dan diulang lagi seperti batubara, minyak mentah dan kekayaan lain yang sangat besar itu diekspor mentahan, kemudian diolah negara lain, lalu negara kita membelinya lagi.Menurut dia, hal itu adalah kekalahan bangsa Indonesia.

“Kenapa itu tidak kita kunci? kita miliki? Kalau kamu buat industri, buat di sini, akan ada keuntungan untuk di sini. Kita akan stop satu per satu ekspor batubara, nikel. Hilirisasi ada di Indonesia, kita bikin di sini,” tegasnya.

Ia melanjutka, pekerjaan pemerintah Indonesia adalah menangani pengangguran yang besar. Itulah kenapa bahan mentah itu mesti diolah di Indonesia karena ingin membuka lapangan tenaga kerja di Indonesia.

Namun, menurut dia, untuk mengubah itu harus mengalami transisi yang tidak mudah, tidak bisa cepat, dan tidak semua menerima.

Jokowi juga menyebut bahwa antara satu negara dengan negara lain yang seperti tanpa batas tersebut akan menyebabkan lalu-lalang ideologi seperti radikalisme agama. Menurut dia, tidak ada kompromi untuk mereka.

Di ujung pidatonya, ia menyebut Indonesia dalam keadaan “darurat narkoba”. Karena itulah ia membarikan sanksi seberat-beratnya bagi gembong barang haram tersebut dengan hukuman mati. Ia tetap kukuh melakukan itu meski banyak negara protes ketika warga negaranya tersangkut narkoba di Indonesia. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pendidikan, Amalan Santri An Nur Slawi

Kamis, 16 Agustus 2007

Menaker: Gubernur Wajib Tetapkan UMP 2018

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dakhiri mengatakan penetapan upah minimun provinsi (UMP) 2018  menjadi kewenangan Gubernur dan harus berdasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) No.78 tahun 2015 tentang Pengupahan.

Hal tersebut tercantum dalam Surat Edaran (SE)   Menteri Ketenagakerjaan  tanggal 13 Oktober 2017, dengan Nomor B.337/M.NAKER/PHIJSK-UPAH/X/2017 tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2017.

Menaker: Gubernur Wajib Tetapkan UMP 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker: Gubernur Wajib Tetapkan UMP 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker: Gubernur Wajib Tetapkan UMP 2018

“Jadi bukan saya yang menetapkan besaran kenaikannya.  Yang menetapkan UMP- nya itu kan Gubernur sesuai dengan kewenangannya. Datanya itu berasal dari BPS. Itulah yang saya informasikan melalui surat edaran,“ kata Menaker Hanif usai memberikan sambutan pada simposium Pendidikan Vokasi (Kejuruan) Sistem Ganda yang Berorientasi pada Praktik-Peluang bagi Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (31/10).

          

Santri An Nur Slawi

Hanif mengatakan aturan soal pengupahan yang tertuang dalam  PP 78 sudah mempertimbangkan banyak kepentingan. Dari sisi para pekerja agar upahnya bisa naik setiap tahun. Jadi ada kepastian mengenai kenaikan upah.

          

“Kemudian kepentingan dari dunia usaha bahwa kenaikan upah itu harus predictable. Karena kalau tidak predictable tiba-tiba bisa melejit sehingga mengguncangkan dunia usaha dan berdampak kepada tenaga kerja juga," kata Hanif.

Santri An Nur Slawi

          

Selain itu, kata Hanif peraturan pengupahan juga mempertimbangkan kepentingan calon pekerja. Mereka yang masih menganggur butuh pekerjaan. Jadi jangan sampai yang sudah bekerja menghambat mereka yang belum bekerja. Apalagi di tengah situasi ekonomi sekarang.

 

“Yang pasti kenaikan UMP telah memperhitungkan semua kepentingan. Kalau hitung-hitung sendiri, kalian juga kalau disuruh ngitung pasti minta lebih. Menuntut boleh saja, tapi kita tetap mempertimbangkan banyak kepentingan, termasuk dari  dari para pekerja yang ingin agar  naik upahnya setiap tahun," kata Hanif.

 

Dalam SE Menteri Ketenagakerjaan  tanggal 13 Oktober 2017, dengan Nomor B.337/M.NAKER/PHIJSK-UPAH/X/2017 tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2017, disebutkan bahwa Gubernur wajib menetapkan UMP tahun 2018.

          

UMP tahun 2018 ditetapkan dan diumumkan secara serentak pada tanggal 1 November 2017. Dalam SE tersebut, kenaikan UMP 2018 dihitung berdasarkan data inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional (pertumbuhan Produk Domestik Bruto) yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS). (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Sejarah, Berita Santri An Nur Slawi

Senin, 23 Juli 2007

Tiga Pesan Luhut ke Kalangan Kiai

Jombang, Santri An Nur Slawi. Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Luhut Binsar Pandjaitan melakukan safari ke tiga pondok pesantren di Jombang Jawa Timur. Dalam lawatannya itu, Luhut menyampaikan tiga hal yakni bahaya narkoba, terorisme hingga pengawasan dana desa.

Kalangan kiai pesantren diminta untuk ikut mengawasi penggunaan dana desa yang telah dikucurkan pemerintah pusat. Dikatakan Luhut, pemerintah setiap tahun meningkatkan anggaran untuk desa. Pada tahun pertama anggaran yang disediakan sebesar 20,7 triliun, tahun kedua sebesar 47 triliun, tahun ketiga sebesar 84 triliun hingga 111 triliun. "Setiap desa pada tahun ini akan menerima rata-rata 700 juta," ujarnya di hadapan kalangan ulama pesantren se-Jatim di Aula Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Rabu (15/3).

Tiga Pesan Luhut ke Kalangan Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Pesan Luhut ke Kalangan Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Pesan Luhut ke Kalangan Kiai

Karenanya Luhut meminta kiai membantu mengawasi penggunaan anggaran dana desa agar tepat sasaran. "Dana ini untuk perbaikan pembangunan dan perekonomian masyarakat desa. Peran bapak kiai dan ibu nyai sangat penting dalam pengawasan," tandasnya.

Pesan Menkopolhukam yang kedua yakni terkait masalah terorisme. Dikatakannya, pemerintah sudah melakukan upaya menangkal gerakan radikalisme dan terorisme dengan sangat baik. Namun diakuinya apa yang dilakukan pemerintah tidak akan selesai. "Kita tidak ingin khilafah masuk ke Indonesia," ujarnya.

Dalam hal ini, lanjut Luhut, peran kiai NU untuk menangkal terorisme sangat besar. Apalagi pesantren adalah pilar penting dalam organisasi NU. " Bapak presiden tadi juga titip, NU dan kalangan pesantren bekerja menangkal faham radikalisme dan terorisme ini. Karena NU menjadi satu pilar NKRI," katanya.

Santri An Nur Slawi

Pesan lainnya yang disampaikan Luhut kepada kalangan kiai pesantren adalah soal bahaya narkoba. Menko Luhut mengatakan, narkoba kini telah memasuki semua lini, tidak hanya pejabat, bahkan disinyalir sudah masuk ke kalangan pesantren. "Di salah satu pesantren di Jember Jawa Timur, saya diberitahu bahwa narkoba sudah masuk ke kalangan pesantren," ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kalangan pesantren melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran narkoba. " Bagi saya, narkoba lebih bahaya dari terorisme, karena bisa menghasilkan uang yang sangat besar," sambungnya.

Menurut Luhut, ? banyak cara yang digunakan untuk menyusupkan narkoba ke pesantren. Ia mencontohkan, ada seseorang memberikan vitamin kepada santri. Tujuannya, agar santri tersebut kuat dzikir sampai pagi. "Satu sampai dua kali tidak ketahuan. Baru yang ketiga kali diketahui bahwa vitamin tersebut adalah pil ekstasi," ujarnya.

Santri An Nur Slawi

Dalam safarinya ke Jombang, Menkopolhukam Luhut Panjaitan mengunjungi tiga pesantren yakni Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, dan Pesantren Tebuireng. Selain itu, Luhut juga menyempatkan ziarah ke makam presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. (Muslim Abdurrahman/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Quote Santri An Nur Slawi

Selasa, 08 Mei 2007

Konsep Masjid Ramah Anak dalam Islam

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Pengasuh rubrik Bahtsul Masail Santri An Nur Slawi yang baik, saya punya anak kecil usia dua tahun. Ia sering ikut ke masjid. Terkadang ia berlari-lari di depan orang yang sedang shalat. Pertanyaan saya, apa hukumnya membawa anak kecil ke masjid? Terima kasih atas penjelasannya. Assalamu alaikum. wr. wb. (Viali).

Konsep Masjid Ramah Anak dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsep Masjid Ramah Anak dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsep Masjid Ramah Anak dalam Islam

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya kepada kita semua. Pendidikan anak melalui keteladanan memang baiknya dibangun sejak dini. Aktivitas ibadah orang tua memang baiknya dilihat agar ditiru anak sejak dini. Terlebih lagi mendekatkan anak-anak ke masjid akan menjadi memori yang patut ditanamkan sedini mungkin.

Santri An Nur Slawi

Hanya saja para ulama memberikan rambu-rambu yang perlu diperhatikan orang tua. Pertimbangan ini dimaksudkan agar masjid sebagai tempat ibadah tidak terkurangi nilainya. Berikut ini kami kutipkan keterangan Syekh Abu Zakariya Al-Anshari.

? : ? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Santri An Nur Slawi

Artinya, “(Anak-anak dilarang...) Walid An-Nasyiri mengeluarkan fatwa bahwa pengajaran anak-anak di masjid adalah hal yang baik. Anak-anak bebas memasuki masjid sejak era Rasulullah SAW hidup hingga kini tanpa dipermasalahkan. Pendapat yang menyatakan makruh atas masuknya anak-anak ke dalam masjid tidak berlaku secara mutlak. Kemakruhan ini berlaku hanya untuk anak-anak yang belum mumayyiz yang belum terbebani ibadah dan hajat terhadapnya. Tetapi pahala pengajaran anak-anak melebihi pengurangan pahala karena hukum makruh anak-anak memasuki masjid,” (Syekh Zakariya Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarhu Raudhatit Thalib, Juz 3, halaman 108).

Keterangan di atas membagi anak kecil mejadi dua kategori. Pertama, mumayyiz (anak yang sudah membedakan baik dan buruk, serta telah mengerti bahasa atau aturan). Kedua belum mumayyiz, anak yang belum bisa menimbang baik dan buruk (biasanya anak di bawah usia lima tahun).

Hukum makruh hanya jatuh pada anak kecil yang belum mumayyiz karena dikhawatirkan mencemari masjid lantaran belum mengerti, khawatir mereka membuang kotoran tanpa diduga. Namun hal ini bisa diantisipasi dengan pembalut anak (pampers) yang rapat. Di samping itu anak-anak yang belum mumayyiz belum bisa menerima peringatan untuk tenang agar tidak mengganggu aktivitas shalat pengunjung lainnya. Ini yang repot. Karenanya ulama menyatakan makruh.

Baiknya memang ada ruangan masjid khusus orang tua yang membawa anak di bawah umur dengan jaminan pembalut yang rapat. Menciptakan “masjid ramah anak” memang membutuhkan kesiapan manajemen, tata ruang, dan kesadaran tinggi seluruh jamaah. Padahal anak di bawah umur juga memiliki hak guna terhadap masjid.

Saran kami, berilah keteladanan shalat untuk anak-anak di rumah atau di masjid bagian belakang agar si anak juga tidak mengganggu jamaah lainnya. Orang tua harus menjamin kesucian masjid dengan memberikan pengamanan anak-anak lewat pembalut yang rapat.

Demikian yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb.

(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Bahtsul Masail, Lomba Santri An Nur Slawi

Jumat, 02 Maret 2007

Amankan Istighotsah, Kapolresta Sidoarjo Terjunkan 1697 Personil Gabungan

Sidoarjo, Santri An Nur Slawi - Kepolisian Resort Kota (Polresta) Sidoarjo akan menerjunkan sebanyak 1697 personil gabungan untuk melakukan pengamanan istighotsah akbar yang digelar oleh PWNU Jawa Timur, di Gor Delta Sidoarjo, 9 April mendatang.

"Suatu kehormatan besar bagi kita untuk pengamanan kegiatan istighotsah akbar. Tentunya, kita akan melibatkan 1697 personil yang dibekup dari Polda, Brimob, TNI serta beberapa unsur temasuk Ansor. kita harapkan acara istighotsah ini berlangsung dengan baik," kata Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Muh Anwar Nasir, Senin (20/3).

Amankan Istighotsah, Kapolresta Sidoarjo Terjunkan 1697 Personil Gabungan (Sumber Gambar : Nu Online)
Amankan Istighotsah, Kapolresta Sidoarjo Terjunkan 1697 Personil Gabungan (Sumber Gambar : Nu Online)

Amankan Istighotsah, Kapolresta Sidoarjo Terjunkan 1697 Personil Gabungan

Anwar mengatakan, sesuai perintah Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin, seluruh PCNU akan dikawal oleh masing-masing polres hingga tiba di lokasi. Hal ini untuk mengantisipasi agar para pengurus PCNU, datang dan kembali ke tempat masing-masing dalam kondisi aman.

"Mulai dari awal Pak Kapolda sudah atensikan kepada polres jajaran untuk mengawal PCNU masing-masing hingga tiba di lokasi. Sehingga datang dan kembalinya para jamaah selalu tertib," katanya.

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi

Ia menegaskan, sesuai hasil koordinasi dengan panitia, para jamaah yang hadir pada acara istighotsah akbar dilarang membawa atribut partai. Untuk mengantisipasi, polisi akan melakukan sterilisasi dan menggeledah barang bawaan yang dibawa sehingga jangan sampai ada barang bawaan yang tidak diinginkan bisa lolos ke dalam Gor.

Lebih lanjut Anwar mengatakan bahwa, tak hanya para jamaah yang ditertibkan, personilnya yang Muslim juga diimbau agar menggunakan kopiah bagi polisi laki-laki (polki) dan polisi wanita (polwan) menggunakan jilbab. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Sunnah, Kajian Santri An Nur Slawi

Sabtu, 17 Februari 2007

Mainstream Perempuan dalam Karya Sastra

Mendung menggelayuti langit Jogja saat acara Saresehan Sastrawan Perempuan resmi dibuka, Ahad (17/3). Acara yang diselenggarakan atas hasil kerja sama antara PW Fatayat NU, Gadjah Wong Cinema, dan LKiS ini berlangsung di Pendopo Yayasan LKiS, Jl. Pura No 203 Sorowajan, Yogyakarta.

“Tujuan kami mengadakan acara ini ya agar menumbuhkan kesadaran kesetaraan gender,” ungkap Panitia penyelenggara.

Mainstream Perempuan dalam Karya Sastra (Sumber Gambar : Nu Online)
Mainstream Perempuan dalam Karya Sastra (Sumber Gambar : Nu Online)

Mainstream Perempuan dalam Karya Sastra

“Selain itu juga untuk mengeksplorasi karya-karya sastra yang dihasilkan oleh sastrawan perempuan. salah satu,” tambahnya.

Acara yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut menghadirkan tiga narasumber sekaligus, yakni Abidah El-Khalieqy, cerpenis asal Pati, Ulfatin ch, dan perwakilan dari komunitas mata pena, Isma Kazee.

Santri An Nur Slawi

Dalam acara tersebut, Abidah El-Khalieqy menyatakan bahwa ada kesamaan tema dengan novel perempuan berkalung surban yang pernah ia tulis.

“Ketika nanti saya akan membahas novel perempuan berkalung surban, maka nanti kita akan menemui bahasan yang sesuai degan tema tersebut”

Santri An Nur Slawi

Selain itu, Abidah juga menyoroti tentang hak-hak perempuan yang masih belum banyak diperhatikan.

“Kebanyakan dari kita, ketika berbicara tentang reproduksi, maka kita hanya akan berbicara tentang kehamilan, kelahiran dan sebagainya. Padahal di sana ada hak-hak perempuan yang harus ditegakkan,” ujarnya.

Berbeda dengan Abidah, Ulfatin Ch lebih menyoroti dunia pendidikan untuk mengubah pola pikir masyarakat yang masih menganggap laki-laki itu lebih mulia daripada perempuan. Menurutnya, bangsa ini masih hanya sebatas bisa membaca huruf saja. Bangsa ini belum bisa membaca fenomena di sekitarnya sendiri.

Sedangkan, Isma Kazee yang mewakili Komunita Mata Pena lebih banyak berbicara tentang bagaimana untuk melakukan mainstream perempuan dalam sebuah karya sastra.

“Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengupayakan mainstream perempuan dalam sebuah karya sastra adalah dengan terus-menerus melakukan regenerasi penulis-penulis perempuan,” ujar Isma Kazze.

Setelah kurang lebih 3 jam, acara sarasehan yang mengambil tema “Pengarusutamaan Gender Dalam Karya Sastra” tersebut akhirnya selesai.

Selanjutnya, para peserta pelatihan disuguhi film tentang kepenulisan oleh Gadjang Wong Cinema. Gadjah Wong Cinema merupakan salah satu bioskop miliki Lesbumi DIY yang memiliki tempat pemutaran film di Ngeban Resto, Jl. Cendrawasih, Gaten, Depok, Sleman. (Rokhim Bangkit)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Cerita Santri An Nur Slawi

Sabtu, 10 Februari 2007

STAINU Jakarta Telusuri Jejak Islam Nusantara di Banten

Banten, Santri An Nur Slawi. Mahasiswa Pascasarjana Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta mengunjungi sejumlah jejak penyebaran Islam di Banten. Mereka memilih provinsi ini karena Banten merupakan jaringan penyebaran Islam di Nusantara oleh Sunan Gunung Jati.

Mereka menuju kota Serang di mana terdapat makam raja pertama Banten Sultan Maulana Hasanuddin yang wafat pada 1552 M. Mereka juga menyempatkan ziarah dan tahlilan di makam yang dikelilingi makam keluarga Sultan Hasanuddin, Sabtu (25/1).

STAINU Jakarta Telusuri Jejak Islam Nusantara di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Telusuri Jejak Islam Nusantara di Banten (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Telusuri Jejak Islam Nusantara di Banten

“Untuk mengisi liburan semester awal ini kami sepakat menuju Banten salah satu wilayah penyebaran Islam oleh Sunan Gunung Jati melalui anaknya, Sultan Hasanuddin untuk menaklukkan Portugis di Banten,” terang ketua rombongan Ahmad Iftah Sidik kepada Santri An Nur Slawi, Sabtu (25/1).

Santri An Nur Slawi

Dari Serang, mereka bergerak menuju Pandeglang. Di situ mereka menyambangi Batu Qur’an peninggalan Syekh Mansur dan pemandian sebelas sumur barokah peninggalan Syekh Demang Lancar, mertua Syekh Mansur.

“Kegiatan seperti ini akan kami teruskan di semester-semester mendatang untuk menggali informasi dan fakta-fakta sejarah Islam di wilayah Nusantara,” pungkas Iftah aktivis Jamiyyah Ahlit Thariqah Al-muktabarah Ala Thariqatin Nahdliyyah (JATMAN). (Ahmad Fathoni/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Pesantren, Ahlussunnah Santri An Nur Slawi

Senin, 08 Januari 2007

Pelajar NU di Cianjur Menulis Islam yang Ramah

Cianjur, Santri An Nur Slawi. Nahdliyyin Nusantara (Nahnu) memfasilitasi pelatihan jurnalistik dan pemanfaatan sosial media yang rahmatan lil alamin di pesantren Al-Huda, Al-Musri, Ciranjang, Cianjur, Sabtu-Ahad (6-7/9). Ketua Inspirasi Desa Nusantara Zainul Munasihin hadir sebagai narasumber dalam pelatihan dengan 100 peserta yang terdiri atas pelajar MTs, MA, dan anggota Nahnu Jabar.

Seknas Nahnu Miftakhul Aziz dalam sambutannya mengatakan pentingnya para pemuda NU memanfaatkan teknologi informasi. "Nahnu menginginkan pemuda-pemudi Nahdliyyin dan remaja masjid berkembang di tengah kemajuan teknologi informasi," kata Aziz, Ahad (7/9).

Pelajar NU di Cianjur Menulis Islam yang Ramah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU di Cianjur Menulis Islam yang Ramah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU di Cianjur Menulis Islam yang Ramah

Semua kegiatan anak-anak muda NU, menurut Aziz, harus diisi dengan kegiatan positif dan produktif. Dengan berbekal silaturahmi, Nahnu akan terus bergerak ke arah itu, tandas Aziz.

Santri An Nur Slawi

Salah seorang pengasuh pesantren Al-Huda KH Dede Basri mendukung gerakan Nahnu. Pesantren, menurut kiai yang lazim dipanggil Gus Basri ini, tidak boleh dibatasi hanya sekadar tempat pendidikan Islam.

Santri An Nur Slawi

"Pesantren juga medan perjuangan Islam," Gus Basri mengingatkan dalam sambutannya.

Santri harus berperan aktif menyuarakan Islam rahmatan lil alamin di mana berada, termasuk dalam media sosial. “Santri harus ambil bagian terdepan memproduksi konten Islam rahmatan lil alamin guna membendung wacana Islam garis keras yang selama ini banyak sekali mengisi media sosial,” pungkas Gus Basri. (Nashr Fanie/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi PonPes Santri An Nur Slawi