Jumat, 28 November 2014

Ini Kriteria Calon Pemimpin NU Menurut Waketum PBNU

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Muktamar ke-33 NU di Jombang Jawa Timur, 1-5 Agustus nanti akan menetapkan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU yang baru untuk masa khidmah 2015-2020. Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said menyampaikan pendapatnya terkait kriteria calon pemimpin NU baik di posisi syuriyah maupun tanfidziyah.

Ini Kriteria Calon Pemimpin NU Menurut Waketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Kriteria Calon Pemimpin NU Menurut Waketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Kriteria Calon Pemimpin NU Menurut Waketum PBNU

Menurut As’ad, syuriyah NU diisi oleh para kiai dengan kriteria keulamaan tertentu yang mengacu pada keilmuan dan prilaku. “Syuriyah dititikberatkan pada keilmuan dan akhlak serta ahlul hikmah,” katanya kepada Santri An Nur Slawi di Jakarta, Kamis (28/5) malam.

Untuk calon pemimpin NU di posisi tanfidziyah, khususnya ketua umum, menurut As’ad dititikberatkan pada kemampuan managemen organisasi, networking, ketegasan, kreatifitas, dan mempunyai wawasan sosial, ekonomi, politik dan kebangsaan yang memadai.

Santri An Nur Slawi

“Ditambah satu lagi, ketua tanfidziyah harus bisa menjadi insipirasi kaum muda untuk membangun kemandirian,” kata As’ad.

Tidak disangkal bahwa ada krisis kepemimpinan di tubuh NU baik di lingkungan syuriyah maupun tanfidziyah. “Ini akibat tidak ada kaderisasi sejak 1972,” katanya.

Santri An Nur Slawi

Menurut penanggungjawab program kaderisasi PBNU itu, program kaderisasi formal penting digalakkan secara berkesinambungan untuk menyiapkan calon-calon pemimpin NU di berbagai tingkatan.

Kaderisasi formal mencakup detil-detil persoalan yang terkait dengan penguatan organisasi. “Sudah lama tidak ada kaderisasi formal, yang ada kadersasi alami, jadi terbatas pada persoalan ideologis,” pungkasnya. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi IMNU, Pesantren, Ubudiyah Santri An Nur Slawi

Minggu, 16 November 2014

Kemenag Dorong Islam Indonesia sebagai Kiblat Kajian Islam Dunia.

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Kementerian Agama melalui Ditjen Pendidikan Islam menyelenggarakan Student Mobility Program (SM-PRO) Tahun 2015. Sebanyak 27 mahasiswa terbaik sudah terpilih dan akan diberangkatkan ke Australia pada Kamis (17/12).

Kemenag Dorong Islam Indonesia sebagai Kiblat Kajian Islam Dunia. (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Dorong Islam Indonesia sebagai Kiblat Kajian Islam Dunia. (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Dorong Islam Indonesia sebagai Kiblat Kajian Islam Dunia.

Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin meminta ? peserta SM-PRO 2015 dapat menjadi agen yang mengabarkan potensi Islam Indonesia ke Australia dan negara manapun di dunia.?

“Student Mobility Program ini dapat menjadi saluran penting bagi aktivitas kemahasiswaan yang positif di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam,” tegas Dirjen saat bertemu peserta Predeparture Orientation ? SM-PRO 2015 yang dilaksanakan Subdit Kelembagaan Direktorat Diktis, di Denpasar, Rabu (16/12) sebagaimana dikutip dari klaman kemenag.go.id.

Santri An Nur Slawi

Dalam arahannya Guru Besar hadits UIN Alaudddin Makassar itu kembali menekankan pentingnya Islam Indonesia sebagai kiblat kajian Islam dunia. Menurutnya, ada banyak alasan kenapa dunia harus belajar Islam ke Indonesia. Pertama, Indonesia adalah the most moslem countries in the world. Kedua, Islam Indonesia dikenal moderat dan demokratis, damai, dan menghargai perbedaan (diversity).?

“Islam dan demokrasi bertemu, compatible,” terangnya.?

Santri An Nur Slawi

“Ketiga, Indonesia memiliki modal sosial-kultural yang banyak, antara lain lembaga pendidikan Islam yang jenis dan jumlahnya terbanyak di dunia,” tambahnya bersemangat.

Kamaruddin Amin mengapresiasi pelaksanaan SM-PRO dan menilai program rintisan ini penting untuk dilanjutkan sebagai salah satu program unggulan Ditjen Pendis. ? Direktorat Diktis telah melakukan seleksi yang sangat ketat terhadap 2000 lebih calon pendaftar SM-PRO 2015. Dari jumlah tersebut, setelah dilakukan wawancara kemampuan bahasa dan akademik, diperoleh 27 mahasiswa terbaik yang hari ini ikut Predeparture.?

Menurut Mastuki, penanggung jawab kegiatan sekaligus Kasubdit Kelembagaan Diktis, 27 orang mahasiswa S1 ini akan mengikuti student camp and leadership training serta cultural benchmark di Perth, Australia selama 8 hari.

“Ada yang menarik bahwa peserta SMPRO 2015 ini adalah mahasiswa S1 dari perguruan tinggi Islam dengan jurusan/prodi yang beragam. Ada yang jurusan tafsir/hadits, tarbiyah, dakwah, hubungan internasional, dan pendidikan Bahasa Inggris. Artinya, kemampuan Bahasa Inggris dan akademik merata di seluruh program studi dan jurusan di PTKI. Apalagi di antara peserta ada yang hafidz Al-Qur’an 30 juz, pinter bahasa Arab, dan talenta lainnya,” papar Mastuki di sela-sela Predeparture yang dilaksanakan di Hotel Eden Kuta Bali.

Peserta yang mengikuti SM-PRO 2015 berasal dari berbagai PTKI negeri dan swasta. Tersebar dari Aceh, Makassar, Watampone, Bandung, Medan, Palembang, Jakarta, Jogja, Surabaya, Malang dan Semarang. Mereka take off ke Perth kamis sore, (16/12) dan langsung menuju Curtin University untuk mengikuti berbagai kegiatan sampai 23 Desember 2015. Pendamping kegiatan ini dihandle oleh Jarot Wahyudi (UIN Jogja) dan Yeni Ratnayuningsih (UIN Jakarta). Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Sejarah Santri An Nur Slawi

Sabtu, 01 November 2014

Fiqh Sosial, Gagasan Khas Pesantren

Pati, Santri An Nur Slawi - Fiqh sosial perlu dideklrasikan sebagai gagasan khas pesantren. Itu dimaksudkan untuk perkembangan fiqh dan arah kemaslahatan umat Islam Indonesia. Karena saat ini berkembang fiqh berhaluan radikal di Indonesia.

Demikian disampaikan Rektor Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) KH Abdul Ghaffar Rozin, dalam acara Seminar Nasional yang bertajuk “Fiqh Sosial: Masa Depan Fiqh Indonesia” di Aula kampus setempat, Kamis, (28/1) lalu.

Fiqh Sosial, Gagasan Khas Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Fiqh Sosial, Gagasan Khas Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Fiqh Sosial, Gagasan Khas Pesantren

“Fiqh sosial lahir dari keresahan Kiai Sahal terhadap kajian fiqh yang mengalami stagnasi. Dari itu, Kiai Sahal bertekad untuk melakukan terobosan sebagai upaya memecahkan berbagai persoalan masyarakat menggunakan fiqh,” ujarnya.

Sosok yang kerap disapa Gus Rozin ini melanjutkan, menemukan formula ijtihad oleh Kiai Sahal, merupakan poin penting dalam mendekatkan fiqh dengan isu-isu kekinian. Tawaran Kiai Sahal melalui lima prinsip pokok dalam Fiqh Sosial merupakan terobosan yang penting dalam pengembangan masa depan fiqh Indonesia. Selain itu, fiqh Indonesia ini juga untuk menghalau fiqh-fiqh radikal yang mulai bermunculan.

Santri An Nur Slawi

“Kaitannya dengan mashlahah, Kiai Sahal memilih ijtihad jama’i. Kedua hal ini seharusnya diteladani oleh masyarakat pesantren dari Kiai Sahal agar lebih dinamis dalam merespon isu-isu kekinian,” tegasnya.

Santri An Nur Slawi

Dalam Seminar itu turut hadir KH Abdul Ghofur Maimun dan Abdul Moqsith Ghazali sebagai narasumber. Di waktu yang sama ada peluncuran buku ketiga yang ditulis oleh para peneliti Pusat Studi Pesantren & Fiqh Sosial IPMAFA. (suhendra/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pesantren, Pahlawan, Hikmah Santri An Nur Slawi

Jumat, 31 Oktober 2014

Ikhtiar Unifikasi Kalender Islam

Diskursus penentuan awal bulan komariah khususnya Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah telah lama dikenal bahkan dialami oleh masyarakat Islam Indonesia. Akibatnya hingga sekarang masih saja sering terjadi perbedaan dalam penetapannya. Tidak heran banyak kalangan menilai bahwa perbedaan ini adakalanya berhubungan dengan banyak hal mulai dari perbedaan dalam penafsiran hadist hingga persoalan sosial politik.?

Tidak dapat dipungkiri, sebenarnya akar dari perbedaan penetapan awal bulan antara NU dan Muhammadiyah muncul dari pemahaman hadis Nabi Shumu li ru’yatihi wa afthiru liru’yatihi fain ghumma alaihi fa istakmiluhu tsalatsina yauman (berpuasalah kamu karena melihat hilal dan berbukalah kamu karena melihat tanggal, bila kamu tertutup oleh mendung maka sempurnakanlah bilangan bulan Sya’ban tiga puluh hari). Lafadz liru’yatihi yang artinya karena melihat bulan, NU memahami bahwa penentuan awal bulan komariah dilakukan berdasarkan metode rukyat (melihat bulan) secara langsung. Sehingga, sering kita sebut madzhab rukyat, sedangkan Muhammadiyah memahami lafadz liru’yatihi dimaknai bahwa kata melihat maksudnya dapat dilakukan secara perhitungan atau kita kenal juga dengan madzhab hisab.

Ikhtiar Unifikasi Kalender Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikhtiar Unifikasi Kalender Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikhtiar Unifikasi Kalender Islam

Menurut data historis, meskipun Muhammadiyah menggunakan hisab namun dalam realitasnya tidak menolak rukyat. Begitu juga NU dan madzab rukyat lainya, walaupun dalam praktiknya memprioritaskan rukyat akan tetapi tidak mengesampingkan hisab. Artinya, pada mulanya perbedaan metodologi antara Muhammadiyah dan NU dalam menetapkan awal bulan komariah tidak menimbulkan konflik. Hal ini bisa dimengerti karena keputusan-keputusan yang dibuat keduanya bersifat elegan. Bahkan Muhammadiyah dalam setiap keputusannya tentang awal Ramadhan dan Syawal selalu menyertai kalimat “apabila rukyat mendahului hisab maka rukyatlah yang dipakai.”

Buku Kalender Hijriyah Universal ini mengkaji tentang sistem yang ada dalam kalender hijriyah universal dan prospek keberlakuannya di Indonesia. Sehingga ? perbedaan tidak lagi muncul dalam menetapkan awal bulan. Dalam pemaparannya buku yang awalnya merupakan hasil disertasi di IAIN Walisongo ini menjadikan teori tentang keberlakuan dan kemapanan sebuah kalender, yakni pertama adanya otoritas (penguasa) tunggal yang menetapkannya, kedua, adanya kriteria yang bersifat konsisten yang disepakati, ketiga, adanya batasan wilayah keberlakuan sebagai pisau analisisnya.

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi

Secara terperinci penulis memaparkan bahwa pertama, waktu magrib atau waktu terbenamnya matahari adalah waktu yang digunakan oleh kalender hijriyah universal sebagai permulaan hari dalam kalender hijriyah. Sedangkan tempat dimulainya hari adalah tempat yang hilal mungkin dilihat pertama kali saat sebuah hari dimulai. Mengenai konsep pergantian bulan, kalender hijriyah universal menjadikan imkanurrukyah, dengan kriteria visibilitas hilal Odeh, sebagai metode untuk menentukan pergantian bulan komariah, kedua, Kalender hijriyah universal dengan konsep dua zonanya sulit untuk diberlakukan di Indonesia. Belum tersosialisasikannya pemikiran tentang kalender internasional dan terlalu luasnya wilayah yang belum imkanurrukyah untuk dipaksa masuk ke dalam wilayah yang sudah imkanurrukyah dalam konsep dua zona adalah diantara sebabnya. Oleh karena itu salah satu solusi yang ditawarkan adalah menerapkan kriteria visibilitas hilal yang ada dalam kalender hijriyah universal dan menjadikan garis tanggal hijriyah yang dibentuk oleh kriteria visibilitas hilal dalam kalender tersebut dibelokkan sesuai batas politis negara untuk mempersempit pemaksaan masuknya wilayah yang belum imkanurrukyah ke dalam wilayah yang sudah imkanurrukyah. Oleh karena itu, penyatuan yang dapat diusahakan untuk saat ini adalah penyatuan kalender hijriyah secara nasional.( hal VII ).

Kehadiran buku ini mengupas secara gamblang menyoal penyatuan kalender universal dan merangsang perbincangan yang positif ke depan. Tidak hanya itu semoga semua usaha penulis dapat menyatukan penetapan awal bulan komariah yang sering terjadi di Indonesia. sehingga Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah, dapat dijalankan secara serempak demi tercapainya kebersamaan dalam beribadah.

Judul buku : Kalender Hijriyah Universal, (Kajian Atas sistem dan Prospeknya di Indonesia )?

Penulis : Muh. Nashirudin

Penerbit: EL-WAFA

Cetakan: April, 2013

Tebal: 244 halaman

ISBN: 978-602-7969-01-8

Harga: Rp 50.000,-

Peresensi: M Hanifan Muslimin, alumnus Pondok pesantren Tebuireng Jombang

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi IMNU, Pertandingan, Nahdlatul Ulama Santri An Nur Slawi

Rabu, 08 Oktober 2014

Banser Jangan Jadi Alat untuk Kepentingan di Luar NU

Probolinggo, Santri An Nur Slawi - A’wan PWNU Jawa Timur H Hasan Aminuddin menyampaikan, dalam rangka menjawab tantangan organisasi NU dan dinamika perkembangan zaman, Banser sebagai kader penggerak dan satuan pengaman dari program GP Ansor harus mengubah mindset dan performancenya yang selama ini dianggap kurang memiliki nilai tawar.

Hal ini disampakan H Hasan Aminuddin ketika memberikan materi kepemimpinan dan enterpreneur dalam kegiatan kursus pelatih (Suspelat) I Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Jawa Timur di aula Pondok Pesantren Hati di Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Jumat (31/3) sore

Banser Jangan Jadi Alat untuk Kepentingan di Luar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Jangan Jadi Alat untuk Kepentingan di Luar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Jangan Jadi Alat untuk Kepentingan di Luar NU

Menurutnya, melihat fungsi dari Banser sebagai benteng ulama dan NKRI, Banser yang selalu menjadi garda terdepan disetiap gerak langkah GP Ansor bersama jam’iyah NU harus mampu menjalankan fungsinya secara profesional sesuai dengan pelatihan dan pendidikan yang sudah didapatnya.

“Jangan mau dijadikan alat oleh orang lain dalam urusan di luar prinsip NU, khususnya untuk kepentingan politik. Tetaplah menjadi benteng ulama NU dan menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya.

Santri An Nur Slawi

Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan yang merupakan syarat utama untuk mencapai suatu keberhasilan di organisasi apapun, khususnya dalam keorganisasian Banser. Tugas pokok dan fungsinya adalah untuk menjaga Islam yang rahmatan lil alamin dan menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar.

Santri An Nur Slawi

“Atribut dan seragam kalian sudah menyerupai seorang TNI, maka sifat, sikap dan perbuatan kalian harus seperti seorang TNI,” pungkasnya.

Kegiatan yang diikuti oleh 70 peserta perwakilan dari Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Banser se-Jawa Timur ini mengambil tema Rapatkan Barisan Demi Terciptanya Indonesia Aman dan Sejahtera. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Santri Santri An Nur Slawi

Selasa, 07 Oktober 2014

Istighotsah Fatayat NU Pangkalan Lada Dihadiri Artis Ibu Kota

Pangkalan Bun, Santri An Nur Slawi

Istighotsah kubro yang diselenggarakan PAC Fatayat NU Kecamatan Pangkalan Lada, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Kamis (21/9) pagi, dihadiri ribuan masyarakat sekitar. Acara yang dihelat di lapangan Desa Melawen tersebut bertajuk  “Dengan Semangat Muharram, Kita Tingkatkan Kecintaan terhadap Tanah Air Indonesia.”?

Hadir pula Sofie Angel, artis ibu Kota Jakarta yang sekaligus menjadi MC pada acara tersebut. Dalam kesempatan itu ia juga menyanyi di hadapan ribuan masyarakat Pangkalan Lada. Sementara taushiyah sendiri diisi oleh Nyai Hj Dewi Ani seorang daiyah asal Jakarta sekaligus selaku pengurus Pimpinan Pusat Fatayat NU. 

Istighotsah Fatayat NU Pangkalan Lada Dihadiri Artis Ibu Kota (Sumber Gambar : Nu Online)
Istighotsah Fatayat NU Pangkalan Lada Dihadiri Artis Ibu Kota (Sumber Gambar : Nu Online)

Istighotsah Fatayat NU Pangkalan Lada Dihadiri Artis Ibu Kota

?Ketua panitia kegiatan, Maratusholikah mengatakan, kegiatan akbar ini bisa terlaksana berkat kerja sama seluruh masyarakat Desa Sungai Melawen. Maka ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut. Salah satunya adalah Majelis Lathoiful Istiqlal Jakarta dan sponsor lainya. 

 

Santri An Nur Slawi

“Kita mengadakan kegiatan ini dengan semangat syiar Islam dan bahu membahu antar masyarakat akhirnya bisa terlaksana,"tuturnya. 

?

Acara yang dihadiri Bupati dan wakil Bupati Kobar ini bertambah semarak ketika anggota DPRD Provinsi HJ Yustina Ismiati juga ikut hadir mendampingi suaminya Ujang Iskandar selaku ketua PCNU Kabupaten Kobar.

Dalam sambutannya, Ujang Iskandar mengapresiasi acara akbar tersebut. Ia juga mengobarkan semangat atas perjuangan para ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Republik Indonesia. 

Santri An Nur Slawi

 

"Semangat ini harus terus berkibar, demi syiar agama Islam. Terutama bagi warga NU harus meneladani perjuangan para ulama pendiri NU," tegas mantan orang nomor satu di Kobar. 

?

Senada juga disampaikan Bupati Kobar, Hj Nurhidayah, bahwa syiar agama harus terus digelorakan supaya bisa membentuk karakter masyarakat. Bupati juga meminta agar masyarakat tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Termasuk juga menjaga iman sehingga masyarakat Kobar bisa dilimpahi rahmat oleh Allah SWT.

Di hadapan ribuan hadirin, Bupati menyampaikan, di masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Ahmadi Riansyah, ia akan berkomitmen menjadi yang terdepan dalam kegiatan keagamaan.

?

“Kegiatan seperti ini harus kita dukung untuk mengibarkan semangat dalam menyebarluaskan syiar agama demi menuju Kabupaten yang agamis dan berakhlakul Karimah," ucap Nurhidayah.

?

Dalam tausiahnya Gus Ali Yusuf dari Ampel Surabaya selaku pembina Majelis Lathoiful Istiqlal mengajak kepada masyarakat untuk menggemakan semangat NU dan menghormati ulama. Karena kemerdekaan negara Indonesia tidak luput atas peran serta para ulama. 

 

“Dengan kegiatan ini semoga masyarakat Pangkalan Lada, Kabupaten Kobar secara umum semakin berkah dan masyarakatnya semakin menghormati para ulama serta mampu menghidupkan gerakan NU untuk membina umat," ujarnya. (Suhud Masud/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Lomba, Sholawat, Nahdlatul Ulama Santri An Nur Slawi

Maulid Nabi Eratkan Anggota IPNU-IPPNU Sekecamatan Jati

Kudus, Santri An Nur Slawi. Pimpinan Anak Cabang IPNU dan IPPNU Jati kabupaten Kudus memperingati maulid Nabi Muhammad SAW di Madin Darussalam desa Jati Wetan, Jati, Kudus, Jumat (23/1). Muludan yang bertepatan dengan pertemuan bulanan ranting dan komisariat IPNU-IPPNU sekecataman Jati ini, memperkuat jaringan struktural pelajar NU di Jati.

Muludan menjadi acara inti pertemuan bulanan IPNU-IPPNU sekecamatan Jati kali ini. Pertemuan kali ini adalah pertemuan terakhir di periode PAC IPNU-IPPNU kecamatan Jati yang dipimpin Slamet Riyadi dan Irlina Hikmawati.

Maulid Nabi Eratkan Anggota IPNU-IPPNU Sekecamatan Jati (Sumber Gambar : Nu Online)
Maulid Nabi Eratkan Anggota IPNU-IPPNU Sekecamatan Jati (Sumber Gambar : Nu Online)

Maulid Nabi Eratkan Anggota IPNU-IPPNU Sekecamatan Jati

Tampak hadir semua pimpinan ranting dan pimpinan komisariat pada kesempatan kali ini. Sementara itu mereka juga mempersiapkan Konferensi Anak Cabang. Pada Maret mendatang, kepengurusan IPNU-IPPNU akan berganti.

Santri An Nur Slawi

Selamet Riyadi mengatakan, “Mungkin ini adalah pertemuan terakhir bulanan bagi kita karena ini sudah di pengujung periode. Karena itu pertemuan ini tetap dilestarikan oleh periode-periode selanjutnya agar terjalin tali silaturahmi bagi ranting dan komisariat sekecamatan Jati.” (Dedi Hermanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Olahraga, AlaNu Santri An Nur Slawi

Minggu, 05 Oktober 2014

Kisah Remaja yang Ingin Membunuh Gus Dur

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Urusan penistaan dan penodaan agama selalu muncul dan berulang dari zaman ke zaman. Salah satu yang cukup menghebohkan era 90-an adalah ketika Tabloid Monitor yang dipimpin oleh Aswendo Atmowiloto menempatkan Nabi Muhammad dalam urutan ke-11 sebagai tokoh yang dikagumi publik, kalah populer dengan artis-artis seronok asal Hollywood.?

Kisah Remaja yang Ingin Membunuh Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Remaja yang Ingin Membunuh Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Remaja yang Ingin Membunuh Gus Dur

Umat Islam merasa terhina dan sejumlah organisasi pemuda turun ke lapangan dan mengobrak-abrik kantor tabloid tersebut. Diantara yang ikut dalam rombongan pendemo tersebut seorang remaja tanggung usia SMP asal Priok, Abi, yang memiliki semangat besar membela Islam.

Bukan hanya di jalanan, Abi juga mengikuti berbagai pertemuan dan diskusi yang digelar membahas kasus tersebut. Semuanya dilakukan atas nama membela martabat Islam. Salah satu yang dihadiri adalah kajian Paramadina di hotel Kartika Chandra Jakarta. Abi menyaksikan perdebatan sengit antara Nurcholis Madjid dan Djalaluddin Rahmat dengan peserta bernama Hasan Dalil, yang dengan berapi-api menggugat sikap kedua tokoh tersebut yang dianggapnya membela Wendo.?

Santri An Nur Slawi

Hasan Dalil memanaskan situasi dengan berkali-kali meneriakkan kalimat takbir. Abi pun merasa terprovokasi dan semakin gemas ingin menyeret Aswendo.

Santri An Nur Slawi

Informasi lain, Abi juga mendengarkan selentingan dari kiri dan kanan bahwa Gus Dur di majalah Tempo menuliskan pandangannya dan pembelaannya atas apa yang dilakukan Aswendo, sebuah pemikiran yang tidak populer di kalangan aktifis yang pada saat itu umumnya sangat geram.

Ia sendiri mengaku tidak membaca tulisan tersebut, maklum masih SMP, hanya diceritakan oleh seorang novelis populer yang dikaguminya dan terlibat dalam aksi massa menentang Aswendo.

Di kediaman penulis tersebut di bilangan Utan Kayu Jakarta, malam tersebut, mereka berbincang tentang kasus tabloid tersebut dan rencana kelanjutan aksinya, termasuk membahas pembelaan Gus Dur terhadap Aswendo. Satu kata-kata yang diingat dari sahibul bait adalah “tokoh zionis yang wajib dibunuh itu bernama Gus Dur!"?

Sejak saat itulah tertanam kebencian di lubuk Abi pada sosok bernama Gus Dur, dan berbisik dalam hati, "Saya harus membunuhnya!"

Selang satu tahun kira-kira setelah kejadian itu, di kediaman duta besar Iran, diselenggarakan acara Majelis Taziyah Syahadah Al Husain. Ia merupakan salah satu pesertanya karena sedang bergelora mempelajari ajaran ahlul bait.?

Ketika sedang menunggu pintu utama dibuka, seseorang turun dari mobil dan berjalan mendekatinya, persis di sebelah kanannya, berkacamata tebal dengan rambut belah pinggir, gemuk, berkemeja lengan pendek, GUS DUR!

Ia merasa bergetar, salah tingkah, “Bukankah orang ini yang ingin saya bunuh?” bisiknya dalam hati, konyolnya ia malah menunduk taziem dan menarik telapak tangan kanan Gus Dur, seraya menciumnya dengan penuh rasa hormat.

Dan, hawa benci yang sempat tertanam itu rontok menjadi rasa kagum dan penuh penyesalan, apalagi di dalam Majelis Asyuro yang hanya dihadiri kurang lebih 50 orang itu, ia duduk persis di sebelah Gus Dur.

Ia tidak dapat mengikuti majelis dengan khusyu, karena perhatian hati dan pikirannya terampas oleh sosok di sebelahnya yang khusyu mendendangkan shalawat Nabi.

“Bagaimana mungkin orang yang sebegitu mencintai Nabi bisa saya benci?”

Pada hari itu pula, ia merasa terberkati, selain berada di majelis doa, tapi juga karena hingga tuntas majelis itu, ia berada di sisi ulama yang banyak disalahfahami orang, juga begitu banyak di cintai umat, sungguh sebuah perkenalan yang indah.

Apalagi setelah mendalami tasawuf, ia semakin menghormati Gus Dur dan menganggapnya sebagai orang yang alim dan mulia, yang tidak bisa dilihat dengan kaca mata biasa. Ia beberapa kali datang ke kediaman Gus Dur di Ciganjur dan dibantu dalam menyelenggarakan acara pengajian. “Gus Dur orang yang tabarruki.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Anti Hoax, Pesantren, Pendidikan Santri An Nur Slawi

Kamis, 02 Oktober 2014

Kiai Said Lantik PP Muslimat NU, 17 Ribu Kader Bakal Banjiri Istiqlal

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) akan menggelar pelantikan yang dirangkai dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-71, Selasa (28/3) di Masjid Istiqlal Jakarta. Kegiatan bertema Satukan Langkah Membangun Negeri, Menjaga NKRI ini bakal dihadiri oleh 17 ribu kader Muslimat NU dari sejumlah wilayah.

Terkait kegiatan tersebut, Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa melakukan audiensi kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Bersama para pengurus pusat lain, Khofifah bermaksud meminta Kiai Said berkenan hadir melantik para pengurus.

Kiai Said Lantik PP Muslimat NU, 17 Ribu Kader Bakal Banjiri Istiqlal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Lantik PP Muslimat NU, 17 Ribu Kader Bakal Banjiri Istiqlal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Lantik PP Muslimat NU, 17 Ribu Kader Bakal Banjiri Istiqlal

“Kami bermaksud meminta kesediaaan Kiai Said untuk melantik pengurus PP Muslimat NU yang akan digelar di Istiqlal sekaligus memperingati harlah. Sekitar 17.000 kader Muslimat akan hadir, mayoritas dari Jakarta,” ujar Khofifah usai audiensi.

Menteri Sosial RI ini juga menerangkan, pelantikan dan harlah dilaksanakan di Istiqlal tidak lebih yaitu untuk syiar Islam rahmatan lil alamin. Menurutnya, kehadiran para kader NU di Istiqlal penting untuk menjaga atmosfer Islam damai di masjid yang menjadi ikon nasional itu.

Santri An Nur Slawi

Sebelum acara pelantikan dan harlah, Muslimat NU akan mengadakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada 24-26 Maret 2017. Rapimnas ini dihadiri oleh 34 pengurus wilayah dan 75 pengurus cabang.

“Kami berupaya merealisasikan berbagai program. Wilayah dan cabang unggulan kita prioritaskan agar memantik prestasi nyata kepada para pengurus lain di seluruh Indonesia,” jelas perempuan kelahiran Surabaya itu.

Dalam audiensi ini, Kiai Said menegaskan peran penting para pengurus NU dalam menggerakkan organisasi. Sebab itu, kualitas para pengurus di setiap level sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi.

“Kita berjuang bersama-sama untuk berkhidmah kepada umat untuk Indonesia yang lebih baik,” jelas Kiai Said.

Dalam audiensi tersebut, hadir jajaran Ketua PP Muslimat NU antara lain, Hj Sri Mulyati (Ketua I), Hj Nurhayati Said Aqil Siroj (Ketua II), Hj Yaniah Wardani (Ketua VI), Hj Erna Yulia Soefihara (Ketua VII), Hj Ariza Agustina (Ketua VIII).

Santri An Nur Slawi

Juga ikut mendampingi Khofifah, Sekretaris Umum PP Muslimat NU Hj Ulfah Masfufah, Sekretaris II Hj Tuty Nurbaity, dan Bendahara Umum Hj Andi Nurhiyari Djamaro Dulung.

Para pengurus PBNU juga hadir dalam audiensi tersebut di antaranya Wakil Ketua Umum PBNU H Maksoem Mahfudz, Ketua PBNU M. Nuh dan Hanif Saha Ghofur, serta Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Hadits, Sejarah Santri An Nur Slawi

Rabu, 01 Oktober 2014

Kemnaker Manfaatkan Media Sosial untuk Sebar Informasi Ketenagakerjaan

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Ketersediaan informasi ketenagakerjaan secara nasional akan berkontribusi positif terhadap proses perencanaan dan pembangunan. Agar informasi ketenagakerjaan dapat diterima masyarakat secara akurat, akuntabel, dan membawa nilai kemanfaatan, maka dibutuhkan sistem informasi yang terintegrasi antara pusat dan daerah.

?

"Pertemuan ini untuk meningkatkan koordinasi dan konsolidasi informasi ketenagakerjaan di tingkat pusat dan daerah, " kata Sekretaris Jenderal Kemnaker, Hery Sudarmanto saat membuka workshop "Integrasi informasi ketenagakerjaan pusat dan daerah melalui media sosial" di Jakarta, Selasa (15/8).

Kemnaker Manfaatkan Media Sosial untuk Sebar Informasi Ketenagakerjaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemnaker Manfaatkan Media Sosial untuk Sebar Informasi Ketenagakerjaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemnaker Manfaatkan Media Sosial untuk Sebar Informasi Ketenagakerjaan

"Integrasi data ketenagakerjaan ini juga harus didukung dengan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi yang mutakhir sehingga semakin mempercepat penyampaian informasi dan memperluas jangkauan," ungkap Hery.

Oleh karena itu, ? Sekjen juga mendukung pemanfaatan integrasi informasi ketenagakerjaan pusat dan daerah melalui penggunaan media sosial. Apalagi pengguna internet di indonesia mencapai 132 juta orang dan pengguna media sosial di Indonesia mencapai 106 juta orang.?

Santri An Nur Slawi

"Penggunaan media sosial dalam menyebarluaskan informasi merupakan langkah terobosan yang tepat untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, " kata Hery.

Hery mengatakan Presiden Jokowi telah menginstruksikan untuk mendigitalisasi pelayanan publik, pengadaan barang & jasa serta pelayanan investasi. Pemerintah harus memanfaatkan teknologi informasi untuk mempermudah dalam memberikan pelayanan publik.

Sekjen Hery memberikan contoh bahwa selama ini masyarakat masih bingung jika ingin bekerja di luar negeri. Mereka tidak tahu harus ke mana mencari informasi pasar kerja di luar negeri.?

Santri An Nur Slawi

?

"Hal tersebut tekadang membuat banyak TKI tertipu calo. Melalui integrasi pusat dan daerah kita bisa saling berbagi informasi, bahkan melalui media sosial yang mudah diakses" ungkap Sekjen Hery.?

"Kemnaker juga terus perkuat integrasi informasi ketenagakerjaan melalui media sosial agar mempermudah masyarakat untuk mengakses informasi dan ikut berperan menyebarluaskan," papar Hery.

?

Melalui forum integrasi informasi ketenagakerjaan, Hery berharap pengelolaan dan penyebarluasan informasi pembangunan ketenagakerjaan anatar pusat dan daerah terorganisir dengan baik. Sehingga bisa menjangkau seluruh wilayah di Indonesia.

"Jadi kita bisa mendapatkan gambaran data pembangunan ketenagakerjaan secara nasional dan masyarakat juga bisa mengikuti dan mendukung proses pembangunan ketenagakerjaan," pungkas Hery. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Khutbah, Aswaja Santri An Nur Slawi

Selasa, 30 September 2014

Masalah Umat Islam bukan Akidah, tapi Peradaban

Kuala Lumpur, Santri An Nur Slawi. Masalah besar yang sedang dihadapi oleh umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, bukan di bidang akidah atau dalam hal berkeyakinan, tapi dalam mewujudkan sebuah peradaban.

Demikian dikatakan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Said Agil Siroj (Kang Said) di Malaysia pekan lalu dalam satu seminar yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Malaysia dalam rangka peringatan hari lahir (Harlah) ke-82 NU.

Masalah Umat Islam bukan Akidah, tapi Peradaban (Sumber Gambar : Nu Online)
Masalah Umat Islam bukan Akidah, tapi Peradaban (Sumber Gambar : Nu Online)

Masalah Umat Islam bukan Akidah, tapi Peradaban

Penanaman nilai-nilai akidah dilakukan oleh Nabi Muhammd SAW pada saat berada di Makkah, pada saat orang-orang belum mempunyai sandaran teologis yang kuat. Sementara saat berada di Madinah, tibalah saat membentuk sebuah peradaban.

Santri An Nur Slawi

Dikatakan Kang Said, pada saat berada di Madinah, Nabi menjumpai masyarakat yang lebih plural dan majemuk, yang terdiri dari masyarakat Muslim Muhajirin, Ansor dan masyarakat Yahudi, dan di situlah peradaban Islam mulai dibentuk.

Santri An Nur Slawi

Nabi kemudian membangun sistem sosial untuk hidup bersama, satu bangsa, satu cita-cita, satu komitmen ummatan wahidah, di mana hak dan kewajiban sama, pelayanan dan kedudukan di muka hukum adalah sama.

“Sistem ini namanya tamaddun. Oleh karena itu, kota yang semula bernama Yatsrib, kemudian diganti namanya menjadi kota Madinah al-Munawwarah, kota berperadaban yang dicerahkan oleh Rasulullah, kota yang tertata baik, tertib, moderen dan maju,” kata Kang Said seperti dikutip situs PCINU Malaysia www.nucim.org.

Tugas NU saat ini, menurut Kang Said, adalah bagaimana memperjuangkan Islam yang tidak hanya beraqidah dan bersyariah, tapi juga yang bertamaddun, yaitu menjadikan masyarakatnya moderen, ummatan wasatan, umat yang moderat.

“Usaha yang kemudian harus dilakukan oleh NU adalah meningkatkan kualitas masyarakat yang maju, berpendidikan, sejahtera dan modern,” katanya.

Dikatakannya, NU sudah teruji dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Komitmen NU untuk senantiasa berpegang teguh pada Indonesia sebagai darus salam (negara yang menyejahterakan), bukan darul Islam (negara Islam), terbukti tidak disangsikan.

“Komitmen kebangsaan NU yang demikian ini menjadikannya sebagai pilar infrastruktur sosial yang mendapat legitimasi historis bangsa Indonesia,” katanya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Internasional, Nasional Santri An Nur Slawi

Sabtu, 27 September 2014

Tutup Pesantren Kilat, Sekolah NU Ajari Siswa Berbagi

Bojonegoro, Santri An Nur Slawi. Penutupan kegiatan pesantren kilat di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Wali Songo, Sumuragung, Sumberrejo dilakukan dengan mengajak para siswa berbagi dengan para pengguna jalan pada Sabtu (27/7) sore.

Tutup Pesantren Kilat, Sekolah NU Ajari Siswa Berbagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tutup Pesantren Kilat, Sekolah NU Ajari Siswa Berbagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tutup Pesantren Kilat, Sekolah NU Ajari Siswa Berbagi

Kegiatan pesantren kilat yang berlangsung selama 3 hari ini ditutup oleh panitia dengan berbagai rangkaian kegiatan mulai dari metode pendidikan fiqih yaitu bertoharoh dengan baik dan benar (berwudlu ala imam Syafi’i), shalat dhuha yang dilisankan (seluruh bacaan dikeraskan), tartil Al-Qur’an bil ghoib, kursus tilawatil qur’an, dan berbagai  amalan-amalan ala Ahlusunnah waljama’ah an-nahdliyah.

Semua rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan hasanah sedini mungkin. Walaupun sebenarnya kegiatan ini juga sejujurnya sering dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar sebelum Ramadhan.

Santri An Nur Slawi

Kegiatan yang dimulai dari hari Kamis (25/07) ini sejatinya diikuti oleh seluruh siswa, kecuali yang berhalangan.untuk kelas bawah seluruh kegiatan dihandle oleh dewan asatidzah dengan materi yang dirampingkan dan jadwal yang sedikit dimodifikasi guna memangkas waktu kegiatan sebagaimana rapat dewan asatidz/asatidzah. 

Adapun bagi siswa kelas atas seluruh materi dan jadwal sebagaimana umunya namun dengan sedikit muatan islami yang berbobot dan beraneka ragam syar’i (sholat rawatib dan sunnah berjamaah). Pendamping kegiatan kelas atas di bawah kendali dewan asatidz.

Santri An Nur Slawi

Sore sebelum berbuka bersama, sebagian dewan asatidz membagi seluruh siswanya dalam dua regu, regu pertama membagikan beras kepada fakir miskin dan dhuafa dan satu regu yang lain bersama para siswa yang tertunjuk melakukan aksi simpatik dengan membagikan takjil gratis berupa snack/nyamilan dan kolak cincau gratis kepada pengguna jalan sepanjang arah pintu masuk komplek minu walisongo jalan PUK Sumberrejo Kanor.

“Dengan melibatkan mereka (anak didik) membagikan takjil gratis kepada pengguna jalan ini kami memberikan edukasi islami yang lebih nyata, tidak sekedar teori kelas/ruangan,” tutup Mubarok firdaus, yang menjadi penanggung jawab seluruh kegiatan pesantren kilat tahun 2013 ini.

Pesantren kilat di MINU Walisongo Sumuragung ini ditutup Ahad pagi ini setelah jamaah shalat subuh dan olahraga sederhana. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahsanul Amilin

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kajian Islam Santri An Nur Slawi

Jumat, 26 September 2014

Kedahsyatan Sedekah di Malam Lailatul Qadar

Oleh Nur Rohman

Satu malam sama dengan 83 tahun. Itulah malam Lailatul Qadar. Kalau kita sedekah di hari-hari biasa Allah berjanji setiap satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan. Bahkan Allah mencontohkan orang yang bersedekah itu bagaikan orang yang menanam satu bebijian yang kemudian tumbuh menjadi 7 ranting, dan setiap ranting itu akan menghasilkan 100 buah.

Bagi yang Allah kehendaki, sebiji itu akan menjadi buah yang tak dapat hitung jumlahnya. Subhanallah, bagaimana misalnya jika kita bersedekah seribu rupiah saja di bulan Ramadhan dan di malam Lailatul Qadar? Berapa kebaikan yang akan kita dapatkan. Tidak terhitung.

Kedahsyatan Sedekah di Malam Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kedahsyatan Sedekah di Malam Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kedahsyatan Sedekah di Malam Lailatul Qadar

Di hari-hari akhir bulan Ramadhan, kita akan sering dengar kata: Te-Ha-eR. Ya, THR atau Tunjangan Hari Raya dinantikan baik oleh yang puasa maupun yang tidak. Suatu perusahaan, misalnya, memberikan THR kepada semua karyawan tujuannya adalah agar seorang karyawan dan keluarganya berbahagia pada hari raya.

Santri An Nur Slawi

Begitu pun sebuah warung yang berbagi THR kepada para konsumennya, senang semua senang. Betapa senang melihat semua orang senang berbagi, memberi, dan menerima THR. Sebab, semua orang berhak bahagia di Hari Raya Idul Fitri. Tanpa terkecuali.

Santri An Nur Slawi

Tentang THR, manfaat, dan kebahagiaan di hari Lebaran, kita juga menemukannya dalam kisah Baginda Nabi Muhammad SAW yang pada suatu pagi berjalan menuju masjid untuk melaksanakan sholat Idul Fitri. Kemudian Nabi melihat banyak anak-anak yang sedang mengekspresikan kegembiraan Hari Raya dengan pakaian baru dan mainan yang bagus-bagus. Di antara anak-anak itu Nabi menyaksikan seorang bocah yang pakaiannya lusuh dan kumal. Bocah itu menangis sesenggukan.

Maka, Nabi pun mengampiri bocah itu dan bertanya, “Nak, kenapa di saat teman-teman kamu bergembira merayakan Hari Raya, kamu malah tampak bersedih dan menangis.”

Kemudian anak itu menjawab, “Wahai, Tuan, bagaimana saya tidak sedih. Ayahku sudah tiada. Ia meninggal ketika perang bersama Rosulullah. Sedangkan ibuku, ia nikah lagi dengan pria lain dan membawa harta peninggalan Ayah. Karena itu, di saat teman-temanku bergembira saya merasa sedih.”

Selanjutnya, Nabi mengajak anak yatim itu ke rumah. Sang kekasih Allah itu memberikan pakaian baru dan mainan bagus. Nabi pun meminta kepada anak yatim, “Maukah kau jika aku menjadi ayahmu, Fatimah jadi bibimu, dan Hasan Husain menjadi saudaramu?”

Maka anak itu pun mengangguk dan senang bukan kepalang serta mengucapkan banyak terimakasih kepada Baginda Nabi. Lalu, anak itu pun pamit kepada Nabi untuk keluar rumah dan bermain bersama teman-temannya dalam keadaan riang gembira.

Anak-anak di tempat bermain pun heran dan bertanya, “Tadi kamu sedih dan menagis. Kenapa sekarang kamu sangat riang sekali?”

Anak itu pun menjawab, “Bagaimana saya tidak riang, Rasulullah menjadikanku putranya, kemudian Fatimah jadi bibiku, dan Hasan Husain menjadi saudaraku. Aku pun sekarang punya baju baru, mainan bagus, dan bisa makan enak.”

Begitulah kisah singkat dari Baginda Nabi, yang bisa kita jadikan teladan betapa memberi THR kepada orang yang membutuhkan adalah perbuatan yang mulia.

Mari, di akhir Ramadhan, menjelang Lebaran ini, kita tebarkan kasih dan sayang kepada sesama saudara yang membutuhkan uluran tangan, kepedulian kita. Semoga di antara kebaikan yang kita tanam adalah perbuatan yang kita lakukan tepat di malam Lailatul Qodar. Sehingga pahala dan keberkahan melimpah ruah pada kita. Amiin…

*) Pengurus Pusat NU CARE-LAZISNU dan Pembina Majlis Rajeg, Tangerang.. Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Nasional, Internasional Santri An Nur Slawi

Seribu Tumpeng Warnai Peringatan Hari Jadi Kota Kudus

Kudus, Santri An Nur Slawi. Dalam rangka memperingati hari jadi ke-465 Kota Kudus, Jawa Tengah, pemerintah daerah setempat mengadakan kenduri massal, Jumat malam (26/9). Acara yang bertempat di Alun-alun Kudus itu, panitia menyediakan seribu tumpeng yang dinikmati bersama pejabat pemerintahan dan masyarakat.

Seribu Tumpeng Warnai Peringatan Hari Jadi Kota Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Seribu Tumpeng Warnai Peringatan Hari Jadi Kota Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Seribu Tumpeng Warnai Peringatan Hari Jadi Kota Kudus

Pada kesempatan itu, Bupati Kudus H Musthofa mengatakan, kenduri massal ini merupakan wujud kesyukuran terhadap Allah SWT. Di samping itu juga sebagai simbol kebersamaan dan kerukunan seluruh masyarakat. Karena situasi dan kondisi Kabupaten Kudus yang aman dan kondusif.

"Saya mengucapkan terima kasih untuk seluruh masyarakat Kudus tanpa terkecuali mulai dari jajaran pejabat, kepala desa, hingga masyarakat secara luas telah berpartisipasi menjaga wilayah Kudus dengan baik, aman, dan kondusif," kata Musthofa.

Santri An Nur Slawi

Usai sambutan, Bupati memotong tumpeng sebagai tanda menikmati ribuan tumpeng yang disediakan. Pada malam itu, ribuan masyarakat berdatangan memadati alun-alun untuk ikut menikmati tumpeng. Selesai tumpengan, masyarakat dihibur Ketoprak Langen Marsudi Budoyo, kesenian asli asal Wonosoco, Kudus.

Santri An Nur Slawi

Aida M, Seorang warga Klumpit, Kecamatan Gebog, Kudus, mengapresiasi pemerintah kabupaten menyelenggarakan tumpengan ini. Ia menyatakan, tumpengan membawa hikmah kebersamaan antarwarga di samping keberkahan doa bersama yang dibacakan secara bersama-sama.

"Pada usia ke-465 tahun, semoga masyarakatnya akan bertambah makmur dan sejahtera," tutur Guru SMPN 3 Gebog ini.

Hari jadi kota Kudus yang semestinya jatuh pada tanggal 23 September lalu. Selain tumpengan juga akan dimeriahkan juga karnaval budaya yang diselenggarakan pada Senin (29/9). (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pemurnian Aqidah, Syariah Santri An Nur Slawi

Jumat, 19 September 2014

Biografi KH Ahmad Basyir Segera Terbit

Kudus, Santri An Nur Slawi. Buku Biografi ulama kharismatik dan guru mujiz Dalailul Khairat KH Ahmad Basyir akan segera terbit. Rencananya, karya santri senior Pesantren Darul Falah Widi Muryono setebal 248 halaman ini  mulai beredar pada peringatan 40 hari wafatnya almarhum (26/4).

Widi Muryono mengatakan buku berjudul Syaikhina Ahmad Basyir; Syaikh Mujiz Dalailul Khairot ini diterbitkan Lembaga Pers Santri (LPS) Al-Fiqro Pesantren Darul Falah Dusun Bareng Jekulo Kudus. Tujuannya, untuk menghadirkan terus menerus sosok dan ruh KH Ahmad Basyir alam dinamika spiritual santri dan masyarakat.

Biografi KH Ahmad Basyir Segera Terbit (Sumber Gambar : Nu Online)
Biografi KH Ahmad Basyir Segera Terbit (Sumber Gambar : Nu Online)

Biografi KH Ahmad Basyir Segera Terbit

 

“Disamping itu, untuk mengenang dan menggali keteladanana dari sosok Mbah Basyir,” katanya kepada Santri An Nur Slawi, Selasa (22/4).

Santri An Nur Slawi

Widi menjelaskan, buku ini mengisahkan sejarah singkat perjalanan pengasuh pesantren Darul Falah yang dikenal sebagai mujiz Dalailul Khairat. Riwayat Mbah Basyir mulai proses belajar di sekolah dasar hingga mengabdi dan menjadi badal gurunya KH Ahmad Yasin di pesantren.

 

“Termasuk pula saat menikah, mendirikan pondok, menjadi mujiz dan akhlak beliau serta kehidupan bermasyarakat, semua tertulis dalam buku dengan bentuk kisah murni,” paparnya.

Santri An Nur Slawi

Widi menambahkan buku ini juga mengisahkan kebersamaan Mbah Basyir bersama ulama ahli Al-Quran KH Arwani dan ulama lainnya. Terdapat juga, tulisan yang membahas persinggungan pondok pesantren dengan orde baru.

Pada cetakan pertama ini, kata dia, merupakan buku edisi jilid satu dengan mencetak 1000 eksemplar yang akan diedarkan secara gratis kepada santri atau masyarakat luas. “Saya berharap akan ada buku edisi bertahap ke jilid 2 dan 3 dilanjutkan pada peringatan 100 dan 1000 hari wafatnya beliau,” terang Widi yang juga alumnus STAIN Kudus.

Putra bungsu Mbah Basyir KH Muhammad Alamul Yaqin mengatakan, buku biografi diterbitkan untuk berbagi kisah tentang sosok orang tua, kiai, guru, dan sahabat. Harapannya bisa menjadi inspirasi dan penyemangat bagi generasi penerusnya.

 

“Untuk para santri, bisa sebagai motivasi supaya lebih giat mencari ilmu dan berkhidmah ke masyarakat,” ujar Gus Alamul yang juga selaku editor buku biografi ini seraya minta maaf atas kekurangan dalam tulisan di dalamnya.

 

Sebagaiamana diketahui, ulama kharismatik yang juga Guru Mujiz Dalailul Khairat KH Ahmad Basyir wafat pada selasa (18/4) pukul 01.00 dan dimakamkan di komplek makam dusun Mbareng Jekulo Kauman Kudus. Keluarga dan santri akan memperingati 40 hari wafatnya pada Sabtu malam (26/4). (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pertandingan, Nahdlatul Ulama Santri An Nur Slawi

Sabtu, 06 September 2014

PWNU NTT Awasi “Proyek Khilafah”

Kupang, Santri An Nur Slawi. Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Jamal Ahmad mengatakan, akhir-akhir gerakan kelompok Islam dengan ideologi yang sangat keras mengembangkan dakwahnya di NTT, bahkan mampu untuk mengembangkan organisasi formal. PWNU betul-betul cermat dan melihat perkembangan-perkembangan kelompok ini.

“Saya melihat melalui tulisan yang disampaikan oleh organisasi-organisasi tersebut ada kecenderungan bicara khilafah. Maka perlu kita awasi bersama,” kata Ketua PWNU NTT kepada Santri An Nur Slawi di Kupang, Rabu (29/5). 

PWNU NTT Awasi “Proyek Khilafah” (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU NTT Awasi “Proyek Khilafah” (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU NTT Awasi “Proyek Khilafah”

“Dakwah yang mengembangkan khilafah akan bertabrakan dengan nilai -nilai ideologi agama dan ideologi Pancasila. Maka NU menilai dakwah tidak bisa dengan cara khilafah,” katanya. 

Santri An Nur Slawi

Menurutnya, Dakwah NU di NTT adalah mengajak orang dengan senyum, bukan dakwah mempertajam perbedaan. Dakwah NU adalah mengajak orang mewujudkan kemaslahatan umat. 

Santri An Nur Slawi

Dikatakannya, NU senantiasa menjaga keharmonisan, kedamian dan kerukunan umat beragama dan menjaga hubungan personal antara suku bangsa, ras, golongan dan agama.

Dikatakan Jamal, pihaknya selalu mengikuti perkembangan bagaimana kelompok-kelompok mengembangkan dakwah-dakwah dari setiap masjid ke masjid lain.

“Kita jangan membiarkan persoalan dakwah yang bertentangan dengan keutuhan bangsa ke depan. Kalau kita tidak jaga maka, masa depan generasi  akan menjadi gejolak,” katanya.

Ditambahkan, PWNU NTT mengharapkan masyarakat tidak terpancing dengan nilai-nilai baru masuk bahwa mereka lebih benar dengan Islam yang ada sekarang. Jangan agenda luar itu menyebabkan disintegritas. 

Mentri Agama Suryadharma Ali, saat berdialog bersama imam masjid se-Kota Kupang  beberapa waktu lalu berpesan agar kelompok-kelompok khilafah harus diangkul. NU harus rangkul dan memberikan pemahaman kepada mereka bahwa Islam yang baik dan Islam yang benar seperti apa.

“Jangan lakukan tindakan-tindakan sepihak dalam menghadapi kelompok-kelompok garis keras. Jika memberikan pemahaman yang baik, pasti pemahaman itu diterima oleh kelompok-kelompok tertentu,” kata Suryadharma. 

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Ajhar Jowe

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Hikmah Santri An Nur Slawi

Selasa, 26 Agustus 2014

Benci tapi Tetap Berlaku Adil: Pesan Langit!

Oleh Nadirsyah Hosen

Salah satu hal yang membuat saya kukuh mengimani bahwa al-Quran itu bukan buatan manusia tapi merupakan pesan ilahi adalah kandungan ayatnya yang menembus batas kemanusiaan kita dan melintasi zaman. Lima belas abad lampau bahkan hingga kini masih banyak di antara kita yang tidak fair dan tidak adil bersikap hanya karena kita membenci suatu kelompok atau individu tertentu. Namun pesan al-Quran begitu dahsyat menembus stereotyping akan pihak lain: boleh tidak suka terhadap perbuatan mereka tapi tetap harus berlaku adil kepada mereka.

Benci tapi Tetap Berlaku Adil: Pesan Langit! (Sumber Gambar : Nu Online)
Benci tapi Tetap Berlaku Adil: Pesan Langit! (Sumber Gambar : Nu Online)

Benci tapi Tetap Berlaku Adil: Pesan Langit!

Surat al-Maidah turun pada tahun kedelapan Hijriah setelah perjanjian Hudaibiyah yang berlangsung pada tahun keenam Hijriah. Dalam peristiwa Hudaibiyah, rombongan Rasul yang hendak pergi ke Baitullah dihalangi memasuki kota Mekkah. Singkat cerita, ada rasa dendam dan kebencian di kalangan sebagian pihak atas peristiwa itu: dulu mereka halangi kita, sekarang kita pun bisa menghalangi mereka, maka turunlah petikan surat al-Maidah:2

"Dan jangan sekali-kali kebencian (kalian) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kalian dari Masjidil Haram, mendorong kalian berbuat aniaya (kepada mereka)"

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi

Tafsir Ibn Katsir menjelaskan kandungan petikan ayat ini:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? [?] ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Jangan sekali-kali kebencian kalian terhadap suatu kaum yang dahulunya pernah menghalang-halangi kalian untuk sampai ke Masjidil Haram yang terjadi pada tahun perjanjian Hudaibiyah mendorong kalian melanggar hukum Allah terhadap mereka. Lalu kalian mengadakan balas dendam terhadap mereka secara aniaya dan permusuhan. Tetapi kalian harus tetap memutuskan apa yang di­perintahkan oleh Allah kepada kalian, yaitu bersikap adil dalam per­kara yang hak terhadap siapa pun."

Luar biasa bukan pesan ilahi ini? Bahkan kita harus berlaku adil terhadap mereka yang pernah menghalangi kita memasuki Baitullah. Tafsir al-Misbah menyebutkan riwayat lain dikisahkan bahwa larangan ini turun berkenaan dengan rencana merampas unta yang dibawa rombongan Yamamah di bawah pimpinan Syuraih bun Dhubaiah al-Hutham yang menuju Baitullah dengan alasan unta-unta itu dulu milik umat Islam yang dirampas mereka. Ayat di atas turun melarang umat Islam berbuat kezaliman yang sama.

Kata "Syana-an" dalam ayat di atas itu maknanya al-baghd al-syadid, yaitu kebencian yang telah mencapai puncaknya. Musuh yang sudah kita benci sampai ke ubun-ubun lantaran menghalangi pelaksanaan agama, masih harus kita perlakukan secara adil. Kita dilarang berbuat zalim kepada mereka. Ini pesan keadilan dari langit!

Ketentuan membolehkan kaum Musyrikin memasuki Baitullah itu kemudian dihapus pada tahun kesembilan Hijriah saat turun Surat al-Taubah ayat 28: "Jangan mereka (orang Musyrik) mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini". Namun demikian pesan ilahi untuk berbuat adil tetap abadi.

Ibn Katsir mengutip pernyatan sebagian ulama salaf:

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?.

"Selama ka­mu memperlakukan orang yang durhaka kepada Allah terhadap diri­mu dengan sikap berdasarkan taat kepada Allah dan selalu berlaku adil dalam menanganinya, niscaya langit dan bumi ini masih akan tetap tegak."

Pesan keadilan di atas begitu pentingnya sehingga ditegaskan kembali dalam surat yang sama yakni al-Maidah ayat 8:

"Dan janganlah sekali-kali kebencian kalian terhadap sesuatu kaum mendorong kalian untuk berlaku tidak adil. Berlaku adil­lah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa"

Kebencian itu tidak menjadi alasan pembenar untuk bisa menzalimi pihak lain. Kita tidak boleh keluar dari aturan main dan tidak boleh membalas kezaliman di luar batas-batas keadilan dan hukum. Syekh Wahbah al-Zuhaili dalam Tafsir al-Munir menegaskan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

"Kekufuran orang kafir itu tidak menghalangi kita berbuat adil dalam berinteraksi dengan mereka. Dalam ayat perintah untuk berbuat adil dan taqwa ada petunjuk untuk membuat batasan dalam pertempuran, misalnya mereka membunuh para wanita kita dan anak-anak kita, maka kita tidak dibenarkan melakukan pembunuhan yang serupa".

Bahkan dalam pertempuran pun ada seperangkat etika dan aturan yang harus ditaati tentara Muslim. Kebencian tidak dibalas dengan kebencian. Kezaliman tidak dihapus dengan kezaliman lainnya. Dalam keadilan, bukan saja ada kasih sayang, tapi juga ada ketakwaan.

Majallat al-Ahkam al-Adillah, yang merupakan kitab undang-undang hukum perdata Islam pertama yang dikodifikasi pada tahun 1293 H/ 1876 M oleh pemerintah Turki Usmani, memuat ketentuan nomor 921 yang berdasarkan prinsip ayat di atas:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ; ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

"Tidak dibolehkan bagi orang yang dizhalimi untuk menzhalimi orang lain karena itu termasuk salah satu bentuk kezaliman. MIsalnya, jika Zaid merusak harta Amru, lalu Amru membalas merusak harta Zaid, maka keduanya dihukum untuk membayar ganti rugi. Begitupula jika ada yang ditipu dimana dagangannya dibayar dengan uang palsu, maka dia tidak boleh menggunakan uang palsu untuk transaksi dengan pihak lain."

Keadilan itu salah satu prinsip utama dalam ajaran Islam. Meski kita dirugikan, dizhalimi dan dianiaya sehingga membuat kita sangat benci kepada orang tersebut --baik orang Islam maupun non-Muslim-- kita tidak boleh membalas kezaliman dengan kezaliman kepada orang tersebut ataupun kepada pihak ketiga. Kita tetap harus berbuat adil dan mengikuti proses hukum yang berlaku.

Kita boleh saja membenci perbuatan mereka, tapi kita jangan menzalimi pribadi mereka, keluarga mereka, harta dan kedudukan mereka. Ini pesan langit yang melintasi zaman, yang hanya bisa diterapkan oleh mereka yang diajarkan untuk menebar rahmat pada semesta. Saya, anda dan kita kah itu?

Penulis adalah Rais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama Australia - New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pesantren, Doa, Daerah Santri An Nur Slawi

Jumat, 22 Agustus 2014

NU Cirebon: Ahlul Halli wal Aqdi itu Demokrasi Nahdliyah

Cirebon, Santri An Nur Slawi. Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Cirebon menyatakan sepakat pada mekanisme pemilihan Rais Aam PBNU yang bermuara pada supremasi syuriyah NU. Pilihannya jatuh pada penerapan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) sebagai proses pemilihan Rais Aam PBNU oleh dewan kiai khos pada Muktamar ke-33 NU dan muktamar NU selanjutnya.

NU Cirebon: Ahlul Halli wal Aqdi itu Demokrasi Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Cirebon: Ahlul Halli wal Aqdi itu Demokrasi Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Cirebon: Ahlul Halli wal Aqdi itu Demokrasi Nahdliyah

"KBNU Cirebon mendukung penuh dan siaga berada di garda terdepan untuk mengawal penerapan AHWA sebagai sistem pemilihan kepemimpinan NU mendatang, dimulai dari Muktamar ke-33, 1-5 Agustus 2015 besok di Jombang," kata KH Marzuki Wahid, perwakilan NU Cirebon kepada sejumlah awak media di Kantor PCNU Kota Cirebon, Senin (8/6).

Persiapan Muktamar ke-33 NU yang direncanakan digelar di Jombang pada Agustus 2015 ini, sudah memasuki pembahasan mekanisme pemilihan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Mekanisme ini rencananya akan ditetapkan pada Musyawarah Nasional (Munas) NU pada 14-15 Juni 2015 di Jakarta.

Santri An Nur Slawi

AHWA, menurut Marzuki, merupakan mekanisme pemilihan yang dipandang lebih layak untuk diterapkan dalam Muktamar NU. Hal ini dapat menghilangkan potensi politis dan saling olok antarpendukung tokoh yang dicalonkan.

"AHWA bagi kami adalah demokrasi ala NU, demokrasi nahdliyyah, atau musyawarah mubarakah yang telah lama dipraktikkan oleh para kiai dan nyai-nyai NU dalam setiap Muktamar jauh sebelum diterapkan pemilihan langsung model demokrasi liberal, yang berprinsip one man one vote," katanya.

Santri An Nur Slawi

Sementara mengenai apakah mekanisme AHWA bisa mengurangi hak politik warga NU atau tidak, Kiai Marzuki menjawab bahwa hak politik warga NU bisa dilibatkan dalam penentuan para tokoh kiai yang akan dijadikan sebagai anggota AHWA.

"Sebab, siapa yang berhak untuk menjadi anggota AHWA ditentukan oleh warga dan pengurus NU sesuai dengan tingkat kepengurusannya," kata Marzuki.

Sebelumnya, banyak beredar kabar bahwa sekelompok warga NU menolak pemberlakuan AHWA karena dianggap sebagai kemunduran nilai demokratis. Namun di sisi lain, AHWA merupakan tradisi pemilihan pengurus NU yang pernah diterapkan orang-orang shaleh. (Sobih Adnan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Nasional Santri An Nur Slawi

Selasa, 12 Agustus 2014

Mentan Amran Sebut Harga Cabai Turun karena Peran Ibu-ibu

Bogor, Santri An Nur Slawi. Harga cabai yang sempat mencapai kisaran Rp130.000 menyebabkan masyarakat menjerit. Hal ini membuat Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan beberapa langkah untuk menekan harga setinggi langit itu.

Menurutnya, penurunan harga cabai ini dikarenakan meningkatnya produksi cabai di sentra-sentra produksi cabai rawit merah. Hal ini menyebabkan jumlah cabai tersebut melimpah sehingga masyarakat pun tidak terlalu sulit untuk mendapatkannya.

Mentan Amran Sebut Harga Cabai Turun karena Peran Ibu-ibu (Sumber Gambar : Nu Online)
Mentan Amran Sebut Harga Cabai Turun karena Peran Ibu-ibu (Sumber Gambar : Nu Online)

Mentan Amran Sebut Harga Cabai Turun karena Peran Ibu-ibu

“Saya sampaikan kepada ibu-ibu di seluruh Indonesia untuk menanam cabai. Jadi ini berkat peranan ibu-ibu semua. Saya percaya ibu-ibu adalah tiangnya negara,” kata Amran saat memberikan materi di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Ahad (26/3) di Hotel Lor-In Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Amran mengakui, jika 120 juta perempuan Indonesia menanam cabai dan memelihara ayam yang hasilnya 2 juta per hari, itu bisa menghasilkan 120 triliun setiap bulannya, sedangkan jika 1 tahun bisa 1000 triliun.

“Luar biasa dahsyatnya dan saya yakin akan terjadi swasembada terbaik atas kontribusi besar ibu-ibu Muslimat NU,” jelas Amran yang menyebut harga cabai saat ini dikisaran Rp40.000-Rp50.000 per kilogram.

Santri An Nur Slawi

Ia mengakui jika swasembada pangan muncul dari peran tangguh para ibu. Sebab itu menurutnya, jika lahir pemimpin yang tangguh, itu pasti lahir dari peran ibu-ibu.

Santri An Nur Slawi

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa berupaya mewujudkan inovasi produk pertanian. Hal ini tidak terlepas dari peran ibu-ibu Muslimat yang sebagian besar juga petani di desanya masing-masing.

“Saya mendorong kepada ibu-ibu Muslimat untuk memperbarui langkah. Saya tekankan agar hasil panen tidak hanya sekadar petik dan jual, tetapi petik, olah, kemas, dan jual,” terang Khofifah.

Inovasi ini, lanjut dia, tentu akan menghasilkan profit lebih sehingga usaha mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa akan tercapai. Dia tidak memungkiri, hal ini memerlukan keterampilan khusus yang bisa disinergikan dengan pemerintah.

“Kita kerja sama dengan Menteri Desa dan Menteri Pertanian dalam Rapimnas ini. Mereka mempunyai balai-balai latihan yang bisa dimanfaatkan ibu-ibu Muslimat di wilayah dan cabang untuk meningkatkan keterampilan olah dan kemas tadi,” tandas Khofifah. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Syariah, Habib, Warta Santri An Nur Slawi

Minggu, 27 Juli 2014

IKA-PMII: Negara Bergerak ke Arah Penghilangan Tanggung Jawab

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Pasca reformasi dan amandemen UUD 1945, pengertian negara mulai berbelok. Tujuan negara yang semestinya memberi kesejahteraan sebesar-besarnya kepada rakyat seperti diamanatkan konstitusi berangsur lenyap.

IKA-PMII: Negara Bergerak ke Arah Penghilangan Tanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)
IKA-PMII: Negara Bergerak ke Arah Penghilangan Tanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)

IKA-PMII: Negara Bergerak ke Arah Penghilangan Tanggung Jawab

Pandangan ini disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Arief Mudatsir Mandan pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-5 IKA-PMII bertema "Menegaskan Kedaulatan Indonesia di Tengah Percaturan Geolpolitik Dunia” di Jakarta, Senin (1/7) sore.

Santri An Nur Slawi

Arief mengatakan, pembelokan tersebut menuju pengertian hanya tanggung jawab secara prosedural dalam segenap tatakrama formalitas politik kekuasaan, seperti pemilu, pembatasan masa jabatan kekuasaan, keberadaan lembaga-lembaga negara, dan seterusnya.

”Negara secara perlahan bergerak kepada penghilangan kemaslahatan rakyat, jaminan keamanan, pemenuhan kebutuhan rakyat secara fisik dan batin, dan individual maupun kolektif,” tuturnya.

Santri An Nur Slawi

Menurut Arief, kedaulatan perekonomian nasional yang terliberalisasi dengan dipersilakannya kekuatan luar telah mengeksploitasi ekonomi Indonesia serta mendorong hancurnya sendi-sendi jati diri bangsa dan kemandirian sebagai sebuah negara.

”Jika negara abai dan dalam menjalankan peran tidak berfungsi, maka rakyat wajib memberikan petisi, memberikan koreksi, guna mengembalikan kedaulatan agar tetap di tangannya,” tegasnya.

Ia berharap, Munas ke-5 IKA-PMII yang baru akan berakhir pada Rabu ini tidak hanya menghasilkan pemimpin baru yang lebih baik tapi juga menyumbangkan gagasan dan kiprah bagi perbaikan bangsa dan negara secara keseluruhan.

”Sebagai bagian terpenting dari ujung tombak NU, kader PMII dan alumninya memiliki peran strategis dalam mendorong Indonesia kembali ke khittahnya, mengembalikan kedaulatan di tangan rakyat sepenuhnya,” jelas Arief.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Meme Islam Santri An Nur Slawi

Minggu, 20 Juli 2014

Rangkul Anak Muda dalam Perang Neocortex

Pasuruan, Santri An Nur Slawi. Radikalisme global yang telah menjadi ancaman nyata bagi tegaknya kedamaian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan sasaran utama anak muda negeri ini. Oleh karena itu, harus menjadi perhatian semua elemen anak bangsa.

Lakpesdam NU Kota Pasuruan, salah satu elemen yang peduli atas hal tersebut. Kepedulian tersebut dutunjukkan melalui workshop Deradikalisasi Agama dan Leadership Training Camp Kader Penggerak Aswaja angkatan 1 di Wisata Agro Wonosari Lawang? (6-7/1).

Rangkul Anak Muda dalam Perang Neocortex (Sumber Gambar : Nu Online)
Rangkul Anak Muda dalam Perang Neocortex (Sumber Gambar : Nu Online)

Rangkul Anak Muda dalam Perang Neocortex

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan komunitas anak muda di kota Pasuruan.

Santri An Nur Slawi

Ketua Lakpesdam NU Kota Pasuruan Waladi Imaduddin mengatakan bahwa agenda ini adalah sebagai upaya Lakpesdam NU Kota Pasuruan untuk merangkul anak muda di kota itu.

Santri An Nur Slawi

Sebab, kata dia, gerakan radikalisme agama menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Kelompok radikal dengan memanfaatkan berbagai sarana seperti sosial media harus dilawan mengingat pengguna sosial media kita adalah anak muda.

“Lebih dari itu anak muda kita juga diserang dengan tren dan gaya hidup yang tidak sesuai dengan norma agama dan norma sosial seperti narkoba dan pergaulan bebas yang dikampanyekan melalui berbagai media mereka,” terangnya. ?

Acara itu dibuka Wakil Ketua Tandfidziyah PCNU Kota Pasuruan H. Muhammad Nailur Rahman. Gus Amak, panggilan akrabnya, mengatakan bahwa saat ini sebenarnya telah berada dalam medan perang yang sangat luar biasa yaitu perang neocortex.

Perang tersebut bukan peperangan fisik secara langsung, tapi merupakan perang pemikiran yang mempengaruhi pola pikir, gaya hidup bahkan keyakinan generasi kita.

Perang neocortex telah sukses menjauhkan anak muda kita dari ulama, dari tradisi luhur islam dan dari kecintaan pada negri kita. “Maka dari itu acara kader penggerak Aswaja dengan merangkul mahasiswa dan komunitas anak muda ini patut mendapatkan apresiasi yg tinggi sebagai bentuk perlawanan di medan perang neocortex,” pungkasnya. ?

Setelah membaca Ikrar Santri Nusantara yang dipimpin Ketua Lakpesdam NU Kota Pasuruan Waladi Imaduddin, acara ditutup dengan bersama-sama menghadiri haul Gus Dur ke-7 di Tebuireng, Jombang. (Nain/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Nahdlatul, Khutbah Santri An Nur Slawi

Sabtu, 19 Juli 2014

Gus Dur Nasehati CEO Asia Pasifik Perjuangkan Orang Kecil

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Pada saat terjadi resesi ekonomi di Asia Pasifik tahun 2008, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) didaulat untuk berbicara pada pertemuan para CEO Multinational Corporate (MNC). Gus Dur menyampaikan satu hal sederhana namun sangat mengena, jangan lupa kepada orang-orang kecil karena tanpa mereka Anda tidak akan jadi orang besar.

Gus Dur Nasehati CEO Asia Pasifik Perjuangkan Orang Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Nasehati CEO Asia Pasifik Perjuangkan Orang Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Nasehati CEO Asia Pasifik Perjuangkan Orang Kecil

Demikian diceritakan Ketua Majlis Pembina NahNu Aizzuddin Abdurrahman saat berpidato pada pembukaan seminar nasional yang dihelat di lantai 8 gedung PBNU Jl Kramat Raya No 164 Jakarta Pusat, Selasa (30/9) siang. Seminar tersebut mengusung tema “Combined Assurance pada Industri Jasa Keuangan: Upaya mewujudkan Industri Jasa Keuangan yang Sehat dan Stabil”.

Menurut Gus Aiz, panggilan akrabnya, Nahdliyin Nusantara (NahNu) diharapkan tetap istiqomah menggelar acara-acara yang mencerdaskan bangsa. “Salah satunya adalah kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengadakan seminar nasional pada hari ini,” ujarnya.

Santri An Nur Slawi

Gus Dur, lanjut Gus Aiz, mengatakan bahwa jika kesejahteraan orang kecil tidak dijamin oleh para CEO itu, mereka bukanlah siapa-siapa.

“Untuk konteks sekarang, isu tentang jasa keuangan ini sangat penting. Apalagi potensi NU terkait hal ini masih sangat minim dan terbatas. Oleh karenanya, diskusi ini diharapkan memberi pencerahan kepada kita semua,” harapnya.

Santri An Nur Slawi

Pantauan Santri An Nur Slawi, acara tersebut dihadiri para Nahdliyin muda dari berbagai badan otonom semisal IPNU, IPPNU, dan Pagar Nusa yang datang atas nama pengurus cabang dari seluruh penjuru ibukota.

Seminar yang dimoderatori Wardi Taufiq tersebut menghadirkan tiga narasumber: anggota komisi XI DPR RI dari FPPP Zaini Rahman, pendiri Fine Institute Purnama Dhedhy Setyawan, dan Bayu Kariastanto, PhD.

Hingga berita ini ditayangkan, kegiatan seminar masih berlangsung khidmat dengan pemaparan para narasumber yang berkompeten. (Ali Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kajian Islam, Cerita, Makam Santri An Nur Slawi

Rabu, 16 Juli 2014

Mengungkap Peran Al-Qur’an Terhadap Persoalan Kemanusiaan, Kemasyarakatan, dan Kebangsaan

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Kementerian Agama melalui Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMA) akan menggelar Seminar Internasional tentang Al-Quran. Seminar Internasional ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada 30 Agustus-1 September 2016 di Jakarta.?

Dilansir laman kemenag.go.id, seminar internasional ini mengangkat tema Peran Mushaf dalam Membangun Peradaban Islam dan Kemanusiaan. Seminar Internasional ini diharapkan menjadi forum pertemuan dan diskusi para pakar, para pemimpin perguruan tinggi, ilmuwan, cendekia, ulama, tokoh agama, dan lembaga-lembaga yang memiliki perhatian terhadap kajian Mushaf Al-Qur’an dalam upaya mengungkap peran Mushaf Al-Qur’an terhadap persoalan kemanusiaan, kemasyarakatan, dan kebangsaan.

Mengungkap Peran Al-Qur’an Terhadap Persoalan Kemanusiaan, Kemasyarakatan, dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengungkap Peran Al-Qur’an Terhadap Persoalan Kemanusiaan, Kemasyarakatan, dan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengungkap Peran Al-Qur’an Terhadap Persoalan Kemanusiaan, Kemasyarakatan, dan Kebangsaan

Terkait itu, seminar juga akan membahas sejumlah sub tema, antara lain: 1) Kontribusi dan Upaya dalam Pelayanan Mushaf dari Masa ke Masa; 2) Pengaruh Mushaf Al-Qur’an terhadap Umat Muslim dalam bidang Peradaban dan Bahasa; 3) Tradisi Penyalinan Mushaf Al-Qur’an antara Timur dan Barat Dunia Islam di Tengah Perkembangan Teknologi Modern.

Sub tema lainnya: Keraguan Seputar Mushaf Al-Qur’an dan Sejarahnya; Kodifikasi Mushaf Al-Qur’an dan Aliran Kaligrafi Arab; Mushaf Al-Qur’an dalam Seni Islam; Mushaf Al-Qur’an; Rasm, Dhabt, Waqf, dan Ibtida’; Mushaf Al-Qur’an dan Isu-isu Kontemporer; Mushaf-mushaf Kuno dalam Perspektif Filologi; serta Terjemah Al-Qur’an; Sejarah, Perkembangan dan Problematikanya.

Santri An Nur Slawi

Seminar akan diikuti para pegiat kajian Al-Qur’an dari kalangan akademisi, seperti dosen, peneliti, dan para pengkaji Al-Qur’an yang dibagi dalam dua kategori: pertama, peserta Pemakalah, yaitu: mereka yang diundang sebagai pembicara utama, atau mendaftar dan mengajukan makalahnya, serta telah mendapat persetujuan dari Tim Penilai Makalah (reviewer) yang telah ditunjuk oleh LPMA.?

Kedua, peserta umum, yaitu mereka yang mendaftarkan diri tanpa mengajukan makalah untuk mengikuti seluruh rangkaian seminar. Untuk kategori ini, penginapan dan konsumsi ditanggung oleh peserta yang bersangkutan.?

Santri An Nur Slawi

Untuk peserta pemakalah, LPMA membuka pendaftaran hingga batas akhir pengiriman abstrak makalah pada Selasa (31/5) mendatang. Abstraksi yang masuk akan dinilai oleh tim penilai dan hasilnya akan diumumkan pada Rabu, 8 Juni 2016. Peserta yang abtraksinya terpilih harus mengirimkan makalah lengkapnya sampai dengan Minggu, 31 Juli 2016. Adapun untuk peserta umum, dapat mendaftar hingga batas akhir 8 Juni 2016 atau hingga batas maksimal peserta umum telah terpenuhi.

Info selengkapnya terkait kegiatan seminar internasional ini, silakan klik: Seminar Internasional tentang Al-Quran. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Khutbah, AlaSantri Santri An Nur Slawi

Kamis, 26 Juni 2014

Amalan Antiejakulasi Dini

Assalamu ’alaikum wr. wb

Redaksi Bahtsul Masail Santri An Nur Slawi yang saya hormati. Sebelumnya saya mohon maaf, karena saya mau menanyakan hal yang agak sensitif. Saya mohon nama saya dirahasiakan. Sudah hampir satu tahun saya mengalami masalah kehidupan seks. Saya selalu “keluar” duluan. Awalnya isteri sering protes, tetapi sekarang sudah tidak.

Amalan Antiejakulasi Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Amalan Antiejakulasi Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Amalan Antiejakulasi Dini

Namun sebagai seorang suami tentu saya merasa bersalah sebab tidak bisa membahagiakan isteri di ranjang. Saya sudah berobat ke mana-kemana, tapi hasilnya belum maksimal. Memang tidak cukup hanya berobat, tetapi berdoa juga sangat penting. Usaha dan doa harus seimbang. Pertanyaan saya adakah doa khusus yang diajarkan Nabi SAW atau doa dari para ulama mengenai masalah yang saya hadapi. Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum wr, wb

(Klaten/Nama dirahasiakan)

Santri An Nur Slawi

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Seorang isteri sudah semestinya menaati suaminya. Namun suami juga harus memenuhi hak-hak isterinya termasuk juga di dalamnya hak untuk mendapatkan kenikmatan seksual. Dalam hubungan intim dengan isteri suami jangan hanya mencari kepuasan diri sendiri, tetapi harus sama-sama saling menikmati.

Santri An Nur Slawi

Jika kemudian ada masalah dalam hubungan intim seperti pihak suami kurang bisa memuaskan isterinya karena mengalami ejakulasi dini, hal ini harus dikonsultasikan baik-baik dengan isteri dan dicari jalan keluarnya. Misalnya dengan melakukan konsultasi kepada dokter spesialis dan melakukan pengobatan. Dalam hal ini dukungan isteri mutlak diperlukan.

Kami melihat bahwa penanya sudah melakukan upaya-upaya serius untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Dalam kasus ini berobat menjadi keharusan, tetapi berdo’a juga tidak kalah pentingnya. Berobat dan berdo’a sudah semestinya berjalan beriringan.

Sedangkan do’a khusus yang diajarkan Nabi Muhammad SAW mengenai kasus ejakulasi dini sepanjang penelusuran kami dalam pelbagai literatur Islam klasik tidak ditemukan. Tetapi kami hanya menemukan doa yang dipanjatkan oleh Ibnul Mukadir, salah seorang tabi’in. Doanya sebagai berikut.

? ? ? ? ? ?

Allahumma qawwi dzakarî fa innahû manfa’atun li ahlî. Artinya, “Ya Allah, kuatkan dzakarku karena sesungguhnya hal itu bermanfaat buat isteriku.”

Menurut keterangan yang terdapat dalam kitab Faidlul Qadir karya Abdurra’uf al-Munawi, Ibnul Munkadir memanjatkan do’a agar dikuatkan dzakarnya semata-mata untuk memenuhi apa yang menjadi hak isterinya. Dengan kata lain untuk memenuhi birahi isterinya. Sebab, syahwat-birahi perempuan itu ada pada laki-laki. Jika dibiarkan atau tidak “disentuh”, dikhawatirkan perempuan akan terjerumus ke dalam perzinahan.

? ? ? ? : ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Ibnul Munkadir berdo’a, ‘Ya Allah, kuatkan dzakarku karena sesungguhnya hal itu bermanfaat buat isteriku’. Doa itu dipanjatkan agar Allah menguatkan dzakar Ibnul Munkadir semata-mata untuk memenuhi kewajibannya sebagai suami yang menjadi hak isterinya, bukan untuk mengumbar syahwatnya. Sebab, birahi perempuan itu ada pada laki-laki. Apabila dibiarkan, dikhawatirkan perempuan akan terjerumus ke dalam perzinahan,” (Lihat Aburra’uf al-Munawi, Faidlul Qadir, Darul Kutub al-Ilmiyyah, Beirut, cet ke-1, 1415 H/1994 M, juz, IV, h 145).

Penjelasan yang terdapat dalam kitab Faidlul Qadir di atas sangat menarik untuk dicermati dan diperhatikan terutama bagi para suami. Sebab, acap kali kita mendengar berita di pelbagai media massa perselingkuhan perempuan yang sudah bersuami dengan alasan suaminya tidak bisa memuaskan atau membahagiakannya di ranjang. Kendati harus dicatat bahwa kekurangan suami itu bukan alasan pembenaran atas praktik zina dan menurunnya sikap harmonis.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Untuk para suami yang sedang mengalami masalah seperti yang dihadapi oleh penanya di atas kami sarankan terbuka kepada isteri dan segera berkonsultasi dengan dokter spesialis agar cepat mendapat penangangan. Mereka yang mengalami masalah ini tidak perlu frustasi. Insya Allah ada jalan keluarnya.

Sembari berobat jangan lupa berdoa. Doa Ibnul Munkadir bisa dijadikan alternartif di samping do’a-doa lain. Sedangkan para isteri sudah semestinya bersikap sabar dan mendukung suami dalam menyelesaikan problem yang dihadapi. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum wr. wb


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Habib, Anti Hoax, Hikmah Santri An Nur Slawi

Kamis, 15 Mei 2014

Kiai Poligami Menjawab Pertanyaan Munkar Nakir

KH Abdullah Faqih dikenal sebagai kiai yang sangat dihormati. Di zaman pemerintahan Gus Dur, nama beliau sering disebut karena salah satu ulama khos yang dirujuk presiden ke-4 RI itu. Sosok kharismatik ini pun tak lepas dari guyonan.

Dalam suatu pertemuan dengan para kiai, Kiai Pesantren Langitan itu mengingatkan para kiai agar tidak memiliki hobi berpoligami. Lho, apa pasal? Kata Kiai Faqih, "Kebanyakan orang berpoligami itu suka

Kiai Poligami Menjawab Pertanyaan Munkar Nakir (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Poligami Menjawab Pertanyaan Munkar Nakir (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Poligami Menjawab Pertanyaan Munkar Nakir

berbohong."

Para kiai hanya senyam-senyum.

Santri An Nur Slawi

"Ingat lho ya,” tambahnya, “Kalau suka kawin lagi, terus sering membohongi mbok

tuwo
(istri tua) nanti di kubur bisa bermasalah ketika menghadapi pertanyaan Munkar

Santri An Nur Slawi

Nakir."

"Kok bisa begitu kiai?" Salah seorang kiai bertanya.

"Lho ya, ketika ditanya oleh Munkar Nakir man robbuka, lha kok dijawab

qobiltu nikahaha watazwijaha bil mahril madzkur kan jelas bermasalah

jawaban itu".

Gerrrr….

(Muhammad Nuh)



Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kajian Santri An Nur Slawi

Minggu, 27 April 2014

NU Kota Padang Imbau Masyarakat Tetap Pertahankan Tradisi

Padang, Santri An Nur Slawi

Berbagai persoalan di tengah umat belakangan harus disikapi dengan arif dan bijaksana. Nahdlatul Ulama Kota Padang siap menjadi wadah untuk menjawab persoalan yang dihadapi umat tersebut. Jawaban yang diberikan Nahdlatul Ulama adalah melalui bahtsul masail.

NU Kota Padang Imbau Masyarakat Tetap Pertahankan Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kota Padang Imbau Masyarakat Tetap Pertahankan Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kota Padang Imbau Masyarakat Tetap Pertahankan Tradisi

Ketua PCNU Kota Padang Yultel Ardi Tuanku Malin Sulaiman mengungkapkan hal itu pada peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan, Jumat (6/5) di Musalla Al-Faizin, Parak Manggis Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Pariaman. Peringatan Isra Mi’raj tersebut terselenggara atas kerjasama PC NU Kota Padang dengan Pengurus Musalla Al-Faizin. Hadir Rais Syuriah PCNU Kota Pariaman Sumardi Basir dan ? sekitar 300 jamaah.

Menurut Yultel, untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi umat tersebut, NU mengimbau untuk tetap mempertahankan ibadah-ibadah rutin seperti zikir, berdoa bersama, ziarah kubur, khatam al-Quran dan peringatan hari besar Islam seperti peristiwa Isra Mi’raj ini. "Langkah NU mencanangkan Nusantara Mengaji diantara tujuannya bagaimana umat rutin membaca al-Quran sehingga umat bisa mencari solusi dari masalah yang dihadapinya," kata Yultel.

Dikatakan Yultel yang tidak kalah pentingnya adalah peran orangtua yang harus menanamkan nilai-nilai agama dan akhlak mulia kepada anaknya. Karena penanaman nilai agama dan akhlak tersebut harus dimulai dari rumah tangga masing-masing. Sekarang banyak rumah tangga yang rapuh, jauh dari nilai-nilai agama.

Santri An Nur Slawi

Ketua MUI Kota Padang Prof Duski Samad yang memberikan taushiyahnya menyampaikan tiga persoalan umat yang mendasar saat ini. Yakni memperkokoh aqidah, syariah dan akhlak. Pentingnya memperkokoh aqidah karena ada tiga masalah yang terjadi saat ini. Pertama, penyesatan dan kesesatan. Kedua, memperkokoh aqidah dari penyimpangan, dan ketiga, memperkokoh aqidah akibat kebebasan yang sudah keblablasan.

"Sedangkan memperkokoh syariah adalah dengan memperkuat nilai-nilai ibadah rutin. Ibadah rutin yang kuat, tentu diharapkan mampu membentengi umat dari hal-hal yang merugikan dirinya. Pentingnya memperkokoh akhlak karena perilaku umat sudah banyak yang salah. Umat salah mempergunakan teknologi, yang seharusnya memberikan manfaat, tapi malah membawa bencana," kata Duski guru besar di IAIN Imam Bonjol Padang ini.

Duski Samad prihatin menyaksikan fenomena di tengah masyarakat. Menonton orgen tunggal dengan pakaian seronoh masyarakat berjubel. Tapi acara pengajian, acara keagamaan, sepi jamaah. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pertandingan, Jadwal Kajian Santri An Nur Slawi

Minggu, 20 April 2014

Kiai Sahal: Sarjana Harus Jadi Tauladan

Pati, Santri An Nur Slawi. Ketua Dewan Pembina Yayasan Nurussalam Dr KH A. Sahal Mahfudh yang juga Rais Aam PBNU mahasiswa atau santri yang telah lulus dari lembaga pendidikan agar mampu menjadi tauladan bagi masyarakat.

Kiai Sahal menyampaikan hal itu dalam acara wisudah pertama Sekolah Tingga Agama Islam Mathaliul Falah (STAIMAFA) Kajen-Pati, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.

Kiai Sahal: Sarjana Harus Jadi Tauladan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Sahal: Sarjana Harus Jadi Tauladan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Sahal: Sarjana Harus Jadi Tauladan

Dalam kesempatan itu, Kiai Sahal juga menekankan pentingnya rasa syukur. “Syukur tidak hanya sekedar mengucap kata hamdalah, tetapi lebih dari itu. Yaitu pada bagaimana kita bersyukur kepada Allah, juga bagaimana kita meningkatkan kinerja diri,” tegasnya di depan 65 wisudawan-wisudawati dan wali murid serta tamu undangan. 

Santri An Nur Slawi

Ia berpesan agar keberhasilan dalam menyelesaikan studi tidak lantas menimbulkan rasa bangga, karena amanat dan tanggung jawab yang dibawa tidaklah mudah. 

Acara yang bertempat di aula kampus itu juga dihadiri oleh Bupati Pati Haryanto, Kepala Kantor Kementerian Agama Pati Drs H. Ahmad Mudzakir MSi,  Koordinator Kopertais Wilayah X Jawa Tengah dan rektor IAIN Walisongo Semarang Prof. Dr. Muhibbin M. Ag.

Dalam kesempatan itu, Ketua STAIMAFA, H. Abdul Ghaffar Razien, M.Ed, mengatakan dirinya sangat bersyukur atas kerja keras seluruh dosen dan mahasiswa di kampus itu, hingga pada prosesi wisuda. 

Santri An Nur Slawi

Ia juga mengatakan bahwa wisuda kali ini menjadi tonggak sejarah mencetak mahasiswa-santri yang memiliki kontribusi dalam pengembangan masyarakat. 

“Prosesi wisuda ini merupakan tonggak sejarah (milestone) bagi lembaga STAIAMAFA, agar dalam perkembangan berikutnya dalam mengabdi kepada masyarakat dengan sistem perguruan tinggi riset berbasis nilai-nilai pesantren,” ungkapnya. Razien juga mengharapkan agar mahasiswa tidak berhenti berproses setelah wisuda, namun terus belajar dan mengabdi dengan karakter mahasiswa yang memperjuangkan nilai-nilai moral berbasis pesantren.  

Sementara itu, dalam pidato laporan akademik oleh Wakhrodli M.Si (Pembantu Ketua STAIMAFA), menjelaskan bahwa wisuda perdana ini terdiri dari 16 mahasiswa prodi PMI (Perkembangan Masyarakat Islam), 24 Mahasiswa prodi PBA (Pendidikan Bahasa Arab) dan 25 mahasiswa prodi PS (Perbankan Syari’ah). Dari 65 peserta, 23% meraih peringkat mumtaz atau istemewa, dengan IPK tertinggi 3,79.

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Munawir Aziz

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Humor Islam, Hadits, Internasional Santri An Nur Slawi