Sabtu, 21 Maret 2015

Kearifan Kiai Umar Kempek

KHATAMAN AL-QURAN di Pesantren Kempek-Cirebon, adalah pesta rakyat. Sebab, selain melibatkan para santri, pesantren yang didirikan Mbah Harun --begitu panggilan KH Harun bin KH Abd. Jalil-- pada tahun 1908 ini, juga melibatkan warga masyarakat di sekitar pesantren, bahkan dari luar desa.

Ketika ada warga masyarakat tidak diajak masuk panitia khataman, itu artinya mereka disuruh berdagang apa saja, agar mendapat keuntungan. Khataman Al-Qur’an di Kempek dihadiri ribuan: wali santri, alumni, masyarakat umum, hingga para pejabat. Maka, hajatan khataman membutuh pedagang tiban, berapapun jumlahnya dan apapun jualannya, akan ditampung, selagi halal menurut fiqih.

Kearifan Kiai Umar Kempek (Sumber Gambar : Nu Online)
Kearifan Kiai Umar Kempek (Sumber Gambar : Nu Online)

Kearifan Kiai Umar Kempek

Pada sebuah khataman di tahun 1990, ketika Kempek dipimpin KH Umar Sholeh (W 1999), generasi setelah KH Harun (W 1935), Panitia Khataman bermaksud memungut semacam retribusi dari pada pedagang. Lantas datanglah panitia kepada Kiai Umar, mengutarakan maksudnya.

“Saya paham mengapa Sampean mengusulkan retribusi. Karena panitia akan dapat uang tambahan. Kalau nantinya kurang, panitia akan menambal kekurang dari sana. Kalau tidak ada kekurangan, uang dari retribusi bisa untuk syukuran, bahkan bisa memperbaiki kamar mandi,” jelas Ki Umar.

Santri An Nur Slawi

“Injih Walid,” begitu panitia merespon menjelasan sang pengasuh. Walid adalah panggilan akrab Ki Umar, artinya orang tua.?

“Tapi saya lebih paham, Kang, bahwa masyarakat tidak boleh diberatkan oleh kegiatan kita. Sebaliknya, kita justru membuat mereka senang dan mudah urusannya. Khataman Al-Qur’an bukan saja milik para khotimin, tapi harus menjadi kebahagiaan semua orang, termasuk pedang bakso, pedagang balon, pedagang minyak wangi, tasbeh, peci, tukang parkir. Sudah sana, jangan pikirkan lagi retribusi-retribusi, kaya kompeni saja.” (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Meme Islam, Nahdlatul Ulama Santri An Nur Slawi

Minggu, 15 Maret 2015

Berpakaian Ala Perempuan, Dua Pria Malaysia Didenda Pengadilan

Kuala Lumpur, Santri An Nur Slawi

Mahkamah Rendah Syariah Kepala Batas, Pulau Pinang, Malaysia, mengenakan denda masing-masing 800 ringgit atau sekitar Rp2,5 juta kepada dua pria yang mengenakan pakaian perempuan di tempat umum.

Hakim Syarie Anuar Shaari menjatuhkan hukuman tersebut setelah kedua terdakwa yang berusia 33 dan 31 tahun mengaku bersalah karena berpakaian dan berlagak seperti perempuan sekitar pukul 00.25 dinihari pada 22 April 2014.

Berpakaian Ala Perempuan, Dua Pria Malaysia Didenda Pengadilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Berpakaian Ala Perempuan, Dua Pria Malaysia Didenda Pengadilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Berpakaian Ala Perempuan, Dua Pria Malaysia Didenda Pengadilan

Menurut warta harian Kosmo, Selasa, mereka ditangkap dalam satu operasi maksiat oleh Jabatan Agama Islam Pulau Pinang di kawasan kaki lima Rope Walk, Taman Butterworth.

Keduanya didakwa melakukan kesalahan berdasar Pasal 28 Undang-Undang Kejahatan Syariah Pulau Pinang 1986 karena keduanya lelaki beragama Islam tetapi mengenakan pakaian menyerupai perempuan serta memakai rambut palsu. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Hikmah Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi

Senin, 09 Maret 2015

GP Ansor Tidak Akan Biarkan Pihak Lain Ganti Ideologi Pancasila

Demak, Santri An Nur Slawi



Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, Gerakan Pemuda Ansor sebagai penerus perjuangan Ulama Nahdlatul Ulama (NU) tidak akan membiarkan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terancam dan akan diganti ideologi baru melalui cara apa pun. Dia menganggap ideologi Pancasila final, tak bisa diganti ideologi lain.

“Ideologi bangsa jangan diutik-utik lagi dengan alasan apa pun. Titik!” tegasnya saat menyampaikan amanat dalam pelantikan Pengurus Wilayah GP Ansor Jateng dan Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Demak di Pondok Pesantren Girikusumo, Banyumeneng Mranggen, Demak, Jateng, Sabtu (27/1).

GP Ansor Tidak Akan Biarkan Pihak Lain Ganti Ideologi Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Tidak Akan Biarkan Pihak Lain Ganti Ideologi Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Tidak Akan Biarkan Pihak Lain Ganti Ideologi Pancasila

Para kiai NU, kata dia, ikut menyiapkan lahirnya NKRI dengan melalui banyak pertimbangan. Kalau ikhtiar yang dilakukan saat itu dianggap salah oleh pihak-pihak yang bernafsu mengubah ideologi negara, sama saja menghina dan tidak menghormati jasa mereka.

Gus Tutut, panggilan akrab Yaqut Cholil Qoumas menuturkan, kiai NU terdahulu lebih alim dan visioner dalam bernegara dan berbangsa.

Dia menambahkan, kader muda NU tidak boleh berhenti mengamati dinamika bangsa Indonesia. Munculnya kekuatan-kekuatan baru yang konon memiliki militansi tinggi dan terus berupaya menggoyang ideologi negara harus dihadang oleh GP Ansor dengan bimbingan para ulama NU.

Santri An Nur Slawi

“Kepada pihak-pihak yang bernafsu akan menggangu keutuhan NKRI, saya ingatkan untuk berpikir ulang dan mengurungkan ambisinya, karena akan berhadapan dengan Ansor dan aparat negara bersama rakyat,“ tegasnya.

Pelantikan bersama Pengurus Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah dan Pengurus Pimpinan Cabang GP Ansor Demak tersebut dihadiri pengurus dan kader Ansor se-Kabupaten Demak dan Cabang se-Jateng. Juga dihadiri Sekjend PBNU H. Helmy Faishal Zaini, Rais Syuriyah NU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh, Ketua MUI Jateng KH Ahmad Daroji, Wakil Rais Syuriyah NU Demak KH Alawy Mas’udi, Ketua NU Demak KH Muh Aminuddin beserta jajarannya, Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo, Bupati Demak HM Natsir, Wakil Bupati Demak H Joko Sutanto. (A Shiddiq Sugiarto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Pesantren, Khutbah Santri An Nur Slawi

Jumat, 06 Maret 2015

Mahasiswa NU Deklarasikan KMNU UII

Yogyakarta, Santri An Nur Slawi. Mahasiswa berlatar belakang NU mendeklarasikan hadirnya Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Islam Indonesia (KMNU UII), Sabtu (8/11). Mereka berinisiatif membentuk KMNU UII untuk mengorganisir mahasiswa NU di kampus UII.

Mahasiswa NU Deklarasikan KMNU UII (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa NU Deklarasikan KMNU UII (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa NU Deklarasikan KMNU UII

"Sebelum ini, kami belum terorganisir sehingga mahasiswa NU di sini terkesan tidak ada," kata mahasiswa FH UII Mazdan Maftukha yang terpilih sebagai Ketua KMNU UII.

Pendirian KMNU UII ini berawal dari keinginan agar mahasiswa NU memiliki wadah yang terorganisir. Dengan wadah itu, mereka yang tersebar di sejumlah fakultas di UII dapat terlibat dalam gerakan dan kegiatan-kegiatan ke-NUan di UII.

Santri An Nur Slawi

Deklarasi berlangsung setelah ziarah ke makam Syekh Jumadil Kubro di Turgo dan KH Mufid Masud di Pandanaran. Dengan deklarasi tersebut, KMNU UII diharapkan ke depan menjadi wadah bagi para mahasiswa NU mengenalkan Islam yang ramah dan konsisten memperjuangkan nilai dan ajaran yang diwariskan kiai-kiai NU.

Santri An Nur Slawi

"Dengan penuh harapan, doa, motivasi juga semangat juang tinggi secara resmi dideklarasikannya KMNU UII. Semoga ini menjadi awal perjuangan yang baik di kampus para pejuang," ujar Mazdan.

Secara historis UII tidak dapat dipisahkan dengan NU. KH Wahid Hasyim sebagai salah satu bagian panitia Sembilan, merupakan salah satu pendiri Universitas Islam Indonesia. (Ahmad Faiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi IMNU, Berita Santri An Nur Slawi