Jumat, 30 Januari 2015

Monyet Kiai Itu...

Subang, Santri An Nur Slawi



Lima bulan terakhir, ada pemandangan baru di Pesantren Nurul Anwar Mubtadi`in Subang, Jawa Barat, yaitu seekor monyet yang berkeliaran kesana kemari. Bahkan sering mendekati tamu yang disuguhi makanan. Jika tamu sedang lengah, dengan gerakan yang sangat cepat, kadang makanan tersebut diambil monyet itu.

Monyet Kiai Itu... (Sumber Gambar : Nu Online)
Monyet Kiai Itu... (Sumber Gambar : Nu Online)

Monyet Kiai Itu...

Menurut Pengasuh Pesantren Nurul Anwar Mubtadi`in KH Jejen Jaenal Mufid, awalnya monyet tersebut diberi seseorang dan disimpan di sebuah kandang. Karena merasa kasihan, Kiai Jejen berniat untuk melepasnya ke hutan supaya monyet tersebut merasakan kebebasan.

"Waktu itu bapak saya main ke sini. Beliau bilang jangan di buang ke hutan, lepaskan saja dari kandanganya," ungkap Kiai Jejen di sela kesibukannya menerima tamu di paviliun pesantren, Senin (27/3).

Akhirnya, kata dia, monyet tersebut dikeluarkan dari kandangnya dan dibiarkan bebas menentukan pilihan hidupnya.

"Setelah dilepas, dia tidak mau kemana-mana, padahal di sekeliling pesantren ini hutan semua. Sepertinya dia betah disini," tambahnya.

Santri An Nur Slawi

Ditambahkannya, monyet tersebut tidak mengganggu aktivitas di pesantren, hanya saja ada sedikit yang mengganjal di benak Kiai Jejen, terutama jika ada yang bertanya pemilik monyet itu.

"Monyet siapa itu? Monyet kiai?” ungkapnya.

Santri An Nur Slawi

“Itu masih mending. Lha kalau kiai monyet itu repot," celetuk salah seorang tamu disusul gelak tawa. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Warta, Nasional Santri An Nur Slawi

Kamis, 22 Januari 2015

Ribuan Warga Tangisi Kepulangan Jenazah Ajengan Basith

Sukabumi, Santri An Nur Slawi - Kepulangan jenazah Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi Almarhum KHR. Abdul Basith dari Dubai, Uni Emirat Arab, disambut tangis oleh pihak keluarga dan juga orang-orang yang mengenalnya, pada Senin (20/03) pukul 15.45 WIB di Kargo Jenazah Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Sesampainya di Bandara, jenazah langsung dishalatkan dengan dipimpin oleh Ketua PBNU, KH. Abdul Manan Ghani. Usai shalat jenazah, Kiai Manan menyampaikan kepada jamaah bahwa Almarhum adalah orang yang sangat menginspirasi.

Ribuan Warga Tangisi Kepulangan Jenazah Ajengan Basith (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Tangisi Kepulangan Jenazah Ajengan Basith (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Tangisi Kepulangan Jenazah Ajengan Basith

“Almarhum menjadi inspirasi banyak orang dengan perjuangannya yang mengajarkan kedermawanan,” ungkap Kiai Manan.

Seusai dishalatkan di bandara, jenazah langsung dibawa ke Sukabumi, dengan dikawal oleh Satlantas Polres Sukabumi dan diiringi sekitar 20 mobil. Iringan mobil sampai di Sukabumi menjelang Isya, sekitar pukul 19.00 WIB.

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi

Sesampainya di Sukabumi, tepatnya di Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, warga desa menyambut kepulangan jenazah. Sepanjang jalan, mulai dari anak kecil hingga kakek-nenek melantunkan bacaan tahlil, tahmid, takbir dalam rangka menyambut jenazah Ajengan Basith, tokoh yang menjadi teladan warga, khususnya Sukabumi.

Sebelum dikebumikan, jenazah kembali dishalatkan di Masjid Pondok Pesantren Al-Amin asuhan Almarhum. Ribuan warga menggemakan tahlil dengan diiringi isak tangis.? Pada acara Tahlil tersebut, hadir pula Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Deddy Mizwar. Ia menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya KHR. Abdul Basith.

“Saya pribadi dan juga mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut berbelasungkawa atas wafatnya Ajengan Basith. Beliau orang baik dan menjadi teladan banyak orang. Namun, inilah kehendak Allah dan ini mungkin yang terbaik menurut Allah,” tutur Deddy Mizwar sembari menangis sesenggukan.

Usai dishalatkan, ribuan warga mengantarkan Almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya dan acara tahlil selesai sekitar pukul 21.00 malam.? Seperti telah diberitakan sebelumnya, Ajengan Basith wafat di Dubai saat hendak menunaikan ibadah Umroh pada hari Rabu, tanggal 15 Maret 2017, sekitar pukul 11.30 waktu setempat. (Wahyu Noerhadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Ubudiyah, Kyai, Amalan Santri An Nur Slawi

Senin, 19 Januari 2015

Ansor Jombang Lakukan Pengawasan Dana Desa dan Alokasinya

Jombang, Santri An Nur Slawi

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang tengah melakukan pengawasan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) yang ditetapkan pemerintah daerah setempat. Dalam hal ini, penggunaan Dana Desa diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) nomor 5 tahun 2016.

Pembahasan tematik itu merupakan salah satu rangkaian acara dan konsep dzikir dan shalawat Rijalul Ansor Jombang kota yang dilakukan intensif setiap satu bulan. Selasa (15/3) di aula Masjid Alun-alun Jombang. Pengguliran DD dan ADD di Jombang kali ini mengundang reaksi banyak kalangan, disebabkan jumlah yang tidak sedikit bahkan mencapai miliaran di setiap desa.?

Ansor Jombang Lakukan Pengawasan Dana Desa dan Alokasinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Jombang Lakukan Pengawasan Dana Desa dan Alokasinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Jombang Lakukan Pengawasan Dana Desa dan Alokasinya

Bentuk pendampingan yang dilakukan Ansor Jombang kota ini meliputi dua hal, yaitu membantu pemerintah daerah dalam pengawasan dan juga pemanfaatannya. Dengan demikian, pengucuran dana tersebut tepat sasaran dan tidak terbuang sia-sia.?

Maghfuri Ridwan, salah satu narasumber dalam pembahasan DD dan ADD mengatakan bahwa DD apabila digabungkan dengan pemasukan desa lainnya, seperti bagi hasil pajak, pendapatan asli desa, dan bantuan khusus, maka jumlahnya mencapai ? lebih dari satu miliar.?

“Di Kecamatan Ngoro keseluruhan dana yang didapatkan sebesar 1,3 miliar per desa,” terang Maghfuri yang juga pendamping Desa di Kecamatan Ngoro Jombang. Namun ? Jumlah demikian tidak sama untuk masing-masing desa. “Disesuaikan dengan kondisi masing-masing,” tambahnya.

Santri An Nur Slawi

Penggunaan DD di tahun 2016 ini diprioritaskan untuk dua hal, yakni pelaksanaan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Dua hal ini kemudian dijabarkan sesuai kondisi masing-masing daerah.?

Selain melakukan pengawasan, Ansor sebagai organisasi kepemudaan juga harus bisa memanfaatkan dana tersebut sesuai dengan mata anggaran yang ada. Seperti alokasi untuk pemberdayaan masyarakat dan semacamnya. “Karena memang di rekening DD/ADD tidak ada kode yang berbunyi Ansor. Kecuali kegiatan-kegiatan Ansor yang berhubungan langsung dengan DD/ADD,” jelasnya.

Dalam Perbup nomor 5 disebutkan bahwa salah satu yang dianggarkan adalah majelis ta’lim. Hal ini dimungkinkan masih memiliki kecenderungan kuat adalah kegiatan-kegiatan ke-NU-an. “Bupati mempunyai kecenderungan kuat bahwa dana majelis ta’lim itu untuk NU,” ungkap Ulum Sugioto, narasumber yang lain.

Santri An Nur Slawi

Selain anggaran majelis ta’lim, anggaran yang berpotensi untuk bisa dimanfaatkan adalah anggaran bagi seni tradisional. “Yang bisa masuk ke seni tradisional ini diantaranya grup kesenian Banjari, Kesenian ISHARI, termasuk seni pencak silat Pagar Nusa,” tuturnya.

Menurutnya, bisa tidaknya Ansor memanfaatkan DD/ADD ini terletak pada pola komunikasi dengan kepala desa. Sepanjang komunikasi dengan kepala desa baik, maka peluang untuk ikut memanfaatkannya juga besar.

Sementara H Zulfikar Dawan Ikhwanto, Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Jombang mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tim khusus untuk melakukan pendampingan terhadap Pengurus Ansor di ranting-ranting, supaya dapat memanfaatkan dana tersebut.?

“Kami sudah tunjuk beberapa Pengurus Cabang Ansor Jombang, untuk melakukan pendampingan ke ranting-ranting agar bisa melakukan pengawasan serta bisa memanfaatkan dana desa tersebut, termasuk jadwal dan pembagian wilayahnya,” tandasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Olahraga, Humor Islam Santri An Nur Slawi

Kamis, 15 Januari 2015

Mejelis Ulama Ethiopia Sharing Pengalaman KB dengan Muslimat NU

Jakarta, Santri An Nur Slawi

Keberhasilan Indonesia dalam mensukseskan KB salah satunya berkat dukungan dari kalangan ulama yang memberikan pendekatan agama tentang pentingnya kesejahteraan keluarga. Peran kalangan NU dalam hal ini tak terpisahkan dari kisah sukses ini.

Mengambil pelajaran dari kesuksesan ini, Majelis Ulama Ethiopia mengadakan kunjungan ke PBNU untuk berbagi pengalaman bagaimana program ini bisa berjalan dengan sukses.

Sebelas anggota rombongan yang dipimpin oleh Elias Redman Said yang merupakan wakil ketua Ethiopia Islamic Affair Supreme Council (EIASC) datang ke PBNU pada Kamis (30/10) dan ditemui oleh jajaran pengurus Muslimat NU yang aktif dalam program Keluarga Berencana (KB).

Mejelis Ulama Ethiopia Sharing Pengalaman KB dengan Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mejelis Ulama Ethiopia Sharing Pengalaman KB dengan Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mejelis Ulama Ethiopia Sharing Pengalaman KB dengan Muslimat NU

Gefarina Djohan dari Muslimat NU menjelaskan, Muslimat NU bersama dengan Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU (LKKNU) secara aktif mengkampanyekan pentingnya KB di komunitas muslim.

“KB telah menjadi bagian dari program Muslimat sejak dahulu dan terus dievaluasi sampai sekarang,” katanya.

Santri An Nur Slawi

Sementara itu, Icha yang lama bergelut dalam program KB di LKKNU mengungkapkan, hal penting yang harus dirubah adalah perubahan paradigma bahwa “banyak anak banyak rejeki” yang diyakini oleh sebagian muslim.

Dalam hal ini, para ulama secara aktif mengunjungi pesantren dan komunitas nahdliyyin dan menerangkan tentang kesehatan reproduksi, yang waktu itu masih sangat tabu dibicarakan secara terbuka.

Dukungan pemerintah berupa subsidi dan pemberian KB gratis telah mendorong masyarakat untuk berbondong-bondong mengikuti program ini. Namun program ini telah diganti menjadi KB Mandiri yang berarti peserta KB harus membiayai sendiri.

“Muslimat NU yang memiliki banyak klinik dan rumah sakit tetap memberi dukungan pada program KB dengan memberikan layanan berbiaya murah yang bisa dijangkau masyarakat kurang mampu,” tandasnya.

Santri An Nur Slawi

Rombongan dari Ethiopia berharap agar kerjasama dengan umat Islam di Indonesia dapat terus ditingkatkan. Mereka juga menanyakan tentang keberadaan International Conference of Islamic Scholars (ICIS) yang diselenggarakan oleh NU dan menanyakan kemungkinan bisa mengikutinya pada konferensi yang akan datang. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Syariah, AlaSantri Santri An Nur Slawi

Selasa, 06 Januari 2015

PBNU Serahkan Bantuan untuk Mentawai ke PMI

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali menyerahkan bantuan untuk korban tsunami di Mentawai kepada Palang Merah Indonesia (PMI). Bantuan senilai 25 juta rupiah tersebut langsung diterima oleh Ketua PMI H Jusuf Kalla di kantor pusat PMI, Jum’at (5/10).

As’ad menjelaskan, untuk bencana di Mentawai, PBNU tidak dapat terjun langsung, karena itu bantuan tersebut diamanahkan melalui PMI untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

PBNU Serahkan Bantuan untuk Mentawai ke PMI (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Serahkan Bantuan untuk Mentawai ke PMI (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Serahkan Bantuan untuk Mentawai ke PMI

“Untuk bencana yang terjadi di Merapi dan Wasior, kita terjun secara langsung, tapi untuk bencana Mentawai, kami menyerahkan ke PMI mengingat medannya yang sulit,” katanya didampingi oleh Ketua LAZIS NU KH Masyhuri Malik dan Direktur LAZIS NU H. Amir Makruf.

Santri An Nur Slawi

Ia juga menjelaskan, selama ini, ormas diidentikkan dengan fihak yang meminta bantuan, tetapi, PBNU berusaha merubah paradigma, dari meminta menjadi melakukan kerjasama,” tambahnya.

Santri An Nur Slawi

Dengan pola seperti ini, PBNU juga ingin memotivasi ormas-ormas lainnya untuk merubah paradigma yang selama ini sudah terbangun.

“PBNU bukan hanya memberikan uang, tetapi juga membantu melalui doa,” terangnya.

Jusuf Kalla mengapresiasi upaya kemanusiaan yang dilakukan oleh PBNU melalui PMI ini. “Yang paling penting adalah niat dan keikhlasannya serta kerjasama yang dibangun,” tuturnya.

Ia menjelaskan, PMI melakukan tiga operasi sekaligus, yaitu di Wasior, Mentawai dan Merapi. Untuk letusan Merapi, bencana yang ditimbulkan diluar perkiraannya sehingga dibutuhkan kerjasama yang lebih erat diantara berbagai fihak untuk mengatasi dampak yang semakin meluas.

Mantan Wapres ini juga menjelaskan, salah satu relawan terbaik PMI yang meninggal juga merupakan komandan Banser di Bantul. “Pokoknya ada bencana, ia langsung ambil tas. Ia ikut menjadi relawan di Aceh, Padang, Jabar dan lainnya,” terangnya.

Bantuan yang diberikan oleh PBNU ini merupakan dana yang dikumpulkan oleh LAZIS NU dari masyarakat yang menyumbangkan dana peduli bencana melalui PBNU. Masyarakat yang ingin menyalurkan bantuannya melalui LAZIS NU dalam mengirimkan dananya melalui Rek. LAZISNU BCA 6340.161.481 Mandiri 123.000.483.89.77, atau datang ke kantor sekretariat LAZNU di Gedung PBNU Lt 2 Jl Kramat Raya 164 Jakarta Pusat 10430, telp 021-27295905. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kyai Santri An Nur Slawi