Rabu, 01 Oktober 2008

Di Karanganyar, Ada Mafia Peringati Maulid Nabi

Karanganyar, Santri An Nur Slawi. Manunggaling fikiran lan ati ing dalem Shalawat atau yang kerap disebut Mafia Shalawat Karanganyar mengadakan peringatan Maulid, pada Rabu (15/1).

Di Karanganyar, Ada Mafia Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Karanganyar, Ada Mafia Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Karanganyar, Ada Mafia Peringati Maulid Nabi

Peringatan tersebut diselenggarakan di Masjid Al-Huda Ngasem Desa Tugu Kec. Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Peringatan bertepatan dengan rutinan Mafia Shalawat Karanganyar putaran ke-2.

Said, salah satu pengurus Mafia Shalawat Karanganyar menjelaskan, bahwa kelompoknya merupakan komunitas pecinta shalawat yang dideklarasikan Ali Shodiqin atau lebih akrab disapa Gus Ali Gondrong.

Santri An Nur Slawi

“Awalnya tanggal 9 November 2013 secara resmi Mafia Shalawat Ponorogo di deklarasikan Gus Ali. Kemudian bulan Desember di Karanganyar,” ujar Said.

Santri An Nur Slawi

Tujuannya, ia menambahkan, untuk mewadahi masyarakat, khususnya pemuda agar makin mencintai Rasulullah.

“Cinta Rasul ditunjukkan dengan memperbanyak shalawat kepadanya. Sehingga dengan Mafia Shalawat ini diharapkan anak muda cenderung mempunyai hobi positif,” pungkasnya. (Ahamad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Budaya Santri An Nur Slawi

Senin, 05 Mei 2008

Tips Medsos, Jangan Fokus Viral, Tapi Opini Bermutu

Jakarta, Santri An Nur Slawi?



Ulil Abshar Abdallla mengingatkan kepada Netizen NU agar tetap memosisikan media sosial sebagai wasilah atau alat untuk menyatakan pendapat tanpa harus kehilangan perspektif.?

"Walaupun alat ini penting tetapi yang lebih penting lagi adalah sebetulnya di dalam tubuh temen-temen NU memproses pendapat itu," ujarnya saat menjadi pembicara pada Halal Bihalal & Sarasehan Netizen NU di PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (12/7).

Tips Medsos, Jangan Fokus Viral, Tapi Opini Bermutu (Sumber Gambar : Nu Online)
Tips Medsos, Jangan Fokus Viral, Tapi Opini Bermutu (Sumber Gambar : Nu Online)

Tips Medsos, Jangan Fokus Viral, Tapi Opini Bermutu

Menurutnya, jika netizen NU mempunyai alat yang canggih, tetapi jika tidak memiliki pendapat yang dikemukakan ke publik, maka hanya akan menjadi buih di dalam lautan media sosial.?

"Konten itu menentukan sekali, "katanya.?

Santri An Nur Slawi

Ia juga menganjurkan agar Netizen NU tidak hanya memfokuskan pada viral, melainkan juga kontennya harus baik.

"Konten yang baik akan bertahan lama, dan konten yang isinya maki-maki pada akhirnya akan cepat hilang, "katanya.?

Dari semua itu yang tidak kalah penting, katanya, berproses (membaca, dan belajar). Karena di dalamnya terjadi perang opini. "Dan pendapat yang bermutu akan bertahan lama," katanya. (Husni Sahal)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Nasional Santri An Nur Slawi

Sabtu, 19 April 2008

Habib Luthfi Pimpin Apel Akbar Banser di Brebes

Brebes, Santri An Nur Slawi. Rais Am Jamiyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya (31/1) memimpin Apel Akbar Banser Kabupaten Brebes. Apel digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-91 Nahdlatul Ulama.

Kepada Santri An Nur Slawi, Komandan Satuan Kordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Brebes Moh Ikhwan HMS menjelaskan, apel digelar pukul 14.00 WIB sampai selesai di Islamic Center Jalan Yos Sudarso Brebes.?

Habib Luthfi Pimpin Apel Akbar Banser di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Pimpin Apel Akbar Banser di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi Pimpin Apel Akbar Banser di Brebes

Menurut Ikhwan, Apel diikuti lebih kurang 5000 Banser perwakilan dari Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal. "Meskipun Brebes memiliki lebih dari 10.000 Banser, tapi mengingat tempat dan keterbatasan jumlah peserta hanya mengirimkan sekitar 2000 anggota.

Habib Luthfi yang telah mendapat predikat Jenderal Banser tersebut, juga akan menyampaikan mauidlatul khasanah dan penguatan ideologi Pancasila dan NKRI. Akan hadir Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono dan Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi.

Apel ini, lanjut Ikhwan, sekaligus sebagai Apel kesetiaan terhadap NKRI sebagai upaya menolak keras aliran radikal yang berusaha mengobok-obok NKRI, khususnya di wilayah Kabupaten Brebes. “Banser harus menjadi garda terdepan untuk tetap tegaknya NKRI, NKRI harga mati,” tegasnya.

Santri An Nur Slawi

?

Ikhwan mengajak kepada seluruh Satkoryon mengkoordinasikan semua pasukannya. Apel ini harus dilakukan secara ikhlas tanpa paksaan, dan bagi Banser yang belum punya seragam PDH/PDL, boleh memakai Baju Ansor atau Kaos Diklatsar Peci hitam dan Celana Hitam.

Sementara Kasatkoryon Banser Ketanggungan Ahmad Fauzan menambahkan, Banser Ketanggungan akan start dari Masjid Agung Izzul Islam-Ketanggungan usai Sholat Dzuhur berjamaah dengan berkonvoi ke Islamic Center Brebes.

Santri An Nur Slawi

Kasatkorcab Banser Kota Tegal Trinanda Aji menyatakan siap mengirim pasukan ke Brebes sesuai yang dijadwalkan. Apel juga akan dihadiri Plt Bupati Brebes Budi Wibowo, Forkopimda Kabupaten Brebes dan undangan lainnya. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Anti Hoax Santri An Nur Slawi

Kamis, 28 Februari 2008

MTQ Nasional Ke-26 di NTB Diikuti 1200 Peserta

Mataram, Santri An Nur Slawi. Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXVI di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) akan berlangsung 27 Juli-7 Agustus 2016. Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Muchtar Ali mencatat bahwa gelaran dua tahunan ini akan diikuti sedikitnya oleh 1.200 peserta dari 34 Provinsi di Indonesia.

“Mereka adalah para peserta yang telah lolos tahapan verifikasi dan karenanya akan mengikuti ajang nasional yang akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada Sabtu (30/07) mendatang,” tegas Muchtar Ali, Rabu (27/7) dalam siaran pers Kemenag RI. Adapun total peserta yang mendaftar berjumlah 1.303, namun 103 di antaranya tidak lolos administrasi.

MTQ Nasional Ke-26 di NTB Diikuti 1200 Peserta (Sumber Gambar : Nu Online)
MTQ Nasional Ke-26 di NTB Diikuti 1200 Peserta (Sumber Gambar : Nu Online)

MTQ Nasional Ke-26 di NTB Diikuti 1200 Peserta

Untuk mempermudah akses publik terhadap profil peserta, Kementerian Agama menggunakan e-MTQ. Aplikasi yang baru pertama kali digunakan pada gelaran MTQN kali ini dapat diakses melalui website https://simpenais.kemenag.go.id/mtq.

Melalui aplikasi ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mengenal para peserta MTQN XXVI di Mataram. Sebab, aplikasi ini menyajikan data peserta mencakup nama, NIK, usia, cabang lomba yang diikuti, berikut fotonya. “Jika ditemukan data peserta yang tidak valid, masyarakat dapat menyampaikan informasi melalui email: simpenais@kemenag.go.id. Seluruh aduan harus dilengkapi dengan data pendukung yang otentik,” terang Muchtar Ali.

Santri An Nur Slawi

“e-MTQ dapat diakses publik secara luas. Sesuai arahan Menteri Agama dalam Rakornas MTQN XXVI, Selasa (31/5) lalu, e-MTQ diharapkan dapat memfasilitasi publik untuk ikut berpartisipasi aktif dalam gelaran MTQN yang transparan dan akuntabel,” tambahnya.

Seluruh peserta akan mengikuti MTQ XXVI yang terbagi dalam 7 cabang dan 18 golongan musabaqah. ? Ketujuh cabang tersebut adalah Tilawah Al Quran, Hifzh Al Quran, Tafsir Al Quran, Fahm Al Quran, Syarh Al Quran, Khath Al Quran, dan Menulis Makalah Ilmiah Al Quran (M2IQ).?

Adapun 18 golongan lomba terdiri dari: enam golongan cabang tilawah Al-Quran (dewasa, remaja, anak-anak, tartil, cacat netra, serta qiraah sab’ah); lima golongan cabang Hifzh Al Quran (1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz, dan 30 juz); tiga golongan cabang Tafsir Al Quran (Bahasa Indonesia, Bahasa arab, dan Bahasa Inggris), serta empat golongan cabang Khath Al Quran (naskah, hiasan mushaf, dekorasi, dan kontemporer). "Masing-masing golongan terbagi dalam kelompok putera dan puteri," kata Muchtar.

Santri An Nur Slawi

Selain 1.200 peserta dan para pendamping kontingen, lanjut Muchtar, berdasarkan data resmi dari panitia MTQN pusat, diperkirakan sebanyak 5.000 orang akan ikut hadir guna memeriahkan pulau berjuluk 1.000 Masjid ini.

Menurut Muchtar, sebagai media syiar Islam dan instrumen memperkuat persaudaraan sebangsa dan setanah air, sudah semestinya masyarakat terlibat, baik langsung maupun tidak langsung. Guna mengoptimalkan partisipasi masyarakat, Kementerian Agama dan Kementerian Komunikasi dan Informatika juga menjalin kerjasama publikasi penyelenggaraan MTQN XXVI. “Kerjasama ini bertujuan agar masyarakat luas dapat mengakses berbagai informasi terkait MTQN dan hal-hal lainnya,” tandasnya.

Penyelenggaraan MTQN XXVI ini juga akan disiarkan langsung melalui livestreaming dari semua venue. Masyarakat yang ingin melihatnya dapat mengaksesnya melalui website http://www.mtqn26ntb.com.

Info lengkap terkait daftar nama peserta MTQN XXVI tahun 2016 bisa diakses pada tautan berikut: http://bimasislam.kemenag.go.id/uploads/files/nama-nama-peserta-mtqn.pdf. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Amalan Santri An Nur Slawi