Minggu, 30 Juli 2017

Keluarga Sakinah Dibangun dengan Perencanaan yang Baik

Depok, Santri An Nur Slawi?

Setiap orang mendambakan memiliki keluarga sakinah dalam kehidupannya. Salah satu titik penting dalam keberadaan keluarga yang sakinah adalah kecukupan ekonomi. Jika perekonomian keluarga tidak tercukupi, maka akan banyak sekali persoalan yang mengemuka.?

Lalu bagaimana agar kondisi ekonomi tercukupi dengan baik. Di sinilah pentingnya aspek perencanaan dan pengelolaan keuangan yang baik dengan menyesuaikan antara pendapatan dan pengeluaran, serta tidak lupa selalu menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan, berapapun jumlahnya. Demikian inti materi dari Workshop Perencanaan Keuangan Keluarga Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PBNU-Pegadaian di Ponpes Al Hamidiyah, (12/11).

Keluarga Sakinah Dibangun dengan Perencanaan yang Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga Sakinah Dibangun dengan Perencanaan yang Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga Sakinah Dibangun dengan Perencanaan yang Baik

Ketua PCNU Kota Depok KH Raden Salamun dalam pembukaan acara tersebut menjelaskan pentingnya perencanaan, al insanu bi tafkiir wallahu bi tadbiir ? yang artinya manusia dengan perencanaannya dan Allah dengan ketentuannya, “Yang direncanakan saja kadang bisa gagal apalagi yang tidak direncanakan,” katanya.

Mulyono dari PT Pegadaian menjelaskan dalam kerjasama dengan LKKNU ini sudah dilakukan 3 kali training dan 3 kali workshop yang masing-masing pesertanya 60 orang sehingga sudah tercetak 180 orang trainer/fasilitator dan 180 orang teredukasi perencanaan keuangan dan pengenalan model investasi serta institusi jasa keuangan. Mereka diharapkan dalam menyebarluaskan ilmu perencanaan keuangan tersebut kepada warga NU lainnya.?

Santri An Nur Slawi

Terkait dengan produk investasi untuk mengelola dana guna menjamin kehidupan di masa depan, PT Pegadaian saat ini sudah memiliki sejumlah produk yang bisa dimanfaatkan seperti Pembiayaan Gadai Syariah maupun murabahah/jual beli emas sebagai sarana investasi. Membeli emas di Pegadaian bisa secara ? tunai, kredit, maupun melalui tabungan emas.?

Selain itu Mulyono juga memperkenalkan produk Pegadaian Syariah yaiti Arrum Haji, yaitu pembiayaan porsi haji dengan rahn (gadai) emas seberat 15 gram bekerjasama dengan bank-bank syariah.

Hadir dalam pembukaan workshop Rais Syuriyah PCNU Kota Depok KH Zainuddin Maksum Ali, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Depok KH Raden Salamun, Pengurus PP Al Hamidiyah KH Ahmad Zarkasyi. Sementara itu fasilitator dari LKK PBNU Alissa Wahid dan Pemateri dari Pegadaian Mulyono. (Mukafi Niam)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Sholawat Santri An Nur Slawi

PBNU: Maarif Harus Perkuat Madrasah dan Sekolah Unggulan

Semarang, Santri An Nur Slawi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta Lembaga Pendidikan Maarif NU terus melakukan konsolidasi dalam rangka mengembangkan madrasah dan sekolah menjadi lebih baik dan bermutu. Dengan demikian, Maarif NU? akan mampu mendorong anak didik menjadi pribadi berkarakter.

PBNU: Maarif Harus Perkuat Madrasah dan Sekolah Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Maarif Harus Perkuat Madrasah dan Sekolah Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Maarif Harus Perkuat Madrasah dan Sekolah Unggulan

Ketua PBNU H Hanief Saha Ghofur menyampaikan hal itu dalam acara pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Satuan Komunitas (Sako) Pramuka dan Raker Pimpinan Pusat LP Maarif NU di Pondok Pesantren al-Ittihad Poncol, Kecamatan Beringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (31/10).

Hanief mengatakan, tugas LP Maarif NU adalah mengembangkan madrasah dan sekolah supaya menjadi pilar pendidikan NU yang paling kuat. Ke depan, imbuhnya, lembaga pendidikan NU harus lebih kuat dan lebih baik

Santri An Nur Slawi

"PBNU telah merencanakan dan mendesain road map madrasah unggulan dan bermutu seperti amanat Muktamar NU di Jombang kemarin. Namun, semua ini keberhasilannya bergantung pada Maarif, bagaimana supaya kelembagaan, madrasah dan sekolah NU menjadi kuat," tandasnya.

Santri An Nur Slawi

Di depan ratusan peserta dan tamu undangan, Hanief mengutarakan, untuk memperkuat madrasah harus dilakukan upaya peningkatan mutu, penguatan kelembagaan, sumber daya manusia, dan daya dukung kapasitas pendidikan.

?

"Menjadi madrasah bermutu harus didukung sistem dan manajemen yang baik dan tertib serta siap berkompetisi atau bersaing dengan yang lain," ujarnya.

?

Ia menambahkan, PBNU akan terus mengawal dengan meningkatkan mutu warganya melalui pendidikan. Karena salah satu indikator keberhasilan program PBNU adalah tercapaianya peningkatan mutu madrasah/sekolah ungulan baik yang bertaraf nasional maupun internasional.

"Kita patut berbangga, orang lain orang lain mengakui madrasah-sekolah kita bermutu. Dan,? itulah puncak dari seluruh keberhasilan pendidikan NU," tandas Hanief.

Kegiatan PP LP Maarif yang berlangsung selama dua hari Sabtu-Ahad (31/10-1/11) ini memiliki dua agenda yakni Rapat kerja lembaga Maarif dan Rakernas Satuan Komunitas Pramuka Maarif. Hadir dalam pembukaan, Rais PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh, Ketua PP LP Maarif HZ Arifin Junaidi, dan peserta rakernas Sako Pramuka serta ratusan tamu undangan lainnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Budaya Santri An Nur Slawi

Kamis, 27 Juli 2017

Omelan Gunung Jangkung

Oleh Gatot Arifianto

bukti dan bakti masihlah fiksi

tiadakah nyala nyali

Omelan Gunung Jangkung (Sumber Gambar : Nu Online)
Omelan Gunung Jangkung (Sumber Gambar : Nu Online)

Omelan Gunung Jangkung

yang berani berlari mengibarkan al ashr

dan? ar ra’d 11 di puncak ini?

Santri An Nur Slawi

banci!

Santri An Nur Slawi

gununggunung jangkung yang kesal dalam sepi

menggumamkan benci

dari do hingga si

apa yang dikekalkan siput hanyalah fantasi

berkalikali gagal melepas cangkang imaji

Netrahyahimsa Institute, 24 Agustus 2016



Manifesto Kendeng



siapa berdendang riang saat sumur disergap kemarau panjang

atau ketika galon kerontang?

kematian tiba di dekat laut bering lantaran kompetisi dan dehidrasi

barangkali hanyalah fantasi professor evolusi genetik dari swedia

tapi biarlah kami anakanak negeri agraris belajar percaya

kisah gajah purba yang berakhir dengan rongkong ringkai

bukan omong kosong atau janji politisi yang rajin membuat sakit hati

- nandur pari thukul pari, ngundhuh pari. becik ketitik ala ketara -

persahabatan biji tanah basah memberi gizi tumbuh kami

barangkali hanyalah keajaiban tak pernah singgah silaturahmi

pada kehidupan tanpa lasah kalian yang asing

dengan mars slankers atau ketawang ibu pertiwi

tapi biarlah kami anakanak negeri agraris

menggembargemborkan gembur dan meyakini

air tak boleh dijarah dari sawah

alam tak boleh alum oleh aum kapitalis!

kami menolak jadi mammoth

yang tamat seperti pesakitan dipaksa menerima garrote

entah dengan kalian yang terpelajar

tapi tak pintar menghormati bumi

semisal sumarmi kayen pati meneguhkan hati

mengolah sampah jadi penghidupan

ketimbang menggali kuburan bagi anakanak negeri

Netrahyahimsa Institute, 6 Agustus 2016



Menonton Digong



gulungan ombak meski dilewati dengan membunuh ketakutan sejak do!

setenang penakluk siargao, maut berselancar dari davao

sembari mendendangkan lupang hinirang dengan gairah algojo

“terkecuali memilih karam. geming dan celoteh aktivis

hanya memberi peluang manis gelombang toksin

menghempas masa depan dengan bengis.

candu bukan canda! adakah kebaikan sehingga negara harus berpaling

mengamini mufakat gelap pejabat dan bandar dalam senyap?

tak! itulah kejahatan keji yang meski disikapi

dengan bagak, dengan galak, dengan tembak!”

ikan dan air tak punya kesanggupan menghindari beku dalam kulkas

gelegas kematian adalah niscaya seperti akhir bandit tajir di nusakambangan

yang sepi dari teman berbagi rezeki dan bendera setengah tiang

Netrahyahimsa Institute, 8 Agustus 2016





Penulis adalah warga NU. Sejumlah tulisannya dibukukan dalam buku, Merajut Jurnalisme Damai di Lampung, Aliansi Jurnalis Independen Bandar Lampung, 2012. Menelisik Korupsi Anggaran Publik 2013, Aliansi Jurnalis Independen Indonesia. NU Mengawal Perubahan Zaman, Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) PWNU Lampung, 2015. Bergiat di Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan SIEJ (The Society of Indonesian Environmental Journalists)



Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Doa, Kyai, Anti Hoax Santri An Nur Slawi

Rabu, 26 Juli 2017

Kesenian Jaran Kepang Ramaikan Lebaran Ketupat

Karanganyar, Santri An Nur Slawi. Warga desa Mojo kecamatan Mojogedang kabupaten Karanganyar tampak berdesak-desakan memenuhi jalan desa dalam rangka merayakan lebaran ketupat, Sabtu (2/8). Mereka berkerumun menyaksikan atraksi tarian kuda lumping yang tengah kesurupan.

Menurut penuturan salah satu warga setempat Karni, kesenian jaran kepang boleh dibilang sudah menjadi kesenian khas yang dihadirkan pada saat lebaran ketupat seperti ini.

Kesenian Jaran Kepang Ramaikan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesenian Jaran Kepang Ramaikan Lebaran Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesenian Jaran Kepang Ramaikan Lebaran Ketupat

“Biasanya selain pada momen lebaran ketupat tarian kuda lumping juga dimainkan pada saat bersih desa,” kata Karni menerangkan waktu pagelaran kuda lumping kepada Santri An Nur Slawi, Sabtu (2/8).

Santri An Nur Slawi

Bagi warga di sini, lanjut Karni, kesenian jaran kepang adalah tontonan yang sudah membudaya. “Jadi kalau ada atau mendengar ada jaran kepang biasanya warga daerah lain juga ikut berbondong-bondong menyaksikannya, dan itu sudah menjadi tradisi sejak jaman dulu.”

Santri An Nur Slawi

Sementara di jalan desa tampak beberapa orang menari dengan menunggang jaran kepang. Satu dari mereka yang mengenakan topeng berputar-putar mengelilingi para penari. Semakin lama, musik khas Jawa yang awalnya terdengar mendayu-dayu berubah tempo semakin cepat.

Salah seorang di antaranya mengentakkan cambuk. Sejak itu pemakai topeng yang kesurupan tidak segan-segan mengejar penonton. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Cerita Santri An Nur Slawi

Senin, 24 Juli 2017

Nasihat “Fushulul Ilmiyyah” dalam Lailatul Ijtima NU Binong

Subang, Santri An Nur Slawi. Orang-orang yang sudah sampai ke tingkat makrifatullah dan mengetahui tentang hakikat, seluruh perhatiannya dikerahkan untuk memperbaiki konsep keimanan, keyakinan dan mengokohkan keduanya.

Nasihat “Fushulul Ilmiyyah” dalam Lailatul Ijtima NU Binong (Sumber Gambar : Nu Online)
Nasihat “Fushulul Ilmiyyah” dalam Lailatul Ijtima NU Binong (Sumber Gambar : Nu Online)

Nasihat “Fushulul Ilmiyyah” dalam Lailatul Ijtima NU Binong

Berbeda dengan orang-orang yang lalai, seluruh perhatian mereka bertumpu pada masalah-masalah yang berkaitan dengan kehidupan dunia, harta, makanan, pakaian, kawin, mengumpulkan harta, dan sarana-sarana yang dapat memudahkan kelezatan dan hawa nafsu

Demikian diantara isi Kitab Fushulul ilmiyah yang disampaikan Kiai Tijani Kacung, Pengurus Ranting Karangsari yang juga Dosen Universitas Subang ini, dalam acara Lailatul Ijtima’ MWCNU Binong di Masjid Jami Al-Barokah Desa Karangsari, Kecamatan Binong, Subang, Sabtu malam (29/03).

Kitab Fushulul Ilmiyah Karangan Habib Abdullah bin Alwi Al-Hadad ini, menggantikan Kitab Hujjah Ahlus Sunnah wal Jamaah Karangan KH. Ali Maksum, yang sudah khatam dibacakan selama Lailatul Ijtima selama 4 tahun terakhir.

Santri An Nur Slawi

Wakil Rais Syuriyah MWCU Binong, K. Abdul Hadi Mutholib, dalam sambutannya bahwa Kiitab Fushulul Ilmiyah ini berisi pokok-pokok ilmu hikmah yyang penting untuk diketahui oleh para nahdliyyin, bukan hanya orang tua tapi anak mudanya juga supaya mengenal ilmu tentang hakekat dan orang-orang yang menempuh jalan ma’rifat.

Kepala Desa Karangsari Dasim Somantri, S.E.  atas nama tuan rumah dalam sambutannya, menyambut baik acara ini serta mengharapkan agar warga NU dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan dan senantiasa menjaga kebersamaan dalam menghadapi Pemilu Legislatif 9 April nanti.

Lailatul Ijtima diawali dengan Tawasul oleh Ust. Soleh, Setelah pembacaan Kitab, ada tanya jawab Bahtsul Masail yang dipandu oleh K. Muhammad Ilyas dengan Mushohih K. Basuni Zakaria, Wakil Rais PCNU Subang. Diakhiri Doa penutup oleh Ketua DKM Masjid Jami Al-barokah, Ust. H.M. surya. (Ali Imran/Anam)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pertandingan, Halaqoh Santri An Nur Slawi

Wabup Jombang Beri Santunan Ratusan Anak Yatim

Jombang, Santri An Nur Slawi

Ratusan anak yatim yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas Jombang menerima santunan dari wakil bupati setempat. Kegiatan juga dipungkasi dengan buka puasa yang diikuti sejumlah guru dan ratusan siswa dari Madrasah Aliyah KH Abdul Wahab Chasbulloh (MAUWH).

Wabup Jombang Beri Santunan Ratusan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabup Jombang Beri Santunan Ratusan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Wabup Jombang Beri Santunan Ratusan Anak Yatim

"Menjadi anak yatim jangan sampai minder," kata Wakil Bupati Jombang, Nyai Hj Mundjidah Wahab, Ahad (18/6). Kalau ada kemauan dan semangat, bisa sekolah dan mondok dengan tanpa biaya, lanjut Ketua PC Muslimat NU Jombang ini.

Baginya, pesantren dan sejumlah madrasah memberikan kemudahan kepada siapa saja para fakir miskin? dan anak yatim untuk dapat mengenyam pendidikan secara layak. "Asalkan memiliki semangat dan sungguh-sungguh, pasti akan diterima dengan baik. Jangan memikirkan biaya," katanya.

Santri An Nur Slawi

Layanan keringanan, bahkan dibebaskan dari biaya pendidikan adalah sebagai komitmen pesantren dan madrasah kepada kalangan kurang mampu. "Apalagi yang bersangkutan adalah tetangga sekitar, wajib kita bantu," kata Pengasuh Pesantren Putri Lathifiyah II PPBU tersebut.

Santri An Nur Slawi

Kegiatan memberikan santunan kepada anak yatim ini adalah tradisi tahunan di MAUWH. "Alhamdulillah tahun ini ada ratusan penerima, dari sebelumnya hanya lima puluh anak," kata Nyai Mundjidah, sapaan akrabnya. Ia pun berupaya agar jumlah penerima santunan tahun depan bisa ditambah, lanjutnya.

Sebelum penyerahan santunan, kegiatan diawali dengan pembacaan yasin dan tahlil. Para guru, murid dan tetangga memadati halaman sekolah yang berada di kawasan PPBU tersebut. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Nahdlatul Ulama, Sejarah, IMNU Santri An Nur Slawi

Minggu, 23 Juli 2017

Ketika Imam al-Mawardi Membela Imam Muzani dari "Haters"

Imam al-Muzani (175-264 H) merupakan santri langsung dari Imam Al-Syafii. Imam Syafii menyebutnya sebagai "pembela mazhabku". Beliau menuliskan kitab Mukhtashar yang tersebar luas sebagai panduan ringkas memahami mazhab Syafii. Setelah menulis Bismillahirrahmanirrahim, Imam Muzani memulai kitabnya dengan kalimat

? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ?

Ketika Imam al-Mawardi Membela Imam Muzani dari Haters (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Imam al-Mawardi Membela Imam Muzani dari Haters (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Imam al-Mawardi Membela Imam Muzani dari "Haters"

Kalimat di atas bermakna penegasan bahwa apa yang dia tulis dalam satu jilid kitab ini hanyalah merupakan ringkasan dari apa yang beliau pelajari dari Imam Syafii.

Santri An Nur Slawi

Ini adalah tawadhu seorang santri kepada sang kiai.

Seratus tahun kemudian, seorang ulama terkenal dari Mazhab Syafii yang bernama al-Mawardi (362-448 H) menulis kitab al-Hawi al-Kabir berisikan 20 jilid yang memberi syarh (penjelasan) atas kitab Mukhtashar Muzani. Imam al-Mawardi ini seorang Ketua Mahkamah Agung yang menulis kitab tafsir al-Nukat wa al-Uyun dan tentu saja yang sangat terkenal yaitu kitab al-Ahkam al-Sulthaniyah.

Imam al-Mawardi memulai kitab al-Hawi al-Kabir dengan menuliskan lafaz basmalah, kemudian doa "Allahumma yassir wa ain Ya Karim" kemudian mengucapkan hamdalah. Setelah itu beliau mencantumkan pembelaan dari mereka yang menyerang Imam Muzani. Apa pasal?

Santri An Nur Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? ? -? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? .

Rupanya menurut para "haters" --meminjam istilah yang tren di medsos saat ini-- mengapa Imam Muzani tidak memulai kitab Mukhtashar dengan kalimat hamdalah padahal menurut satu riwayat Hadis Nabi dari Auzai: "semua perkerjaan penting yang tidak dimulai dengan Alhamdulillah akan terputus (dari rahmat Allah)."

Sisi tawadhu Imam Muzani dalam kalimat pembuka kitabnya justru dipersoalkan. "Haters" telah memelintirnya dengan menganggap kitab ini tidak barakah. Ketimbang mengulas isi kitabnya, mereka malah menyerang kalimat pembukanya. Di sinilah Imam al-Mawardi membela Imam al-Muzani dengan memberikan lima jawaban.

Pertama, kalau pertanyaan kepada Imam Muzani itu merupakan pekerjaan penting, mengapa pula yang bertanya tidak memulainya dengan hamdalah, dan kalau tidak penting mengapa pula harus dibahas?!

Kedua, meninggalkan hamdalah itu keliru, tapi Imam Muzani tidak keliru karena beliau hanya tidak menuliskan lafaznya saja di awal kitab, bukan berarti meninggalkan puji-pujian kepada Allah sama sekali. Imam Muzani bahkan shalat dua rakaat setiap selesai menulis satu bab --indikasi Imam Muzani tidak melupakan koneksi dengan Allah.

Ketiga, lafaz hamdalah tidak ditulis di awal kitab, tetapi tetap ditulis oleh Imam Muzani dalam bagian lain kitabnya. Beliau menulis: "Alhamdulillahilladzi la syarika lahu, alladzi huwa kama washafa wa fawqa ma yasfihu bihi khalquh...."

Keempat, menurut Imam al-Mawardi yang dimaksud mengucapkan hamdalah itu intinya adalah mengingat Allah, dan ini sudah terwakili oleh Imam Muzani ketika memulai kitabnya dengan Bismillahirrahmanirrahim.

Kelima, konteks Hadis memulai dengan hamdalah itu adalah saat berkhutbah, bukan menulis kitab. Kalau diartikan harus memulai dengan hamdalah di semua hal maka menurut Imam Mawardi wahyu pertama yang Nabi Muhammad terima saja ayat Iqra bukan dimulai dengan hamdalah. Apa mungkin kemudian antara ucapan dan perbuatan Nabi saling bertentangan dan apa berani kita mengatakan al-Quran itu terputus dari rahmat Allah karena ayat pertamanya bukan diawali dengan hamdalah? Dan lagipula kalau benar yang tidak memulai hamdalah pada kitabnya akan terputus dari rahmatNya, nyatanya kitab yang ditulis Imam Muzani ini sangat terkenal dan bermanfaat dibanding yang lainnya.

Demikian pembelaan Imam al-Mawardi. Saya hendak menambahi bahwa serangan semacam itu bukan hanya dialami Imam Muzani tapi juga dialami oleh Imam Bukhari. Dalam Kitab Fathul Bari yang men-syarh kitab Shahih Bukhari dikupas bagaimana Imam Bukhari yang memulai kitabnya dengan menulis Bismillahirrahmanirrahim mendapat serangan dari pihak lain. Mereka mempersoalkan kenapa tidak memulainya dengan hamdalah. Ibn Hajar kemudian memberikan pembelaannya terhadap Imam Bukhari.

Kembali kepada serangan terhadap Imam Muzani, pertanyaannya siapa sih yang mengkritik beliau soal hamdalah ini? Imam Mawardi menyebut beberapa nama di antaranya al-Nahrumani dan al-Maghribi. Jelas ini hanya nickname bukan nama lengkap. Jadi siapa para "haters" itu? Mungkin pada masa Imam al-Mawardi kedua panggilan ini sudah mafhum diketahui. Tapi kita yang hidup 900 tahun kemudian tentu bertanya-tanya.

Pelacakan saya untuk al-Nahrumani itu boleh jadi nama lengkapnya Najmuddin Muhammad al-Shalihi al-Nahrumani, yang merupakan Ulama mazhab Hanbali. Bagaimana dengan al-Maghribi? Kemusykilannya biasanya kitab-kitab mazhab Syafii menyebut al-Maghribi itu kepada Ibn Hazm al-Andalusi dari mazhab Zhahiri. Ada kemungkinan yang dimaksud al-Maghribi dalam kitab al-Mawardi ini adalah al-Husain bin Ali bin al-Husain al-Wazir Abul Qasim yang wafat tahun 418 H sebelum masanya al-Mawardi. Benar atau tidaknya, ya meneketehe lah hehe...

Nah, pelajaran penting: dunia pengetahuan hanya akan mengenang mereka yang berkarya. Para "haters" yang biasanya hanya mengkritik dan tidak melahirkan karya penting dan berkualitas mereka akan dilupakan sejarah. Ratusan tahun kemudian anak cucu kita akan kesulitan melacak siapa mereka. Karena itu jangan hiraukan "haters", teruslah kita produktif berkarya dan sejarah akan mencatat karya dan pengabdian kita. Insya Allah!

Nadirsyah Hosen, Rais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School



Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi IMNU Santri An Nur Slawi

Sabtu, 22 Juli 2017

Hukum Homoseks Menurut Kiai Sahal Mahfudh

Tanya:

Begini Kiai, saya mempunyai permasalahan dalam orientasi seks yang mempunyai ketertarikan pada sesama jenis. Saya tidak tahu apa penyebabnya, demikian pula saya tidak berdaya bahkan rasanya mustahil mengubah perilaku negatif tersebut. Bagaimana posisi saya (homoseks) dipandang dari perspektif syariat Islam dan bagaimana langkah terbaik yang harus saya tempuh dlm mengarungi kehidupan dunia ini terutama tentang pernikahan?

(Ubaidillah F, Purworejo)

Hukum Homoseks Menurut Kiai Sahal Mahfudh (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Homoseks Menurut Kiai Sahal Mahfudh (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Homoseks Menurut Kiai Sahal Mahfudh

Jawab: 

Homoseks sering dimaknai sebagai hubungan seks antara sesama laki-laki baik dengan cara memasukkan alat kelamin ke dalam dubur atau anus sejenisnya. Perilaku ini disebut liwath atau dlm istilah medis dinamakan anal seks. Cara lain dpt jg dengan memasukkan alat kelamin di antara dua pangkal paha sejenisnya yang disebut mufakhadzah.

Terhadap hubungan seks antara sesama laki-laki dengan cara liwath maupun mufakhadzah, para ulama sepakat bhw hukumnya haram bahkan dianggap sebagai perilaku yang sangat menjijikkan, keji, dan melebihi hewan. Karena hewan saja tidak melakukan hal seperti itu. 

Santri An Nur Slawi

Dalam menentukan sanksinya, ada 3 (tiga) pendapat, Imam Malik dan Imam Ahmad Ibn Hanbal memberikan sanksi dibunuh, baik yang mengerjai maupun yang dikerjai dengan alasan hadits riwayat Imam Lima (Imam Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah, Nasai). 

Selain adanya nash: 

Santri An Nur Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Bila kalian menemukan seseorang mengerjakan pekerjaan kaum Luth (homoseks), maka bunuhlah yang mengerjai dan dikerjai." (HR. Abu Daud, Nasai, dan Ibn Majah).

Golongan As-Syafiiyah berpendapat bahwa sanksi pelaku tercela itu sama dengan hukum zina berdasar hadits:

? ? ? ? ? ?

Artinya: "Apabila ada laki-laki menyetubuhi sesama laki-laki, maka keduanya adalah berzina."

Pendapat ketiga, golongan Hanifiyah berpendapat bahwa hal itu tidak sama dengan zina. Karena itu, maka sanksinya cukup dengan tazir (hukuman yang dapat menjadikan orang jera).

Pada dasarnya para ulama yang berpendapat bhw haram melakukan hubungan seks antara sesama laki-laki atau yang tidak lazim dan tidak wajar, adalah bertolak dari firman Allah sebagai berikut: 

 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela." (QS. Al-Mukminun: 5-6)

Kebutuhan biologis manusia berupa kepuasan seks, dalam syariat Islam bukan sekadar watak manusia yang tanpa makna. Karena manusia hidup totalitas sebagai makhluk individu dan makhluk sosial yang diciptakan Allah lebih sempurna dan mulia.

Memang, manusia sulit untuk tidak memenuhi seksnya, namun pemenuhan itu tidaklah kemudian dilakukan secara bebas yang absolut, tetapi ada batas-batas tertentu yang secara normatif disetujui oleh masyarakat lingkungannya maupun ajaran agama yang ia yakini kebenarannya. Karena bila tidak demikian mk ia akan kehilangan kesempurnaannya dan kemuliaan, yang pada gilirannya jg akan menghilangkan identitas dirinya. Kebebasan hubungan seksual yang absolut, disadari atau maupun tidak akan mengakibatkan perilaku yang tidak normatif dari sudut pandang sosial maupun agama. Akibatnya timbul kerusakan moral dan kehormatan yang tidak mustahil juga kerusakan jasmani.

Problema yang dihadapi para pelaku homoseks dan pelaku free sex umumnya bukan sekadar hasrat terhadap pemenuhan kebutuhan seks semata, tetapi sudah merupakan perilaku kebiasaan, fantasi, selera, hobi, bahkan watak yang sangat sulit diubah apalagi dlm waktu yang singkat. 

Namun demikian, penyembuhan terhadap permasalahan Anda bukankah hal yang mustahil. Ada banyak hal yang bisa dilakukan sebagai penyembuhan homoseks atau kelainan seks yang lain. Hal itu bisa berlaku secara individual dengan cara memperbanyak ibadah, dzikir, atau aktivitas yang dpt mengurangi pada dorongan seks, semisal tidak bergaul dengan sesama pelaku homoseks. Namun rasanya terapi individual ini relatif sangat sulit karena manusia ktk ia sendirian tetaplah manusia, ia akan berperilaku sesuai dengan dorongan psikis pribadinya. Saya yakin semua orang tahu bhw homoseks adalah perilaku seks yang tidak sehat dan keliru tetapi kadang orang tidak kuasa untuk mengendalikannya. Apalagi ktk nafsu seksual sdh begitu menguasai dirinya, orang seringkali kehilangan kontrol. Oleh karena itu, terapi individual ini tidak bisa tidak harus didukung oleh niatan serta tekad yang kuat untuk sembuh, kesabaran, sekaligus disiplin yang tinggi.

Tipis kemungkinan orang dapat sembuh dari kelainan psikis seks ini dengan sendirinya, karena itu tidak ada salahnya usaha penyembuhan itu juga melibatkan orang lain, seperti menikah misalnya. Karena dengan demikian akan ada interaksi dengan sang istri yang tidak menutup kemungkinan akan bisa memberikan kontribusi besar pada Anda, setidak-tidaknya memberikan penyaluran seks yang sehat, atau bergaul dengan pribadi-pribadi atau komunitas masyarakat yang memperhatikan norma-norma sosial serta agama dengan baik yang tidak membenarkan adanya homoseks atau aktivitas free sex yang lain. Bila memungkinkan, mintalah bantuan dari psikiater.

Diambil dari KH MA Sahal Mahfudh, Dialog dengan Kiai Sahal Mahfudh, Solusi Problematika Umat, 2003 (Surabaya: Penerbit Ampel Suci dan LTNNU Jawa Timur), halaman 302-307.

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Syariah, Ahlussunnah Santri An Nur Slawi

Jumat, 21 Juli 2017

Sistem Politik Neoliberal Jerat Orang Tua hingga Pemuda Korupsi

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Sistem politik Neoliberal yang berkembang kini menjerat hampir semua kalangan dalam kejahatan korupsi. Dalam meraih, mempertahankan kekuasaan, mengamankan posisi, atau untuk sejumlah kepentingan, orang tua bahkan pemuda tidak segan menggunakan cara kotor itu.

Sistem Politik Neoliberal Jerat Orang Tua hingga Pemuda Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sistem Politik Neoliberal Jerat Orang Tua hingga Pemuda Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sistem Politik Neoliberal Jerat Orang Tua hingga Pemuda Korupsi

Demikian dikatakan Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H As‘ad Said Ali pada Refleksi Akhir Tahun Politik Kebangsaan di kantor ICIS, Jakarta, Kamis (12/12).

“Sistem politik saat ini telah melahirkan banyak koruptor,” As‘ad.

Santri An Nur Slawi

Mekanisme pemilihan umum, tambah As‘ad, amburadul. Demokrasi Neoliberal yang materialistis dan pragmatis menciptakan ketergantungan pemilihan umum pada modal. Ketergantungan seperti membuka lebar pintu kejahatan korupsi.

Money politik secara sistemik meluas di masyarakat. Mulai dari aparat negara yang bermain uang sampai anak muda zaman sekarang banyak yang korupsi,” tegasnya.

Santri An Nur Slawi

Dalam pemilu mendatang, perangkat informasi dan teknologi juga dapat dimainkan untuk melakukan kecurangan. Karenanya, DPT harus menjadi perhatian awal untuk menghindari kecurangan atau manipulasi data, imbuh As‘ad.

Selain itu, Asad juga menyoroti konflik dan tumpang tindih kewenangan juga fungsi antara Bawaslu dan KPU. Ia mengimbau pihak terkait untuk menjernihkan persoalan keduanya. (Ahmad Millah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi RMI NU, Pertandingan Santri An Nur Slawi

Selasa, 18 Juli 2017

Sambut Ramdhan, WNI Riyadh Istighotsahan

Riyadh, Santri An Nur Slawi. Warga Negara Indonesia atau TKI yang berdomisili di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, menghadiri istighotsah bersama dengan tema “Tarhib Ramadhan, untuk menjadikan hidup lebih baik bersama bulan suci Ramadhan 1436 H” pada 13 Juni 2015 lalu.

Sambut Ramdhan, WNI Riyadh Istighotsahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Ramdhan, WNI Riyadh Istighotsahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Ramdhan, WNI Riyadh Istighotsahan

Warga Negara Indonesia yang dari berbagai daerah serta dari berbagai macam profesi baik laki maupun perempuan telah memenuhi tempat yang telah disediakan tim pelaksana berkapasitas kurang lebih 250 orang.

Sembari menunggu istighosah dimulai, para jamaah mendengarkan taushiyah yang disampaikan Rais Suriah PCINU Riyadh Ust. Abdul Malik An-Namiri.

Santri An Nur Slawi

Ustadz yang Ketua Forum Silaturrahim Warga Negara Indonesia berpesan untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Swt serta selalu menjaga martabat bangsa indonesia dengan mematuhi peraturan peraturan yang telah ditentukan pemerintah Arab Saudi.

Seusai taushiyah jamaah serentak membaca dzikir dan sholawat yang dipimpin Ust Ahmad Syafawi serta Ust Matruji Abdu Siyam sehingga acara selesai yang ditutup dengan doa bersama yang kemudian diwarnai dengan marawisan Aswaja Banjari Group. (Red: Abdullah Alawi)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Nasional Santri An Nur Slawi

Minggu, 16 Juli 2017

ISNU Berperan Layaknya Kampus

Jombang, Santri An Nur Slawi. Banyaknya lembaga, badan otonom serta lajnah yang dimiliki NU hendaknya dapat berkiprah sesuai harapan. Agar tidak terjadi tumpang tindih dalam berkhidmat, hendaknya ISNU bisa memerankan diri seperti layaknya kampus.

Hal ini seperti disampaikan KH Isrofil Amar saat memberikan sambutan atas nama PCNU Jombang pada Musyawarah Kerja Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Jombang (23/3). “Peran strategis yang dapat diambil oleh ISNU adalah dengan mengoptimalkan peran Tri Dharma Perguruan Tinggi,” katanya.

ISNU Berperan Layaknya Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Berperan Layaknya Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Berperan Layaknya Kampus

Dosen Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang ini menandaskan bahwa dengan kelebihan yang dimiliki, para sanjana diharapkan mampu mengisi peran pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Apalagi diakui bahwa mayoritas umat Islam masih terbelakang dalam hal kesejahteraan ekonomi dan sumber daya manusia. 

Santri An Nur Slawi

Menurut Kiai Isrofil, sapaan akrabnya, mengentaskan dua problem ini saja sudah pekerjaan yang lumayan berat namun mulia. Namun dengan ketersediaan SDM yang dimiliki, Kiai Isrofil optimis peran strategis itu bisa dilakukan oleh ISNU. Bahkan bila komitmen dengan tugas suci tersebut, NU siap untuk bersinergi. 

“PCNU Jombang akan selalu mengikuti dan memback-up kiprah ISNU,” katanya disambut aplaus hadirin.

Santri An Nur Slawi

Sebelumnya, Ketua PC ISNU Jombang Ahmad Athoillah, menandaskan bahwa keberadaan badan otonom ini akan berupaya membangkitkan semangat dalam mengabdi kepada NU dan warga. 

“Karenanya kita ingin bersinergi dengan banyak kalangan, termasuk NU dan birokrasi untuk bisa membantu menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata alumnus pasca sarjana Unair ini.

Gus Aik, sapaan kesehariannya, tidak menampik kalau sumber daya manusia dan ekonomi warga NU masih tertinggal. Karenanya diharapkan keberadaan ISNU mampu mempercepat munculnya insane berkualitas dengan ditopang perkembangan ekonomi yang menggembirakan.

Acara Musker diselenggarakan di Aula Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang. Sedangkan program pokok yang akan menjadi konsentrasi pengurus adalah pemetaan, pengembangan dan penguatan kelembagaan. 

“Selanjutnya adalah optimalisasi peran ISNU dan mobilitas sosial warga, diskusi masalah regional dan kebangsaan serta pengembangan jaringan kerja,” kata Ketua Panitia Musker, Muhammad Hani. 

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Anti Hoax, Pahlawan Santri An Nur Slawi

Jumat, 14 Juli 2017

Paket Wisata Religi di Perkemahan Ma’arif

Jombang, Santri An Nur Slawi. Bulan Juni nanti, diselenggarakan Perkemahan Wirakarya Maarif Nasional (Perwimanas) di Jombang. Di antara yang cukup membedakan dengan perkemahan yang lain adalah disediakannya armada yang akan mengantarkan peserta ke sejumlah makam para wali.

Kepastian ini disampaikan Ketua Pengurus Cabang LP Ma’arif NU Jombang saat ditanya kesiapan pelaksanaan Perwimanas. 

Paket Wisata Religi di Perkemahan Ma’arif (Sumber Gambar : Nu Online)
Paket Wisata Religi di Perkemahan Ma’arif (Sumber Gambar : Nu Online)

Paket Wisata Religi di Perkemahan Ma’arif

“Setiap hari akan disediakan lima bus berukuran besar untuk mengantarkan peserta ke sejumlah situs bersejarah,” kata KH Salmanuddin kepada Santri An Nur Slawi (28/3).

Santri An Nur Slawi

Gus Salaman, sapaan kesehariannya menandaskan lokasi tujuan wisata religi ini antara lain meliputi wilayah Jombang dan Mojokerto. Untuk dua kota ini ada sejumlah pesarean yang dapat dikunjungi. Untuk Jombang ada pemakaman di Pesantren Tebuireng. Seperti diketahui di area pemakan pesantren itu ada KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim serta KH Abdurrahman Wahid atas Gus Dur beserta keluarga besarnya. Demikian juga di Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar ada KH Bisri Sansuri yang juga mantan Rais Aam PBNU. 

“Di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas ada pemakaman KH Abdul Wahab Hasbullah atau Mbah Wahab,” terangnya. 

Santri An Nur Slawi

Para peserta khususnya dari daerah luar Jawa mendapat prioritas untuk mendapatkan paket wisata religi ini secara gratis. Selain tiga makam tersebut juga ada Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan, tempat bersemayamnya KH Romli yang juga pemimpin tariqat di Jombang.

Tidak berhenti sampai di situ, ada juga Makam Sayyid Sulaiman di wilayah Betek Mojoagung. Sedangkan untuk Mojokerto ada Syeikh Jumadil Kubro.

Ziarah ke makam lima wali juga diberikan untuk para peserta. “Kita berharap usai acara perkemahan, para peserta tidak semata mendapatkan materi kepanduan, juga dapat memperkokoh komitmen pada ajaran Aswaja ala NU,” tandas Pengasuh Pesantren Babussalam Kalibening Mojoagung ini.

Perkemahan Perwimanas akan berlangsung pada 24-29/6 di Bumi Perkemahan Babussalam Mojoagung Jombang dengan peserta sekitar empat ribu. Sejumlah kegiatan telah disiapkan demi suksesnya kegiatan ini. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Amalan, Nusantara, Tokoh Santri An Nur Slawi

PCNU Kudus Agendakan Konfercab

Kudus, Santri An Nur Slawi. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kudus mengagedakan konferensi cabang (Konfercab) bulan Desember 2013 mendatang. Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi PCNU sekaligus Halal Bihalal pada acara Lailatul Ijtima di kantor NU Jl Pramuka 20 Kudus, Selasa malam (27/8).

PCNU Kudus Agendakan Konfercab (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kudus Agendakan Konfercab (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kudus Agendakan Konfercab

Ketua PCNU KH Chusnan Ms mengatakan masa periode kepengurusannya akan berakhir pada Oktober 2013 ini sehingga harus merencanakan pelaksanaan konferensi. Tetapi pada bulan itu pihaknya menunaikan ibadah haji, konferensi tidak bisa tepat waktu bulan tersebut melainkan diundur dua bulan tepatnya akhir tahun ini.

“Karena bulan Oktober saya masih di tanah suci, jadi konferensi kita laksanakan bulan Desember supaya persiapannya bisa lebih matang segalanya,” katanya saat memimpin koordinasi pengurus tersebut.

Santri An Nur Slawi

Ia mengajak semua jajaran kepengurusan NU dan badan otonom di semua tingkatan untuk merampungkan semua program-program yang telah direncanakan. Diantaranya, program pengadaan papan nama NU dan banom segera bisa direalisasikan pada akhir tahun ini.

Santri An Nur Slawi

“Kami melihat banyak Pengurus Ranting NU dan banomnya belum memiliki papan nama. Oleh karenanya kami mohon akhir tahun ini papan nama sudah terpasang semua,” tandas KH Chusnan.

Di depan pengurus, lajnah, lembaga dan badan otonom serta MWCNU se-Kudus, KH Chusnan mendorong supaya selalu menumbuhkan semangat berjam’iyyah Nahdlatul Ulama.

“Disamping itu, pengurus diharapkan selalu mendukung dan berpartisipasi aktif terhadap program-program yang digalakkan oleh PCNU Kudus,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, ditetapkan juga wakil ketua H Hadziq ZU sebagai pelaksana tugas PCNU Kudus menggantikan KH Chusnan selama menunaikan ibadah haji yang rencananya berangkat 27 September bersama rombongan KBIHNU.

Hadir juga dalam acara Lailatul Ijtima Rais Syuriyah PCNU KH Ulil Albab Arwani yang menyampaikan hikmah Halal Bihalal.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Halaqoh, Fragmen Santri An Nur Slawi

KH Sahal Mahfudh: Mahasiswa Tak Boleh Sombong

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH MA Sahal Mahfudh mengingatkan kepada para mahasiswa untuk tidak terjebak dengan standar keberhasilan pendidikan beratribut gelar atau angka-angka. Secara hakiki ilmu pengetahuan diperoleh dari Allah, sehingga siapapun tak berhak sombong atas pencapaian pada standar itu.

KH Sahal Mahfudh: Mahasiswa Tak Boleh Sombong (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Sahal Mahfudh: Mahasiswa Tak Boleh Sombong (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Sahal Mahfudh: Mahasiswa Tak Boleh Sombong

Hal itu disampaikan Kiai Sahal saat memberikan tausiyah dalam rangkaian acara pemberian ijazah atau sambungan sanad hadits kepada mahasiswa-mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta, di ruang syuriyah, Gedung PBNU, Jl Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (25/4).

“Pesan saya singkat saja, siapapun yang berhasil menyelesaikan studi, betapapun jumlahnya ilmu, itu Allah yang menentukan. Kita hanya mempunyai standar. Standarnya itu standar angka. Yang menentukan bisa tidaknya itu Allah SWT. Oleh karena itu, jika sudah mencapai standar itu jangan sombong,” pintanya.

Santri An Nur Slawi

Menurut Rais Aam NU yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini, mahasiswa dituntut untuk terus meningkatkan dan mengembangkan ilmu yang dicapai secara maksimal. Meskipun, sebagai manusia, mahasiswa tentu akan senantiasa diliputi keterbatasan.

“Ingat bahwa semaksimal apapun, yang namanya manusia, pasti manusia. Ilmu pengetahuan kalian tidak akan melebihi pengetahuan Allah. Mungkin kalau dengan dosen-desen ini nanti kalian bisa mendapat gelar sampai S3, apa es krim, saya nggak tahu. Tapi yang jelas semua pengetahuan anugerah dari Allah SWT,” ujarnya diselai tawa ringan para dosen dan mahasiswa.

Santri An Nur Slawi

Dalam acara yang diselenggarakan secara khusus oleh STAINU Jakarta ini, Kiai Sahal mengijazahi para mahasiswa tiga sanad hadits musalsal, yaitu al-musalsal bil awwaliyah, al-musalsal bi qiraa’ah ayatil kursi, dan al-musalsal bil mahabbah.

Selain mahasiswa, prosesi pengijazahan juga diikuti oleh Ketua STAINU Jakarta KH Mujib Qulyubi, Kaprodi PAI Imam Bukhori, jajaran dosen dan sejumlah civitas akedemika STAINU.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi PonPes, Meme Islam Santri An Nur Slawi

Kamis, 13 Juli 2017

Pesantren Berperan Penting Perjuangkan Kemerdekaan

Klaten, Santri An Nur Slawi. Pesantren memainkan peran penting dalam perjuangan meraih kemerdekaan negara Indonesia. Peran tersebut, menurut Habib Muhammad bin Husein Al-Habsyi, diwujudkan melalui perjuangan langsung melawan penjajah kemudian perjuangan membentuk akhlak manusianya.

Pesantren Berperan Penting Perjuangkan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Berperan Penting Perjuangkan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Berperan Penting Perjuangkan Kemerdekaan

“Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari peran pesantren. Para pejuang Laskar Hizbullah dan lainnya, itu kebanyakan juga dari pesantren,” terang Habib Muhammad saat mengisi ceramah di acara Haul pendiri pondok Ki Ageng Selo Tulung Klaten, Ahad (17/8) malam.

Tidak hanya itu, di pesantren pula, generasi  bangsa ini mendapatkan pendidikan moral, sehingga mereka menjadi generasi yang berakhlak baik. Oleh karena itu, menurut Habib Muhammad, apabila ingin bangsa ini maju, tak boleh meninggalkan pesantren. “Kalau kita ingin jaya, maka pesantren mesti diperhatikan,” tukas dia.

Santri An Nur Slawi

Cucu Habib Ali, muallif Simtuddurar itu juga menyayangkan minimnya perhatian pemerintah kepada pesantren. “Pesantren yang notabene cikal bakal perjuangan dan warisan pejuang, mengapa banyak dilupakan, sedangkan sekolah warisan kolonial malah diurus?” ujar dia.

Selanjutnya, Habib Muhammad juga mengajak para jamaah untuk senantiasa besyukur atas ni’mat kemerdekaan. “Kemerdekaan adalah nikmat yang wajib disyukuri. Anda hidup di daerah aman itu nikmat. Kalau hidup di daerah konflik mau ke masjid susah, ke pasar takut,” tuturnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Budaya Santri An Nur Slawi

Rabu, 12 Juli 2017

PWNU Sulsel Sosialisasikan hasil Munas dan Konbes NU 2014

Makassar, Santri An Nur Slawi. Pengurus wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan menggelar lailatul ijtima di gedung NU Sulsel jalan Perintis Kemerdekaan Km 9 nomor 29, Kamis (6/11). Pada kesempatan ini mereka menyosialisasikan hasil Munas-Konbes NU 2014 awal Nomvember kemarin yang meliputi tiga sidang komisi.

Tampak hadir Rais Syuriyah NU Sulsel Anregurutta Sanusi Baco, A Rahman Idrus, Ruslan, Iskandar Idy, Arfin Hamid, Rektor UIM Andi Majdah M Zain, dan para sepuh NU Sulsel Naharuddin Tinulu, Ridwan AR, KH Abdurrahman, beserta segenap pengurus lembaga, lajnah dan badan otonom.

PWNU Sulsel Sosialisasikan hasil Munas dan Konbes NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Sulsel Sosialisasikan hasil Munas dan Konbes NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Sulsel Sosialisasikan hasil Munas dan Konbes NU 2014

“Menurut NU model Khilafah adalah produk sejarah, bukan perintah agama. Sehingga NU memandang, Islam mengakui eksistensi Negara bangsa dan tidak mengharuskan penganutnya untuk mendirikan negara agama, termasuk sistem Khilafah,” kata Katib Syuriyah NU Sulsesl Ruslan yang mengikuti sidang komisi Bahtsul Masail.

Santri An Nur Slawi

Setelah pemaparan hasil Munas dan Konbes NU, Anre Gurutta Sanusi Baco menyampaikan taushiyahnya perihal kebersihan. Menurutnya manusia akan mendapat siksa langsung akibat pelanggaran hukum Allah di ala mini.

“Misalnya agama menganjurkan menjaga kebersihan, lantas kita mengotori. Hukumannya adalah kita akan terkena penyakit diakibatkan manusia tidak menjaga kebersihan. Yang kedua siksaan akhirat akibat pelanggaran hukum syariah yang termaktub dalam Al-Quran dan As-Sunah,” kata Gurutta Sanusi.

Santri An Nur Slawi

Ia juga prihatin dengan adanya dua kubu di DPR antara Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih. Ia mengibaratkan perpecahan di parlemen seperti ungkapan "Kelompok salah yang terorganisir akan mengalahkan kelompok benar tetapi tidak terorgansir". (Andy M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Bahtsul Masail Santri An Nur Slawi

Senin, 10 Juli 2017

RMI Jombang: 22 Oktober Sejarah Perjuangan Pesantren

Jombang, Santri An Nur Slawi. Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdhatul Ulama (RMI NU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur tengah mempersiapkan peringatan Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober 2015. Peringatan dihelat di Pondok Pesantren KH Wahab Hasbullah, Tambakberas.

RMI Jombang: 22 Oktober Sejarah Perjuangan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI Jombang: 22 Oktober Sejarah Perjuangan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI Jombang: 22 Oktober Sejarah Perjuangan Pesantren

Ketua RMI NU Jombang Shobih mengatakan, Hari Santri Nasional itu diperlukan sebagai kesadaran sejarah perjuangan pesantren pada zamannya. Dulu mereka berperang fisik melawan penjajah, mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih.

Sekarang, kata dia, santri tetap harus berjuang, yaitu mengisi kemerdekaan dengan penguatan pemahaman keislamannya. “Perlu adanya penguatan pemahaman para santri melalui setiap lembaga pondok pesantrennya, khususnya yang beraliran dengan ahlussunnah wal jamaah (Aswaja),” ungkapnya di kediamannya Jumat (9/10).

Santri An Nur Slawi

Target peringatan Hari Santri Nasional, kata dia, adalah menguatkan ukhwah islamiyah antar-lembaga pesantren. Ia menilai kontribusi Pondok Pesantren sangat menentukan perkembangan NU ke depan.

“Sekarang kan ada istilah NU itu sebagai pondok pesantren besar, sementara pondok pesantren itu adalah NU kecil,” ujarnya sambil tersenyum dan mempersilahkan hidangan yang sudah disediakan.

Santri An Nur Slawi

Dari silaturahim itu RMI NU dapat membedakan pondok pesantren Aswaja NU dan bukan. Karena, sekarang banyak pesantren mengaku Aswaja yang bukan NU. Makanya pada pertemuan itu, akan dilakukan pendataan pesantren se-Jombang.

Masih dalam merayakan Hari Santri, akan diluncurkan website RMI NU yang berisi profil-profil pesantren se-Jombang. “Pondok Pesantren yang sudah didata sebelumnya kami masukkan ke sana,” tutupnya. (Syamsul/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Warta Santri An Nur Slawi

Ribuan Calon Pemudik Antusias Daftarkan Diri

Jakarta, Santri An Nur Slawi

Senin (22/7) pagi, calon peserta “Mudik Gratis Bareng NU” memadati lantai dasar gedung II PBNU di Jl Taman Amir Hamzah No 5, Menteng, Jakarta, untuk mendaftarkan diri. Antusiasme calon pemudik tergolong tinggi.

Hanya kurang dari lima jam sejak dibuka sekitar pukul 08.00 WIB, 1.728 formulir atau setara dengan jumlah kursi 32 bus ludes terisi. Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) selaku penyelenggara untuk sementara membatasi kuota meski ratusan peminat terus mengalir hingga sore.

Sekretaris Pengurus Pusat LTMNU Ibnu Hazen mengatakan, pembatasan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kelebihan penumpang karena keseluruhan jumlah bus masih sedang dipersiapkan. LTMNU menargetkan akan memberangkatkan 51 bus.

Ribuan Calon Pemudik Antusias Daftarkan Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Calon Pemudik Antusias Daftarkan Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Calon Pemudik Antusias Daftarkan Diri

“Yang sudah pasti 32 bus pada pendaftaran gelombang pertama ini. Sisanya menunggu kepastian,” ujarnya. Ibnu mengaku pihaknya kini sibuk mengatur distribusi kursi dan tujuan pemberhentian bus untuk ribuan calon pemudik yang telah mendaftar.

Menurut dia, pendaftaran gelombang kedua kemungkinan dapat dilakukan saat penukaran formulir ke tiket pada 29 Juli 2013. Mereka adalah calon pemudik dengan arah pulang sekitar Pulau Jawa, seperti Bangkalan, Surabaya, Pasuruan, Solo, Yogyakarta, Indramayu, dan lain-lain.

Rombongan bus mudik akan diberangkatkan serentak pada 3 Agustus 2013 dari halaman gedung PBNU di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Selain penyediaan bus gratis, LTMNU juga membuka posko mudik berbasis masjid di sepanjang lintasan arus mudik.

Santri An Nur Slawi

"Kita menginginkan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga tempat untuk melayani masyarakat," tuturnya.

?

Penulis: Mahbib Khoiron

?

Santri An Nur Slawi

Foto: suasana pemberangkatan Mudik Gratis Bareng NU 2012



Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Quote Santri An Nur Slawi

Dilantik, NU Pasuruhan Lor Adakan Isra’ dan Mi’raj

Kudus, Santri An Nur Slawi. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kudus melantik pengurus baru Ranting Nahdlatul Ulama desa Pasuruhan Lor kecamatan Jati, Kudus untuk masa bakti 2014-2019. Berbarengan dengan pelantikan pengurus baru NU, ratusan warga memadati Masjid Besar NU Baitul Makmur, Pasuruhan Lor untuk mendengarkan taushiyah Isra’ dan Mi’raj.

Dilantik, NU Pasuruhan Lor Adakan Isra’ dan Mi’raj (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, NU Pasuruhan Lor Adakan Isra’ dan Mi’raj (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, NU Pasuruhan Lor Adakan Isra’ dan Mi’raj

Kiai Imam Fathoni yang diminta memberikan taushiyah mengundang tawa pengunjung di setiap sesinya. Selain menerangkan peristiwa Isra dan Mi’raj, Kiai Fatoni juga mempraktikkan cara sembahyang yang benar mulai bersuci, takbir hingga salam.

NU Pasuruhan kini dipimpin Kiai Hasyim Asy’ari sebagai Rais Syuriyah dan Supadi sebagai Ketua NU. Ketua PCNU Kudus Abdul Hadi berharap kepengurusan baru dapat bergerak lebih baik dari pengurus sebelumnya.

Santri An Nur Slawi

“Karena itu, pengurus Nahdlatul Ulama yang baru dilantik mesti mengemban tugas-tugas yang diamanahkan semua pengurus Nahdlatul Ulama,” kata Hadi, Sabtu (31/5). (Dedi Hermanto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Warta, Ulama Santri An Nur Slawi

Kapasitas Terbatas, Pesantren Ini Terpaksa Tolak Ratusan Calon Santri

Pakandangan, Santri An Nur Slawi

Beberapa tahun belakangan ini, jumlah peminat yang ingin mondok di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kecamatan VI Lingkungan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat terus bertambah sehingga banyak calon santri yang ditolak karena keterbatasan kapasitas. Tahun 2015 lalu ada sekitar 150 orang calon santri tidak bisa tertampung. Sebagian mereka disebarkan ke cabang-cabang Nurul Yaqin yang ada di Kabupaten Padang Pariaman.

Tahun 2016 ini, gelombang pertama saja sudah mendaftar sebanyak 300 orang. Padahal yang akan diterima hanya 180 orang. Direncanakan, akan dibuka lagi pendaftaran gelombang kedua. “Padahal, dengan kondisi ruang belajar dan asrama yang ada sekarang, Nurul Yaqin tidak bisa menerima santri baru,” kata Idarussalam Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Yaqin.

Kapasitas Terbatas, Pesantren Ini Terpaksa Tolak Ratusan Calon Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapasitas Terbatas, Pesantren Ini Terpaksa Tolak Ratusan Calon Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapasitas Terbatas, Pesantren Ini Terpaksa Tolak Ratusan Calon Santri

Untuk itu, kata Idarussalam, melalui seorang donatur, pihaknya akan kebut pembangunan 8 lokal yang digunakan untuk menampung calon santri tersebut. Kini pondasi dan tiangnya sudah selesai. Diharapkan saat belajar santri baru dimulai, ruangan tersebut sudah bisa dimanfaatkan santri baru.

Santri An Nur Slawi

"Kita juga berharap donatur lain yang bisa membantu pembangunan ruangan belajar dan asrama santri. Sehingga dapat menampung santri yang lebih banyak. Saat ini jumlah santri sudah mencapai 800 orang," kata Idarussalam.

Idarussalam mengungkapkan hal itu pada Lustrum XI dan pengukuhan gelar tuanku/ustadzah, penyerahan ijazah Mahad Ali, Aliyah, Tsanawiyah dan TPQ? Pesantren Nurul Yaqin, Kamis (2/6), di halaman Rusunawa Pondok Pesantren Nurul Yaqin.? ?

Santri An Nur Slawi

Ia juga mengatakan, Pondok Pesantren Nurul Yaqin tetap konsisten dan komit dengan sistem pembelajaran yang menggunakan kitab-kitab para ulama terdahulu. Salah satunya kitab tafsir Jalalain yang menjadi acuan pembelajaran. Dengan komitmen tersebut, Pesantren Nurul Yaqin akan tetap menjadi penyangga? Islam yang berpahamkan Ahlussunnah wal Jamaah.

Menurut kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Padangpariaman ini, sejak berdiri Pesantren Nurul Yaqin tahun 1960, sistem pembelajaran dan kitab-kitab yang diajarkan tidak pernah berubah. Hanya peningkatan sarana prasarana dan fasilitas belajar yang terus ditingkatkan agar santri semakin berkembang sesuai dengan tuntutan zaman.

"Kemasan pembelajaran yang dilakukan Nurul Yaqin tentu harus sesuai dengan apa yang digandrungi masyarakat. Di era teknologi informasi ini, tentu Nurul Yaqin perlu pula memanfaatkan teknologi informasi untuk menunjang pembelajarannya. Dengan konsisten pembelajaran tersebut, hingga kini Pesantren Nurul Yaqin terus menjadi incaran orang tua untuk menyerahkan anaknya mondok," kata Idarussalam.

Jadi Rujukan di Sumatera Barat

Yosef Chairul dari Kemenag Padang Pariaman menyebutkan, fungsi dan sistem pembelajaran pesantren ini memang harus tetap dipertahankan. Sebagaimana permintaan? Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bahwa pesantren tetap konsisten menjaga sistem pembelajaran yang sudah diajarkan sejak awal.

Yosef Chairul mengakui, Pesantren Nurul Yaqin sudah menjadi rujukan di Sumatera Barat. Banyak perlombaan yang melibatkan pesantren, maka hampir 50 persen pesertanya dari pesantren ini. Bahkan MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat,? meski juaranya dari luar Kabupaten Padang Pariaman, tapi yang juara tersebut berasal dari santri Pesantren Nurul Yaqin.

Lustrum dengan tema “Mengembangkan Potensi Tuanku untuk Membangun Masyarakat yang Berakhlak Mulia” itu mewisuda 155 santri dari tingkat Mahad Ali, Aliyah, Tsanawiyah dan TPQ. Sehari sebelumnya, dilaksanakan aqiqah serentak 30 santri atau penyembelihan 30 ekor kambing. ?

Lustrum dihadiri Gubernur Sumbar diwakili Kabiro Binsos Jumaidi, Kakanwil Kementerian Agama Sumbar diwakil Kasi? Pontren Yosef Chairul, Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, Pimpinan Pesantren Nurul Yaqin Syekh H. Ali Imran Hasan,? Kepala Kemenag Kabupaten Padangpariaman Masrican, alumni, pengurus, majelis guru, dan orangtua santri yang diwisuda. (Armaidi Tanjung/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kajian Santri An Nur Slawi

Minggu, 09 Juli 2017

Proses Kaderisasi NU Jelas

Pamekasan, Santri An Nur Slawi. NU adalah organisasi yang paling jelas proses kaderisasinya. Tidak hanya berhenti di kalangan mahasiswa dan atau pelajar di lingkungan lembaga pendidikan, melainkan juga hingga ke daerah-daerah terpencil di pelosok desa. Ada istilah Pimpinan Ranting (PR) untuk kepengurusan NU dan perangkat-perangkatnya di tingkat akar rumput.

Proses Kaderisasi NU Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)
Proses Kaderisasi NU Jelas (Sumber Gambar : Nu Online)

Proses Kaderisasi NU Jelas

Kesimpulan demikian terbesit ketika sebanyak 30 orang PR IPNU-IPPNU Desa Pamaroh sudah dibentuk, Ahad (8/4) lalau. Pembentukan yang ditempatkan di balai desa tersebut berjalan secara khidmat, disaksikan oleh puluhan petinggi NU Desa Pamaroh. Para pengurus harian IPNU-IPPNU Kadur sebagai penyelenggara dan ketua PC IPNU Pamekasan Nasiruddin menambah suasana pembentukan kian mengesankan.

Pada kesempatan itu, ketua IPNU Kadur Faisol Ansori menekankan betapa pentingnya menyeriusi proses kaderisasi. Dirinya sangat menaifkan ketika ada seseorang langsung dimasukkan ke dalam kepengurusan organisasi NU tanpa melalui proses kaderisasi yang matang dan panjang.

Santri An Nur Slawi

“Kami ke sini dalam rangka silaturahim serta membentuk kader-kader yang mau serius mengabdi dan belajar di NU,” tegas Faisol. “Dan siapa pun yang tidak serius dalam belajar, dengan berat hati kami sangat tidak mereka kader semacam itu. Berorgansiasi di NU butuh keseriusan dan keuletan dalam belajar.”

Santri An Nur Slawi

Berumah tangga saja, lanjut Faisol, masih memerlukan kader. Kehidupan rumah tangga tentu dinilai kurang sempurna tanpa kehadiran seorang kader (keturunan) yang nantinya menjadi penerus perjuangan sang orangtua.

“Sama halnya di NU. Kalau proses kaderisasi di tubuh IPNU maupun IPPNU sudah melemah, maka tunggulah kehancuran NU beberapa tahun ke depan,” katanya dengan nada kalem. “Dan jelas kita tidak menginginkan hal itu.”

Dari itulah pihaknya sangat berharap agar para pengurus PR IPNU-IPPNU Pamaroh bisa diajak kerja sama menghidupkan organisasi NU di tingkat desa, khususnya di Desa Pamaroh.

Pernyataan Faisol Ansori yang disampaikan saat sambutan tersebut mendapat dukungan seutuhnya dari para petinggi NU Pamaroh dan kepala desa Pamaroh. 

“Kami siap mendampingi, membina, dan membantu segala program kerja yang hendak dilaksanakan nanti,” ujar ketua PR NU Pamaroh K Abdus Syukur.

“Saya juga begitu. Saya akan selalu dukung segala kegiatan yang bernafas ke-NU-an,” kata A’wan PR NU Pamaroh yang kini menjabat kepala desa, Ustaz Moh Riski Abdullah.

Semangat berorganisasi tersebut disimak secara serius oleh para pengurus PR IPNU-IPPNU Pamaroh yang merupakan perwakilan dari 4 dusun yang ada di Pamaroh, meliputi Dusun Oray, Madis, Panconan, dan Sumber Waru. Sebelum azan Magrib menggema, pembentukan PR IPNU-IPPNU Pamaroh sudah selesai.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Warta, AlaSantri, News Santri An Nur Slawi

Sabtu, 08 Juli 2017

Keshalehan Perilaku Harus Berlanjut di Luar Bulan Ramadhan

Jember, Santri An Nur Slawi. Puasa sesungguhnya mengajarkan kebersambungan kesalehan antara bulan Ramadlan dan luar bulan Ramadlan. Karena itu, janganlah kesalehan yang luar biasa di bulan Ramadlan berhenti menyusul lebaran tiba. Qiyamul lail, tadarus, sedekah dan pengendalian hawa nafsu juga harus dilanjutkan di luar bulan Ramadlan.?

Hal tersebut diungkapkan Katib Syuriyah PCNU Jember, Ustdaz Muhammad Nur Harisuddin saat menjadi khatib di masjid Al-Istiqamah, kampus Politeknik Negeri Jember, Rabu (6/7).?

Keshalehan Perilaku Harus Berlanjut di Luar Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Keshalehan Perilaku Harus Berlanjut di Luar Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Keshalehan Perilaku Harus Berlanjut di Luar Bulan Ramadhan

Menurutnya, kebersambungan kesalehan tersebut bahkan menjadi ? tolak ukur keberhasilan ibadah puasa Ramadhan. "Kalau puasa diibaratkan latihan, maka pasca Ramadhan, tentu hasil latihan itu bisa diterapkan bahkan ditingkatkan," ucapnya.

Selain itu, kata ustadz Haris, Ramadhan dan Idul Fiti juga mengajarkan manusia untuk menghindari gaya hidup konsumtif. Sangat relevan menegakkan puasa Ramadlan di tengah gencarnya kapitalisme global yang mengusung "paham" konsumerisme. Konsumerisme sebagai gaya hidup yang boros ini secara faktual ditopang oleh kehadiran materialisme dan hedonisme. Jika materialisme adalah aliran yang memuja benda dan berfokus pada benda, maka hedonisme adalah sebentuk gaya hidup yang menyandarkan kebahagiaan pada kenikmatan belaka. ?

Santri An Nur Slawi

"Puasa Ramadlan mempunyai tujuan besar: mengendalikan nafsu konsumerisme secara berlebihan. Dan mereka yang menang di hari yang fitri bukan yang banyak bergelimang barang konsumsi, melainkan mereka yang bertambah ketaatan dan ketaqwaannya," tukasnya. ?

Sementara itu, Wakil Sekretaris PCNU Jember, Ustadz Muchammad Eksan saat menjadi imam dan khatib di masjid Sunan Nur, Lingkungan Talangsari menegaskan bahwa ketaqwaan terdiri dari dua dimensi. Yaitu dimensi kemanusiaan dan dimensi ketuhanan. Kedua dimensi itu harus berjalan seiring. Tidak boleh hanya salah satunya yang dilakukan.?

"Sebab, yang sebenar-benarnya taqwa itu adalah totalitas dari ? aspek kemanusiaan dan aspek ketuhanan sekaligus," jelasnya.

Santri An Nur Slawi

Pengasuh pesantren Nuris 2 Mangli, Kaliwates itu ? menyatakan bahwa pengejawantahan taqwa dari sisi kemanusian itu adalah gemar berbagai, bersedekah, menolong oran lain dan sebagainya. Namun demikian, dari sisi ketuhanan, taqwa itu adalah rajin beribadah, shalat, puasa dan sebagainya. Terkait dengan maaf, inilah sisi lain dari perwujudan taqwa. Katanya, salah dan benar adalah hal biasa, bahkan menjadi ciri khas makhluq yang bernama manusia. Manusia bukan malaikat yang benar terus. Tapi juga bukan syetan yang salah terus.?

"Karena itu, momentum lebaran ini kita jadikan ajang saling memaafkan atas segala kesalahan dan dosa ? yang telah kita perbuat," ucapnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Humor Islam Santri An Nur Slawi

Jumat, 07 Juli 2017

Sambung Tali Silaturrahmi Dengan Pengobatan Gratis

Kraksaan, Santri An Nur Slawi. Dalam menyambut Harlah ke-90 NU, PCNU Kota Kraksaan kembali menggelar pengobatan Gratis untuk tahap ke empat pada hari Ahad (19/5) yang dilaksanakan di desa Tambelang Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. 

“Pengobatan gratis ini sebagai media untuk menyambung tali silaturrahmi antara pengurus NU dengan warganya, sehingga mereka dapat langsung mengetahui eksistensi organisasi Nahlatul Ulama dan dapat merasakan secara langsung program kerjanya secara nyata,” ungkap Ust. Fauzan.

Sambung Tali Silaturrahmi Dengan Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambung Tali Silaturrahmi Dengan Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambung Tali Silaturrahmi Dengan Pengobatan Gratis

Sebagai panitia harlah ke-90 NU, Fauzan menyampaikan Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap di beberapa MWC untuk mempermudah NU dalam mendekati masyarakat dalam bidang sosialnya, di samping NU sebagai organisasi yang bergerak di bidang keagamaan. Selain itu, pengobatan gratis ini ditujukan untuk melayani masyarakat di bidang kesehatan, mengingat kebiasaan masyarakat yang enggan berobat ke puskesmas dengan berbagai alasan.

Santri An Nur Slawi

“Di samping pengobatan gratis, kami juga memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat, agar supaya mereka membiasakan perilaku sehat. Kesehatan sangat penting untuk dijaga, mengingat kesehatan sangat mahal sekali harganya,” ungkapnya.

Selanjutnya, KH Nasrullah Ahmad Sudja’i mengharap kepada masyarakat agar supaya kegiatan ini dijadikan sebagai awal untuk terwujudnya keluarga yang sehat, sehingga hidup tidak akan terganggu dengan penyakit. 

Santri An Nur Slawi

“Manusia akan merasakan nikmatnya sehat, manakala ia dalam kondisi sakit. Oleh karena itu, memelihara kesehatan sangat penting.”

Kemudian, ia berterima kasih kepada semua pihak, utamanya Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dokter dan tenaga media relawan dan puskemas setempat yang telah mensukseskan kegiatan ini, mulai dari pengobatan gratis tahap pertama sampai saat ini. 

“Insyaallah, safari kesehatan ini masih tinggal beberapa tahap lagi sampai pelaksanaan resepsi Harlah NU,” ujarnya. 

Pengobatan gratis ini dihadiri oleh 300 orang peserta dari MWC Krucil dan MWC Tiris yang antusias dalam mengikuti kegiatan. 

 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Hasan Baharun

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pertandingan, IMNU Santri An Nur Slawi

Selasa, 04 Juli 2017

PCINU Turki Desak Indonesia Bereaksi Cepat

Istanbul, Santri An Nur Slawi. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki mendesak pemerintah Indonesia untuk bereaksi cepat dalam mendorong perdamaian antara Palestina dan Israel.

Pemerintah diminta segera menggunakan pendekatan diplomatik di tingkat internasional, terutama melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa, maupun di kawasan Timur Tengah dengan mendesak Turki, Mesir, Arab Saudi, dan Jordan untuk bereaksi cepat atas konflik itu.

PCINU Turki Desak Indonesia Bereaksi Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Turki Desak Indonesia Bereaksi Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Turki Desak Indonesia Bereaksi Cepat

Demikian dalam pernyataan pers Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki yang diterima Santri An Nur Slawi tertanggal 19 November 2012.

Agresi militer Israel atas penduduk Gaza sejak beberapa hari belakangan ini meresahkan umat manusia sedunia. Korban semakin meningkat setiap hari, termasuk anak-anak kecil dan perempuan yang seharusnya bukan sasaran konflik.

Santri An Nur Slawi

“Atas dasar kemanusiaan, kami mengutuk keras serangan militer yang biadab tersebut. Juga atas dasar perjuangan untuk mencapai kemerdekaan Palestina yang merupakan hak setiap bangsa, kami mendorong berbagai pihak untuk ikut menghentikan konflik antara militer Israel dan milisi Hamas, yang keduanya tak mempertimbangkan warga sipil yang tak bersalah,” demikian dalam pernyataan pers tersebut.

Santri An Nur Slawi

Kepada warga Indonesia, PCINU Turki mendorong untuk berperan serta dalam penggalangan dana bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan segera di tanah konflik, melalui berbagai organisasi yang siap menyalurkannya.?

“Atas kehendak rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, kita berharap perdamaian Palestina dan Israel terus diupayakan. Penindasan manusia atas manusia lain selamanya tidak dibenarkan demi kepentingan apapun. Persaudaraan antarumat manusia (ukhuwwah basyariyyah) yang sangat dipegang teguh Nahdlatul Ulama harus ditegakkan tanpa pandang bulu dan sekat-sekat geografis,” demikian pernyataan PCINU Turki yang diwakili Sekretaris Tanfidziyah Budy Sugandi.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi PonPes, Warta, Kajian Islam Santri An Nur Slawi

Ansor dan Banser Jombang Diimbau Dirikan Posko Pengamanan Ramadhan

Jombang, Santri An Nur Slawi. Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang H Zulfikar Damam Ikhwanto mengimbau kepada jajaran Pengurus Ansor se-Jombang bersama Barisan Ansor Serbaguna (Banser) setempat untuk mendirikan Posko Pengamanan Ramadhan.?

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan serta memberikan kenyamanan kepada warga di masing-masing wilayah se-Jombang pada Bulan Ramadhan ini.

Ansor dan Banser Jombang Diimbau Dirikan Posko Pengamanan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor dan Banser Jombang Diimbau Dirikan Posko Pengamanan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor dan Banser Jombang Diimbau Dirikan Posko Pengamanan Ramadhan

Pendirian Posko Ramadhan ini menurutnya, bisa didirikan di tingkat kecamatan yang bekerjasama dengan Camat, Polsek serta Koramil melalui koordinasi yang baik. Begitu juga di tingkat desa atau ranting, Pengurus Ansor dan Banser berkoordinasi dengan setiap perangkat desa.

"Bagi Kader Ansor dan Banser di setiap Kecamatan (PAC) diimbau membuat Posko Pam Ramadhan, berkoordinasi dengan Camat, Polsek dan Koramil. Demikian di tingkat desa, bisa berkoordinasi dengan Kades, Babinkamtibmas dan Babinsa," ujarnya, Rabu (31/5).

Santri An Nur Slawi

Lebih detail, pria yang kerab disapa Gus Antok ini kemudian menjelaskan terkait tugas dan tanggung jawa Ansor serta Banser. Menurutnya tugas utama Kader Ansor dan Banser meliputi peningkatan kegiatan keagamaan, sosial kemasyarakatan juga optimalisasi pengamanan di lingkungannya masing-masing serta mempertahankan keutuhan NKRI. Terlebih pada setiap Bulan Ramadhan angka kejahatan semakin meningkat.

"Tugas dan kegiatan utama Kader Ansor atau Banser diantaranya merealisasikan kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan untuk pembangunan, selanjutnya, meningkatkan pengamanan lingkungan termasuk kegiatan bela Negara," jelasnya.

Sementara tanggung jawab Ansor dan Banser, tambah Gus Antok, meliputi berupaya menjaga, memelihara, menjamin kelangsungan hidup dan kejayaan organisasi, terutama bagi keluarga Nahdlatul Ulama (NU), selain itu Ansor dan Banser bersama dengan kekuatan bangsa lain untuk menjaga dan menjamin keutuhan bangsa dari segala ancaman, hambatan, gangguan dan tantangan.

Santri An Nur Slawi

Salah satu Posko Pam Ramadhan yang sudah dibentuk jajaran PAC Ansor dan ban Banser adalah di wilayah Mojoagung. Saat ini sejumlah Kader Ansor dan Banser secara rutin siaga di pos tersebut.

Dipilihnya Mojoagung sebagai awal didirikannya posko, sebab beberapa desa di Mojoagung selama ini terkenal rawan kejahatan, misalnya penjambretan atau perampasan barang-barang berharga milik warga. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi News, Santri Santri An Nur Slawi

Senin, 03 Juli 2017

Sambut Propaganda HTI, Banser Rembang Gelar Aksi Damai Tandingan

Rembang, Santri An Nur Slawi - Menanggapi aksi HTI yang mengampanyekan ideologi usangnya melalui penyebaran poster di pertigaan sisi selatan Masjid Jami Pamotan, Satkorcab Banser Rembang menggelar aksi serupa. Puluhan Banser Rembang menggelar aksi damai di sepanjang bundaran tugu adipura menyuarakan penolakan terhadap syariah dan khilafah, Ahad (17/4) pagi.

Mereka membentangkan spanduk penolakan propaganda politik HTI di sejumlah titik di sepanjang jalan pantura Rembang dan Lasem.

Sambut Propaganda HTI, Banser Rembang Gelar Aksi Damai Tandingan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Propaganda HTI, Banser Rembang Gelar Aksi Damai Tandingan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Propaganda HTI, Banser Rembang Gelar Aksi Damai Tandingan

Komandan Satkorcab Banser Rembang H Zainal Arifin menyampaikan, Banser siap pasang dada untuk memerangi para pendukung khilafah jika itu perlu dilakukan. Ia meminta agar masyarakat cerdas dan tidak mudah terpengaruh dengan propaganda kelompok radikal dengan HTI dan sejenisnya.

Santri An Nur Slawi

"Kami siap berperang jika memang perlu. Kalau ada yang tidak setuju dengan Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI, silakan angkat kaki dari bumi pertiwi ini.”

Menurut informasi yang dihimpun oleh Santri An Nur Slawi, pada hari Jumat (15/4) kelompok HTI menggelar aksi serupa di dua tempat, pertama di pertigaan sebelah selatan Masjid Jami Pamotan, dan kedua di depan Masjid Jami Lasem.

Santri An Nur Slawi

Di depan Masjid Jami Lasem, kelompok HTI menyebarkan ribuan pamflet propaganda kepada setiap jamaah yang usai menunaikan Shalat Jumah. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pertandingan, Nahdlatul Santri An Nur Slawi

Sastra Sunda, Sastra Pesantren yang Menjadi Alat Kolonial?

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Pesantren disebut-sebut sebagai sebuah subkultur yang menyajikan aneka ekspresi dan karya cipta sebagai bagian dari pembentuk Kebudayaan Nusantara. Apa yang dikenal kini sebagai sastra daerah sebagian muncul berkat racikan kalangan pesantren dalam membentuk karakter Islam Nusantara ini.

Sastra Sunda, misalnya. Para pelopor dan eksponennya kebanyakan berasal dari akar pesantren, yang hingga kini tetap bertahan. Namun, ia kemudian dibakukan dan distandarkan untuk kepentingan kolonialisme. Rupanya sastra menjadi alat untuk menyiasati “keterasingan” para “kumpeni” dengan penduduk pribumi yang akan mereka kuasai.

Hal ihwal “sastra sunda” akan dibincang dalam diskusi Santri An Nur Slawi bulan ini di ruang redaksi Santri An Nur Slawi lantai V gedung PBNU, Jakarta, Kamis (18/1) pukul 15:00. Sebagai pembicara Acep Zamzam Noor, penyair asal cipasung yang juga putra mantan Rais Aa’m PBNU KH. Ilyas Rukhiyat, Ahmad Subbnudin Alwy dari pusat kesenian Nyi Mas Rarasantang Cirebon, Ahmad Baso peneliti kebudayaan Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU, dan Binhad Nurrohmat penyair yang alumni Pesantren Krapyak Yogyakarta.

Sastra Sunda, Sastra Pesantren yang Menjadi Alat Kolonial? (Sumber Gambar : Nu Online)
Sastra Sunda, Sastra Pesantren yang Menjadi Alat Kolonial? (Sumber Gambar : Nu Online)

Sastra Sunda, Sastra Pesantren yang Menjadi Alat Kolonial?

Bagaimana kemudian Raden Mohammad Moesa (1822-1886), penghulu kepala dari Limbangan (kini Garut), dikolaburasikan dengan K.F. Holle (1829-1896), sarjana Belanda peneliti sastra Sunda, diklaim menjadi cikal bakal munculnya “sastra Sunda” atau bahkan “kebudayaan Sunda”?

Moesa sebagai kelompok elit pribumi menjadi alat kultural untuk mendominasi budaya yang dijajah. Dalam konteks kolonial memang tradisi ditekan atau dimanipulasi oleh kekuasaan kolonial; sebagai sesuatu yang pasif. Dari sinilah dimulai penciptaan “budaya halus” atau “budaya lemes” diidentikkan sebagai ciri khas kesastraan Sunda.

Santri An Nur Slawi

Namun, di sisi lain, lambat laun tradisi “yang diciptakan” semacam itu mulai mengancam. Sejumlah pemberontakan terhadap kolonialisme justru muncul dari penciptaan itu. Ada seorang Belanda bernama Snouck Hurgronje yang kemudian memunculkan ide pengawasan terhadap komunitas agama dan kebudayaan di Nusantara. Maka, pikiran jangka panjang dalam benak para penjajah adalah “edukasi”. Supaya warga pribumi menjadi rasional, modern dan tercerahkan seperti mereka. Entahlah. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Pemurnian Aqidah Santri An Nur Slawi

Sabtu, 01 Juli 2017

PBNU: Kampanye Aktivitas LGBT Melanggar Hukum

Jakarta, Santri An Nur Slawi

Dalam pernyataan sikap resminya, PBNU menyatakan bahwa kampanye terhadap aktivitas LGBT merupakan tindakan melanggar hukum yang perlu diberikan sanksi. Pernyataan ini tertuang dalam rilis resmi yang disampaikan oleh Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, kamis (25/2/2016) di lantai 8 Gedung PBNU Jakarta.

PBNU: Kampanye Aktivitas LGBT Melanggar Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Kampanye Aktivitas LGBT Melanggar Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Kampanye Aktivitas LGBT Melanggar Hukum

Untuk itu, PBNU meminta pemerintah mengambil langkah-langkah segera untuk menghentikan segala propaganda terhadap normalisasi LGBT dan aktivitas menyimpang serta melarang pihak-pihak yang mengampanyekan LGBT.

“PBNU juga meminta masyarakat, LSM, dan pegiat LGBT yang selama ini melakukan propaganda normalitas LGBT, membiarkan, menolak rehabilitasi, dan mengampanyekannya, untuk menghentikan kegiatannya,” ujar Kiai Miftah saat membacakan rilis resmi didampingi Katib Syuriyah PBNU KH M Mujib Qulyubi.

(Baca:? Sikap dan Taushiyah PBNU Tentang Perilaku Seksual Menyimpang dan Penanganannya)

Kemudian, PBNU meminta pemerintah mengawasi, melarang bantuan dana, dan intervensi asing yang menyokong aktivitas LGBT.

Santri An Nur Slawi

Terakhir, Kiai Miftah menyampaikan, meminta DPR, khususnya yang berasal dari warga NU untuk memperjuangkan penyusunan UU yang intinya: Pertama, menegaskan larangan LGBT dan perilakunya sebagai kejahatan. Kedua, memberikan rehabilitasi kepada setiap orang yang memiliki kecenderungan LGBT agar bisa normal kembali. Ketiga, memberikan hukuman bagi setiap orang yang terus mempropagandakan dan mengampanyekan normalisasi LGBT, serta melarang aktivitasnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi News, Ahlussunnah Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi