Rabu, 31 Januari 2018

Sejarah Laskar Santri saat Susun Program Pertempuran Lawan NICA

Ketika Penjajah Jepang (Nippon) menggulirkan program latihan militer untuk para santri, KH Abdul Wahid Hasyim dan KH Muhammad Hasyim Asy’ari tidak serta merta menolak. Mereka justru bersifat kompromi meskipun ditentang oleh beberapa santrinya.?

Sikap kompromi Mbah Hasyim saat itu murni untuk misi perjuangan bangsa Indonesia yang lebih besar. Di sinilah visi luar biasa Mbah Hasyim akhirnya dapat disadari oleh para santri yang dulu tidak sependapat dengannya. Beberapa sikap Mbah Hasyim Asy’ari yang kompromis terhadap penjajah Jepang yaitu program penggandaan hasil panen dan latihan militer santri oleh Jepang.

Sejarah Laskar Santri saat Susun Program Pertempuran Lawan NICA (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejarah Laskar Santri saat Susun Program Pertempuran Lawan NICA (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejarah Laskar Santri saat Susun Program Pertempuran Lawan NICA

Masyarakat akhirnya menyadari bahwa hasil panen yang tadinya memang untuk kepentingan Jepang berperan penting dalam memakmurkan negeri sehingga kerja keras membangun negeri lewat pertanian harus terus dilakukan. Sedangkan latihan militer santri oleh tentara Jepang sangat menguntungkan kaum santri sebagai bekal menghadapi tentara Sekutu dan NICA yang hendak kembali menguasai Indonesia.

Apabila di zaman Jepang, aktivitas NU terfokus pada perjuangan membela kemerdekaan agama dan bangsa, maka di masa revolusi (1945-1949) lebih diperhebat lagi. Nahdlatul Ulama (NU) sadar betul bahwa perjuangan masih dalam proses. Meskipun kemerdekaan sudah diraih, namun pertahanan dan keamanan harus terus dijaga.

Terbukti ketika Jepang menyerah di tangan Sekutu. NICA (Belanda) melancarkan agresi keduanya dengan membonceng tentara sekutu. Sebetulnya ketika NICA (Netherlands East Indies Civil Administration) dibentuk di Australia pada tahun 1944, Laskar Santri telah menyadari potensi ke depannya sehingga perlu terus menjaga keamanan negara dengan menyusun program pertempuran.

Santri An Nur Slawi

Program pertempuran tersebut memang disusun setelah Mbah Hasyim mengeluarkan Fatwa Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945. Fatwa ini secara simultan mejadi mesin penggerak bangsa Indonesia dan santri di seluruh Indonesia untuk melawan pasukan sekutu dan NICA yang ingin kembali ? menjajah Indonesia.?

KH Zainul Arifin sebagai Panglima Tertinggi Hizbullah bersama Laskar Sabilillah megerahkan pasukannya dan siap berjuang jiwa dan raga untuk mempertahankan Indonesia. Singkat cerita, Fatwa Resolusi Jihad Mbah Hasyim mengusir pasukan sekutu dan NICA lewat perjuangan hidup dan mati laskar santri dan bangsa Indonesia.

Belajar dari itulah Markas Tertinggi Hizbullah dan Sabilillah menyusun program pertempuan satu tahun (Desember 1945-Desember 1946). Program itu terdiri dari empat pokok sasaran yang harus segera dilaksanakan oleh setiap markas daerah dan kabupaten.

Keempat pokok itu: pertama, memperkuat tentara Islam; kedua, menghimpun dana untuk keperluan jihad fi sabilillah; ketiga, pemusatan tenaga alim ulama dan kiai sakti; keempat, pembentukan Dewan Pimpinan Pertempuran terdiri dari wakil-wakil markas: Sabilillah, Hizbullah, Ulama, TRI, Partai Masyumi, dan GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia).?

(Fathoni Ahmad)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kyai, AlaNu Santri An Nur Slawi

Berita Duka, Mustasyar PCNU Kota Bandung Ngantunkeun

Jakarta,Santri An Nur Slawi. Inna lilllahi wa inna ilaihi roji’un, Mustasyar PCNU Kota Bandung KH R Amin Faqih Burhan wafat (ngantunkeun) di Rumah Sakit Al-Islam Kota Bandung pagi ini Sabtu (21/11) sekitar pukul 08.30. almarhum wafat pada usia 75 tahun meninggalkan tiga putra dan empat putri.

Ketua PCNU Kota Bandung KH Maftuh Kholil mengungkapkan kehilangan Kiai Amin yang merupakan pengasuh pesantren Cijawura (salah satu pesantren tua di Bandung), adalah duka sedalam-dalamnya bagi PCNU Kota Bandung, warga NU, dan masyarakat pada umumnya.

Berita Duka, Mustasyar PCNU Kota Bandung Ngantunkeun (Sumber Gambar : Nu Online)
Berita Duka, Mustasyar PCNU Kota Bandung Ngantunkeun (Sumber Gambar : Nu Online)

Berita Duka, Mustasyar PCNU Kota Bandung Ngantunkeun

“Saya alumni dari sini (pesantern Cijawura) tahu, bahwa beliau ini sosok yang diterima seluruh masyarakat dan kalangan manapun. Termasuk kalangan pemerintahan,” katanya ketika diihubungi Santri An Nur Slawi Sabtu siang.

Santri An Nur Slawi

Sebagai seorang alumninya, Kiai Amin tak pernah bosan menasihatinya tentang satu hal tiap bertemu dengannya. Terutama dalam menjalankan organisasi seperti NU. ?

“Sing bisa ngigelana. Artinya kita harus mampu bertindak dan bersikap dalam segala situasi. Bukan plin-plan, bukan tidak mengikuti aturan, tapi dalam melaksanakan aturan itu harus arif dan bijaksana,” begitu Kiai Maftuh menirukan nasihat Kiai Amin. ?

Santri An Nur Slawi

Kiai Maftuh menilai bahwa Kiai Amin, selain sangat menguasai ilmu-ilmu pesantren, ia adalah sosok kiai yang sederhana. Saat ini, sosok kesederhanaannya patut untuk diteladani sebab sekarang orang-orang bergerak ke arah glamor.

Gaya hidup glamor, lanjut Kiai Maftuh, salah satu penyebab rakus yang mendorong juga pada sifat lain seperti korupsi, yang berdampak pada kekisruhan ekonomi dan politik. “Sebenarnya koruptor itu terjadi dari sikap yang tidak sederhana.

Ia berharap agar sepeninggal wafatnya Kiai Amin, Pesantren Cijawura tetap maju dan tak pernah berhenti menjadi pesantren pencetak kader ke depan. Insya Allah putranya yang akan melanjutkan.

Ketua Dewan Penasehat GP Ansor Kota Bandung Agustani Kirtadireja juga mengungkapkan duka sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum. “Saya merasa kehilangan beliau,” katanya ketika dihubungi Santri An Nur Slawi.

Menurut dia, almarhum sangat berjasa bagi NU. Ia adalah kiai yang selalu mendukung kegiatan-kegiatan NU. “Tiga kali Konfercab PCNU beruturut-turut digelar di pesantrennya,” uangkapnya.

Sebagaimana Kiai Maftuh, Agus yang Ketua IKA PMII Kota Bandung, tersebut berharap agar Pesantren Cijawura yang terletak di Margasari, Buah Batu, Kota bandung, tetap maju.

Sebagai bakti pelepasan terakhir, lanjut dia, GP Ansor mengirimkan belasan Banser untuk turut membantu prosesi pemakanan dan pengaturan lalu-lintas. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Sejarah, Ulama, Pemurnian Aqidah Santri An Nur Slawi

Dakwah Ramah Harus Sampai Ke Masyarakat

Bandar Lampung, Santri An Nur Slawi?

Saatnya kader NU segera kembali menelaah untuk memahami metode dakwah yang bijak dan menyebarkan kepada seluruh lapisan masyarakat tentang karakter dakwah Aswaja yang selalu mengikuti karakter dakwahnya Rosulullah SAW.

Dakwah Ramah Harus Sampai Ke Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Ramah Harus Sampai Ke Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Ramah Harus Sampai Ke Masyarakat

Koordinator Laskar Sarungan, Lampung, Aryo Musthofa di Bandar Lampung, Senin (7/11) menyatakan prihatin sehubungan masyarakat dicekoki dengan berita-berita yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

"Media intoleran sudah banyak memelintir kejadian dengan tanpa akhlak menjadi berita yang provokatif, contohnya adalah penghasutan berita Rapat Akbar Reaktualisasi Resolusi Jihad di PP Tebuireng yang dihasut sebagai perintah makar," kata pria yang akrab disapa Gus Aryo.

Semua warga negara Indonesia yang baik, katanya, sepatutnya ikut andil dengan kontribusi positif terkait agenda "perang" yang digaungkan kelompok-kelompok anti NKRI untuk mempertahankan aqidah aswaja dan kebangsaan.

"Kader NU memiliki tanggung jawab sosial untuk meluruskan cara dakwah media yang sebenarnya," tegasnya.

Santri An Nur Slawi

Dia berharap seluruh kader NU saling bersatu untuk tetap berpegang teguh dengan prinsip dakwah aswaja atau Ahlussunnah wal Jamaah.

"Dakwah aswaja adalah dakwah dengan mengedapankan pendekatan hati dan akhlaqul kariimah. Seluruh kader harus memiliki karakter dakwah ini sehingga menjadi penyeimbang media dakwah yang provokatif dan tak berakhlak," katanya.

NU sendiri sudah ? memegang teguh prinsip aswaja ini dengan menyebarkan Islam Rahmatan lil Alamin, baik di dalam dan luar negeri sebagai khidmat untuk bangsa Indonesia. (Ahmad Saroji/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Sejarah, Bahtsul Masail Santri An Nur Slawi

Pengebom Dapat Bidadari di Surga?

Istilah ‘pengantin’ lekat dengan seseorang yang mengajukan diri melakukan bom bunuh diri. Iming-iming mati syahid dan mendapat bidadari surga turut menjadi sugesti tindakan terornya.

Alkisah, Gus Dur ditanya oleh seorang wartawan terkait maraknya ‘pengantin’ bom bunuh diri ini. Sebab dalam pandangan masyarakat umum, bagaimana bisa dikatakan syahid dan mendapat bidadari surga jika manusia tak berdosa ikut menjadi korban.

Pengebom Dapat Bidadari di Surga? (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengebom Dapat Bidadari di Surga? (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengebom Dapat Bidadari di Surga?

“Gus, menurut Anda, betulkah para pengebom itu mati syahid dan bertemu bidadari di surga?” tanya seorang wartawan.

“Memangnya sudah ada yang membuktikan?” tanya balik Gus Dur.

“Tentu saja belum kan, ulama maupun teroris itu kan belum pernah ke surga,” sergah Gus Dur lagi.

“Lalu, apakah benar mereka tergolong mati syahid, Gus?” wartawan lain menimpali.

Santri An Nur Slawi

“Mereka itu yang jelas bukan mati syahid, tetapi mati sakit. Kalau pun mereka masuk surga, mereka akan menyesal bertemu bidadari," jawabnya.

"Kenapa Gus?"

Santri An Nur Slawi

"Karena kepalanya masih tertinggal di dunia dan ditahan oleh polisi,” seloroh Gus Dur.?

“Geeerrrrr.....”

(Fathoni Ahmad)

Cerita ini disarikan dari buku “The Wisdom of Gus Dur: Butir-butir Kearifan Sang Waskita”, (Imania, 2014).

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi RMI NU Santri An Nur Slawi

Siapa Terlibat dalam Koalisi Besar Kalahkan Ekstremis Islam

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Amerika Serikat adalah pemimpin dalam koalisi internasional yang bertujuan memukul mundur dan mengalahkan ekstremis Islam ISIS.?

Lebih dari 40 negara - terutama negara-negara Barat atau sekutu Timur Tengah - telah berkomitmen untuk membentuk benteng melawan gerakan, kata Departemen Luar Negeri AS, meskipun hanya menyebut 25 dari mereka, seperti dilaporkan oleh ahram online.?

Siapa Terlibat dalam Koalisi Besar Kalahkan Ekstremis Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapa Terlibat dalam Koalisi Besar Kalahkan Ekstremis Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapa Terlibat dalam Koalisi Besar Kalahkan Ekstremis Islam

Meskipun Iran dan Amerika Serikat memberi dukungan pasukan Irak bertempur melawan Islamic State (IS), baik Teheran dan Washington mengatakan mereka tidak akan bekerja sama. Suriah juga non partisipan.?

Santri An Nur Slawi

Amerika Serikat telah melakukan 148 serangan udara terhadap target IS di Irak sejak 8 Agustus dan memiliki lebih dari 800 personil militer untuk menjaga kedutaan mereka di Baghdad dan membantu tentara Irak.?

Santri An Nur Slawi

Presiden Barack Obama akan menjadi tuan rumah sidang Dewan Keamanan PBB pada September 24 mengenai ancaman pejuang asing di Irak dan Suriah.?

Mitra utama Inggris mengatakan akan mengirimkan senapan mesin berat senilai £ 1.600.000 ($ 2.600.000) pada Rabu untuk pasukan Kurdi guna mendukung pertempuran melawan IS di Irak. Mereka juga mempertimbangkan untuk memberikan pelatihan kepada Kurdi.?

Presiden Prancis Francois Hollande mengumumkan di NATO bahwa Perancis akan berpartisipasi "sesuai dengan hukum internasional" dan atas permintaan Irak.?

Beberapa rincian senjata telah muncul selain dari Paris, namun sebuah sumber diplomatik mengatakan akan "logis" bahwa Prancis berpartisipasi dalam serangan udara.?

Kanada telah resmi menurunkan "beberapa lusin anggota angkatan bersenjata Kanada" selama 30-hari untuk memberi saran dan membantu pasukan Kurdi.?

Pesawat angkut militer Australia telah memberikan senjata kepada pasukan Kurdi. Canberra menegaskan tidak akan mengirimkan pasukan tempur ke Irak, namun dalam sebuah wawancara hari Selasa dengan radio ABC, Menteri Luar Negeri Julie Bishop menyarankan dapat mengirimkan pelatih militer dan penasihat.?

Jerman mengatakan akan menyediakan peralatan militer dan bantuan kepada pasukan Kurdi. Italia dijadwalkan untuk mengirim peralatan militer ke pasukan Kurdi Rabu.?

Albania telah memberikan peralatan militer kepada Kurdi, Estonia menyumbangkan satu juta peluru artileri dan parlemen Denmark secara resmi membantu pesawat untuk memasok pasukan Irak dan Kurdi.?

Polandia menawarkan peralatan militer ke Kurdi dan bantuan beberapa ton kepada kelompok Kristen dan pengungsi Yezidi melalui pesawat C-130 nya.?

Menteri Pertahanan Polandia Tomasz Siemoniak pada Senin mengatakan sedang menunggu penyampaian strategi AS sebelum merumuskan langkah selanjutnya.?

Filipina siap untuk "melakukan bagiannya" dalam aliansi, Menteri Luar Negeri Albert del Rosario mengatakan kepada AFP, namun tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan.?

Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida mengatakan pada Selasa bahwa Tokyo akan mendukung "perjuangan anti-terorisme" di Irak setelah pelantikan pemerintahan baru Perdana Menteri Haidar al-Abadi di Baghdad.?

Jepang telah berkomitmen $ 7.800.000 dalam bantuan melalui OCHA kantor kemanusiaan PBB.?

Swiss telah menjanjikan lebih dari $ 10 juta dolar bantuan untuk OCHA. Norwegia berkomitmen setidaknya $ 6 juta, Denmark berjanji $ 3.800.000, dan Australia $ 4.600.000.?

Finlandia, Hungaria, Irlandia, Italia, Luxemburg, Selandia Baru, Korea Selatan dan Spanyol juga telah menjanjikan bantuan.?

Turki menyediakan 100 truk bantuan dan sebuah kamp pengungsi dekat perbatasan Irak.?

Menteri Luar Negeri AS John Kerry menuju ke wilayah tersebut untuk menggalang sekutu. Dia mengunjungi Arab Saudi pada hari Kamis di mana ia bertemu menteri luar negeri dari enam negara Teluk ditambah Mesir, Yordania dan Irak.?

Monarki minyak Teluk, yang takut ancaman jihad di depan pintu rumah mereka, mengumumkan penentangan mereka terhadap IS pada bulan Agustus, dan menunggu rincian dari strategi Washington, yang akan Obama umumkan pada Rabu.?

Otoritas keagamaan tertinggi Arab Saudi, mengatakan IS "musuh nomor satu," Islam. Saudi telah berkomitmen $ 500 juta untuk badan pengungsi PBB, menurut Departemen Luar Negeri AS. Analis mengatakan, peran Riyadh akan terdiri terutama dari dukungan politik dan logistik.?

Hal yang sama berlaku untuk Bahrain, rumah bagi Armada Kelima AS. Kuwait, yang telah memberikan kontribusi $ 10 juta bantuan kemanusiaan, juga bisa meminjamkan fasilitas militernya.?

Qatar - yang dengan marah membantah laporan telah mendanai IS - bisa memainkan peran penting. ? Basis angkatan udaranya Al-Udeid dapat digunakan untuk Centcom, komando militer AS yang bertanggung jawab untuk Timur Tengah dan Asia Tengah.

Sekutu AS regional Mesir mengatakan akan mendukung upaya Washington untuk mengusir IS, tetapi keterlibatan Kairo "harus berada di bawah mandat PBB," kata seorang pejabat kementerian luar negeri Mesir.?

Uni Emirat Arab mengatakan mereka siap untuk bergabung dalam upaya yang berkelanjutan untuk menghadapi IS. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pesantren Santri An Nur Slawi

Senin, 29 Januari 2018

IPNU-IPPNU Sidoarjo Gelar Pondok Aswaja VII

Sidoarjo, Santri An Nur Slawi. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sidoarjo pada Ramadhan ini mengadakan acara Pondok Aswaja VII dengan mengangkat tema "Pengamalan Aswaja An-Nahdliyah untuk mewujudkan kesejahteraan di masyarakat".

IPNU-IPPNU Sidoarjo Gelar Pondok Aswaja VII (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Sidoarjo Gelar Pondok Aswaja VII (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Sidoarjo Gelar Pondok Aswaja VII

Acara yang digelar di Pondok Pesantren Chusnaini Desa Klopo Sepoloh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo itu diadakan selama dua hari, Sabtu hingga Ahad, (4-5/7) dengan diikuti sekitar 60 anggota delegasi dari Pimpinan Anak cabang IPNU-IPPNU hingga perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

"Melalui acara ini kami harapkan para kader IPNU-IPPNU Sidoarjo bisa membentengi dirinya sendiri, keluarganya dan lingkungan sekitarnya dari paham-paham yang tidak sesuai dengan ajaran ulama NU terdahulu," tegas Ketua PC IPNU Sidoarjo M Syaikhul Maarif.

Santri An Nur Slawi

Diceritakan Maarif, awal mula berdirinya IPNU-IPPNU itu dari pondok pesantren. Ini merupakan proses silaturahim para kader IPNU-IPPNU dengan pondok pesantren yang ada di wilayah Sidoarjo. Sehingga mereka terus memberikan sumbangsih kepada pondok pesantren.

Santri An Nur Slawi

"Banyak pembelajaran yang tidak pernah kita temukan seperti yang ada di pondok pesantren. Di pesantren, kita akan memberikan edukasi kepada para kader muda NU agar mereka mengerti bagaimana kondisi di pesantren itu. Karena banyak tokoh besar NU dan cendekiawan yang lahir dari pondok pesantren," kata Syaikhul Maarif.

Acara Pondok Aswaja tersebut sekaligus merealisasikan program PBNU "Ayo Mondok". Melalui bulan Ramadhan, pihaknya berupaya memberikan kajian keilmuan yang belum pernah kader IPNU-IPPNU dapatkan selama berada di bangku sekolah formal.

Sementara itu Kresna Aji Prayoga (12), delegasi dari Pimpinan Aanak Cabang IPNU Taman Sidoarjo, mengaku ingin mencari ilmu di pesantren supaya bisa termotivasi seperti para ulama besar NU.

"Saya ikut acara ini karena ingin mencari ilmu. Agar ke depannya bisa membentengi diri sendiri dan menjadi remaja yang baik. Selain itu supaya iman saya kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh remaja-remaja yang suka berbuat hal-hal kurang baik," ungkap Aji. (Moh Kholidun/Mahbib)

 

Foto: Ketua PC IPNU Sidoarjo M Syaikhul Maarif

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Khutbah, Sunnah, Cerita Santri An Nur Slawi

Masjid dan Mushola Jadi Simbol Amar Makruf Nahi Munkar

Probolinggo, Santri An Nur Slawi. Masjid dan mushola adalah simbol amar makruf nahi munkar. Sebab keduanya menjadi tempat berkomunikasi antara umat manusia dengan Allah SWT. Takmir masjid dan mushola harus berupaya bagaimana manusia bisa berbicara dengan sang kholik dengan baik dan tidak terburu-buru.

Hal tersebut ditegaskan Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H. Hasan Aminuddin saat membuka pembinaan imam masjid dan mushola yang digelar Lembaga Takmir Masjid (LTM) MWCNU Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo di aula Pendopo Kecamatan Kraksaan, Sabtu (28/5).

Masjid dan Mushola Jadi Simbol Amar Makruf Nahi Munkar (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid dan Mushola Jadi Simbol Amar Makruf Nahi Munkar (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid dan Mushola Jadi Simbol Amar Makruf Nahi Munkar





“Takmir masjid dan mushola adalah tugas yang sangat mulia. Oleh karena itu, harus amanah dan selalu menjaga kebersihan masjid dan mushola. Bagaimana orang mau bersujud jika tidak pernah dibersihkan,” katanya.?

Santri An Nur Slawi





Hasan menegaskan bahwa takmir masjid dan mushola harus merubah manajemen sesuai dengan perubahan zaman saat ini. Selama ini banyak musafir yang singgah di masjid di jalur pantura di Kabupaten Probolinggo. “Semua ini dikarenakan masjid dan airnya bersih, serta takmirnya amanah,” tegasnya.

Santri An Nur Slawi

Terkait mushola, Hasan menegaskan bahwa pembelajaran Al-Qur’an saat ini harus menggunakan metode NU. Karena banyak mushola di perkotaan yang menjadi pilihan masyarakat. Metodenya dirubah dan diseragamkan. “Cobalah manajemen mushola dirubah agar bagaimana anak-anak kita sore hari tidak bermain dan tidak berada di rumah di depan TV, tapi di mushola,” jelasnya.

Sementara Rais MWCNU Kraksaan KH Shihabuddin Sholeh menegaskan pembinaan imam masjid dan mushola ini dilakukan dengan tujuan memberikan pemahaman bagaimana menjadi imam yang baik dalam menunaikan sholat. “Sehingga tidak terkesan terburu-buru saat menunaikan sholat berjamaah,” katanya.

Pembinaan imam masjid dan mushola ini Rais PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A. Suja’i dan sejumlah pengurus MWCNU Kecamatan Kraksaan. (Syamsul Akbar/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Ubudiyah, Nusantara Santri An Nur Slawi

Ketika Maulid Simtudduror Bergema di Jerman

Berlin, Santri An Nur Slawi

Ahad, (26/11) menjadi hari yang sangat istimewa bagi masyarakat Indonesia, khususnya Nahdliyin yang tinggal di Jerman. Pada hari tersebut, masyarakat Indonesia mendapatkan kesempatan untuk merayakan kegembiraan menyambut datangnya bulan Rabiul Awal, bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Acara bertajuk Berlin Bershalawat yang dilaksanakan di KBRI Berlin dan diprakarsai oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jerman ini, sukses terlaksana berkat kerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jerman Raya, serta Pusat Kearifan dan Kebudayaan Indonesia (Indonesisches Weisheits-und Kulturzentrum, IWKZ) Masjid Al-Falah Berlin

Ketika Maulid Simtudduror Bergema di Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Maulid Simtudduror Bergema di Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Maulid Simtudduror Bergema di Jerman





Santri An Nur Slawi

Selain itu, dukungan penuh juga datang dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin, khususnya dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman Fauzi Bowo, serta Departemen Imigrasi KBRI Berlin melalui program Lapor Diri, juga menambah kesuksesan acara yang dihadiri sekitar 170 orang ini. Mereka tidak hanya berasal dari Berlin, namun juga berbagai kota di Jerman seperti München, Stuttgart, Karlsruhe, Bremen, Erfurt, Dresden, dan juga Hamburg.

Kemeriahan bertambah dikarenakan kehadiran para tamu mancanegara lintas mazhab, diantaranya grup Nasyid As-Surur dari Masjid Darul Hikmah (Haus der Weisheit) serta Akademi Islam (Islamische Akademie) yang anggotanya berasal dari Palestina, Syria, Libanon, Yaman, Mesir, Maroko, Pakistan, Inggris, Togo, dan Jerman sendiri.

Kehadiran para rekan Akademi Islam ini terasa istimewa mengingat afiliasi organisasi yang tersambung ke Darul Mustafa Tarim asuhan Habib Umar bin Hafidz.

Setelah shalat dhuhur berjamaah atau sekira pukul 12.30 waktu Berlin, Habib Muhammad Husein Al-Kaff, Wakil Ketua Tanfidziyah PCINU Jerman sekaligus Ketua Panitia acara ini membuka acara. Ia mengajak hadirin membaca Surat Al-Fatihah yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Simtudduror.

Santri An Nur Slawi

Maulid yang berisi untaian biografi dan pujian atas Nabi Muhammad SAW karya Habib Ali bin Muhammad Bin Husein Al-Habsyi ini dibaca bersama-sama oleh para hadirin dengan semangat. 

Diantara pembacaan bait-bait maulid tersebut disisipkan pembacaan syair-syair antara lain Ya Hanana oleh grup nasyid As-Surur. Pembacaan maulid kemudian disempurnakan dengan doa oleh Rais Syuriah PCINU Jerman KH. Syaeful Fatah.

Setelahnya, acara dimeriahkan dengan penampilan anak-anak TPA Ceria dari Masjid Al-Falah Berlin yang membawakan lagu Assalamu’alaikum gubahan Opick diikuti dengan penampilan grup angklung Gentra Pasundan dan juga Berliner Nasyid dari IWKZ. Kesemuanya menunjukkan rasa cinta kepada Nabi SAW.

Pentingnya Menjaga Ukhuwah Islamiyah

Menjelang acara inti setelah makan siang dan shalat Ashar berjamaah, Habib Husein memberikan kata sambutan. Ia menekankan, ukhuwah Islamiyah yang didasarkan rasa cinta kepada Nabi SAW inilah yang menjadi motivasi utama untuk melaksanakan acara Maulid bersama ini. 





Fauzi Bowo selaku Dubes RI untuk Jerman juga menyampaikan sambutan yang senada, bahkan menekankan bahwa peringatan Maulid ini perlu terus dilestarikan. 



“Sebagaimana tradisi sejak saya kecil dulu, orang Betawi akan terus melaksanakan Maulid meskipun di luar bulan Maulid,” imbuh pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta ini. 

Pembukaan acara juga semakin lengkap saat Syaikh Khaled Assiddiq, imam masjid IZDB yang asli Yaman ini, menyampaikan dalam bahasa ibunya betapa ia melihat saudara-saudara muslim Indonesia yang suka bershalawat ini seperti ia melihat dirinya sendiri dan keluarganya.

Khazanah Tradisi untuk Kemandirian dan Pengembangan Umat

Acara inti diisi dengan siraman rohani oleh Abdul A’la dengan tajuk Revitalisasi Khazanah Tradisi untuk Kemandirian dan Pengembangan Umat yang dimoderatori oleh Hendro Wicaksono, salah satu mustasyar PCINU Jerman.

Dalam penyampaiannya, Profesor A’la menekankan bahwa nilai-nilai Islam yang merupakan rahmat bagi semesta dapat dimaknai sebagai pembumian nilai-nilai Islam dengan segala keragamannya. 

"Termasuk diantara rahmat Islam ialah dialog dengan realitas kehidupan, seperti budaya, tradisi, kearifan lokal, bahkan dengan agama lain, yang kemudian dalam gilirannya memunculkan istilah Islam Indonesia," terangnya.

Mengutip Azyumardi Azra, ia menjelaskan karakter khas Islam Indonesia, yaitu tersebarnya Islam melalui cara-cara yang damai, tertanam kuat secara budaya dalam masyarakat, serta berkembang di negara Pancasila. 

Rektor UINSA Surabaya yang juga aktif sebagai salah satu pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, ini kemudian mengingatkan bahwa tradisi-tradisi baik yang telah mengakar di masyarakat, diantaranya maulid, yasinan, serta tahlilan, agar tidak hanya menjadi acara seremonial saja.

"Namun sebaiknya dapat ditransformasikan menjadi identitas diri umat Islam agar dapat duduk sejajar dengan umat lain serta memberikan kontribusi lebih banyak kepada masyarakat sekitarnya," lanjutnya.

Hal yang sama dapat juga diterapkan pada tradisi keilmuan pesantren dengan titik tekan fiqih-sufistik untuk penguatan penambahan keilmuan yang relevan dengan tuntutan zaman. 

Di penghujung tausiyahnya, Profesor A’la menyampaikan nasihat untuk terus mengutamakan akhlak baik dalam hubungan antar sesama manusia, baik kepada muslim maupun non-muslim.

Mahasiswa Katolik Ikut Menyimak Tausiyah

Saat tausiyah berlangsung, terdapat sebuah kejadian menarik. Tausiyah yang umumnya hanya dihadiri oleh warga Muslim ini ternyata juga dihadiri oleh Thomas Budiarto yang tak lain adalah anggota Kelompok Mahasiswa Katolik Indonesia (KMKI) Berlin.

Thomas memutuskan hadir ke acara ini setelah melihat poster yang disebar oleh pengurus PCINU Jerman melalui jaringan medsos mereka semata-mata karena ketertarikannya dengan model dakwah NU yang ramah, toleran, dan inklusif.

Setelah sesi tanya jawab selesai, acara kemudian ditutup dengan sholat maghrib berjamaah serta doa bersama yang dipimpin oleh Andre Hutari, salah satu sekretaris PCIM Jerman Raya.

Seakan tak berkurang kemeriahan acara ini bahkan saat sudah ditutup sekitar pukul 16:45, sebagian masyarakat yang hadir masih juga sempat memberikan testimoninya. Diantaranya para anggota tim nasyid As-Surur yang menyampaikan kekagumannya karena acara Maulid Nabi yang biasanya dilaksanakan di masjid kali ini dapat dilaksanakan di sebuah kedutaan besar; sebuah pemandangan yang baru pertama kali mereka lihat. 

Menanggapi hal ini, Fattah Hardiwinangun selaku Sekretaris I Penerangan Sosial Budaya KBRI Berlin menyampaikan bahwa KBRI bukan hanya sebuah kantor untuk urusan administrasi, namun juga merupakan bagian dari tanah air yang juga dimiliki oleh masyarakatnya.

Kedepannya, PCINU Jerman berkeinginan untuk dapat melanjutkan kerja sama yang luar biasa, tidak hanya bersama rekan-rekan PCIM Jerman Raya dan IWKZ saja, namun juga dengan organisasi-organisasi lainnya. Selain itu, tradisi peringatan Maulid Nabi dapat dilaksanakan tidak hanya di Berlin, namun juga di kota-kota lainnya di Jerman.(Muhammad Rodlin Billah/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Bahtsul Masail, Nahdlatul, Nusantara Santri An Nur Slawi

Minggu, 28 Januari 2018

Keluarga sebagai Sekolah Petama Pendidikan Antikorupsi

Oleh Ahmad Muzakki

Dalam Islam ada satu kaidah menarik berkaitan dengan tindakan pencegahan yaitu:

Keluarga sebagai Sekolah Petama Pendidikan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga sebagai Sekolah Petama Pendidikan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga sebagai Sekolah Petama Pendidikan Antikorupsi

? ? ? ?

Santri An Nur Slawi

“Mencegah lebih efektif dari menghilangkan.”

Kaidah ini sangat cocok untuk diterapkan dalam pemberantasan korupsi, karena pencegahan lebih mudah daripada penindakan dan penghukuman. Seberat apa pun sanksi pidana bagi koruptor tanpa adanya pencegahan yang kuat, maka peluang terjadinya korupsi masih terbuka lebar.

Santri An Nur Slawi

Pencegahan korupsi harus dimulai sejak dini. Dalam hal ini keluarga memiliki beban yang sangat vital dalam memberikan pendidikan kejujuran dan antikorupsi terhadap anak-anaknya. Keberhasilan sebuah negara tidak terlepas dari keberhasilan keluarga di dalam mendidik anak-anaknya yang kelak diharapkan menjadi generasi masa depan yang lebih baik.

Anak umur 1-6 tahun harus dididik dengan lembut. Pendidikan kejujuran harus diajarkan secara intensif dan berkesinambungan. Orang tua harus selalu memantau karakter anak agar menjadi orang yang jujur terhadap Tuhannya, dirinya sendiri, dan orang lain. Anak juga harus diberi pendidikan tentang larangan mengambil hak orang lain dan ditakut-takuti dengan ancaman siksa di dunia maupun akhirat. Contohnya, orang tua menyampaikan kepada anaknya bahwa orang yang memakan, menggunakan dan memanfaatkan harta orang lain tanpa hak, sama halnya dengan memakan api, sholatnya tidak akan diterima dan akan mendapatkan siksa yang pedih di akhirat. Pendidikan semacam ini lebih mudah diterima dan dicerna oleh anak usia dini.

Begitu juga dengan para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), mereka harus intens mengajarkan kejujuran dan sikap wara` dalam kehidupan. Guru harus membimbing anak didiknya dalam mempraktekkan kejujuran agar menjadi karakter dan kepribadian dalam jiwanya.

Ketika anak telah beranjak dewasa, kira-kira umur 7-14 tahun, maka orang tua dan guru harus lebih tegas dalam mengajarkan kejujuran dan sikap antikorupsi. Tidak ada salahnya orang tua memarahi atau memukul anaknya yang tidak memiliki kejujuran. Hal itu perlu dilakukan untuk menjaga masa depan anak dan untuk menyelamatkan negara dari tindakan-tindakan korupsi yang sebenarnya bersumber dari ketidakjujuran dan tidak adanya rasa takut kepada Allah dan sisksaNya kelak di akhirat.

Perlu diingat bahwa keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Perkembangan anak sangat bergantung kepada pendidikan yang diberikan oleh orang tua. Bahkan agama yang dianut oleh orang tua juga dapat mempengaruhi agama yang akan dianut oleh anak. Rasulullah bersabda,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Tidak ada anak yang dilahirkan kecuali? dilahirkan dalam keadaan? fitrah (suci), lalu orang tuanya membuat mereka menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi.”

Saking pentingnya pendidikan orang tua terhadap anaknya, Rasulullah memerintahkan orang tua agar menyuruh anak-anaknya untuk melakukan ibadah sejak umur tujuh tahun dan ketika telah berumur sepuluh tahun, maka orang tua diperbolehkan memberikan sanksi kepada anak yang tidak mau melakukan ibadah. Tujuannya adalah membiasakan anak melakukan ibadah, agar kelak dia istiqomah dan senang untuk melakukannya.

Oleh karena itulah, dalam pencegahan korupsi, orang tua dan guru harus keras mendidik anak-anak untuk menghindari tindakan korupsi dengan cara mengajari anak agar terbiasa jujur, wara` dan takut kepada Allah. Hal-hal kecil yang berhubungan dengan kejujuran harus dijaga ketat oleh? orang tua dan guru. Contohnya, membiasakan anak untuk mengembalikan barang temuan kepada pemiliknya, mengembalikan uang kembalian yang lebih kepada pedagang, menjaga anak agar tidak sembarangan menggunakan barang milik temannya ketika bermain.

Kebiasaan dapat membawa kepada kenyamanan. Ketika anak telah biasa menjaga diri dari menggunakan, memakan, atau menguasai hak orang lain, maka dia akan merasa tidak nyaman dan merasa dosa besar ketika harus melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan orang lain seperti mencuri, korupsi dan semisalnya.

Pendidikan antikorupsi harus selalu dilakukan kepada siapapun dan dalam kondisi apapun. Orang tua harus selalu memantau anaknya sampai usia remaja sekalipun. Institusi pendidikan, baik PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi harus menerapkan karakter kejujuran dan menjadikan pendidikan antikorupsi sebagai mata pelajaran wajib.



Penulis adalah Santri Ma’had Aly Salafiyah Syafi`iyyah Sukorejo Situbondo



Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Cerita Santri An Nur Slawi

NU Bergeser ke Tengah, bukan ke Kanan

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menjelaskan anggapan sebagian masyarakat bahwa NU sekarang cenderung bergeser ke kanan, atau menjadi lebih konservatif adalah salah. NU saat ini bergeser ke tengah setelah sebelumnya terlalu lama ke kiri, atau dekat dengan Barat.

“Selama ini, posisi NU lebih cenderung ke Barat daripada ke Timur, jadi tasyahul (menyepelekan hukum) lebih didekati daripada tasyadud (pemikiran konservatif). Maka belakangan ini kita berusaha agar lebih ke tengah,” tuturnya dalam acara Halaqah Pemberdayaan Syuriah NU beberapa waktu lalu.

Namun demikian, pergeseran ini dicurigai ke kanan karena posisi NU selama ini terlalu lama di posisi kiri sehingga seolah-olah bergeser ke kanan. “Ini akan melahirkan beberapa teman, tetapi juga tantangan-tantangan,” tambahnya.

NU Bergeser ke Tengah, bukan ke Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bergeser ke Tengah, bukan ke Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bergeser ke Tengah, bukan ke Kanan

Dikatakan oleh Pengasuh Ponpes Mahasiswa Al Hikam Malang ini, hubungan NU dengan sesama muslim di Indonesia saat ini semakin baik. Namun demikian, NU tetap mempertahankan manhaj yang dimiliki tanpa meninggalkan ukhuwah islamiyah.

Sementara itu, hubungan antar agama yang dijalin oleh NU juga dalam konteks tasamuh (toleransi), bukan ittibak (kepatuhan). Moderasi menurut NU adalah suatu keseimbangan antara keyakinan dan toleransi, bukan toleransi yang tidak bekeyakinan, bukan pula keyakinan yang tak bertoleransi. “Selama ini tidak ada masalah dalam penerapannya dibidang sosial, tetapi tetap ada masalah dalam bidang akidah,” imbuhnya.

Secara internasional NU juga tetap mengatur keseimbangan antara kelompok liberal, kelompok tasyaddud dan kelompok tawassuth (moderat) di dalam dunia internasional. Dijelaskan oleh Sekjen International Conference of Islamic Scholars tersebut bahwa di Timur Tengah sebenarnya juga banyak kelompok tawasuth seperti di Jordania dan Syiria.

Santri An Nur Slawi

“Mereka fikiran sama dengan kita, tapi bedanya karena mereka secara fisik berhadapan dengan kekerasan, maka kelihatan sebagai sebuah kekerasan tapi sebenarnya kekerasan perlawanan, bukan kekerasan pemikiran,” paparnya.

Santri An Nur Slawi

Ancaman Baru Komunisme

Seiring dengan tumbuhnya kebebasan berfikir, komunisme yang dulu dianggap sebagai bahaya laten kini mulai berkembang lagi di Indonesia, meskipun masih sebatas wacana. Namun, suatu saat ini bisa menjadi sebuah gerakan fisik.

“Dalam satu titik tertentu, ini akan menjadi gangguan bagi kita semua. Jadi kita menghadapi tantangan dari sebelah kanan, kiri dan tengah. Namun banyak kiai merasa tidak ada tantangan apa-apa karena tidak tahu tantangan itu sehingga sosialisasi masalah ini perlu dikembangkan sampai tingkat cabang,” ujarnya.



Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pendidikan, Pertandingan, Hikmah Santri An Nur Slawi

IPNU-IPPNU Guyangan Telisik Budaya Assyuro

Jepara, Santri An Nur Slawi. Pimpinan Ranting (PR) IPNU-IPPNU desa Guyangan kecamatan Bangsri kabupaten Jepara membuka kajian bertema “Menelisik Budaya Assyuro” di balai desa Guyangan, Rabu (14/10). Di pertemuan ini, mereka mencoba menggali tradisi yang sudah mengakar di masyarakat.

Akademisi Unisnu Jepara Tupomo menerangkan bahwasa Assyuro sebenarnya jatuh bukan pada 1 Syuro (1 Muharram) tetapi tanggal 10.

IPNU-IPPNU Guyangan Telisik Budaya Assyuro (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Guyangan Telisik Budaya Assyuro (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Guyangan Telisik Budaya Assyuro

Menurutnya, Asyuro berasal dari kata Asyura yang artinya kesepuluh. Bulan Syuro sendiri menurut Ketua Pergunu Jepara itu dipopulerkan oleh Sultan Agung karena pada bulan itu ia memperoleh kemenangan. Tanggal itu, bagi Sultan, dianggap sebagai hari yang sakti.

Santri An Nur Slawi

Narasumber lainnya Ahmad Bahrowi menambahkan, setiap 1 Syuro gaman atau senjata yang dimiliki oleh orang-orang Jawa dikumbah (dimandikan, red) sebenarnya juga memiliki makna tersendiri.

Santri An Nur Slawi

“Gaman sendiri berasal dari kata agama. Gaman merupakan senjata sakti yang dijadikan sebagai media agar seseorang selamat,” terang Bahrowi yang kini mengajar di Unisnu Jepara.

Ketika datang menyebarkan Islam, para wali mengakulturasinya dengan Islam. Dengan menambahkan kalimat Bismillah, Allahu akbar dalam tradisi mereka, masyarakat Jawa menerimanya dengan baik. Sehingga, agama harus dirawat, agar sesorang bisa selamat. Seperti halnya dengan gaman.

Hal itu menurutnya kejeniusan para Wali dalam mengislamkan Jawa. Manusia tidak akan selamat jika tidak menjaga agamanya (gamannya). “Itulah filosofi dari memandikan keris,” imbuhnya di hadapan ratusan peserta.

Dengan dihelatnya kegiatan ini, Ketua IPNU Guyangan David Herwanto menerangkan pelajar NU yang mulanya masih penasaran dengan bulan itu semakin mencerahkan.

“Merayakan bulan Syuro harus diisi dengan hal yang positif. Kami berharap tradisi yang dilakukan oleh masyakat kita, Jawa, tetap boleh dilakukan asal tidak melenceng dari aturan agama Islam,” harap David. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Jadwal Kajian, Quote, Nahdlatul Ulama Santri An Nur Slawi

Sabtu, 27 Januari 2018

Kecerdasan-kecerdasan untuk Jalani Kehidupan

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri, Komjen Lutfi Lubihanto mengungkapkan dalam kehidupan ini, kecerdasan intelektual saja tidak cukup bagi seseorang, tetapi harus dibarengi dengan kecerdasan spiritual.

Hal itu diungkapkan Lutfi saat mengisi sambutan pada kegiatan “Istigotsah untuk Jakarta Damai” yang diselenggarakan di Halaman Gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat (7/4) malam.?

Kecerdasan-kecerdasan untuk Jalani Kehidupan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kecerdasan-kecerdasan untuk Jalani Kehidupan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kecerdasan-kecerdasan untuk Jalani Kehidupan

“Para santri dan anak-anak kita akan kita didik ? menjadi orang yang saleh dan salehah, tidak cukup dengan hanya intelektual di sekolah, akan tetapi kecerdasan harus dibarengi spiritual. Seperti kegiatan pada malam ini yang telah dirancang oleh panitia adalah cara untuk membantu kita mencerdaskan aspek spiritual,” kata Lutfi.

Menurut Lutfi, kecerdasan spiritual juga akan memberikan kontribusi dalam menciptakan situasi yang damai dan aman seperti tujuan hidup manusia menurut agama Islam yang ingin menggapai kehidupan dunia dan akhirat dengan selamat.

Lutfi menceritakan aplikasi kecerdasan spiritual juga ia terapkan di lingkungan kepolisian. “Di kepolisian sering kami ingatakan bahwa kebahagiaan tidaklah karena status, kepangkatan, kedudukan jabatan, ataupun penguasaan materi. Kebahagiaan adalah suasana ketika hati menjadi tenang. Karena jika masing-masing kita punya potensi ketidaksabara mau cepat, mau menang tidak mau damai, itu akan mempengaruhi kondisi jiwa,” paparnya lagi.

Santri An Nur Slawi

Kecerdasan berikutnya yang harus dimiliki adalah kecerdasan sosial. “Kita belajar di tempat ini bagaimana kita melakukan kecerdasan sosial dengan toleransi, karena sesungguhnya kita berasal dari satu keturunan yang sama (Nabi Adam, red.),” tambahnya.

Ia memandang tiidak ada alasan untuk saling menghina, untuk tidak saling memberi. Ketika orang memahami kewajiban saling menyayangi dan saling memberi, suasana di Jakarta pasti akan aman dan damai.?

Santri An Nur Slawi

Selain itu, kecerdasan lainnya adalah kecerdasan finansial yakni upaya untuk mampu mandiri serta berkecukupan tanpa mengganggu pihak lain. “Kecerdasan finansial mendorong berbuat sesuatu untuk mendapatkan rizki, juga bagaimana membelanjakannya. Kita berkewajiban melakukannya di jalan Tuhan,” tandas Lutfi. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Bahtsul Masail, Santri, Pondok Pesantren Santri An Nur Slawi

Pesantren Al Mizan Bentuk Korps Santri Relawan TIK

Majalengka, Santri An Nur Slawi. Pondok Pesantren Al Mizan Jatiwangi Majalengka bekerjasama dengan Kementrian Komunikasi dan Informasi meresmikan Santri Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang dihadiri Menkominfo Rudiantara, Sabtu, (11/7) kemarin.

Menkominfo Rudiantara mengatakan, adanya satuan santri Relawan TIK ikut serta membantu atau meringakan peran pemerintah yang sejatinya tiap tahunnya terjadi kriminalitas media sosial yang meneyebakan kemerosotan moral.

Pesantren Al Mizan Bentuk Korps Santri Relawan TIK (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al Mizan Bentuk Korps Santri Relawan TIK (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al Mizan Bentuk Korps Santri Relawan TIK

“Kalau dihitung pertahun ada ribuan konten yang kami sudah diblokir baik berupa situs pronografi. untuk itu, dengan adanya santri relawan TIK ada kepedulian dan memberikan keringan dalam peran pemerintah dalam menghadapi Kriminalitas Media Sosial khusunya memblokir jasa protitusi,” katanya

Santri An Nur Slawi

Menurut Rudiantara, bila santri? sudah dilatih dalam TIK maka akan ada pelatihan tingkah lanjut.

Santri An Nur Slawi

“Kepedulian Santri dalam TIK maka akan ada pelatihan lanjutan yaitu santri tangkas bencana maupun santri tangguh bencana. Biar semua kalangan baik masyarakat maupun santri dalam menghadapi kriminalitas media sosial sudah siap. ?

Sementara itu, Ketua Yayasan AL Mizan Asep Zaenal Aripin, menyambut baik dengan gerakan santri Relawan TIK serta diresmikan oleh Kemenkominfo dan merasa bahagia karena pondok Al Mizan yang menjadi pertama pelopor santri relawan TIK. (Tata Irawan/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Anti Hoax Santri An Nur Slawi

Pelajar NU Pabedilan Ngaji Fiqih Seputar Haid

Cirebon, Santri An Nur Slawi - Pimpinan Anak Cabang IPNU dan IPPNU Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon menggelar kajian fiqih seputar haid di Pesantren Raudlatut Tholibin Desa Kalibuntu, Pabebdilan, Kamis (30/6). Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama dengan Ikatan Alumni Pesantren Lirboyo Kecamatan Pangenan yang diikuti puluhan anggota IPNU dan IPPNU setempat.

Menurut Ketua IPPNU Pabedilan Sri Mahmudah, kegiatan seminar ini membahas perempuan khususnya haid, nifas, dan seluruh permasalahannya. Kajian ini menghadirkan narasumber Ustadz Harun Purhadi, alumni Pesantren Lirboyo.

Pelajar NU Pabedilan Ngaji Fiqih Seputar Haid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Pabedilan Ngaji Fiqih Seputar Haid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Pabedilan Ngaji Fiqih Seputar Haid

"Intinya menuju perempuan salehah. Minimalnya tahu dan mengerti seluk-beluk haid. Tentang haid ini menurutku sangat penting juga dikaji baik oleh perempuan maupun laki-laki. Karena perempuan dan laki-laki sudah seharusnya mengerti persoalan haid dan permasalahannya,” jelas Mudah.

Sedangkan Ketua IPNU Pabedilan Ahmad Fahrurrijal mengatakan, kegiatan ini penting karena banyak para kader yang membutuhkan pengetahuan seputar haid dan thaharah agar lebih mantap dalam menjalankan ibadah sehari-hari. Untuk laki-laki, agar kelak setelah berumah tangga paham tentang haid dan dapat menuntun istrinya.

Santri An Nur Slawi

Alhamdulillah acara kami disambut dengan baik oleh kader. Setelah seminar acara kami lanjut dengan tadarus Al-Qur’an sambil ngabuburit dan buka bersama. Malamnya setelah Tarawih, kami isi dengan rapat koordinasi dengan seluruh ranting dan komisariat yang ada di Kecamatan Pabedilan,” jelas Rijal kepada Santri An Nur Slawi.

Santri An Nur Slawi

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon. Ketua IPNU Cirebon Ayub Al-Ansori dan Ketua IPPNU Cirebon Nur Aida Fajriyanti berharap ke depan seluruh anak cabang Pelajar NU selain gencar kaderisasi formal juga penting untuk memerhatikan keilmuan para pelajar baik dalam bentuk seminar, diskusi, maupun pelatihan. (Nurjannah Al-Kendali/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Lomba, Hikmah Santri An Nur Slawi

Alumni PMII Ini Rintis MTs Pertama di Desa Toblongan

Tasikmalaya, Santri An Nur Slawi. Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tasikmalaya Eris Zam Zam Noor berkiprah di masyarakat dalam bidang pendidikan dengan merintis pendirian sekolah dan memajukan pesantren di Kampung Datarpetir Desa Toblongan Bojongasih Tasikmalaya, Jawa Barat.

Alumni PMII Ini Rintis MTs Pertama di Desa Toblongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni PMII Ini Rintis MTs Pertama di Desa Toblongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni PMII Ini Rintis MTs Pertama di Desa Toblongan

Sekolah yang ia rintis bernama Madrasah Tsanawiyah Tholabul Hidayah didirikan 9 Juni 2013. MTs ini adalah MTs pertama dalam sejarah Desa Toblongan. MTs ini berada dibawah naungan Yayasan Pesantren Tholabul Hidayah. Sebuah Pesantren yang didirikan pada 9 Juni 1922 oleh Ajengan Ahmad Syaepudin ? yang merupakan santri dari KH Zainal Musthafa Sukamanah, dan ia juga adalah salah seorang santri yang ikut bertempur pada masa penjajahan Jepang bersama KH Zainal Musthafa ? dan Wafat ? pada 1 Syawal 1433 H.

Eris Berkiprah di PMII Sebagai Anggota Kemudian Menjadi ? Sekretaris Komisariat PMII Institut Agama Islam Cipasung Pada Tahun 2008 – 2011. Saat ditemui di Kediamannya Di Kampung Datarpetir Toblongan Bojongasih, ? Tasikmalaya Kamis (24/09). ? Eris menuturkan bahwa Madrasah ini didirikan Karena Sekolah dengan Jenjang yang Sama Sulit dijangkau oleh Masyarakat, Karena akses yang Jauh, apalagi Mayoritas Masyarakat disini Petani.

Santri An Nur Slawi

“Madrasah ini juga untuk memajukan pesantren yang didirikan kakek saya yang kian hari dan kian lama susah berkembang karena tidak adanya pendidikan formal, dan ? masyarakat sekarang ? cenderung mengutamakan pendidikan formal, dan usia SLTP disini banyak ? meninggalkan desa Untuk bekerja di luar kota atau sebagian sekolah di luar desa sehingga pesantrenpun susah berkembang, untuk mengimbangi itu harapan saya dengan MTs ini Pendidikan Masyarakat bisa meningkat dan memajukan Pesantren Tholabul Hidayah,” papar Eris.

Madrasah ini, lanjutnya, memiliki visi Melahirkan peserta didik yang yang cerdas, berkarakter keislaman, kebangsaan serta berwawasan budaya. Oleh karena itu ke-NU-an dan ke-Aswaja-an menjadi mata pelajaran di MTs ini agar siswa paham nilai dari Islam, Indonesia dan hubungan budaya dengan fikih sejak dini.

Santri An Nur Slawi

Pemuda 26 tahun itu melanjutkan, Madarasah ini dibiayai dengan swadaya karena belum menerima Bantuan Oprasional Sekolah (BOS). Karena itu, dirinya selalu memberikan semangat ? kepada para pengajar bahwa mendidik adalah tugas besar yang diemban secara terhormat oleh orang-orang terhormat dan kita disini membangun bangsa bersama sama dengan mendidik. (Husni Mubarok/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Daerah, Pondok Pesantren Santri An Nur Slawi

Pelantikan IPNU-IPPNU Ngasem Dirangkai Maulid Nabi

Bojonegoro, Santri An Nur Slawi. Setelah beberapa waktu lalu melaksanakan konferensi,  Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar acara pelantikan pengurus untuk periode 2014-2016, Ahad (19/01).

Pelantikan IPNU-IPPNU Ngasem Dirangkai Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelantikan IPNU-IPPNU Ngasem Dirangkai Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelantikan IPNU-IPPNU Ngasem Dirangkai Maulid Nabi

Acara prosesi  pengukuhan ini dirangkai dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan yang digelar di Aula MI Manysaul Huda Besaran, Ngasem, ini di meriahkan oleh Grup Hadrah Al-Marzuqi dari SMA IT Syakur Al-Marzuqi Nglingi sesaat sebelum acara dimulai. Meski sederhana, pagi itu prosesi pelantikan berlangsung hikmat.

Santri An Nur Slawi

Tampak hadir di sana pengurus ranting NU, MWC NU, Fatayat NU, Muslimat NU, dan GP Ansor Ngasem. Para Alumni, kepala sekolah, serta undangan dari beberapa sekolah dan rombongan dari PC IPNU-IPPNU Bojonegoro juga mengikuti acara.

Sebelum dilantik, dilaksanakan prosesi serah terima jabatan oleh ketua IPNU-IPPNU domisioner kepada ketua IPNU-IPPNU yang baru dengan simbol penyerahan panji IPNU-IPPNU serta serah terima barang inventaris berupa sebuah laptop.

Santri An Nur Slawi

Pimpinan Cabang IPNU Bojonegoro rekan Misbahul Munir mengaku dirinya terharu dan merasa iri kepada Pengurus PAC yang mendapat barang inventaris. “Baru kali ini saya melihat PAC dapat inventaris laptop, saya yang di PC Bojonegoro saja gak dapat,“ kelakarnya.

Usai dilantik, acara dilanjutkan dengan pembacaan Maulid al-Banrjanji kemudian diisi dengan mauidoh hasanah.

Dalam Muidoh hasanah, KH. Abdul Haris dari MWC NU Kecamatan Ngasem memberikan pesan kepada pengurus untuk menata niat dalam hati agar selalu ihlas dalam berorganisasi dan selalu bersemangat untuk memperjuangkan ajaran Islam ala ahlis sunnah wal jamaah.

“ Akhir-akhir ini tantangan perjuangan semakin meraja lela, banyak golongan-golongan yang mengancam aqidah kita,“ terangnya. (M Shobirin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Tegal, Pesantren Santri An Nur Slawi

Cabang-Cabang Lakpesdam Berbagi Pengalaman dan Unjuk Produk

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Beberapa Cabang Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama berkumpul di Hotel Milenium, Kebon Sirih, Jakarta pada Kamis-Jumat  (28-29/8). Mereka berbagai pengalaman rintisan usaha di daerah masing-masing serta menampilkan beberapa produknya.

Cabang-Cabang yang berkumpul diantaranya Lakpesdam Lombok, Bulukumba, Indramayu, Ambon, Jepara, Cilacap, Cimahi, Pandeglang.

Cabang-Cabang Lakpesdam Berbagi Pengalaman dan Unjuk Produk (Sumber Gambar : Nu Online)
Cabang-Cabang Lakpesdam Berbagi Pengalaman dan Unjuk Produk (Sumber Gambar : Nu Online)

Cabang-Cabang Lakpesdam Berbagi Pengalaman dan Unjuk Produk

Menurut Ketua Pengurus Pusat Lakpesdam H Yahya Ma’sum mengatakan, cabang-cabang itu merupakan para pelaksana dan penanggung jawab Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPN) Peduli sejak tahun 2011 yang sudah berakhir.

Santri An Nur Slawi

Mereka, menurut Yahya, kemudian diundang ke Jakarta oleh Pengurus Pusat Lakpesdam sebagai penyalur dana hibah World Bank (bank dunia) melalui program tersebut. “Sharing pengalaman dan ekspos kegiatan dan hasil-hasilnya,” katanya di Hotel Milenium Kamis (28/8).

Menurut Yahya, secara proyek program tersebut sudah berakhir, tapi mereka tetap berkewajiban untk terus melanjutkannya secara mandiri.

Santri An Nur Slawi

Ditanya apakah merasa bisa mandiri, Yahya menjawab optimis. Dengan dilepasnya dana ahibah yang dikucurkan melalui PP Lakpesdam, kelompok-kelompok yang sudah terbentuk di daerah akan bisa mandiri. “Optimis bisa. Sebagian besar sudah bisa membangun jejaring dengan berbagai pihak sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka,” terangnya.  

Yahya menjelaskan salah satu kelompok penerima manfaat (benefiserias) dari program ini di Lakpesdam Indramayu, yaitu ibu-ibu pembuat bakso ikan. Hasil produksinya sudah sampai bisa menjual ke daerah Bogor. Pada mulanya cuma 500 buah sekarang sudah 5000.

Ia juga bercerita ibu-ibu pembuat kain songket di Palembang, Sumatera Selatan. Mereka kemudian bergerak sendiri, bisa mendapatkan bantuan sendiri, sekarang uang yang bergulir di antara mereka sekitar 80 juta. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi News, Halaqoh, Olahraga Santri An Nur Slawi

Jumat, 26 Januari 2018

Fiqih Sosial Institute IPMAFA Bahas Masa Depan Fiqih Indonesia

Pati, Santri An Nur Slawi

Sebagai kampus riset berbasis nilai-nilai pesantren, Pusat Fiqih Sosial Institute (FISI) menggelar seminar nasional bertajuk ‘Fiqh Sosial: Masa Depan Fiqh Indonesia’ di aula kampus Institute Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati, Jawa Tengah, Kamis (28/1/2016).

“Kegiatan ini untuk mempublikasikan hasil riset fiqih sosial Kiai Sahal yang selama ini dipandang sebagai fiqih yang bisa memberikan sumbangsih pemikiran kepada masyarakat, pesantren maupun dunia akademik,” ungkap Umdatul Baroroh selaku Direktur Pusat FISI.

Fiqih Sosial Institute IPMAFA Bahas Masa Depan Fiqih Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Fiqih Sosial Institute IPMAFA Bahas Masa Depan Fiqih Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Fiqih Sosial Institute IPMAFA Bahas Masa Depan Fiqih Indonesia

Ia menambahkah, dalam seminar nasional sekaligus peluncuran buku FISI yang ketiga ini, untuk menemukan formula ijtihad Kiai Sahal dalam mendekatkan fiqih dengan isu-isu kekinian di masyarakat.

Sementara itu, KH Abdul Ghofur Maimun yang hadir sebagai narasumber menjelaskan bahwa Islam itu identik dengan fiqih, karena dalam memecahkan sebuah problem di masyarakat ? yang menjadi referensi adalah fiqih. Maka fiqih ini harus lebih berkembang dan bisa memberikan solusi tepat dalam memecahkan masalah di masyarakat. Sehingga FISI ini harus mempunyai karakter dan ciri khas dalam menjawab isu-isu kekinian dan tantangan zaman saat ini, terangnya.

Sedangkan narasumber lain, KH Abdul Moqsith Ghazali menjelaskan, fiqih sebagai salah satu ilmu keislaman yang paling mudah beradaptasi dengan lingkungan intelektual baru, karena fiqih ini tidak hanya bermain dalam ranah ibadah.?

Santri An Nur Slawi

“Akan tetapi, juga berbicara mulai dari privat sampai pada soal publik. Kiai Sahal memiliki penguasaan yang mendalam terhadap persoalan furu’ (cabang) ushul (pokok). Ia mengerti fiqih secara mendalam dan menguasai ushul fiqih sebagai satu kecakapan intelektual yang jarang dimiliki para pembaharu fiqih lain,” ungkap Moqsith.

Dalam menyuarakan fiqih sosial, lanjut Moqsith, Mbah Sahal tidak hanya mengeluarkan pendapat fiqih terkait soal-soal kemasyarakatan, melain untuk menyediakan kerangka metodologi ushul fiqihnya. Sehingga melalui perjalanan yang sangat panjang, yang dilakukan Mbah Sahal melalui lima ciri fiqih sosial, serta kepekaannya terhadap kondisi sosial masyarakat.

“Harapannya fiqih sosial ini bisa menjadi masa depan fiqih Indonesia,” tambahnya. (Siswanto/Fathoni)

? ? ?

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi AlaNu, Cerita Santri An Nur Slawi

Saat Gus Dur Ditanya Ada Salib di Sirip Ikan

Suatu ketika, Kang Maman berbincang dengan Gus Dur di masjid samping rumahnya, Al-Munawwaroh Ciganjur, Jakarta Selatan. Hari sudah larut. Gus Dur terdiam dan enggan beranjak dari tempat duduknya.

Kali ini Kang Maman yang berusaha melontarkan joke atau humor yang biasa melekat pada diri Gus Dur, namun saat itu Gus Dur masih saja terdiam.

Kang Maman mengatakan tentang beberapa fenomena aneh yang kerap muncul di negeri ini, misal dulu ramai batu ajaib yang dipegang bocah Ponari di Jombang, Jawa Timur.

Saat Gus Dur Ditanya Ada Salib di Sirip Ikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Gus Dur Ditanya Ada Salib di Sirip Ikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Gus Dur Ditanya Ada Salib di Sirip Ikan

Selain itu, di Cirebon, Jawa Barat juga heboh karena ada simbol menyerupai ‘salib’ di beberapa sirip ikan hias. Ternyata sebelumnya, para kiai matur ke Gus Dur tentang fenomena itu.

Saat itu Gus Dur hanya berbicara singkat. “Kiai jangan heran. Itu nggak aneh,” kata Gus Dur. Para kiai dibikin penasaran tentang perkataan lanjutan Gus Dur.

“Kalau ada ‘salib’ di sirip ikan mas, ya wajar toh,” lanjut Gus Dur.

Santri An Nur Slawi

“Wajar bagaimana, Gus?” tanya salah seorang kiai coba menimpali Gus Dur.

“Lah wong Mbah-nya ikan-ikan itu kan PAUS,” kata Gus Dur singkat disambut geerrr para kiai. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi News, IMNU, Jadwal Kajian Santri An Nur Slawi

“Pesantren Dadakan” NU Online Diserbu “Santri”

Banyak cara untuk mengisi bulan Ramadan. Dari mulai buka puasa bersama, bagi-bagi sembako (sembilan bahan pokok) kepada fakir miskin, kunjungan ke panti asuhan, mengumpulkan anak jalanan hingga pesantren kilat pun digelar untuk menghormati bulan suci tersebut. Termasuk di antaranya dengan menggelar pengajian kitab kuning.

Tapi, sebentar! Hal yang disebutkan terakhir sepertinya tidak terlalu lazim, meski bulan Ramadan. Di kota metropolis seperti Jakarta, Anda akan susah menemukan acara tersebut kalau tidak datang ke pondok pesantren. Pengajian kitab kuning, memang metode pembelajaran khas pesantren. Di kalangan nahdliyyin (sebutan untuk warga Nahdlatul Ulama/NU) pun, mungkin hanya ada di forum-forum bahsul masa’il (pembahasan masalah) saja.

Mengadakan kegiatan pengajian kitab kuning untuk kalangan umum jangan berharap akan diikuti oleh banyak orang. Karena hampir bisa dipastikan tak akan ada peminatnya. Kalaupun ada, forumnya pasti tak akan seseru seminar, lokakarya, simposium dan sejenisnya. Bagi seorang yang pernah menjadi santri pun, kitab kuning, karya ulama klasik itu bukan barang yang menarik lagi untuk dipelajari.

Tapi tidak demikian kenyataannya. Asumsi tersebut akan mudah sekali dipatahkan ketika melihat acara pengajian kitab kuning berjudul Manahijul Imdad, karya ulama besar Indonesia, Syekh Ihsan Dahlan (alm), Jampes, Kediri, Jawa Timur yang digelar Santri An Nur Slawi—situs resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)—bekerja sama dengan Lajnah Ta’lief wan Nasyr (LTN-NU) di Gedung PBNU Lt.5, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (28/9) lalu.

“Pesantren Dadakan” NU Online Diserbu “Santri” (Sumber Gambar : Nu Online)
“Pesantren Dadakan” NU Online Diserbu “Santri” (Sumber Gambar : Nu Online)

“Pesantren Dadakan” NU Online Diserbu “Santri”

Pihak panitia tak membuat publikasi besar-besaran. Cukup dengan memberitakannya di Santri An Nur Slawi serta membuat pamflet seadanya yang ditempel di sejumlah ruangan di Gedung PBNU, acara pun siap digelar. Hal itu dilakukan karena panitia merasa kegiatan tersebut tak akan banyak peminatnya.

Belum populernya kitab setebal 1088 itu di kalangan pesantren juga menjadi alasan berikutnya. Karena meski telah ditulis pada tahun 1940, kitab syarah (komentar) atas kitab Irsyadul Ibad (petunjuk bagi para hamba) karya Syekh Zainuddin Malibari itu memang baru diterbitkan tahun 2005 lalu.

Tak seperti diperkirakan sebelumnya yang kemungkinan hanya akan diikuti paling banyak 15 orang. Tapi, sore menjelang waktu berbuka puasa itu benar-benar berbeda ceritanya. Ruang rapat redaksi Santri An Nur Slawiberukuran 5 x 6 meter yang didaulat menjadi “pesantren dadakan” itu seakan tak mampu menampung 60-an “santri” (baca: peserta) yang ingin mengikuti pengajian yang diasuh Prof Dr KH Said Aqil Siradj.

Santri An Nur Slawi

Bertumpuknya peserta, baik laki-laki dan perempuan di dalam ruangan tersebut pun tak bisa dihindari. Pemandangan seperti ini tak akan ditemui di pesantren manapun, kecuali di “pesantren dadakan” Santri An Nur Slawiini. Maklum, sekali lagi, karena tak pernah terpikir akan dihadiri sedemikian banyak orang, panitia pun tak sempat membuat pemisah antara “santri” laki-laki dan santri perempuan, sebagaimana layaknya pengajian di pesantren.

Santri An Nur Slawi

Pemandangan menarik lainnya yang tak akan ditemui di pesantren manapun kecuali dalam pengajian di “pesantren dadakan” ini, para santri bisa berinteraksi langsung dengan sang kiai.

“Kalau bismilahirrohmanirrohim dianggap tidak termasuk dalam Surat Al-Fatihah, bagaimana dengan dalil tentang tujuh ayat dibaca berulang-ulang? Berarti surat Al-Fatihah hanya enam ayat?” tanya Dr Bina Suhendra menyela uraian Kang Said yang saat itu sedang menerangkan apakah ayat basmalah termasuk dalam Surat Al-Fatihah atau tidak?

Bagi yang berpendapat bahwa bismilahirrohmanirrohim tidak termasuk dalam surat Al-Fatihah, ayat terakhir dalam surat tersebut dianggap dua ayat. “Jadi, jumlahnya tetap tujuh ayat,” jawab Kang Said.

Kejadian tersebut tentu tak direncanakan sebelumnya. Bahkan terbersit di pikiran pun tidak sama sekali. Karena, Pak Bina—begitu panggilan akrab Bina Suhendra—tidak pernah mondok dan baru sekali itu mengikuti pengajian kitab kuning. Ia juga seorang muallaf. Pengajian tersebut, merupakan pengalaman pertama dalam hidupnya.

“Terus terang, baru sekali ini saya mengikuti pengajian kitab kuning. Ini acara bagus. Karena juga pengalaman pertama buat saya,” tutur Pak Bina usai acara.

Pihak panitia dari awal berencana akan mengkaji kitab yang membahas tentang fikih, tauhid, keilmuan, akhlak dan tasawuf itu secara berkelanjutan selama bulan Ramadan kali ini. Namun, mengingat begitu banyaknya permintaan dari peserta agar terus mengkaji kitab tersebut hingga jilid kedua, panitia pun tampak berubah pikiran. (Moh. Arief HidaDari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Olahraga, Pahlawan, Sunnah Santri An Nur Slawi

Kamis, 25 Januari 2018

Meneladani KH Muh Salman Dahlawi Melalui Peringatan Haul

Klaten, Santri An Nur Slawi

Tak seperti biasanya, Senin (25/7) pagi Pondok Pesantren Al-Mansur Popongan dipadati oleh ribuan jamaah dari Klaten dan sekitarnya. Bukan tanpa alasan, kehadiran mereka untuk bersama-sama memperingati haul KH Muh Salman Dahlawi.

Acara dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, diawali dengan pembacaan dzikir dan tahlil. Selain dalam rangka haul, acara juga dimaksudkan sebagai ajang halal bihalal Jam’iyah Ahlultthariqah Naqsabandiyah Kholiddiyah Popongan Klaten.?

Meneladani KH Muh Salman Dahlawi Melalui Peringatan Haul (Sumber Gambar : Nu Online)
Meneladani KH Muh Salman Dahlawi Melalui Peringatan Haul (Sumber Gambar : Nu Online)

Meneladani KH Muh Salman Dahlawi Melalui Peringatan Haul

Dalam acara tersebut jamaah juga diajak untuk bershalawat bersama. Tak tanggung-tanggung, gelaran shalawat dipimpin langsung oleh Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf. Pimpinan Majelis Ahbabul Musthofa ini memang dikenal dengan suaranya yang khas saat melantunkan shalawat dan qasidah.

Sejumlah keluarga besar KH Salman Dahlawi, pengurus dan santri Pesantren Al-Mansur, wali santri dan juga masyarakat sekitar turut hadir dalam peringatan ini.?

Dalam rangkaian acara juga diceritakan tentang kesabaran KH Salman Dahlawi yang begitu luar biasa, bahwa tidak pernah ada yang melihat langsung Mbah Salman (Panggilan KH Salman Dahlawi) marah maupun berkata kotor.?

Santri An Nur Slawi

Diceritakan pula bahwa Mbah Salman selalu mengucapkan Alhamdulillah di setiap kondisi. Tak heran jika Habib Syech mengajak kepada seluruh jamaah yang hadir untuk selalu meneladani sikap dan perilaku dari KH Salman Dahlawi. (Ricky-Pekik/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pertandingan Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi

KBNU Cirebon Resmi Laporkan Gapas ke Polisi

Cirebon, Santri An Nur Slawi. Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Cirebon, Selasa (3/3), melaporkan kelompok garis keras yang menamakan diri Gerakan Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat (Gapas) ke Kepolisian Resort (Polres) Cirebon, Jawa Barat, atas tuduhan sebagai organisasi yang kerap melakukan dakwah dengan cara kekerasan dan kerap bertindak anarkis. Terutama terkait peristiwa penggrebekan Pondok Pesantren Nurul Quran yang mereka lakukan pada 15 Februari lalu.

KBNU Cirebon Resmi Laporkan Gapas ke Polisi (Sumber Gambar : Nu Online)
KBNU Cirebon Resmi Laporkan Gapas ke Polisi (Sumber Gambar : Nu Online)

KBNU Cirebon Resmi Laporkan Gapas ke Polisi

KBNU menuntut agar pihak kepolisian menindak tegas atas apa yang telah dilakukan oleh kelompok tersebut. KBNU juga mengecam akan melakukan tindakan sendiri seandainya tidak ada tindakan tegas dari pihak kepolisian.

"Kami meminta agar pihak kepolisian menindak tegas atas apa yang dilakukan oleh kelompok tersebut. Kalau tidak ada tindakan, kami akan bertindak tegas. Hari ini sebagai laporan awal," ujar Ketua Pengurus Cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU (RMINU) Kabupaten Cirebon KH Badrudin Hambali, Selasa.

Santri An Nur Slawi

Badrudin juga menilai kelompok tersebut sudah tidak layak lagi untuk hidup di negara Indonesia yang plural, karena kelompok tersebut menganggap paling benar sendiri. Pihaknya juga mengecam segala bentuk dakwah yang dilakukan secara kekerasan.

Menyikapi atas apa yang dilakukan kelompok tersebut, Ketua Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Cirebon Muiz Syaerozie mengaku sudah menyiapkan sedikitnya 20 pakar hukum yang berlatar belakang NU guna merumuskan gugatan kepada kelompok tersebut.

Santri An Nur Slawi

Sebelumnya, pada 15 Februari 2015 lalu sekelompok orang yang mengaku dari ormas Islam mendatangi Pondok Pesantren Nurul Qur’an Desa Setu Kulon Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon yang dianggap mengajarkan aliran sesat dan penipuan dengan menjual benda yang disebut pusaka atau jimat.

Tak hanya itu, kelompok tersebut juga menyarankan MUI Kabupaten Cirebon agar segera megeluarkan fatwa sesat kepada H Idris Nawawi, pimpinan pondok pesantren yang bersangkutan. (Ahmad Imam Baehaqi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kajian Santri An Nur Slawi

Ribuan Jamaah Banjiri 100 Hari Wafatnya KH M Arim Teluknaga

Tangerang, Santri An Nur Slawi? . Tak kurang 5000-an jamaah hadir pada Peringatan 100 hari almaghfurlah wafatnya kiai sepuh Pesantren Al Hasaniyah Rawalini Teluknaga Tangerang, Banten. Mereka menghadiri mengikuti pengajian akbar pada peringatan tersebut.

Ribuan Jamaah Banjiri 100 Hari Wafatnya KH M Arim Teluknaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Banjiri 100 Hari Wafatnya KH M Arim Teluknaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Banjiri 100 Hari Wafatnya KH M Arim Teluknaga

KH Ahmad Sujai dalam sambutanya menyampai permohonan maaf, jika tidak bisa menjamu para jamaah. Hadirnya semua ke sini adalah wujud kecintaan terhadap ulama dan setia dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah Nahdlatul Ulama.?

KH Uci Thurtusi Cilongok Pasar Kemis, dalam mauizhoh hasanahnya mengingatkan hadirin agar senantiasa berpegang teguh dengan ajaran ulama sebagaimana yang diajarkan oleh guru-guru.?

Santri An Nur Slawi

Ia juga meminta kepada para jamaah setia dengan Pancasila yang karena dasar negara Indonesia itu subtansinya menuhankan Allah Swt. “Sebab, orang yang bisa mengamalkan nilai nilai luhur pancasila akan terbang bersama burung garuda, wushul bersama Allah,” katanya.

Hadir pula pada kegiatan ini Dr. KH. Ahmad Suhaimi, KH. Muhamad Ibrohim, KH. M. Mansur Hasan, dan ulama ulama lainya. (qustulani muhamad/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Budaya, IMNU Santri An Nur Slawi

Jamak Sembahyang Karena Sakit atau Macet?

Sembahyang lima waktu ada jangka waktunya. Setiap kita pun diperintahkan agar melaksanakan sembahyang pada jangka waktu tersebut. Tidak mencuri start. Atau kedaluwarsa. Bagusnya sembahyang di awal waktu setelah azan dan iqomah. Semua itu berlaku bagi orang dalam keadaan sehat dan lapang tanpa halangan. Bagaimana mereka yang sakit atau berhalangan lain?

Dalam Fathul Mu‘in, Syekh Zainuddin Al-Malibari menerangkan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Jamak Sembahyang Karena Sakit atau Macet? (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamak Sembahyang Karena Sakit atau Macet? (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamak Sembahyang Karena Sakit atau Macet?

Santri An Nur Slawi

Menurut qaul yang mukhtar, seseorang dengan udzur sakit diperbolehkan menjamak dua sembahyang (Zuhur-Ashar dan Maghrib-Isya, -red.) baik jamak taqdim maupun ta‘khir. Ia boleh memilih waktu yang terbaik dari keduanya.

Maksudnya, bila sakitnya meningkat parah seperti panasnya semakin tinggi pada waktu Ashar atau Isya, maka boleh melakukan jamak taqdim dengan syarat jamak taqdim. Tetapi kalau sakitnya parah pada waktu Zuhur atau Maghrib, maka lakukan jamak ta‘khir.

Ulama muta’akhirin menyebut ketentuan bahwa sakit yang dimaksud di sini ialah sebuah penyakit yang membuat penderitanya sulit mengerjakan sembahyang pada waktunya. Persis kesulitan bergerak di saat hujan lebat yang dapat membuat pakaian menjadi basah.

Sementara ulama lain mengemukakan, kesulitan untuk jamak tidak boleh tidak mesti tampak dan lebih daripada itu. Kesulitannya kira-kira setingkat dengan kesulitan yang membolehkan seseorang sembahyang duduk. Inilah pendapat paling mengemuka.

Santri An Nur Slawi

Sementara Sayid Bakri bin M Sayid Syatho Dimyathi dalam I‘anatut Tholibin menegaskan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Adapun sakit yang tidak menyulitkan dalam melakukan sembahyang seperti kepala sedikit pusing atau badan agak meriang, maka tidak diperbolehkan menjamak dua sembahyang.

Bagaimana dengan kemacetan yang kerap mendera pengguna lalu lintas atau penumpang angkutan umum di saat jam macet? Ini juga mesti dilihat dari tingkat kemacetannya separah apa dan sesulit apa untuk melakukan sembahyang pada waktunya.

Kalau memang sangat sulit sekali, dengan menimbang keterangan Fathul Mu‘in berikut hasyiyah-nya seseorang bisa melakukan jamak menimbang tingkat masyaqqahnya yang tidak memungkinkan untuk sembahyang pada waktunya.

Ketentuan udzur yang memiliki tingkat masyaqqahnya sendiri, dibuat oleh kalangan ulama agar masyarakat umum memiliki panduan perihal kebolehan dan tidaknya menjamak dua sembahyang. Gampangnya, ketentuan itu dimaksud agar jangan sampai orang yang berudzur sya’ri memaksakan diri. Jangan juga orang yang senggang dan segar bugar mengambil jalan pintas; jamak. Wallahu A‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kiai, Pondok Pesantren, Olahraga Santri An Nur Slawi

Banser Pangandaran Gelar Diklatsar di Pesisir Pantai

Pangandaran, Santri An Nur Slawi. Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pangandaran menggelar Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser ke-4 di pesisir laut Pantai Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (26/1). Kegiatan kaderisasi benteng ulama ini diikuti puluhan peserta dari perwakilan 5 kecamatan yang ada di Pangandaran.

Banser Pangandaran Gelar Diklatsar di Pesisir Pantai (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Pangandaran Gelar Diklatsar di Pesisir Pantai (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Pangandaran Gelar Diklatsar di Pesisir Pantai

Fahmi Aminudin, Panitia Pelaksana, menuturkan, bahwa Diklatsar tersebut rencananya berlangsung selama 3 hari, yakni mulai Jumat-Ahad, (26-28/1) diikuti oleh 87 peserta dari Kecamatan Langkaplancar, Cigugur, Cimerak, Padaherang dan Kecamatan Pangandaran.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan Diklatasar tersebut berbeda dari yang lain, yakni selain lokasinya yang berada di lapang sekitar Pacuan Kuda yang memang di sekitar Pantai Legokjawa, para peserta juga harus mampu menaklukkan medan yang menantang serta mampu melewati kondisi cuaca yang saat ini cukup ekstrem.

"Kebetulan di Pangandaran dekat sekali dengan pantai, makanya kita laksanakan di sekitar pantai. Selain medannya yang cukup menantang untuk mengasah fisik peserta, ini juga merupakan ikhtiar kita untuk terus menyatu dengan alam, sebagaimana hubungan manusia dengan alam yang tidak bisa terlepas dalam hidup ini," terangnya kepada Santri An Nur Slawi.

Ketua GP Ansor Kabupaten Pangandaran, Encep Najmudin, mengatakan, bahwa Diklatsar ini merupakan bagian program kerja Ansor Pangandaran dalam memperkuat organisasi serta menjaga amaliyah Aswaja An-Nahdliyyah di Pangandaran yang notabene merupakan daerah wisata.

Santri An Nur Slawi

"Program kerja di tahun 2018 ini GP Ansor Pangandaran merencanakan Dikalatsar sebanyak 3 kali dengan target mencetak Banser 500 peserta dalam setahun. Mudah-mudahan semuanya terlaksana dengan baik dan lancar," ujarnya.

Ia menilai, bahwa keberadaan Ansor maupun Banser di Pangandaran yang dikenal daerah wisata di ujung Jawa Barat ini perlu diperkuat, baik secara kuantitas kader maupun secara kualitas organisasi dan amaliyah Aswaja An-Nahdliyyah. Pasalnya, kondisi masyarakat yang cukup heterogen menjadi tantangan tersendiri bagi para pemuda NU.

"Semoga saja kita terus mewarnai Pangandaran dengan kegiatan-kegiatan yang berkaitan amaliyah NU, termasuk mengawal kebijakan pemerintah yang pro rakyat," tegasnya.

Dalam acara pembukaan Diklatsar ini dihadiri oleh seluruh Badan Otonom (Banom) NU, MWCNU se Kabupaten Pangandaran, JATMAN Pangandaran, MUI Cimerak, PMII serta Pemkab Pangandaran. (Soleh Hidayat/Fathoni)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Tokoh, AlaSantri Santri An Nur Slawi

FKCA Gandeng Mulimat NU Sulsel Adakan Bimtek Pendidikan Al-Qur’an

Tana Toraja, Santri An Nur Slawi. Forum Cinta Kajian Al-Quran (FKCA) Sulawesi Selatan dan Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulsel bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan mengadakan Bimbingan Teknis Pendidikan Al-Quran, Rabu (20/7) di Aula Masjid Raya Makale Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Bimtek ini dikemas dalam bentuk Training of Trainer (ToT) Pemahaman Makna Al-Quran yang dihadiri 300 orang terdiri dari pengurus majelis taklim, guru ngaji, penyuluh Agama dan imam masjid yang berasal dari Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, hadir juga Ketua PC Muslimat Tana Toraja, Hj Nurjannah.

FKCA Gandeng Mulimat NU Sulsel Adakan Bimtek Pendidikan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
FKCA Gandeng Mulimat NU Sulsel Adakan Bimtek Pendidikan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

FKCA Gandeng Mulimat NU Sulsel Adakan Bimtek Pendidikan Al-Qur’an

Ketua ? PCNU Kabupaten Tana Toraja H Ahmad Toago dalam sambutannya menjelaskan bahwa setiap umat Islam wajib mencintai Al-Quran, adapun salah satu bukti cinta kita kepada Al-Quran yaitu dengan mengamalkannya.

"Selaku Ketua NU Tana Toraja, mengucapkan rasa syukur kepada Majdah Agus Arifin Numang, selaku Ketua Dewan Pembina FKCA Sulsel, Ketua PW Muslimat NU Sulsel dan Rektor Universitas Islam Makassar yang telah meluangkan waktu, demi pengembangan nilai-nilai Al-Quran di Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara," tambahnya.

Santri An Nur Slawi

Ketua Dewan Pembina FKCA Sulawesi Selatan Majdah MZ Agus Arifin Numang dalam sambutannya, FKCA Sulsel dan Muslimat NU Sulsel tentunya memiliki niat besar, selain memberantas buta baca tulis Al-Quran, juga ingin membumikan pemahaman tentang makna Al-Quran.

"Tentunya dengan memahami makna Al-Quran, dengan sendirinya setiap amalan dan perilaku umat Islam akan mencerminkan perilaku yang Islami dan umat Islam tentunya akan menjadi rahmatan lil alamin, rahmat untuk seluruh alam," ujar Majdah.

Bahkan ketika Al-Quran hanya dijadikan sebagai bacaan, ibaratnya kita hanya mampu menyentuh kulit Al-Quran, tetapi ketika kita memahami makna, mengamalkan, dan menyebarkan nilai-nilainya, dengan sendirinya kita mampu menyelami isi keseluruhan dari Al-Quran itu sendiri.

“Disisi lain membaca dan menghafal Al-Quran, tentunya memiliki faedah tersendiri, namun ketika kita mampu membaca, menghafal, dan mengamalkan, tentunya hal ini jauh lebih baik,” tambah Majdah yang juga membuka Bimtek Al-Qur’an ini. (Andy Muhammad Idris/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Berita, Pertandingan Santri An Nur Slawi

NU Prediksi Sabtu, Kepastian Tunggu hasil Rukyat

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Nahdlatul Ulama memprediksi hari pertama puasa Ramadlan 1433 H jatuh pada Sabtu tanggal 21 Juli 2012.?

“Tapi NU melalui Lajnah Falakiyah, belum menentukan, karena NU akan merukyah. Prediksi kan boleh, tapi tidak boleh memastikan karena menunggu hasil rukyah tanggal 19 Juli.”?

NU Prediksi Sabtu, Kepastian Tunggu hasil Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Prediksi Sabtu, Kepastian Tunggu hasil Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Prediksi Sabtu, Kepastian Tunggu hasil Rukyat

Demikian ditegaskan Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama KH A. Ghazali Masroeri di hadapan pengurus lajnah, banom, dan lembaga NU, serta para wartawan dari berbagai media, di gedung PBNU, (18/7) dengan tema Menyambut Ramadlan 1433 H.?

Santri An Nur Slawi

Menurut prediksi hisab NU, pada Jumat (20/7) nanti, hilal masih belum sampai kriteria visible. “Prediksinya tinggi hilal baru 1 derajat 38 menit 26 detik. Jadi, belum memenuhi kriteria visibilitas hilal.”

Santri An Nur Slawi

Sesuai kesepakatan Musyawarah Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) visibilitas hilal adalah dua derajat.

“NU tidak menentukan jauh-jauh hari karena Rasulullah tidak mengajarkannya. Selain itu, ilmu hisab bagi NU adalah untuk memandu mengarahkan dan mengontrol rukyah. Atau dengan ? lain perkataan untuk menghasilkan rukyah yang berkualitas,” tambahnya.

Di sisi lain, sambung Kiai Ghazali, rukyah sebagai instrumen pula untuk uji verifikasi atas hipotesis hisab. “Hitungan manusia itu bener apa nggak?” ujarnya.?

Kalau kita hanya menggunakan hisabnya saja, tidak mau melakukan rukyah atau observasi langsung, ilmu hisab jadi stagnan dan mandeg.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Abdullah Alawi?

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Olahraga, Aswaja Santri An Nur Slawi