Demikian dikatakan oleh pakar Ilmu Tafsir Al-Quran H Sahiron Syamsuddin saat menyampaikan materi pada workshop yang bertema Al-Quran dan Peran Kaum Muda untuk Peradaban Indonesia. Acara yang diinisiasi oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis se-Indonesia (FKMTHI) ini berlangsung di Sofyan Hotel Betawi, Ahad, (5/11).
| Meneruskan Perjuangan Kanjeng Nabi dengan Menjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online) |
Meneruskan Perjuangan Kanjeng Nabi dengan Menjaga NKRI
Menurutnya, agama Islam itu berfungsi sebagai pemersatu bangsa. Dalam konteks Indonesia, bangsa ini mampu bersatu dan berdaulat dengan Pancasila yang dirumuskan dan disepakati bersama tidak lepas dari kiprah para kiai masa lalu.“Maka, dalam konteks meneruskan perjuangan para kiai dan Nabi Muhammad, kita harus sebisa mungkin memberikan kontribusi untuk negeri. Dalam hal ini di bidang Al-Qquran dan Hadis. Utamanya di bidang keilmuan dan pengembangan intelektualitas masyarakat,” kata H Sahiron yang kini diamanahi sebagai Ketua PWNU DIY ini.
Santri An Nur Slawi
Santri An Nur Slawi
Kepada para Mahasiswa Ilmu Tafsir dan Hadis yang hadir, Ketua Asosiasi Dosen Ilmu Al-Quran dan Tafsir (AIAT) ini mengingatkan tentang pesan Nabi Muhammad, mengenai pentingnya menjaga lima perkara sebelum datangnya lima perkara.“Salah satunya, adalah menjaga masa muda sebelum tua. Maka sebagai kaum muda tidak ada kata lain kecuali konsisten dan giat belajar. Sebab, dengan belajar maka kita akan dapat memberikan sumbangsih untuk bangsa ini sebagai bentuk pengabdian dan pengamalan ilmu pengetahuan. Karena itu juga merupakan pesan agama,” kata Wakil Rektor II UIN Sunan Kalijaga ini.
Oleh karena itu, pungkasnya, para kaum muda intelektual boleh terlibat dengan organisasi apapun untuk mengabdi dan berkontribusi pada negeri. Tetapi yang penting jangan sampai terlibat dengan ormas yang bertentangan dengan Pancasila. (Anwar Kurniawan/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Santri An Nur Slawi Nasional Santri An Nur Slawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar