Minggu, 27 April 2014

NU Kota Padang Imbau Masyarakat Tetap Pertahankan Tradisi

Padang, Santri An Nur Slawi

Berbagai persoalan di tengah umat belakangan harus disikapi dengan arif dan bijaksana. Nahdlatul Ulama Kota Padang siap menjadi wadah untuk menjawab persoalan yang dihadapi umat tersebut. Jawaban yang diberikan Nahdlatul Ulama adalah melalui bahtsul masail.

NU Kota Padang Imbau Masyarakat Tetap Pertahankan Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kota Padang Imbau Masyarakat Tetap Pertahankan Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kota Padang Imbau Masyarakat Tetap Pertahankan Tradisi

Ketua PCNU Kota Padang Yultel Ardi Tuanku Malin Sulaiman mengungkapkan hal itu pada peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan, Jumat (6/5) di Musalla Al-Faizin, Parak Manggis Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Pariaman. Peringatan Isra Mi’raj tersebut terselenggara atas kerjasama PC NU Kota Padang dengan Pengurus Musalla Al-Faizin. Hadir Rais Syuriah PCNU Kota Pariaman Sumardi Basir dan ? sekitar 300 jamaah.

Menurut Yultel, untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi umat tersebut, NU mengimbau untuk tetap mempertahankan ibadah-ibadah rutin seperti zikir, berdoa bersama, ziarah kubur, khatam al-Quran dan peringatan hari besar Islam seperti peristiwa Isra Mi’raj ini. "Langkah NU mencanangkan Nusantara Mengaji diantara tujuannya bagaimana umat rutin membaca al-Quran sehingga umat bisa mencari solusi dari masalah yang dihadapinya," kata Yultel.

Dikatakan Yultel yang tidak kalah pentingnya adalah peran orangtua yang harus menanamkan nilai-nilai agama dan akhlak mulia kepada anaknya. Karena penanaman nilai agama dan akhlak tersebut harus dimulai dari rumah tangga masing-masing. Sekarang banyak rumah tangga yang rapuh, jauh dari nilai-nilai agama.

Santri An Nur Slawi

Ketua MUI Kota Padang Prof Duski Samad yang memberikan taushiyahnya menyampaikan tiga persoalan umat yang mendasar saat ini. Yakni memperkokoh aqidah, syariah dan akhlak. Pentingnya memperkokoh aqidah karena ada tiga masalah yang terjadi saat ini. Pertama, penyesatan dan kesesatan. Kedua, memperkokoh aqidah dari penyimpangan, dan ketiga, memperkokoh aqidah akibat kebebasan yang sudah keblablasan.

"Sedangkan memperkokoh syariah adalah dengan memperkuat nilai-nilai ibadah rutin. Ibadah rutin yang kuat, tentu diharapkan mampu membentengi umat dari hal-hal yang merugikan dirinya. Pentingnya memperkokoh akhlak karena perilaku umat sudah banyak yang salah. Umat salah mempergunakan teknologi, yang seharusnya memberikan manfaat, tapi malah membawa bencana," kata Duski guru besar di IAIN Imam Bonjol Padang ini.

Duski Samad prihatin menyaksikan fenomena di tengah masyarakat. Menonton orgen tunggal dengan pakaian seronoh masyarakat berjubel. Tapi acara pengajian, acara keagamaan, sepi jamaah. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pertandingan, Jadwal Kajian Santri An Nur Slawi

Minggu, 20 April 2014

Kiai Sahal: Sarjana Harus Jadi Tauladan

Pati, Santri An Nur Slawi. Ketua Dewan Pembina Yayasan Nurussalam Dr KH A. Sahal Mahfudh yang juga Rais Aam PBNU mahasiswa atau santri yang telah lulus dari lembaga pendidikan agar mampu menjadi tauladan bagi masyarakat.

Kiai Sahal menyampaikan hal itu dalam acara wisudah pertama Sekolah Tingga Agama Islam Mathaliul Falah (STAIMAFA) Kajen-Pati, Jawa Tengah, akhir pekan lalu.

Kiai Sahal: Sarjana Harus Jadi Tauladan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Sahal: Sarjana Harus Jadi Tauladan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Sahal: Sarjana Harus Jadi Tauladan

Dalam kesempatan itu, Kiai Sahal juga menekankan pentingnya rasa syukur. “Syukur tidak hanya sekedar mengucap kata hamdalah, tetapi lebih dari itu. Yaitu pada bagaimana kita bersyukur kepada Allah, juga bagaimana kita meningkatkan kinerja diri,” tegasnya di depan 65 wisudawan-wisudawati dan wali murid serta tamu undangan. 

Santri An Nur Slawi

Ia berpesan agar keberhasilan dalam menyelesaikan studi tidak lantas menimbulkan rasa bangga, karena amanat dan tanggung jawab yang dibawa tidaklah mudah. 

Acara yang bertempat di aula kampus itu juga dihadiri oleh Bupati Pati Haryanto, Kepala Kantor Kementerian Agama Pati Drs H. Ahmad Mudzakir MSi,  Koordinator Kopertais Wilayah X Jawa Tengah dan rektor IAIN Walisongo Semarang Prof. Dr. Muhibbin M. Ag.

Dalam kesempatan itu, Ketua STAIMAFA, H. Abdul Ghaffar Razien, M.Ed, mengatakan dirinya sangat bersyukur atas kerja keras seluruh dosen dan mahasiswa di kampus itu, hingga pada prosesi wisuda. 

Santri An Nur Slawi

Ia juga mengatakan bahwa wisuda kali ini menjadi tonggak sejarah mencetak mahasiswa-santri yang memiliki kontribusi dalam pengembangan masyarakat. 

“Prosesi wisuda ini merupakan tonggak sejarah (milestone) bagi lembaga STAIAMAFA, agar dalam perkembangan berikutnya dalam mengabdi kepada masyarakat dengan sistem perguruan tinggi riset berbasis nilai-nilai pesantren,” ungkapnya. Razien juga mengharapkan agar mahasiswa tidak berhenti berproses setelah wisuda, namun terus belajar dan mengabdi dengan karakter mahasiswa yang memperjuangkan nilai-nilai moral berbasis pesantren.  

Sementara itu, dalam pidato laporan akademik oleh Wakhrodli M.Si (Pembantu Ketua STAIMAFA), menjelaskan bahwa wisuda perdana ini terdiri dari 16 mahasiswa prodi PMI (Perkembangan Masyarakat Islam), 24 Mahasiswa prodi PBA (Pendidikan Bahasa Arab) dan 25 mahasiswa prodi PS (Perbankan Syari’ah). Dari 65 peserta, 23% meraih peringkat mumtaz atau istemewa, dengan IPK tertinggi 3,79.

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Munawir Aziz

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Humor Islam, Hadits, Internasional Santri An Nur Slawi