Kamis, 08 Juli 2010

Kaderisasi di Jawa Pun Belum Selesai

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Pekerjaan besar Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di hampir setiap periode adalah penguatan kader. Kaderisasi dinilai belum maksimal, bahkan untuk kawasan Pulau Jawa sebagai basis terbesar umat Nahdliyin.

Kaderisasi di Jawa Pun Belum Selesai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaderisasi di Jawa Pun Belum Selesai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaderisasi di Jawa Pun Belum Selesai

Demikian pandangan Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU masa bakti 2006-2009 Idy Muzayyad saat dihubungi Santri An Nur Slawi, Selasa (18/12) petang. Idy memaklumi tuntutan sejumlah pihak tentang penguatan kader di luar Jawa, namun itu bukan berarti kaderisasi di tempat kelahiran NU itu sudah optimal.

“Jangan anggap (kaderisasi, red.) yang di Jawa ini sudah selesai,” ujarnya.

Santri An Nur Slawi

Idy menyatakan, kaderisasi di luar Jawa harus diperhatikan dengan tidak menelantarkan proses kaderisasi yang ada di Jawa. Baginya, Jawa-Luar Jawa bukan dua hal yang dikotomis. Masalah keduanya akan teratasi ketika pegurus mengoptimalkan kerja penguatan dan distribusi kader secara nyata.

Santri An Nur Slawi

Tantangan pelajar NU sejak dulu, lanjut senior IPNU ini, adalah sejumlah pengaruh eksternal yang dapat menjerumuskan mereka sebagai generasi bangsa. Godaan yang akan tetap muncul, antara lain, meliputi ideologi ekstrem baik kiri maupun kanan, penyalahgunaan teknologi, narkoba, serta pergaulan bebas.

Ditambahkan, IPNU merupakan pintu masuk awal sistem pengkaderan yang ada di NU baik secara struktural maupun kultural. Kerja keras pengurus sangat dibutuhkan karena peran IPNU sekarang akan menentukan nasib NU di masa mendatang.

“Tiga tahun (periode kepemimpinan IPNU) itu kan waktu yang sempit, jadi jangan asyik dengan diri sendiri,” tuturnya.

Sebagaimana diberitakan, sejumlah ketua Pimpinan Wilayah IPNU luar Jawa mengeluhkan lemahnya proses kaderisasi di daerahnya. Mereka berharap, pemimpin baru periode 2012-2015 hasil Kongres XVII IPNU di Palembang, 3 Desember lalu, dapat serius menangani persoalan ini.

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Fragmen, Nahdlatul, Warta Santri An Nur Slawi

Rabu, 07 Juli 2010

NU Sulsel dan UIM Kurban 8 Ekor Sapi

Makassar, Santri An Nur Slawi. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan bekerja sama Universitas Islam Makassar melaksanakan Sholat Idul Adha 1436 H, yang bertempat di lapangan Universitas Islam Makassar, Kamis (24/9), Adapun bertindak sebagai khatib yaitu Bendahara LFNU Sulsel Dr Mukhlis Mukhtar dan sebagai Imam Musbaing diikuti sekitar 1000 jamaah berasal dari civitas akademika UIM dan warga Nahdliyin Makassar.

NU Sulsel dan UIM Kurban 8 Ekor Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sulsel dan UIM Kurban 8 Ekor Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sulsel dan UIM Kurban 8 Ekor Sapi

Kemudian dilanjutkan pemotongan hewan kurban sebanyak 8 ekor yang berasal dari Ketua Tanfidiziyah NU Sulsel Prof Iskandar Idy, keluarga besar Rektor UIM Dr Majdah M Zain masing-masing 1 ekor, 5 ekor berasal dari hasil patungan keluarga besar Universitas Islam Makassar, mulai dari pejabat struktural dan staf yang berasal dari 7 fakultas yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Ilmu Kesehatan, Sospol, Teknik, MIPA, Agama Islam, Pertanian, Sastra dan Humaniora serta program pascasarjana.

Kemudian 1 ekor berasal dari Ekstra Joss bekerja sama PP Lazisnu, adapun serah terima diwakili perwakilan Ekstra Joss Makassar M Yamin kepada Wakil Ketua NU Sulsel Dr M Arfah Shiddiq, disaksikan Sekretaris NU Sulsel Prof Arfin Hamid, Wakil Ketua NU Sulsel Dr Abd Rahim Mas P Sanjata, Wakil Rektor I UIM Dr Musdalifah Mahmud.

Santri An Nur Slawi

Tampak hadir menyaksikan pemotongan kurban, Wakil Ketua NU Sulsel H Nurdin Tajry, Wakil Rektor II Saripuddin Muddin, MT, Wakil Sekretaris Lazisnu Sulsel Takbir Muhayyang, S.Pd dan beberapa dosen serta mahasiswa UIM. (Andy Muhammad Idris/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi AlaSantri Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi