Sabtu, 21 Desember 2013

Islam Itu Mudah, Tapi Jangan Disepelekan

Bandung, Santri An Nur Slawi. Pada pengajian mingguan PCNU Kota Bandung, KH Imron mengatakan, bahwa agama itu mudah, misalnya shalat, jika dalam perjalanan bisa dijamak-qashar. Bila dalam keadaan sakit, bisa shalat sambil duduk. Jika tak mampu, bisa sambil tiduran.

“Jadi agama itu tak memberatkan, tapi jangan sampai agama itu dienteng-enteng. Maksudnya menyepelekan perintah agama,” tutur Ketua Lembaga Kajian Aswaja ini saat mengaji kitab Mukhtarul Hadits di Kantor PCNU Kota Bandung, Jalan Sancang 6, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung.

Islam Itu Mudah, Tapi Jangan Disepelekan (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Itu Mudah, Tapi Jangan Disepelekan (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Itu Mudah, Tapi Jangan Disepelekan

Pengajian tersebut diikuti sekitar 150 orang dari daftar semestinya yang mencapai 250 orang. Mereka adalah kiai, pengurus dan jamaah NU. Dalam pengajian yang dimulai pukul 07.00 WIB ini, empat kiai turut mengisi. Mereka mengaji sekitar 45 menit.

Santri An Nur Slawi

Pengajian kitab at-Tadzhib diasuh oleh Rais Syuriyah PCNU Kota Bandung KH Tajuddin Subki, kitab Ibanatul Ahkam oleh Ketua PCNU Kota Sukabumi KH Maftuh Kholil, kitab Tafsir Jalalain oleh KH Asep Syarif Hidayat, dan kitab Mukhtarul Hadits oleh KH Imron.

Santri An Nur Slawi

Menurut Ketua PCNU Kota Bandung KH Maftuh Kholil, pengajian ini membawa beberapa manfaat. Pertama, silaturahim antarpengurus, jamaah, dan kiai. Kedua, sosialisasi program-program NU kepada jamaah.

“Kalau kita keliling, belum tentu selesai selama 7 bulan. Kalau melalui pengajian ini, bisa langsung sampai dengan cepat, sebab yang mengikuti pengajian (juga) memiliki jamaahnya sendiri di masjid-masjid dan majelis talim,” jelasnya.

Juga, tambah Kiai Maftuh, pengajian yang berlangsung sejak 2008 tersebut menunjukkan bahwa syiar NU di Kota Bandung itu hidup, berkembang, dan tumbuh. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Lomba, Pondok Pesantren, RMI NU Santri An Nur Slawi

Rabu, 11 Desember 2013

400 Warga Malang Antre Pengobatan Gratis

Malang, Santri An Nur Slawi. Pengobatan gratis yang diselenggarakan GP Ansor kabupaten Malang disambut secara anusias oleh warga di desa Dawuhan Poncokusumo kabupaten Malang, Jawa Timur, Ahad (1/12) pagi. Sedikitnya 400 warga memadati antrean untuk mengambil nomor urut.

Gerakan sosial ini dilakukan atas dasar kepedulian PC GP Ansor Malang terhadap warga pelosok yang membutuhkan perawatan dan penanganan kesehatan dasar.

400 Warga Malang Antre Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
400 Warga Malang Antre Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

400 Warga Malang Antre Pengobatan Gratis

“Kegiatan ini akan terus digalakkan minimal 2 kali dalam sebulan. Gerakan ini menjadi wujud nyata kepedulian PC GP Ansor Malang,” ujar Direktur Dokter Rakyat dr Umar Usman, Ahad (1/12) siang.

Santri An Nur Slawi

Dalam pengobatan gratis itu, PC GP Ansor Malang melibatkan siswa jurusan keperawatan dari beberapa SMK di bawah naungan LP Maarif NU Malang. Selain mereka, PC GP Ansor Malang juga mengandeng beberapa badan otonom NU.

Salah seorang pasien Saropah (60) mengatakan, saya sangat terbantu sekali dengan adanya pengobatan gratis ini.

Santri An Nur Slawi

“Kami jarang sekali berobat ke dokter karena biaya yang lumayan mahal dan akses jarak ke kota terdekat sangat jauh,” tutur Saropah dengan nada lirih. (Abdul Basyit/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Aswaja, Syariah Santri An Nur Slawi

Sabtu, 07 Desember 2013

Ketika Subhan ZE Bertemu Jenderal Soeharto

Saat ini, nama Subhan ZE sayup-sayup terdengar. Kisah tentang pemuda kelahiran Kepanjen, Malang Jawa Timur, yang besar dan tumbuh di Kudus, tidak banyak dikisahkan dalam ruang publik. Seolah, nama Subhan ZE hanya menjadi penghias dari gerakan politik NU pada masa transisi kekuasaan, dari Soekarno ke Soeharto. Bagaimana kisah-kisah Subhan ZE mewarnai panggung politik negeri ini? ?

Pada detik-detik menjelang tragedi 1965, Subhan ZE dekat dengan Harry Tjan Silalahi. ? Subhan menggerakkan massa di bawah gerbong KAP-Gestapu (Kesatuan Aksi Pengganyangan Gerakan September Tiga Puluh), yang dikoordinasi bersama Harri Tjan dan beberapa rekan. Harry Tjan merupakan Sekretaris Jenderal Partai Katolik. Baik Subhan ZE maupun Harry Tjan sering bertemu Soeharto, yang pada waktu itu menjadi Pangkostrad/Pangkopkamtib.?

Bersama Subhan ZE, Harry Tjan pada suatu kesempatan, menemui Soeharto di Markas Kostrad. Keduanya berdiskusi tentang kemungkinan aksi massa untuk mendukung Gestapu. Menjelang akhir pertemuan, Subhan menyampaikan aksi massa berikutnya dengan mengucapkan kata Insya Allah. Mendengar itu, Soeharto amat terganggu: "Mengapa harus pakai Insya Allah?". Ketika sudah keluar dari ruangan, Subhan yang berasal dari keluarga santri, berkomentar kepada Harry: "Wah, Soeharto ini memang abangan tulen". Kisah ini dilukiskan oleh Salim Haji Said, dalam bukunya Menyaksikan 30 Tahun Pemerintahan Otoriter Soeharto (Mizan, 2016).

Ketika Subhan ZE Bertemu Jenderal Soeharto (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Subhan ZE Bertemu Jenderal Soeharto (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Subhan ZE Bertemu Jenderal Soeharto

Kisah Subhan ZE memang unik. Ia berada di garda depan dalam gerakan politik menjelang 1965, akan tetapi tersingkir dari panggung republik ketika Soeharto tampil sebagai presiden. Subhan tidak sejalan dengan visi politik Orde Baru. Dalam dinamika sejarah, NU pernah mengalami masa rumit, terutama pada transisi Orde Lama menuju Orde Baru.?

Ketika itu, Subhan ZE menggalang kekuatan untuk menurunkan presiden Soekarno dan membubarkan Partai Komunis Indonesia. Pihak Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) mendukung penuh langkah Subhan, yang menggerakkan pemuda dan massa dalam komando KAP-Gestapu. Kalangan militer dan NU menjalin hubungan mesra, karena kepentingan yang sama. Namun, ironisnya hubungan manis antara militer dan NU berubah menjadi ketegangan politik, ketika Subhan ZE justru sering mengkritik Jenderal Soeharto, yang menjadi presiden menggantikan Soekarno.?

Figur Subhan ZE sebagai representasi gerakan NU, menjadikan organisasi ini terkena dampaknya. Ketika pemerintah Orde Baru berusaha membatasi ruang gerak politik Subhan, NU juga terkena dampaknya. Betapapun, Subhan ZE berjasa besar dalam menggiring isu strategis serta bermain sebagai figur utama pada masa krusial dalam sejarah negeri ini. Subhan menjadi jaminan dari gerak politik pemuda, pada masa itu. Meski, jika dibaca pada konteks zaman sekarang, langkah Subhan tidak bisa menjadi stempel dari gerakan NU pada masa 1965, terutama sikapnya terhadap gerakan komunis dan PKI. Beberapa kiai NU, juga tidak serta merta mendukung langkah frontal yang dilakukan Subhan. ?

Santri An Nur Slawi

Karir Subhan ZE di Nahdlatul Ulama, bermula ketika ia memimpin Lembaga Pendidikan Maarif Cabang Semarang, pada 1953. Sejak itu, nama Subhan ZE melesat cepat menjadi bintang gemerlap yang disukai anak-anak muda NU, juga disegani aktifis muda dari organisasi lain. Pada saat Kongres NU di Medan pada 1956, Subhan diangkat menjadi Ketua Departemen Ekonomi PBNU.?

Santri An Nur Slawi

Kemudian, pada 1962, ketika NU menyelenggarakan Kongres di Solo, ia menjadi Ketua IV PBNU. Pada rentang waktu itulah, menjadi masa keemasan Subhan ZE di pentas politik dan ormas negeri ini. Subhan ZE menjadi idola baru bagi pemuda-pemuda ketika negeri ini sedang mencari referensi, mencari panutan dalam gerakan kepemudaan.

Kisah-kisah Subhan ZE masih banyak yang tersimpan dalam memori, dalam laci sejarah bangsa ini. Meski telah ada beberapa buku yang mengulas, tapi sejarah hidup dan pemikiran Subhan ZE masih menjadi misteri. Sudah saatnya, ingatan akan Subhan ZE dibongkar, disegarkan kembali sebagai referensi politik pemuda santri masa kini. Tentu, dengan konteks zaman dan arah politik yang berbeda, namun dengan visi dan integritas yang sama: menjaga bangsa, menjaga marwah gerakan kita.***?

Munawir Aziz, Esais dan peneliti (Twitter: @MunawirAziz).

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Halaqoh, Syariah Santri An Nur Slawi

Senin, 25 November 2013

Anggota Koperasi Nahdliyin Jepara Gelar Halal Bihalal

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Asosiasi Koperasi Syariah Warga Nahdlatul Ulama (Askowanu) Jepara mengadakan pertemuan Halal Bihalal di gedung PCNU Jepara jalan Pemuda nomor 51, Sabtu (25/7) pagi. Silaturahmi yang melibatkan 12 BMT NU ini dihadiri Bupati Jepara, Dinas Koperasi UMKM dan Pengelolaan Pasar Jepara, PCNU Jepara, dan tokoh agama setempat.

Ketua Askowanu Sukardi mengatakan, kegiatan untuk saling maaf-memaafkan juga saling ta’aruf antar-BMT yang tergabung dalam Askowanu. “Sehingga BMT yang tergabung dalam Askowanu saling bersinergi,” tuturnya.

Anggota Koperasi Nahdliyin Jepara Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota Koperasi Nahdliyin Jepara Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota Koperasi Nahdliyin Jepara Gelar Halal Bihalal

Sukardi menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan meluncurkan produk baru yaitu simpanan Askowanu, simpanan yang bisa diakses di semua BMT yang bergabung di Askowanu. Kecuali itu, mereka juga akan membentuk koperasi sekunder warga NU Jepara.

Santri An Nur Slawi

Ketua PCNU Jepara H Asyhari Syamsuri memberikan apresiasi kegiatan tersebut. “Halal Bihalal sebagai perwujudan dari hablun minannas, saling memaafkan antarsesama,” kata H Asyari.

Sementara KH Adib Fatah yang diminta menyampaikan taushiyah berpesan kepada hadirin untuk mempertahankan tradisi Halal Bihalal. Karena, tradisi ini merupakan budaya asli Nusantara. Dengan Halal Bihalal, lanjutnya, tali persaudaraan antarsesama semakin terjalin.

Santri An Nur Slawi

“Banyak orang di akhirat nanti merasa rugi karena terlalu menyombongkan dirinya atas amaliyahnya ketika di dunia. Itu karena mereka lupa akan ibadah yang berhubungan dengan manusia yaitu minta maaf dan tolong-menolong. Maka BMT harus punya peran penting dalammemberikan pemanfaatan yang berarti khususnya terhadap warga NU,” imbuh Kiai Adib. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Warta Santri An Nur Slawi

Sabtu, 23 November 2013

Al-Asyariyah Menang Tipis atas Darussalam

Bantul, Santri An Nur Slawi

Kesebelasan Pondok Pesantren Al-Asyariyah berhasil menundukkan kesebelasan Pondok Pesantren Darussalam pada Liga Santri Nusantara 2016 dalam pertandingan sepakbola 8 besar seri nasional, Jumat (28/10) malam. Gol diciptakan M Raply pada menit ke-62.

Al-Asyariyah Menang Tipis atas Darussalam (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Asyariyah Menang Tipis atas Darussalam (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Asyariyah Menang Tipis atas Darussalam

Sampai peluit panjang ditiup wasit Haryadi, kedudukan tetap 1-0 atas keunggulan Al-Asyariyah dalam pertandingan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta itu.

Sejak awal pertandingan, dua kesebelasan bermain cepat dan keras. Beberapa kartu kuning terpaksa dikeluarkan wasit untuk pemain yang melakukan pelanggaran keras. Affan nomor punggung 9 dari Darussalam mendapat kartu kuning pertama pada menit ke-9.

Santri An Nur Slawi

Sementara dari Al-Asyariyah mendapat kartu kuning pada menit ke-8 atas nama Al-Hamra H. Menit ke-40, M Raply mendapat hal serupa. Lalu pada menit ke-68 Al-Hamra kembali diganjar kartu kuning sehingga ia harus keluar lapangan karena akumulasi kartu.

Dengan demikian, Al-Asyariyah maju ke babak selanjutnnya, semifinal esok hari di stadion yang sama, siang hari Sabtu (29/10). (Abdullah Alawi)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Ahlussunnah, Hadits Santri An Nur Slawi

Sabtu, 02 November 2013

Pergelaran Tabuik Pariaman Tandai 1 Muharram

Pariaman, Santri An Nur Slawi. Pergelaran budaya Tabuik Pariaman dimulai Sabtu (25/10) ini bertepatan dengan 1 Muharram 1436 Hijriah. Pergelaran tradisi budaya Tabuik tersebut dimulai dengan ritual maambiak tanah (mengambil tanah).

Wakil Wali Kota Pariaman Genius Umar kepada wartawan, Jumat (24/10) di Balaikota Pariaman menyebutkan, selain dimulainya prosesi maambiak tanah, peringatan 1 Muharram juga diselenggarakan pawai dan dzikir bersama.

Pergelaran Tabuik Pariaman Tandai 1 Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergelaran Tabuik Pariaman Tandai 1 Muharram (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergelaran Tabuik Pariaman Tandai 1 Muharram

"Sedangkan puncak acara Tabuik akan berlangsung pada Ahad (9/11). Tahun ini prosesi Tabuik berlangsung hingga 16 hari. Karena puncak pergelaran Tabuik berlangsung pada hari Minggu,” kata Genius didampingi Ketua Bappeda Kota Pariaman Yaminu Rizal,  dan Kabag Humas Pemko Pariaman Hendri.

Santri An Nur Slawi

Selama prosesi Tabuik tersebut berlangsung, kata dia, Pemerintahan Kota Pariaman menggelar berbagai agenda kesenian dan pertunjukan yang berasal dari berbagai daerah, baik di Propinsi Sumatera Barat maupun di luar Sumatera Barat.  

Santri An Nur Slawi

Pergelaran Tabuik sendiri merupakan perayaan atas peristiwa wafatnya cucu Nabi Muhammad Saw, Sayyidina Husein bin Ali yang gugur dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di padang Karbala, Irak pada 10 Muharam 61 Hijrah (681 Masehi).

Pada mulanya pergelaran Tabuik berlangsung setiap 1 hingga 10 Muharram. Namun belakangan, puncak pergelaran Tabuik selalu dilaksanakan pada hari Minggu sehingga mampu menyedot banyak pengunjung datang ke Kota Pariaman.

Bagi masyarakat Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman (yang disebut juga masyarakat Piaman), bulan Muharram disebut juga bulan Tabuik. Sehingga dalam kalender Piaman, perhitungan bulan dimulai dengan bulan Tabuik.

Dikatakan Genius Umar, diantara paket seni yang akan tampil dari Sanggar Darak Badarak (Kota Pariaman), Sanggar Binuang Sati (Tandikek, Padangpariaman), Sanggar Carano (Lubuk Alung, Padangpariaman), Dendang Taman Budaya (Padang), Must Muda (Propinsi Jambi), paket seni Kabupaten Dharmasraya, Medan, Pekanbaru dan paket seni Bengkulu.

"Artinya, selama dua minggu Kota Pariaman menyelenggarakan pesta budaya yang setiap malamnya ada pertunjukkan kesenian. Kita berharap masyarakat dan wisatawan bisa menikmati pertunjukkan kesenian tersebut," tutur Genius Umar.

Ditambahkan Genius, pada puncak pergelaran Tabuik, bakal dihadiri Duta Besar Iran, pejabat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pejabat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. "Melalui peran media dan wartawan, kita harapkan pergelaran Tabuik ini lebih meriah dibanding sebelumnya," kata Genius optimis.

Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Kota Pariaman Zamzamil menyebutkan, untuk menampung pengunjung yang datang ke Pariaman selama Tabuik berlangsung, sejak April 2014 lalu sudah mulai disiapkan rumah-rumah penduduk menjadi homestay. Hingga sekarang sudah ada 23 rumah dengan kapasitas 41 kamar yang siap menampung wisatawan yang menginap di Pariaman. Sebanyak 6 kamar diantaranya memiliki ruangan AC.

"Tarif yang dipatok hanya Rp 100.000 per kamar. Prioritas pertama yang akan kita tawarkan homestay ini adalah rombongan kesenian yang berasal dari luar Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman. Sisanya kita berharap sudah bisa menampung pengunjungi lainnya," kata Zamzamil. (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi AlaSantri Santri An Nur Slawi

Jumat, 01 November 2013

Marching Band MA NU Nurulhuda Tampil di Upacara Kecamatan

Garut,Santri An Nur Slawi. Pada tanggal 17 Agustus 2014 menjadi momen penting dan tidak terlupakan bagi tim marching band Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama Nurulhuda Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut Jawa Barat.

Madrasah yang dipimpin Musytasar PWNU Jawa Barat KH Nuh Ad-Dwami tersebut mendapat kehormatan untuk menjadi tim Pasukan pengibar Bendera (Paskibra) pada puncak acara peringatan HUT kemerdekaan RI ke-69 tingkat kecamatan Cisurupan.

Marching Band MA NU Nurulhuda Tampil di Upacara Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Marching Band MA NU Nurulhuda Tampil di Upacara Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Marching Band MA NU Nurulhuda Tampil di Upacara Kecamatan

Menurut salah seorang guru, Cecep Jaya Krama, segenap keluarga besar yayasan pondok pesantren Nurulhuda Cisurupan menyambut baik hal tersebut. Ia berharap hal itu dapat menjadi syiar NU di kalangan pelajar.

Santri An Nur Slawi

Ia menambahkan, grup marching band Nurulhuda yang baru terbentuk sekitar 8 bulan yang lalu pernah diundang oleh PC IPNU-IPPNU kabupaten Garut pada saat pembukaan Konfercab di Limbangan. Bahkan pada setiap event-event NU dan banom marching band Nurulhuda selalu tampil untuk memeriahkan kegiatan.

Pelatih marching band Nurulhuda, Aef mengatakan ini adalah buah dari kesungguh-sungguhan seluruh anggota tim sehingga dapat tampil pada event-event penting.

Santri An Nur Slawi

Dia berharap bahwa tim asuhannya semakin banyak jam terbang dan pengalaman agar penampilannya semakin baik. Pihak sekolah pun berharap bahwa dengan adanya marching band ini dapat menarik minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di MA NU Nurulhuda sehingga diharapkan kader-kader Aswaja-NU semakin meningkat baik secara kuantitas terutama kualitas. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pertandingan, Amalan, Nahdlatul Ulama Santri An Nur Slawi

Kamis, 31 Oktober 2013

Teladan Ilmu dan Amal Syekh Abdul Qodir Jailani QS

Apa kelebihan pesantren dibandingkan lembaga pendidikan non-pesantren? Keduanya sama-sama mengembangkan ilmu. Bahkan, lembaga pendidikan non-pesantren fasilitasnya kadang lebih lengkap dan modern daripada pesantren. Tapi mengapa pesantren tetap bertahan, bahkan makin dibutuhkan oleh orang-orang terpelajar saat ini?

Jawabannya, di pesantren ada penekanan amal. Shalat berjamaah, dzikir bersama, gotong-royong merenovasi pesantren, dan lain-lain. Ada kesatuan antara ilmu dan amal. Ini kekhasan pesantren. Dan ini dicontohkan oleh Sufi besar Syekh Abdul Qodir Jailani qs.

Teladan Ilmu dan Amal Syekh Abdul Qodir Jailani QS (Sumber Gambar : Nu Online)
Teladan Ilmu dan Amal Syekh Abdul Qodir Jailani QS (Sumber Gambar : Nu Online)

Teladan Ilmu dan Amal Syekh Abdul Qodir Jailani QS

Syekh Abdul Qodir, kata Asy-Syarani menguasai 13 fan keilmuan dalam Islam. Imam Ibnu Taimiyah yang dikesani banyak orang sebagai anti tarekat, tawasul dan ziarah dalam karyanya, Majmu Fatawa juz x menyatakan,"Syekh Abdul Qodir Jailani dan semisalnya merupakan syekh terbesar di zamannya dalam hal berpegang teguh pada syariat, amar maruf nahi munkar, mendahulukan syariat daripada rasa dan logika, serta termasuk syekh terbesar yang melakukan pendidikan ruhani untuk meninggalkan dorongan hawa nafsu yang berlebihan."

Kekaguman Ibnu Taimiyah terhadap Syekh Abdul Qodir begitu besar sehingga berkenan membuat syarah/ penjelasan terhadap salah satu karyanya, yaitu Futuh Al-Ghaib. Syarah tersebut antara lain diterbitkan Dar Al-Qori, Beirut, tahun 1995.

Pengajian rutin Syekh Abdul Qodir Jailani dihadiri 70.000 orang. Beliau mengajarkan tafsir Al-Quran (Tafsir Al-Jailani lengkap 30 juz telah ditemukan dan diterbitkan, bahkan sebagiannya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia), hadits, perbedaan madzhab fikih, nahwu, Sharaf dan balaghah. Ia juga kadang mengajarkan qiraat Al-Quran berikut tafsirnya. Beliau berceramah selama 40 tahun, dari 521 H - 561 H.

Kebesaran majelis Syekh Abdul Qodir begitu mempesona, sehingga menurut Ibnu Hajar Al-Asqolani dalam Ghibthah An-Nadir seperti dikutip dalam disertasi Ajid Thohir, ada sekitar 400 orang penulis, yang mencatat secara rapi apa-apa yang difatwakan dan didakwahkannya.

Santri An Nur Slawi

Di sisi lain, amalan dzikir Syekh Abdul Qodir Jailani begitu dahsyat. Seperti disebutkan dalam manakib, Pembantunya bercerita, bahwa Syekh selalu melakukan shalat shubuh dengan wudhu shalat isya. Setiap kali batal, beliau berwudhu, shalat syukur wudhu dan masuk kamar kholwatnya. Beliau keluar menjelang shubuh. Khalifah yang ingin bertemu pada malam hari pun terpaksa menunggu dan baru bisa bertemu Beliau setelah shalat shubuh.

Santri An Nur Slawi

Ruhaninya yang diasah dengan ibadah dan dzikir panjang semalaman bercahaya terang. Tak perlu heran bila majelis pengajian nyapun tidak pernah sepi dari orang Yahudi dan Nasrani yang masuk Islam dengan sukarela. Juga para perampok, pembunuh, pelaku maksiat dan orang-orang tersesat yang bertobat. Keikhlasan ditambah cahaya dzikir, dan kedekatannya dengan Maha Pemberi petunjuk membuat dakwahnya seperti sorotan cahaya yang menerangi gelap.

Syekh Abdul Qodir Al-Jailani di samping sibuk menyebarkan ilmu dengan lisan dan melakukan ibadah dan dzikir, juga menyempatkan diri menulis buku. Karya-karyanya berbobot dan sebagiannya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Misalkan, Al-Ghunyah, Fathur Rabbani, Futuh Al-Ghaib, Sirrul Asrar, Tafsir Al-Jailani, dll.?

Kini tugas kita sebagai generasi penerusnya ialah memadukan ilmu dan amal atau intelektualitas dan spiritualitas. ? (Rojaya, Ketua Prodi Ilmu Tasawuf Fakultas Dakwah IAILM Pondok Pesantren Suryalaya)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Ulama Santri An Nur Slawi

Rabu, 02 Oktober 2013

Episode Baru PCINU Pakistan

Oleh Firman Arifandi

Sudah merupakan tradisi yang sejak lama bergulir, bahwa Nahdlatul Ulama (NU) sarat dengan pendekatan-pendekatan intelektual dan sosial kemasyarakatan guna mensyiarkan Islam yang tasamuh rahmatan li-alamin. Hal ini juga menjadi pedoman kami, Pengurus Cabang Istimewa  Nahdlatul Ulama (PCINU) Pakistan dalam menjalankan program kerja di negeri Ali Jinnah ini.

PCINU Pakistan merupakan wadah organisasi NU di Pakistan yang berdiri pada tanggal 28 Mei 2005 dan diresmikan oleh Rais Syuriah DR. KH. M. Mashuri Naim, MA. Peresmian yang juga diisi dengan sumpah pengurus tersebut disaksikan oleh Ketua Umum Tanfidziyah PBNU KH Hasyim Muzadi dan Duta Besar RI untuk Pakistan H. Anwar Santoso serta para pejabat KBRI dan masyarakat Indonesia di Islamabad.

Episode Baru PCINU Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)
Episode Baru PCINU Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)

Episode Baru PCINU Pakistan

PCINU Pakistan yang diresmikan adalah Muhammad Niam, LLM selaku Musytasyar, Reza Muhammad, Lc selaku Rais Syuriah dan M. Sodiq Ahmad, Lc selaku Ketua Tanfidziah untuk masa jabatan 2005-2006.

Salah satu tujuan penting diresmikannya PCINU Pakistan adalah untuk mensinergikan program yang bertujuan memberdayakan kader muda NU. PCI-NU Pakistan yang semula hanya berbentuk paguyuban komunitas NU merubah diri menjadi PCI-NU untuk lebih memperkuat hubungan struktural dengan PBNU di Jakarta. Masyarakat NU di Pakistan menyebar tidak hanya di Islamabad, namun juga di kota-kota lain seperti Lahore, Karachi dan Rawalpindi terdiri dari para mahasiswa yang menuntut ilmu di Pakistan dan beberapa pekerja Indonesia di lembaga asing di Pakistan.

Sepanjang perjalanannya sejak diresmikan, tak sedikit agenda yang dihelat dan tak lepas dari nuansa keilmuwan, kekeluargaan, dan semangat kenusantaraan. Karena mayoritas warga NU di Pakistan adalah mahasiswa yang notabene menempuh jurusan agama seperti ushuluddin dan fakultas syariah, maka tak jarang mereka menggelar acara diskusi keilmuwan, bahtsul masail, dan lain sebagainya yang memang sengaja dikemas untuk seluruh warga Indonesia di Pakistan dan tidak bersifat eksklusif. Selain itu, acara-acara yang bertujuan mempererat tali persaudaraan antar WNI dan bersifat santai juga kerap digelar seperti tabadul hadayah, Jalan santai berhadiah, perlombaan anak-anak, NU Cup, dan lain-lain sehingga NU di mata WNI dirasa sangat dekat dan bersahabat tidak hanya antar sesama muslim tapi juga semua.

Santri An Nur Slawi

Namun perjalanan yang maksimal ini sempat  mengalami masa kevakuman beberapa waktu dikarenakan beberapa hal. Yakni pada pertengahan tahun 2010 pasca kejadian pemboman di kampus International Islamic University yang menelan belasan korban, dan kemudian berdampak pada kebijakan pemerintah untuk memperketat regulasi di bidang imigrasi. Sehingga terasa sekali susahnya mendapat visa study ke Pakistan.

Sementara para pelajar dan mahasiswa yang kerap mewarnai pergerakan NU di Pakistan juga sedikit demi sedikit kembali ke tanah air karena masa studynya telah usai. Masa kevakuman ini berlangsung selama kurang lebih tiga tahun dengan kuantitas SDM yang sangat minim sekali, namun NU masih ada dan eksis dengan segala kegiatannya yang sederhana di internal.

Santri An Nur Slawi

Pada akhir tahun 2012 intensitas kehadiran mahasiswa baru mulai kembali dirasakan dan mahasiswa berlatarbelakang NU juga mulai nampak terlihat antusiasnya untuk membentuk aktivitas pada interes yang sama. Mulailah sejak enam bulan setelahnya, yakni tepatnya pada Agustus 2013 kumpulan mahasiswa ini sepakat untuk menggelar yasinan dan kajian rutin setiap malam jum’at bergilir di setiap asrama. Ide terus bergulir hingga akhirnya komunitas NU kembali bisa merangkul masyarakat Indonesia secara keseluruhan dengan menggelar pengajian mingguan ke rumah-rumah.

Atas inisiasi bersama, akhirnya mahasiswa berlatarbelakang NU yang berjumlah 25 orang setelah berkonsultasi dengan senior yang ada dan masyarakat yang telah lama tinggal di Pakistan, semuanya sepakat untuk melanjutkan roda organisasi PCI-NU Pakistan yang sempat mengalami masa surut.

Untuk memaksimalkan kerja usaha membangun komunikasi, rencana dan strategi maka PCI NU Pakistan penting  untuk dilanjutkan. Lembar episode baru kini mulai ditoreh kembali setelah para warga Nahdliyin di Pakistan yang terdiri dari segala elemen WNI, mereka kembali menggelar Konfercab NU pada bulan februari 2014 yang saat itu berhasil membentuk formatur dewan Suriah dan pengurus Tanfiziyah yang baru untuk masa Bhakti 2014-2015.

Berawal dari pengajian dan tahlilan rutin setiap malam Jum’at di hostel kampus IIUI sejak pertengahan tahun 2013 lalu, dipupuk rasa kebersamaan antar mahasiswa, hingga saat ini PCI-NU Pakistan dan warganya kembali merangkul masyarakat Indonesia secara keseluruhan dengan bergilir menggelar yasinan, tahlil dan dilanjutkan dengan kajian kegamaan dari rumah ke rumah. Hal ini dibentuk demi menghidupkan dua aspek penting yaitu menyambung silaturahim dan atmosphere keagamaan.

Beberapa waktu lalu, pada tanggal 2 Maret 2014 Lakpesdam yang dikomandoi oleh saudara Hasanuddin Tosimpak, S.Pd.I menggelar acara nonton bareng alias nobar film Sang KIai mengundang segenap mahasiswa Indonesia yang berdomisili di Islamabad. Nobar ini dimaksudkan untuk merefleksikan kembali perjalanan kalangan santri dan ulama yang mewarnai proses menuju kemerdekaan Indonesia. Hadir dalam acara tersebut, ketua PIP-PKS Pakistan, saudara Irfan Abdul Aziz, ketua Pengurus Muhammadiyah cabang Pakistan saudara Hatta Fahamsyah, dan perwakilan PERSIS cabang Pakistan saudara Emha Hasan Saifullah. Bedah film dipresentasikan oleh rais Syuriah NU Pakistan saudara Ahmad Badruddin, Lc.

Tak kalah pentingnya, badan otonom Fatayat NU yang merupakan wadah untuk mengoptimalkan gerakan muslimat pada khususnya, juga menggelar kegiatan yang berkaliber unggul. Hingga saat ini program yang rutin mereka gelar adalah kajian mingguan dan satu program yang melibatkan masyarakat Indonesia di Pakistan bernamakan DKI (Daily Khotmil-Qur’an Islamabad), yakni merupakan program mengaji harian untuk membiasakan setiap orang bisa mengkhatamkan satu juz dalam sehari, targetnya agar setiap individu tak lepas kesehariannya dari Qur’an sebagai pedoman dan kemudian mentadaburinya. Program DKI ini dikoordinir oleh saudari Fina Fandini, S.Pd.I dan saudari Ummi Salamah S.Pd.I

Dalam bidang pengembangan  sumber daya masyarakat yang dipegang oleh Lakpesdam (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Masyarakat) PCI-NU Pakistan akan berkonsentrasi menggelar kajian-kajian bertemakan Islam dan nusantara, menggelar bahtsul masail terhadap fenomena-fenomena kontemporer. Selain itu, Lakpesdam juga berkonsentrasi memfasilitasi  paham ke NU-an untuk warganya dalam program orientasi NU yang akan digelar dalam waktu dekat ini. Pada tanggal 2 Maret 2014 lalu, Lakpesdam juga telah menggelar pelatihan penggunaan almaktabah as-syamilah dan metodologi penelitian berbasis teknologi digital yang digelar untuk umum dan pada mahasiswa khususnya.

Demikianlah progress seputar PCINU Pakistan pasca konfercab pada Februari kemarin, lembaran baru telah dimulai harapannya ke depan kita mampu bersinergi bersama seluruh masyarakat Indonesia dan seluruh instansi Indonesia di Pakistan dalam menerapkan program bersama demi membangun solidaritas dan menumbuhkan kecintaan pada tanah air dan agama.

 

Firman Arifandi, Ketua PCINU Pakistan

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Anti Hoax, AlaSantri Santri An Nur Slawi

Kamis, 08 Agustus 2013

KH Fajar Laksana: Obat Segala Penyakit Adalah Dzikir

Subang, Santri An Nur Slawi

Tingkat kesehatan masyarakat saat ini bisa dikatakan menurun, indikatornya adalah di usia 50 tahunan sudah banyak orang yang teridap berbagai penyakit seperti diabetes, stroke, kolesterol, dan lain sebagainya.

"Dulu orang tua usia 60-an masih segar bugar, sekarang usia 40-an saja udah ada yang kena gula (diabetes, red), kolesterol, trigesit, asam urat," kata KH Fajar Laksana saat mengisi tausiyah dalam kegiatan Milad Ke-11 Yayasan Daarul Ikhlash, Kalijati, Subang , Jawa Barat, Sabtu (13/2)

KH Fajar Laksana: Obat Segala Penyakit Adalah Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Fajar Laksana: Obat Segala Penyakit Adalah Dzikir (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Fajar Laksana: Obat Segala Penyakit Adalah Dzikir

Selain menjaga pola makan yang baik, kata dia, agar kesehatan tubuh bisa terjaga adalah dengan selalu berdzikir, karena dengan berdzikir dapat menghidupkan jantung atau qalbun, dari jantung inilah darah akan mengalir dengan lancar.

Santri An Nur Slawi

Untuk menguatkan pendapatnya, Pengasuh Pesantren Al-Fath Sukabumi ini mengutip firman Allah dalam Surat Al-Anfal ayat 2, Arradu ayat 28, Azzumar ayat 22, Al-Anfal ayat 45, dan Ibrahim ayat 24-25 yang menerangkan tentang qalbun dan dzikir.

"Anatomi tubuh yang menyalurkan  darah ke seluruh tubuh adalah jantung, ketika darah tidak mengalir berarti ada yang tersumbat, ada yang kotor," tegas Ketua Lazisnu Sukabumi ini

Santri An Nur Slawi

Untuk menghidupkan jantung, tambahnya, Al-Quran memberikan solusi yaitu dengan berdzikir, dzikir tersebut di antaranya adalah dengan mengamalkan dzikir yang ada dalam tarekat.

"Ketika berdzikir, kotoran yang menghambat aliran darah ke jantung akan hancur sebagaimana ayat Alquran yang dibacakan tadi," ungkapnya

Untuk itu, ia berpesan kepada ratusan hadirin untuk selalu berdzikir kepada Allah, karena dengan berdzikir akan menguntungkan dan menyehatkan jiwa raga manusia. (Aiz Luthfi/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Daerah, Nasional, Ulama Santri An Nur Slawi

Jumat, 05 Juli 2013

Fatayat NU Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Paham ISIS

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Ketua Umum PP Fatayat NU Ida Fauziyah mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan paham gerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).?

"Saya berharap agar masyarakat tidak terpengaruh dengan gerakan dan ideologi yang aneh-aneh, organisasi yang aneh-aneh. Jaga kebersamaan dan keutuhan NKRI," kata Ida di Jakarta, Selasa.?

Fatayat NU Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Paham ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Paham ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Paham ISIS

Ia juga meminta kepada pemerintah untuk memberikan penjelasan secara luas kepada masyarakat melalui berbagai media mengenai ISIS dan ancamannya bagi keutuhan NKRI.

Santri An Nur Slawi

"Melakukan dialog sekaligus penggalangan kerja sama dengan tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat untuk mengantisipasi gerakan ISIS agar tidak berpengaruh atau tidak diikuti oleh masyarakat," sebut politisi PKB itu.?

Ida juga berharap agar lembaga kemasyarakatan termasuk RT/RW untuk membangun kewaspadaan terhadap gerakan-gerakan ISIS.?

Santri An Nur Slawi

"Langkah-langkah tersebut tentu saja jangan sampai menimbulkan suasana yang mencekam dan justru menjadi alat untuk menakuti-nakuti masyarakat," kata Ida. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Aswaja Santri An Nur Slawi

Minggu, 30 Juni 2013

Pentingnya Rasa Malu dan Rasa Bersalah

Rasa malu berkaitan erat dengan keberadaan orang lain. Rasa bersalah berkaitan erat dengan hati nurani atau iman dalam diri sendiri. Jika kita memiliki rasa? malu kepada orang lain tetapi tidak memiliki perasaan bersalah dalam diri sendiri, pastilah kita suka slintat-slintut alias berperilaku munafik.

Orang dengan tipe seperti itu tentu suka membangun image yang baik di depan orang lain karena malu dilihat jeleknya. Maksudnya bukan malu berbuat jelek, tetapi? merasa malu jika perbuatan jeleknya diketahui orang lain. Maka ketika tak ada orang lain, ia bisa berbuat apa saja tanpa perasaan malu karena ia berpikir tak ada orang lain yang melihat.

Pentingnya Rasa Malu dan Rasa Bersalah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pentingnya Rasa Malu dan Rasa Bersalah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pentingnya Rasa Malu dan Rasa Bersalah

Perasaan bersalah juga tidak muncul dalam diri seseorang yang hati nuraninya tumpul karena tak pernah diasah. Atau imannya lemah karena tak pernah dipupuk. Hal ini bisa terjadi jika gagasan bahwa Allah Maha Melihat dan Mendengar hanyalah sebuah pengetahuan belaka yang tidak pernah diinternalisasikan dan? diaktualisasikan dalam diri seseorang. ?

Santri An Nur Slawi

Sikap terbaik tentu saja adalah seseorang harus memiliki rasa malu terhadap orang lain sekaligus memiliki perasaan bersalah dalam diri sendiri dalam arti positif. Hal ini seperti yang terjadi pada diri Rasulullah SAW sehingga beliau sebagaimana dikisahkan dalam kitab Al-Barzanji disebut syadidal haya.

Sebutan syadidal haya secara harfiah kebahasaan berarti “sangat pemalu”.? Secara konseptual psikologis sebutan itu berarti memiliki “rasa malu kepada orang lain sekaligus rasa bersalah? dalam diri sendiri”? karena kuatnya iman kepada Allah SWT. Dari perspektif tasawuf, Rasulullah SAW pastilah ma’rifah? billah sehingga selalu melihat Allah dimanapun berada. Jadi dalam hal? ini, syadidal haya”? bisa berarti tidak saja memiliki rasa malu kepada manusia, tetapi terlebih kepada Allah SWT.

Santri An Nur Slawi

Dalam kaitan dengan teori psikologi, Joseph Burgo dalam artikelnya berjudul The Difference between Guilt and Shame yang ditayangkan dalam situs psychologytoday.com pada tahun 2013, memberikan penjelasan tentang ketidaksamaan antara rasa? malu (shame) dan rasa bersalah (guilt) sebagai berikut:

“Guilt involves the awareness of having done something wrong; it arises from our actions (even if it might be one that occurs in fantasy). Shame may result from the awareness of guilt but apparently is not the same thing as guilt. Its a painful feeling about how we appear to others (and to ourselves) and doesnt necessarily depend on our having done anything.”



(Rasa bersalah menyertai kesadaran telah melakukan perbuatan salah; ia timbul dari tindakan-tindakan kita [bahkan bisa jadi kesalahan itu hanya dalam khayalan]. Perasaan malu mungkin muncul dari kesadaran akan perasaan bersalah tetapi? sebenarnya perasaan malu tidak sama dengan perasaaan bersalah. Rasa malu merupakan perasaan tidak nyaman tentang bagaimana kita dilihat orang lain (dan bagaimana kita dilihat oleh diri sendiri) dan hal itu tidak selalu bergantung telah melakukan sesuatu].

Dari penjelasan Joseph Burgo di atas jelaslah bahwa rasa bersalah bisa dibedakan dengan rasa malu dimana rasa malu terkait? dengan keberadaan orang lain termasuk keberadaan diri sendiri. Artinya rasa malu bisa tertuju pada orang lain, dan bisa pula sekaligus tertuju pada diri sendiri. Dalam konteks inipun, sebutan syadidal haya’ menemukan relevansinya karena menunjukkan rasa malu tingkat tinggi. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Umar Rasulullah SAW bersabda:

? ? ? ?

Artinya: “Sesungguhnya rasa malu merupakan bagian dari iman.”

Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya: “Malu dan iman senantiasa bersama. Apabila salah satunya dicabut, maka hilanglah yang lainnya.”

Hadits di atas menunjukkan bahwa rasa malu dan rasa bersalah yang bersumber dari iman saling berkaitan dan selalu ada secara bersama. Jika tidak, maka rusaklah kepribadian seseorang. Sebagai contoh adalah sebagaimana diuraikan di atas bahwa jika seseorang memiliki rasa malu kepada orang lain tetapi tidak memiliki perasaan bersalah dalam diri sendiri, pastilah ia? suka slintat-slintut. Ia bisa berbuat apa saja di belakang orang banyak tanpa perasaan malu karena ia berpikir tak ada orang lain yang melihat. Dalam hal ini ia mengingkari imannya bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Mendengar.

Melihat petingnya rasa malu dan rasa bersalah dalam perilaku seseorang, maka pendidikan karakter, baik di rumah maupun di? sekolah,? harus memperhatikan kedua hal di atas. Artinya, seorang anak harus selalu dididik untuk memiliki perasaan malu kepada orang lain – dalam arti positif - sehingga mampu mengurungkan niatnya untuk berbuat jelek. Itulah sebabnya anak-anak harus selalu dicegah ketika memilih telanjang atau tidak bersedia mengenakan pakaian di depan umum sebab ini merupakan pendidikan terkait rasa malu. ?

Selain itu, ia juga harus dilatih memiliki perasaan bersalah – iman yang kuat -? di dalam dirinya sehingga ketika hendak berbuat kejelekan atau kemaskiatan mampu mengurungkannya meski tidak diketahui oleh siapapun karena meyakini bahwa Allah SWT senantiasa melihat dan mendengar apapun yang dilakukannya. Itulah sebabnya anak-anak dilatih berpuasa dengan tidak makan dan minum meski tak seorangpun melihatnya ketika nekat berbuka sebelum waktunya. ?

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Univeristas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Nasional, Internasional Santri An Nur Slawi

Rabu, 19 Juni 2013

Kader Ansor Harus Menata Hati

Bojonegoro, Santri An Nur Slawi. Menjadi kader Ansor memang harus menata hati supaya dapat dengan ikhlas menjalankan perjuangan. Demikianlah salah satu nasehat yang disampaikan Rais Syuriyah MWC NU Gayam Sholihin Shohih kepada seluruh pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Gayam pada diskusi bulanan baru-baru ini di Desa Manukan Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro.

Kader Ansor Harus Menata Hati (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor Harus Menata Hati (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor Harus Menata Hati

Dijelaskannya, selama ini pemuda NU lebih larut dan fokus pada hal-hal yang bersifat pemikiran, namun cenderung lupa bahwa mereka juga harus menata hati masing-masing.

"Melakukan peningkatan pemikiran harus dilakukan karena sesuai dengan nilai-nilai idealisme dan intelektualitas, namun kalau tidak diimbangi dengan aspek spiritualitas maka akan kering," jelasnya

Ditambahkan, salah satu cara untuk menata hati yakni dengan mengaji, menggali, dan merenungi apa hakikat sebagai manusia, termasuk harus memahami bahwa Allah bersama orang-orang yang mau berjuang di jalan Allah.

"Kita harus memahami bahwa ruh kita ini sudah memiliki perjanjian dengan Allah, sehingga kita harus paham betul bahwa dalam menjalani kehidupan ini kita harus senantiasa membawa Allah dalam kehidupan," tambahnya

Santri An Nur Slawi

Selain itu, cara terbaik untuk menjadi kader yang baik adalah dengan menata niat supaya perjuangan di GP Ansor harus dipahami sebagai sebuah khidmat pada agama dan bangsa.

"Kalau orientasi kita demi kehidupan akhirat maka kita akan mendapatkan dunianya juga," jelas ulama yang pernah mendampingi Kiai Sahal Mahfudh semasa muda ini.

Sementara itu, Ketua PAC GP Ansor Gayam, Imam Hambali menyampaikan bahwa ke depanya akan dilakukan pertemuan yang lebih intensif untuk menguatkan pemahaman dan lebih bisa menghadirkan Allah dalam setiap perjuangan.

"Kita akan buat kajian tentang penguatan pengkaderan setiap bulan," pungkasnya. Red: Mukafi Niam

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Habib Santri An Nur Slawi

Minggu, 09 Juni 2013

PCNU Subang Dorong MWCNU Makmurkan Masjid

Subang, Santri An Nur Slawi - Masjid merupakan bagian penting dari identitas Islam, selain berfungsi sebagai tempat ibadah. Sejak awal kelahiran Islam masjid juga dijadikan sebagai pusat dakwah dan perjuangan. Sebab itu MWCNU yang ada di Kabupaten Subang diminta untuk bisa lebih memerhatikan sekaligus memakmurkan masjid yang ada di daerahnya masing-masing.

Hal ini disampaikan Sajudin Noor sebagai ketua panitia pelaksana pada kegiatan Pelatihan Kader Muharrik Masjid dan Dakwah NU yang digelar oleh PCNU Kabupaten Subang di Masjid Zaenal Abidin, Kecamatan Sukasari, Subang, Kamis (6/4).

PCNU Subang Dorong MWCNU Makmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Subang Dorong MWCNU Makmurkan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Subang Dorong MWCNU Makmurkan Masjid

"Kita tidak diminta untuk menjadi pengurus DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) karena saya yakin di semua masjid sudah punya DKM masing-masing," ujar Sajudin di hadapan 77 peserta kegiatan yang mewakili 12 MWCNU yang ada di Subang Utara.

Santri An Nur Slawi

Yang diharapkan dari para peserta usai mengikuti kegiatan pelatihan ini adalah peserta mampu menjadi mesin penggerak dalam rangka memakmurkan masjid yang ada di wilayah kecamatannya masing-masing.

"Kegiatan pelatihan ini hanya seremonial, kegiatan aslinya adalah kegiatan di lapangan yaitu menjadi agen perubahan dan menjadi manajer agar masyarakat bisa lebih mencintai masjid dan senang datang ke masjid sehingga masjid bisa menjadi pusat dakwah dan pusat perjuangan Islam," tandasnya.

Selain itu, kata dia, kegiatan pelatihan ini merupakan program PCNU Subang yang dilaksanakan berdasarkan pembagian zona, untuk Subang Utara diikuti oleh perwakilan dari 12 MWCNU, Subang Tengah akan diikuti 10 MWCNU dan Subang Selatan 8 MWCNU. (Aiz luthfi/Alhafiz K)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Aswaja Santri An Nur Slawi

Jumat, 31 Mei 2013

Pemikiran Islam Lokal Tuan Guru Bengkel

Muktamar ke-33 di Kota Santri Jombang merupakan momentum untuk menjadikan Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan yang berpegang teguh pada Islam yang wasathiyah (moderat), Islam Nusantara, Islam yang hidup ditengah-tengah ke-Bhineka-an. Tema yang diusungkan dalam Muktamar tersebut adalah Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia. Tema ini menegaskan komitmen NU untuk memajukan peradaban dari Indonesia untuk dunia dengan pendekatan yang harmonis (pendekatan agama, sosial) secara kultural dan dalam konteks ini NU sejak didirikan, sekarang, dan seterusnya akan mendukung peradaban.

Tema itu juga sejalan dengan doktrin Islam Aswaja Annahdliyyah yang sering diperdengarkan oleh organisasi Nahdlatul Ulama bertujuan agar hubungan antar manusia bisa bersikap tawasuth (moderat), tawazun (berimbang), i’tidal (tegak lurus dalam prinsip), dan tasamuh (toleransi). Hal ini sesungguhnya implementasi dari al-maslahah al-mu’tabarah (hifd din, nafs, ’aql, nasl, dan mal). Ketika lima tujuan ajaran universal Islam ini diintegrasikan dengan empat pilar kebangsaan, maka Indonesia sebagai sebuah negara dan bangsa akan menjadi negara yang maju dan berperadaban.

Terminologi “Islam Nusantara” mendapatkan respon yang hangat baik pro dan kontra atas istilah tersebut, di luar itu muncul banyak pendapat dan argumen untuk menegaskan bahwa istilah “Islam Nusantara” bukanlah model Islam atau aliran baru akan tetapi sebuah istilah yang memang hadir atas realita bahwa Islam di Indonesia adalah agama yang hidup di tengah-tengah agama-agama lain. Di luar perdebatan tersebut, layak untuk dibaca buku baru yang terbit awal tahun 2016 dengan judul Pemikiran Islam Lokal TGH. M. Shaleh Hambali Bengkel.

Pemikiran Islam Lokal Tuan Guru Bengkel (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemikiran Islam Lokal Tuan Guru Bengkel (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemikiran Islam Lokal Tuan Guru Bengkel





Buku ini hadir menguraikan sejarah perjalanan intelektual seorang ulama dan tokoh besar Lombok NTB. TGH. M. Shaleh Hambali yang selanjutnya lebih dikenal dengan nama Tuan Guru Bengkel (Bengkel merupakan nama sebuah desa tempat kelahiran dan dimakamkan TGH. M. Shaleh Hambali) merupakan salah satu perintis kebangkitan Islam di Lombok awal abad 20 dan merupakan Rais Syuriah pertama NU NTB. Tuan Guru Bengkel juga merupakan salah satu tokoh yang memformulasikan dakwahnya melalui tulisan atau seperti yang diistilahkan penulis buku “Era Fatwa” menuju “Era Baca”.?

Santri An Nur Slawi





Tuan Guru Bengkel dalam beberapa pemikiran dan fatwanya sering dianggap kontroversi karena beberapa pandangannya dalam persoalan agama berbeda dengan ulama pada masanya. Buku ini merupakan hasil penelitian yang didasari pada tugas akhir (disertasi) penulis ketika menempuh doktor di bidang Islamic Studies di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.?

Santri An Nur Slawi

Pemikiran-pemikiran Tuan Guru Bengkel dibagi menjadi tiga tema bidang pemikiran yaitu bidang tauhid, fiqih dan bidang tasawuf. Pemikiran Tuan Guru Bengkel dalam persoalan tauhid merepresentasikan bahwa Tuan Guru Bengkel adalah ulama yang memegang paham ahl-Sunnah wa al-Jama’ah An-Nahdlyah. Tema yang disajikan merupakan tema besar yang menjadi perhatian ulama ahl-Sunnah wa al-Jama’ah diantaranya 1) Masalah sifat Allah dan para rasul-Nya, 2) Masalah kekuasaan Allah dan perbuatan manusia, dan 3) Masalah keimanan dan keislaman (hal 134).

Adapun dalam bidang fiqih merupakan bidang kajian yang banyak menjadi bahan diskusi karena dianggap kontroversi, diantaranya masalah mati syahid dunia akhiratnya salah satu tokoh yang meninggal disebabkan oleh perisean. Perisean merupakan sebuah tradisi dalam masyakarat Sasak dimana dua orang pepadu saling mengadu ketangkasan (halaman 228). Masalah kedua yang dianggap kontroversi ? adalah tidak adanya Sorong Serah dalam perkawinan (halaman 238). Sorong Serah merupakan upacara yang dilakukan untuk membayar harga seorang perempuan dalam tradisi adat Sasak. Perkara lain dalam bidang fiqih adalah karya Tuan Guru Bengkel tentang haji yang terdapat dalam kitab Jamuan Tersaji pada Manasik Haji. Kitab ini menyajikan masalah haji lengkap yang diawali penjelasannya tentang masalah rukun Islam yang lima dan rukun iman yang enam.

Sedangkan dalam bidang tasawuf, ? Tuan Guru Bengkel mengajarkan salah satu bidang tasawuf yaitu tarekat. Tarekat yang dikembangkan adalah tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah Khalwatiyah. Selain tarekat, topik pembahasan yang masih dalam kajian tasawuf adalah masalah lagu atau nyanyian dan tarian. Tuan Guru Bengkel menulis masalah ini dalam kitab Luqthatul Jawharah? yang ditulis pada tahun 1933. Kitab lainnya yang ditulis adalah tentang tasawuf, Cempaka Mulia Perhiasan Manusia, Intan Berlian Perhiasan Laki Perempuan, dan Permaiduri.?





Walhasil bahwa buku karya Adi Fadli tentang sosok Tuan Guru Bengkel menjadi bahan bacaan dan kajian awal bahwa betapa produktifnya ulama yang hidup diparo abad ke-20 yang dianggap sebagai tokoh sang pembaru dalam model dakwah yaitu bil lisan, bil kitabah, dan bil hal. Selain itu buku ini menambah khazanah pengetahuan kita tentang teori masuknya Islam ke Lombok. Dalam penelitian Adi Fadli ini menjelaskan bahwa Islam masuk ke Lombok dengan tiga teori.?

Buku ini seperti yang dikatakan salah satu Guru Besar Sejarah UGM dalam pengantarnya layak untuk menjadi bacaan khalayak ramai, khususnya bagi mereka yang menggeluti kajian sejarah Islam di Indonesia, atau Islam di Nusantara, maupun sejarah lokal. Selain itu mereka yang tertarik pada persoalan sejarah keagamaan, sejarah sosial-budaya, dan segi-segi lainnya perlu untuk menjadikan buku ini sebagai salah satu referensi penting.

Info Buku

Judul Buku : Pemikiran Islam Lokal TGH. M. Shaleh Hambali Bengkel

Penulis : Adi Fadli

Penerbit ? ? ? ? ? : Pustaka Lombok?

Cetakan ? ? ? ? ? : i, 2016

Tebal ? ? ? ? ? : xxvi – 358

Peresensi

Retno Sirnopati





Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Makam, Fragmen, Pahlawan Santri An Nur Slawi

Sabtu, 25 Mei 2013

Indonesia Tak Tepat Tiru Corak Islam Timur Tengah dan Maghrib Arabi

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PP Lakpesdam) NU ikut menyumbangkan ide, wacana, dan gagasan Islam Nusantara dengan menggelar diskusi bertajuk ‘Antara Agama Tradisi dan Tradisi Agama: Sebuah Upaya Meneguhkan Islam Nusantara’.

Indonesia Tak Tepat Tiru Corak Islam Timur Tengah dan Maghrib Arabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Tak Tepat Tiru Corak Islam Timur Tengah dan Maghrib Arabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Tak Tepat Tiru Corak Islam Timur Tengah dan Maghrib Arabi

Acara yang digelar di lantai 8 Gedung PBNU, Selasa (7/7) ini menghadirkan Pakar Islam Nusantara, Drs Agus Sunyoto, dan Pengamat Kawasan Timur Tengah dan Maghrib Arabi, Dr Arwani Syaerozi dengan moderator Savic Ali, aktivis muda Nahdlatul Ulama dan Pimred Santri An Nur Slawi.

Dalam pengantarnya, Savic menjelaskan bahwa wacana Islam Nusantara semakin kaya dan berkembang. Kelompok yang kontra ditanggapi dengan baik oleh berbagai kalangan NU seperti para kiai, intelektual, maupun aktivis muda NU.?

Santri An Nur Slawi

Namun demikian, kata Savic, Islam Nusantara tetap mempunyai tantangan besar mengingat umat Islam di Indonesia masih ada yang menganggap bahwa Islam Nusantara bersifat Jawa sentris. Padahal menurutnya, Nusantara secara demografi mencakup seluruh wilayah Asia Tenggara.

Santri An Nur Slawi

Dalam pemaparannya, Agus Sunyoto menerangkan, bahwa Islam Nusantara harus melihat perjalanan sejarah. Selain memiliki paham inklusif, toleran, dan ramah, Agus menjelaskan bahwa Islam Nusantara mendorong kemajuan keilmuan dan peradaban seperti yang telah dibangun para Wali Songo.

“Seperti teknik metalurgi atau pengecoran, ilmu falak, palalindon atau ilmu gempa, ilmu fisionomi atau ilmu memahami karakter tubuh dan masih banyak lagi. Ilmu-ilmu yang kini modern itu justru dikembangkan oleh orang-orang Nusantara,” ungkap penulis buku Atlas Wali Songo itu.

Sementara itu, Arwani Syaerozi menjelaskan, bahwa masyarakat Indonesia yang multikultural dan lebih majemuk daripada masyarakat Timur Tengah (Asia Barat dan Afrika Timur) dan Maghrib Arabi (Afrika Utara) tidak tepat jika ber-Islam meniru corak Timur Tengah dan Maghrib Arabi.

“Konsep Islam Nusantara yang mengakomodir kearifan lokal dan memperhatikan nilai-nilai luhur bangsa sangat tepat diterapkan di Indonesia dan dijadikan model di negara-negara muslim di dunia,” jelasnya.

Menurutnya, Islam Nusantara mampu mengkombinasikan antara ber-Islam secara tekstual dan kontekstual. “Hal ini adalah konsep yang sejalan dengan Maqasid al-Syariah (tujuan-tujuan syariat),” tuturnya.?

Diskusi ini dihadiri oleh Ketua PP Lakpesdam NU, H Yahya Ma’shum beserta seluruh jajaran pengurus pusat lainnya dan peserta dari berbagai unsur organisasi NU dan aktivis Islam Nusantara. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Nahdlatul Ulama, Aswaja Santri An Nur Slawi

Selasa, 14 Mei 2013

LKNU: Kenali Diabetes Sedini Mungkin

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Wakil Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein mengatakan, penyakit diabetes mellitus harus dikenali sejak dini agar risiko lanjutan dari penyaki tersebut dapat dicegah.

LKNU: Kenali Diabetes Sedini Mungkin (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU: Kenali Diabetes Sedini Mungkin (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU: Kenali Diabetes Sedini Mungkin

Hal itu disampaikan Fariz saat mengisi seminar Waspada Diabetes; Dampak pada Tubuh dan Gigi di Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta, Jumat (28/4) siang.

“Jumlah penderita diabetes mellitus (DM) ini meningkat sesuai pertambahan usia, jadi, termasuk progresif. Kemudian risikonya menyerang baik di kalangan masyarakat perdesaan maupun masyarakat perkotaan. Yang lebih memprihatinkan lagi, proporsi DM pada populasi dengan tingkat pendidikan yang rendah ternyata cukup tinggi,” papar Fariz.

Ia menambahkan data, pada tahun 2012 terdapat kurang lebih 1,5 juta kematian disebabkan oleh diabetes mellitus. Dan tahun 2014  ada 9 persen orang dewasa dari keseluruhan penduduk Indonesia terkena diabetes mellitus. Sementara sebanyak 80 persen kasus diabetes mellitus menimpa negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Penderita diabetes juga dapat mengalami gangguan pada mulut dan gigi seperti sakit pada gusi, infeksi gigi dan mulut, gangguan rasa, infeksi jamur, disfungsi kelenjar getah bening, dan kerusakan gigi. 

Santri An Nur Slawi

Oleh karenanya, Fariz menekankan pentingnya kesadaran bersama untuk mencegah diabetes mellitus. Kesadaran bersama terhadap diabetes mellitus  merupakan tanggung jawab bersama. 

“Penguatan masyarakat secara aktif dalam mengendalikan faktor risiko DM, melalui advokasi pemerintah di tingkat desa dalam menggiatkan masyarakat peduli diabetes. Selain itu juga perlu dilakukan penyebaran informasi kesehatan dan edukasi mengenai deteksi faktor risiko secara dini,” tegasnya.

Bagi masyarakat sangat dianjurkan pemeriksaan kesehatan secara berkala yang meliputi berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah, gula darah, lemak tubuh, termasuk kesehatan mulut dan gigi. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Ulama, Nusantara, Pertandingan Santri An Nur Slawi

Sabtu, 04 Mei 2013

Konferwil IPPNU Jabar Digelar Akhir Bulan Ini

Jakarta, Santri An Nur Slawi?

Konferensi Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) akan digelar pada 25 sampai 27 November 2016 di Pondok Pesantren Ashdiqiyah, Karawang, Jawa Barat. Konferwil tersebut mengangkat tema “Perempuan untuk Indonesia”.?

Konferwil XV ini, menurut Ketua PC IPPNU Ciamis Adiesti Mutia Ayu Fadhila?, tema tersebut sebagai upaya IPPNU Jawa Barat ikut serta dalam setiap derap pembangunan bangsa. "Wanita adalah tiangnya negara, apabila wanita itu baik maka baiklah suatu negara tapi apabila wanitanya hancur maka hancur pula suatu negara," ucap.

Konferwil IPPNU Jabar Digelar Akhir Bulan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferwil IPPNU Jabar Digelar Akhir Bulan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferwil IPPNU Jabar Digelar Akhir Bulan Ini

Adiesti menuturkan, pentingnya ? peranan perempuan dalam kehidupan dan pembangunan suatu bangsa. Namun dewasa ini, anggapan kualitas perempuan dalam pembangunan masih sangat rendah yang menyebabkan peran kaum perempuan tertinggal dalam segala aspek kehidupan.?

"?Dalam mengatasinya diperlukan upaya dan strategi, dengan mengintegrasikan gender ke dalam arus pembangunan dengan cara menempatkan perempuan sebagai subjek pembangunan," tuturnya.

Tambah dia, ? IPPNU merupakan wadah meliputi upaya dan strategi untuk memberdayakan perempuan dalam pembangunan. IPPNU hadir dalam potret meningkatkan kualitas, dan peran perempuan pada pembangunan semua aspek kehidupan baik mulai pembangunan karakter ditambah dengan terlibat dalam akselerasi proses pembangunan. "?Pemberdayaan kaum perempuan sebagai suatu proses kesadaran, dan pembentukan kapasitas karakter terhadap partisipasi yang lebih besar," tambahnya.?

Santri An Nur Slawi

Menurut dia, kekuasaan serta pengawasan dalam pembuatan keputusan, dan tindakan transformasi agar menghasilkan persamaan derajat yang lebih besar antara perempuan dan kaum laki-laki.?

IPPNU hadir sebagai partner pembanguan, ditambah isu gerakan dan pemberdayaan perempuan yang berkembang di masyarakat. "Perempuan sebagai sumberdaya pembangunan, dengan kata lain politik gender telah memakai pendekatan Women In Development dimana perempuan terintegrasi sepenuhnya dalam derap pembangunan nasional," pungkasnya. (Benny Ferdiansyah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Bahtsul Masail, Internasional Santri An Nur Slawi

Jumat, 05 April 2013

Semarak Pentas Seni di Jambore Pelajar IPNU-IPPNU Genuk

Semarang, Santri An Nur Slawi. Pimpinan Ana Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah, menyelenggarakan Jambore Pelajar Nahdlatul Ulama (Jampenu) ke-4 di balai kelurahan Karangroto, 26-27 Desember 2015.

Semarak Pentas Seni di Jambore Pelajar IPNU-IPPNU Genuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Pentas Seni di Jambore Pelajar IPNU-IPPNU Genuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Pentas Seni di Jambore Pelajar IPNU-IPPNU Genuk

Kemeriahan kegiatan yang diikuti seluruh perwakilan Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU se-Kecamatan Genuk ini terlihat dari ragam perlombaan yang disajikan, mulai dari lomba mars, dai, cerdas cermat, administrasi, hingga pentas seni. Dalam pentas seni, masing-masing ranting IPNU-IPPNU mempersembahkan drama, musikalisasi puisi, musik, dan rebana.

Jampenu ke-4 ini mengusung tema “One Spirit One Dream”. Ketua PAC IPNU Genuk Nurrohmat Arrizal mengatakan, kita sebagai kader NU harus mampu membangun mimpi yang lebih baik untuk Indonesia, termasuk mimpi sebagai pelajar untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Santri An Nur Slawi

Menurut Ketua Panita Jambore Muhammad Agus Salim, kader IPNU-IPPNU memiliki kemampuan seni yang harus terasah. Dengan spirit itulah nilai-nilai seni dapat menjadikan kader memiliki jiwa keindahan dan tentunya dapat bermanfaat untuk dirinya dan masyarakat.

Santri An Nur Slawi

“Penampilan lomba pentas seni penuh dengan nuansa nasionalisme, seperti penampilan musikalisasi puisi dari IPNU-IPPNU ranting Banjardowo. Begitu pun penampilan ranting lain juga penuh dengan jiwa patriot dan nasionalis, sebagaimana pertunjukan drama yang mengusung jiwa kepemimpinan para pelajar IPNU-IPPNU dan kesejarahan kepemimpinan KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim hingga Gus Dur,” tutur Lukni Maulana selaku Juri Pentas Seni. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Tegal, Humor Islam Santri An Nur Slawi

Kamis, 04 April 2013

Ansor Purworejo Perkokoh Barisan dengan "Gendu-Gendu Roso"

Purworejo,Santri An Nur Slawi ?

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Purworejo, Jawa Tengah terus memperkokoh barisan dengan menggelar gendu-gendu roso atau bincang-bincang santai membahas harakah (gerakan) pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di daerah itu.

Ansor Purworejo Perkokoh Barisan dengan Gendu-Gendu Roso (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Purworejo Perkokoh Barisan dengan Gendu-Gendu Roso (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Purworejo Perkokoh Barisan dengan "Gendu-Gendu Roso"

Kepala Satkorcab Banser Purworejo, Daryanto, Jumat (9/9) menyatakan agenda tersebut merupakan kegiatan rutin bulanan, berlangsung setiap minggu kedua, pada malam Sabtu.

"Insya Allah dari Banser sendiri ada 500 anggota akan hadir," ujarnya didampingi Kepala Staf Markas (Kasetma) Banser Abdul Azis.

Santri An Nur Slawi

KH Habib Hasan Al Babud Rais Syuriah PCNU Purworejo akan mengisi kegiatan dengan pengajian yang berlangsung di RT 02 RW 01, Desa Wirun, Kecamatan Kutoarjo tersebut.

"Kegiatan akan berlangsung bada Isya, setelah itu ada pembinaan Kamtibmas oleh Wakapolres Kompol Maryono. KH Muhammad Haikal selaku Ketua PC GP Ansor yang merupakan komando tertinggi juga akan hadir beserta jajaran dan Rijalul Ansor," jelas Daryanto.

Santri An Nur Slawi

Agenda rutin tersebut, ujarnya, diharapkan bisa memupuk jiwa korsa, menyamakan persepsi, gerak langkah agar Ansor dan Banser bisa sinergi dengan sejumlah pihak, bertema Satukan Tekad Teruskan Niat Bergerak Untuk Umat.

"Dalam momen apapun bisa jadi ajang silaturahmi, misalnya pengamanan, takziah dan lainya " pungkasnya. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Santri, AlaSantri, Internasional Santri An Nur Slawi

Sabtu, 30 Maret 2013

Kuliah Dhuha IPNU Diisi Persiapan UN

Cimahi, Santri An Nur Slawi. Kegiatan Kuliah Dhuha Remaja (KDR) yang rutin dilaksanakan tiap minggu kedua tiap bulan, kembali dilaksanakan oleh PC IPNU-IPPNU Kota Cimahi dengan pelaksana kegiatan PAC kecamatan Cimahi Utara. 

Kuliah Dhuha IPNU Diisi Persiapan UN (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuliah Dhuha IPNU Diisi Persiapan UN (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuliah Dhuha IPNU Diisi Persiapan UN

Pada Kegiatan kali ini, yang menjadi pokok bahasan adalah tentang Ujian Nasional, sehingga acara dikemas menjadi tausiyah, seminar motivasi, serta istigotsah dan do’a bersama untuk Ujian Nasional bertemakan “Doa Tanpa Usaha Sia-Sia, Usaha Tanpa Do’a –Apa yang Kau Bisa?”  Kegiatan ini merupakan usaha dan wahana untuk memberikan media khususnya kepada para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional.

Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00-12.00 ini diikuti oleh lebih kurang 120 orang pelajar dari berbagai sekolah di kota Cimahi, baik dari tingkatan SMP, SMA juga tingkat perguruan tinggi.

Santri An Nur Slawi

Kegiatan diawali dengan sajian hiburan oleh grup el-Mijmar dengan menyuguhkan musik hadrah melantunkan pujian dan shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad Saw, dilanjutkan dengan acara seremonial sambutan dari ketua pelaksana yaitu Bagus Legowo serta tausiyah dari ketua PCNU Cimahi KH Enjang Nasrullah. 

Santri An Nur Slawi

Pada kesempatan itu, ketua PCNU memberikan tiga poin utama dalam menghadapi ujian, yaitu berusaha, berdoa dan bertawakal. Dilanjutkan dengan materi motivasi dari Kang Suyanto sebagai perwakilan dari Keluarga Mahasiswa Nahdhatul Ulama (KMNU) UPI. 

Kegiatan ini diakhiri dengan istighotsah dipimpin langsung oleh Rais Syuriyah NU kota Cimahi KH Alan Nur Ridwan.

Ketua PC IPNU Kota Cimahi, Fauzul Haq mengatakan “Tujuan dari kegiatan ini, selain untuk meningkatkan ukhuwah antar sesama pelajar di kota Cimahi, untuk memberikan pencerahan kepada para pelajar di kota Cimahi dalam menghadapi ujian, baik Ujian Nasional, Ujian Sekolah, maupun ujian ke Perguruan Tinggi.”

Selain itu ia menambahkan, setidaknya ada tiga problematika pelajar saat menghadapi ujian, pertama orang yang hanya berdo’a namun tidak ia tidak pernah berusaha untuk belajar, sehingga dalam fikirannya hanya ada kata “kumaha engke”, kedua orang yang terlalu fokus dalam belajar, namun ia tidak pernah berdoa seolah ia “tidak perlu” pertolongan dari Allah, bahkan saking “paranoidnya” ia berani meninggalkan kewajibannya sebagai seorang Muslim yang taat. Dan Ketiga orang yang tidak mau berdoa dan berusaha, sehingga ia hanya mencari cara “instan” untuk menjalani ujian. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Bustanul Arifin

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Berita Santri An Nur Slawi

Senin, 18 Maret 2013

Kominfo Minta Youtube Blokir Video Anak Indonesia yang Dilatih ISIS

Batu, Santri An Nur Slawi



Kementerian Komunikasi dan Informatika telah meminta Youtube untuk memblokir video anak-anak Indonesia yang dilatih militer oleh kelompok bersenjata ISIS yang telah beredar di aplikasi tersebut dan menyebar secara viral di dunia maya.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail Cawidu melalui pesan singkat, Kamis.

Kominfo Minta Youtube Blokir Video Anak Indonesia yang Dilatih ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Kominfo Minta Youtube Blokir Video Anak Indonesia yang Dilatih ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Kominfo Minta Youtube Blokir Video Anak Indonesia yang Dilatih ISIS

"Setelah kami memperhatikan konten video tersebut, maka Kominfo telah meminta kepada Youtube untuk memblokir video tersebut. Video yang kominfo minta diblokir ada dua link masing-masing berdurasi 15 menit dan dua menit," katanya.

Sebelumnya beredar sebuah video di media sosial yang berisi tentang pelatihan anak-anak di bawah umur di camp ISIS di Hasakeh, Suriah.

Santri An Nur Slawi

Dalam video tersebut sejumlah anak berlatih menembak di bawah pengawasan para ekstremis. Selain itu mereka juga belajar berkelahi satu sama lain.

Mereka diduga merupakan anak-anak yang berasal dari Indonesia, Malaysia dan Filipina.

Dalam video yang berdurasi 15 menit itu, terlihat ada adegan ekstremis ISIS bernama Abu Naser al-Indonisi yang menyerukan kepada segenap anak untuk menegakkan kekhalifahan. Naser juga mengatakan pihaknya akan menumpas para pemimpin thagut di Indonesia dan Malaysia.

Video tersebut juga memperlihatkan anak-anak melempar sejumlah paspor dan membakarnya sebagai simbol bahwa mereka tidak lagi melekat sebagai warga negara di negaranya. (Antara/Mukafi Niam)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Halaqoh, Nahdlatul, Aswaja Santri An Nur Slawi

Minggu, 10 Maret 2013

Admin Medsos Didorong Bijak dengan Tidak Sebar Hoaks

Brebes, Santri An Nur Slawi. Mengelola media sosial (Medsos), harus memiliki dasar akhlak yang kuat sehingga tidak gampang menyebar hoaks. Karena bila salah menyebarkan bisa berakibat fatal yang menimbulkan fitnah berkepanjangan.

Untuk itu, seorang admin medsos harus bijak demi terciptanya kehidupan sosial yang sehat dan berkarakter sehingga dinilai bisa berkontribusi dalam pembangunan.

Admin Medsos Didorong Bijak dengan Tidak Sebar Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)
Admin Medsos Didorong Bijak dengan Tidak Sebar Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)

Admin Medsos Didorong Bijak dengan Tidak Sebar Hoaks

Demikian disampaikan Staf Ahli Bupati Brebes bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Lely Mulyani saat membuka Silaturahmi Admin Medsos dan Layanan Pengaduan Masyarakat Kabupaten Brebes di Meeting Room RM  D’Anglo jalan Yos Sudarso Brebes, Jawa Tengah, Senin (18/12).

Menurut Lely, Medsos meski dikelola oleh orang perorang atau kelompok tertentu tetapi bisa berdampak luas. Tidak hanya untuk daerahnya sendiri tetapi sampai seantero jagat. “Di zaman now, apa yang tidak terlihat dan terdengar dalam sekejap bisa membahana ke seluruh jagat,” ungkapnya.

Santri An Nur Slawi

Dia menceritakan, bagaimana susahnya zaman old dalam berkomunikasi. Namun anehnya pesan dari komunikator bisa sampai ke komunikan meski butuh waktu yang berlama-lama. “Bedanya, sekarang soal waktu saja, informasi bisa diserap seluruh lapisan masyarakat dunia,” tuturnya.

Maka ketika berkomentar atau berstatus tidak terpuji  yang terjadi adalah caci maki. Pun ketika menuangkan ide kreatif cemerlang, dunia ikut benderang. “Ayo, kabarkan segala potensi yang ada di Brebes, agar dunia ikut mengagumi,” ungkapnya.

Kepala Seksi Humas dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Dinkominfotik) Kabupaten Brebes Lusiana Indira Isni sengaja menggelar silaturahmi untuk lebih mendekatkan antara Admin Medsos dengan Pemerintah Kabupaten.

Santri An Nur Slawi

Menurutnya, informasi pembangunan tidak hanya dilakukan oleh humas atau wartawan saja, tetapi juga bisa lewat akun media sosial yang dikelola admin medsos.

“Peran admin medsos sangat penting dalam menyebarluaskan informasi pembangunan,” tuturnya. 

Termasuk tersedianya layanan pengaduan di suatu institusi, menjadi sangat membantu penyaluran aspirasi masyarakat untuk mendapat tanggapan cepat dan akurat. 

“Berteriak di media sosial tanpa bukti yang kongkrit hanya menebar fitnah, untuk itu saring dulu baru share melalui saluran yang resmi dan bertanggung jawab,” ajaknya.

Dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan tentang teknik menulis jurnalistik untuk para admin medsos oleh Kontributor Santri An Nur Slawi Wasdiun. Menulis di medsos, katanya, juga harus mengetahui tentang kaidah jurnalis yang meliputi 5W+1H.

Bila tidak mampu memuat 6 unsur tersebut maka informasi yang dilayangkan oleh admin tergolong berita hoaks karena tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenaran data dan peristiwanya.

“Seorang admin medsos, hendaknya menjadi penjaga kebakaran agar tidak menimbulkan korban. Jangan sampai sok menjadi pemadam kebakaran, sementara sudah banyak korban yang berjatuhan dari akibat kebakaran tersebut,” pungkas Wasdiun.

Silaturahmi diikuti 50 admin medsos dari berbagai kalangan di Kabupaten Brebes. Dalam pertemuan tersebut juga disepakati pembentukan forum admin agar langgeng membangun komunikasi berkelanjutan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Sunnah, Pendidikan, PonPes Santri An Nur Slawi

Selasa, 12 Februari 2013

Hujan Rahmat di Bulan Maulid

Marilah kita jadikan musim penghujan di bulan maulid ini sebagai rahmat bagi kita semua. Rahmat karena kita memiliki peluang untuk membuktikan cinta kita kepada Rasulullah saw dengan meneladanainya, menolong, membantu dan bersedekan kepada yang membutuhkan. 

اÙ† اÙ„حÙ…د لله اÙ„ذÙ‰ أرسÙ„ رسوله باÙ„هدÙ‰ ودين اÙ„حÙ‚ ليظهرÙ‡ على اÙ„دين كله. أرسله بشيرا ونذيرا وداعيا الى اÙ„له باذنÙ‡ وسراجا منيرا. أشهد اÙ† لا اله اÙ„ا اÙ„له وحدÙ‡ لا شريك له. شهادØ© اعدها للقائÙ‡ ذخرØ£. واشهد اÙ† محÙ…دا عبدÙ‡ Ùˆ رسوله. ارفع اÙ„برية قدرا. اÙ„لهÙ… صÙ„ وسلم وبارÙƒ على سيدنا محÙ…د وعلى أله وأصحابÙ‡ وسلم تسÙ„يما كثيرا. أÙ…ا بعد. فياأيها اÙ„ناس اتÙ‚واÙ„له حÙ‚ تقاتÙ‡ ولاتÙ…وتÙ† اÙ„ا وأنتÙ… مسÙ„مون.

Alhamdulillah, hari Jum’at ini kita masih diberi kemampuan oleh Allah Yang Mang Maha Kuasa untuk menjalankan salah satu perintahnya melaksanakan jama’ah shalat Jum’ah. Rasanya Jum’at ini adalah hari istimewa karena merupakan Jum’at di bulan Robi’ul Awwal. Bulan kelahiran manusia paling mulia di jagad raya. Bulan maulidur rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam.

Hujan Rahmat di Bulan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)
Hujan Rahmat di Bulan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)

Hujan Rahmat di Bulan Maulid

Begitu mulianya Rasulullah saw, sehingga sebagian ulama menganggap malam kelahirannya tidak kalah mulianya dibandingkan dengan malam Laylatul Qadar. Karena adanya malam Laylatul Qadar (sebagai malam diturunkannya al-Qur’an) disebabkan adanya kelahiran Rasulullah saw sebagai penerima wahyu al-Qur’an. Rasul yang dipercaya mengemban dan menyampaikan al-Qur’an kepada umat manusia di maya pada.

Demikian mulianya Rasulullah saw hingga dalam Hadits Qudsi diungkapkan:        

قاÙ„ اÙ„له تعالى لأدÙ… لولا محÙ…د ماخلقتك

Allah swt berkata kepada Nabi Adam as. Jika tidak karena Muhammad, Aku tidak ciptakan engkau wahai Adam. Dalam riwayat lain dikatakan “jika tidak karena Muhammad, Aku tidak ciptakan alam semesta ini”.

Santri An Nur Slawi

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Akan tetapi sangat disayangkan bahwa bulan maulid ini malah terkesan menjadi bulan saling menuduh dan membid’ahkan. Hanya karena berbeda pendapat mengenai hukum peringatan maulid. Padahal tidak demikian seharusnya. Di bulan kelahiran Rasulullah saw ini, umat Islam harus sadar dan kembali merapatkan barisan, meningkatkan ketaqwaan dan merealisasikannya dalam realita kehidupan. Sehingga menjadi nyata apa yang di firmankan oleh Allah swt bahwa Dia mengutus Rasulullah saw sebagai rahmat bagi semesta alam. wa ma arsalnaka illa rahmatan lil alamin.

Rahmat yang sudah sepatutnya kita syukuri dengan cara memperbanyak baca shalawat dan menyenangkan kaum fakir miskin dengan bersedekah. Bahkan keberadaan rahmat itu mewajibkan kita selaku umat untuk menyambutnya dengan gembira  

Katakanlah dengan karunia Allah dan rahmat-Nya hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmatNya itu adalah lebih baik dari pada apa yang merek kumpulkan. (Yunus: 58)

Santri An Nur Slawi

Apakah yang dimaksud dengan rahmat dalam ayat di atas? Apakah bentuk rahmat itu? Para mufassir berbeda pendapat mengenai hal ini. Namun dalam ulumul qur’an diterangkan bahwa menafsirkan ayat dengan ayat al-Qur’an yang lain merupakan bentuk penafsiran yang paling kuat. Karenanya as-Suyuthi dalam ad-Durrul Mantsur menerangkan bahwa rahmat itu tiada lain adalah Rasulullah saw.

 Hal ini senada dengan kutipan Ibnu Abbas:

وأحرج أبÙˆ اÙ„شيخ عÙ† ابÙ† عباس فÙ‰ اÙ„أية قاÙ„: فضÙ„ اÙ„له اÙ„علم ورحÙ…تÙ‡ محÙ…د صلى اÙ„له عÙ„يه وسلم : قاÙ„ اÙ„له (وما أرسÙ„نÙƒ إÙ„ا رحمة للعاÙ„مين)  

Bahwa yang dimaksudkan dengan karunia Allah swt adalah ilmu dan rahmat-Nya adalah Nabi Muahammad saw. Allah swt telah berfirman (Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam) (al-Anbiya: 107)

Maka menjadi jelas bahwa Rasulullah saw memang diciptakan oleh Allah sebagai rahmat bagi alam jagad raya. Maka kalimat selanjutnya dalam Surat Yunus di atas yang berbunyi ‘hendaklah mereka bergembira’ secara otomatis memerintahkan kepada umat muslim menyambut gembira atas rahmat tersebut.

Jama’ah yang Berbahagia

Demikian pentingnya merasa bergembira menyambut kelahiran Rasulullah saw sehingga Imam Imam al-Suyuthy (849-910 H/ 1445-1505 M) dalam Husnul Maqshad fi Amalil Maulid  memberikan petunjuk cara merayakan maulid nabi yang benar:

أنÙŽÙ‘ أصْلَ عÙŽÙ…َلِ اÙ„ْمَوْلدِ اÙ„َّذِÙ‰ هُÙˆÙŽ اِجÙ’تِÙ…َاعُ اÙ„نÙŽÙ‘اسِ وَقِرَاءَةُ مَا تَيَسÙŽÙ‘رÙŽ مِنÙŽ اÙ„ْقُرÙ’آنِ. وَرِواَيَةُ اÙ„أخÙ’بَارِ اÙ„وَارِدÙŽØ© فِÙ‰ مَبÙ’دَءِ أÙ…ْرِ اÙ„نÙŽÙ‘بِيِÙ‘ صَلَّى اÙ„لهُ عÙŽÙ„َيْهِ وَسÙŽÙ„َّمَ وَمَا وَقَعÙŽ فِÙ‰ مَوْلِدِهِ مِنÙŽ اÙ„آيَاتِ ثُÙ…ÙŽÙ‘ يَمُدُÙ‘ لَهُمْ سِÙ…َاطÙŒ يَأÙƒُÙ„ُوْنَهُ وَيَنÙ’صَرِفُوْنÙŽ مِنÙ’ غَيْرِ زِيَادَةٍ عÙŽÙ„ÙŽÙ‰ ذÙŽÙ„ِÙƒَ مِنÙŽ اÙ„ْبِدَعِ اÙ„ْحَسَنَةِ اÙ„ÙŽÙ‘تِÙ‰ يُثَابُ عÙŽÙ„َيْهَا صَاحِبُهَا لِÙ…َا فِيْهِ مِنÙ’ تَعÙ’ظِيْمِ قَدÙ’رِ اÙ„نÙŽÙ‘بِيِÙ‘ صَلَّى اÙ„لهُ عÙŽÙ„َيْهِ وَسÙŽÙ„َّمَ وَاِظÙ’هَارِ اÙ„ْفَرَحِ وَاÙ„اِسÙ’تِبÙ’شَارِ بِÙ…َوْلِدِهِ اÙ„شÙŽÙ‘رِيْفِ.

"Bahwa asal perayaan Maulid Nabi Muhammad, yaitu manusia berkumpul, membaca al-Qur’an dan kisah-kisah teladan kemudian menghidangkan makanan yang dinikmati bersama, setelah itu mereka pulang. Hanya itu yang dilakukan, tidak lebih. Semua itu termasuk bid’ah hasanah. Orang yang melakukannya diberi pahala karena mengagungkan derajat Nabi, menampakkan suka cita dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad yang mulia. (Al-Hawy Lil Fatawa, Juz I, h. 189-197 )  . Hal pertama yang harus ada dalam perayaan, sebagai bukti kegembiraan umat muslim atas kelahiran Rasulullah adalah membaca al-Qur’an. karena al-Qur’an adalah mukjizat Rasulullah saw sekaligus pedoman hidup bagi umat muslim.

Hal kedua yang tidak boleh terlewatkan adalah bercerita tentang kisah Rasulullah saw yang penuh keteladanan. Teladan bagi pemuda, bagi pedagang, bagi seorang suami, bagi seorang pemimpin dan tidak juga bagi segenap umatnya.

Dan ketiga adalah Ibn Taimiyah sebagaimana dikutip Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki , yaitu: .

يَقُوْلُ اِبÙ’نُ تَيْمِيَّة قَدÙ’ يُثَابُ بَعÙ’ضُ اÙ„نÙŽÙ‘اسِ عÙŽÙ„ÙŽÙŠ فِعÙ’لِ اÙ„ْمَوْلِدِ وَكَذÙŽÙ„ِÙƒَ مَا يُحÙ’دِثُهُ بَعÙ’ض اÙ„نÙŽÙ‘اسِ إÙ…َّا مُضَاهَاØ© لِÙ„نÙŽÙ‘صَارÙŽÙ‰ فِÙ‰ مِيْلاَدِ عِيْسÙŽÙ‰ عÙ„يه اÙ„سÙ„اÙ… وَإÙ…َّا مَحَبÙŽÙ‘ةÙŒ لِÙ„نÙŽÙ‘بÙŠ صلي اÙ„له عÙ„يه وسلم وَتَعÙ’ظِيْمًاÙ„َهُ وَاÙ„له قَدÙ’ يُثِيْبُهُمْ عÙŽÙ„ÙŽÙ‰ هَذِهِ اÙ„ْمَحَبÙŽÙ‘ةِ وَاÙ„اجÙ’تِهَادِ لاÙŽ عÙŽÙ„ÙŽÙ‰  اÙ„ْبِدَعِ.

Ibn Taimiyyah berkata, “orang-orang yang melaksanakan perayaan Maulid Nabi akan diberi pahala. Demikian pula apa yang dilakukan oleh sebagian orang. Adakalanya bertujuan meniru di kalangan Nasrani yang memperingati kelahiran Isa AS, dan adakalanya juga dilakukan sebagai ekspresi rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad. Allah Ta’ala akan memberi pahala kepada mereka atas kecintaan mereka kepada Nabi mereka, bukan  atas bid’ah yang mereka lakukan.”(Manhajus Salaf fi Fahmin Nushush Bainan Nadzariyyat wat Tathbiq, h. 399)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Jika kita merasa gembira akan kedatangan rasulullah saw itu pertanda kita mencintainya. Biasanya orang yang cinta akan selalu berharap berjumpa dengan yang dicinta. Sebagaimana layaknya pemuda yang baru merasa ‘gandrung’ dengan sang kekasih. Ingin selalu bertemu walaupun hanya dalam mimpi.

Meskipun kegembiraan dan cinta adalah dua hal yang beruruan dengan hati. namun cinta dan gembira itu dapat dibuktikan secara indrawi. Ada beberapa rambu-rambu yang dapat digunakan sebagai alat penimbang kecintaan kita kepada Rasulullah saw.

Pertama, siapa yang cinta Rasulullah saw dia pastilah orang yang taat kepada Rasulullah saw. artinya orang itu pasti akan menjalankan segala peraturan syariatnya.

 Ã™Ã™…Ù† أحب أÙ† يناÙ„ رؤية اÙ„نبÙŠ عÙ„يه اÙ„صلاØ© واÙ„سÙ„اÙ… فÙ„يحبÙ‡ حبا شديدا وعÙ„امة اÙ„حب اÙ„إطاعØ© فÙ‰ سنتÙ‡ اÙ„سنية

Barang siapa menginginkan dapat melihat Rasulullah saw, hendaklah ia mencintai beliau dengan kecintaan yang menggebu. Adapun tanda cinta kepada beliau adalah adalah mengikuti sunnahnya yang mulia.

Maka taat kepada ajaran Rasulullah saw. merupakan bukti nyata kecintaan kita kepadanya. Dan ketika seorang hamba telah taat kepada Rasulullah saw berarti ia telah taat kepada Allah swt:

من يطع اÙ„رسول فÙ‚د أطاع اÙ„له. Barang siapa yang menta’ati rasul, sesungguhnya ia telah taat kepada Allah swt.

Maka barang siapa yang mengaku cinta Rasulullah saw tetapi tidak menjalankan syariatnya berarti orang itu adalah pembohong

من ادعÙ‰ حب اÙ„نبÙŠ عÙ„يه اÙ„صلاØ© واÙ„سÙ„اÙ… من غير اÙ„تباع اÙ„سنØ© فهÙˆ كذاب. Barang siapa mengaku cinta Rasulullah saw tetapi tidak mengikuti sunnahnya, bararti ia adalah pembohong.

 

Kedua, tanda para pecinta Rasulullah saw adalah seringnya membaca shalawat. Sebuah hadits Aisyah ra. menerangkan hal ini:

من أحب اÙ„نبÙŠ عÙ„يه اÙ„صلاØ© واÙ„سÙ„اÙ… أÙƒثر من اÙ„صلاØ© عÙ„يه وثÙ…رتÙ‡ اÙ„وصوÙ„ الى شفاعتÙ‡ وصحبتÙ‡ فÙ‰ اÙ„جنØ©. Barang siapa mencintai Rasulullah saw maka ia akan memperbanyak baca shalawat kepadanya. Adapun buahnya adalah memperoleh syafa’at beliau dan menyertainya di surge.

Selain berfungsi sebagai penanda cita shalawat kepada Rasulullah saw juga merupakan tanaman yang buahnya adalah syafaat di surge.

Tanda ketiga, adalah barang siapa yang mencintai Rasulullah saw pasti ia akan memperbanyak mengingat beliau. Mengingat berbagai kisah hidupnya, mengingat kepahlawanannya dan mengingat kebijaksanaannya.  Dan tidak lupa meneladaninya

 Ã™…Ù† أحب شيئا أÙƒثر من ذÙƒرÙ‡. Barang siapa mencintai sesuatu pastilah ia akan banyak menyebutnya.

Para Hadirin Jama’ah Jum’ah yang berbahagia

Akhirnya, cinta kita kepada Rasulullah saw sebenarnya dapat dibuktikan dalam kehidupan keseharian. Apalagi dimusim penghujan dan musim banjir seperti ini. Di mana banyak sekali keluarga dan saudara seiman yang memerlukan bantuan kita. baik bantuan tenaga maupun bantuan materiil.

Inilah saatnya membuktikan cinta kita kepada Rasulullah saw dengan meneladani beliau sebagai penolong yang lemah. Yang selalu mendahulukan kepentingan orang lain (umatnya) dari pada kepentingan pribadi atau golongan. Marilah kita jadikan hujan di bulan maulid ini sebagai rahmat bagi kita semua. Rahmat karena kita memiliki peluang untuk membuktikan cinta kita dengan bersedekan dan beramal saleh kepada yang membutuhkan. Dan bantuan itu benar-benar merupakan rahmat bagi mereka yang membutuhkan.

.            

بَارÙŽÙƒَ اÙ„لهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اÙ’لقُرÙ’آنِ اÙ’لعَظِيْمِ وَنَفَعَنِÙŠ وَإÙŠÙŽÙ‘اÙƒُمْ ِبÙ…َا ِفيْهِ مِنÙŽ اÙ’لآياَتِ وَاÙ„ذÙƒْر ِاÙ„ْحÙŽÙƒِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنÙ’كُمْ تِÙ„اَوَتَهُ إنÙŽÙ‘هُ هُÙˆÙŽ اÙ„سÙŽÙ‘مِيْعُ اÙ’لعÙŽÙ„ِيْمُ Ã˜§Ã™Å½Ã™„ْحÙŽÙ…ْدُ للهِ عÙŽÙ„ىÙŽ اِحÙ’سَانِهِ وَاÙ„شُÙ‘كْرُ لَهُ عÙŽÙ„ىÙŽ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشÙ’هَدُ اَنÙ’ لاÙŽ اِÙ„َهÙŽ اِÙ„اÙŽÙ‘ اÙ„لهُ وَاÙ„لهُ وَحÙ’دَهُ لاÙŽ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشÙ’هَدُ اَنÙŽÙ‘ سَيِÙ‘دَنَا مُحÙŽÙ…َّدًا عَبÙ’دُهُ وَرَسُوْلُهُ اÙ„دÙŽÙ‘اعِÙ‰ اِÙ„ىÙŽ رِضÙ’وَانِهِ. اÙ„لهُÙ…ÙŽÙ‘ صَلِÙ‘ عÙŽÙ„ÙŽÙ‰ سَيِÙ‘دِنَا مُحÙŽÙ…َّدٍ وِعÙŽÙ„ÙŽÙ‰ اÙŽÙ„ِهِ وَاَصÙ’حَابِهِ وَسÙŽÙ„ِÙ‘مْ تَسÙ’لِيْمًا كِثيْرًا

اÙŽÙ…َّا بَعÙ’دُ فَياÙŽ اَيُÙ‘هَا اÙ„نÙŽÙ‘اسُ اِتَÙ‘قُوااÙ„لهÙŽ فِيْمَا اÙŽÙ…َرÙŽ وَانÙ’تَهُوْا عÙŽÙ…َّا نَهÙŽÙ‰ Ã™Ë†Ã™Å½Ã˜§Ã˜¹Ã™’لَمُوْا اَنÙŽÙ‘ اÙ„لهÙ‘ اÙŽÙ…َرÙŽÙƒُمْ بِاÙŽÙ…ْرٍ بَدَأÙŽ فِيْهِ بِنَفÙ’سِهِ وَثَـنÙŽÙ‰ بِÙ…َلآ ئِÙƒَتِهِ بِÙ‚ُدÙ’سِهِ وَقَاÙ„ÙŽ تَعاÙŽÙ„ÙŽÙ‰ اِنÙŽÙ‘ اÙ„لهÙŽ وَمَلآ ئِÙƒَتَهُ يُصَÙ„ُÙ‘وْنÙŽ عÙŽÙ„ىÙŽ اÙ„نÙŽÙ‘بِÙ‰ يآ اَيُÙ‘هَا اÙ„َّذِيْنÙŽ آÙ…َنُوْا صَلُÙ‘وْا عÙŽÙ„َيْهِ وَسÙŽÙ„ِÙ‘مُوْا تَسÙ’لِيْمًا. اÙ„لهُÙ…ÙŽÙ‘ صَلِÙ‘ عÙŽÙ„ÙŽÙ‰ سَيِÙ‘دِنَا مُحÙŽÙ…َّدٍ صَلَّى اÙ„لهُ عÙŽÙ„َيْهِ وَسÙŽÙ„ِÙ‘مْ وَعÙŽÙ„ÙŽÙ‰ آÙ„ِ سَيِÙ‘دِناÙŽ مُحÙŽÙ…َّدٍ وَعÙŽÙ„ÙŽÙ‰ اَنÙ’بِيآئِÙƒَ وَرُسُÙ„ِÙƒَ وَمَلآئِÙƒَةِ اÙ’لمُÙ‚َرÙŽÙ‘بِيْنÙŽ وَارÙ’ضÙŽ اÙ„لّهُÙ…ÙŽÙ‘ عَنِ اÙ’لخُÙ„َفَاءِ اÙ„رÙŽÙ‘اشِدِيْنÙŽ اَبِÙ‰ بÙŽÙƒْرٍوَعُÙ…َروَعُثÙ’مَاÙ† وَعÙŽÙ„ِÙ‰ وَعَنÙ’ بÙŽÙ‚ِÙŠÙŽÙ‘ةِ اÙ„صَّحَابَةِ وَاÙ„تَّابِعِيْنÙŽ وَتَابِعِÙŠ اÙ„تَّابِعِيْنÙŽ لَهُمْ بِاِحÙ’سَانٍ اِÙ„َىيَوْمِ اÙ„دِÙ‘يْنِ وَارÙ’ضÙŽ عَنÙŽÙ‘ا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِÙƒَ يَا اَرÙ’حÙŽÙ…ÙŽ اÙ„رÙŽÙ‘احِÙ…ِيْنÙŽ

اÙŽÙ„لهُÙ…ÙŽÙ‘ اغÙ’فِرÙ’ لِÙ„ْمُؤÙ’مِنِيْنÙŽ وَاÙ’لمُؤÙ’مِنَاتِ وَاÙ’لمُسÙ’لِÙ…ِيْنÙŽ وَاÙ’لمُسÙ’لِÙ…َاتِ اÙŽÙ„اَحÙ’يآءُ مِنÙ’هُمْ وَاÙ’لاÙŽÙ…ْوَاتِ اÙ„لهُÙ…ÙŽÙ‘ اَعِزÙŽÙ‘ اÙ’لاِسÙ’لاÙŽÙ…ÙŽ وَاÙ’لمُسÙ’لِÙ…ِيْنÙŽ وَأَذِÙ„ÙŽÙ‘ اÙ„شِÙ‘رْكَ وَاÙ’لمُشÙ’رِÙƒِيْنÙŽ وَانÙ’صُرÙ’ عِبَادÙŽÙƒَ اÙ’لمُوَحِÙ‘دِÙŠÙŽÙ‘ةÙŽ وَانÙ’صُرÙ’ مَنÙ’ نَصَرÙŽ اÙ„دِÙ‘يْنÙŽ وَاخÙ’ذُلْ مَنÙ’ خَذÙŽÙ„ÙŽ اÙ’لمُسÙ’لِÙ…ِيْنÙŽ ÙˆÙŽ دÙŽÙ…ِÙ‘رÙ’ اَعÙ’دَاءَاÙ„دِÙ‘يْنِ وَاعÙ’لِ كَلِÙ…َاتِÙƒَ اِÙ„ÙŽÙ‰ يَوْمَ اÙ„دِÙ‘يْنِ. اÙ„لهُÙ…ÙŽÙ‘ ادÙ’فَعÙ’ عَنÙŽÙ‘ا اÙ’لبÙŽÙ„اَءÙŽ وَاÙ’لوَبَاءÙŽ وَاÙ„زÙŽÙ‘لاَزِÙ„ÙŽ وَاÙ’لمِحَنÙŽ وَسُوْءÙŽ اÙ’لفِتÙ’نَةِ وَاÙ’لمِحَنÙŽ مَا ظَهَرÙŽ مِنÙ’هَا وَمَا بَطَنÙŽ عَنÙ’ بÙŽÙ„َدِنَا اِنÙ’دُونِيْسِÙŠÙŽÙ‘ا خآصَÙ‘ةÙ‹ وَسَائِرِ اÙ’لبُÙ„ْدَانِ اÙ’لمُسÙ’لِÙ…ِيْنÙŽ عآÙ…َّةÙ‹ يَا رَبÙŽÙ‘ اÙ’لعَاÙ„َمِيْنÙŽ. رَبÙŽÙ‘نَا آتِناÙŽ فِÙ‰ اÙ„دُÙ‘نÙ’يَا حَسَنَةÙ‹ وَفِÙ‰ اÙ’لآخِرَةِ حَسَنَةÙ‹ وَقِنَا عَذَابÙŽ اÙ„نÙŽÙ‘ارِ. رَبÙŽÙ‘نَا ظÙŽÙ„َمْنَا اَنÙ’فُسَنَاوَاِنÙ’ لَمْ تَغْفِرÙ’ لَنَا وَتَرÙ’حÙŽÙ…ْنَا لَنÙŽÙƒُوْنَنÙŽÙ‘ مِنÙŽ اÙ’لخَاسِرِيْنÙŽ. عِبَادَاÙ„لهِ ! اِنÙŽÙ‘ اÙ„لهÙŽ يَأÙ’مُرُنَا بِاÙ’لعَدÙ’لِ وَاÙ’لاِحÙ’سَانِ وَإِيْتآءِ ذِÙ‰ اÙ’لقُرÙ’بىÙŽ وَيَنÙ’هÙŽÙ‰ عَنِ اÙ’لفَحÙ’شآءِ وَاÙ’لمُنÙ’كَرِ وَاÙ’لبَغْي يَعِظُÙƒُمْ لَعÙŽÙ„َّكُمْ تَذÙŽÙƒَّرُوْنÙŽ وَاذÙ’كُرُوااÙ„لهÙŽ اÙ’لعَظِيْمَ يَذÙ’كُرÙ’كُمْ وَاشÙ’كُرُوْهُ عÙŽÙ„ىÙŽ نِعÙŽÙ…ِهِ يَزِدÙ’كُمْ وَلَذِÙƒْرُ اÙ„لهِ اÙŽÙƒْبَرÙ’

 . Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Makam, Olahraga Santri An Nur Slawi