Kamis, 25 Februari 2016

Hipsi Kenalkan Jiwa Keriwausahaan pada Pelajar

Jombang, Santri An Nur Slawi. Para pelajar adalah aset masa depan. Mengenalkan jiwa kewirausahaan kepada mereka sejak dini tentu akan membuka cakrawalanya kelak. Apalagi mereka dibimbing dengan intensif, tentu akan sangat bermanfaat.

Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) menyelenggarakan acara “Gebyar Maulid Nabi Muhammad SAW” di Gedung Olah Raga Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang (31/1). 

Hipsi Kenalkan Jiwa Keriwausahaan pada Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Hipsi Kenalkan Jiwa Keriwausahaan pada Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Hipsi Kenalkan Jiwa Keriwausahaan pada Pelajar

Kegiatan di pesantren ini sebagai mata rangkai acara serupa yang akan dilangsungkan di enam pesantren besar diantaranya Pesantren Tebuireng, Darul Ulum Rejoso Peterongan, Mamba’ul Maarif Denanyar.

Santri An Nur Slawi

Kepada Santri An Nur Slawi, Ketua Umum PP HIPSI Muhammad Ghazali menandaskan bahwa untuk kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang itu diikuti sekitar dua ribu peserta. “Untuk kali ini kami bekerjasama dengan MTs Negeri Bahrul Ulum Tambakberas,” kata Muhammad Ghazali kepada Santri An Nur Slawi.

Mengapa melibatkan pelajar, Muhammad Ghazali memandaskan bahwa semangat kewirausahaan hendaknya dapat dikenalkan sejak dini. 

Santri An Nur Slawi

“Ini penting agar mindset para pelajar yang nota bene adalah santri khususnya tentang kemandirian secara ekonomi dapat terbuka sejak dini,” katanya.

Ia menyambut baik upaya sebagian sekolah yang berkenan untuk mendirikan unit usaha di lingkungannya. “Dengan demikian, akan ada suasana dan lingkungan yang mendukung bagi terbentuknya wawasan kewirausahaan,” lanjutnya.

Apalagi kegiatan ini berbarengan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. 

“Meneladani baginda Nabi Muhammad harus utuh. Tidak hanya dalam hal dakwah beliau,” katanya. “Semangat kemandirian dengan menjadi pedagang dan pengembala kambing adalah pesan moral tentang pentingnya kemandirian ekonomi,” lanjutnya. 

“Inilah yang harus dipahami sebagai spirit peringatan maulid,” lanjutnya.

Kegiatan yang berlangsung setengah hari ini diisi dengan materi kewirausahaan oleh Shofiyan Hadi, pengusaha sukses dari Kudus. Sebelumnya juga diisi dengan pemberian sejumlah beasiswa dari sekolah terhadap pelajar berprestasi. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Saifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Hadits, Hikmah Santri An Nur Slawi

Sabtu, 20 Februari 2016

Kasatkornas Alfa Isnaeni: Jangan Bicara Agama Kalau Tidak Paham

Jakarta, Santri An Nur Slawi - Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser H Alfa Isnaeni berpesan kepada anggota baru Banser untuk tidak membahas masalah agama di tengah masayarakat. Menurutnya, bicara agama tanpa bekal ilmu agama yang memadai hanya membuat kekacauan baru di masyarakat.

“Syukur alhamdulillah kalau sahabat sekalian ini pandai membaca kitab kuning. Tetapi kalau tidak bisa, lebih baik belajar,” kata Alfa saat menjadi inspektur upacara penutupan DTD Banser Jakarta Selatan di Kompleks Yayasan KH A Wahid Hasyim, Ciganjur, Jakarta Selatan, Ahad (27/8) pagi.

Kasatkornas Alfa Isnaeni: Jangan Bicara Agama Kalau Tidak Paham (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasatkornas Alfa Isnaeni: Jangan Bicara Agama Kalau Tidak Paham (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasatkornas Alfa Isnaeni: Jangan Bicara Agama Kalau Tidak Paham

Menurutnya, masalah agama adalah pertanggungjawaban dunia dan akhirat. Jangan mudah berbicara agama.

Santri An Nur Slawi

“Butuh ilmu tafsir, ilmu hadits, dan disiplin kelimuan lainnya untuk bicara agama,” kata Alfa.

Kepada seratus lebih peserta diklatsar terpadu, ia mengingatkan kembali tugas Banser sebelum kembali ke masyarakat untuk mendakwahkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Santri An Nur Slawi

“Tugas sahabat adalah mendakwah Ahlusunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Tetapi ‘dakwah’ harus diartikan secara luas. Artinya, sahabat sekalian harus menghidupkan dan mengawal amaliyah Aswaja NU, yaitu tahlilan, malam Yasin, dibaan, tawasulan, ziarah, manaqib di daerah sahabat masing-masing,” kata Alfa.

Terakhir, ia mengimbau seratus lebih anggota baru Banser ini untuk mengajak anak-anak muda di sekitar sahabat masing-masing untuk masuk Diklatsar.

Sebagaimana diketahui, Diklat Terpadu Dasar (DTD) Angkatan I Satkorcab Banser pada 25-27 Agustus 2017 diadakan oleh GP Ansor Jakarta Selatan. Peserta DTD terdiri atas 112 orang. Peserta terdiri atas kalangan laki-laki dan perempuan. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Aswaja Santri An Nur Slawi

Jumat, 19 Februari 2016

Fatayat NU DIY ajak Kader Kuatkan Aswaja

Yogyakarta, Santri An Nur Slawi. Fatayat Nahdlatul Ulama DIY bersama Forum Daiyah Fatayat NU (Fordaf) menggelar kegiatan workshop Ahlussunnah wal Jama’ah dengan tema “Dakwah Sebagai Upaya Penguatan Aswaja: Peluang dan Tantangan” bertempat di Wisma LPP Meliwis Cottage, Yogyakarta, Sabtu (16/05).

Fatayat NU DIY ajak Kader Kuatkan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU DIY ajak Kader Kuatkan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU DIY ajak Kader Kuatkan Aswaja

Hadir sebagai narasumber yaitu Dra. Hj. Dewi Ani Endriyanti, salah satu pengurus pusat Fatayat NU. Dalam sambutanya, ia berbicara banyak hal, salah satunya mengenai dampak globalisasi. Dewi menjelaskan bahwa dampak negatif dari globalisasi salah satunya yaitu pudarnya semangat nasionalisme dan patriotisme, serta meningkatnya jiwa individualis.

“Tapi ada juga sisi positif dari terjadinya globalisasi, yaitu semakin cepat dan mudahnya kita dalam berkomunikasi,” tambah Dewi. 

Santri An Nur Slawi

“Kemajuan teknologi harus menjadi inovasi, interaksi dan transportasi sebagai media dakwah dalam upaya memperkuat Aswaja dan NU,” tegasnya.

Dewi menambahkan bahwa penguatan Aswaja bisa dilakukan dengan banyak hal. Salah satunya dengan berdakwah, selain itu juga dengan tulisan-tulisan di media massa, dan dengan keteladanan dan akhlak. 

Santri An Nur Slawi

Workshop Aswaja ini merupakan satu bagian dari rangkaian acara untuk memperingati Harlah ke-65 Fatayat NU pada 25 April yang lalu. 

”Kami berharap di usia yang cukup matang ini, Fatayat NU dapat berkontribusi secara positif dalam pengabdian di masyarakat,” harap Khotimatul Husna, ketua panitia acara. 

Selain Workshop Aswaja, PW Fatayat NU DIY sedang mempersiapkan beberapa kegiatan menarik lainnya, seperti launching gerakan gemar membaca, sosialisasi perempuan antikorupsi, sosialisasi pendewasaan usia nikah, bhakti sosial go green school program, penyuluhan kesehatan reproduksi dan pemeriksaan IVA, serta pengajian akbar yang rencananya akan digelar di Kantor PCNU Bantul. (muhlisin/isma kz/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Hikmah, Kiai, Nahdlatul Santri An Nur Slawi

Jumat, 12 Februari 2016

Fatayat NU Gelar Maulid Kebangsaan di Halaman PBNU

Jakarta, Santri An Nur Slawi 



Pimpinan Pusat Fatayat NU mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman gedung PBNU, Sabtu (16/12). Kegiatan bertajuk Maulid Kebangsaan itu dihadiri Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Serta penyanyi shalawat Haddad Alwi. 

Fatayat NU Gelar Maulid Kebangsaan di Halaman PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Gelar Maulid Kebangsaan di Halaman PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Gelar Maulid Kebangsaan di Halaman PBNU

Ketua Umum PP Fatayat NU Anggia Ermarini mengatakan, dengan peringatan ini, ia berharap bermanfaat bagi masyarakat Islam, yaitu persatuan umat, misalnya untuk membela Palestina. 

“Provokasi dari negara Amerika membuat kita mengkristal menjadi bersatu,” katanya. 

Kelahiran Nabi Muhammad juga menjadi semangat umat Islam untuk meniru menjadikan negaranya tidak hanya melindungi masyarakat Islam, tapi semua suku, agama. 

Santri An Nur Slawi

“Mudah-mudahan Maulid Kebangsaan ini bermanfaat bagi bangsa kita,” lanjutnya. 

Hadda Alwi kemudian mengajak ratusan ibu muda NU untuk bershalawat. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Pesantren Santri An Nur Slawi

Jumat, 05 Februari 2016

RMI NU Tegas Menolak Edaran Sekolah Lima Hari Gubernur Jateng

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Ketua Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyah (PP RMI) NU KH Abdul Ghaffar Rozien menolak tegas surat edaran Gubernur Jawa Tengah tentang pemberlakuan sekolah lima hari. Pasalnya, edaran tersebut alih-alih menjadi solusi bagi keluarga, justru mendatangkan malapetaka tak terduga.

RMI NU Tegas Menolak Edaran Sekolah Lima Hari Gubernur Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI NU Tegas Menolak Edaran Sekolah Lima Hari Gubernur Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI NU Tegas Menolak Edaran Sekolah Lima Hari Gubernur Jateng

"Saya tadi siang (kemarin, red) diundang halaqah ulama oleh MUI Jateng, soal edaran Gubernur Ganjar tentang sekolah lima hari. Dalam hal ini RMI dalam posisi menolak," ujar Gus Rozien melalui pesan singkatnya kepada Santri An Nur Slawi, Kamis (26/11) malam.

Menurut Gus Rozien, sapaan akrabnya, keputusan tersebut merupakan sikap resmi RMI NU Jawa Tengah dan pusat. Pihaknya beralasan, keputusan gubernur tersebut tidak didasari studi dan need assessment yang memadai sehingga tidak mencerminkan kebutuhan riil masyarakat Jateng.

Santri An Nur Slawi

"Jadi, alasan untuk meningkatkan kualitas hubungan orang tua dan anak pada Sabtu-Minggu dipertanyakan. Karena mayoritas orang tua di Jateng masih beraktivitas di hari Sabtu, justru kekosongan rumah ini berpotensi menimbulkan perilaku negatif yang tidak terkontrol," paparnya.

Selain itu, tambah Gus Rozien, masyarakat masih membutuhkan pendidikan dan penanaman nilai-nilai agama melalui madrasah diniyah yang mayoritas dilaksanakan sore hari. Pemberlakuan surat edaran ini mengancam keberlangsungan lebih dari 11.000 madrasah diniyah di Jateng dengan hampir 800 ribu santri dan 80 ribu pengajar.

Santri An Nur Slawi

"Kami memandang bahwa kebijakan ini berpotensi mengubah kultur, ritme dan lingkungan religius masyarakat menjadi sekuler dan individualis," tegasnya.

Sebelumnya, Gus Rozien juga menyampaikan pandangan tersebut pada Halaqah Ulama yang digelar MUI Jateng bekerjasama dengan Unissula. Halaqah tersebut mengusung tema "Plus-Minus Kebijakan Lima Hari Sekolah di Jateng" yang dihelat pada Kamis, 26 November 2015, di Gedung Rektorat Universitas Islam Sultan Agung Semarang. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Keterangan Foto: Ketua PP RMI NU KH Abdul Ghoffar Rozien (Gus Rozien) sedang berbicara pada forum halaqah ulama bertema "Plus-Minus Kebijakan Lima Hari Sekolah di Jawa Tengah di kampus Unissula Semarang.

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Doa, Amalan, Ulama Santri An Nur Slawi