Sabtu, 30 Maret 2013

Kuliah Dhuha IPNU Diisi Persiapan UN

Cimahi, Santri An Nur Slawi. Kegiatan Kuliah Dhuha Remaja (KDR) yang rutin dilaksanakan tiap minggu kedua tiap bulan, kembali dilaksanakan oleh PC IPNU-IPPNU Kota Cimahi dengan pelaksana kegiatan PAC kecamatan Cimahi Utara. 

Kuliah Dhuha IPNU Diisi Persiapan UN (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuliah Dhuha IPNU Diisi Persiapan UN (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuliah Dhuha IPNU Diisi Persiapan UN

Pada Kegiatan kali ini, yang menjadi pokok bahasan adalah tentang Ujian Nasional, sehingga acara dikemas menjadi tausiyah, seminar motivasi, serta istigotsah dan do’a bersama untuk Ujian Nasional bertemakan “Doa Tanpa Usaha Sia-Sia, Usaha Tanpa Do’a –Apa yang Kau Bisa?”  Kegiatan ini merupakan usaha dan wahana untuk memberikan media khususnya kepada para siswa yang akan menghadapi Ujian Nasional.

Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00-12.00 ini diikuti oleh lebih kurang 120 orang pelajar dari berbagai sekolah di kota Cimahi, baik dari tingkatan SMP, SMA juga tingkat perguruan tinggi.

Santri An Nur Slawi

Kegiatan diawali dengan sajian hiburan oleh grup el-Mijmar dengan menyuguhkan musik hadrah melantunkan pujian dan shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad Saw, dilanjutkan dengan acara seremonial sambutan dari ketua pelaksana yaitu Bagus Legowo serta tausiyah dari ketua PCNU Cimahi KH Enjang Nasrullah. 

Santri An Nur Slawi

Pada kesempatan itu, ketua PCNU memberikan tiga poin utama dalam menghadapi ujian, yaitu berusaha, berdoa dan bertawakal. Dilanjutkan dengan materi motivasi dari Kang Suyanto sebagai perwakilan dari Keluarga Mahasiswa Nahdhatul Ulama (KMNU) UPI. 

Kegiatan ini diakhiri dengan istighotsah dipimpin langsung oleh Rais Syuriyah NU kota Cimahi KH Alan Nur Ridwan.

Ketua PC IPNU Kota Cimahi, Fauzul Haq mengatakan “Tujuan dari kegiatan ini, selain untuk meningkatkan ukhuwah antar sesama pelajar di kota Cimahi, untuk memberikan pencerahan kepada para pelajar di kota Cimahi dalam menghadapi ujian, baik Ujian Nasional, Ujian Sekolah, maupun ujian ke Perguruan Tinggi.”

Selain itu ia menambahkan, setidaknya ada tiga problematika pelajar saat menghadapi ujian, pertama orang yang hanya berdo’a namun tidak ia tidak pernah berusaha untuk belajar, sehingga dalam fikirannya hanya ada kata “kumaha engke”, kedua orang yang terlalu fokus dalam belajar, namun ia tidak pernah berdoa seolah ia “tidak perlu” pertolongan dari Allah, bahkan saking “paranoidnya” ia berani meninggalkan kewajibannya sebagai seorang Muslim yang taat. Dan Ketiga orang yang tidak mau berdoa dan berusaha, sehingga ia hanya mencari cara “instan” untuk menjalani ujian. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Bustanul Arifin

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Berita Santri An Nur Slawi

Senin, 18 Maret 2013

Kominfo Minta Youtube Blokir Video Anak Indonesia yang Dilatih ISIS

Batu, Santri An Nur Slawi



Kementerian Komunikasi dan Informatika telah meminta Youtube untuk memblokir video anak-anak Indonesia yang dilatih militer oleh kelompok bersenjata ISIS yang telah beredar di aplikasi tersebut dan menyebar secara viral di dunia maya.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail Cawidu melalui pesan singkat, Kamis.

Kominfo Minta Youtube Blokir Video Anak Indonesia yang Dilatih ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Kominfo Minta Youtube Blokir Video Anak Indonesia yang Dilatih ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Kominfo Minta Youtube Blokir Video Anak Indonesia yang Dilatih ISIS

"Setelah kami memperhatikan konten video tersebut, maka Kominfo telah meminta kepada Youtube untuk memblokir video tersebut. Video yang kominfo minta diblokir ada dua link masing-masing berdurasi 15 menit dan dua menit," katanya.

Sebelumnya beredar sebuah video di media sosial yang berisi tentang pelatihan anak-anak di bawah umur di camp ISIS di Hasakeh, Suriah.

Santri An Nur Slawi

Dalam video tersebut sejumlah anak berlatih menembak di bawah pengawasan para ekstremis. Selain itu mereka juga belajar berkelahi satu sama lain.

Mereka diduga merupakan anak-anak yang berasal dari Indonesia, Malaysia dan Filipina.

Dalam video yang berdurasi 15 menit itu, terlihat ada adegan ekstremis ISIS bernama Abu Naser al-Indonisi yang menyerukan kepada segenap anak untuk menegakkan kekhalifahan. Naser juga mengatakan pihaknya akan menumpas para pemimpin thagut di Indonesia dan Malaysia.

Video tersebut juga memperlihatkan anak-anak melempar sejumlah paspor dan membakarnya sebagai simbol bahwa mereka tidak lagi melekat sebagai warga negara di negaranya. (Antara/Mukafi Niam)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Halaqoh, Nahdlatul, Aswaja Santri An Nur Slawi

Minggu, 10 Maret 2013

Admin Medsos Didorong Bijak dengan Tidak Sebar Hoaks

Brebes, Santri An Nur Slawi. Mengelola media sosial (Medsos), harus memiliki dasar akhlak yang kuat sehingga tidak gampang menyebar hoaks. Karena bila salah menyebarkan bisa berakibat fatal yang menimbulkan fitnah berkepanjangan.

Untuk itu, seorang admin medsos harus bijak demi terciptanya kehidupan sosial yang sehat dan berkarakter sehingga dinilai bisa berkontribusi dalam pembangunan.

Admin Medsos Didorong Bijak dengan Tidak Sebar Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)
Admin Medsos Didorong Bijak dengan Tidak Sebar Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)

Admin Medsos Didorong Bijak dengan Tidak Sebar Hoaks

Demikian disampaikan Staf Ahli Bupati Brebes bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Lely Mulyani saat membuka Silaturahmi Admin Medsos dan Layanan Pengaduan Masyarakat Kabupaten Brebes di Meeting Room RM  D’Anglo jalan Yos Sudarso Brebes, Jawa Tengah, Senin (18/12).

Menurut Lely, Medsos meski dikelola oleh orang perorang atau kelompok tertentu tetapi bisa berdampak luas. Tidak hanya untuk daerahnya sendiri tetapi sampai seantero jagat. “Di zaman now, apa yang tidak terlihat dan terdengar dalam sekejap bisa membahana ke seluruh jagat,” ungkapnya.

Santri An Nur Slawi

Dia menceritakan, bagaimana susahnya zaman old dalam berkomunikasi. Namun anehnya pesan dari komunikator bisa sampai ke komunikan meski butuh waktu yang berlama-lama. “Bedanya, sekarang soal waktu saja, informasi bisa diserap seluruh lapisan masyarakat dunia,” tuturnya.

Maka ketika berkomentar atau berstatus tidak terpuji  yang terjadi adalah caci maki. Pun ketika menuangkan ide kreatif cemerlang, dunia ikut benderang. “Ayo, kabarkan segala potensi yang ada di Brebes, agar dunia ikut mengagumi,” ungkapnya.

Kepala Seksi Humas dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Dinkominfotik) Kabupaten Brebes Lusiana Indira Isni sengaja menggelar silaturahmi untuk lebih mendekatkan antara Admin Medsos dengan Pemerintah Kabupaten.

Santri An Nur Slawi

Menurutnya, informasi pembangunan tidak hanya dilakukan oleh humas atau wartawan saja, tetapi juga bisa lewat akun media sosial yang dikelola admin medsos.

“Peran admin medsos sangat penting dalam menyebarluaskan informasi pembangunan,” tuturnya. 

Termasuk tersedianya layanan pengaduan di suatu institusi, menjadi sangat membantu penyaluran aspirasi masyarakat untuk mendapat tanggapan cepat dan akurat. 

“Berteriak di media sosial tanpa bukti yang kongkrit hanya menebar fitnah, untuk itu saring dulu baru share melalui saluran yang resmi dan bertanggung jawab,” ajaknya.

Dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan tentang teknik menulis jurnalistik untuk para admin medsos oleh Kontributor Santri An Nur Slawi Wasdiun. Menulis di medsos, katanya, juga harus mengetahui tentang kaidah jurnalis yang meliputi 5W+1H.

Bila tidak mampu memuat 6 unsur tersebut maka informasi yang dilayangkan oleh admin tergolong berita hoaks karena tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenaran data dan peristiwanya.

“Seorang admin medsos, hendaknya menjadi penjaga kebakaran agar tidak menimbulkan korban. Jangan sampai sok menjadi pemadam kebakaran, sementara sudah banyak korban yang berjatuhan dari akibat kebakaran tersebut,” pungkas Wasdiun.

Silaturahmi diikuti 50 admin medsos dari berbagai kalangan di Kabupaten Brebes. Dalam pertemuan tersebut juga disepakati pembentukan forum admin agar langgeng membangun komunikasi berkelanjutan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Sunnah, Pendidikan, PonPes Santri An Nur Slawi