Kamis, 31 Agustus 2017

Siswa Madrasah Miliki Kesempatan Magang di Perusahaan Jepang

Jakarta, Santri An Nur Slawi

Direktorat Pendidikan Madrasah (Ditpenmad) Kementerian Agama menjalin kesepakatan bersama Univance Co. untuk memberikan kesempatan magang kepada para siswa madrasah. Univance Corporate merupakan perusahaan asing milik Jepang yang bergerak di bidang produksi mesin dan peralatan transportasi. Perusahaan ini memiliki cabang di sejumlah negara, termasuk Indonesia yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat.?

Siswa Madrasah Miliki Kesempatan Magang di Perusahaan Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa Madrasah Miliki Kesempatan Magang di Perusahaan Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa Madrasah Miliki Kesempatan Magang di Perusahaan Jepang

Sinergi ini berawal dari inisiatif ? Ditpenmad berkunjung ke kantor Univance Co. di Jepang untuk melakukan penjajakan kerjasama. Selang sebulan, tepatnya Jumat (11/03) kemarin, giliran pihak Univance Co. yang gantian berkunjung ke Kantor Kementerian Agama.?

Kunjungan rombongan Univance Co. yang dipimpin oleh presiden Univance Co, Kenzuke Tani, diterima langsung ? oleh Direktur Pendidikan Madrasah, M. Nur Kholis Setiawan dan jajarannya. ? Dalam pertemuan tersebut, hadir pula perwakilan dari PT Univance Indonesia.?

Ditemui usai pertemuan, M. Nur Kholis mengungkapkan bahwa pembicaraan kerjasama sudah mulai mengerucut. Menurutnya, Kenzuke Tani menilai ada kesamaan platform antara Univance Co. dan madrasah. Dalam budaya organisasi Univance Co., nilai-nilai kejujuran, akhlak, disiplin, dan tanggung jawab sangat dikedepankan. Begitu juga dalam tradisi pendidikan madrasah.?

Santri An Nur Slawi

“Hal ini menjadi kata kunci penting dalam kerjasama ini,” terang M. Nur Kholis, Sabtu (12/03) seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Dalam pertemuan itu, Univance Co. meminta agar Direktorat Pendidikan Madrasah ? segera merekomendasikan nama-nama madrasah yang siswa-siswinya akan magang/PKL di PT Univance Indonesia di Purwakarta.?

“PT Univance Indonesia akan menyiapkan secara teknis pelaksanaanya, termasuk persyaratan minimal peserta magang/PKL, pembiayaan, tempat tinggal dan waktu pelaksanaanya. Semuanya akan dikoordinasikan dengan tim teknis Direktorat Pendidikan Madrasah,” jelas ? Nur Kholis.

Sementara itu, tim teknis Ditpenmad akan menjaring ? calon-calonnya dan menyiapkan skema ? pembiayaan tranportasi pulang pergi peserta dari tempat asal ke PT Univance Indonesia di Purwakarta. Dikatakan M. Nurkholis, sebagai piloting project, Ditpenmad ? akan memprioritaskan siswa-siswi madrasah yang berada di Jawa terlebih dahulu.?

Santri An Nur Slawi

“Dalam waktu dekat ini, MoU akan segera ditandatangai oleh kedua belah pihak dan Direktorat Pendidikan Madrasah akan berkunjung ke PT Univance Indonesia di Purwakarta. Mudah-mudahan program magang ini pada ? bulan Juli sudah bisa dimulai,” tembahnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Khutbah, Kajian, Pertandingan Santri An Nur Slawi

Selasa, 29 Agustus 2017

Berbagai Komunitas Seni akan Ramaikan Kirab Hari Santri di Jombang

Jombang, Santri An Nur Slawi - Perhelatan Hari Santri Nasional (HSN) pada 22 Oktober 2017 mendatang di Jombang diperkirakan akan lebih meriah daripada sebelumnya. Berbagai komunitas setempat juga akan ikut andil dalam perhelatan tersebut.

Sekretaris PCNU Jombang M Mukhlis Irawan mengatakan, ada beberapa komunitas yang nanti juga akan berpartisipasi dalam perhelatan HSN, yaitu Komunitas Barongsai, Komunitas Tiong Hoa, Banjari, kelompok musik etnik, grup keroncong, Hadrah Syekher Mania dan drumben.

Berbagai Komunitas Seni akan Ramaikan Kirab Hari Santri di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Berbagai Komunitas Seni akan Ramaikan Kirab Hari Santri di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Berbagai Komunitas Seni akan Ramaikan Kirab Hari Santri di Jombang

"Sejumlah komunitas itu akan menyambut di sepanjang jalan KH. Wahid Hasyim sampai finish kirab," katanya, Selasa (17/10).

Sebelum kegiatan Kirab Santri, imbuhnya, puluhan ribu santri dari pondok pesantren se-Jombang terlebih dahulu akan melakukan apel di alun-alun Jombang sekira pukul 06.30 WIB. Ia juga meminta sejumlah elemen masyarakat untuk menyukseskan sejumlah rangkaian kegiatan tersebut.

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi

"Mari ikuti Apel Hari Santri Nasional (HSN) pada hari Ahad,  22 Oktober 2017 pukul 06.30 WIB di Alun-alun Jombang, dilanjutkan dengan Kirab dari alun-alun Jombang finish di stadion Jombang," ungkapanya. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Habib, AlaNu Santri An Nur Slawi

Kesebelasan Pesantren An-Nur dan Darussalam Lolos ke Semifinal

Kediri, Santri An Nur Slawi - Kesebelasan Pesantren An-Nur 2 Turen Malang dan Kesebelasan Pesantren Darussalam Sumbersari Kencong Kediri melenggang ke babak semifinal. Kedua kesebelasan ini lolos setelah dalam babak perempat final tadi pagi berhasil menumbangkan lawan-lawannya. Pesantren An-Nur 2 unggul atas kesebelasan Pesantren Denanyar Perak Jombang dengan skor 3-2 untuk An-Nur 2.

Sementara Darussalam Sumbersari lolos setelah berhasil mengalahkan kesebelasan Pesantren Darul Ulum, Rejoso Peterongan Jombang dengan skor 2-1.

Kesebelasan Pesantren An-Nur dan Darussalam Lolos ke Semifinal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan Pesantren An-Nur dan Darussalam Lolos ke Semifinal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesebelasan Pesantren An-Nur dan Darussalam Lolos ke Semifinal

Gol untuk An-Nur 2 diciptakan oleh Zulfikar Ali F pada menit ke 40 dan 48. Sementara gol ketiga diciptakan oleh Fani Dwi S pada menit ke-78. Sedangkan gol balasan diciptakan dari Pesantren Denanyar Jombang diciptakan oleh Seva Fatoni menit ke-29 dan Andreas Taldo menit ke-34.

Santri An Nur Slawi

Sedangkan untuk Darussalam Sumbersari, gol diciptakan oleh M Arif (Kapten) melalui tendangan penalti pada menit ke-8 dan pemain pengganti Faldias pada menit ke-56 di babak kedua. Gol balasan dari Pesantren Darul Ulum diciptakan oleh Dadung pada menit ke-68 di babak kedua.

Pertandingan antara An-Nur 2 dan Denanyar berlangsung imbang karena saling sama-sama menyerang. Bahkan tim Pesantren Denanyar membobol gawang An-Nur duluan melalui tendangan Seva Fatoni di menit 29 dan Andreas Talo dimenit ke-34 babak pertama. Baru pada menit-menit akhir An-Nur berhasil mengurangi angka kekalahan setelah Zulfikar berhasil mencipta gol di menit 40 ke gawang Denanyar sehingga skor akhir babak pertama 1-2 untuk Denanyar.

Santri An Nur Slawi

Kemudian di babak kedua, kesebelasan An-Nur mengubah taktik. Kalau sebelumnya banyak bertahan, di babak kedua mereka menerapkan taktik menyerang dan jitu. Sehingga dalam waktu singkat mereka bisa menyamakan kedudukan 2-2 melalui tendangan pemain tengah Zulfikar di menit 48. Hingga habis waktu pertandingan skor tetap 2-2. Akhirnya wasit memperpanjang waktu pertandingan. Di waktu sisa inilah kesebelasan An-Nur 2 berhasil menambah satu gol melalui tendangan Feni Dwi di menit 78. Dengan kemenangan ini kesebelasan An-Nur lolos ke babak semifinal.

Sementara pertandingan antara tim kesebelasan Darussalam Sumbersari melawan tim Darul Ulum sejak awal permainan bola didominasi pemain Darussalam. Umpan-umpan terobosan selalu dilakukan oleh pemain tengah. Sehingga beberapa kali kesebelasan Darussalam berpeluang mencipta gol. Namun peluang itu banyak sia-sia. Pesantren Darussalam bisa mencipta gol pada menit ke-8 setelah mendapat hadiah penalti dari wasit. Kapten M Arif yang ditugasi mengeksekusi bola berhasil membobol gawang lawan. Alfin penjaga gawang Darul Ulum harus memungut bola dari jaring gawang yang dijaganya.

Hingga babak pertama habis posisi masih 1-0 untuk Pesantren Darussalam Sumbersari.

Di babak kedua pola permainan tidak berubah. Arif dan kawan-kawan terus mendominasi permainan dan beberapa peluang tercipta lagi. Namun peluang itu baru bisa dimanfaatkan pada menit ke-56 setelah Faldias berhasil menendang bola ke gawang lawan sehingga skor 2-1.

Dengan kemenangan itu para pemain kesebelasan Darussalam lengah dan tidak serajin permainan awal. Akibatnya di menit 68 tim pesantren Darul Ulum berhasil mengurangi skor kekalahan setelah Dadung nomor punggung 9 berhasil menendang bola ke gawang Dwi Puji, kiper tim Darussalam. Hingga akhir pertandingan skor tetap 2-1 untuk tim pesantren Darussalam. Ia lolos ke semifinal. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Nahdlatul, Pendidikan Santri An Nur Slawi

Senin, 28 Agustus 2017

Luncurkan Miqat Kebinekaan, Sekjen PBNU Ingin Islam Damai

Jakarta, Santri An Nur Slawi?



Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H. Helmy Faisal Zaini meluncurkan buku karangannya berjudul "Miqat Kebinekaan: Sebuah Renungan Meramu Pancasila, Nasionalisme, dan NU sebagai Titik Pijak Perjuangan" di lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (9/6).

Luncurkan Miqat Kebinekaan, Sekjen PBNU Ingin Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Luncurkan Miqat Kebinekaan, Sekjen PBNU Ingin Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Luncurkan Miqat Kebinekaan, Sekjen PBNU Ingin Islam Damai

Helmy dalam sambutannya menjelaskan, judul buku ini sengaja menggunakan kata miqat, berasal dari bahasa Arab yang mempunyai arti batas.?

Menurutnya, Miqat Kebinekaan ini menggabungkan antara miqat zamani (waktu) dan miqat makani (ruang). "Dimensi ruang dan waktu yang bertemu menjadi kebersamaan itulah yang disebut Miqat Kebinekaan, "katanya.?

Ia menerangkan, kehadiran buku ini ? untuk menjawab kegelisahan terhadap munculnya aliran-aliran yang jauh dari nilai-nilai keislaman. "Ada upaya-upaya yang memaksakan kehendak baik itu melalui gerakan politik maupun berbagai macam gerakan-gerakan yang seolah-olah ini mengatasnamakan Islam, "katanya dengan mencontohkan ISIS.?

Menurutnya, keberadaan ISIS yang di Philipina, sudah menunjukkan warning bagi bangsa Indonesia. "Kita harus waspada untuk bersama-sama menghadapi Terorisme global," ujarnya.?

Santri An Nur Slawi

Ia menuturkan, buku dengan tebal 149 halaman ini, mengandung banyak pandangan keagamaan khususnya Islam. Dalam buku itu dijelaskan bahwa Nabi Muhammad dalam berdakwah selalu memakai cara-cara dengan bijaksana. "Jadi bukan dengan teror, bukan dengan bom, bukan dengan cacian, bukan dengan hinaan, bukan dengan menebar kebencian, bukan dengan pembunuhan, bukan dengan cara-cara yang tentu tidak diajarkan oleh agama."

Melalui buku ini juga, ia ingin terus mengedepankan Islam rahmatan lil alamin. Islam perdamaian, yaitu Islam yang ramah bukan Islam yang marah, Islam yang merangkul bukan yang memukul. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Pertandingan, Nusantara Santri An Nur Slawi

Rabu, 23 Agustus 2017

PMII Komfakda UIN Canangkan Gerakan Membaca bagi Anak-anak

Tangsel, Santri An Nur Slawi



Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Komisariat Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (PMII Komfakda) mencanangkan gerakan membaca bagi anak-anak sekolah dasar.

PMII Komfakda UIN Canangkan Gerakan Membaca bagi Anak-anak (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Komfakda UIN Canangkan Gerakan Membaca bagi Anak-anak (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Komfakda UIN Canangkan Gerakan Membaca bagi Anak-anak

Ahad (21/5), para kader PMII Komfakda menggelar Gerakan Membaca 1000 Kata dengan tema “Satu Langkah Kecil untuk Kepedulian yang Besar” dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional yang jatuh disetiap tanggal 17 Mei.

Acara yang berlangsung di Yayasan Nanda Dian Nusantara, Ciputat Timur, diikuti 34 anak sekolah dasar asuhan dari Yayasan Nanda Dian Nusantara.?

Ketua PMII Komfakda Nurdiansyah berharap anak-anak terus semangat belajar dan membiasakan membaca buku sejak dini.?

Santri An Nur Slawi

Hal itu senada dengan apa yang diungkapkan Kanit Sosbud Polres Tangsel Eko Purnomo yang turut hadir dalam kesempatan itu. Ia berpesan kepada anak-anak agar menjauhkan diri dari hal-hal yang negatif.

Sementara pada acara inti, anak-anak tersebut dibekali motivasi mengenai minat baca sejak dini oleh ? Yayang Marentisna, Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Setelah pembekalan tersebut, para peserta dibagi menjadi lima kelompok, dengan rincian setiap kelompok terdiri dari enam sampai tujuh peserta dan didampingi oleh panitia untuk melakukan bedah buku. Buku yang dibedah merupakan buku-buku sejarah dasar yang sesuai dengan porsi peserta.

Anjas Ahmad Munjazi, ketua pelaksana kegiatan “Gerakan Membaca Seribu Kata”, berharap kepada semua elemen masyarakat, baik orang tua maupun mahasiswa, senantiasa mendidik dan mengayomi anak-anaknya dengan baik, salah satunya dengan membiasakan mereka membaca buku sejak dini.

Santri An Nur Slawi

“Jangan bergantung terhadap perkembangan teknologi yang ada, seperti smartphone dan sebagianya. Maka untuk menindaklanjuti kegiatan ini, insyaallah, PMII Komfakda akan mendirikan Saung Baca di dilingkungan yang tak jauh dari lokasi kegitan,” tuturnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pesantren, Tegal Santri An Nur Slawi

Selasa, 22 Agustus 2017

Konferensi PMII Jabar, Ajang Konsolidasi Pengetahuan dan Gagasan

Garut, Santri An Nur Slawi. Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat menggelar Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) ke XIX. Konkoorcab tersebut resmi dibuka langsung oleh Ketua Majelis Pembina Daerah (Mabinda) PMII Jabar, Muchtarom di Islamic Center Garut, Jumat (8/12).

Konferensi PMII Jabar, Ajang Konsolidasi Pengetahuan dan Gagasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi PMII Jabar, Ajang Konsolidasi Pengetahuan dan Gagasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi PMII Jabar, Ajang Konsolidasi Pengetahuan dan Gagasan

Ketua Pelaksana, Ade Mahmudin mengatakan, kegiatan Konkoorcab tersebut merupakan bagian dari proses regulasi kepemimpinan dan permusyawaratan tertinggi di PMII Provinsi Jawa Barat. 

"Kendati demikian, Konkoorcab ini bukan semata dijadikan momentum untuk suksesi dan politik perebutan kepemimpinan di PMII, melainkan sebagai ajang konsoldasi pengetahuan untuk kemajuan PMII Jabar dua tahun ke depan," ujar Ade usai pembukaan.

Sebagai organisasi kaderisasi, lanjut Ade, PMII perlu gagasan maju dan progreaif. "Maka dari itu, diharapkan para peserta fokus terhadap keputusan-keputusan penting dalam rumusan kaderisasi di PMII," kata mantan Ketua PMII Kabupaten Subang tersebut.

Santri An Nur Slawi

Ketua PKC PMII Jabar, Abdul Nasir berharap ke depan, siapapun yang terpilih menjadi Ketua PKC PMII Jabar, harus mampu menjadikan PMII jauh lebih baik dari sebelumnya.

"Katakanlah, hari ini PKC PMII Jabar telah sukses membuat sekretariat permanen. Ini merupakan sejarah baru, bahwa selama 50 tahun lebih PMII Jabar berkiprah, baru kali ini memiliki sekretariat permanen," jelas Nasir.

Santri An Nur Slawi

Untuk itu, pihaknya menyampaikan terima kasih yang tiada terhingga kepada semua pihak yang turut membantu mensukseskan yang menjadi prioritas  program kerjanya tersebut.

"Terutama kepada para alumni dan senior yang tiada henti memberikan dukungan, support serta kontribusinya untuk proses kaderisasi di PMII," tandasnya.

Konkoorcab ini diikuti oleh 200 peserta utusan dari 23 Pengurus Cabang (PC) PMII se-Jawa Barat, yang terdiri dari peserta penuh dan peninjau.

Turut hadir juga dalam Pembukaan Konkorcab, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, Sekjen PB PMII Sabolah Alkalamby, Ketua PW Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar, serta Alumni-alumni PMII Jabar. Selain itu, tampil sebagai taushiyah pergerakan oleh Ketua Ikatan Alumni PMII Jabar, Numan Abdul Hakim. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Anti Hoax, Pertandingan, Berita Santri An Nur Slawi

Wayangan Blitar Ki Sukron Suwondo

Blitar, Santri An Nur Slawi. Ki Haji Sukron Suwondo sempat mementaskan wayang kulit dalam rangka peringatan hari lahir (Harlah) ke-87 NU di Kabupaten Blitar tahun lalu.

Wayangan Blitar Ki Sukron Suwondo (Sumber Gambar : Nu Online)
Wayangan Blitar Ki Sukron Suwondo (Sumber Gambar : Nu Online)

Wayangan Blitar Ki Sukron Suwondo

Dalang Kondang asal Sanankulon Blitar ini bisa dibilang teman dekat Ki Entus, karena Entus sering pinjam alat Ki Sukron Suwondo kalau lagi ndalang di sekitar Blitar. Ki Sukron Suwondo, kini menjabat sebagai Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) milik NU Kabupaten Blitar.

Di Blitar selain Ki Haji  Sukron Suwondo, ada Ki Syudrun. Dalang wali asal Desa Krenceng, Nglegok ini pun sudah melegenda. Ia sering tampil di layar kaca baik lokal maupun nasional.

Santri An Nur Slawi

H Mohammad Nawir, seorang tokoh NU kabupaten Blitar kepada Santri An Nur Slawi, Rabu (2/1) mengatakan, para seniman perlu mendapat perhatian serius dari NU. Menurutnya, pola dakwah melalui jalur seni di wilayah Blitar masih sangat perlu dilakukan.

“Dakwah melalui seni masih diperlukan. Khususnya di wilayah Blitar ini. Ya.. idep-idep nguri-nguri polanya Walisongo,’’ tandasnya.

Santri An Nur Slawi

“NU Blitar ingin  memfasilitasi dan memberi perlindungan HKI (Hak Kekayaan Intelektual) atas berbagai karya seni para seniman  NU,’’ ujar Nawir.

Selain itu, NU akan mendokumentasikan karya-karya seni para intelektual, ulama dan seniman NU. Serta mengembangkan dan mempromosikan kesenian religi baik gagasan, karya dan pelaksanaannya. 

“NU Blitar juga akan membuat  data base yang memuat nama-nama seniman NU, karya-karya, sejarah dan prestasinya,’’ tandasnya.

“Preiode lalu. Kita sudah mendata semua seniman NU di Blitar. Ternyata jumlahnya ratusan. Yang khusus dalang aja ada 60 orang lebih. Salah satunya ada yang mantan Komandan Banser Blitar,’’ tambah Nawir, yang kini juga menjadi anggota KPUD Kabupaten Blitar ini.

Yang tidak kalah pentingnya, lanjut Nawir, NU akan menjadikan pesantren sebagai pusat pengembangan seni dan budaya melalui penyelenggaraan berbagai pelatihan, festival dan event keseniaan di pesantren.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kajian Sunnah Santri An Nur Slawi

Lewat MIF, Pemuda NU Ringankan Perekonomian Warga Miskin

Pamekasan, Santri An Nur Slawi. Madura Idea Foundation (MIF), namanya. Organisasi yang didirikan tokoh pemuda NU Pamekasan Dr Moh Fudholi tersebut, tampak kian getol meringankan beban hidup warga miskin dari kalangan nahdliyin di Pulau Madura.

Di MIF, terdapat jargon untuk mengubah satu situasi mental kemiskinan. Namanya ATAS (Alengleng Tarebhung Abentoh Sataretanan); gerakan yg dilakukan kapanpun untuk membantu sesama.

Lewat MIF, Pemuda NU Ringankan Perekonomian Warga Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat MIF, Pemuda NU Ringankan Perekonomian Warga Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat MIF, Pemuda NU Ringankan Perekonomian Warga Miskin

Tapi selama ini, gerakan ATAS lebih populer sebagai gerakan bulanan. Setiap bulan pemuda NU yang tergabung dalam MIF rurun ke bawah untuk menyerahkan bantuan sosial (bansos). Sasarannya ialah semua masyarakat Madura yang berada di bawah garis kemiskinan, mulai dari Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan.

"Lansia miskin, anak yatim, warga disabilitas untuk saat ini difokuskan perkecamatan tiap bulan. Dana berasal dari sumbangan anggota serta para dermawan. Juga, berasal dari produk dan ekonomi kreatif yang dikembangkan oleh MIF," ujar Dr Moh Fudholi, Selasa (20/12).

Tujuan gerakan ATAS, terang Fudholi, ialah guna meningkatkan stabilitas sosial, kesejahteraan masyarakat , dan pemerataan ekonomi masayarakat. Dalam pelaksanaannya, MIF mengajak NU untuk menyapa masyarakat melalui gerakan ATAS, karena hampir semua anggota MIF adalah NU dan putra pengurus NU.

Santri An Nur Slawi

"Kami melibatkan NU karena selain anggota MIF adalah warga nahdliyin, NU adalah satu-satunya organisasi yang strukrunya sampai tingkat kampung (ranting). Sehingga, nanti memudahkan pada MIF untuk mencari data masyarakat miskin," tukas dosen muda tersebut. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Pertandingan Santri An Nur Slawi

Senin, 21 Agustus 2017

KH Abdul Latif dan Kuda Sumbawa

Pada suatu ketika, KH Abdul Latif bepergian dengan menaiki delman. Kuda penarik delman itu sangat gesit dan kuat sehingga sang kiai memujinya. Terjadilah obrolan antara kiai dan sang sais. Kira-kira seperti ini.

“Bagus amat kuda Ini. Kuda dari mana?”

KH Abdul Latif dan Kuda Sumbawa (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Abdul Latif dan Kuda Sumbawa (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Abdul Latif dan Kuda Sumbawa

“Dari Sumbawa, Kiai.”

Santri An Nur Slawi

“Dari Sumbawa?” tanya kiai kaget.

“Betul, Kiai.”

Santri An Nur Slawi

“Kalau begitu, saya turun di sini. Sudah saya cukup di sini saja.”

Untuk beberapa saat, sang sais terdiam. Dia tak paham maksud kiai tersebut. Pada akhirnya dia bertanya, “Kenapa, Kiai?”

“Ini kuda dari Sumbawa. Guru saya berasal dari Sumbawa. Saya tak pantas naik kuda ini,” jelasnya.

Setelah membayar ongkos, kiai Abdul Latif pun jalan kaki.

***

KH Abdul Latif lahir tahun 1817 M/1299 di Desa Cibeber, Cilegon, Banten. Ayahnya, KH Ali, adalah pejuang mengusir penjajah Belanda. Kiai Ali adalah teman KH Wasyid dalam peristiwa Geger Cilegon. Karena itu, KH Ali dibuang Belanda ke Digul. Kemudian dibuang lagi ke Ambon hingga wafat. Dia dimakamkan di sebuah bukit. Bukit itu kemudian dikenal Puncak Ali sekitar tahun 1898.

Ia? berguru kepada ayahnya. Ia pernah juga belajar kepada KH as’ad (Ki Buntung, KH Abdul? Halim, KH Suchari Thoif di pesantren Cibeber.

Setelah dewasa ia menikah dengan Hj. Salkhah binti H Sapta. Pada tahun 1912, bersama istrinya pergi ke Makkah. Ia bermukim di sana selama 6 tahun. Di sana belajar kepada ulama-ulama terkenal, di antaranya KH Abdul Hamid Kairo, KH Jasir, KH Jusuf, dan kepada pamannya yang sudah lama di Makkah, KH Abdul Salam.

Pada tahun 1918, ia pulang kembali ke Cibeber. Ia sempat berguru tarekat kepada KH Asnawi Caringin, Labuan Banten.

Mulai tahun itu juga, KH Abdul Latif mulai mengajar santri dan masyarakat sekitar. Pada tahun 1924 ia mendirikan madrasah bernaman Tarbiyatul Athfal. Karena santri terus bertambah, pada tahun 1926, ia mendirikan madrasah Jauharotunnaqiyyah.? ?

Dari tahun 1926, ia mulai aktif berorganisasi. Pilihannya jatuh kepada Nahdlatul Ulama dengan menjadi Rais Syuriyah NU Kabupaten Serang.

Selain mengajar berorganisasi ia juga menulis kitab. Di antara karyanya adalah Taudikhul Ahkam, Irsyadul Anam, Bayanul Arkan, Adabul Marah, Tauqilu Tauhid,? Kifayatu Sibyan, Matan Sanusiyah, Mu’awanatul Ikhwan, Sirat Sayyidil Mursalin.

ia juga menulis kitab Munabbahat, Manaqibu Syekh Abdul Qodir Jilani, Sejarah Banten, Tajwid Jawi, terjemah Mawaidzul Ushfuriyh, Tafsir Juz ‘Ama, Tafsir Surat Yasin, Tafsir Surat Alif Lam Tanzil, Tafsir Surat Al-Baqoroh (bahasa Jawa Banten), Bayanul Maswail, dan Fathu Robbani. (Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Olahraga, Aswaja, Ahlussunnah Santri An Nur Slawi

Minggu, 20 Agustus 2017

GP Ansor Pamekasan Ikuti Deklarasi Akbar Cinta Damai

Pamekasan,Santri An Nur Slawi

Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pamekasan turut mewarnai deklarasi akbar kebhinekaan cinta damai yang digelar Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Pamekasan, Selasa (15/11). Bertempat di area monumen Arek Lancor, acara tersebut diikuti pengurus PAC GP Ansor di 13 kecamatan, Banser, Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar), MDS Rijalul Ansor, Bupati Achmad Syafii, Kapolres, dan Dandim Pamekasan.

GP Ansor Pamekasan Ikuti Deklarasi Akbar Cinta Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pamekasan Ikuti Deklarasi Akbar Cinta Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pamekasan Ikuti Deklarasi Akbar Cinta Damai

Ketua PC GP Ansor Pamekasan Dr Fathorrahman menegaskan, sehari sebelumnya, pihaknya sudah menginstruksikan kepada seluruh pengurus dan anggota GP Ansor sekabupaten untuk turut serta dalam deklarasi cinta damai tersebut. Pihaknya bersyukur instruksi tersebut dijalankan dengan baik.

"Saya bangga sahabat-sahabat tetap semangat meneguhkan perdamaian di negeri ini. Deklrasi ini sebagai wujud komitmen kita untuk terus menjaga kedaulatan bangsa," tegas Fathorrahman.

Santri An Nur Slawi

Dosen Universitas Madura tersebut menambahkan, kedaulatan bangsa dapat tercapai bilamana persatuan dan kesatuan dipelihara dan dipupuk dengan baik. Itu bisa terlaksana dengan mantap ketika cinta damai melekat dalam kehidupan masyarakat secara menyeluruh.

Santri An Nur Slawi

"Deklarasi ini mungkin memang terkesan seremonial. Kami berharap bisa lebih dari itu, takni menjadi pelecut semua lapisan masyarakat, utamanya GP Ansor untuk terus menjaga keutuhan NKRI," lanjutnya.

Dalam sambutannya, Bupati Achmad Syafii menyatakan sangat berterima kasih kepada semua elemen masyarakat yang masih setia menjaga kenyamanan dan keamanan di Kabupaten Pamekasan. Baginya, itu sudah wujud nyata betapa masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan, sudah dewasa dalam berbangsa dan bernegara.

"Kedewasaan itu juga tercermin dari kelegowoan dalam menerima perbedaan. Itulah pengamalan dari Bhinneka Tunggal Ika," tukasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kyai, Internasional, Kajian Santri An Nur Slawi

Insiden Perobekan Bendera di Hotel Yamato

Peristiwa 10 November 1945, merupakan sebuah kisah heroik yang dikenang bangsa Indonesia, sehingga pada tanggal tersebut diadakan peringatan Hari Pahlawan, untuk mengenang para pejuang yang dengan gigih mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih, meski dengan mengorbankan darah dan nyawa mereka.

Namun, beberapa waktu sebelum meletus perang 10 November, adapula peristiwa heroik lain yang patut dikenang. Tepatnya pada tanggal 19 September 1945, saat sejumlah pemuda Indonesia dengan gagah berani memanjat bangunan hotel yang kala itu bernama Hotel Yamato. Mereka bereaksi setelah pada malam harinya, berkibar bendera Belanda, Merah Putih Biru, di atas hotel tersebut.

Insiden Perobekan Bendera di Hotel Yamato (Sumber Gambar : Nu Online)
Insiden Perobekan Bendera di Hotel Yamato (Sumber Gambar : Nu Online)

Insiden Perobekan Bendera di Hotel Yamato

Kisah berlanjut, sebagaimana diterangkan di beberapa buku sejarah, setelah berhasil naik ke atas hotel, para pemuda tersebut merobek warna biru, dan bendera Merah Putih pun kembali berkibar.

Santri An Nur Slawi

Satu hal yang masih misteri dari peristiwa penyobekan bendera ini, yakni siapakah sebenarnya sosok perobek bendera Belanda tersebut?

Santri An Nur Slawi

Ada beberapa versi, yang menerangkan hal tersebut. Semisal Khoirul Anam dalam tulisannya berjudul “Berebut Jihad” (2013), menyebut nama Cak Asy’ari, seorang pemuda yang tergabung dalam GP Ansor, sebagai salah satu pelaku perobek bendera.

Lain lagi, dengan penuturan Ahmad Mundzir dan Nurcholis dalam buku “Perjalanan NU Tuban” (2014), juga mencoba untuk mengungkapkan tentang misteri tersebut. Berdasarkan kesaksian dari KH Moertadji (alm.), perobek bendera itu bernama Mbah Mukri, seorang Nahdliyyin dari Makam Agung Tuban.

Kiai Moertadji yang di kemudian waktu menjadi Rais Syuriyah PCNU Tuban (1983-1984), mendengarkan keterangan langsung dari Mbah Mukri, bersama dengan para saksi lainnya.

Memang, saat itu suasana sangat kacau. Para pejuang mengambil inisiatif masing-masing, termasuk beberapa pemuda pemberani yang menaiki tiang bendera dan merobek warna biru pada bendera merah-putih-biru Belanda. Termasuk juga, pahlawan yang berhasil membunuh Jenderal Mallaby, pimpinan tentara Sekutu Inggris Sang Pemenang Perang Dunia Kedua itu.

Namun, satu hal yang telah diyakini dan diinsafi kebenarannya, dari berbagai peristiwa seputar Resolusi Jihad dan Perang 10 November, yakni peranan besar dari para santri dan warga Nahdliyin dalam perjuangan kemerdekaan; Sebuah fakta yang justru tidak banyak dibahas dalam sejarah formal-konvensional. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Budaya, PonPes, AlaNu Santri An Nur Slawi

Sabtu, 19 Agustus 2017

Habiburrahman El-Shirazy Luncurkan Novel Terbaru di Tebuireng

Jombang, Santri An Nur Slawi - Para penggemar novel-novel Habiburrahman El-Shirazy (Kang Abik) dapat kembali menikmati sajian cinta yang indah dan menggugah dari penulis terkemuka Indonesia tersebut. Kang Abik akan meluncurkan novel terbarunya yang berjudul Bidadari Bermata Bening. Ia direncanakan tampil bersama Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Shalahuddin Wahid (Gus Sholah), Jumat (28/4) siang.

Dipilihnya Pesantren Tebuireng sebagai tempat peluncuran novel ini berasal dari inisiatif dan permintaan Kang Abik. Terkait pemilihan tempat, ada dua alasan yang diungkapkan pria kelahiran Semarang ini.

Habiburrahman El-Shirazy Luncurkan Novel Terbaru di Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)
Habiburrahman El-Shirazy Luncurkan Novel Terbaru di Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)

Habiburrahman El-Shirazy Luncurkan Novel Terbaru di Tebuireng

"Pertama, Tebuireng merupakan tempat yang bersejarah secara nasional. Tidak hanya tentang NU. Bicara tentang peta keislaman di Indonesia, maka Tebuireng dan Jombang tidak bisa dipisahkan," ujar Kang Abik.

Santri An Nur Slawi

Alasan kedua, cerita dan tokoh dalam novel Bidadari Bermata Bening itu berakar dari pesantren. "Maka, sangat tepat novel Bidadari Bermata Bening diluncurkan di pesantren, tepatnya Pesantren Tebuireng," tutur novelis alumnus Al-Azhar University Kairo itu.

Ketua Panitia Peluncuran dan Bedah Novel Bidadari Bermata Bening Septian Pribadi menuturkan, acara tersebut akan dihadiri tidak hanya santri Tebuireng.

Santri An Nur Slawi

"Panitia mengundang perwakilan seluruh pesantren di Jombang, bahkan hingga Kediri. Insya Allah peluncuran dan bedah novel Bidadari Bermata Bening akan dihadiri sekitar 2.000 orang," kata Septian, Pemimpin Redaksi Majalah Tebuireng ini. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pesantren Santri An Nur Slawi

Jumat, 18 Agustus 2017

LTNNU-ICC Jalin Kerjasama

Jakarta, Santri An Nur Slawi
Kunjungan Penasehat Presiden Republik Islam Iran Ayatullah Taqi Misbah Yazdi ke Kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (22/5), tak disia-siakan oleh Lajnah Ta’lief wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU).

Saat itu juga, lembaga pengembangan informasi di bawah naungan NU ini menjalin kerjasama dengan Islamic Cultural Center (ICC), sebuah lembaga pusat kebudayaan Iran di Indonesia.

Kerjasama kedua lembaga itu berbentuk membuka kursus Filsafat Islam dan Bahasa Persia (Bahasa Iran).

Penandatanganan kerjasama kedua lembaga itu secara simbolis dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi di hadapan petinggi PBNU yang lain dan Ayatullah Misbah beserta rombongannya.

Kursus Filsafat Islam diharapkan bukan hanya sebagai upaya memperkaya wawasan dalam bidang filsafat Islam, namun lebih dari itu sebagai langkah awal silaturrahmi antara kedua lembaga.

Sementara itu, kursus Bahasa Persia diperlukan dikarenakan banyak tradisi Islam baik fikih, filsafat maupun tasawuf yang ditulis dalam bahasa Persia belum tergali secara maksimal.

Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj mengemukakan bahwa banyak tokoh besar Islam yang berasal dari Persia. “Dalam bidang hadis kita kenal Imam Bukhari, Imam Muslim, dan Imam Turmudzi. Dalam filsafat kita kenal Ibnu Sina, al-Farabi, dan Fahrurrozi. Sementara di bidang tasawuf ada Maulana Jalaluddin Rumi dan Mulla Sadra,” ungkap nya.
 
Sementara itu, Wakil Sekretaris LTN-NU Dawam Sukardi mengatakan bahwa kursus itu akan dilakukan dalam waktu dekat. “Kursusnya akan dimulai dalam waktu dekat. Bagi yang berminat silakan hubungi LTN-NU,” katanya. (rif/dar)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pesantren, Humor Islam, Pahlawan Santri An Nur Slawi

LTNNU-ICC Jalin Kerjasama (Sumber Gambar : Nu Online)
LTNNU-ICC Jalin Kerjasama (Sumber Gambar : Nu Online)

LTNNU-ICC Jalin Kerjasama

Ulama Maroko Baca Fatihah untuk Tokoh Perempuan NU

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Kiprah tokoh perempuan NU almarhumah Mahsusoh Ujiati begitu membekas di benak Guru Besar Universitas Ibnu Thufail Maroko Prof Dr Mariam Ait Ahmed. Prestasi salah seorang pendiri IPPNU ini dinilai patut diapresiasi.

Ulama Maroko Baca Fatihah untuk Tokoh Perempuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Maroko Baca Fatihah untuk Tokoh Perempuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Maroko Baca Fatihah untuk Tokoh Perempuan NU

“Mari kita bacakan surat al-Fatihah kepada beliau. Al-Fatihah…” pinta Porf Mariam di sela kuliah umum yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Agama Islam NU (STAINU) Jakarta di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (12/11) malam.

Santri An Nur Slawi

Menurut dia, Mahsusoh adalah pedamping Dubes RI untuk Maroko Tosari Wijaya yang baik. “Subhanallah, ketika dibangun hubungan Indonesia dan Maroko dikirimlah wanita yang sangat mulia mendampingi seorang duta besar,” katanya sambil menahan air mata.

Santri An Nur Slawi

Mahsusoh dianggap berjasa dalam menghubungkan Indonesia dan Maroko. Salah seorang pimpinan Muslimat NU ini termasuk ibu yang selalu mengayomi, terutama bagi para mahasiswa yang ada di Maroko.

“Beliau mempunyai hati yang mulia, sehingga kedatangannya ke Maroko membawa bendera cinta. Beliau memberikan cinta kepada para mahasiswa,” sanjung Ketua Organisasi Persaudaraan Maroko-Indonesia ini .

Dalam acara Pekan Budaya di Maroko September lalu, Mahsusoh yang wafat pada 21 Desember 2011 itu mendapat anugerah penghargaan sebagai pejuang muslimah hubungan Indonesia-Maroko dari Jamiyyah Sidi Thalhah, bersamaan dengan acara mengenang al-Wali Sidi Thalhah, tokoh kemerdekaan Maroko.

 

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi RMI NU, Fragmen Santri An Nur Slawi

Kamis, 17 Agustus 2017

PMII Bandar Lampung Gelar Aksi Tolak Politik Uang

Bandar Lampung, Santri An Nur Slawi. Sejumlah kader PC PMII Bandar Lampung dari pelbagai perguruan tinggi menggelar orasi dan penggalangan 1000 tanda tangan bagi terciptanya demokrasi terhormat di Bandar lampung, Lampung, Rabu (8/1). Mereka mengajak warga Lampung menolak demokrasi transaksional, demokrasi umbar janji, dan demokrasi halal-haram hantam.

Ketua PC PMII Bandar Lampung Hendri Badra mengatakan, setelah merdeka 68 tahun, kematangan demokrasi yang diharapkan masyarakat masih sangat jauh dari harapan rakyat. “Republik ini masih terkungkung dengan kegalauan sistem demokrasi,” kata Hendri, Rabu (8/1).

PMII Bandar Lampung Gelar Aksi Tolak Politik Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bandar Lampung Gelar Aksi Tolak Politik Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bandar Lampung Gelar Aksi Tolak Politik Uang

Elit politik dan negarawan pada era Orde Lama berasal dari kalangan terdidik dan aktivis. Sementara pada Orde Baru, kata Hendri, elit politik diramaikan kalangan militer. Sedangkan saat ini, pengusaha juga turut andil dalam sistem kenegaraan. Buktinya banyak pengusaha melibatkan diri dalam partai besar selain membuat partai baru.

Santri An Nur Slawi

Berangkat dari sejumlah pertimbangan di atas, PC PMII Bandar Lampung menggelar aksi kali ini. Aksi ini mengambil bentuk orasi berjalan dari Gedung Juang hingga Tugu Adipura.

Hendri berharap aksi ini bisa menciptakan pemilu 2014 dan legislatif bersih supaya pemilihan umum kembali pada khittahnya. Sebagai tindak lanjut dari aksi ini, PC PMII Bandar Lampung membuka posko pengaduan dugaan kecurangan pemilu di beberapa titik di Kota Bandar Lampung. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Aswaja Santri An Nur Slawi

Selasa, 15 Agustus 2017

Kader IPNU-IPPNU Jangan Biasakan “Jam Karet”

Kudus, Santri An Nur Slawi. Dewan Koordinasi Anak Cabang  Corp Brigade Pembangunan dan Korp  Pelajar Putri (DKAC CBP-KPP) Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus mengadakan Orientasi Kepengurusan (OK) yang diikuti oleh 65 peserta perwakilan dari Pimpinan Ranting dan Komisariat. Kegiatan yang dilaksanakan di SMP Desa Rahtawu pada Sabtu-Ahad, 26-27 April 2014, menekankan pada kedisiplinan kader.

Kader IPNU-IPPNU Jangan Biasakan “Jam Karet” (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader IPNU-IPPNU Jangan Biasakan “Jam Karet” (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader IPNU-IPPNU Jangan Biasakan “Jam Karet”

Menurut Ketua Panitia, Jama’ah, kegiatan ini dalam rangka menyiapkan kapasitas mental dan intelektual para pengurus baru untuk mengemban amanah. Selain itu juga untuk menekankan prinsip kedisiplinan.

“Kegiatan ini diarahkan agar dapat membentuk kerakter disiplin. Kedisiplinan sangat dibutuhkan demi dapat menjalankan roda organisasi dengan baik. Jadi kalau masih ada istilah “jam karet”, itu harus diubah,” tegas Jama’ah saat kegiatan OK berlangsung (27/4).

Santri An Nur Slawi

Untuk membekali para peserta yang merupakan pengurus baru DKAC CBP-KPP, kegiatan ini menyajikan beberapa materi dan narasumber. Beberapa materi tersebut adalah problem solving, KeIPNU-IPPNUan, CBP-KPP, Ke-NU-an dan Ahlussunnah Waljama’ah.

Santri An Nur Slawi

Pupuk Keakraban

Selain menyajikan berbagai materi di atas, kegiatan OK juga mengajak peserta bermain Outbond. Hal ini dilakukan untuk memupuk rasa kebersamaan di antara semua peserta.

Usaha lain untuk memupuk keakraban dalam kegiatan ini adalah dengan pengelompokan peserta, memasak bersama tiap kelompok dengan bahan dan peralatan seadanya yang dibawa sendiri, hingga memakannya bersama dalam wadah satu nampan untuk 10 peserta.

Kader Inti IPNU-IPPNU

Dalam kesempatan penyampaian materi, Ubaidillah Dwi Lazuardi mengatakan bahwa sesungguhnya anggota CBP-KPP merupakan kader inti dari organisasi IPNU-IPPNU. Karenanya diharapkan peserta kegiatan ini dapat memperteguh komitmen berorganisasi.

“CBP-KPP adalah kader inti dari IPNU-IPPNU kita. Ini bisa dilacak dari hal yang paling sederhana, bahwa ketika menjadi anggota CBP atau KPP, maka secara pasti ia adalah anggota IPNU-IPPNU. Namun kalau anggota IPNU-IPPNU, belum tentu ia CBP-KPP,” jelasnya. (Istahiyyah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kajian, Daerah Santri An Nur Slawi

Minggu, 13 Agustus 2017

Gus Dur Telepon Raja Arab Saudi untuk Tunda Hukum Pancung

Jakarta, Santri An Nur Slawi 



KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)menjadi presiden sekitar 22 bulan. Dalam tempo cukup singkat, Gus Dur ini mampu melakukan banyak hal. Di antaranya ia meloloskan buruh migran Indonesia, Siti Zaenab, dari jeratan hukuman mati  terkait kasus pembunuhan di Arab Saudi. 

Saat itu, upaya yang dilakukan Gus Dur dengan cara langsung menelepon Raja Arab Saudi, yakni meminta untuk membatalkan eksekusi terhadap Siti Zaenab. Atas diplomasi Gus Dur ke Raja Arab itu, hukuman mati terhadap Zaenab pun ditunda. 

Gus Dur Telepon Raja Arab Saudi untuk Tunda Hukum Pancung (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Telepon Raja Arab Saudi untuk Tunda Hukum Pancung (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Telepon Raja Arab Saudi untuk Tunda Hukum Pancung

Namun, sekitar 14 tahun kemudian seusai Gus Dur dilengserkan dari kursi presiden, tepatnya (14/4/2015) pada pemerintahan Joko Widodo, nyawa Siti Zaenab tak dapat tertolong. Zaenab pun di vonis hukuman mati. 

Kehebatan diplomasi Gus Dur terhadap Raja Arab Saudi tersebut yang membela buruh migran ternyata masih membekas di ingatan Sekretaris Jenderal Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Siti Musdah Mulia. 

Santri An Nur Slawi

Musdah menilai, Gus Dur bukan hanya penggagas tapi juga langsung praktik, bertindak. 

"Seperti kasus TKW ini, Gus Dur tuh langsung telepon raja, " katanya saat mengisi acara Diskusi Publik di aula Griya Pergerakan Gus Dur Jl Taman Amir Hamzah No.8, Jakarta Pusat, Kamis (9 /11) dengan tema " Gus Dur dan Pencegahan Ekstremisme Kekerasan”. 

Menurutnya, tindakan Gus Dur, bukan model orang yang menghabiskan waktunya untuk berpikir dulu. 

Santri An Nur Slawi

"Ini satu kehebatan Gus Dur yang gak bisa saya lupakan," katanya mengenang. 

Kepedulian Gus Dur terhadap buruh migran, juga dibuktikan dengan menjadikan rumahnya sebagai tempat berteduh untuk sejumlah TKW. 

"Rumahnya jadi tempat berteduh sejumlah TKW di Ciganjur sana," katanya. 

Selain Siti Musdah Mulia, hadir juga menjadi pembicara Wakil Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Ahmad Suaedy, dan Direktur Eksekutif Maarif Institute for Culture and Humanity Fajar Riza Ul Haq. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi PonPes Santri An Nur Slawi

Muram Durja Para Pelayat itu

Pati, Santri An Nur Slawi. Jumat menjelang siang (24/1) di Kajen, suasana duka masih menyelimuti langit desa berjuluk “kota santri” ini. Wajah para pelayat yang memenuhi area pemakaman Syeikh KH Ahmad Mutamakkin tampak bermuram durja. Wajah-wajah sendu itu terpukau menatap pusara Almaghfurlah KH MA Sahal Mahfudh yang masih basah siraman air kembang.

Mbah Sahal, demikian Rais Aam Syuriah PBNU tiga periode ini disapa, sepertinya memiliki kharisma tersendiri bagi warga Nahdliyyin yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Rintik hujan dan cuaca dingin tak menyurutkan langkah mereka untuk berdoa di luar dinding kaca pemisah antara makam Mbah Mutamakkin dengan makam Mbah Sahal.

Muram Durja Para Pelayat itu (Sumber Gambar : Nu Online)
Muram Durja Para Pelayat itu (Sumber Gambar : Nu Online)

Muram Durja Para Pelayat itu

Mereka berdiri dengan sabar menanti selesainya para petugas yang membersihkan areal makam selepas upacara pemakaman Mbah Sahal yang dipimpin oleh KH Ahmad Yasir. Sementara doa oleh KH Ahmad Nafi’ Abdillah dan Habib Muhammad dari Tayu.

Santri An Nur Slawi

Suasana berkabung pun kian terasa kala bedug di Masjid Kajen dipukul bertalu-talu mengiringi kumandang tilawah yang merdu menyayat hati. Tak lama kemudian azan dikumandangkan pertanda sholat Jumat akan dimulai. Sang khotib, KH Ahmad Zakki Abdillah, menyampaikan khutbahnya dalam bahasa Arab. Memang ciri khas khutbah di Masjid Kajen menggunakan bahasa Arab yang simpel, namun sarat makna.

Uniknya, khutbah indah ber-uslub tinggi itu agaknya ditujukan secara khusus untuk mematri pesan atas wafatnya Mbah Sahal, Sang Kiai berwawasan global itu. Ya, Masjid Kajen turut berduka atas kepergian Mbah Sahal untuk selama-lamanya menghadap Sang Khaliq pada Jumat, 24 Januari 2014, sekitar pukul 01:10 WIB. Selamat jalan, Mbah Sahal..! (Ali Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pendidikan Santri An Nur Slawi

Sabtu, 12 Agustus 2017

Kapolda Lampung Rogoh Kocek Pribadi Demi Liga Santri

Bandar Lampung, Santri An Nur Slawi - Kapolda Lampung Brigjend (Pol) Ike Edwin menyambut baik kegiatan Liga Santri Nusantara. Pada pembukaan kegiatan, Senin (19/9), Ike yang juga Perdana Menteri Kepaksian Skala Brak, Lampung Barat berkenan melakukan tendangan pertama.

Di pengujung acara, Ike secara pribadi menjanjikan hadiah tambahan berupa uang pembinaan, juara pertama Rp5 juta, juara kedua Rp4 juta, dan juara ketiga Rp3 juta.

Kapolda Lampung Rogoh Kocek Pribadi Demi Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolda Lampung Rogoh Kocek Pribadi Demi Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolda Lampung Rogoh Kocek Pribadi Demi Liga Santri

"Ia mengapresiasi kegiatan tersebut dengan memberikan hadiah itu, bahkan diserahkan kontan kepada panitia," ujar Ketua Hipsi Lampung H Karim di Stadion Utama Pahoman Bandar Lampung, Kamis (22/9).

Santri An Nur Slawi

Sementara Pesantren Daarul Ulum Tanggamus melawan Pesantren Riyadhatul Ulum, Lampung Timur di babak final. Tanggamus unggul 1-0 atas Lampung Timur.

Babak pertama pertandingan berjalan seimbang. Di babak kedua, menit ke-15 tim Tanggamus melalui penyerang Habib Fauzi Rahman mencetak gol perdana yang disambut gempita suporter dengan tabuhan rancak genderang dan teriakan senang.

Santri An Nur Slawi

"Kami berlatih selama empat bulan sebelum kegiatan," ujar Rudi Hartono, pelatih kesebelasan Lampung Timur. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi IMNU, Hikmah Santri An Nur Slawi

Jumat, 11 Agustus 2017

NU Jember Pagari Kampus Unej dengan Pesantren

Jember, Santri An Nur Slawi 

Tingginya tingkat kenakalan remaja ditambah berkembangnya Islam radikal rupanya menimbulkan kecemasan tersendiri di tubuh PCNU Jember. Kecemasan itulah yang mendorong PCNU Jember untuk berbenah, utamanya melakukan pembenahan dari dalam dengan menambah akses-akses pendidikan yang dapat memperkuat penanaman Aswaja di kalangan pelajar dan generasi muda.

Demikian yang disampaikan Wakil Ketua PCNU Jember, KH Misrawi dihadapan peserta Dialog Pendidikan (20/6) yang digelar LP Ma’arif Jember di Madrasah Aliyah Ma’arif Jenggawah Jember.

NU Jember Pagari Kampus Unej dengan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jember Pagari Kampus Unej dengan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jember Pagari Kampus Unej dengan Pesantren

“Kesalahan yang dilakukan NU Jember selama ini adalah hanya membangun pesantren di wilayah pedesaan dengan mengabaikan wilayah perkotaan,” ungkap Kiai Misrawi. 

Santri An Nur Slawi

Akibat yang ditimbulkan dari kesalahan tersebut adalah terkikisnya paham Aswaja dari para pelajar yang melanjutkan pendidikannya di wilayah Jember kota, karena tidak ada lagi tempat bagi mereka untuk meningkatkan pemahaman dari paham yang selama ini mereka pelajari. Sementara pada waktu yang sama, pengaruh dari paham-paham yang lain begitu deras mempengaruhi generasi muda Nahdlatul Ulama.

Santri An Nur Slawi

“Itu sebabnya para Kiai NU di Jember sepakat untuk membentengi Jember Kota dengan pondok-pondok pesantren,” ungkap Kiai Misrawi. Langkah tersebut saat ini diawali dengan mengelilingi Kampus Universitas Jember dengan sejumlah pondok pesantren. Setidaknya, saat ini sudah berdiri 5 pondok pesantren yang siap untuk menampung putra-putri kaum nahdliyin yang melanjutkan pendidikannya di wilayah Kampus. Karena di kawasan tersebut, selain Unej, ada juga beberapa perguruan tinggi yang lain, diantaranya adalah Poltek, Universitas Muhammadiyah, IKIP PGRI, dan STIE Mandala.

Dijadikannya wilayah kampus sebagai sasaran pertama bagi pengembangan pesantren di wilayah Jember kota bukan tanpa alasan. Selain kawasan tersebut dipenuhi generasi muda dengan berbagai aktifitasnya, wilayah kampus selama ini juga ditengarai sebagai pusat berkembangnya paham-paham yang berseberangan dengan paham yang diusung Nahdlatul Ulama.

“Selain lembaga non-formal seperti pondok pesantren, lembaga pendidikan Ma’arif juga berusaha memperkuat penanaman Aswaja lewat pendidikan formal. Hal tersebut sebenarnya sudah kita lakukan selama ini. Namun melihat derasnya pengaruh yang ada, memaksa kita untuk bekerja lebih keras lagi. Karena itu pada tahun ajaran baru yang akan datang, kita akan kembali memberikan workshop kepada semua guru Aswaja mulai dari tingkat SD/MI hingga SMA/MA. 

Workshop tersebut nantinya akan kita jadikan embrio bagi peningkatan pemahaman tentang Aswaja kepada guru-guru LP Ma’arif, sehingga ke depan bukan hanya guru Mapel Aswaja saja yang memperoleh pelatihan tentang Aswaja, tapi juga semua guru LP Ma’arif,” terang Ketua LP Ma’arif Jember HM Suroto Bawani.

Selain menggelar Dialog Pendidikan yang dihadiri Kabid TK/SD Dispendik Jember dan Komisi D DPRD Jember, pada kesempatan itu LP Maarif Jember juga menyelenggarakan Pemilihan Pelajar Teladan yang diikuti seluruh lembaga SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA yang berada di bawah naungan LP Ma’arif Jember. 

Dalam Pemilihan Pelajar Teladan tersebut, selain materi pengetahuan umum, peserta juga diuji dengan materi Aswaja, termasuk tes wawancara untuk mengetahui seberapa dalam pemahaman peserta terhadap bacaan-bacaan tahlil. Pemilihan Pelajar Teladan yang sarat dengan materi ke-NU-an tersebut menjadi bukti nyata dari kesungguhan LP Ma’arif Jember untuk memperkuat penanaman paham Aswaja pada diri peserta didik. 

Redaktur: Mukafi Niam



Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pemurnian Aqidah Santri An Nur Slawi

Kamis, 10 Agustus 2017

Tangkal Islam Radikal, Ansor Pekalongan Aktifkan Majelis Dzikir Rijalul Ansor

Pekalongan, Santri An Nur Slawi



Untuk menangkal gerakan Islam radikal, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pekalongan mengoptimalkan Lembaga Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor. Hal ini dilakukan antara lain melalui penguatan aqidah Islam Ahlussunnah wal jamaah An-Nahdliyyah bagi kader GP Ansor.

H Sholahuddin Zuhdi, selaku ketua Lembaga Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Kabupaten Pekalongan menyatakan bahwa kegiatan Rijalul Ansor periode kepengurusan sekarang lebih fokus kepada penguatan pemahaman dan amaliyah internal kader Ansor.

Tangkal Islam Radikal, Ansor Pekalongan Aktifkan Majelis Dzikir Rijalul Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Islam Radikal, Ansor Pekalongan Aktifkan Majelis Dzikir Rijalul Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangkal Islam Radikal, Ansor Pekalongan Aktifkan Majelis Dzikir Rijalul Ansor

"Untuk itu pengurus Rijalul Ansor telah mengagendakan kegiatan rutin bulanan secara bergiliran dari satu PAC ke PAC lainnya. Adapun format kegiatannya diisi dengan khataman Al-Quran dilanjutkan kajian dan penguatan akidah Ahlussunnah wal Jamaah dengan mengundang narasumber dari rais syuriyah Nahdlatul Ulama Kab. Pekalongan," papar H Sholahuddin.

Pria yang akrab disapa Gus Sholah ini menambahkan bahwa momen kegiatan Rijalul Ansor juga dimaksimalkan untuk koordinasi dan konsolidasi organisasi. Ini cukup efektif mengingat kegiatan rutin bulanan ini diikuti oleh semua pengurus dan anggota Ansor dan Banser dari semua Pimpinan Anak Cabang (Kecamatan).

Santri An Nur Slawi

Sementara itu, M. Azmi Fahmi, selaku ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan mengingatkan kader Ansor untuk bisa menjadi contoh bagi masyarakat. Antara lain dengan istiqamah ngaji. Ia menyitir dawuh Mbah Maemun Zubair bahwa amaliyah terbaik yang dapat dilakukan saat ini adalah ngaji. Dengan ? ngaji, selain kapasitas keilmuannya terbangun juga akan meningkatkan spiritualitas seseorang.

"Melalui gerakan ngaji ini, Lembaga Rijalul Ansor bisa menjadi wadah yang baik dan bermanfaat bagi kader dan masyarakat. Oleh karena itu Ansor berharap terutama kepada pemuda santri atau alumni pesantren untuk dapat bergabung dan menguatkan Rijalul Ansor," tandas Azmi.

Santri An Nur Slawi

Putaran perdana Rijalul Ansor yang dilaksanakan pada Ahad malam Senin (27/11) bertempat di Gedung MWC NU Kedungwuni, Jalan Kebangkitan No. 9 Kedungwuni. Hadir KH Sabilal Rosyad yang mengkaji kitab Risalah Ahlussunnah wal Jamaah karangan Hadratusy Syakh KH Hasyim Asyari. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Sholawat, Jadwal Kajian, Pahlawan Santri An Nur Slawi

Rabu, 09 Agustus 2017

Ketua PCNU Surabaya Minta MWC dan Ranting NU Berkantor di Masjid

Surabaya, Santri An Nur Slawi - Pengurus harian PCNU Kota Surabaya dalam kunjungan kerjanya di MWCNU Kecamatan Gayungan Surabaya mengingatkan pentingnya masjid kepada pengurus ranting dan MWCNU. Mereka mengimbau pengurus MWCNU dan ranting untuk membuat sekertariat di masjid-masjid dan mushalla.

Hal ini dapat dipahami sebagai penguatan tradisi kultural Nahdlatul Ulama di Kota Surabaya.

Ketua PCNU Surabaya Minta MWC dan Ranting NU Berkantor di Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PCNU Surabaya Minta MWC dan Ranting NU Berkantor di Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PCNU Surabaya Minta MWC dan Ranting NU Berkantor di Masjid

"Saya minta pengurus tidak bersekretariat di rumah pribadi, tapi di mushalla dan masjid milik NU guna lebih mendekatkan diri pada jamiyah dalam rangka memperkuat basis kultural NU di Surabaya," kata Ketua PCNU Kota Surabaya H A Muhibbin Zuhri.

Selain memperkuat basis kultural, ia juga meminta MWC NU Gayungan untuk senantiasa ikut berperan dalam berbagai program masyarakat dan membantu pelayanan masyarakat di Surabaya.

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi

Pelayanan itu mencakup upaya pengentasan kemiskinan dengan memberikan motivasi dan membantu membuka lapangan usaha, "Ini salah satu ciri khas NU urban, dan memang cukup berat," tambahnya.

Sementara itu Ketua MWCNU Gayungan Surabaya H Sulaiman Sulaimi mengatakan, pihaknya mengusulkan NU Surabaya ke depan bisa berperan aktif dalam pengentasan kemiskinan.

"Karena banyak warga NU Kota Surabaya masih miskin dan hal ini harus dibantu," ujarnya. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Humor Islam, Sejarah Santri An Nur Slawi

Selasa, 08 Agustus 2017

Banser dan Ansor Pematangsiantar Turut Upacara Kemerdekaan

Pematangsiantar, Santri An Nur Slawi. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Pematangsiantar turut serta dalam upacara pengibaran bendera merah putih dalam memperingati Hari Ulang Tahun RI ke-71 pada 17 Agustus 2016 lalu. Hal ini sebagai komitmen Banser dalam menjaga NKRI dan sebagai penghormatan kepada pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan.

Banser dan Ansor Pematangsiantar Turut Upacara Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser dan Ansor Pematangsiantar Turut Upacara Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser dan Ansor Pematangsiantar Turut Upacara Kemerdekaan

Upacara pengibaran bendera merah putih dilaksanakan di Lapangan H. Adam Malik Pematangsiantar dengan Inspektur Upacara Pj Walikota Pematangsiantar Jumsadi Damanik. Elemen organisasi lain yang ikut serta di antaranya TNI, Polri, mahasiswa, siswa, SKPD dan beberapa OKP.

Kesatuan Banser di lapangan upacara dikomandoi Kepala Satkorcab Banser Sartono. Selain Banser, PC GP Ansor Kota Pematangsiantar juga hadir sebagai undangan yang dipimpin Ketua PC GP Ansor Arjuna.

Santri An Nur Slawi

Sebelum uapacara dimulai, Ketua PC GP Ansor Kota Pematangsiantar mengatakan, makna dalam upacara peringatan kemerdekaan RI? ke 71 ini adalah untuk menghargai dan mengenang jasa para pahlawan. Tak hanya itu, tapi juga untuk meningkatkan rasa kecintaan kita terhadap tanah air.

Santri An Nur Slawi

“Dan sesuai dengan tema Dirgahayu RI ke 71, kita harus kerja nyata berbuat untuk kebaikan,” ungkapnya. (Fajar Prabowo/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Sejarah, Santri Santri An Nur Slawi

Kelompok Ekstrem Jihadis Lakukan Propaganda Musuhi Negara

Bogor, Santri An Nur Slawi. Salah satu bentuk propaganda radikal yang dilakukan oleh kelompok ekstrem jihadis di antaranya mengajak orang lain untuk memusuhi negara. Langkah ini dilakukan dengan menngampanyekan bahwa sistem yang diselenggarakan negara adalah sistem kafir sehngga perlu diperangi.

Kelompok Ekstrem Jihadis Lakukan Propaganda Musuhi Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelompok Ekstrem Jihadis Lakukan Propaganda Musuhi Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelompok Ekstrem Jihadis Lakukan Propaganda Musuhi Negara

Hal itu diungkapkan oleh mantan teroris Jamaah Islamiyah Sofyan Tsauri, Selasa (5/12) di Bogor, Jawa Barat. Dalam kegiatan Halaqah Kiai dan Nyai yang diselenggarakan Pusat Studi Pesantren (PSP) ini, Sofyan juga menjelaskan penguatan ideologi teror kepada para kombatan.

Memusuhi negara ini, menurut Sofyan, bukan hanya pemerintah saja, tetapi juga seluruh pihak penyelenggara negara yang terlibat dalam pemerintahan tersebut.

“Dalil-dalil perang (qital) sebagai penguat dibumbui dengan propaganda memusuhi negara. Seperti menganggap bahwa polisi adalah kafir, menghalangi perjuangan jihad sehingga harus disingkirkan,” jelas Sofyan Tsauri yang berbait kepada Abu Bakar Ba’asyir.

Santri An Nur Slawi

Dia juga mengungkapkan, kebanyakan pemahaman agama yang mereka lahap berasal dari pemahaman Muhammad bin Abdul Wahab Najd.

“Pemahaman agama yang berkembang adalah tradisi Najdiyan,” jelasnya. Namun, ia menerangkan dari kelompok-kelompok yang ada selama ini, ada yang bergerak di bagian ideologi agamanya dan kelompok yang terus berupaya memperkuat ideologi teror dengan memusuhi negara.



Santri An Nur Slawi



Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pusat Studi Pesantren Achmad Ubaidillah mengatakan, radikalisme keagamaan bukan barang baru, telah ada sejak dulu dan entah sampai kapan.

“Istilahnya bisa berbeda, seperti fundamentalisme, hardliners (aliran keras), ekstremisme, militanisme, dan pada puncaknya terorisme,” terang Ubaidillah yang mengangkat tema Jihad Pesantren Berbasis Literasi: Ikhtiar Menangkal Radikalisme Beragama dalam kegiatan yang melibatkan 50 kiai dan nyai dari sejumlah daerah ini.

Dia mengatakan, ikhtiar yang dilakukannya ini merupakan usaha menjalin jaringan dan konsolidasi lintas pesantren untuk mewujudkan tujuan bersama dalam meningkatkan literasi pesantren sebagai upaya menangkal radikalisme agama.

“Tantangan pesantren di era teknologi tidaklah mudah mengingat propaganda radikal saat ini memanfaatkan berbagai ruang media digital,” tuturnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Olahraga Santri An Nur Slawi

Minggu, 06 Agustus 2017

Dari Arafah, Menag Sampaikan Pesan untuk Merawat Persaudaraan

Arafah, Santri An Nur Slawi?

Amirul Hajj yang juga Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan pidato di hadapan jamaah haji Indonesia pada saat Wukuf di Arafah, Kamis (31/9).

Dari Arafah, Menag Sampaikan Pesan untuk Merawat Persaudaraan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Arafah, Menag Sampaikan Pesan untuk Merawat Persaudaraan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Arafah, Menag Sampaikan Pesan untuk Merawat Persaudaraan

“Hari ini kita hadir di tempat yang mulia, dan saat yang istimewa. Inilah Arafah. Puncak dari ibadah yang sedang kita lakukan. Banyak ulama mengatakan, di Arafah inilah puncak dari kesadaran setiap umat manusia untuk mengenali siapa dirinya. Karenanya, dia mengenali siapa Tuhannya. Haji adalah Arafah. Inilah tempat kita untuk berhenti sejenak dari seluruh aktivitas keduniawian untuk melakukan instrospeksi diri untuk lebih mengenali diri," ujarnya sebagaimana dilaporkan Kemenag.go.id.

Menag melanjutkan, Rasulullah berpesan kepada kita untuk merawat persaudaraan. Janganlah sesama kita saling menumpahkan darah, saling merampas harta sesama. Harapannya sesama manusia saling memberikan perdamaian. "Persaudaraan adalah sesuatu yang mendasar yang oleh Rasulullah dijadikan indikator kemabruran," katanya.

Menag menuturkan, ketika Rasulullah ditanya soal tanda kemabruran? Rasul menjawab: memberi makan kepada sesama dan menebarkan salam. "Makan adalah kebutuhan mendasar, dan memberi makan kepada sesama adalah salah satu simbol kepedulian sosial," ucapnya.

Menag menyampaikan, bahwa menebarkan kedamain itu itu esensi ajaran Islam. Menjadi tugas muslim untuk senantiasa mewujudkannya di lingkungan masing-masing. "Saya mengajak kita semua untuk mendoakan, selain untuk diri, juga unik seluruh jemaah haji agar mereka bisa melaksanakan seluruh manasik haji dan mencapai kemabruran," ajaknya.

Santri An Nur Slawi

Bagi Menag, dengan haji mabrur kita berharap kepekaan sosial di kalangan umat manusia semakin meningkat, dan dengan kemabruran sekitar 3 juta jemaah, mereka mampu menjadi duta perdamaian dalam ikut membangun peradaban dunia.

Doa dari seluruh tamu Allah untuk mendoakan saudara kita yang di Tanah Air dan di manapun di bumi ini untuk mamou meningkatkan kesejahteraan, kepedulian sosial, dan mampu menjaga persaudaraan sesama manusia. "Setajam apapun perbedaan di antara kita, jangan sampai mengoyak sisi kemanusiaan kita karena kita diikat persaudaraan sesama manusia," ujarnya.

"Mudah-mudahan Arafah membawa kita semua pada kesadaran ini dan membawa kita untuk mampu mewujudkannya di lingkungan kita masing-masing," ucapnya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Habib, Meme Islam, Warta Santri An Nur Slawi

Islam: Pribadi dan Masyarakat

Oleh KH Abdurrahman Wahid. Sejarah perkembangan Islam di manapun juga, senantiasa memperlihatkan jalinan antara dua hal, yaitu sistem individu (perorangan) dan sisi kemasyarakatan (sosial). Kedua hal itu harus dimengerti benar, kalau kita menginginkan pengetahuan mendalam akan agama tersebut. Kalau hal ini telah dilaksanakan, maka akan kita lihat beberapa kemungkinan untuk pengembangan lebih jauh. Tentu saja ada yang menyanggah pendirian tersebut, dengan dalih Islam telah sempurna, dan tidak memerlukan pengembangan. Pendapat tersebut perlu diuji kebenarannya, agar kita memperoleh gambaran lengkap tentang apa yang seyogianya dilakukan atau tidak dilakukan. Dengan kata lain, sebenarnya kita saat ini memerlukan skala prioritas yang lebih jelas, dalam menatap masa depan.

Memang kitab suci al-Qurân tidak pernah secara jelas membagi kedua masalah itu (individu dan sosial) dalam kandungannya. Seluruhnya bersandar pada kemampuan kita memahami kitab suci tersebut, mana yang merupakan perintah (khittah) untuk perorangan, dan mana yang untuk masyarakat. Seluruhnya bergantung atas penafsiran kita. Umpamanya saja firman Allah Swt yang menyatakan: “Dan Ku-jadikan kalian berbangsa- bangsa dan bersuku-suku bangsa agar saling mengenal (wa ja’alnâkum syu’ûban wa qabâila lita’ârafû)” (QS al-Hujurât [49]:13). Jelas di situ, yang dimaksudkan umat manusia secara keseluruhan, dan yang dikehendaki adalah kenyataan yang tidak tertulis: persaudaraan antara sesama manusia.

Islam: Pribadi dan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam: Pribadi dan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam: Pribadi dan Masyarakat

Dalam kitab suci al-Qurân terdapat sebuah ayat yang sangat penting yang berbunyi: “kawinilah apa yang baik bagi kalian, daripada wanita-wanita, dua, tiga atau empat orang wanita (tetapi) jika kalian takut tidak dapat (bersikap) adil, maka hanya seorang (istri) saja (fankihû mâ thâba lakum min an-nisa matsnâ wa tsulâtsâ wa rubâ’a wa in khiftum an lâ ta’dilû fa wâhidah)” (QS al-Nisa [4]:3). Jelas ini merupakan perkenan, bukan perintah. Karena itu, ia bersifat perorangan karena tidak dapat dilakukan generalisasi, itupun harus dirangkaikan dengan kenyataan, siapakah yang menentukan poligami itu adil? Kalau pihak lelaki, berapa orang perempuan pun akan tetap dirasa "adil". Sedangkan bagi perempuan, masalah keadilan itu bersangkut paut dengan rasa keadilan secara "normal", tentu lebih banyak kaum perempuan yang merasakan poligami itu tidak adil.

Santri An Nur Slawi

***

Dengan kemampuan memilih dan membedakan mana yang bersifat individual, dari hal yang bersifat kemasyarakatan (kolektif) jelas peranan menggunakan akal dan pikiran kita menjadi sangat besar. Dalam khasanah pemikiran ini, salah satu adagium “harta warisan“ yang dipakai NU sebagai patokan adalah: “memelihara apa yang baik dari masa lampau, dan menggunakan hanya yang lebih baik yang ada dalam hal yang baru (al-muhâfadzatu ’alal-qadîmis sâlih wal akhdzu bil jadîdil-ashlah).”

Terkadang, sebuah kewajiban agama memiliki dua sisi itu, yaitu sisi individual dan sisi kolektif sekaligus, yang menjadikan kita sering lupa bahwa perintah agama dapat saja memiliki kedua dimensi tersebut. Umpamanya saja, kewajiban berpuasa, yang semula diperintahkan sebagai sesuatu yang bersifat individual, perintah Allah Swt: “Diperintahkan kepada kalian untuk berpuasa, seperti juga diwajibkan atas kaum-kaum sebelum kalian (kutiba ’alaikumus-shiyâm kamâ kutiba ’alal-ladzîna min qablikum)” (QS al-Baqarah [2]:183). Perintah yang sepintas lalu bersifat individual ini pada akhirnya berlaku bagi seluruh kaum muslimin, sebagai kewajiban semua orang Islam. Dengan demikian, kita harus mampu mencari yang kolektif dari sumbersumber tertulis (dalil naqli).

Santri An Nur Slawi

Dalam perintah Nabi yang tertulis saja, yang membawakan sebuah kecenderungan baru, terkadang kita sulit untuk membedakan atau menetapkan, mana yang berwatak kolektif dan mana yang individual. Sebagai contoh, dapat dikemukakan adanya adagium: “Carilah ilmu dari buaian hingga ke liang kubur (uthlub al-ilma min al-mahdi ila al-lahdi).” Memang hal itu adalah kerja terpuji, tetapi tidak jelas dalam ungkapan ini, apakah kewajiban yang timbul itu berlaku untuk perorangan seorang muslim ataukah bagi sekelompok kolektif kaum muslimin? Jika diartikan sebagai kewajiban kolektif, bagaimanakah halnya dengan mereka yang tidak bersekolah? Benarkah mereka termasuk orang-orang bersalah?

Kejelasannya tidak dapat dicapai dengan ungkapan harfiyah (literalis), karena tidak akan tercapai kesepakatan kaum muslimin tentang “kewajiban” bersekolah. Tapi apakah tanpa kesepakatan itu, lalu orang tidak berhak mendapat pendidikan? Dalam keadaan tiadanya kesepakatan tentang suatu hal, maka seseorang dapat mengikuti pendapat wajib bersekolah, sama halnya seperti orang yang mengikuti pendapat tidak wajib bersekolah. Apakah sesuatu itu merupakan kewajiban universal ataukah kewajiban fakultatif? Dapat dikemukakan sebagai contoh mengenai hal ini, yaitu adanya ungkapan populer “mencintai tanah air adalah sebagian (pertanda) dari keimanan (hubbul-wathan minal-îmân).” Tidak jelas apa wujud “kewajiban” mencintai tanah air yang menjadi tanda keimanan seseorang itu? Apakah ini berarti kewajiban memasuki milisi untuk mempertahankan tanah air, atau bukan? Untuk itu, diperlukan penjelasan dengan menggunakan akal, sehingga sumber tertulis (dalil naqli) maupun keterangan rasional (dalil aqli) dapat digunakan bersamaan.

Terkadang, sebuah ucapan yang secara harfiyah tidak menunjukan suatu arti khusus, dapat saja secara rasional diberi arti sendiri oleh kaum muslimin. Contohnya, adalah ucapan Nabi Muhammad Saw: “Tuntutlah ilmu pengetahuan hingga ke (tanah) Tiongkok (uthlubul-ilma walau bis-shîn).” Ungkapan tersebut hanya menunjuk kepada perintah menuntut pengetahuan hingga ke tanah Cina, namun para ahli hadits memberikan arti lain lagi. Menurut mereka, yang dimaksudkan oleh ungkapan Nabi Muhammad Saw tersebut jelas-jelas menunjukan, kewajiban mempelajari ilmu pengetahuan non-agama juga. Bukankah di tanah Tiongkok waktu itu belum ada masyarakat muslim sama sekali? Bukankah ini secara teoritik, pemberian kedudukan yang sama di mata agama, antara pengetahuan agama (Islamic studies) dan pengetahuan non-agama? Perumusan sikap oleh para ahli agama Islam tersebut, yaitu kewajiban menuntut disiplin ilmu non-agama, memberikan kedudukan yang sama diantara keduanya.

Di lihat dari berbagai pengertian, seperti diterangkan di atas, jelaslah bahwa ribuan sumber tertulis (dalil naqli), baik berupa ayat-ayat kitab suci al-Quran maupun ucapan Nabi Muhammad Saw, akan memiliki peluang-peluang yang sama bagi pendapat-pendapat yang saling berbeda, antara universalitas sebuah pandangan atau partikularitasnya di antara kaum muslimin sendiri. Dengan demikian, menjadi jelaslah bagi kita bahwa perbedaan pendapat justru sangat dihargai oleh Islam, karena yang tidak diperbolehkan bukannya perbedaan pandangan, melainkan pertentangan dan perpecahan. Kitab suci kita menyatakan: “Berpeganglah kalian kepada tali Allah secara menyeluruh, dan janganlah terpecah-belah/saling bertentangan (wa’ tashimû bi habli Allâh jamî’an walâ tafarraqû)” (QS Ali Imran [3]:103).

Ini menunjukkan lebih jelas, bahwa perbedaan pendapat itu penting, tetapi pertentangan dan keterpecah-belahan adalah sebuah malapetaka. Dengan demikian, nampak bahwa perbedaan, yang menjadi inti sikap dan pandangan perorangan harus dibedakan dari pertentangan dan keterpecah-belahan dari sebuah totalitas masyarakat. Mudah untuk mengikuti ayat kitab suci tersebut, bukan?

*) Diambil dari Abdurrahman Wahid, Islamku Islam Anda Islam Kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi, 2006 (Jakarta: The Wahid Institute). Tulisan ini pernah dimuat di Duta Masyarakat, 14 Februari 2003.

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi IMNU Santri An Nur Slawi

Jumat, 04 Agustus 2017

Mengenal Kiai Umar Sumberwringin Jember

Nama Kiai Umar, memang tidak terlalu populer. Namun di zamannya, kiai yang satu ini cukup terkenal sebagai pejuang NU yang tangguh. Dialah ayahanda Kiai Khotib Umar, Jember. Nama yang disebut terakhir ini, sudah tidak asing di telinga warga NU, khususnya Jawa Timur.

Selain dikenal sebagai sesepuh NU, Kiai Khotib Umar juga dikenal dekat dengan Gus Dur dan keluarganya. Setiap kali berkunjung ke Jember, hampir dipastikan Gus Dur singgah di Sumberwringin, sebutan Pesantren Raudlatul Ulum asuhan Kiai Umar.

Kiai Umar lahir di Desa Suko, Kec. Jelbuk, Kabupten Jember dari pasangan Kiai Ahmad Ikram dan Nyai Aminah tahun 1904 M. Putra sulung dari 4 bersaudara ini bernama asli Abd. Mushowwir. Sejak kecil, ia belajar mengaji kepada ayahnya sendiri. Menjelang remaja, Mushowwir dikirim ke Pesantren Banyuanyar, Pamekasan, Madura

Mengenal Kiai Umar Sumberwringin Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Kiai Umar Sumberwringin Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Kiai Umar Sumberwringin Jember

Di pesanteren asuhan KH. Abdul Hamid tersebut,  Mushowwir dikenal sebagai santri yang  sangat setia mengabdi kepada gurunya. Misalnya, setiap hari ia menimbakan air untuk memenuhi bak mandi sang guru. Diantara teman sepondok Mushowwir  saat itu yang kemudian jadi “orang” adalah KH. As’ad Syamsul Arifin (Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo), KH. Zaini Mun’im (Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo) dan  KH. Junaidi Asmuni (Pesantren Bustanul Makmur, Genteng, Banyuwangi).

Setelah cukup lama nyantri, Mushowwir pulang ke Jember. Namun karena Mushowwir selalu dahaga akan ilmu, maka ia pun mondok di Pesantren Raudlatul Ulum, Sumberwringin, Kec. Sukowono, Jember yang diasuh paman iparnya, KH. M. Syukri. Tak berapa lama kemudian, Mushowwir pindah ke Pesantren Al-Wafa, Tempurejo, Jember asuhan KH. Abdul Azis, yang tak lain putra gurunya, KH. Abdul Hamid. Mushowwir lalu pindah ke Pesantren Ya’kub Hamdani di Siwalan, Panji, Sidoarjo asuhan KH. Khozin.

Sebenarnya Mushowwir masih ingin mondok beberapa lama lagi di situ, namun seiring berjalannya waktu, Pesantren Raudlatul Ulum membutuhkan tenaga untuk memutar roda pesantren.  Lebih-lebih, KH. M. Syukri sudah sakit-sakitan. Maka, Mushowwir memutuskan pulang ke Sumberwringin setelah  beberapa bulan menginjakkan kaki di Siwalan. Saat itu, Mushowwir sudah ditunangkan dengan putri satu-satunya KH. M. Syukri. Namanya Shofiah.

Santri An Nur Slawi

Tak lama kemudian, KH. M. Syukri wafat setelah sebelumnya sempat menikahkan putrinya dengan Mushowwir. Sejak saat itulah Mushowwir ditahbiskan menjadi pengasuh Pesantren Raudlatul Ulum, menggantikan mertuanya. Beberapa waktu kemudian, Mushowwir naik haji. Setelah 7 bulan, baru pulang dengan nama baru; KH. Muhamamd Umar. Orang kemudian biasa memanggilnya Kiai Umar.

Ketika Kiai Umar memimpin pesantren, serdadu Belanda tengah giat-giatnya menancapkan kuku kekuasaannya. Tak urung, Raudlatul Ulum pun jadi markas perjuangan di bawah komando Kiai Umar. Karena perannya itu, ia pernah ditahan Belanda. Selain santri, ada sektiar 250 pejuang yang bermarkas di pesantren tersebut. Siang mengaji, malamnya bergerilya.

Santri An Nur Slawi

Saat Jepang berkuasa, Kiai Umar juga menjadi bidikan serdadu Jepang. Itu karena ia berani menolak melakukan Saikere. Sebuah gerakan dengan membungkukkan badan 90 derajat selama beberapa detik untuk menghormati raja Jepang, Tenno Heika.

Setelah Indonesia merdeka, partai Islam bermunculan. Diantaranya NU, Masyumi, Perti dan SI. Sebagai ulama berpengaruh, Kiai Umar tak luput dari incaran partai Islam tersebut. Dan itu jelas membuatnya bingung. Karena itu, Kiai Umar kemudian beristikharah untuk menentukan pilihan. Dalam sebuah mimpi, seolah ia tengah mengikuti rapat akbar, dan  di situ semua lambang partai Islam, terpampang jelas. Rasulullah SAW yang juga menghadiri  rapat tersebut memberikan isyarat kepada Kiai Umar. “Semua partai ini baik, namun yang paling baik adalah itu (sambil menunjuk lambang NU),” katanya.

Maka sejak itu (1977), mantaplah pilihan Kiai Umar terhadap partai NU. Iapun dilantik sebagai Rois Awwal oleh KH. Ahmad Shiddiq. Kiai Umar all out berkampanye untuk partai NU. Namun dalam setiap kampanye, Kiai Umar intinya berdakwah. Karena itu, orasinya sangat santun, dan tak pernah menyinggung partai lain, apalagi mencaci. Teman seperjuagannya dalam partai NU antara lain; KH. Zaini Mun’im, KH. As’ad Syamsul Arifin, KH. Dhofir Salam (Pesantren Al-Fattah, Talangsari), KH. Ahmad Mursyid dan KH. Abd. Hannan (Tanggul).

Kendati sibuk di politik, namun Kiai Umar tak pernah melalaikan kewajibannya mengelola pesantren. Baginya, mendidik santri adalah tugas utama.

Setelah menunaikan ibadah haji yang kedua kalinya, Kiai Umar sakit-sakitan. Di penghujung tahun 1982, ia wafat. Anak-anaknya sudah siap meneruskan perjuangan sang ayah. Mereka adalah Nyai Hj. Masturoh Umar. KH. Khotib Umar, KH. Muzammil Umar,KH. Misbah Umar dan KH. Lutfi Umar. Kiai Khotib Umar menjadi sesepuh Sumberwringin saat ini. (Aryudi A. Razak).

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Hadits Santri An Nur Slawi

Rabu, 02 Agustus 2017

Dilaporkan HTI ke Komnas HAM, Ini Instruksi Kasatkornas Banser

Jakarta, Santri An Nur Slawi - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sepenuhnya mengawal sikap PP GP Ansor dalam mendukung penerbitan Perppu Nomor 2 tahun 2017 mengenai pembubaran ormas radikal anti-NKRI dan anti-Pancasila, khususnya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Terkait upaya HTI yang melaporkan Banser ke Komnas HAM, Kasatkornas Banser H Alfa Isnaeni meminta segenap anggota Banser tetap tenang.

"Mencermati dinamika perkembangan dan kebijakan pemerintah terkait Perppu dimaksud serta pemberitaan di media, jika HTI telah melaporkan Banser dan Polisi ke Komnas HAM dengan tuduhan? telah melakukan sejumlah tindakan persekusi terhadap anggota HTI di beberapa daerah, maka seluruh jajaran Banser di manapun berada untuk tetap melakukan tugas-tugasnya dengan berpedoman pada SOP (standar operasional prosedur) yang telah ada dan dalam pengawasan Provost Banser," tegas Alfa di Jakarta, Selasa (18/7).

Dilaporkan HTI ke Komnas HAM, Ini Instruksi Kasatkornas Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilaporkan HTI ke Komnas HAM, Ini Instruksi Kasatkornas Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilaporkan HTI ke Komnas HAM, Ini Instruksi Kasatkornas Banser

Selanjutnya, Banser harus tetap melakukan konsolidasi dengan memperhatikan tatacara koordinasi dengan pengurus NU setempat, meningkatkan silaturahmi dengan para kiai dan tokoh di daerahnya dengan tetap dalam bingkai tatakomando berlaku.

"Terhadap kasus pelaporan HTI ke Komnas HAM, saya menyerukan kepada jajaran Banser untuk menahan diri, dengan sepenuhnya mempercayakan kepada para pimpinan di bawah koordinasi dan kendali Sahabat Yaqut Cholil Qoumas sebagai Ketua Umum PP GP Ansor yang secara teknis dipercayakan kepada Tim Advokat Ansor melalui LBH? PP GP Ansor, guna melindungi dari tuduhan-tuduhan HTI," ujar Alfa lagi.

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi

Kasatkornas menambahkan, Banser sepenuhnya taat kepada sikap GP Ansor, untuk mengawal Perpu No. 2 Tahun 2017 sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah, guna melindungi seluruh WNI dan mempertahankan NKRI dengan ideologi Pancasila dari ancaman ideologi lain, baik komunis dan khilafah serta lainnya.

"Satkornas Banser bersama PP Ansor melalui LBH PP Ansor akan melindungi seluruh anggota-anggota GP Ansor dan Banser dari tuduhan-tuduhan, fitnah, serta ancaman dari ormas radikal anti-NKRI dan anti-Pancasila," kata Kasatkornas lagi.

Ia mengimbau, pengurus harian LBH Ansor dan Banser se-Indonesia untuk melakukan koordinasi dengan LBH PP GP Ansor.

"Banser di Indonesia untuk senantiasa ikhtiar batin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak riyadhah. Kalau perlu memperbanyak hizib yang diberikan para kiai dengan senantiasa mengharap ridha Allah," demikian H Alfa Isnaeini. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pertandingan, Kajian Islam Santri An Nur Slawi