| Kader IPNU-IPPNU Jangan Biasakan “Jam Karet” (Sumber Gambar : Nu Online) |
Kader IPNU-IPPNU Jangan Biasakan “Jam Karet”
Menurut Ketua Panitia, Jama’ah, kegiatan ini dalam rangka menyiapkan kapasitas mental dan intelektual para pengurus baru untuk mengemban amanah. Selain itu juga untuk menekankan prinsip kedisiplinan.“Kegiatan ini diarahkan agar dapat membentuk kerakter disiplin. Kedisiplinan sangat dibutuhkan demi dapat menjalankan roda organisasi dengan baik. Jadi kalau masih ada istilah “jam karet”, itu harus diubah,” tegas Jama’ah saat kegiatan OK berlangsung (27/4).
Santri An Nur Slawi
Untuk membekali para peserta yang merupakan pengurus baru DKAC CBP-KPP, kegiatan ini menyajikan beberapa materi dan narasumber. Beberapa materi tersebut adalah problem solving, KeIPNU-IPPNUan, CBP-KPP, Ke-NU-an dan Ahlussunnah Waljama’ah.Santri An Nur Slawi
Pupuk KeakrabanSelain menyajikan berbagai materi di atas, kegiatan OK juga mengajak peserta bermain Outbond. Hal ini dilakukan untuk memupuk rasa kebersamaan di antara semua peserta.
Usaha lain untuk memupuk keakraban dalam kegiatan ini adalah dengan pengelompokan peserta, memasak bersama tiap kelompok dengan bahan dan peralatan seadanya yang dibawa sendiri, hingga memakannya bersama dalam wadah satu nampan untuk 10 peserta.
Kader Inti IPNU-IPPNU
Dalam kesempatan penyampaian materi, Ubaidillah Dwi Lazuardi mengatakan bahwa sesungguhnya anggota CBP-KPP merupakan kader inti dari organisasi IPNU-IPPNU. Karenanya diharapkan peserta kegiatan ini dapat memperteguh komitmen berorganisasi.
“CBP-KPP adalah kader inti dari IPNU-IPPNU kita. Ini bisa dilacak dari hal yang paling sederhana, bahwa ketika menjadi anggota CBP atau KPP, maka secara pasti ia adalah anggota IPNU-IPPNU. Namun kalau anggota IPNU-IPPNU, belum tentu ia CBP-KPP,” jelasnya. (Istahiyyah/Anam)
Dari Nu Online: nu.or.id
Santri An Nur Slawi Kajian, Daerah Santri An Nur Slawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar