Rabu, 13 April 2016

Kemenag Kirim 42 Guru PAI Kursus Singkat ke Australia

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) mengirimkan 42 orang yang terdiri atas Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) dan pengawas PAI untuk kursus singkat (short course) ke Australia. Selama 15 hari di Australia, peserta kursus singkat belajar di Universitas Adelaide dan berkunjung ke beberapa sekolah yang ada di Adelaide, Melbourne, dan Sydney.

Direktur PAI Amin Haedari menuturkan bahwa pengiriman para GPAI dan pengawas ke Australia itu dimaksudkan untuk membekali mereka tentang metodologi pembelajaran dan multikulturalisme.

Kemenag Kirim 42 Guru PAI Kursus Singkat ke Australia (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Kirim 42 Guru PAI Kursus Singkat ke Australia (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Kirim 42 Guru PAI Kursus Singkat ke Australia

“Mereka kita kirim ke Australia bukan untuk belajar konten PAI, tapi metodologi dan multikulturalisme,” terang Amin di Jakarta.

Santri An Nur Slawi

Selama di Australia, para guru PAI dan pengawas ini terbagi ke dalam dua waktu. 10 hari pertama mereka belajar di Universitas Adelaide, dan 5 hari berikutnya rombongan dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok ke Melbourne dan satu kelompok lagi ke Sydney.

Di Adelaide mereka belajar di kampus dan juga berkunjung ke beberapa sekolah di wilayah setempat. Di Melbourne dan Sydney mereka hanya melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah.

Santri An Nur Slawi

“Mereka sengaja kita kirim ke sekolah-sekolah yang ada di Melbourne atau Sydney agar bisa melihat langsung proses pembelajaran di sana. Biar mereka juga bisa bertukar pendapat dengan para tenaga pendidik dan siswa, dan mengamati pembelajaran di kelas. Sekaligus bagaimana pengelolaan pendidikan di sana,” terang Amin.

Hasil dari kursus singkat di Australia ini menurut Amin akan dirumuskan, dibukukan, dan diimplementasikan untuk semua guru PAI yang ada di Indonesia mulai tahun 2016 mendatang. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Fragmen, Santri Santri An Nur Slawi

Kembangkan Ekonomi Pesantren, Asparagus Jember Belajar Hidroponik

Jember, Santri An Nur Slawi - Sejumlah pengurus Aspirasi para Lora dan Gus (Asparagus) Kabupaten Jember, Jawa Timur, Ahad (12/3) sekitar pukul 16.00 WIB mengunjungi petani hidroponik di Yayasan Roudlotul Mutaalimin (Yasrama) Gumuk Sanggar Desa Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.

Kunjungan para pengurus organisasi putra? kiai Nahdlatul Ulama? (NU) ini dimaksudkan untuk mengenal lebih dekat bagaimana cara bertani dengan sitem hidroponik.

Kembangkan Ekonomi Pesantren, Asparagus Jember Belajar Hidroponik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Ekonomi Pesantren, Asparagus Jember Belajar Hidroponik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Ekonomi Pesantren, Asparagus Jember Belajar Hidroponik

“Kami sangat tertarik sekali, makanya kami ke sini bersama pengurus untuk belajar bagaimana bertani? hidroponik dengan sistem green house ini , mudah-mudahan bisa dikembangkan di pondok-pondok pesantren,” jelas? Ketua Asparagus Jember, Gus Rodi.

Santri An Nur Slawi

Menurut salah satu pengurus Pondok Pesantren Darus Sholah, Tegal Besar, Kaliwates Jember ini, sebenarnya potensi pesantren sangat besar.

“Di ponpes Jember ini, hidup ratusan ribu santri dan sejumlah lahan yang masih belum dimanfaatkan, khususnya di desa-desa. Hal ini merupakan potensi terpendam. Bisa dijadikan pasar sekaligus produsen.? Jika dikelola dengan baik saya yakin akan luar biasa,” jelasnya.

Pernyataan ini dikuatkan Gus Robif. Putra kiai asal? Kecamatan Umbulsari ini mengakui bahwa lahan yang belum dimanfaatkan di pondoknya masih cukup luas. Karena masih belum tahu ilmunya, maka lahan itu masih dibiarkan begitu saja.

Santri An Nur Slawi

Padahal, kalau dimanfaatkan untuk kebutuhan sayur, seperti kangkung, sawi? dan sayuran lain yang harus dibeli setiap hari tidak kurang dari dua karung. “Untuk itu kami berpikir pesantren harus bisa memenuhi kebutuhannya sendiri, khususnya kebutuhan sehari-hari,” timpal Gus Fauzan.

“Makanya kami berpikir bagaimana pesantren dapat memanfaatkan potensinya. Sebagai lembaga dari putra-putra kiai, kami ingin mengembangkan ekonomi pesantren. Sebelum mengembangkan yang lain, mungkin bertani hidroponik, bisa kita awali,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Pengurus Yasrama Kustiono Musri menyampaikan kesenangannya dikunjungi para putra kiai nu ini. Menurutnya mimpi itu juga terselip di benaknya.

“Saya juga mimpi, untuk mengembankan hidroponik ke seribu pesantren. Kedatangan para lora dan gus membuat mimpi itu mendekati kenyataan. Kami berharap pertemuan ini bukan akhir, tapi awal. Kami siap 25 jam menerima kedatangan njenengan,” katanya.

? ?

Sebelumnya para lora dan gus yang datang setelah shalat Ashar langsung menuju lokasi penanaman hidroponik. Ada beberapa jenis sayuran yang ditanam, antara lain sawi, kangkung, lombok, tomat, dan lainnya.

Dalam kesempatan itu tampak para lora dan gus ini? serius mengamati semua jenis tanaman sayuran, sambil menanyakan polanya mulai dari sistem penanaman, perawatan, biaya yang dibutuhkan, tenaga dan pemasarannya. (Eros/Mahbib)

?

?



Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Aswaja Santri An Nur Slawi

Kamis, 07 April 2016

Akhiri Tahun 2015, Majalah Bangkit Angkat Tema Gus Dur

Yogyakarta, Santri An Nur Slawi. Mengakhiri tahun 2015 ini, Majalah Bangkit Edisi Desember 2015 mengulas pemikiran dan strategi ekonomi kerakyatan yang diusung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). NU dan bangsa ini mesti belajar kepada Gus Dur. Gus Dur bukan hanya untuk dibanggakan tapi juga diimplementasikan pemikirannya dalam berbangsa dan bernegara.

Akhiri Tahun 2015, Majalah Bangkit Angkat Tema Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhiri Tahun 2015, Majalah Bangkit Angkat Tema Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhiri Tahun 2015, Majalah Bangkit Angkat Tema Gus Dur

Untuk memperkaya wacana itu, disajikan wawancara bersama beberapa tokoh antara lain KH M Imam Aziz (Ketua PBNU), Dr. Mudhofir, M.Pd (Rektor IAIN Surakarta) dan Syafi’i Ma’arif (Direktur Ma’arif Institute).

Redaktur Pelaksana Majalah Bangkit, Fatkhul Anas saat menyiapkan rapat akhir tahun Majalah Bangkit, di Wonocatur Bantul, Senin (21/12) juga menegaskan, tahun 2015, Nahdlatul Ulama (NU) melakukan suksesi kepemimpinan secara masal. Mulai Muktamar NU, Kongres Fatayat, Kongres Ansor dan Kongres IPNU-IPPNU. Pesta demokrasi ala NU dengan semua hiruk-pikuk yang menyertainya bukanlah gebyar dan selebrasi saja.

Santri An Nur Slawi

“Suksesi ini adalah wujud peran dan tanggung jawab NU dalam membangun peradaban Indonesia dan dunia. Muaranya adalah membangun kualitas manusia Indonesia yang berkualitas,” jelasnya.

Semua elemen NU, lanjutnya, harus fokus membangun manusia yang paripurna, sesuai konsep yang sudah dipraktikkan dalam dunia pesantren. NU harus membuktikan bahwa nilai-nilai dan ajaran luhur dalam pesantren mampu berperan dalam membangung bangsa ini.

Santri An Nur Slawi

“Perjalanan Bangkit menjadi catatan historis bagi NU dalam membangun bangsa ini. Semua yang terekam dalam Bangkit sepanjang tahun 2015 menjadi saksi sejarah bagi NU dan bangsa untuk menguatkan potensi dalam kompetisi tingkat global,” tegas pria kelahiran Kebumen ini. (Suhendra/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Doa, Syariah Santri An Nur Slawi

Hukum Transaksi Payment Point Online Bank (PPOB)

Payment Point Online Bank (PPOB) merupakan perusahaan penyedia produk “jasa layanan” online yang diterbitkan khusus untuk pembayaran. Sebagai perusahaan penyedia produk jasa, ia merupakan wakil beberapa perusahaan untuk menjualkan atau menjadi perantara via transaksi dengan pihak ketiga, yaitu konsumen.

Fasilitas yang ditawarkan perusahaan PPOB ini adalah kemudahan transaksi, memangkas bea transaksi, memangkas waktu antre, dan lain sebagainya. Bandingkan bila kita berangkat sendiri membeli tiket atau menggunakan jasa makelar atau orang suruhan. Dengan jasa makelar dan orang suruhan, sudah pasti anggaran kita akan membengkak. Bahkan bisa dua kali lipat karena bea akomodasi, transportasi, konsumsi dan lain sebagainya.

Hukum Transaksi Payment Point Online Bank (PPOB) (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Transaksi Payment Point Online Bank (PPOB) (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Transaksi Payment Point Online Bank (PPOB)

Alur transaksi PPOB adalah menyerupai jasa pemesanan tiket lewat Traveloka, atau sejenisnya. Bedanya, ia menyediakan fasilitas pembayaran multi sasaran. Jasa yang ditawarkan adalah pembayaran tagihan listrik, PDAM, pemesanan tiket dan lain sebagainya.

Santri An Nur Slawi

Namun, syarat wajib yang harus dipunyai oleh konsumennya adalah ia harus memiliki rekening bank. Suatu saat, seiring perkembangan teknologi dan kemajuan zaman, bisa jadi keberadaan rekening manual ini bisa digantikan ya? Apalagi sekarang sudah mulai muncul bitcoin virtual. Siapa tahu nanti muncul bitcoin syariah. Bisa jadi.

Alur transaksi dengan PPOB untuk kasus pembelian tiket adalah sebagai berikut:

1. Pihak konsumen memesan tiket via online melalui website PPOB.

Santri An Nur Slawi

2. Setelah ada konfirmasi, konsumen diminta mentransfer uang ke sejumlah titik rekening yang dikehendaki oleh perusahaan. Dari setiap kali transfer terdapat biaya admisi (beban transfer) yang ditetapkan oleh pihak bank, serta ada angka unik dibelakangnya.

3. Setelah mentransfer dananya, pihak PPOB akan segera mengkonfirmasi keberhasilan transaksi. Selanjutnya pihak konsumen mendapatkan pemberitahuan ticket tersebut via email atau SMS konfirmasi dari PPOB.

Seiring Indonesia ini banyak dihuni oleh Muslim yang semakin hari semakin cerdas, pertanyaan yang sering muncul adalah apa kedudukan PPOB dalam fiqih transaksi tersebut? Bagaimana hukum selisih harga antara kondisi harga riel tiket di lapangan dengan harga tiket di PPOB? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini mudah kita temukan di era digital dewasa ini.

Mari kita kupas satu per satu masalah yang ada. Pertama, kita memandang bahwa PPOB adalah agen perusahaan. Kedua, selanjutnya kita apa kedudukan “selisih harga” antara riil tiket dan virtual tiket ini dalam pandangan fiqih.

PPOB adalah Perusahaan Agen

Agen adalah orang atau pihak (sesuatu yang diserupakan dengan orang) yang bertugas melayani “beberapa perusahaan” sebagai “mediator” dengan “pihak ketiga” yaitu konsumen. Sebagai agen, maka sebuah PPOB memiliki relasi tetap dengan perusahaan. Ia merupakan “wakil” yang diberi izin oleh perusahaan untuk menjual produknya. Dengan demikian, apabila seorang konsumen membeli produk darinya, ia ibarat membeli produk dari seorang agen. Karena produknya adalah berupa tiket, atau jasa layanan virtual, maka sifat qabdlunya nasabah juga bersifat virtual, seperti pemberitahuan lewat email, SMS dan sejenisnya. Sahkah qabdlu seperti ini? Jawabnya adalah sah karena adanya manfaat yang bisa dirasakan oleh nasabah. Adapun aqad yang dipergunakan adalah aqad bai’ (jual-beli).

 

? ? ? ) ? ? ? ? ? ? . ? . ( ? ? ? ) ? ? ? ( ? ) ? ? ( ? ) ? ( ? ? ) ? ? ? ( ? ? ? )  ? ? ( ? ? ? ? ) ? ? ? ( ? ? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Para ulama mengklasifikasikan jenis jual beli menjadi tiga macam, bahkan ada yang mengklasifikasikan sebagai empat, sebagaimana akan dijelaskan mendatang. (1) Jual beli  barang yang bisa dilihat secara langsung oleh pihak pelaku transaksi. Hukum jual beli seperti ini adalah boleh karena ketiadaan unsur gharar (penipuan) (2) jual beli barang yang hanya disebutkan cirinya (tanpa melihat terlebih dahulu), sebagaimana jual beli dengan sIstem pesan. Hukum jual beli seperti ini adalah juga boleh selagi ciri/sifat barang tersebut sesuai dengan yang disebutkan oleh penjual dan pemesan serta beberapa syarat lainnya yang akan disebutkan pada bab mendatang,” (Lihat Syekh Sulaiman bin Umar Al-Bujairamy, Al-Bujairami ‘alal Khatib, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, juz III, halaman 277).

Berdasarkan ibarat dari Al-Bujairimi di atas di atas, maka status jual beli yang melibatkan pihak PPOB adalah sama dengan jual barang yang diketahui sifat dan manfaatnya oleh nasabah sehingga termasuk jual beli yang sah secara syariat. Terhadap jual beli manfaat, Syekh Syamsuddin Muhammad bin Khatib As-Syarbini menyampaikan:

? ( ? ) ? ? ? ( ? ) ? ? ? ?

Artinya: “Syarat kedua barang dagangan adalah adanya manfaat, yakni bisa dimanfaatkan secara syara’”. [Lihat Al-Syeikh Syamsuddin Muhammad bin Khathib Al-Syirbiny,” (Lihat Al-Khatib, Mughnil Muhtaj, Beirut, Darul Marifah, 1997, juz II, 17).

Sebagai agen (wakil perusahaan), maka PPOB ini bisa mengambil untung dari transaksi yang ia lakukan. Besaran untung ini bisa anda akses di akun PPOB milik Bank Tabungan Niaga (BTN). Semuanya tercantum riil.

Bagaimana dengan kondisi angka admisi transfer uang dari nasabah ke bank yang ditunjuk oleh perusahaan PPOB? Biasanya, besaran admisi ini antara bank satu dan bank yang lain berbeda-beda. Menjawab hal ini, maka sebenarnya kondisi admisi ini adalah tidak berpengaruh terhadap transaksi konsumen pengguna jasa PPOB dengan perusaaan PPOB. Lebih tepatnya, bea admisi ini adalah tanggung jawab keabsahan transaksi antara konsumen dan bank tempat ia menabung. Transaksi via ATM ini semua ulama mu’ashirah sepakat akan kebolehannya.

Apakah Selisih Harga antara Riil Tiket dan Harga Booking via PPOB termasuk Riba?

Untuk menjawab permasalahan ini, kita perlu tahu terlebih dahulu kemungkinan sumber asal perbedaan harga tersebut dan dipandang sebagai apa dalam fiqih.

Pertama, laba dari seorang agen penjual ticket yang bisa ia ambil selaku pedagang produk jasa. Laba ini adalah diperkenankan dalam transaksi jual beli dengan catatan tidak ada unsur istighlal, yaitu mark-up harga dengan harga yang melebihi harga pasaran sebagaimana ini umum terjadi dalam pasaran tradisional transaksi antara calo ticket dan calon pengguna jasa layanan. Margin harga ini sudah ditetapkan oleh perusahaan untuk setiap transaksinya. List ini bisa diketahui pada situs PPOB.

Kedua, admisi antara PPOB dan pihak pertama. Bagaimanapun juga sebuah agen PPOB harus mempertimbangkan biaya admisi ini. Bayangkan bahwa PPOB ini adalah orang suruhan anda yang anda perintahkan untuk membelikan tiket. Apakah ketika anda menyuruh mereka, tidak ada bea transportasi? Tidak bukan. Bea transportasi disederhanakan oleh PPOB dalam bentuk besaran jasa transfer (admisi) ini.

Ketiga, angka unik. “Angka unik” ini adalah angka rupiah yang harus ditambahkan oleh seorang konsumen dengan tujuan agar transfer yang ia lakukan mudah dikenali oleh server PPOB. Misalnya, hitungan terakhir harga yang dipasang oleh PPOB untuk sebuah tiket adalah 250 ribu rupiah. Untuk besaran transfernya, biasanya PPOB memberikan SMS konfirmasi atau pemberitahuan via online agar mentrasfer besaran 250 ribu ditambah dengan angka unik. Contoh: Rp. 250.063,-. Besaran angka Rp. 63 rupiah ini sejatinya tetap dimiliki oleh konsumen akan tetapi dirupakan dalam bentuk deposit, atau tabungan investasi. Suatu ketika, bila konsumen tersebut melakukan transaksi kembali dengan PPOB, pihak konsumen bisa menggunakan besaran angka unik tersebut untuk ditambahkan dalam riil transfernya. Jadi, ia tidak hilang.

Dengan demikian, jelas bahwa unsur perbedaan harga antara riil tiket dan harga booking dipengaruhi pertambahan nilai antara harga dasar tiket, laba yang diperbolehkan, biaya admisi antara PPOB dan pihak pertama. Angka unik bukan termasuk laba karena ia masih merupakan uang virtual milik konsumen.

Kesimpulan akhir dari hukum transaksi PPOB dengan konsumen adalah sebagai berikut:

1. Transaksi dengan perusahaan PPOB adalah jenis transaksi bai’ maushufin fidz dzimmah, yaitu jual beli yang bisa disifati sifat dan jenis manfaat barangnya.

2. Tidak terdapat unsur gharar di dalam aqad transaksi tersebut sehingga boleh dilakukan oleh siapa saja sebagai alternatif pembayaran tagihan kepadanya. Wallahu a’lam. (Muhammad Syamsudin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Sunnah, Ubudiyah Santri An Nur Slawi

Kiai Muchit Adalah Konseptor dan Ideolog NU

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Meninggalnya KH Muchit Muzadi yang merupakan salah satu murid langsung dari Rais Akbar NU KH Hasyim Asyari meninggalkan duka yang mendalam bagi warga NU. Semasa hidupnya, ia membaktikan seluruh hidupnya untuk kebesaran NU.

Katib Syuriyah PBNU H Asrorun Niam Sholeh menilai Kiai Muchit merupakan konseptor dan ideolog NU dalam bidang keagamaan maupun kebangsaan. Ia merupakan tokoh di balik layar yang menjadi pemantik perubahan besar.

Kiai Muchit Adalah Konseptor dan Ideolog NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muchit Adalah Konseptor dan Ideolog NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Muchit Adalah Konseptor dan Ideolog NU

Kepada KH Hasyim Asyari, Mbah Muchit tidak hanya belajar agama, tetapi juga belajar berorganisasi dengan masuk dalam NU pada 1941. Di Tebuireng, Muchit muda bersentuhan dengan para aktivis NU, diantaranya dengan Ahmad Siddiq yang kemudian menjabat rais aam PBNU.

Santri An Nur Slawi

Saat rais aam PBNU dijabat oleh KH Ahmad Siddiq, Mbah Muchit dipercaya menjadi sekretaris pribadi dan menjadi “dapur” dalam berbagai perumusan strategis NU, seperti rumusan aswaja, hubungan Islam dan negera, dan mencari rumusan pembaharuan pemikiran Islam serta strategi pengembangan masyarakat NU.

Santri An Nur Slawi

“Salah satu yang fenomenal adalah khittah Nahdliyah dan hubungan NU dengan politik serta penerimaan Pancasila sebagai asas tunggal,” katanya.

Dengan dibantu Mbah Muchit, maka langkah KH Ahmad Siddiq mampu mengimbangi gerak dan langkah KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sehingga dalam waktu singkat NU menjadi organisasi yang sangat maju dan berperan besar dalam bidang keagamaan, kemasyarakatan, dan kebangsaan.

“Sukses duet KH Ahmad Siddiq dan Gus Dur tak lepas dari pikiran kreatif Mbah Muchit,” imbuhnya.

“Mari kita sebagai umat Islam dan warga NU khususnya mendoakan beliau, melakukan shalat janazah, shalat ghaib di masjid-masjid dan musholla, bertakziah dan bertahlil untuk beliau,” ajaknya.

Tak lupa, Asrorun Niam juga mengajak warga NU untuk meneladani perbuatan baik yang selama ini telah dilakukan oleh kakak dari mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi ini.

“Selamat jalan, semoga khusnul khotimah, jasa dan pahalanya dilipatgandakan pahalanya, dosa dan kesalahannya diampuni, dan kita diberi kekuatan untuk meneladani ketokohannya dan meneruskan perjuangannya,” katanya. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Nusantara, Kajian Santri An Nur Slawi

Rabu, 06 April 2016

IPNU-IPPNU Mojoduwur Siapkan Festival Patrol Sekabupaten

Jombang, Santri An Nur Slawi. Dalam rangka memperingati haul Mbah Thoyib ke-149, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) dan  Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur tengah menyiapkan festival lomba seni patrol se-Kabupten Jombang dan pengajian umum, Sabtu, (7/11) di halaman mushalla Mbah Thoyib.

IPNU-IPPNU Mojoduwur Siapkan Festival Patrol Sekabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Mojoduwur Siapkan Festival Patrol Sekabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Mojoduwur Siapkan Festival Patrol Sekabupaten

M Nashihuddin, Ketua PR IPNU Mojoduwur mengatakan, kegiatan ini digelar sebagai upaya mengenang dan meneladani perjuangan sosok Mbah Thoyib, salah satu tokoh Mojoduwur yang sangat berpengaruh dalam sejarahnya. Mbah Thoyib juga dikenal sebagai pembabat desa setempat.

“Setiap tahunnya masyarakat, aparat desa dan organisasi kepemudaan mengadakan peringatan haul. Nah, untuk haul ke-149 ini, kami akan menggelar agenda festival lomba seni patrol se-Kabupten Jombang salah satunya,” katanya saat dihubungi, Rabu (4/11).

Santri An Nur Slawi

Sementara itu, panitia penyelenggara, hingga saat ini tengah membahas persiapan untuk festival lomba seni patrol dengan intensif. “Masih terus membahas persiapan festival itu khususnya, karena kita menargetkan peserta festival kurang lebih dari 50 grup seni,” ujarnya.

Santri An Nur Slawi

Ia menjelaskan, pendaftaran lomba masih dibuka, bisa dilkukan di kantor Pondok Pesantren Baitussalam, Mojoduwur dengan mengisi formolir pendaftaran, atau bisa langsung menghubungi panitia lewat contact person Didin : 08563315703, Fiasal : 085859688289, masing-masing grup dikenakan biaya administrasi sebesar 50.000 rupiah.

Kamis (5/11) ini diselenggarakan pertemuan untuk membahas hal-al teknis terkait festival tersebut di mushalla Mbah Thoyib. Pihak penyelenggara juga menyiapkan beberapa macam hadiah, yaitu juara I mendapatkan tropi, sertifikat dan uang sebesar 2.000.000, juara II (tropi, sertifikat dan uang 1.000.000) dan juara III akan membawa pulang tropi, sertifikat dan uang 750.000. (Syamsul/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Nahdlatul Ulama, Bahtsul Masail Santri An Nur Slawi

Senin, 04 April 2016

Hari Bumi, GP Ansor Pati Kampanyekan Olah Sampah

Pati, Santri An Nur Slawi. Pengurus GP Ansor Kabupaten Pati menyambut Hari Bumi yang jatuh pada 22 April ini. Mereka mengampanyekan gerakan olah sampah sebagai bentuk kontribusi pemuda NU demi terciptanya lingkungan yang bersih, indah, dan sehat.

Sampah Apik Resik menjadi salah satu label yang diusung dalam pembuatan profil hari Bumi kali ini. Bank Sampah besutan PAC GP Ansor Trangkil merupakan satu-satunya bank sampah yang lahir dari Ansor di Kabupaten Pati. Berkat keseriusan dan ketelatenan pengurus beserta anggota Bank Sampah Apik Resik menjadikannya label pilihan GP Ansor Pati untuk dijadikan profil dalam menyemarakkan Hari Bumi.

Hari Bumi, GP Ansor Pati Kampanyekan Olah Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Bumi, GP Ansor Pati Kampanyekan Olah Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Bumi, GP Ansor Pati Kampanyekan Olah Sampah

"Bank Sampah Apik Resik menjadi pilihan kami karena mereka sudah dulu bergerak dalam menyikapi kebersihan lingkungan serta bisa memanfaatkan sampah menjadi bernilai," kata Wakil Ketua GP Ansor Pati A Itqonul Hakim, Jumat (22/4) siang.

Santri An Nur Slawi

Sekretaris GP Ansor Pati Irham Shodiq memberikan instruksi kepada seluruh anggota Ansor Pati untuk ikut meramaikan peringatan Hari Bumi (22/4). Caranya cukup dengan mengganti profil di medsos masing-masing dengan gambar profil yang telah ditetapkan.

Santri An Nur Slawi

Gambar profil yang dipakai berasal gambar profil dari LPBINU untuk kemudian dimodif oleh anggota GP Ansor Pati tanpa mengurangi sedikitpun gambar aslinya, cuma ditambah sedikit agar menjadi identitas GP Ansor Pati.

Pemasangan profil Hari Bumi di akun anggota di medsos adalah untuk memberikan kontribusi anggota Ansor Pati dalam menyikapi Hari Bumi ini. Harapannya agar orang-orang di dunia maya mengetahui Hari Bumi yang jatuh pada 22 April. Penggantian profil berlaku hanya untuk sehari, mulai dari pagi pukul 00.00 WIB s/d pukul 24.00 WIB nanti malam.

"Peringatan kali ini seluruh anggota kami yang aktif di media sosial akan mengganti profil akunnya sebagai bentuk rasa peduli Ansor Pati demi lingkungan," kata Irham kepada Santri An Nur Slawi. (Hasannudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pahlawan Santri An Nur Slawi