Rabu, 31 Mei 2017

Ilmu Alat Metode Al-Ghooyah

Probolinggo, Santri An Nur Slawi. Ilmu Nahwu dan Shorof adalah kunci pertama untuk dapat memahami literatur dan khazanan tradisi Islam, Al-Qur’an, hadits, dan segala macam ilmu penunjangnya.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Kabupaten Probolinggo Abd. Rohman Nabrowi. Menurutnya, awalnya seseorang akan merasa kesulitan untuk belajar Nahwu dan Shorof. Tetapi jika menggunakan metode yang tepat, maka kesulitan tersebut akan dapat diatasi dengan baik.

Ilmu Alat Metode Al-Ghooyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ilmu Alat Metode Al-Ghooyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ilmu Alat Metode Al-Ghooyah

”Seseorang jangan pernah bilang paham terhadap agama Islam jika dirinya tidak paham terhadap Nahwu dan Shorof. Pemahaman terhadap Al-Qur’an dan hadits berawal dari kedua ilmu alat tersebut,” jelasnya pada Santri An Nur Slawi, Jum’at (25/1).

Santri An Nur Slawi

Melihat kenyataan tersebut, maka dirinya menciptakan sebuah metode tercepat untuk membaca, menterjemah dan memahami kitab kuning pada 40 jam. Orang yang sama sekali tidak bisa nahwu shorof akan mudah memahaminya dengan menggunakan metode Al-Ghooyah (puncak) dengan 40 jam sudah bisa.

Santri An Nur Slawi

”Insya Allah dalam waktu 40 jam sudah bisa menguasai nahwu shorof yang dibagi dalam dua waktu. Untuk 20 jam pertama, peserta sudah bisa menterjemah. Sementara 20 jam selanjutnya sudah bisa membaca tanpa harokat dengan sistem pembelajaran pendekatan istiqro’i yang artinya bedah kasus melahirkan teori. Uniknya, teori ini adalah tanpa hafalan,” jelasnya.

Tetapi menurut Rohman, metode Al-Ghooyah ini baru dikembangkan diluar daerah dan belum dilakukan di Kabupaten Probolinggo.?

Tahun 2012 lalu, metode ini sudah diterapkan di Kabupaten Bangkalan, Sampang dan Pamekasan yang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah setempat. Selanjutnya tahun 2013, metode ini rencananya akan merambah ke daerah Malang dan Jember.

”Sementara kami mencoba menerapkannya ke luar daerah dahulu dan biar masyarakat yang menilai hasilnya. Jika memang nanti benar-benar dibutuhkan, maka metode ini akan diterapkan di Kabupaten Probolinggo. Metode ini dilakukan dengan jalan mengiqro’kan dari menit pertama dengan menggunakan Al-Qur’an agar cepat dalam belajar,” terangnya.

Menurut Rohman, metode ini dibuat dengan tujuan untuk memudahkan orang dalam membaca tulisan tanpa harokat. Selain itu untuk memahami konsep-konsep agama dengan benar yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan memahami nahwu shorof mutlak.?

”Kalau mereka tidak paham terhadap kaidah membaca, menterjemah dan memahami Al-Kitab (Al-Qur’an, red) maka sesat menyesatkan,” tegasnya.

Dikatakan Rohman, metode ini diharapkan mampu membangun masyarakat muslim dan muslimin paripurna yang bisa membumikan pemahaman Al-Kitab dan As-Sunnah dengan baik, benar dan cepat.?

”Targetnya, seluruh masyarakat muslim dan muslimin dari anak-anak, dewasa sampai orang tua mampu membaca, menterjemah dan memahami nahwu shorof dengan baik,” pungkasnya.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor ? : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Berita Santri An Nur Slawi

Selasa, 30 Mei 2017

NU Bisa Menjadi Pandangan Umum Lewat Peran Media

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Media saat ini sangat mempengaruhi pola pikir masyarakat. Anak sekolah lebih terpengaruh oleh media dibanding dengan gurunya. NU bisa menjadi pandangan umum masyarakat jika kita bisa berperan dalam media, khususnya media online.

Demikian ditegaskan oleh aktivis sosial, pegiat media sekaligus Pimred Santri An Nur Slawi, Savic Ali yang menjadi narasumber dalam kegiatan Workshop ‘Penguatan Jaringan Anti-Radikalisme di Dunia Maya untuk Ulama Muda’ Selasa (16/6) di Hotel Acacia Jakarta Pusat.

NU Bisa Menjadi Pandangan Umum Lewat Peran Media (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bisa Menjadi Pandangan Umum Lewat Peran Media (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bisa Menjadi Pandangan Umum Lewat Peran Media

Savic menambahkan, bahwa kiai kharismatik masih sangat dibutuhkan oleh sebagai panutan masyarakat serta kiai-kiai di kampung dengan pemahaman Islam yang membumi. Masyarakat kita butuh patron atau kiai. Tetapi, sekarang dengan media, masyarakat tidak butuh bertanya kepada kiai, cukup di media. “Hal ini jadi tantangan besar bagi generasi NU untuk aktif menyebarkan paham NU di tengah masyarakat,” ujarnya.

Santri An Nur Slawi

Dia melanjutkan, fungsi media adalah sebagai katalis untuk melakukan perubahan. Media online lebih murah daripada membangun media cetak sehingga dakwah agama bisa dilakukan melalui online. “Asal kita konsisten dan fokus sehingga terkelola dengan baik,” tuturnya.

Santri An Nur Slawi

Tantangan media Islam moderat sangat besar, ucapnya, karena media didominasi oleh situs-situs radikal. Optimisme media moderat lebih banyak sehingga tantangan bisi dihadapai dengan baik. Internet bisa dimanfaat kan untuk membangun pemahman NU di tengah masyarakat.

“Ciri media sosial adalah viral, sangat kuat, jika kita mampu menciptakan konten. Media sosial juga ? mampu mempengaruhi kondisi psikis seseorang. ? Nah, jika setiap Pesantren mampu membuat portal Islam tersendiri mempunyai potensi yang sangat besar. Jika tiap pesantren mengumpulkan ribuan alumninya untuk mengisi portal atau situs dengan menulis berita. Sehingga NU akan mendominasi dunia maya,” tukas Savic. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Makam, Olahraga Santri An Nur Slawi

KMNU Jaring Kader Terbaik dengan NuTraining

Bogor, Santri An Nur Slawi. Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) melalui Departemen Nasional Penelitian dan Pengembangan (Litbang) tanggal 23 September 2015 meluncurkan program NuTraining. Program NuTraining bertujuan menjaring kader-kader terbaik KMNU di perguruan tinggi yang berprestasi, cakap dalam public speaking, serta memiliki komitmen yang tinggi.

KMNU Jaring Kader Terbaik dengan NuTraining (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU Jaring Kader Terbaik dengan NuTraining (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU Jaring Kader Terbaik dengan NuTraining

Afifah selaku koordinator Depnas Litbang mengemukakan bahwa salah satu syarat untuk mengikuti program NuTraining harus mendapatkan rekomendasikan dari Ketua KMNU PT. Program ini ke depan akan mengadakan pelatihan-pelatihan rutin yang akan dibimbing oleh ketiga trainer yang berpengalaman yaitu Mukhanif Yasin Yusuf (penulis novel & Mapres FIB UGM 2014), Ikrom Mustofa (penulis buku & Mapres 2 Nasional 2015), Muhamad Arifin (penulis buku & trainer Muda NU).

Arifin menambahkan NuTrainer ini harapannya bisa menjadi cikal bakal komunitas Trainer dari kaum nahdliyin. Sebagai awalan, ditahun pertama, harapannya NuTrainer dapat mencetak 26 Trainer dari 12 Universitas ternama di Indonesia, yang nantinya mereka akan berbagi motivasi ke seluruh Indonesia. Ke depannya NuTrainer juga sangat terbuka jika ada trainer lain yang ingin bergerak bersama menyemangati dan berbagi ilmu dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.

Santri An Nur Slawi

Besar harapan program NuTraining dapat mencetak kader-kader KMNU yang bisa menjadi sosok inspiratif dan teladan bagi seluruh mahasiswa nahdliyyin pada umumnya serta anggota KMNU khususnya dalam berkarya dan berprestasi. Selain itu , program NuTraining juga diharapkan dapat mencetak trainer motivator muda NU sehingga dapat memberikan sumbangsih dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia melalui training motivation. Program NuTraining juga akan mengadakan pelatihan sekaligus launching perdana dalam acara NU-santara yang akan diselenggarakan pada 16-18 Oktober 2015 di Institut Pertanian Bogor. (Afifah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Doa, Kajian Islam, Meme Islam Santri An Nur Slawi

Senin, 29 Mei 2017

Tarawih Akbar di Desa Bulak, Masuk Rekor Muri

Kendal, Santri An Nur Slawi. Sebanyak 700 warga desa Bulak kecamatan Rowosari kabupaten Kendal memadati masjid Tanwirul Qulub di desa setempat pada acara Tarawih Keliling, Silaturrahim, dan Safari Ramadhan Pemkab Kendal, Jumat (4/7) malam. Untuk ukuran desa, kehadiran warga yang mencapai angka demikian dalam sholat Tarawih terbilang luar biasa.

Tarawih Akbar di Desa Bulak, Masuk Rekor Muri (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarawih Akbar di Desa Bulak, Masuk Rekor Muri (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarawih Akbar di Desa Bulak, Masuk Rekor Muri

Kepala desa Bulak, Zaenal Alimin mengatakan, jamaah Tarawih di masjid Tanwirul Qulub malam ini tidak seperti biasanya. Ini kali pertama shalat Tarawih dengan jumlah hampir 700 jamaah.

"Ini pantas masuk rekor Muri," ujar Zaenal yang juga aktivis muda NU Kendal disambut tepuk meriah para jamaah.

Santri An Nur Slawi

Masjid begitu padat oleh jamaah. Tidak cukup di serambi masjid, para jamaah yang juga datang dari desa-desa sekitar menggelar tikar, sajadah, bahkan koran di halaman masjid sebagai alas.

Santri An Nur Slawi

"Tarawih keliling kali ini merupakan kali kedua setelah 35 tahun lalu diadakan di desa Bulak, tepatnya tahun 1980an," kata Zaenal dalam sambutannya.

Turut hadir dalam Tarawih keliling ini jajaran Pemkab Kendal, Polres, Camat beserta jajaran Muspika, Polsek Rowosari, Koramil Rowosari, perangkat desa dan kepala desa sekecamatan Rowosari.

Ketua NU Bulak Kiai Abdul Wahib mengimami sholat Tarawih. Sementara KH Imam Darori mengimami sembahyang witirnya. Tarawih akbar ini diakhiri dengan pembacaan maulid nabi bersama Majelis Talim dan Maulid Nurul Mustofa, ELNOVA asal desa setempat. (Sis Maula/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Anti Hoax, Amalan Santri An Nur Slawi

Jumat, 19 Mei 2017

Luruskan Kiblat, Tak Perlu Bongkar Bangunan

Pringsewu, Santri An Nur Slawi

Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Pringsewu, Lampung mengingatkan seluruh umat Islam untuk dapat memanfaatkan rashdul qiblat sebagai cara untuk menunjuk arah kiblat secara tepat. "Rashdul qiblat itu adalah fenomena matahari yang berada tepat di atas Kabah," jelas Ustadz Munawir Katib Syuriyah PCNU Pringsewu, Rabu (25/5).

Menurut Gus Nawir, fenomena rashdul qiblat ini akan terjadi Jumat 27 Mei 2016 besok. Fenomena ini akan terjadi pada pukul 16.18 WIB. "Pada waktu tersebut matahari berada tepat di atas Kabah. Semua benda yang berdiri tegak seperti tongkat maka ujung bayangannya hingga ke benda tersebut menunjukkan arah kiblat yang sejati," jelasnya.

Luruskan Kiblat, Tak Perlu Bongkar Bangunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Luruskan Kiblat, Tak Perlu Bongkar Bangunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Luruskan Kiblat, Tak Perlu Bongkar Bangunan

Oleh karena itu, menurutnya, fenomena ini sangat penting dan harus digunakan dengan maksimal ini untuk mengukur arah kiblat tempat sholat seperti masjid, mushala, pondok pesantren, sekolah, kantor, hotel, rumah, dan lain-lain.

Santri An Nur Slawi

Gus Nawir juga mengingatkan bahwa hasil dari arah kiblat yang dilakukan dengan menggunakan rashdul qiblat dapat memantapkan Ibadah ummat Islam di Indonesia khususnya shalat. "Apabila arah kiblat yang sudah ada tidak sama, atau kurang mengarah tepat ke Kabah, maka sesuaikan saja garis shaf dengan arah kiblat baru. Tidak perlu membongkar bangunannya," ujarnya.

Santri An Nur Slawi

Gus Nawir menambahkan bahwa mengukur arah qiblat secara sederhana menggunakan rashdul qiblat ini berdasarkan perhitungan hisab Lajnah Falakiyah PBNU markaz Jakarta.

Karena durasi rashdul qiblat sangat singkat yaitu sekitar 1 menit, maka ia berharap agar umat Islam yang akan mengukur arah qiblat untuk menyiapkan segala sesuatu lebih awal sehingga pengukuran tidak akan terlambat dan mendapatkan hasil maksimal. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Syariah, Daerah, Makam Santri An Nur Slawi

Pesan KH Maimoen Zubair saat Disowani Banser

Rembang, Santri An Nur Slawi

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair menuturkan tentang pentingnya persatuan dan kesatuan. Ia mengatakan bahwa Indonesia walaupun di dalamnya ada perbedaan agama, prinsip bhinneka tunggal ika harus tetap dijaga.

Pesan KH Maimoen Zubair saat Disowani Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan KH Maimoen Zubair saat Disowani Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan KH Maimoen Zubair saat Disowani Banser

"Mari kita jaga bersama keadaan dan keutuhan Indonesia. Mari kita buat Indonesia ini menjadi lebih baik. Mari kita minta kepada Allah, agar Indonesia dikuatkan," ajaknya di hadapan puluhan kader Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor dan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Kabupaten Rembang saat sowan di kediamannya, Ahad (27/11) sore.

Ia mengatakan bahwa keberislaman di Indonesia sekarang sudah cukup ramai. Dulu, kisanya, ketika ia masih kecil, orang sembahyang hanya sepuluh persen. Baca syahadat hanya ketika akan kawin. Tapi sekarang anak kecil sudah bisa baca syahadat.

Santri An Nur Slawi

"Ini suatu hal yang harus disyukuri Indonesia," tutur Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang, Jawa Tengah tersebut.

Santri An Nur Slawi

Mbah Moen, sapaan akrabnya menambahkan, bahwa Nabi diutus untuk mengurusi keseluruhan, bukan hanya terfokus pada suatu perkara saja.

"Indonesia ini di dalam perbedaan agama itu harus tetap bhinneka tunggal ika. Tidak hanya negara Islam, karena negara Islam sekarang sudah tidak ada. Khalifah itu sudah habis, yakni khalifah yang pertama Khulafaur Rasyidin, kedua Muawwiyah, Abbasiyah dan terakhir Khulafa Usmaniyyah," tutur kiai kharismatik tersebut.

Ia berpesan kepada rakyat Indonesia agar tetap menjaga kondisi bangsa. Menjaga dari kesemrawutan bangsa. "Islam itu rahmatan lil alamin. Islam itu harus ada ulama, apalagi bangsa. NU juga harus bisa mengaji kitab, baca Qur’an, tahu artinya," tutupnya. (Aan Ainun Najib/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Quote, Ulama Santri An Nur Slawi

Senin, 15 Mei 2017

PMII Bantaeng Siapkan PKL Se-Indonesia

Sulawesi Selatan, Santri An Nur Slawi. Pengurus Pimpinan Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bantaeng dan Pimpinan Koordinator Cabang (PKC) PMII Sulawesi Selatan mempersiapkan pelatihan kader lanjut se-Indonesia. PKL rencananya diadakan di Kabupaten Bantaeng, Sulsel, pertengahan Desember 2013.

Dalam rangka persiapan teknis, Pengurus PC PMII Bantaeng dan PKC PMII Sulsel bertemu Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di Hotel Marina Beach, Rabu (6/11).

PMII Bantaeng Siapkan PKL Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bantaeng Siapkan PKL Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bantaeng Siapkan PKL Se-Indonesia

PKL se-Indonesia bertema "Merebut Kekuatan Ekonomi Menuju Kepemimpinan Nasional Yang Berdaulat". Kegiatan ini rencanaya berlangsung selama enam hari. Persitiwa nasional ini disambut baik Bupati Bantaeng.

Santri An Nur Slawi

“Sudah menjadi kewajiban anak bangsa untuk mempersiapkan generasi yang berkualitas dan berdaya saing sehingga mempunyai karakter kepemimpinan masa depan,” kata Nurdin Abdullah kepada sejumlah pengurus PMII.

PKL ini merupakan salah satu program kerja PC PMII Bantaeng masa khidmat 2013-2014. Dalam PKL, sejumlah isu dibahas seperti Pertahanan Nasional, Keislaman, Geo-ekopol, situasi internasional, nasional, dan lokal.

Santri An Nur Slawi

Penempatan PKL di Bantaeng diharapkan mampu meningkatkan dan memperkenalkan wisata kabupaten Bantaeng ke seluruh sahabat-sahabat cabang se-Indonesia yang bertepatan hari jadi Butta toa Bantaeng.

Ketua PC PMII Bantaeng Ahmad Makmur mengatakan, sejak hadirnya PMII di Bantaeng pada 1999 hingga kini telah melahirkan berbagai kader kompetens di basis pengetahuan ke-PMII-an. Bantaeng layak dijadikan tempat PKL se-Indonesia karena laju perkembangan pembangunan daerahnya, pelayanan publiknya, destinasi wisatanya yang memadai hingga sampai keterbukaan pemerintahan daerah yang selalu respon dengan kegiatan positif kepemudaan dan kemahasiswaan.

“Itu semua menjadi patokan atau tolak ukur kelayakan kabupaten Bantaeng dijadikan pusat kegiatan PKL PMII,” tegas Makmur.

Ketua PKC PMII Sulsel Ismail Mangngaga mengatakan, dengan jadwal padat materi di kegiatan ini, para peserta dituntut untuk berkosentrasi penuh. Jika tidak, mereka akan melewatkan pemateri-pemateri berkompten di bidangnya yang didatangkan panitia. Sedangkan susunan materi yang disusun panitia mengacu pada silabus terbitan PB PMII. (Ahmad Qkho/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi AlaNu, Hadits, Halaqoh Santri An Nur Slawi

Minggu, 14 Mei 2017

Empat Dosen STAINU Temanggung Rillis Buku

Temanggung, Santri An Nur Slawi

Hari Guru Nasional (HGN) yang diperingati 25 November 2017 ini menjadi momentum dosen STAINU Temanggung untuk mempublikasikan gagasan konseptual dan praktis bagi kemajuan pendidikan.



Empat Dosen STAINU Temanggung Rillis Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Dosen STAINU Temanggung Rillis Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Dosen STAINU Temanggung Rillis Buku



Hal itu dibuktikan dengan peluncuran buku baru yang memberikan sumbangsih sekaligus hadiah ilmiah guna untuk akselerasi pendidikan dan dunia keguruan.

Mereka adalah Khamim Saifuddin, dosen prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) yang menulis buku bertajuk KH. Ilyas Kalipaing (Pejuang Tarbiyah), diterbitkan Formaci Press. Lalu Hamidulloh Ibda, dosen prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) yang menulis buku Media Pembelajaran Berbasis Wayang (Konsep dan Aplikasi).

Santri An Nur Slawi



Santri An Nur Slawi





Selain itu Husna Nashihin dosen prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) menulis buku Pendidikan Akhlak Kontekstual yang diterbitkan CV. Pilar Nusantara; serta Sumarjoko dosen dan Kaprodi Ahwal Al-syakhshiyah (AS) STAINU Temanggung merillis buku Ikhtisar Usul Fiqh 2 yang diterbitkan CV. Trussmedia Grafika.

"KH. Ilyas Kalipaing ini merupakan salah satu tokoh lokal asal Temanggung yang perannya sangat besar bagi perkembangan pendidikan Islam khususnya pesantren di wilayah Temanggung bahkan di luar Temanggung," ujar Khamim Saifuddin saat launching buku di aula STAINU Temanggung, Sabtu (25/11).

Ia berharap, buku bersampul hijau itu menjadi salah satu inspirasi bahkan studi tokoh pendidikan lokal yang memiliki ide besar melalui pesantren yang dikembangkan sejak dulu.

"Banyak kekurangan dan kelebihannya buku ini. Namun, saya sudah mentashihkannya kepada beberapa kiai sepuh di Temanggung," ujar pengurus LTN NU Temanggung itu.

Sementara itu, Hamidulloh Ibda yang menulis buku tentang media, menegaskan di era disrupsi atau ketercerabutan seperti ini, guru juga dosen harus pakem dan tidak boleh tercerabut dari akarnya.

"Wayang ini kan khazanah lokal khas Nusantara. Metallica saja pernah merillis lagu Master of Puppets. Walisongo juga melakukan pendekatan dakwah melalui wayang. Artinya, media wayang yang di sini saya singgung secara konsep dan aplikasi memang mendorong guru untuk tetap menjadi guru Nusantara meskipun di era digital," ujar mantan sekretaris IPNU tersebut.

Ada nilai edukasi, kata dia, budaya, konservasi dan juga spirit nasionalisme dalam media wayang tersebut.

"Banyak nilai-nilai karakter dalam media wayang yang saya tulis dalam buku setebal 200 halaman ini. Buku ini di dalamnya sudah sesuai 17 karakter yang ada dalam Perpress 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Jadi sangat cocok untuk menghadapi era 21 ini yang penuh ketercerabutan," tegas editor Jurnal Citra Ilmu tersebut.

Husna Nashihin melalui buku Pendidikan Akhlak Kontekstual juga memberikan tawaran solusi atas kemunduran akhlak bangsa ini. Menurut dia, akhlak yang sudah dimasukkan dalam pendidikan tidak boleh sekadar tekstual, melainkan harus disesuaikan dengan kebutuhan zaman.

"Pendidikan Akhlak Kontekstual di sini berawal dari pola pengembangan pendidikan akhlak dengan menggunakan strategi Contextual Teaching and Learning (CTL). Hadirnya buku ini, saya harap menjadi spirit baru terhadap pengkajian pendidikan akhlak yang saat ini semakin tergantikan dengan pendidikan karakter," beber dia.

Menurut dia, pendidikan akhlak yang sudah hadir sejak lama dalam dunia pendidikan Indonesia urgen untuk dikembangkan karena memiliki kekayaan pengetahuan empiris yang relevan dengan kearifan budaya lokal di Indonesia.

"Salah satu metode pengembangan pendidikan akhlak dapat dilakukan dengan pengembangan strategi yang digunakan di dalamnya. Maka buku setebal 200 halaman ini menjadi ikhtiar memajukan pendidikan melalui penguatan karakter kontekstual," tegas dia. 

Sementara itu, Sumarjoko mengatakan memahami ilmu Ushul Fiqh sangatlah penting bagi siapapun yang mendalami ilmu agama, terutama santri, mahasiswa, guru ataupun lainnya. 

"Ushul Fiqh ibarat  anyaman jala (metode) yang akan digunakan nelayan (faqih) untuk mendapatkan barang tangkapan (hasil ijtihad ) sedangkan  samudera adalah sumbernya (mashadir ahkam)  yakni hukum yang tertulis ketetapannya," kata dia.

"Tujuan para nelayan  adalah untuk mendapatkan ikan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup, baik secara langsung atau dijualnya," kata dosen kelahiran Tuban itu. 

Demikian pula seseorang belajar ilmu Ushul Fiqh, lanjut dia, adalah untuk mendapatkan  suatu pemahaman  agama dengan mengetahui metode penetapan dari sumbernya.

"Hal ini  sangat bermanfaat bagi orang tersebut dan bagi orang lain yang membutuhkannya," kata dia.

Sebelumnya, Sumarjoko juga telah meluncurkan buku Ikhtisar Ushul Fiqih pada tahun 2015 yang diterbitkan oleh CV. Trussmedia Grafika dengan editor Hidayatun Ulfa. Tahun 2017 ini, ia merillis kembali buku itu sebagai sumbangsih di dunia hukum Islam di negeri ini. (Dul/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kajian, Humor Islam, Daerah Santri An Nur Slawi

Front Nahdliyin Kutuk Kekerasan Aparat terhadap Warga Rembang

Pada hari Senin 16 Juni 2014 ratusan warga Rembang, Jawa Tengah, melakukan aksi keprihatinan untuk menuntut penghentian rencana pembangunan pabrik semen. Dalam aksi tersebut, polisi dan tentara bertindak brutal dengan memukuli ibu-ibu dan para petani. Para polisi dan tentara berada di lokasi untuk mengawal peletakan batu pertama pendirian pabrik semen.

Polisi menyingkirkan peserta aksi dengan melempar beberapa perempuan ke semak-semak. Dua orang perempuan pingsan. Polisi juga melakukan sweeping terhadap wartawan dan menangkap beberapa orang tim dokumentasi aksi. Polisi juga mengobrak-abrik tenda yang didirikan warga.

Front Nahdliyin Kutuk Kekerasan Aparat terhadap Warga Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)
Front Nahdliyin Kutuk Kekerasan Aparat terhadap Warga Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)

Front Nahdliyin Kutuk Kekerasan Aparat terhadap Warga Rembang

Berkaitan dengan itu, Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam menyatakan:

1. Mengutuk keras tindak kekerasan aparat terhadap warga Rembang yang tengah melakukan aksi damai menolak pendirian Pabrik Semen.

Santri An Nur Slawi

2. Menuntut kepada KOMNAS HAM untuk mengusut tindakan pelanggaran HAM yang dilakukan aparat keamanan.

3. Mendukung sepenuhnya aksi warga Rembang untuk menghentikan dan menolak pendirian Pabrik Semen.

Santri An Nur Slawi

4. Menuntut Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Dan Pemerintah Kabupaten Rembang Untuk Menghentikan Semua Kegiatan PT. Semen Indonesia di Rembang.

Front Nahdliyin Untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) adalah wadah koordinasi antara Jamaah NU yang memiliki kehirauan mengenai permasalahan konflik pengelolaan sumberdaya alam (SDA), seperti udara, air, tanah, dan segala yang terkandung di dalamnya, terutama yang terjadi di basis NU. (red: Abdulllah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Habib, Halaqoh Santri An Nur Slawi

PBNU Serukan Shalat Ghaib untuk Korban Longsor Jateng

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyerukan kepada warga NU untuk melakukan shalat ghaib kepada korban musibah longsor yang terjadi di beberapa daerah di Jawa Tengah.

PBNU Serukan Shalat Ghaib untuk Korban Longsor Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Serukan Shalat Ghaib untuk Korban Longsor Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Serukan Shalat Ghaib untuk Korban Longsor Jateng

Seruan tersebut disampaikan melalui surat edaran yang dikeluarkan PBNU dengan nomor 675/C.1.34/06/2016. Surat Edaran ditujukan kepada PWNU, PCNU, Pengurus Lembaga Nahdlatul Ulama, Pengurus Badan Otonom NU di seluruh daerah.

“PBNU dengan ini menginstruksikan kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia agar menyelenggarakan Shalat Ghaib dan Tahlilan ditujukkan untuk korban yang meninggal dalam bencana tersebut,” ungkap edaran yang dikeluarkan 20 Juni 2016 tersebut.? ?

Santri An Nur Slawi

Edaran yang ditandatangani Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekretaris Jenderal PBNU H. Helmy Faishal Zaini itu menyebut secara khusus daerah-daerah yang terkenal bencana longsor yang terjadi di Purworejo, Kebumen, Banyumas, Solo, Rembang Banjarnegara, Kendal, Sragen, Purbalingga, Sukoharjo, Wonosobo, Pemalang, Klaten, Magelang, Wonogiri, Cilacap, dan Karangnyar. (Abdullah Alawi)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pahlawan Santri An Nur Slawi

Rabu, 10 Mei 2017

Lulusan Ma’had Aly Bergelar Sarjana Agama

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Bidang Keilmuan Ma’had Aly yang bersifat spesifik (Takhasshus) dalam mengkaji keilmuan Islam membuat lulusannya diharapkan menjadi kader-kader ulama mumpuni dalam bidang kegamaan Islam. Oleh sebab itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama menetapkan bahwa lulusan Ma’had Aly bergelar Sarjana Agama (S.Ag).

“Berdasarkan pertimbangan tertentu, kita memutuskan secara bulat bahwa gelar yang diperoleh para lulusan Ma’had Aly adalah S.Ag atau Sarjana Agama,” ujar Kepala Sub Direktorat Pendidikan Diniyah, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, H Ahmad Zayadi, Senin (30/5) dalam rapat peresmian Ma’had Aly di Jombang.

Lulusan Ma’had Aly Bergelar Sarjana Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Lulusan Ma’had Aly Bergelar Sarjana Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Lulusan Ma’had Aly Bergelar Sarjana Agama

Zayadi menjelaskan bahwa Ma’had Aly yang merupakan perguruan tinggi yang berada di jalur Pendidikan Diniyah Formal ini sudah terbukti selama beberapa tahun telah menghasilkan para kader ulama yang menguasai berbagai litertaur kitab kuning.?

Namun, lanjutnya, baru kali ini lembaga pesantren tingkat tinggi ini mendapat pengakuan resmi oleh pemerintah. “Sehingga lulusan Ma’had Aly setara dengan Perguruan Tinggi Islam dan Umum,” jelas Zayadi.

Dia menegaskan bahwa Ma’had Aly tidak akan bertransformasi menjadi STAIN, IAIN, maupun UIN. Ia akan terus berkembang dan tumbuh menjadi perguruan tinggi khas pesantren dengan masing-masing spesifikasi keilmuannya masing-masing.?

Santri An Nur Slawi

“Karena kami, pemerintah telah memutuskan bahwa satu Ma’had Aly hanya boleh mengembangkan satu program studi, misal Ushul Fiqih, Hadits, dan lain-lain. Semuanya sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 71 Tahun 2015,” terangnya.

Dari spesifikasi tersebut, Zayadi optimis bahwa Ma’had Aly bukan hanya menjadi lembaga tinggi pesantren yang mengkaji keilmuan khusus, tetapi ia juga akan menjadi pusat kajian keilmuan Islam di Indonesia. “Misal, jika ingin belajar dan memperdalam Ushul Fiqih, silakan ke Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, Jawa Timur, dan seterusnya,” ungkap Zayadi.?

Tahun ini, Kementerian Agama akan meresmikan 13 Ma’had Aly sekaligus pemberian SK serta izin operasional. Peresmian atau peluncuran ke-13 Ma’had Aly ini akan dilakukan langsung Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Jadwal Kajian Santri An Nur Slawi

IPPNU-IPNU Slarang Lor Kedepankan Bimbel

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Pengurus Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Slarang Lor, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah mengembangkan bimbingan belajar.

"Bimbingan belajar bagi pelajar madrasah ibtidaiyah dan sekolah dasar menjadi satu dari program kerja kepengurusan kami,” kata Ketua PR IPPNU Slarang Lor Susi Haryati saat ditemui Santri An Nur Slawi usai kunjungan silaturahmi Pengurus Ranting NU Slarang Lor ke Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (4/6) siang.

IPPNU-IPNU Slarang Lor Kedepankan Bimbel (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU-IPNU Slarang Lor Kedepankan Bimbel (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU-IPNU Slarang Lor Kedepankan Bimbel

Kegiatan bimbingan bagi pelajar setingkat sekolah dasar itu terus dievaluasi setiap dua minggu sekali dalam rapat rutin IPNU-IPPNU Slarang Lor, tambah Susi Haryati bersama enam rekanita IPPNU yang ikut dalam rombongan PR NU Slarangan Lor yang berjumlah 200 orang di muka Gedung PBNU.

Santri An Nur Slawi

Kepengurusan IPPNU-IPNU Slarang Lor memasukkan bimbingan belajar dalam program kerjanya untuk memaksimalkan potensi para pelajar. Dengan pendampingan belajar, kualitas para pelajar diharapkan menjadi lebih baik, tambah Susi Haryati.

Selain kaderisasi dan perekrutan kader, IPNU-IPPNU bertanggung jawab kepada publik untuk berkontribusi aktif dalam dunia pendidikan. Bimbingan belajar merupakan satu kerja nyata yang dapat sangat bermanfaat bagi publik, terutama para pelejar setingkat sekolah dasar, pungkas Susi Haryati.

Santri An Nur Slawi

Susi Haryati bersama enam PR IPPNU dan delapan PR IPNU Slarang Lor masuk dalam rombongan PR NU Slarang Lor yang tengah mengadakan rangkaian ziarah tiga hari ke makam para wali. Usai kunjungan ke Gedung PBNU, rombongan yang menumpangi empat bus itu kemudian menuju Banten untuk menziarahi sejumlah makam.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Fragmen, RMI NU Santri An Nur Slawi

Selasa, 09 Mei 2017

Pagar Nusa: Pencak Silat Harus Go Internasional

Pertengahan bulan Agustus tahun ini, Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa sukses menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan Festival pencak silat yang kedua kali di Padepokan Pencak Silat Indonesia Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kegiatan tersebut diikuti 17 kontingen yang merupakan Pimpinan Wilayah Pagar Nusa di seluruh Indonesia.

Pada kegiatan tersebut, Jawa Timur kembali memboyong gelar juara umum. Kontingen Jawa Timur mendominasi di seluruh kelas, golongan, dan kategori. Jawa Timur memang layak juara karena mereka dinilai paling siap dan mengikuti seluruh pertandingan dan festival.

Pagar Nusa: Pencak Silat Harus Go Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa: Pencak Silat Harus Go Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa: Pencak Silat Harus Go Internasional

Bagaimana perkembangan kemampuan atlet Kejurnas dan Festival pencak silat di Pagar Nusa ini? Bagaimana kendalanya baik secara organisasi maupun pelatihan. Untuk mengetahui itu, Abdullah Alawi dari Santri An Nur Slawi mewawancarai Ketua Harian Pimpinan Pusat PSNU Pagar Nusa Taufik CH. Berikut petikannya:? ?

Sebetulnya buat apa Pagar Nusa capek-capek menggelar Kejurnas dan festival pencak silat ini? ?

Santri An Nur Slawi

. Kejurnas dan Festival Silat Pagar Nusa ini digelar dengan bermaksud membangun sinergisitas generasi muda NU, khususnya yang tertampung di Pagar Nusa dalam satu suasana silaturahim yang penuh kekeluargaan, disamping sebagai ajang pembuktiaan dari proses latihan para atlet pencak silat Pagar Nusa. Karena dari masing-masing perguran di Pagar Nusa ini kan mereka aktif berlatih secara rutin.

Tapi kalau mereka tidak diberi ajang pembuktian, ajang aktualisasi diri, mereka akan menjadi malas dan lesu, dan mereka menjadi tidak memiliki target dalam proses latihan. Maka dengan Kejurnas ini dan festival di amping nuansa silaturahim sebagai tujuan utama, juga sebagai ajang pembuktian bahwa memang memiliki kader-kader sektor beladiri pencak silat ini yang mumpuni.

Santri An Nur Slawi

Ada target lain?

. Lebih jauh target kita adalah membangkitkan khazanah budaya bangsa agar pencak silat mampu berbicara tak hanya di forum regional, nasional, tapi lebih jauh juga bicara forum internasional.

Nah ini, Pagar Nusa punya kepedulian, orang Jawa bilang kita menguri-uri (melestarikan) budaya adiluhung tinggalan para kiai, para sesepuh yang harus dipertahankan keberadaannya sampai di penghujung kehidupan. Kalau kita warga Indonesia di forum internasional, mau bicara apa kita? Bicara teknologi, kita jauh dari negara Jepang. Tapi kalau bicara budaya masa budaya juga kalah. Masa kita kalah di segala sektor. Terus mau apa kita sebagai bangsa.

Maka Pagar Nusa mempunya kepedulian untuk itu. Pencak silat sebagai beladiri khas Indonesia yang harus go internasional. Saat ini belum dipertandingkan di tingkat internasional. Baru Sea Games (tingkat ASEAN). Kalau masuk ke Olimpiade harus separuh negara peserta olimpiade harus memiliki atletnya dalam bidang pencak silat. Menteri Olahraga mempunyai kepedulian untuk mempopulerkan pencak silat di berbagai negara, harus kita dukung itu.

Dari sisi kualitas, berkaca dari Kejurnas 1 dan kali ini, skill atlet Pagar Nusa di tingkat nasional itu bagaimana?

. Atlet-atlet Pagar Nusa sudah cukup mewarnai, baik tingkat di nasional maunpun di forum internasional. Salah satu atlet Pagar Nusa dari Jawa Tengah, atlet kita, Pagar Nusa yang bernama Febria, itu juara I tingkat nasinal yang diselenggarakan IPSI. Sementara di tingkat internasional runner up di Malaysia. Terus ada juga yang laki-laki dari Banyumas runner up juga di Thailand.

Dari sisi partispasi peserta dan kontingen, dari Kejurnas pertama dibanding sekarang sekarang kan bertambah, apa faktornya?

. Pertama karena adannya konsolidasi organisasi. Jadi, kita membentuk cabang-cabang di setiap wilayah yang ada. Walaupun belum menyeluruh pengurus wilayah Indonesia ada Pagar Nusa, tapi sekurang-kurangnya ada 17 provinsi yang aktif. Ini mengalami peningkatan dari Kejurnas sebelumnya yang diikuti 14 provinsi.

Kendalanya apa sehingga dalam 5 tahun hanya bertambah 3 kontingen? ?

. Kendala utama di kita adalah miskinnya pelatih. Maka Pimpinan Pusat, beberapa bulan yang lalu, setengah tahun lalu, mengadakan training of trainers, latihan pelatih untuk menambah, memperkaya kuantitas atau memperkaya jumlah. Ini akan kita galakkan terus pelatihan pelatih, pelatih an wasit dan juri untuk memperkaya secara kualitatif di kalangan Pagar Nusa sesuai aturan IPSI.

Ini wasitnya dari Pagar Nusa semua atau IPSI?

. Separuh-separuh.

Lalu bagaimana Pagar Nusa di luar 17 provinsi tersebut?

. Ada kepengurusan. Jadi kadang-kadang kita mendahulukan organisasi atau pelatihannya. Maka kita kadang lebih banyak memilih pelatihan dulu. Baru setelah pelatihan ada, organisasinya. Sebetulnya sudah ada, tapi belum terbentuk organisasinya. Dan nyatanya apa, ketika ada event-event di tingkat nasonal, banyak provinsi-provinsi bukan dari Pagar Nusa, tapi ngontrak atlet Pagar Nusa. Ini contoh kasus. Periode ke depan, tugas kita adalah melengkapi cabang dan menggalakkan pelatihan. Tapi ini butuh proses karena tidak murah dan simpel.

Bisa diceritakan lebih khusus, bagaimana geliat Pagar Nusa di daerah?

. Ada contoh menarik di Jawa Tengah. Pagar Nusa di Jateng masuk sekolah dan pesantren. Caranya bagaimana, guru-guru olahraga Ma’arif, kita latih sebagai calon guru pencak silat. Ini dipayungi MoU Pagar Nusa dan Ma’arif pusat. Pagar Nusa melatih guru-gurunya terlebih dulu, lalu ke siswa-siwa. Di Jawa Tengah sudah berjalan nanti akan dikembangkan di Jawa Timur, Jawa Barat sehingga tidak terjadi sekolah NU, tapi belajar silat dari kelompok lain.

Lalu bagaimana minat siswa-siswinya itu?

. Minat sebetulnya cukup tinggi. Supaya mereka semakin tertarik kita akan dipergiat menggelar kejuaraan-kejuaraan Kejurda, mengikuti kejuaraan yang digelar IPSI atau organisasi lain. Tapi untuk Pagar Nusa dipatenkan satu periode sekali, 5 tahun sekali. Kejurda dua tahun sekali. Tapi untuk Kejurda belum semuanya mampu, yang ada baru Jateng, Jatim, Yogya, Riau. Jawa Barat pun belum bisa. ?

Apa harapan Pimpinan Pusat bagi atlet dan dan kontingen yang mengikuti Kejurnas dan Festival ini?

. Harapannya mereka mengambil pengalaman, pertama tata keorganisasian. Mereka harus segera menata dan melakukan konsolidasi internal, menyusun kelengkapan kepengurusan di tingkat kabupaten. Terus setelah itu, meningkat ke pelatihan. Kita punya pedoman pelatihan. Ini harus dikawal pelatih yang bersertifikat. Gairahkan para peserta ini dengan event-event itu sebab orang latihan terus tanpa kejuaraan, atlet akan malas, tidak ada prestasi. Meski sekadar dapat piala, itu kan ada kebanggaan, disamping jangan lupa bisa harus memberikan andil di tingkat daerah mengisi kekosongan IPSI di daerah, kita kontribusi ke sana.

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Budaya, Makam Santri An Nur Slawi

Pergunu Aceh Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa

Pidie Jaya, Santri An Nur Slawi

Pengurus Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Provinsi Aceh menyerahkan bantuan kepada korban bencana gempa dan anak yatim di Pidie Jaya dan Bireuen. Jalaluddin, Dewan Pakar mengatakan, kegiatan yang berlangsung Jumat (30/12), ini merupakan salah suatu bentuk kepedulian kepada sesama.

Senada, Ketua PW Pergunu Aceh Tgk Furqan berharap pihaknya dapat terus dekat dengan masyarakat. Ia mengatakan bantuan adalah hasil sumbangan yang dikoordinasi Pergunu Pusat dari para mahasiswa Aceh yang sedang studi di Pesantren Amanatul Ummah Pancet, Mojokerto, Jawa Timur.

Pergunu Aceh Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Aceh Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Aceh Serahkan Bantuan untuk Korban Gempa

“Tujuan sumbangan yang dikumpulkan adalah untuk membantu saudara-saudara dalam musibah gempa yang melanda Pidie Jaya dan Bireuen,” ujarnya.

Santri An Nur Slawi

Penyerahan bantuan dilakukan seluruh pengurus Pergunu Aceh serta perwakilan mahasiswa STISNU Aceh, Aceh Besar, dan disambut langsung oleh pengurus PCNU Pidie Jaya.

Santri An Nur Slawi

Azwir sebagai bendahara umum Pergunu mengucapkan terima kasih kepada donatur yang sudah mempercaya pihaknya untuk memfasilitasi bantuan, baik dalam bentuk uang, pakaian, atau lainnya.(Fauzan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pertandingan, Ahlussunnah Santri An Nur Slawi

Jumat, 05 Mei 2017

Ryamizard: Politik Luar Negeri Indonesia Belum Bebas Aktif

Semarang, Santri An Nur Slawi

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Ryamizard Riyacudu menilai, politik luar negeri yang dipraktikkan pemerintahan Soesilo Bambang Yudhoyono saat ini belum menerapkan prinsip bebas dan aktif di hadapan negara-negara lain.

"Dalam politik luar negeri, Indonesia tidak bisa berbuat apa-apa. Tidak bebas dan aktifnya Indonesia bisa dilihat dari adanya utang yang diambil Indonesia dari negara-negara lain, terutama negara barat. Karena itu kita tidak berani menolaknya," katanya di Semarang, Selasa (19/9).

Ryamizard: Politik Luar Negeri Indonesia Belum Bebas Aktif (Sumber Gambar : Nu Online)
Ryamizard: Politik Luar Negeri Indonesia Belum Bebas Aktif (Sumber Gambar : Nu Online)

Ryamizard: Politik Luar Negeri Indonesia Belum Bebas Aktif

Akibatnya, Indonesia menjadi tertinggal dan terpuruk. Hal itu dikarenakan, implikasi era globalisasi saat ini adalah persaingan ketat antarnegara. "Bangsa yang kuat akan menjajah bangsa yang lemah. Antarnegara saling menekan dan mengungguli," ujarnya seperti dikutip kantor berita nasional Antara.

Menurut dia, kondisi itulah yang menimbulkan peperangan, baik fisik maupun psikis antarnegara. Oleh karena itu, dalam konsep unilateralisme, bangsa Indonesia harus memiliki "bargaining power".

"Mereka yang kuat dan yang bisa memenangkan persaingan, yang akan memperoleh pengakuan," katanya.

Lemahnya ekonomi bangsa Indonesia, karena hanya menjadi bangsa konsumtif dan bangsa importir, sehingga mengakibatkan jati diri bangsa semakin tidak jelas.

Santri An Nur Slawi

"Upaya yang harus dilakukan adalah dengan meningkatkan wawasan dan nasionalisme, agar persatuan dan kesatuan bangsa menjadi kuat, sehingga kita memiliki daya tawar di hadapan bangsa-bangsa lain. Daya tawar itu untuk menghadapi dan memanfaatkan globalisasi," kata Ryamizard. (dar)

Santri An Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Sholawat Santri An Nur Slawi

Kamis, 04 Mei 2017

PMII STIT SB Tadabur Alam ke Kawasan Mandeh Pessel

Pariaman, Santri An Nur Slawi. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sekolah TInggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Burhanuddin Kota Pariaman melakukan tadabur alam ke kawasan Mande dan pantai Batu Kalang Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Tadabur alam bertujuan meningkatkan silaturrahim sesama kader PMII dan menyaksikan keindahan alam ciptaan Sang Khalik.

Ketua Umum PK PMII ? STIT Syekh Burhanuddin Rio Putra, Ahad (29/1/2017) menyebutkan, tadabur alam yang diikuti sebanyak 33 orang pengurus dan kader PMII, berlangsung Sabtu (28/1/2017) dengan meriah. Kegiatan ini sekaligus dijadikan sebagai follow up untuk memotivasi anggota PK PMII yang baru saja mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) beberapa waktu lalu. Kegiatan juga dilanjutkan dengan rapat kerja PK PMII STIT periode 2016/2017.?

PMII  STIT SB Tadabur Alam ke Kawasan Mandeh Pessel (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII STIT SB Tadabur Alam ke Kawasan Mandeh Pessel (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII STIT SB Tadabur Alam ke Kawasan Mandeh Pessel

“Dengan adanya agenda tadabur alam ini, mudah-mudahan PMII ke depan tetap eksis sebagai organisasi pengkaderan mahasisa di ranah kampus STIT SB. Kami terus berupaya agar PMII semakin diminati oleh kalangan mahasiswa di STIT SB untuk bergabung,” kata Rio Putra yang didampingi Sekretaris Umumnya Mulya Riski dan Ketua Kopri PK PMII Yerida Lelita.?

Menurut Rio, selain anggota PK PMII STIT SB, juga hadir Pengurus Cabang PMII Kota Pariaman seperti Faisal Amri Tanjung dan Danil Kharlis. (Armaidi tanjung/Abdullah Alawi)

Santri An Nur Slawi

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Aswaja Santri An Nur Slawi

Kitab Anti-Wahabi Berbahasa Sunda Karya Ajengan Sempur Purwakarta

Ini adalah halaman sampul dan halaman awal dari kitab “ÃŽdhâh al-Karâthaniyyah fî Mâ Yata’allaq bi Dhalâlâh al-Wahhâbiyyah” karangan seorang ulama Nusantara dari Tatar Pasundan, yaitu Ajengan Tubagus Bakri bin Seda dari Sempur (Karaton), Plered, Purwakarta, Jawa Barat (dikenal juga dengan Mama Ajengan Sempur, w. 1975 M).

“ÃŽdhâh al-Karâthaniyyah” ditulis oleh pengarangnya untuk merespon gerakan Wahhabisme yang berhaluan puritan, yang pada mulanya muncul di Nejd, Semenanjung Arabia (kini Saudi Arabia) di bawah prakarsa Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhâb al-Najdî dan mulai berkembang di Nusantara sejak awal abad ke-20 M. Kemunculan gerakan baru ini menuai banyak respon dari ulama-ulama besar dunia Islam, termasuk ulama-ulama Nusantara.

Selain “ÃŽdhâh al-Karâthaniyyah” yang ditulis oleh Ajengan Sempur Purwakarta, terdapat kitab-kitab lain yang ditulis oleh ulama Nusantara lainnya untuk merespon gerakan Wahhabisme, seperti “al-Nushûsh al-Islâmiyyah fî al-Radd ‘alâ al-Wahhâbiyyah” karangan KH. Faqih Abdul Jabbar Maskumambang (Gresik, Jawa Timur), “al-Kawâkib al-Lammâ’ah fî Bayân ‘Aqîdah Ahl al-Sunnah wa al-Jamâ’ah” karangan KH. Abdul Fadhol Senori (Tuban, Jawa Timur), “Hujjah Ahl al-Sunnah wa al-Jamâ’ah” karangan KH. Ali Maksum Krapyak (Yogyakarta), “al-Fatâwâ al-‘Aliyyah” karangan Tuanku Khatib Muhammad Ali Padang, dan lain-lain.

Kitab Anti-Wahabi Berbahasa Sunda Karya Ajengan Sempur Purwakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Anti-Wahabi Berbahasa Sunda Karya Ajengan Sempur Purwakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Anti-Wahabi Berbahasa Sunda Karya Ajengan Sempur Purwakarta

Kitab “ÃŽdhâh al-Karâthaniyyah” sendiri ditulis dalam bahasa Sunda beraksara Arab (di Sunda dikenal dengan istilah Remyak atau Pegon). Tebal kitab 47 halaman dalam format cetak batu. Tak ada titimangsa yang menjelaskan tarikh penulisan kitab ini.?

Dalam menulis karya ini, Ajengan Sempur merujuk kepada kitab-kitab berbahasa Arab yang ditulis oleh para ulama Makkah, seperti “al-Durar al-Saniyyah fî al-Radd ‘alâ al-Wahhâbiyyah” karangan Sayyid Ahmad Zainî Dahlân al-Makkî, mufti madzhab Syafi’i di Makkah yang juga guru dari para ulama Nusantara pada masanya, juga kitab “al-Shawâ’iq al-Muhriqah” karangan Syaikh Ibn Hajar al-Haitamî al-Makkî. Ajengan Sempur menulis;

Santri An Nur Slawi

?2? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Santri An Nur Slawi

(Saenya-enyana di jero kitab ieu meunang nukil tina kitab Durar al-Saniyyah fî al-Radd ‘alâ al-Wahhâbiyyah karangan Syaikhul Ulama Sayyid Ahmad Dahlan anu jadi mufti Syafi’i baheula, jeung tina kitab Shawâ’iq al-Muhriqah karangan Ibnu Hajar al-Haitamî jeung tina liyana/Sesungguhnya di dalam kitab ini dapat menukil dari kitab Durar al-Saniyyah fî al-Radd ‘alâ al-Wahhâbiyyah karangan Syaikhul Ulama Sayyid Ahmad Dahlan yang menjadi mufti Syafi’i dulu, juga dari kitab Shawâ’iq al-Muhriqah karangan Ibnu Hajar al-Haitamî, juga dari kitab-kitab lainnya).

Kitab ini dibagi ke dalam delapan pasal. Pasal pertama mengkaji hadits yang menerangkan kemunculan seseorang dari Nejd yang kelak membuat fitnah besar di Semenanjung Arabia. pasal kedua menerangkan dalil-dalil Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dalam perkara ziarah Nabi. Pasal ketiga menerangkan sosok Muhammad ibn Abdul Wahhab dari Nejd, Muhammad Abduh dari Mesir, dan para pengikutnya di Nusantara. Pasal keempat menerangkan tentang perkara tawassul. Pasal kelima menerangkan tentang keharusan umat Muslim mengambil ilmu dari para ulama yang rabbani yang menjadi “sawad a’zham” atau jumhur, yang kapasitas keilmuannya jelas, juga memiliki sanad, bukan kepada sembarang ulama. Pasal ketujuh menerangkan hadits yang melarang bersuhbat dengan pihak yang membenci para sahabat dan anak cucu Rasulullah, dan anjuran untuk senantiasa mengikuti ajaran para ulama salafus shalih. Pasal kedelapan menerangkan tentang sosok Ahmad Surkati al-Sudani, seorang Sudan yang menjadi pendiri gerakan al-Irsyad yang berhaluan modernis di Indonesia pada tahun 1914 M.?

Tentang pengarang sosok ini, yaitu Ajengan Sempur, beliau bernama lengkap Tubagus Ahmad Bakri bin Tubagus Saida bin Tubagus Hasan Arsyad yang berasal dari Pandeglang, Banten. Kakeknya, yaitu Tubagus Hasan Arsyad, adalah qadi dan ulama sentral di Kesultanan Banten pada zamannya.?

Ajengan Sempur pernah belajar kepada Syaikhona Kholil Bangkalan, Sayyid Utsman Betawi, Kiyai Soleh Cirebon, Kiyai Soleh Darat Semarang, Kiyai Ma’shum Lasem, Kiyai Syathibi Gentur, dan ulama-ulama besar Nusantara lainnya. Beliau lalu pergi ke Makkah dan belajar di sana selama beberapa tahun. Di antara guru-guru beliau di Makkah adalah Syaikh Raden Mukhtar Natanagara (Syaikh Mukhtâr ‘Athârid al-Bûghûrî al-Makkî), Syaikh Mahfuzh al-Tarmasî al-Makkî, Syaikh Muhammad Marzûqî al-Bantanî al-Makkî, Syaikh ‘Alî ibn Husain al-Mâlikî al-Makkî, Syaikh ‘Alî Kamâl al-Hanafî al-Makkî, Syaikh Shâlih Bâ-Fadhal al-Hadhramî al-Makkî, Syaikh ‘Abd al-Karîm al-Dâgastânî al-Makkî, dan lain-lain.

Selain ““ÃŽdhâh al-Karâthaniyyah”, Ajengan Sempur juga menulis beberapa karya lainnya yang kebanyakan ditulis dalam bahasa Sunda beraksara Arab, yaitu; (1) “Maslak al-Abrâr”, (2) “Futûhât al-Taubah”, (3) “Fawâid al-Mubtadî”, (4) “al-Mashlahah al-Islâmiyyah fî al-Ahkâm al-Tauhîdiyyah”, (5) “Ishlâh al-Balîd fî Tarjamah al-Qaul al-Mufîd”, (6) “al-Risâlah al-Waladiyyah”, (7) “Maslak al-Hâl fî Bayân Kasb al-Halâl”, (8) “Tanbîh al-Ikhwân”, (9) “al-Râihah al-Wardiyyah”, (10) “Tanbîh al-Muftarrîn”, (11) “Nashîhah al-‘Awwâm”, (12) “Risâlah al-Mushlihât”, (13) “Tabshirah al-Ikhwân”, dan lain-lain. (A. Ginanjar Sya’ban)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Anti Hoax, Kiai, Pahlawan Santri An Nur Slawi

Rabu, 03 Mei 2017

WNI di Jeddah Semarakkan Ramadhan dengan Berbagai Lomba

Jeddah, Santri An Nur Slawi

Masjid Indonesia Jeddah (MIJ) menyelenggarakan sejumlah perlombaan dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1437 H, di antaranya MHQ (Musabaqah Hifdhil Qur’an), adzan, kaligrafi, shalawat, serta pidato 3 bahasa (Indonesia, Arab dan Inggris).

Kegiatan rutin ini digelar selama tiga hari berturut-turut, 16-18 Juni 2016. Acara yang ditujukan untuk siswa Indonesia yang berdomisili di Jeddah, Makkah, dan Madinah ini diawali dengan istighotsah dan buka puasa bersama, Jumat (16/6), pukul 18.10 WAS.

WNI di Jeddah Semarakkan Ramadhan dengan Berbagai Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)
WNI di Jeddah Semarakkan Ramadhan dengan Berbagai Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)

WNI di Jeddah Semarakkan Ramadhan dengan Berbagai Lomba

“Acara ini baik untuk pengaderan anak-anak Indonesia di Arab Saudi. Semoga terus terjadi pengembangan dan peningkatan supaya semakin banyak partisipan yang mendaftar,” terang salah satu guru Sekolah Indonesia Makkah (SIM), Abdullah Qothub.

Santri An Nur Slawi

Antusiasme siswa Sekolah Indonesia Makkah (SIM) dalam acara ini ditunjukkan dengan banyaknya jumlah partisipan yang hadir di hari pertama, yakni 65 peserta. Shalat Isya’ dan tarawih berjamaah menjadi agenda acara sebelum dimulainya pelaksanaan perlombaan.

Santri An Nur Slawi

Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Gerakan Pemuda Ansor Arab Saudi Musthofa Al Gholayin, menilai kegiatan ini sangat memotivasi anak didik dalam mempelajari Al-Qur’an dan ilmu keagamaan lainnya.

“Untuk itu, kegiatan ini sangat perlu dijaga keberlangsungannya. Alhamdulillah, acara ini sudah berjalan rutin selama 13 tahun,” ujarnya.

“Acara ini mampu menjadi tolok ukur kemampuan pengetahuan mereka (peserta lomba) tentang agama. Di tahun yang akan datang, saya harap kategori dalam perlombaan ini bertambah demi memancing adrenalin anak-anak didik Indonesia di Arab Saudi,” tutur alumni Sekolah Indonesia Jeddah, Ayman Sofyan. (Hariri Thohir/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Doa Santri An Nur Slawi

Selasa, 02 Mei 2017

Strategi Unik Ra Husnan Jaring Pemuda Lokal Masuk Ansor

Pamekasan, Santri An Nur Slawi - Salah seorang tokoh pemuda di Kabupaten Pamekasan Ra Husnan Jauhari tampak mempunyai perhatian tinggi terhadap keberlangsungan kaderisasi di tubuh Nahdlatul Ulama (NU). Pemuda berumur 27 tahun ini cukup peka membaca kondisi teman-teman sebayanya di Desa Sokalelah, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan.

Putra tokoh NU Kiai Mujiman ini mampu menjaring para pemuda setempat untuk bergabung dan menjadi pengurus serta anggota GP Ansor. Alhasil, terbentuklah kepengurusan ranting GP Ansor Sokalelah di Masjid Al-Muhtadin, Senin (26/9) malam.

Strategi Unik Ra Husnan Jaring Pemuda Lokal Masuk Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Strategi Unik Ra Husnan Jaring Pemuda Lokal Masuk Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Strategi Unik Ra Husnan Jaring Pemuda Lokal Masuk Ansor

Ra Husnan tidak langsung mengajak masuk GP Ansor secara terang-terangan. Tetapi, dia coba mengumpan dengan hobi para pemuda yang rata-rata suka olahraga.

Santri An Nur Slawi

"Beberapa hari sebelumnya, Ra Husnan mengumpulkan kami untuk membincangkan olahraga. Kami semangat dan antusias. Ternyata, itu hanya pancingan untuk gabung GP Ansor. Kami kalah siasat," terang Ketua terpilih PR GP Ansor Sokalelah Syaiful Maulana yang disambut gelak tawa hadirin.

Meskipun begitu, Syaiful dan pengurus lainnya berkomitmen untuk menjalankan amanah organisasi. Apalagi, sebelumnya Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kadur memaparkan tiga visi dan tiga misi GP Ansor.

Santri An Nur Slawi

Ketiganya meliputi revitalisasi nilai dan tradisi, penguatan sistem kaderisasi, dan pemberdayaan potensi kader. Ketiga visi tersebut diterjemahkan ke dalam tiga misi: internalisasi nilai aswaja dan sifatur rasul dalam gerakan GP Ansor, membangun disiplin organisasi dan kaderisasi berbasis profesi, serta menjadi pusat lalu lintas informasi dan peluang usaha antarkader dan dengan stakeholder.

Di samping itu, harapan Syaiful Maulana untuk terlibat aktif dalam bidang olahraga, tidak pupus. Sebab, dalam kesempatan tersebut, disepakati Sinar Putih menjadi salah satu program mingguan pengurus Ansor Sokalelah. Sinar Putih merupakan organisasi olah jiwa-raga yang legal alias berpayung hukum.

Pemilihan Ketua GP Ansor Sokalelah sejatinya berlangsung alot. Syaiful Maulana tidak langsung berkenan ketika menerima amanah sebagai ketua. Ia menganggap Ra Husnan lebih layak, sebab Ra Husnan sejauh ini dikenal sebagai tokoh muda NU yang kontribusinya cukup besar pada desa.

Muaranya, dilakukanlah voting. Hasilnya nyaris sama, Ra Husnan kalah satu suara ke Syaiful Maulana.

"Saya mulanya tidak mau bukan karena tidak ada gaji di GP Ansor. Tapi, saya takut tidak bisa menjalankan amanah kepemimpinan secara baik. Khawatir tidak mampu siddiq, tabligh, amanah, dan fathanah sebagaimana karakter kepemimpinan Rasulullah beserta sahabat," terang Syaiful Maulana.

Untuk itu, pihaknya berharap agar semua pihak terlibat dalam memajukan GP Ansor Sokalelah. Bimbingan dari para sesepuh NU, senior GP Ansor, dan pengurus PAC GP Ansor Kadur diharapkan aktif dan sinergis.

Konsolidasi dan pembentukan GP Ansor Sokalelah ini dihadiri Kades Sokalelah Hamili, Pengurus NU Sokalelah, tokoh masyarakat, dan pengurus GP Ansor Kadur. Acara dipandu langsung oleh Sekretaris GP Ansor Kadur Fathorrahman. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Sejarah Santri An Nur Slawi

Senin, 01 Mei 2017

Gabungan Mahasiswa di Semarang Gelar Aksi Tolak Radikalisme Lewat Poster

Semarang, Santri An Nur Slawi. Gabungan mahasiswa dari berbagai universitas di Semarang yang mengatasnamakan Mahasiswa Peduli Bangsa dan Garda Indonesia memberikan poster dalam rangka Aksi Poster Damai dan Menolak Radikalisme kepada perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Walisongo Semarang.

Gabungan Mahasiswa di Semarang Gelar Aksi Tolak Radikalisme Lewat Poster (Sumber Gambar : Nu Online)
Gabungan Mahasiswa di Semarang Gelar Aksi Tolak Radikalisme Lewat Poster (Sumber Gambar : Nu Online)

Gabungan Mahasiswa di Semarang Gelar Aksi Tolak Radikalisme Lewat Poster

Selain itu, poster-poster tersebut juga diberikan kepada berbagai elemen mahasiswa (BEM) dan organisasi kepemudaan seperti PMII, IPNU, IPPNU, KMNU, dan HMI se-Kota Semarang.?

Berikut pernyataan dari masyarakat serta Gabungan Mahasiswa Peduli Bangsa dan Garda Indonesia tersebut melalui rilis yang diterima Santri An Nur Slawi, Sabtu (8/8) lalu:

Santri An Nur Slawi

1. Kami masyarakat serta mahasiswa peduli bangsa dan garda Indonesia, menyatakan sikap bahwa akhir-akhir ini toleransi dan kerukunan umat beragama sedang diguncang sebagai peristiwa yang mengancam integrasi bangsa. Insiden di Kabupaten Tolikara, Papua mengundang rasa keprihatinan bersama apalagi peristiwa itu terjadi di tengah umat Islam sedang menunaikan sholat Idul Fitri 1436 H.

Santri An Nur Slawi

2. Insiden Tolikara Papua menandakan lemahnya toleransi antarumat beragama. Kami warga semarang adalah masyarkat toleran. Oleh karenanya, kami melakukan kampanye anti-radikalisme dengan menyebarkan poster merata dan meluas ke seluruh Semarang dan sekitarnya untuk penyegaran kembali sikap toleransi terhadap kehidupan umat beragama. Hal ini karena sejak awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini tata kehidupan umat beragama di Indonesia sangat toleran dan saling hidup berdampingan.

3. Dalam konteks ini pula, kami menolak ISIS yang mengatasnamakan jihad. Bagi kami, Islam itu merangkul bukan memukul, Islam itu membina bukan menghina, Islam itu mamakai hati bukan mencaci maki. Kami menolak radikalisme agama dan tindak kekerasan, kami butuh Islam yang ramah bukan Islam yang marah.

4. Kami juga mengajak masyarakat untuk mewaspadai gerakan-gerakan yang mengatasnamakan jihad terutama dari kelompok Islam garis keras yang saat ini sedang gencar merekrut anggota, seperti ISIS. Kami juga mengingatkan segenap masyarakat terutama mahasiswa agar tidak mudah terpengaruh dengan ajakan berjihad yang tidak benar.

5. Kami juga mengajak civitas akademika kampus dan masyarakat Semarang agar memiliki sikap dan pemikiran yang berpihak pada toleransi dan kedamaian, seperti halnya maksud Islam yang rahmatan lil alamin.

6. Kami bertekad dan menjaga kehidupan di Semarang berlangsung aman, damai, nyaman, dan hidup rukun dalam keberagaman.

Adapun rilis ini, diterbitkan di Semarang pada 7 Agustus 2015 atas nama Masyarakat Cinta Damai (Ahmad Imron Rosyadi)/ditandatangani, Mahasiswa Peduli Bangsa (Nur Hadi Prasetyo) /ditandatangani, dan Garda Indonesia (Fahmi Idris) /ditandatangani. (M. Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Aswaja Santri An Nur Slawi