Sabtu, 26 November 2016

Perwimanas Upaya Merekatkan Keindonesiaan Generasi Muda Aswaja

Magelang, Santri An Nur Slawi. Perkemahan Wirakarya Ma’arif Nasional (Perwimanas) II yang diselenggarakan di Lapangan Tembak Akmil Magelang, Jawa Tengah telah memasuki hari keempat, Kamis (21/9).

Perkemahan yang dibuka Presiden Joko Widodo tersebut diikuti oleh 6000 peserta dari sekolah dan madrasah Ma’arif NU dari 34 provinsi ini merupakan upaya merekatkan keindonesiaan generasi muda Aswaja An-Nahdliyah.?

Ditemui Santri An Nur Slawi di arena Perwimanas II, para peserta mengaku senang bisa mengikuti ajang kemah yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Ma’arif NU.

Perwimanas Upaya Merekatkan Keindonesiaan Generasi Muda Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Perwimanas Upaya Merekatkan Keindonesiaan Generasi Muda Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Perwimanas Upaya Merekatkan Keindonesiaan Generasi Muda Aswaja

“Ya senang. Bisa mendapatkan ilmu banyak dan teman. Saya kan dapat tugas di bagian konsumsi. Jadi senang bisa belajar masa untuk teman-teman,” ujar Dina peserta dari Kontingen Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Hal senada juga disampaikan oleh Muhammad peserta kemah dari Kontingen Magelang. “Asik tambah teman banyak. Tambah pengalaman dunia organisasi kepramukaan. Semoga Pramuka di Indonesia tambah berjaya. Jangan pantang menyerah untuk teman-teman Pramuka Ma’arif,” ungkap Muhammad dari SMK Ma’arif Salaman.

Santri An Nur Slawi

“Senang. Seru-seruan bareng teman-teman. Enak tempatnya di sini,” ungkap Ahmad Dahlan dari MA Ma’arif Kota Batu Malang.

Peserta asal Kalimantan Selatan Banjarmasin, juga mengungkapkan kegemberiaannya bisa mengikuti acara Perwimanas II ini.?

“Senang sekali. Nggak merasa capek karena bareng teman-teman. Senangnya dapat berkumpul bareng teman-teman dari seluruh Indonesia. Yang awalnya tidak kenal menjadi kenal,” ujar Muhammad Arifin ? dari Sekolah NU Banjarmasin.?

Santri An Nur Slawi

Arifin berpesan kepada seluruh teman-teman Pramuka Ma’arif di seluruh Indonesia supaya lebih mandiri lagi setelah mengikuti acara ini.?

“Ditingkatkan lagi belajarnya supaya Sekolah Ma’arif NU terus berkembang maju dan jaya selalu,” tandas Arifin. (Nur Rokhim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Hadits Santri An Nur Slawi

Jumat, 25 November 2016

Bangun Kemandirian Ekonomi, KOPRI PB PMII Bentuk Kopri Shop

Jakarta, Santri An Nur Slawi



Adanya kemandirian ekonomi akan berdampak juga pada kemajuan organisasi. Untuk itu, Koprs Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (KOPRI) PB PMII akan mendirikan Kopri Shop. 

Hal tersebut diungkap oleh Ketua Bidang Pengembangan Ekonomi dan Kelompok Profesional KOPRI PB PMII, Novia Nengsih.

Bangun Kemandirian Ekonomi, KOPRI PB PMII Bentuk Kopri Shop (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun Kemandirian Ekonomi, KOPRI PB PMII Bentuk Kopri Shop (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangun Kemandirian Ekonomi, KOPRI PB PMII Bentuk Kopri Shop

"Indonesia merupakan negara emerging market di mana diprediksi akan masuk dalam jajaran 10 besar ekonomi dunia pada 2030," kata Nengsih di Jakarta, Jumat (6/10). 

Di saat yang bersamaan, lanjutnya, usia anak muda anak meningkat sekitar 5-6 persen dari penduduk muda dunia. Jumlah tersebut melebihi jumlah anak muda di negara-negara maju. Tercatat, saat ini penduduk muda Indonesia hanya menjadi 4 persen dari penduduk dunia. 

Santri An Nur Slawi

Menyikapi hal tersebut, KOPRI akan mengambil peran dalam perang besar tersebut. Kader-kader KOPRI yang fokus dalam bidang ekonomi akan dikumpulkan melalui wirausaha muda KOPRI. Sejumlah produk kader-kader akan dikumpulkan dalam satu wadah. 

"Kopri Shop ini menampung usaha-usaha dari para kader. Biasanya usaha kader ini hanya terbatas pada ruang lingkung kampus atau kota/kabupaten saja. Saat ini, dengan adanya Kopri Shop jangkauan untuk mengakses produk akan lebih luas," jelasnya. 

Saat ini tercatat, kader KOPRI yang sudah tergabung dalam Kopri Shop berjumlah 10 titik daerah di Indonesia.Selain itu, adanya Kopri Shop diharapkan bisa membuka peluang kepada wirausaha baru KOPRI. Sehingga, jumlah wirausaha KOPRI akan bertambah.

"Harapannya pada 2030 jaringan Kopri Shop ini sudah tersebar diseluruh Indonesia," pungkasnya. (Nita Nurdiani Putri/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi Nahdlatul Ulama Santri An Nur Slawi

Kamis, 24 November 2016

LPBI NU Malang Gelar Simulasi Renkon Erupsi Gunung Bromo

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) kabupaten Malang mengadakan simulasi rencana kontijensi letusan (erupsi) Gunung Bromo di desa Ngadas kecamatan Poncokusumo, Malang, Rabu (17/6). Simulasi ini diadakan untuk menguji implementasi perencanaan dalam penanganan letusan Gunung Bromo.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat di wilayah risiko tinggi untuk menghadapi kemungkinan meletusnya Gunung Bromo sehingga risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan.

LPBI NU Malang Gelar Simulasi Renkon Erupsi Gunung Bromo (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU Malang Gelar Simulasi Renkon Erupsi Gunung Bromo (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU Malang Gelar Simulasi Renkon Erupsi Gunung Bromo

Secara geografis, desa Ngadas terletak di lereng Bromo yang merupakan wilayah risiko tinggi jika terjadi letusan Bromo. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 300 orang dari semua unsur terkait seperti BPBD, Dinas Sosial, TAGANA, BAGANA, Dinas PU Cipta Karya, Dinas Kesehatan, PDAM, Polres, TNI/KODIM, LPBI NU, PMI, Relawan NU, SAR Awangga, RAPI, Komunitas JIP, Senkom, PUSKESDES, aparat kecamatan Poncokusumo, aparat dan masyarakat dari tiga desa yaitu Wringin Anom, Jarak Ijo dan Ngadas.

Santri An Nur Slawi

Menurut Ketua LPBI NU Malang Rurid Rudianto, simulasi renkon Gunung Bromo ini sengaja melibatkan seluruh komponen yang terlibat dalam penanganan bencana letusan Gunung Bromo dan masyarakat seluruh area yang terdampak letusan Gunung Bromo.

“Keterlibatan semua pihak ini diharapkan agar benar-benar menggambarkan kejadian sebenarnya. Sehingga jika letusan terjadi, maka masyarakat dan pihak terkait sudah siap dan sudah tahu apa yang harus dilakukan sehingga risiko bencana betul-betul dapat diminimalkan,” kata Rurid.

Santri An Nur Slawi

Ketua PP LPBI NU Avianto Muhtadi mengatakan, Malang merupakan salah satu kabupaten yang rawan terjadi bencana di antaranya letusan Gunung Bromo.

Karenanya, diperlukan upaya secara bersama-sama dari berbagai pihak di Malang untuk menyusun perencanaan dalam penanganan bencana misalnya dalam bentuk dokumen Renkon agar ancaman ini dapat ditangani dan dikelola dengan baik dan memastikan berkurangnya risiko bencana di Malang.

LPBI NU melalui Program Penguatan Kelembagaan Penanggulangan Bencana telah bermitra dengan BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD di empat kabupaten yang mencakup Malang, Trenggalek, Situbondo, dan Sampang dalam mengurangi risiko bencana (PRB).?

Program ini terlaksana melalui dukungan dari Australia Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR). Bentuknya berupa pendampingan pemerintah di empat kabupaten itu dalam penyusunan dokumen Rencana Kontijensi. Dokumen Rencana Kontijensi (Renkon) disusun berdasarkan hasil analisa risiko bencana dan identifikasi seluruh sumber daya yang tersedia di suatu daerah atau kawasan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Meme Islam, Nahdlatul, Sunnah Santri An Nur Slawi

NU dan Banom Gorontalo Bantu Korban Banjir

Gorontalo, Santri An Nur Slawi. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Gorontalo bersama Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Gorontalo dan Banser menyambangi korban banjir di Kabupaten Gorontalo, Senin (31/10). Aksi Sosial itu dipimpin Sekretaris Wilayah PWNU Gorontalo Arianto Mopangga.

Pada kesempatan itu keluarga besar NU Gorontalo menyerahakan beras sejumlah 2 ton, pakaian layak pakai, serta makanan cepat saji (mie instant). Sumbangan diterima beberapa Kepala Desa yaitu desa Motoduto, Boliyohuto, Totopo, Juria, dan Bilato di Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo.

NU dan Banom Gorontalo Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Banom Gorontalo Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Banom Gorontalo Bantu Korban Banjir

Arianto mengatakan, banjir yang melanda Kabupaten Gorontalo menenggelamkan ratusan rumah dari ribuan warga mengungsi. Hal ini tentu menjadi perhatian semua elemen masyarakat, termasuk Nahdlatul Ulama Gorontalo.

Santri An Nur Slawi

Selain ikut perihatin dengan musibah yang melanda, dan? memberikan bantuan NU dan Banom turut melihat langsung area terjadinya bencana tersebut dan berbincang dengan warga yang menjadi korban,

“Kami turut merasakan dan memberikan semangat agar tetap tegar dalam menghadapi musibah. Serta terus sabar dan istiqomah menerima segala bentuk musibah yang terjadi,” ungkap Ariyanto kepada puluhan korban banjir.

Santri An Nur Slawi

Sementara itu para korban berterima kasih sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah terlibat dalam memberikan bantuan baik moril maupun materil.

Hal senada juga diungkapkan Satkorwil Banser gorontalo Risan Pakaya. “Musibah ini tentu tidak diminta oleh kita manusia, namun apalah daya telah terjadi. Yang dapat kita lakukan adalah membantu sebisa mungkin kepada korban dan ikut terlibat dalam membenahi lokasi kediaman masyarakat,” pungkasnya. (Djemy Radji/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kyai, Santri Santri An Nur Slawi

Selasa, 22 November 2016

Butuh Lima Senjata untuk Berjuang di IPNU-IPPNU

Sleman, Santri An Nur Slawi. Ahad (31/3), Balai Utari kompleks Gedung Mandala Bhakti Wanitatama Sleman menjadi saksi bisu dilantiknya jajaran pengurus Pimpinan Wilayah IPNU-IPPNU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2012-2013.

Dalam acara tersebut, KH Asyari Abta, Rais Syuriyah PWNU DIY mendoakan para pengurus yang baru dilantik. 

Butuh Lima Senjata untuk Berjuang di IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Butuh Lima Senjata untuk Berjuang di IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Butuh Lima Senjata untuk Berjuang di IPNU-IPPNU

“Beberapa saat yang lalu, kita telah menyaksikan pelantikan pengurus baru IPNU-IPPNU DIY. Semoga mereka mendapatkan kekuatan lahir batin dan ridha Allah SWT. Sehingga, nantinya  bisa memperjuangkan apa yang menjadi cita-cita IPNU-IPPNU ke depan,” ujar KH. Asyari.

Selain mendoakan para pengurus wilayah  IPNU-IPPNU DIY yang baru, KH Asyari juga memberikan wejangan berupa lima senjata dalam berjuang di IPNU-IPPNU. 

Santri An Nur Slawi

Santri An Nur Slawi

“Sewaktu Allah SWT melantik Nabi Muhammad menjadi rasul-Nya, Allah membekali nabi dengan lima senjata. Lima senjata tersebutlah yang menjadikan Nabi Muhammad sukses membawa risalah kenabian, meskipun hanya 23 tahun lamanya,” ungkap KH. Asyari. 

“Senjata yang pertama adalah agungkanlah asma Tuhanmu. Artinya, jika berjuang untuk IPNU-IPPNU, niatkan untuk  beribadah. Jangan berharap mendapatkan sesuatu dari IPNU-IPPNU, tapi berikanlah sesuatu untuk kemajuan IPNU-IPPNU.”

“Kedua, sucikanlah pakaianmu. Orang-orang yang berjuang itu hatinya harus suci. Suci hatinya maupun suci perilakunya. Ketiga, jauhilah perbuatan kotor. Kebanyakan organisasi itu bubrah karena tidak adanya keterbukaan dan tidak adanya kejujuran.” 

“Keempat, Jangan mengharapkan sesuatu. Jangan berharap akan menjadi DPR setelah menjadi pengurus IPNU-IPPNU. Dan senjata yang terakhir adalah Terhadap Tuhanmu sabarlah. Artinya, sabar dalam menerima musibah apa pun,” ujar KH. Asyari panjang lebar. 

“Kalau kelima senjata itu dijalankan, Insyaallah sukses. Itulah pesan kami, lima senjata dalam berjuang di IPNU-IPPNU dan di NU,” tambah KH. Asyari yang disambut tepuk tangan oleh para hadirin.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rokhim Bangkit 

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Quote, RMI NU Santri An Nur Slawi

Senin, 21 November 2016

Perkuat Kader, PMII Ingin Jadi Andalan Masyarakat

Pangandaran, Santri An Nur Slawi

Puluhan Mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mengikuti Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang diselenggarakan PMII Kabupaten Ciamis di SMP Plus Ma’arif NU Pangandaran pada (25/03).

Ketua PC PMII Kabupaten Ciamis Aep Saepudin, mendorong semua anggota PMII yang ada di Kabupaten Pangandaran untuk senantiasa menjadi kader yang bisa diandalkan oleh siapa pun, terutama oleh masyarakat sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian.

Perkuat Kader, PMII Ingin Jadi Andalan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Kader, PMII Ingin Jadi Andalan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Kader, PMII Ingin Jadi Andalan Masyarakat

“Saya tidak menginginkan anggota PMII hanya menjadi jago kandang. Akan tetapi perlu bentuk nyata yang diperbuat oleh semua anggota terhadap masyarakat maupun pemerintah, khususnya Kabupaten Pangandaran,” tegas Aep dalam sambutan pembukaan PKD.

Santri An Nur Slawi

Penguatan jati diri kader, lanjut Aep, merupakan upaya memperkokoh PMII serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasalnya, di era yang serba modern ini pemuda khususnya, dihadapkan pada berbagai persoalan sumber daya manusia (SDM) yang dibenturkan iklim Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Santri An Nur Slawi

“Jadi, anggota PMII wajib mempunyai kemampuan yang bisa menjawab persoalan yang dirindukan oleh masyarakat Indonesia, khususnya Kabupaten Pangandaran. Selain itu, tantangan MEA jangan dijadikan oleh pemuda untuk bersembunyi di balik ketidakmampuan dalam bersaing dalam berbagai bidang,”, pungkasnya.

Sejumlah 26 mahasiswa yang telah menjadi anggota PMII Kabupaten Pangandaran akan mengikuti kegiatan PKD tersebut hingga Ahad, (27/3). Mereka akan mendapat materi yang diprioritaskan yaitu pendalaman ideologi Ahlussunnah wal -Jama’ah serta ke-PMII an.

Di tempat yang sama, Asisten Daerah 2 Kabupaten Pangandaran Undang Sohbarudin, berharap PMII Kabupaten Pangandaran segera mandiri dari Kabupaten Ciamis. Pasalnya, untuk lebih mempermudah hubungan antara PMII dan pemerintah Kabupaten Pangandaran.

“Saya yakin PMII dapat bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Pangandaran karena kami sangat membutuhkan para intelektual muda yang dapat berkontribusi aktif terhadap pemerintah. Apalagi sekarang zamannya semakin maju dengan berbagai persoalan yang sangat kompleks,” ujarnya kepada Santri An Nur Slawi.

Undang berharap Kabupaten Pangandaran yang baru saja memiliki pemimpin baru dengan visi dan misinya harus didukung oleh semua elemen masyarakat, khususnya PMII.

“Apapun yang menjadi visi dan misi Bupati Pangandaran perlu didukung oleh kita semua. Permasalahan pahit atau manisnya kita akan melihat hasil setelah kita bersama-sama membangun Pangandaran bersama-sama,” pungkasnya. (Muhafid/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kajian Santri An Nur Slawi

Senin, 14 November 2016

Pelajar NU Cirebon Galang Koin Peduli Masjid Teja Suar

Cirebon, Santri An Nur Slawi. Mencuatnya desas-desus rencana penjualan Masjid Teja Suar di beberapa media lokal Cirebon maupun nasional, menjadikan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Cirebon, Jawa Barat berinisiatif melakukan aksi “Koin Peduli Masjid Teja Suar”.

Aksi pengumpulan koin rencananya digelar mulai Senin (25/11) ini. Aktifis IPNU dan IPPNU telah menyiapkan secara teknis untuk meraih simpati publik di Cirebon.

Pelajar NU Cirebon Galang Koin Peduli Masjid Teja Suar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Cirebon Galang Koin Peduli Masjid Teja Suar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Cirebon Galang Koin Peduli Masjid Teja Suar

"Saya sangat tidak setuju dengan rencana itu. Dalam ilmu Fiqih, menjual tempat ibadah itu hukumnya jelas haram,” terang Ketua PC IPNU Wahyono.

Santri An Nur Slawi

Masjid yang berdiri di tanah seluas 3000 M2 di jalan Tuparev kota Cirebon itu kabarnya telah ditaksir seharga 11 sampai 13 milyar rupiah untuk segera dialihfungsikan menjadi sebuah ruang pameran.

Santri An Nur Slawi

Menanggapi hal itu, Wahyono menegaskan pihaknya siap menempuh berbagai upaya untuk menghentikan rencana penjualan masjid. Melalui organisasinya ia bertekad kuat membebaskan Masjid Teja Suar dari rencana penjualan.

“Ibaratnya dari pada dijual kepada orang lain untuk kemudian dijadikan ruang pameran, lebih baik dijual kepada kami agar tetap menjadi masjid," tambahnya.

Mungkin, lanjut Wahyono, kami tidak bisa mengumpulkan dana sesuai dengan nominal yang muncul di media. Namun setidaknya aksi ini bisa mengetuk hati masyarakat Cirebon untuk bersama-sama menolak rencana itu.

Sebelumnya, informasi terkait Masjid Teja Suar juga telah mengundang reaksi dari berbagai pihak termasuk Ketua PWNU Jawa Barat H Eman Suryaman dan Ketua MUI kabupaten Cirebon KH Ja’far Aqil Siroj. Keduanya menentang keras rencana penjualan masjid yang didirikan di atas tanah wakaf itu.

“Haram hukumnya dan tidak dibenarkan. Apalagi sudah dibangun masjid, tentu secara otomatis dijadikan sebagai wakaf. Kalau sudah wakaf ya tidak boleh dijual,” tegas Kiai Ja’far.

Sementara itu, pengurus Masjid Teja Suar masih enggan berkomentar saat dikonfirmasi Santri An Nur Slawi. Sedangkan sejumlah jamaah yang tampak berkegiatan di masjid itu mengaku mendengar rencana penjualan masjid yang didirikan tahun 1976 itu. ? (Sobih Adnan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Tokoh, Halaqoh Santri An Nur Slawi

Sabtu, 12 November 2016

Alumni Lintas Generasi IPNU-IPPNU Temanggung Gagas Kemandirian Ekonomi

Wonosobo, Santri An Nur Slawi

Sedikitnya 250 alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Temanggung menggelar halal bihalal di Gedung Aula MWC NU Kedu, Sabtu (23/7).?

Alumni Lintas Generasi IPNU-IPPNU Temanggung Gagas Kemandirian Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Lintas Generasi IPNU-IPPNU Temanggung Gagas Kemandirian Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Lintas Generasi IPNU-IPPNU Temanggung Gagas Kemandirian Ekonomi

Halal bihalal tersebut tak hanya sekedar pertemuan belaka, karena akan menggagas kemandirian ekonomi kader NU. Gagasan tersebut juga akan langsung direalisasikan dalam sebuah kegiatan nyata dalam bentuk pemberdayaan ekonomi.?

"Selama ini, kader IPNU-IPPNU masih kurang dalam mempedulikan ekonomi, sebab lebih fokus pada dakwahnya saja. Padahal, ketika sudah menjadi alumni, dalam berdakwah juga diperlukan bekal ekonomi, supaya dakwahnya bisa berjalan dengan baik," tutur Al-Amin mantan Ketua PC IPNU Kabupaten Temanggung 2001 di sela-sela persiapan halal bihalal.?

Menurut Al-Amin, gerakan nyata para alumni IPNU-IPPNU Temanggung sudah banyak. Di antaranya, setelah melakukan berbagai diskusi, juga sudah direalisasikan media informasi, yakni radio Santika 96,4 FM.?

"Setelah adanya diskusi rutin lintas generasi, yang pernah digelar di rumah Gus Furqon, Pengasuh PP Al Hidayah, kami sudah bisa mendirikan radio Santika 96,4 FM. Itu adalah radio yang dibentuk atas gagasan para alumni IPNU-IPPNU. Kami ingin, agar usai mengabdi di IPNU-IPPNU ada yang bisa diwariskan kepada generasi selanjutnya," jelasnya.?

Santri An Nur Slawi

Halal bihalal juga menjadi media pemersatu para alumni yang tak bisa berkiprah aktif di struktural NU. Sebab, tidak mungkin semuanya, bisa berkiprah secara aktif dalam struktural.?

"Dulu ada Komunitas Muda (KM) Bintang 9. Diskusi-diskusi itu membuahkan hadirnya radio. Gagasan-gagasan dalam halal bihalal muncul dengan pertimbangan banyak yang dulunya aktif di IPNU-IPPNU tak mungkin semuanya masuk dalam struktural. Dan melalui komunitas alumni ini, mereka bisa memberikan gagasan baik pemikiran maupun sumbangsih materi," katanya.?

Santri An Nur Slawi

Halal bihalal ini digagas untuk mempertemukan alumni lintas generasi. Secara tidak langsung halal bihalal menggali gagasan dan pemikiran untuk memajukan NU di Temanggung.?

"Setidaknya ingin memajukan NU Temanggung karena sumbangsih para alumni sangat diperlukan," jelasnya. (Fathul Jamil/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pemurnian Aqidah Santri An Nur Slawi

Jumat, 11 November 2016

Liputan Terorisme, Media Didorong Tidak Kedepankan Glorifikasi Pelaku

Jakarta, Santri An Nur Slawi

Para pelaku terorisme tidak jarang memanfaatkan media justru sebagai alat menyebarkan rasa takut di tengah-tengah masyarakat. Oleh sebab itu, media tidak mengeksplorasi potensi-potensi yang bisa membuat para teroris menjadi menang. Artinya, kejayaan (glorifikasi) pada diri mereka tidak diangkat menjadi konsumsi publik.

Liputan Terorisme, Media Didorong Tidak Kedepankan Glorifikasi Pelaku (Sumber Gambar : Nu Online)
Liputan Terorisme, Media Didorong Tidak Kedepankan Glorifikasi Pelaku (Sumber Gambar : Nu Online)

Liputan Terorisme, Media Didorong Tidak Kedepankan Glorifikasi Pelaku

Hal ini disampaikan oleh Direktur Deradikalisasi BNPT Brigjen Polisi Hamidin dalam diskusi bertajuk Diseminasi Pedoman Peliputan dan Peningkatan Profesionalisme Media Masa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme yang diselenggarakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta, Kamis (7/4) di Gedung Hall of Blessing ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat.

"Contoh kasus terkini, kasus Siyono. Ada sebuah media nasional yang menulis berita dengan judul Jenazah Harum Siyono. Menurut saya Dewan Pers harus menegur hal itu," ujar Jenderal Polisi bintang satu ini.

Lebih jauh, Hamidin mengungkapkan bahwa kaderisasi teroris saat ini tidak lagi face to face (bertemu langsung), tetapi mereka menggali sendiri lewat media di internet, baik paham radikal sampai merakit bom.

"Sebab itu, saya sendiri cukup tertarik saat bom Thamrin. Media memberitakan hal-hal yang justru menguatkan masyarakat, seperti mengekspose tukang sate dan penjual kacang rebus yang sedang asyik berjualan di tengah serangan bom," terang Hamidin.

Santri An Nur Slawi

Senada dengan Hamidin, Ketua Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo mengatakan, media jangan menjadikan media sosial sebagai sumber utama, karena media sosial hanya sebatas informasi yang perlu diverifikasi lebih lanjut.

"Media juga jangan terlalu over dalam liputan, seperti menyorot bentrokan antara Polisi dan teroris sambil menunduk-nunduk misalnya. Selain membahayakan dirinya sendiri, liputan tersebut juga tidak baik untuk konsumsi publik," ujar Yoseph.

Media, lanjut Yoseph, juga jangan sembarangan dalam mencari narasumber. Jangan mentang-mentang orang tersebut mantan Kepala BIN, lalu dimintai keterangan tentang kasus terorisme yang sedang terjadi. "Padahal si orang tersebut sudah tidak update lagi sehingga akan memunculkan persoalan baru bagi negara dan masyarakat," ? tuturnya.

Selanjutnya, Yoseph memberikan petunjuk kepada 180 wartawan yang hadir untuk mengakses pedoman peliputan untuk isu-isu terorisme di www.dewanpers.or.id.

Santri An Nur Slawi

Selain kedua narasumber tersebut, hadir juga sebagai narasumber jurnalis Tempo Sunu dan mantan teroris Nasir Abbas serta 180 wartawan media online, cetak, dan televisi yang hadir sebagai peserta. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi AlaSantri, Jadwal Kajian, Pesantren Santri An Nur Slawi

Selasa, 01 November 2016

Momentum Harlah, GP Ansor Mranggen Pilih Evaluasi Pengurus

Demak, Santri An Nur Slawi - Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Mranggen menggelar pertemuan ramah tamah dalam memperingati hari lahirnya yang Ke-82. Dengan pertemuan yang berlangsung di Aula Balai Desa Kembangarum Mranggen Kabupaten Demak, Sabtu (24/4), mereka berupaya terus meningkatkan soliditas kader di setiap tingkat kepengurusan baik di anak cabang maupun ranting se-Kecamatan Mranggen.

Ketua GP Ansor Mranggen Abdul Qodir meminta seluruh kader yang ada senantiasa berkomunikasi secara intensif sebagai wahana koordinasi organisasi. Menurutnya, hal itu merupakan upaya dalam meningkatkan kualitas jalannya roda organisasi.

Momentum Harlah, GP Ansor Mranggen Pilih Evaluasi Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)
Momentum Harlah, GP Ansor Mranggen Pilih Evaluasi Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)

Momentum Harlah, GP Ansor Mranggen Pilih Evaluasi Pengurus

“Yang lalu biarlah berlalu. Kita rajut kembali Ansor Mranggen. Kita tingkatkan komunikasi ke depannya supaya lebih baik,” kata Qodir.

Selain ajang evaluasi perjalanan kepengurusan, para hadirin memanfaatkan momentum harlah kali ini sebagai upaya menghidupkan kembali semangat Ansor yang tak lepas dari nilai sejarah kebangsaan.

Santri An Nur Slawi

“GP Ansor Mranggen komitmen dengan pergerakannya. Di usianya yang Ke-82, mari bersama-sama mengawal perjalanan bangsa dari yang terendah, ranting dan anak cabang,” kata Qodir.

Ia berpesan agar keberadaan nilai-nilai Aswaja jangan sampai luntur. Dalam mengawal nilai-nilai Aswaja, program yang sarat dengan nilai aswaja akan terus dipertahankan. Ia juga menegaskan, sudah saatnya GP Ansor bermetamorfosis menjadi organisasi yang lebih modern, yakni dengan mempertimbangkan aspek-aspek kekinian.

Santri An Nur Slawi

“Seluruh pengurus dilarang gaptek. Itu contoh kecil. Sedangkan untuk program, mari bersama-sama kita bahas dan kita musyawarahkan,” tegasnya.

GP Ansor mranggen, lanjut Qodir, akan melakukan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Hal itu dirasa mampu memberikan dampak yang membekas, dan menunjukkan eksistensi bahwa Ansor Mranggen hadir di tengah-tengah masyarakat. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Nasional, Pahlawan Santri An Nur Slawi