Kamis, 28 Mei 2015

Jeda Semester, Siswa MI Ma’arif Ziarahi Makam dan Tempat Bersejarah

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Usai ulangan akhir semester gasal siswa Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU Pojok Mojogedang Kabupaten Karanganyar memanfaatkan waktu luang untuk berziarah ke makam dan tempat bersejarah di Karanganyar. Kegiatan ini untuk pertama kalinya diikuti para siswa.

Jeda Semester, Siswa MI Ma’arif Ziarahi Makam dan Tempat Bersejarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jeda Semester, Siswa MI Ma’arif Ziarahi Makam dan Tempat Bersejarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jeda Semester, Siswa MI Ma’arif Ziarahi Makam dan Tempat Bersejarah

Menurut salah satu guru MI setempat Ahmad Rosyidi, ziarah ini dilaksanakan selama tiga hari Senin-Rabu (14-16/12), Senin khusus untuk kelas empat dan lima, Selasa kelas tiga, dan Rabu kelas dua.

Tempat yang dituju ialah makam Eyang Abdullah Fatah yang konon merupakan murid Sunan Kalijogo dan masjid tiban Darul Muttaqin yang menjadi masjid tertua di Karanganyar dan berlokasi di Kaliboto, Mojogedang.

Santri An Nur Slawi

“Meskipun lokasinya tidak jauh dari MI Ma’arif, para siswa mengaku baru pertama kali ziarah ke makam itu,” ungkapnya.

Selain berziarah para siswa juga mendapat kesempatan untuk masuk masjid untuk menunaikan shalat dhuha dan dilanjutkan dengan mendengarkan sejarah makam dan masjid tersebut dari Kiai Subhan.

Santri An Nur Slawi

Renacananya kegiatan semacam ini akan digelar kembali setiap usai semesteran, “mengingat banyaknya siswa yang tidak mengetahui sejarah dan makam-makam penyebar agama Islam di daerah Karanganyar khususnya, kegiatan ini akan dilanjutkan pada semester depan”, tandasnya. ? (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Kajian Sunnah Santri An Nur Slawi

Minggu, 24 Mei 2015

Ini Pemaknaan Simbol Pacul, Pedang, dan Keris

Sukoharjo, Santri An Nur Slawi. Kepolisian Resort (Polres) kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah menggelar acara bershalawat bersama Emha Ainun Nadjib dan Kiai Kanjengnya. Acara yang dihadiri oleh ribuan masyarakat setempat tersebut digelar di halaman polres Jln. Jaksa Agung R. Suprapto 15 Grogol Sukoharjo, Jum’at (9/1).

Kegiatan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad 1436 H bertema “Jadikanlah akhlak dan kepemimpinan Nabi Muhammad sebagai pijakan melakukan revolusi mental dalam pelaksanaan tugas”.

Ini Pemaknaan Simbol Pacul, Pedang, dan Keris (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pemaknaan Simbol Pacul, Pedang, dan Keris (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pemaknaan Simbol Pacul, Pedang, dan Keris

Tema tersebut dimaksudkan untuk mengajak? para pengemban amanah baik itu di lingkungan Polres, pejabat pemerintah, serta profesi apapun, untuk menjadikan Nabi Muhammad sebagai teladan? yang utama dalam bertindak, bertutur kata, maupun melaksanakan tugas kedinasan.

Santri An Nur Slawi

Emha Ainun Nadjib menyampaikan tema pusaka sebagai simbol kemuliaan yang ada didalam diri masing-masing. Dalem kesempatan itu, pria yang akrab disapa Cak Nun menjelaskan filosofi pacul, pedang, keris yang menjadi tiga simbol fungsi.

Santri An Nur Slawi

“Pacul atau cangkul itu adalah simbol dari fungsi ekonomi karena pacul biasa dipakai oleh petani untuk menggarap sawah,” katanya.

Sedangkan pedang, kata dia, biasa digunakan dalam peperangan. Benda itu merupakan simbol dari fungsi kekuasaan.

Sementara keris, lanjut dia, adalah simbol dari fungsi pusaka. “Nah kalau manusia ingin mulia harus punya pusaka, dan pusaka itu tidak harus keris namun amalan-amalan ringan yang dilakukan secara istiqomah itu bisa menjadi pusaka,” ungkap Cak Nun diiringi riuh tepuk tangan jama’ah.

Acara sholawatan dan taushiah pada malam tersebut menghadirkan keluasan dan kedalaman ilmu, juga kegembiraan bersama. Bahkan sebagian jama’ah tertahan di jalan dan mengikuti melalui proyektor yang disediakan. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Berita Santri An Nur Slawi

Rabu, 06 Mei 2015

Arief Mudatsir Kembali Pimpin IKA-PMII

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) ke-5 di Jakarta, Selasa (2/7) malam, memilih pemimpin baru. Forum menetapkan Arief Mudatsir Mandan sebagai Ketua Umum Pengurus Besar IKA-PMII periode 2013-2018.

Arief terpilih untuk kedua kalinya setelah melalui proses pemilihan langsung satu putaran dalam sidang pleno yang dipimpin Ketua PBNU H Arvin Hakim Thoha. Hasil pemungutan suara menujukkan Arief meraih 71 suara dari 130 surat suara sah.

Arief Mudatsir Kembali Pimpin IKA-PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Arief Mudatsir Kembali Pimpin IKA-PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Arief Mudatsir Kembali Pimpin IKA-PMII

Sidang pleno pemilihan ketua umum ini berlangsung tanpa menetapkan bakal calon atau calon terlebih dahulu. Selain Arief, peserta Munas juga memilih 7 nama lainnya, antara lain, Andi Jamaro dengan 50 suara, Amsar Dulmanan (3 suara), Ali Masykur Musa (2 suara), Surya Dharma Ali (1 suara), As’ad Said Ali (1 suara), Muhaimin Iskandar (1 suara), dan Pantas Tarigan (1 suara).

Santri An Nur Slawi

Dalam sambutannya, Arief menegaskan bahwa tugas yang ia terima merupakan amanat yang mesti dilaksanakan secara maksimal. ”Seperti yang pernah saya sampaikan, ini adalah periode konsolidasi gagasan, memperteguh silaturahim dan jaringan, serta mengerjakan  program-program konkret,” ujarnya.

Santri An Nur Slawi

Menurut dia, masa kepemimpinannya 2008-2013 merupakan periode konsolidasi internal. Dia yakin, IKA-PMII mampu tampil unggul di antara alumni organisasi-organisasi lain. Namun, Arief meminta dukungan berbagai pihak dalam menggerakkan organisasi.

”Saya hanya seorang Arief. Tanpa dukungan dari sahabat-sahabat sekalian, dari pengurus cabang, pengurus wilayah, dan senior-senior, saya kira tidak akan menjalankan program,” pungkasnya.

Struktur kepengurusan ditetapkan malam ini oleh tim formatur yang terdiri dari ketua umum terpilih Arief Mudasir, sekretaris jendral PB IKA-PMII demisioner Effendy Choirie, dan 5 utusan Pengurus Wilayah IKA-PMII, yakni dari Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Sumatera Utara, Lampung, Kalimantan Timur.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Pesantren Santri An Nur Slawi