Kamis, 27 Juli 2017

Omelan Gunung Jangkung

Oleh Gatot Arifianto

bukti dan bakti masihlah fiksi

tiadakah nyala nyali

Omelan Gunung Jangkung (Sumber Gambar : Nu Online)
Omelan Gunung Jangkung (Sumber Gambar : Nu Online)

Omelan Gunung Jangkung

yang berani berlari mengibarkan al ashr

dan? ar ra’d 11 di puncak ini?

Santri An Nur Slawi

banci!

Santri An Nur Slawi

gununggunung jangkung yang kesal dalam sepi

menggumamkan benci

dari do hingga si

apa yang dikekalkan siput hanyalah fantasi

berkalikali gagal melepas cangkang imaji

Netrahyahimsa Institute, 24 Agustus 2016



Manifesto Kendeng



siapa berdendang riang saat sumur disergap kemarau panjang

atau ketika galon kerontang?

kematian tiba di dekat laut bering lantaran kompetisi dan dehidrasi

barangkali hanyalah fantasi professor evolusi genetik dari swedia

tapi biarlah kami anakanak negeri agraris belajar percaya

kisah gajah purba yang berakhir dengan rongkong ringkai

bukan omong kosong atau janji politisi yang rajin membuat sakit hati

- nandur pari thukul pari, ngundhuh pari. becik ketitik ala ketara -

persahabatan biji tanah basah memberi gizi tumbuh kami

barangkali hanyalah keajaiban tak pernah singgah silaturahmi

pada kehidupan tanpa lasah kalian yang asing

dengan mars slankers atau ketawang ibu pertiwi

tapi biarlah kami anakanak negeri agraris

menggembargemborkan gembur dan meyakini

air tak boleh dijarah dari sawah

alam tak boleh alum oleh aum kapitalis!

kami menolak jadi mammoth

yang tamat seperti pesakitan dipaksa menerima garrote

entah dengan kalian yang terpelajar

tapi tak pintar menghormati bumi

semisal sumarmi kayen pati meneguhkan hati

mengolah sampah jadi penghidupan

ketimbang menggali kuburan bagi anakanak negeri

Netrahyahimsa Institute, 6 Agustus 2016



Menonton Digong



gulungan ombak meski dilewati dengan membunuh ketakutan sejak do!

setenang penakluk siargao, maut berselancar dari davao

sembari mendendangkan lupang hinirang dengan gairah algojo

“terkecuali memilih karam. geming dan celoteh aktivis

hanya memberi peluang manis gelombang toksin

menghempas masa depan dengan bengis.

candu bukan canda! adakah kebaikan sehingga negara harus berpaling

mengamini mufakat gelap pejabat dan bandar dalam senyap?

tak! itulah kejahatan keji yang meski disikapi

dengan bagak, dengan galak, dengan tembak!”

ikan dan air tak punya kesanggupan menghindari beku dalam kulkas

gelegas kematian adalah niscaya seperti akhir bandit tajir di nusakambangan

yang sepi dari teman berbagi rezeki dan bendera setengah tiang

Netrahyahimsa Institute, 8 Agustus 2016





Penulis adalah warga NU. Sejumlah tulisannya dibukukan dalam buku, Merajut Jurnalisme Damai di Lampung, Aliansi Jurnalis Independen Bandar Lampung, 2012. Menelisik Korupsi Anggaran Publik 2013, Aliansi Jurnalis Independen Indonesia. NU Mengawal Perubahan Zaman, Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) PWNU Lampung, 2015. Bergiat di Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan SIEJ (The Society of Indonesian Environmental Journalists)



Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Doa, Kyai, Anti Hoax Santri An Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar