| Seribu Tumpeng Warnai Peringatan Hari Jadi Kota Kudus (Sumber Gambar : Nu Online) |
Seribu Tumpeng Warnai Peringatan Hari Jadi Kota Kudus
Pada kesempatan itu, Bupati Kudus H Musthofa mengatakan, kenduri massal ini merupakan wujud kesyukuran terhadap Allah SWT. Di samping itu juga sebagai simbol kebersamaan dan kerukunan seluruh masyarakat. Karena situasi dan kondisi Kabupaten Kudus yang aman dan kondusif."Saya mengucapkan terima kasih untuk seluruh masyarakat Kudus tanpa terkecuali mulai dari jajaran pejabat, kepala desa, hingga masyarakat secara luas telah berpartisipasi menjaga wilayah Kudus dengan baik, aman, dan kondusif," kata Musthofa.
Santri An Nur Slawi
Usai sambutan, Bupati memotong tumpeng sebagai tanda menikmati ribuan tumpeng yang disediakan. Pada malam itu, ribuan masyarakat berdatangan memadati alun-alun untuk ikut menikmati tumpeng. Selesai tumpengan, masyarakat dihibur Ketoprak Langen Marsudi Budoyo, kesenian asli asal Wonosoco, Kudus.Santri An Nur Slawi
Aida M, Seorang warga Klumpit, Kecamatan Gebog, Kudus, mengapresiasi pemerintah kabupaten menyelenggarakan tumpengan ini. Ia menyatakan, tumpengan membawa hikmah kebersamaan antarwarga di samping keberkahan doa bersama yang dibacakan secara bersama-sama."Pada usia ke-465 tahun, semoga masyarakatnya akan bertambah makmur dan sejahtera," tutur Guru SMPN 3 Gebog ini.
Hari jadi kota Kudus yang semestinya jatuh pada tanggal 23 September lalu. Selain tumpengan juga akan dimeriahkan juga karnaval budaya yang diselenggarakan pada Senin (29/9). (Qomarul Adib/Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id
Santri An Nur Slawi Pemurnian Aqidah, Syariah Santri An Nur Slawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar