Dalam suasana peringatan Harlah ke-82 NU menurut kalender Masehi yang begitu semarak hari-hari ini, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur berharap warga Nahdliyyin juga tetap memperingati hari lahir (Harlah) NU menurut penanggalan Hijriyah yakni pada bulan Rajab, sekaligus dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang juga pada bulan Rajab.
| Harlah NU Juga Diadakan Menurut Kalender Hijriyah (Sumber Gambar : Nu Online) |
Harlah NU Juga Diadakan Menurut Kalender Hijriyah
Wakil Ketua PWNU Jawa Timur H Soleh Hayat kepada Santri An Nur Slawi di Surabaya, Rabu (9/1) mengatakan, peringatan Harlah NU pada bulan Rajab berbarengan dengan hari besar Islam itu pasti mempunyai nilai tersendiri sudah menjadi tradisi salafus shalih di lingkungan NU.Menurut wakil ketua PWNU yang membidangi falakiyah itu, untuk tahun ini peringatan harlah NU menurut Kalender Masehi sangat tepat karena kebetulan bersamaan dengan bulan Muharram atau tahun baru Hijriyah. Namun hal itu tidak bisa terjadi seterusnya.
“Bisa saja tahun depan Januari jatuh pada bulan Dzulhijjah. Kan tidak bisa dipastikan ada hari besar Islam seperti bulan Rajab,” katanya.
Bagi PWNU Jawa Timur sendiri, peringatan Harlah kw-82 NU yang saat ini dilakukan adalah rangkaian yang sudah dilakukan pada bulan Rajab kemarin.
Santri An Nur Slawi
Sementara itu pada acara apel akbar puncak peringatan Harlah ke-82 NU di Jakarta, 3 Februari nanti, beberapa pengurus PWNU akan hadir, termasuk H Sholeh Hayat sendiri. Namun karena beberapa kendala pihak PWNU Jatim tidak bisa mendatangkan Nahdliyyin dalam jumlah besar-besaran.Namun H Sholeh hayat optimis acara di Gelora Bung Karno itu akan meriah, karena dari daerah Jakarta dan sekitarnya saja sudah ada sekitar 300.000 Nahdliyin yang menyatakan akan siap hadir. (sbh)
Santri An Nur Slawi
Dari Nu Online: nu.or.idSantri An Nur Slawi Kajian Sunnah Santri An Nur Slawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar