Selasa, 18 April 2017

Sehari Saham Pabrik Roti MWCNU Dukun Ludes Terjual

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Berangkat dari semangat bahwa warga Nahdlatul Ulama (NU) tidak hanya sebagai user (pengguna), namun juga harus menjadi produsen, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Dukun, Gresik, Jawa Timur, membuka usaha pabrik pembuatan roti. 

“Untuk meningkatkan perekonomian warga NU, khususnya di Kecamatan Dukun,” ungkap M Fuad Syakur, Sekretaris MWCNU Dukun melalui pesan Wathsapp, Ahad (31/12) sore. 

Sehari Saham Pabrik Roti MWCNU Dukun Ludes Terjual (Sumber Gambar : Nu Online)
Sehari Saham Pabrik Roti MWCNU Dukun Ludes Terjual (Sumber Gambar : Nu Online)

Sehari Saham Pabrik Roti MWCNU Dukun Ludes Terjual

Jika program tersebut berhasil, lanjut Syakur, keuntungan juga dapat digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan MWCNU dan banom-banomnya agar tidak meminta kepada warga. 

Katib Syuriyah MWCNU Dukun, Mohammad Nadib mengungkapkan usaha pabrik roti merupakan bagian dari program kerja MWCNU untuk pengembangan ekonomi. 

“Kita pilih yang tidak terlalu besar biayanya. Peluangnya menjanjikan karena masyarakat desa yang kebetulan mayoritas Nahdhiyin sering punya acara seperti tasyakuran, yasinan , tahlilan, punya hajat khitanan, resepsi pernikahan dan rapat-rapat yang akhir-akhir ini menggunakan bakery sebagai sajian snack-nya,” papar Nadib.

Santri An Nur Slawi

Uniknya, pabrik roti tersebut dibentuk dengan sinergi patungan usaha, di mana keperluan permodalan ditopang melalui pembelian saham. Adapun setiap lembar saham dijual dengan harga Rp1.000.000, dan setiap orang hanya diperbolehkan membeli maksimal 5 lembar saham atau 5 juta rupiah.

Ketertarikan pengurus dan warga NU di Kecamatan Dukun menyebabkan jangka waktu penawaran saham yang dimulai 30 Desember 2017 pukul 17.00 WIB dan dijadwalkan hingga 28 Februari 2018, habis lebih cepat.

Pada Ahad 31 Desember pukul 12.00 semua saham ludes terjual, bahkan masih banyak yang antre.

Santri An Nur Slawi

Pria yang juga praktisi koperasi itu mengatakan selain untuk acara-acara NU, pemasaran nantinya juga dilakukan di area umum seperti di dekat Puskesmas, Polsek, SMPN, SMAN, UPT Dinas Pendidikan, dan pasar desa.

Dengan model tersebut, direncanakan omset 3 bulan pertama telah cukup untuk biaya operasional dan pada bulan keempat diproyeksikan sudah menghasilkan keuntungan.

“Pada rapat pertama yang diagendakan untuk seluruh pemegang saham dilakukan pemilihan personalia jajaran manajemen, rencana kerja, dan menyepakati besarnya kontribusi untuk MWCNU antara 10-20 persen dari keuntungan bersih,” pungkas pemilik usaha ritel itu. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Lomba Santri An Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar