Diskusi bertajuk “Simposium Pemikiran Mahbub Djunaidi dan Pendidikan Jurnalisme Kader” ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Ketua Umum Ikatan Sarjana NU (ISNU) Ali Masykur Musa, sesepuh Gerakan Pemuda Ansor Kholid Mawardi, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Moh Mahfud MD, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan anak kelima Mahbub Djunaidi Isfandari.
| Teladani Pendiri, PMII Cetak Kader Junalis Pergerakan (Sumber Gambar : Nu Online) |
Teladani Pendiri, PMII Cetak Kader Junalis Pergerakan
Ketua Umum PB PMII Addin Jauharuddin, dalam sambutannya, mengatakan, pihaknya ingin meneladani Mahbub sebagai penulis hebat. Melalui pendidikan jurnalistik, ia berharap PMII mampu mencetak penulis-penulis berkarakter semacam Mahbub.Santri An Nur Slawi
Ali Masykur menilai, Mahbub merupakan tokoh yang komplet. Ketua umum PMII pertama ini tak hanya sukses menjadi tokoh pemimpin tapi juga melengkapi dirinya sebagai seorang penulis dan sastrawan handal. Pribadi seperti ini, katanya, memadukan ketegasan praktis dengan kelembuatan dan keluasan imajinasi pikiran.Santri An Nur Slawi
“Seorang pemimpin yang menulis biasanya tidak dilupakan sejarah. Seperti Mahbub, Gus Dur, tulisanya sangat banyak. Dan saya kira PMII harus meneladaninya untuk giat dalam menulis,” ujarnya.Dalam kesempatan tersebut, Kang Said, sapaan akrab KH Said Aqil Siroj, mengurai tradisi penulisan pada zaman Islam abad pertengahan. Sejarah Islam berkembang sangat dinamis, dan melintasi beragam ilmu pengetahuan.
Mahfud MD mengaku terinspirasi dengan tulisan Mahbub berjudul “Politik Tingkat Tinggi Kampus” ketika menjadi mahasiswa di Yogyakarta tahun 1978. Sejak itu, ia mengagumi Mahbub dan membaca banyak tulisan-tulisannya. (Mahbib Khoiron)
Dari Nu Online: nu.or.id
Santri An Nur Slawi AlaSantri, Internasional, Cerita Santri An Nur Slawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar