Sabtu, 10 Februari 2018

Bersama Ansor, LTM Sertifikasi Masjid NU di Jombang

Jombang, Santri An Nur Slawi. Lembaga Tamir Masjid NU Jombang dibantu pemuda Ansor setempat melakukan pendataan jumlah masjid dan musholla milik warga NU. Kegiatan ini dilakukan untuk mengamankan tempat ibadah warga yang biasa mengamalkan ajaran Aswaja An-Nahdliyah ini sebagai aset NU.

"Ke depan kita keluarkan sertifikasi atas pendataan masjid dan mushola yang sudah dilakukan. Sertifikasi itu merupakan bentuk pengamanan asset. Sehingga aset milik NU tidak diambil kelompok lain," ujar Ketua LTMNU Jombang AH Sutari saat pelatihan manajemen masjid bersama GP Ansor Jombang di aula MAN Tambakberas, Ahad (8/2).

Bersama Ansor, LTM Sertifikasi Masjid NU di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Ansor, LTM Sertifikasi Masjid NU di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Ansor, LTM Sertifikasi Masjid NU di Jombang

Sutari menambahkan, data masjid dan musholla NU yang telah masuk di mejanya sebanyak 2000. Data ini murni yang mengisi adalah takmir masjid dan musholla sendiri. "Kita tinggal mencocokkan dan segera mengeluarkan sertifikasi saja. Ke depan harapannya dengan pelatihan bersama Ansor ini ada penggerak di setiap masjid dan musholla," ujar Sutari.

Santri An Nur Slawi

Ketua GP Ansor Zulfikar D Ikhwanto meminta seluruh kader Ansor memfungsikan masjid dan musholla sebagai basis kegiatan kader-kader NU. Tidak hanya itu, diharapkan setiap masjid dan musholla ada Banser yang menjadi penggerak. "Saya sudah intruksikan, minimal satu masjid dan musholla ada 2 Banser. Di samping untuk menjaga aset, Banser harus bisa menjadi penggerak kegiatan," ujarnya.

Keberadaan tempat ibadah milik warga NU, lanjut Gus Antok, menjadi tanggung jawab Ansor bersama Bansernya. "Apalagi seluruh Banom NU bisa menjadikan musholla menjadi semacam sekretariat, sehingga tidak ada lagi kelompok yang bertentangan dengan Pancasila berani mengambil atau menguasai aset milik NU," tandasnya.

Santri An Nur Slawi

Ketua PCNU Jombang KH Isrofil Amar meminta LTM dan Ansor lebih giat lagi untuk meramaikan kegaiatan berbasis masjid dan musholla. "Sudah seharusnya yang menjaga aset dan menjadi penggerak masjid musholla milik warga NU adalah Ansor bersama Bansernya. Jangan sampai masjid dan musholla malah diisi kelompok lain," ujarnya saat membuka kegiatan.

Peserta pelatihan ini terdiri atas pengurus masjid, pengurus MWCNU, pengurus Ansor tingkat anak cabang. Mereka menerima materi penataan organisasi masjid, manajemen dan fungsi masjid dalam kehidupan bermasyarakat. (Muslim Abdurrahman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi RMI NU Santri An Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar