Rabu, 07 Februari 2018

Soal Jihad ke Myanmar, Ini Tanggapan Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana NU

Jakarta, Santri An Nur Slawi - Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) M Ali Yusuf mendukung siapa saja yang ingin melakukan jihad ke Myanmar. Tetapi, jihad ke Myanmar bukan dalam bentuk perang.

“Tetapi jihad bagaimana membantu mereka untuk mengubah nasib mereka agar menjadi lebih baik lagi,” kata Ali kepada Santri An Nur Slawi di Gedung PBNU Jakarta, Senin (11/9).

Soal Jihad ke Myanmar, Ini Tanggapan Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Jihad ke Myanmar, Ini Tanggapan Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Jihad ke Myanmar, Ini Tanggapan Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana NU

Ia menjelaskan, ada banyak cara untuk membantu orang Rohingya, yaitu melakukan advokasi dan mendorong negara-negara Islam untuk bersama-sama mempengaruhi Myanmar sehingga ia mengubah kebijakan yang merugikan orang Rohingya.

“Atau mendukung Bangladesh agar bisa menerima mereka,” lanjutnya.

Santri An Nur Slawi

Ia menyatakan, aksi-aksi solidaritas untuk Rohingya seharusnya bersifat solutif dan bisa diterima oleh Pemerintah Myanmar. Karena bagaimanapun juga Myanmar memiliki pemerintahan yang otonom. Maka dari itu siapapun harus melakukan pendekatan yang bisa diterima oleh Pemerintah Myanmar.

“Jadi yang dilakukan seharusnya solutif,” tegasnya.

Santri An Nur Slawi

Saat ini, imbuh Ali, Pemerintah Myanmar diuntungkan karena orang-orang Rohingya sudah keluar dari wilayahnya. Sesuai data terakhir yang dirilis Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), ada 313 ribu orang Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh akibat aksi kekerasan yang dilakukan militer Myanmar 25 Agustus lalu.  

Ia juga menyebutkan, menjaga kohesifitas sosial hubungan antara pengungsi dan warga asli Bangladesh juga harus dilakukan agar tidak terjadi kecemburuan sosial dan konflik baru.

“Karena ada perasaan yang pengungsi mendapatkan bantuan sementara yang warga asli tidak meski mereka juga miskin,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Sejarah, Ulama, Hadits Santri An Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar