Sekretaris Gusdurian Kabupaten Temanggung, Rozakul Yazid, mengatakan, FCTC yang disusun lebih berpotensi mematikan tembakau lokal, khususnya tembakau Temanggung yang memiliki ciri istimewa dengan kadar tar dan nikotin yang sangat tinggi. Sementara dibalik itu, produksi rokok putih yang rendah tar dan nikotin membanjiri pasaran rokok Indonesia.
| Ada Konspirasi Internasional Terkait Pengendalian Tembakau (Sumber Gambar : Nu Online) |
Ada Konspirasi Internasional Terkait Pengendalian Tembakau
“Ini jelas ada konspriasi internasional. Satu sisi produk lokal ditekan, tetapi pada sisi yang lain komoditas rokok impor justru meningkat pemasarannya di Indonesia. Padahal, hulu dan hilir tembakau lokal merupakan sumber mata pencaharian puluhan juta warga Indonesia,” terangnya.Santri An Nur Slawi
Ia mengatakan, kerangka berfikir dalam FCTC juga tidak memperhatikan kearifan lokal dan produk khas Indonesia. Di Kabupaten Temanggung yang memiliki ciri khas tembakau paling istimewa, tembakau menjadi gantungan ekonomi bagi 80 persen warganya. “Tingkat kesejahteraan masyarakat yang tinggi secara ekonomi tidak lepas dari tembakau,” terang pria yang Ketua PC PMII Temanggung ini.Ia menambahkan, rokok kretek sebagai produk rokok khas Indonesia merupakan rokok yang istimewa dibanding rokok putih. Sebab, rokok kretek tidak hanya mengandung tembakau saja, tetapi bahan rempah seperti cengkih dan lainnya. “Hasil riset membuktikan dengan campuran rempah justru tidak membahayakan kesehatan dibanding tembakau murni seperti rokok putih,” terangnya.
Santri An Nur Slawi
Ketua GP Ansor Temanggung, Yami Blumut menambahkan, pentingnya komoditas tembakau bagi masyarakat di Lereng Gunung Sindoro, Sumbing dan Prau ini, maka keberadaannya perlu dilakukan perlindungan. Tidak hanya di Temanggung, tembakau merupakan komoditas unggulan di daerah lainnya. “Regulasi dari negara justru menekan produksi tembakau dan menjegalnya sedemikian rupa,” terangnya. (Abaz Zahrotien/Anam)Dari Nu Online: nu.or.id
Santri An Nur Slawi Sejarah Santri An Nur Slawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar