Kamis, 19 Oktober 2017

STAINU Jakarta Kumpulkan Tim Pakar PPM Islam Nusantara

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Sekolah Tinggi Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta mengumpulkan para tim pakar, menyusul diterbitkannya izin operasional Pascasarjana Program Magister (PPM) Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI). PPM SKI ini akan terkonsentrasi pada kajian “Islam Nusantara”.

STAINU Jakarta Kumpulkan Tim Pakar PPM Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Kumpulkan Tim Pakar PPM Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Kumpulkan Tim Pakar PPM Islam Nusantara

Kegiatan diformat dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan di ruang rapat tanfidziyah lantai 3 gedung PBNU, Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat, Sabtu (23/2) yang dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali, dan Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud.

FGD kali ini yang merumuskan naskah akademik, kurikulum dan strategi kebijakan dan pengembangan PPM Islam Nusantara dihadiri oleh para pimpinan lengkap STAINU Jakarta, antara lain Ketua STAINU Jakarta KH Mujib Quyubi, Direktur PPM Islam Nusantara Prof. Dr. HM. Ishom Yusqi.

Santri An Nur Slawi

Para dewan pakar yang hadir dalam FGD kali antara lain, sejarawan NU dan penyusun Atlas Wali Songo Agus Sunyoto dari Malang, Rektor Uninus Bandung Didin Wahidin, penulis Pesantren Studies Ahmad Baso, dan beberapa anggota dewan pakar lain yang juga pejabat Kemenag RI seperti Mastuki HS dan Mamat Salamat.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam kesempatan itu memberikan apreriasi kepada para perintis PPM Islam Nusantara. “Pascasarjana Islam Nusantara ini merupakan langkah maju,” katanya.

Santri An Nur Slawi

Direktur PPM Islam Nusantara Prof. Dr. HM. Ishom Yusqi mengatakan, program pascasarjana STAINU Jakarta yang dipimpinnya ini akan dikembangkan berbasis riset. Melalui PPM Islam Nusantara para peserta akan didukung dan difasilitasi untuk meneliti berbagai manuskrip Islam di Nusantara baik yang sudah diterbitkan maupun yang tersimpan dan belum sempat dikaji.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi RMI NU Santri An Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar