Selasa, 16 Agustus 2011

Kota Bengawan Peringati Sumpah Pemuda dengan Shalawat

Solo, Santri An Nur Slawi. Ribuan jemaah berpakaian putih-putih berkumpul di lapangan Kota Solo pada Senin (28/10). Mereka menghadiri shalawatan yang dipimpin Habib Syech bin Abulqodir Assegaf. Kegiatan itu digelar untuk memperingati Sumpah Pemuda

Kendati diguyur hujan ditambah dengan kondisi lapangan yang becek, para Syecher Mania, julukan jemaah Habib Syech bin Abdulqodir Assegaf, tetap bersemangat menyenandungkan shalawat dan berdzikir seakan tak menghiraukan hujan yang semakin deras.

Kota Bengawan Peringati Sumpah Pemuda dengan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kota Bengawan Peringati Sumpah Pemuda dengan Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kota Bengawan Peringati Sumpah Pemuda dengan Shalawat

Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Solo bersama Ahbaabul Musthofa menggelar Solo Bershalawat untuk membuktikan usaha tulus dalam mewujudkan pemuda bersatu demi kemajuan bangsa.

Santri An Nur Slawi

“Kami sengaja menggelar selawat dalam bingkai kerukunan, tak hanya umat Muslim saja, namun nonmuslim pun turut ambil bagian. Seperti komunitas Tionghoa yang menyumbangkan 30.000 konsumsi untuk jemaah,” ujar Ketua DPD KNPI Solo, Her Suprabu.

Dalam kegiatan bertema “Menuju Indonesia Jaya” tersebut panitia mengundang Pengasuh Pondok Pesantren Tegalrejo Magelang, KH Yusuf Chudhari. Dalam tausyiahnya, ia mengkritik budaya simbolistik yang kini lekat kepada Muslim. Ia mencontohkan, seringkali mengucapkan kalimat takbir, tapi diucapkan tanpa makna.

Santri An Nur Slawi

“Sekarang sedikit-sedikit takbir, apalagi kalau sudah bawa pentungan. Jangan dipikir kalau teriak takbir paling kencang bisa langsung masuk surga. Padahal yang dinilai itu perilaku keseharian kita,” paparnya. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Quote, Cerita, Jadwal Kajian Santri An Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar