Minggu, 12 April 2009

Khotbah Jumat Mesti Kontekstual dengan Kebutuhan Umat

Majalengka, Santri An Nur Slawi. Ketua Pengurus Pusat Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) KH Abdul Manan A Ghani menegaskan fungsi masjid sebagai pusat ? pemberdayaan masyarakat. Kegiatan masjid harus bergerak mengikuti kebutuhan masyarakat, termasuk khotbah Jumat.

Menurut Manan, tidak relevan seorang khotib yang gencar menggaungkan isu-isu internasional, dengan mengabaikan keterpurukan rakyat yang sedang dihadapi. Padahal, jamaah membutuhkan pencerahan dan solusi untuk memecahkan persoalan mereka.

Khotbah Jumat Mesti Kontekstual dengan Kebutuhan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Khotbah Jumat Mesti Kontekstual dengan Kebutuhan Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Khotbah Jumat Mesti Kontekstual dengan Kebutuhan Umat

“Khotibnya bicara Osama bin Laden, Palestina, dan seterusnya. Padahal, jamaahnya bingung dikejar-kejar rentenir. Jadi khotbah perlu disesuaikan dengan masyarakatnya,” ujarnya saat memberikan materi Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) LTMNU Kabupaten Majalengka dan Kota Cirebon di Sumberjaya, Majalengka, Jawa Barat, Ahad (6/1) petang.

Santri An Nur Slawi

Manan menjelaskan, masjid tak sebatas tempat upacara peribadatan, seperti shalat. Seperti diteladankan Nabi, tempat suci ini juga berguna untuk menyelesaikan berbagai problem sosial, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.

Santri An Nur Slawi

Manan menyayangkan khotbah di sejumlah masjid yang muatan materinya jauh dari persoalan konkret masyarakat sekitarnya. Alih-alih member solusi, para khotib justru menggaungkan wacana yang tidak kontekstual, atau bahkan provokasi permusuhan.

?

?

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? ? : Mahbib Khoiron?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Internasional Santri An Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar