Senin, 02 Januari 2017

As’ad Said Ali Ingatkan Guru NU soal Bahaya Liberalisme Barat

Mojokerto, Santri An Nur Slawi. Penasehat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) KH Asad Said Ali mengingatkan para Guru NU tentang bahaya liberalisme. Islam yang muncul pada era sekarang, ia menyebut di dunia Barat, sopan santun seorang anak kepada orangtuanya tidak terjaga.?

Misalnya anak menyebut orang tuanya dengan panggilan nama langsung. Sedangkan di Indonesia, anak dibiasakan memanggil dengan sebutan ayah, bapak, ibu, dan sebutan-sebutan sejenis.?

As’ad Said Ali Ingatkan Guru NU soal Bahaya Liberalisme Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
As’ad Said Ali Ingatkan Guru NU soal Bahaya Liberalisme Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

As’ad Said Ali Ingatkan Guru NU soal Bahaya Liberalisme Barat

Liberalisme semacam itu menjadi tantangan yang harus dikendalikan oleh para guru NU. Kiai Asad mengatakan hal tersebut pada Forum Silaturahim di ajang Kongres Ke-2 Pergunu di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (27/10) pagi.

Liberalisme Barat menurutnya, merupakan penjajahan bagi masyarakat Indonesia. Bila dibiarkan, masyarakat akan terbawa pada perilaku, pola pikir, dan berpakaian seperti masyarakat Barat.

Liberalisme dalam tahap tertentu bisa berwujud perbedaan pemahaman. Dalam menghadapi Liberalisme, guru-guru NU harus mengedepankan toleransi agar tidak timbul perpecahan.?

Santri An Nur Slawi

“Namun untuk kalangan sendiri (Nahdliyin, santri, dan murid NU) harus ditegaskan bahaya serta peringatan agar tidak terbawa kepada kelompok liberal,” ucap penulis buku Al-Qaeda ini.

Hal tersebut juga sepadan dengan karakteristik NU yang tampil sebagai penengah dan solusi dalam setiap persoalan. Begitu juga mengenai radikalisme yang menyebabkan wajah Islam terlihat eksklusif (tertutup) dan kaku. Di titik inilah sikap wasathiyah (moderatisme) NU menjadi penengah antara liberalisme dan radikalisme atau fundamentalisme.

Santri An Nur Slawi

"Ajaran agama harus dikedepankan, dengan mendasarkan diri pada ketentuan Al-Qur’an, Hadits, ijma, dan qiyas. Namun, ukhuwah Islamiyah juga harus ditegakkan," tegas As’ad yang juga Mustasyar PBNU ini.





Dalam forum tersebut, KH Asad Said Ali didampingi Ketua Umum PP Pergunu KH Asep Saifuddin Chalim, Katib Syuriyah PBNU KH M. Mujib Qulyubi, dan para narsumber lain.? (Nurdin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Nahdlatul Santri An Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar