“Rencana setelah pelatihan ini, para santri akan membuat sebuah antologi bersama baik cerpen atau pun puisi,” jelas Muhammad Wafa, Ketua Pondok Pesantren Maslakul Huda.
| Pesantren Maslakul Huda Kajen Adakan Pelatihan Menulis (Sumber Gambar : Nu Online) |
Pesantren Maslakul Huda Kajen Adakan Pelatihan Menulis
“Yang perlu dibutuhkan seorang penulis adalah konsisten dan pembiasaan dan suka membaca. Jika kita sudah terbiasa menulis maka suatu saat nanti akan menikmati hasilnya. Tak ada cara yang jlimet atau rumit dalam menulis, sebab menulis ya menulis,” ujar Khoirun Niam sebagai narasumber.Santri An Nur Slawi
Lanjut Niam, puisi bisa dikatakan sebuah karya sastra yang sangat mudah ketimbang cerpen dan novel, karena puisi lahirnya dari hati dan perasaan. Apa yang kita rasakan dapat kita puisikan. Agar pembuatan diksi dalam puisi menjadi bagus dan indah maka sering-seringlah membaca karya puisi penyair terdahulu. Soal baik buruknya karya puisi kita biarlah para kritikus sastra yang menilai.Santri An Nur Slawi
Acara dimulai pukul 08.00 WIB hingga 10.30 WIB, selain penjelasan secara materi para peserta pun disuruh praktik menulis puisi dan ke tiga puisi yang terbaik hasil seleksi narasumber akan di berikan buku secara gratis.“Setiap saya mengisi acara, tidak pernah lupa untuk membagi-bagikan buku gratis kepada peserta hal tersebut saya lakukan sebagai salah satu strategi untuk memperjuangkan minat baca dan mendorong orang lain menyukai dunia menulis,” pungkas Niam. (Red: Fathoni)
Dari Nu Online: nu.or.id
Santri An Nur Slawi Habib Santri An Nur Slawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar