Sabtu, 23 Desember 2017

Perilaku Islami Tak Ditentukan Gamis dan Jenggot

Sidoarjo, Santri An Nur Slawi 

Dewasa ini, banyak sekali kelompok tertentu yang berpakaian dan berpenampilan sangat islami. Padahal mereka gemar menampakkan permusuhan dengan kelompok yang lain. Mereka gemar memicu keresahan.

Perilaku Islami Tak Ditentukan Gamis dan Jenggot (Sumber Gambar : Nu Online)
Perilaku Islami Tak Ditentukan Gamis dan Jenggot (Sumber Gambar : Nu Online)

Perilaku Islami Tak Ditentukan Gamis dan Jenggot

“Karena itu, jangan mudah terkecoh dengan penampilan fisik,” ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj ketika menyampaikan pengarahan dalam acara pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Jawa Timur di Pesantren Bumi Shalawat Kompleks SMP Progresif, Lebo Sudoarjo, Jumat (31/5) malam lalu. 

Kang Said menambahkan, salah satu dari perilaku dan penampilan yang kelihatannya islami tersebut adalah tampilnya kelompok yang selalu menggunakan gamis dengan jenggot lebat. Padahal prilakunya belum tentu sesuai dengan Islam yang rahmatal lil ’alamin.

Santri An Nur Slawi

Dikatakannya, dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam ibadah, perbedaan antara yang benar dan yang salah sangat tipis, sehingga perlu hati-hati dalam  menyikapinya. 

Santri An Nur Slawi

Dalam kesempatan itu Kang Said kembali menyerukan untuk kembali ke pesantren, yakni kembali kepada nilai-nilai yang diajarkan oleh para aulia.

Menurutnya, kembali ke pesantren sebagai rujukan dari nilai-nilai justru sangat penting di tengah globalisasi yang tidak menentu. Kembali ke pesantren, katanya, berarti kembali kepada kebudayaan nusantara.

“Pesantren adalah merupakan budaya asli nusantara yang mengembangkan nilai kenusantaraan dengan bimbingan nilai-nilai keislaman,” ujarnya di acara yang dihadiri Mahfudz MD, Ali Masykur Musa, Soekarwo, Saifullah Yusuf serta sejumlah pimpinan dan daerah dan partai politik Jawa Timur.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Aryudi A. Razak

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Habib Santri An Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar