Minggu, 31 Desember 2017

Yenny Wahid Masuk Jajaran Ketua PP Muslimat NU

Jakarta, Santri An Nur Slawi. Tim formatur pembentukan Kepengurusan Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU berkerja cepat. Dari batas waktu maksimal sepuluh hari yang ditetapkan untuk memilih delapan ketua, sekretaris umum (Sekum) dan bendahara umum (Bendum) terhitung sejak Ahad (27/11) dinihari bisa diselesaikan Senin (28/11) malam.

Yenny Wahid Masuk Jajaran Ketua PP Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenny Wahid Masuk Jajaran Ketua PP Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenny Wahid Masuk Jajaran Ketua PP Muslimat NU

Terdapat sejumlah wajah baru di jajaran ketua. Begitu juga untuk posisi Sekum dan Bendum. Zanuba Arifah Hafsoh, akrab dipanggil Yenny Wahid, putri kedua KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang sebelumnya menjabat Sekretaris V naik menjadi Ketua V. Sedangkan Ariza Agustina yang di periode lalu sekretaris IV menjadi ketua VIII.

Lalu Erna Yulia Soefihara dari bendahara umum menjadi ketua VII, Ulfah Masfufah dari ketua bidang kesehatan menjadi Sekum. Sedangkan Andi Nur Hiyari dari Bendahara II di periode ini dipercaya menjabat Bendum.

“Tim formatur diberi waktu 10 hari terhitung sejak 26 November dinihari, tetapi sudah bisa menyelesaikan pada 27 November,” terang Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum periode 2016-2021, Selasa (29/11) dilansir laman resmi PP Muslimat NU, MSantri An Nur Slawi.

“Selanjutnya Ketum, delapan ketua, Sekum dan Bendum akan melengkapi susunan pengurus dalam minggu ini,” imbuh perempuan yang telah memimpin PP Muslimat NU selama 4 periode atau 20 tahun ini setelah di Kongres Ke-17 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, 23-27 November 2016 lalu terpilih kembali secara aklamasi.

Santri An Nur Slawi

Sebelumnya, usai ditetapkan sebagai Ketum terpilih, Khofifah meminta agar kepengurusan PP Muslimat yang terbentuk diberi wewenang untuk melakukan telaah dan sinkronisasi hasil sidang-sidang komisi mulai AD-ART, program maupun rekomendasi.

“Kami mohon diberi kesempatan melakukan telaah, barangkali secara teknis sinkronisasi masih harus kami lakukan. Secara teknis mungkin perumusan sesuai dengan konsistensi penggunaan terminologi tertentu di dalam keputusan hasil sidang-sidang komisi,” katanya.

Santri An Nur Slawi

Khofifah menegaskan telaah ini sama sekali bukan mengubah keputusan. “Tapi sinkronisasi dari keputusan bidang-bidang yang ada di AD/ART dan keputusan dari breakdown program yang sudah diputuskan komisi program,” katanya.?

Berikut susunan Pimpinan Pusat Muslimat NU Masa Khidmat 2016-2021:

Ketua Umum: Khofifah Indar Parawansa

Ketua I: Sri Mulyati

Ketua II: Nurhayati Said Aqil Siroj

Ketua III: Mursyidah Thahir

Ketua IV: Siti Aniroh SEY

Ketua V: Zanuba Arifah Hafsoh

Ketua VI: Yaniah Wardani

Ketua VII: Erna Yulia Soefihara

Ketua VIII: Ariza Agustina

Sekretaris Umum: Ulfah Masfufah

Bendahara Umum: Andi Nur Hiyari

(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Jadwal Kajian, Santri, RMI NU Santri An Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar