Sabtu, 09 Desember 2017

Kedepankan Organisasi, Jangan Bawa NU ke Politik Praktis

Rembang, Santri An Nur Slawi. Sebagai penganut Paham Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), Nahdlatul Ulama (NU) harus mengedepankan ke-NU-an dan jam’iyahnya (organisasinya) ketimbang kepentingan yang lain.

Hal tersebut dipaparkan Wakil Rais Aam PBNU KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) di hadapan ribuan Nahdliyin, termasuk pengurus NU, pada pengajian yang dihelat Majelis Wakil Cabang NU (MWC NU) Lasem di Masjid besar Lasem, Rembang, Jawa Tengah, Ahad (22/9) malam.

Kedepankan Organisasi, Jangan Bawa NU ke Politik Praktis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kedepankan Organisasi, Jangan Bawa NU ke Politik Praktis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kedepankan Organisasi, Jangan Bawa NU ke Politik Praktis

“Sebagai warga NU dan pengikut Mbah Hasyim Asy’ari, kita jangan membawa NU ke dalam politik praktis yang dapat meregangkan ukhuwah nahdliyah (persatuan NU) sebagai Jam’iyah,” pintanya.

Santri An Nur Slawi

Sejak dulu, lanjut Gus Mus, NU memang sudah berpolitik, tetapi politik yang diterapkan adalah politik yang agung.

Santri An Nur Slawi

Kepada Santri An Nur Slawi, panitia penyelenggara, Muhklis, menerangkan, melalui pengajian ini warga NU diharapkan mendapat pencerahan sehingga mampu lebih dewasa dalam menetukan sikap politik yang sesuai dengan khittah. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Santri An Nur Slawi Internasional, Olahraga, Berita Santri An Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar