Ketua PBNU H Marsudi Syuhud berpendapat, upaya perubahan aturan penjualan minuman keras yang masuk dalam paket ekonomi ini tidak nyambung dengan tujuan untuk menarik investor.?
| Permudah Penjualan Miras Bukan Kebijakan Solutif Atasi Pelemahan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online) |
Permudah Penjualan Miras Bukan Kebijakan Solutif Atasi Pelemahan Ekonomi
“Ini hanya akal-akalan produsen minuman keras agar bisa yang memanfaatkan situasi pelemahan ekonomi nasional untuk kepentingannya,” katanya.?Santri An Nur Slawi
Ia berpendapat kalau penjualan miras tersebut diperuntukkan untuk menarik wisatawan, saat ini sebenarnya akses minuman keras untuk mereka sudah cukup karena wisatawan tinggalnya di hotel dan makannya juga di restoran dan di situ sebenarnya sudah diatur peruntukannya untuk mereka.? “Kalau tujuannya menarik dolar tetapi treatmen-nya menjual alkohol di kampung, ini tidak nyambung,” tegasnya.
Jika pemerintah ingin menambah kunjungan wisatawan ke Indonesia, maka langkah yang harus dilakukan adalah meningkatkan promosi ke negara lain seperti yang dilakukan oleh Malaysia, Thailand atau negara lain yang gencar menggenjot sektor wisatanya.?
Santri An Nur Slawi
“Kalau tujuannya itu adalah lebih baik mendokrak marketing wisatawan Indonesia di luar negeri. Malaysia sudah melakukan diplomasi people to people. Malaysia mensupport warganya yang membikin restoran di luar negeri. Kalau Indonesia melakukan hal yang sama, bisa mengiklankan Bali, Raja Ampat, Boroburur dan lainnya,” jelasnya. (Mukafi Niam)Dari Nu Online: nu.or.id
Santri An Nur Slawi Aswaja, Khutbah Santri An Nur Slawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar